PEMERINTAH PROVINSI PAPUA BARAT
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
Jalan Brigjend Marinir Abraham O. Atururi, Manokwari – Papua Barat
ORGANISASI PERANGKAT DAERAH
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
PROVINSI PAPUA BARAT
BIDANG CIPTA KARYA
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN
SPAM REGIONAL SORONG
CIPTA KARYA
DAFTAR ISI PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1
1.1. LATAR BELAKANG ................................................................... 1
1.2. PENGERTIAN BADAN USAHA ................................................ 5
1.3. MAKSUD DAN TUJUAN............................................................. 8
1.4. LANDASAN HUKUM .................................................................. 8
BAB II VISI MISI DAN SASARAN PENGEMBANGAN SPAM REGIONAL
SORONG ........................................................................................................ 10
2.1. VISI ................................................................................................. 10
2.2. MISI ................................................................................................ 13
2.3. TUJUAN ......................................................................................... 13
2.4. SASARAN ...................................................................................... 14
BAB III ISUSTRATEGIS, PERMSALAHAN DAN TANTANGAN
PENGEMBANGAN SPAM .......................................................................... 15
3.1. GAMBARAN UMUM SPAM KOTA DAN KABUPATEN
SORONG ........................................................................................ 15
3.2. ISU STRATEGIS DAN PERMASALAHAN .............................. 17
3.3. TANTANGAN PENGEMBANGAN SPAM ............................... 21
ii
iii
BAB IV KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN SPAM .... 24
4.1. KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN SPAM .. 22
4.2. WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB PENYELENGGARA
SPAM ............................................................................................. 47
4.3. ALUR PEMBENTUKAN SPAM REGIONAL .......................... 48
4.4. SKEMA PEMBIAYAAN SPAM REGIONAL ........................... 49
4.5. KESIAPAN REGINES CRITERIA ............................................ 50
BAB V PENUTUP .......................................................................................... 52
LAMPIRAN .................................................................................................... 54
iii
CIPTA KARYA
BAB I PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Mahkamah Konstitusi (MK) dalam Amar Putusan Nomor 85/PUU-
XI/2013, menyatakan bahwa Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang
Sumber Daya Air (UU SDA) bertentangan dengan UUD 1945 dan oleh karena
itu tidak memiliki kekuatan hukum mengikat. Dalam putusan tersebut MK juga
menyatakan bahwa Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan,
berlaku kembali.
Di samping itu di dalam pertimbangan hukumnya MK menyatakan
sejumlah Peraturan Pemerintah (PP) sebagai pelaksanaan dari UU SDA tidak
memenuhi 6 (enam) prinsip dasar pembatasan pengelolaan sumber daya air,
yaitu: Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan
Sistem Penyediaan Air Minum, Peraturan Pemerintah Nomor
20 Tahun 2006 tentang Irigasi, Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2008
tentang Pengelolaan Sumber Daya Air, Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun
2008 tentang Air Tanah, Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang
Sungai; dan Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2013 tentang Rawa.
Keenam prinsip dasar pembatasan pengelolaan sumber daya air yang
dijadikan sebagai dasar MK untuk membatalkan UU SDA dan sejumlah PP
sebagaimana disebutkan di atas adalah: (1) setiap pengusahaan atas air tidak
boleh menggangu, mengesampingkan, apalagi meniadakan hak rakyat atas air;
(2) negara harus memenuhi hak rakyat atas air, karena akses terhadap air
adalah salah satu hak asasi tersendiri; (3) untuk menjamin kelestarian
lingkungan hidup sebagai salah satu hak asasi manusia; (4) air merupakan
cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak yang
harus dikuasai oleh negara; (5) air merupakan sesuatu yang sangat mengusai
hajat hidup orang banyak, maka prioritas utama yang diberikan penguasaan
atas air adalah Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah; (6)
apabila setelah semua pembatatasan tersebut sudah terpenuhi dan ternyata
1
CIPTA KARYA
BAB I PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
masih ada kesediaan air, Pemerintah masih dimungkinkan untuk memberikan
izin kepada usaha swasta untuk melakukan pengusahaan atas air dengan syarat-
syarat tertentu dan ketat.
Dengan dibatalkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang
Sumber Daya Air maka secara otomatis membatalkan Peraturan Pemerintah
Nomor 16 tentang Pengembangan SPAM. Padahal aturan tersebut dijadikan
dasar pelaksanaan Kebijakan dan Strategi Daerah Pengembangan SPAM
(KSDP-SPAM). Payung hukum yang dijadikan landasan penyusunan KSDP-
SPAM salah satunya yakni Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah. Di pasal 17 undang- undang tersebut, pemerintah daerah
diamanatkan menyusun kebijakan strategi daerah mengacu kepada kebijakan
strategi SPAM Provinsi maupum Nasional.
Kebijakan dan strategi pengembangan sistem penyediaan air minum
merupakan arah pengembangan sistem penyediaan air minum dalam lima tahun
mendatang, dan sebagai pedoman bagi Pemerintah Daerah dan penyelenggara
pengembangan sistem penyediaan air minum dalam melaksanakan
penyelenggaraan pengembangan sistem penyediaan air minum di daerah, baik
di provinsi dan kabupaten/kota. Selain Undang- Undang Nomor 23 tahun 2014
tentang Pemerintahan Daerah yang menjadi landasan hukum, Pemerintah telah
menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 122 tahun 2015 tentang Sistem
Penyediaan Air Minum, dimana Penyelenggaraan SPAM diprioritaskan
pelaksanaannya kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha
Milik Daerah (BUMD) sebagai penyelenggara SPAM. Dalam hal terdapat
wilayah atau kawasan yang tidak terjangkau pelayanan SPAM oleh BUMN dan
BUMD tersebut maka pelaksanaan Penyelenggaraan SPAM tetap menjadi
tanggung jawab Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah dengan membentuk
UPT atau UPTD untuk melayani wilayah atau kawasan yang tidak terjangkau
pelayanan BUMN dan BUMD.
Apabila dalam suatu wilayah tidak terdapat Penyelenggaraan SPAM baik
2
CIPTA KARYA
BAB I PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
oleh BUMN dan BUMD maupun UPT atau UPTD maka dapat dilaksanakan
Penyelenggaraan SPAM untuk memenuhi kebutuhan sendiri oleh Kelompok
Masyarakat dan Badan Usaha untuk Memenuhi Kebutuhan Sendiri.
Penyelenggaraan SPAM oleh BUMN dan BUMD dapat bekerjasama dengan
badan usaha swasta apabila BUMN atau BUMD tidak mampu membiayai
kebutuhan Penyelenggaraan SPAM. Penyelenggaraan SPAM dilaksanakan
berdasarkan asas kelestarian, keseimbangan, kemanfaatan umum, keterpaduan
dan keserasian, keberlanjutan, keadilan, kemandirian, serta transparansi, dan
akuntabilitas.
Cakupan pelayanan akses air minum layak di Kota Sorong pada akhir
tahun 2015 sebesar 75,00 %, besaran cakupan pelayanan tersebut telah
memenuhi target MDGs 2015 dalam rangka menurunkan hingga setengah
proporsi rumah tangga tanpa akses berkelanjutan terhadap air minum layak
sebesar 68,87%. Selain target MDG’s yang harus dicapai, target lainnya
sebagaimana yang tertuang dalam RPJMN 2015 – 2019 adalah cakupan
pelayanan air minum aman 100%. Permasalahan mendasar yang dihadapi
dalam pengembangan sistem penyediaan air minum dengan target tersebut di
Regional Sorong adalah sebagai berikut:
1. Peningkatan jumlah penduduk dan aktivitasnya mengakibatkan makin
sulitnya pelayanan air minum karena terbatasnya kapasitas yang ada.
2. Terganggunya siklus hidrologi, terbatasnya sumber air baku karena
lokasi sumber air baku jauh dan sulit terjangkau, sehingga tidak mampu
diselesaikan secara lokal. Kelangkaaan air baku akan memicu konflik
antar pengguna air.
3. Biaya pengolahan air minum cukup mahal, sedangkan kemampuan
masyarakat umumnya masih rendah, sehingga masyarakat tidak dapat
dibebani untuk biaya sarana pengembangan air minum secara
keseluruhan
4. Pendanaan dari Pemerintah Kabupaten dan pendapatan PDAM belum
3
CIPTA KARYA
BAB I PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
mencukupi, serta tidak mampu untuk melakukan pengembangan
sendiri.
Arah kebijakan Pemerintah dalam pengembangan SPAM telah
dijabarkan dalam : Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)
dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014 – 2019
yang selanjutnya dijabarkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 2014 – 2019 dan Renstra Direktorat
Jenderal Cipta Karya 2015 – 2019. Selain itu, terdapat arah kebijakan
tambahan yang bersifat strategis, antara lain:
1. Program pro rakyat berupa program air bersih untuk rakyat yang
berpihak pada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
2. Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi
Indonesia (MP3EI) yang merupakan pengembangan simpul – simpul
ekonomi berdasarkan kekuatan ekonomi regional khususnya melalui
pengembangan sektor air minum.
3. Rencana Aksi Nasional (RAN) Adaptasi Perubahan Iklim, yaitu terkait
dengan pengembangan alternative air baku sebagai persiapan adanya
degradasi kualitas dan kuantitas air baku akibat perubahan iklim.
4. Pemerintah juga telah menargetkan akses air minum yang aman pada
tahun 2025 dapat mencapai 100% (Peraturan Menteri PU no. 13 Tahun
2013 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem
Penyediaan Air Minum, dengan proyeksi skenario pengembangan
SPAM tahun 2015 – 2025) sehingga pemerintah juga telah menyiapkan
program pengembangan SPAM khususnya bagi MBR.
Dalam mencapai tujuan tersebut dan untuk menindaklanjuti Peraturan
Pemerintah terkait maka perlu disusun Kebijakan dan Strategi Daerah
4
CIPTA KARYA
BAB I PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (KSDP – SPAM) yang dapat
dijadikan acuan bagi para pelaku pembangunan/penyelenggaraan SPAM di
tingkat daerah.
1.2. Pengertian Badan Usaha
Badan Usaha untuk Memenuhi Kebutuhan Sendiri yang selanjutnya disebut
Badan Usaha adalah Badan Usaha berbadan hukum atau tidak berbadan
hukum yang bidang usaha pokoknya bukan merupakan usaha penyediaan
Air Minum dan salah satu kegiatannya menyelenggarakan SPAM untuk
kebutuhan sendiri di wilayah usahanya.
• Corporate Social Responsibilities (CSR)
Suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan sesuai
kemampuan perusahaan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab mereka
terhadap social/lingkungan sekitar perusahaan itu berada dan merupakan
fenomena strategi perusahaan yang mengakomodasikebutuhan dan
kepentingan stakeholdernya. CSR timbul sejak era dimana kesadaran akan
keberlanjutan (sustainability) perusahaan jangka panjang adalah lebih
penting daripada sekedar mengejar keuntungan (profitability). Contoh
bentuk tanggung jawab itu bermacam-macam, mulai dari melakukan
kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan
lingkungan, pemberian beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian dana
untuk pembangunan dan pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk
desa/fasilitas masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di
sekitar perusahaan tersebut berada.
• Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS)
Kerjasama pemerintah dengan Badan Usaha dalam penyediaan infrastruktur
melalui Perjanjian Kerjasama atau Izin Pengusahaan
5
CIPTA KARYA
BAB I PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
• Kerjasama Pengusahaan Pengembangan SPAM
Upaya memanfaatkan SPAM untuk memenuhi penyediaan air minum guna
kepentingan masyarakat yang dilakukan antara Pemerintah dengan Badan
Usaha atau antara BUMN/BUMD Penyelenggara dengan Badan Usaha
• Millenium Development Goals (MDG’s)
Hasil kesepakatan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara
perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mulai dijalankan pada September
2000, berupa delapan butir tujuan untuk dicapai pada tahun 2015.
• Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK)
1. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan
untuk penyelenggaraan pemerintahan
2. Standaradalah acuan yang dipakai sebagaipatokan dalam
penyelenggaraan pemerintahan
3. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk
penyelenggaraan pemerintahan
4. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam
penyelenggaraan pemerintahan
• Rencana Induk Pengembangan SPAM
Suatu rencana jangka panjang (15-20 tahun) yang merupakan bagian atau
tahap awal dari perencanaan air minum jaringan perpipaan dan bukan
jaringan perpipaan berdasarkan proyeksi kebutuhan air minum pada satu
periode yang dibagi dalam beberapa tahapan dan memuat komponen utama
6
CIPTA KARYA
BAB I PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
sistem beserta dimensinya.
• RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah)
Suatu rencana pemanfaatan ruang yang disusun oleh pemerintah daerah
untuk jangka waktu 20 tahun. RTRW dapat diperbaharui bila telah dirasakan
tidak sesuai dengan kondisi yang ada.
• Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut SKPD
Dinas atau unsur pelaksana daerah pada pemerintah daerah.
• SR (Sambungan Rumah)
Sebutan yang digunakan untuk menyatakan satuan pelanggan atau satuan
sambungan pelanggan yang memperoleh pelayanan air bersih melalui
jaringan perpipaan.
• Studi Kelayakan Pengembangan SPAM
Studi untuk mengetahui tingka kelayakan usulan pembangunan sistem
penyediaan air minum di suatu wilayah pelayanan ditinjau dari aspek
kelayakan teknis teknologis, lingkungan, sosial, budaya, ekonomi,
kelembagaan dan finansial yang disusun berdasarkan:
1. Rencana Induk pengembangan SPAM yang telah ditetapkan;
2. Hasil kajian kelayakan teknis teknologis, lingkungan, social,
budaya, ekonomi, kelembagaan dan finansial, serta;
3. Kajian sumber pembiayaan
• Sistem Penyediaan Air Minum Bukan Jaringan Perpipaan yang selanjutnya
disebut SPAM BJP
7
CIPTA KARYA
BAB I PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
Satu kesatuan sistem fisik (teknik) dan non fisik dari prasarana dan sarana
air minum baik bersifat individual, komunal, maupun komunal khusus yang
unit distribusinya dengan atau tanpa perpipaan terbatas dan sederhana dan
tidak termasuk dalam SPAM.
• Tugas Pembantuan
Penugasan dari pemerintah kepada daerah dan/atau desa atau sebutan lain
dengan kewajiban melaporkan dan mempertanggungjawabkan
pelaksanaannya kepada yang menugaskan.
1.3. Maksud dan Tujuan
Kebijakan dan Strategi Daerah Pengembangan SPAM ini dimaksudkan
sebagai pedoman dalam penyusunan kebijakan teknis, perencanaan,
pemrogaman, dan pelaksanaan kegiatan yang terkait dengan pengembangan
SPAM perkotaan dan pedesaan. Kebijakan dan Strategi Daerah Pengembangan
SPAM ini bertujuan untuk :
1. Mencapai arah kebijakan Pemerintah Kota Sorong dalam
pengembangan SPAM melalui rencana, program, dan pelaksanaan
kegiatan yang terpadu, efisien, dan efektif.
2. Mencapai sasaran program sesuai dengan amanat yang tertuang di
dalam Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota
Sorong dan Kabupaten SorongTahun 2016 – 2021.
1.4. Landasan Hukum
Landasan hukum yang menjadi dasar penyusunan Kebijakan dan Strategi
Pengembangan SPAM Daerah Kota Sorong adalah sebagai berikut :
1. Pasal 18 ayat (6) Undang – Undang Dasar Negara RI 1945;
2. Undang Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan;
8
CIPTA KARYA
BAB I PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
3. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2006 tentang Penataan Ruang;
4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan
Peraturan Perundangan – Undangan;
5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Nasional;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2008 tentang Pedoman
Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal
di Daerah;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 121 Tahun 2016 tentang Pengusahaan
Sumber Daya Air;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem
Penyediaan Air Minum;
10. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2009 tentang Pemberian
Jaminan dan Subsidi Bunga oleh Pemerintah Pusat dalam rangka
Percepatan Penyediaan Air Minum;
11. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019;
9
2
CIPTA KARYA
BAB II PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PENGEMBANGAN
SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM REGIONAL SORONG
[Link]
Berdasarkan perkembangan situasi dan kondisi Papua Barat pada saat ini, dan
terkait dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Papua Barat
Tahun 2017 - 2022 maupun visi dan misi Kota Sorong dan Kabupaten Sorong tahun
2017 - 2022, maka untuk menunjang pembangunan Papua Barat pada periode lima tahun
ke depan (tahun 2017 - 2022), disusun visi Kota Sorong dan Kabupaten Sorong sebagai
berikut
Visi Kota Sorong: “TERWUJUDNYA KOTA SORONG SEBAGAI
KOTA TERMAJU DI SEKTOR JASA, PERDAGANGAN DAN
PENDIDIKAN”
Visi Kabupaten Sorong: “KABUPATEN SORONG MAJU
BERSAMA, RAKYAT CERDAS, SEHAT DAN SEJAHTERA
2022”
Sejalan dengan visi dan misi Papua Barat periode 2017 - 2022 yang terkait
dengan pengembangan SPAM secara spesifik dapat dilihat pada:
1. misi ke-satu yaitu : Membangun dan meningkatkan
infrastruktur jalan-jembatan, perhubungan, perumahan-
pemukiman, dan sumberdaya air;
2. misi ke-empat yaitu : Peningkatan kualitas pelayanan
pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat,
keolahragaan pemuda, KB dan pelayanan sosial dasar
lainnya, serta
10
CIPTA KARYA
BAB II PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
3. misi ke-tujuh yaitu : Meningkatan kelestarian sumberdaya
alam, lingkungan hidup dan kualitas penataanruang.
Ketiga misi tersebut mengandung makna pembangunan infrastruktur
untuk meningkatkan derajat kesehatan guna optimalisasi produktivitas
masyarakat dalam bekerja dengan tetap memperhatikan keberlanjutan
dan kelestarian sumber daya alam. Permasalahan dan tantangan
penyediaan air minum harus diselesaikan melalui implementasi
program/kegiatan terkait misi tersebut sehingga masyarakat dapat
terlayani akan kebutuhan air minum air bersih yang berkualitas, handal
danberkelanjutan.
Sesuai dengan visi Pemerintah Kota Sorong dan
Kabupaten Sorong dimasa depan, maka visi Kebijakan dan Strategi
Daerah Pengembangan SPAM adalah: “Terwujudnya SPAM yang
Berkualitas, Handal, Berkeadilan dan Berkelanjutan Menuju
Masyarakat Kota Sorong dan Kabupaten Sorong Sehat dan Sejahtera”.
Dengan penjelasan sebagai berikut:
Berkualitas : Air minum yang layak dan memenuhi
Persyaratan kesehatan (memenuhi persyaratan
fisik, kimia dan mikrobiologis).
Berkeadilan : Air minum layak yang dapat dinikmati oleh semua
lapisan masyarakat dan golongan penduduk.
Handal : Air minum yang secara kontinuitas maupun
kuantitas dapat mencukupi kebutuhan. Dapat
tersedia setiap saatdibutuhkan
(adanya jaminan ketersediaan).
11
CIPTA KARYA
BAB II PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
Berkelanjutan : Air minum yang dapat dinikmati saat ini maupun di
masa datang dengan mengoptimalkan manfaat
sumber daya air dan sumber daya manusia dengan
cara menserasikan aktivitas manusia dengan
kemampuan sumber daya alamuntuk
menopangnya
Visi pengembangan SPAM adalah suatu keadaan masyarakat
yang ingin dicapai di masa depan yang secara mandiri mampu hidup
dengan sehat dan sejahtera dengan air minum berkualitas. Visi akan
dapat terwujud melalui seluruh kegiatan – kegiatan yang dilakukan
oleh seluruh stakeholder yang langsung terkait maupun tidak.
Perwujudan visi akan lebih optimal apabila terdapat kerjasama
yag sinergis antar stakeholder dari seluruh kegiatan – kegiatan yang
ada. Dalam kerjasama ini, Pemeritah lebih berperan dalam melakukan
pemberdayaan kepada Pemerintah Daerah, masyarakat, maupun
kepada operator penyelenggaraan SPAM. Masyarakat perlu
mendapatkan pemahaman yang jelas terhadap fungsi pelayanan
penyelenggaran SPAM agar dapat berpartisipasi aktif dalam setiap
pengambilan keputusan yang penting bagi kepentinganbersama.
Untuk itu, visi tersebut perlu dijabarkan lebih lanjut dalam perumusan
misi yang lebih spesifik sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan
dan strategi pencapaian terhadap kondisi yang diinginkan.
12
CIPTA KARYA
BAB II PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
2.2. Misi
Upaya pencapaian visi tersebut di atas perlu dilakukan dengan
misi sebagai berikut:
a. Menciptakan cakupan pelayanan air bersih dengan meningkatkan
sarana dan prasarana infrastruktur air minum sesuai kaidah teknis
dan inovasi teknologi yang berkelanjutan.
b. Meningkatkan kapasitas kelembagaan penyelenggara SPAM dan
mengembangkan serta menerapkan Norma, Standar, Prosedur,
dan Kriteria (NSPK).
c. Memenuhi kebutuhan air baku dalam pengembangan SPAM.
d. Meningkatkan Pendanaan dan pemberdayaan masyarakat dan
swasta sebagai mitra pengelolaan pengembangan SPAM.
[Link]
Penyusunan Kebijakan dan Strategi Daerah ini bertujuan untuk :
a. Menyelesaikan permasalahan dan tantangan pengembangan
SPAM.
b. Menyelenggarakan sistem fisik (teknik) dan non fisik
(kelembagaan, manajemen, keuangan, peran masyarakat, dan
hukum) dalam kesatuan yang utuh dan terintegrasi dengan
prasarana dan saranasanitasi.
c. Memenuhi kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia secara
berkelanjutan dalam rangka peningkatan derajat kesehatan
masyarakat
13
CIPTA KARYA
BAB II PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
[Link]
Sasaran pengembangan SPAM untuk Kota Sorong dan
Kabupaten Sorong adalah SPAM dengan jaringan perpipaan maupun
jaringan bukan perpipaan akses aman, antara lain sebagai berikut:
1. Akses Air Minum Aman dari 75 % menjadi 85% tahun 2021 melalui
jaringan perpipaan (PDAM dan non PDAM) dan BJP terlindungi.
2. Pembiayaan pengembangan SPAM meliputi pembiayaan untuk
membangun, memperluas serta meningkatkan sistem fisik (teknik) dan
sistem nonfisik.
3. Pemenuhan kebutuhan diutamakan untuk dapat memberikan
pelayanan air minum sampai dengan pemenuhan standar pelayanan
minimal sebesar 80 L/orang/hari yang dilakukan secarabertahap.
4. Bantuan Pemerintah diutamakan untuk kelompok masyarakat
berpenghasilan rendah dan miskin.
14
CIPTA KARYA
BAB III PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
ISU STRATEGIS, PERMASALAHAN DAN TANTANGAN
PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM
3.1. Gambaran Umum Sistem Penyediaan Air Minum Kota / Kabupaten
Sorong
Gambar 3.1.1. Peta Administratif Kota Sorong
Berdasarkan letak geografisnya, Kota Sorong memiliki batas- batas sebagai
berikut Utara: Selat Dampir dan Kabupaten Sorong (Distrik Makbon).Selatan:
Kabupaten Sorong (Distrik Aimas) dan kabupaten Raja Ampat (Distrik
Salawati).Timur: Kabupaten Sorong (Distrik Sorong) Barat : Selat Dampir
Sorong (Distrik Sorong) Barat: Selat Dampir. Secara geografis, Kota Sorong
berada pada koordinat 131°51' BT dan 0° 54' LS dengan luas wilayah 1.105 km2.
. Wilayah kota ini berada pada ketinggian 3 meter dari permukaan laut dan
suhu udara minimum di Kota Sorong sekitar 23, 1 ° C dan suhu udara maximum
sekitar 33, 7 ° C. Curah hujan tercatat 2.911 mm. Curah hujan cukup merata
15
CIPTA KARYA
BAB III PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
sepanjang tahun . Tidak terdapat bulan tanpa hujan, banyaknya hari hujan
setiap bulan antara 9 - 27 hari. Kelembaban udara rata-rata tercatat 84 %.
Gambar 3.1.2 Peta Administratif Kabupaten Sorong
Kabupaten Sorong terletak di bagian Barat Provinsi Papua dengan luas wilayah
setelah pembentukan kabupaten Tanbrauw 13.075,28 km² yang terbagi dalam
wilayah daratan seluas 8.457 km² dan wilayah lautan seluas 4.618,28 km².
(Berdasarkan pembacaan pada Peta Rupa Bumi BAKOSURTANAL skala 1 :
250.000,) Letak geografis Kabupaten Sorong adalah: 130° 40’ 49” – 132° 13’ 48”
BT dan 00° 33’ 42” – 01° 35’ 29” LS. Wilayah administrasi Pemerintahan
Kabupaten Sorong terdiri dari 19 distrik, 18 kelurahan dan 149 desa/kampung.
Cakupan pelayanan air minum layak untuk seluruh wilayah di Kota
Sorong sampai dengan akhir tahun 2020 baru mencapai %, yang meliputi
sistem perpipaan sebanyak % (yang terdiri dari PDAM, PAMSIMAS, DAK Air
bersih, dan SPAM perpipaan) dan sistem non perpipaan sebanyak %.
Diperkirakan masih terdapat masyarakat miskin di perkotaan maupun
16
CIPTA KARYA
BAB III PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
pedesaan yang belum terlayani air minum layak baik dengan sistem perpipaan
maupun sistem non perpipaan sebanyak %. Sedangkan untuk Kabupaten
sampai dengan akhir tahun 2020 baru mencapai %, yang meliputi sistem
perpipaan sebanyak % (yang terdiri dari PDAM, PAMSIMAS, DAK Air bersih,
dan SPAM perpipaan) dan sistem non perpipaan sebanyak %. Diperkirakan
masih terdapat masyarakat miskin di perkotaan maupun pedesaan yang belum
terlayani air minum layak baik dengan sistem perpipaan maupun sistem non
perpipaan sebanyak %.
Di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong masih terdapat Rawan rawan air
minum sebanyak .. Distrik, dan kelurahan rawan air minum sebanyak …
kelurahan. Untuk Kabupaten Sorong daerah terdapat Rawan rawan air minum
sebanyak .. Distrik, dan kelurahan / kampung rawan air minum sebanyak …
kelurahan Kondisi air tanah dangkal dan sedang dengan kualitas relative baik
terdapat di 8 (delapan) wilayah yaitu: . Kondisi air tanah dangkal dan air tanah
sedang-nya relatif tidak baik sebanyak 11 (sebelas) kawasan perkotaan yaitu: .
3.2. Isu Strategis dan Permasahan
3.2.1. Belum optimalnya peningkatan akses aman air minum
Terkait peningkatan akses aman air minum isu strategis dan
permasalahan yang ada antara lain:
a) Angka Prevaluasi penyakit dari air minum kurang layak masih
tinggi yaitu sebesar 7,55 %.
b) Minimnya ketersediaan data SPAM Bukan Jaringan Perpipaan
(BJP) & Non PDAM.
c) Pipa transmisi/distribusi masih terbatas dan khusus wilayah
pelayanan Kota dan Kabupaten Sorong, pipa distribusinya
sudah tidak layak/tua sehingga perlu pergantian.
17
CIPTA KARYA
BAB III PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
3.2.2. Belum Optimalnya Pengembangan Pendanaan
Isu strategis dan permasalahan dalam aspek pendanaan, antara lain:
a) Penyelenggaraan SPAM mengalami kesulitan dalam masalah
pendanaan untuk pengembangan, operasional dan pemeliharaan.
b) Komitmen dan prioritas pendanaan dari pemerintah daerah
dalam pengembangan SPAM masih minim.
c) Investasi masih tergantung dari sumber dana APBN dan APBD,
sedangkan potensi pendanaan dari sektor dunia usaha dan
masyarakat belum didayagunakan.
d) Pemda dan PDAM belum memanfaatkan kebijakan-kebijakan
pendanaan yang diperlukan bagi pengembangan SPAM.
3.2.3. Belum optimalnya kapasitas kelembagaan pengelola SPAM
Beberapa isu strategis dan permasalahan dalam peningkatan kapasitas
kelembagaan, antara lain:
a) Lembaga/Dinas belum sepenuhnya berfungsi sebagai
regulator/pembina dalam penyelenggaran SPAM.
b) Pemda belum memiliki dokumen perencanaan khusus sub
Bidang air minum antara lain seperti dokumen Jakstrada,
FS/DED Pengembangan SPAM, dan studi potensi air baku.
c) Penyelenggaraan SPAM masih belum optimal dalam hal
Manajemen, SDM, Keuangan, maupun teknis.
Koordinasi yang belum optimal antar stakeholder yang terkait dalam
penyelenggaraan SPAM
3.2.4. Pengembangan dan Penerapan Perundang-undangan
Beberapa isu strategis dan permasalahan yang terkait dengan penerapan
peraturan perundang-undangan, antara lain:
1. Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) bidang air minum belum
18
CIPTA KARYA
BAB III PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
ditindak lanjuti dengan pengaturan di daerah yang lebih operasional,
seperti peraturan daerah atau peraturan bupati terkait penyusunan
rencana strategis pengembangan SPAM, ijin pengambilan air untuk
SPAM, uji kualitas air minum.
2. Pedoman dan Pengaturan SPAM berbasis masyarakat belum
tersosialisasikan dengan optimal.
3. Pengaturan pemanfaatan mata air dan air permukaan yang lebih
operasional di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong belum memadai
sehingga berdampak potensi konflik air yang semakin berkembang.
4. SPAM masih belum memenuhi Kuantitas, Kualitas, Kontinuitas, dan
Keterjangkauan (K – 4) dimana kehilangan air masih tinggi (36,5 %),
serta jam operasional pelayanan air minum masih terbatas.
3.2.5. Pengembangan dan Penerapan Perundang-undangan
Beberapa isu strategis dan permasalahan dalam hal pemenuhan
kebutuhan air baku untuk air minum, antara lain:
a) Kapasitas daya dukung dan kualitas sumber air baku air
permukaan semakin menurun dan kontinuitasnya tidak
terjaga terutama pada musim kemarau. Sumber air baku di Air
Hujan, Air Permukaan, sumber mata air dan air tanah. Air
Permukaan dari air waduk dan air sungai. Kondisi potensi air
baku di Kota dan Kabupaten Sorong adalah sebagai berikut:
• Pada tahun 2020 di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong
terdapat embung 0 buah atau waduk dengan luas
bervariasi antara 10. dan Sungai Remu yang terbesar
dengan volume mencapai 300 L/detik atau 25.920 m3.
• Kondisi air tanah bebas, yang banyak dipengaruhi oleh
Air permukaan dan air sungai, kualitas airnya kurang
baik, karena mengandung kandungan minyak yang
tinggi.
19
CIPTA KARYA
BAB III PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
b) Menurunnya debit mata air yang digunakan sebagai air baku
1. Upaya perlindungan sumber air baku melalui kegiatan
konservasi masih minim.
2. SPAM regional Tirta Remu sampai saat ini belum
ditindaklanjuti pembangunan fisik dan jaringannya.
3. Ketersediaan air baku untuk wilayah Kota Sorong bagian Timur
yang membentang dari utara dan selatan masih sangat minim.
Sumber air tanah dalam yang ada di kabupaten Kota Sorong
sebagian besar asin, payau . Sedangkan di Kabupaten Sorong
Sumber air mengandalkan sair bersihnya dari air hujan. Setiap
rumah memiliki Penampungan Air Hujan (PAH) baik yang
dibangun permanen maupun berupa tangki fiber atau plastik
yang dapat dipindahkan. Masyarakat tidak dapat menggunakan
air tanah karena mengandung minyak dan berwarna keruh
kehitaman, secara kasat mata tampak terlihat minyak pada
permukaan air.
3.2.6. Pengembangan SPAM Melalui Penerapan Inovasi Teknologi
Beberapa isu strategis dan permasalahan terkait pengembangan
SPAM melalui penerapan inovasi teknologi, antara lain:
a) Inovasi teknologi yang efisien dalam pengolahan air, penggunaan
energi dan penurunan kehilangan air fisik masih perlu
ditingkatkan.
b) Pemanfaatan teknologi tepat guna dalam pengolahan air minum
belum berkembang.
c) Masih kurangnya pemanfaatan teknologi informasi dalam
pengelolaan data dan informasi.
20
CIPTA KARYA
BAB III PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
3.3. Tantangan Pengembangan SPAM
3.3.1. Tantangan Internal
Dalam rangka pencapaian Visi dan Misi dari Kebijakan dan
Strategi Daerah Pengembangan SPAM Kabupaten Grobogan,
tantangan internal yang harus dihadapi dan ditanggulangi adalah :
d) Memenuhi kebutuhan air baku untuk air minum baik
pemenuhan aspek kuantitas maupun kualitas.
e) Meningkatkan cakupan pelayanan air minum melalui SPAM
jaringan perpipaan serta memenuhi kualitas air minum sesuai
kriteria yang telah disyaratkan.
f) Mengoptimalkan pendanaan pengembangan SPAM melalui
dana non APBN serta dapat menerapkan tarif Full Cost
Recovery.
g) Penyelenggaraan SPAM yang profesional dengan penerapan
Good Coorporate Governance.
h) Mengaplikasikan teknologi pengolahan air yang efisien dan
tepat guna,
i) Memberdayakan potensi masyarakat dan dunia usaha dalam
pengembangan SPAM secara optimal.
3.3.2. Tantangan Eksternal
Sedangkan tantangan eksternal yang harus dihadapi adalah
sebagai berikut:
a) Melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan.
b) Menerapkan Good Governance.
c) Meningkatkan ekonomi dengan pemberdayaan potensi lokal dan
masyarakat, serta peningkatan peran serta dunia usaha.
d) Meningkatkan iklim investasi yang kompetitif.
e) Melaksanakan pengembangan SPAM dengan
mempertimbangkan peningkatan kualitas lingkungan dan
21
CIPTA KARYA
BAB III PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
konservasi.
Melaksanakan komitmen terhadap kesepakatan MDGs 2015- 2019 serta Protocol
Kyoto dan Habitat, dimana pembangunan perkotaan harus berimbang dengan
pembangunan di perdesaan.
22
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN SPAM
4.1. Kebijakan dan Strategi Pengembangan SPAM
Kebijakan pengembangan SPAM dirumuskan untuk menjawab isu
strategis dan permasalahan dalam pengembangan SPAM. Kebijakan ini
diarahkan pula untuk memenuhi sasaran kebijakan strategi daerah
pengembangan SPAM Regional Sorong tahun 2021. Arahan kebijakan adalah
sebagai berikut :
1. Peningkatan akses aman air minum bagi seluruh
masyarakat perkotaan dan pedesaan di Regional Sorong.
2. Pengembangan kemampuan pendanaan untuk
penyelenggaraan SPAM secara optimal.
3. Peningkatan kapasitas kelembagaan penyelenggaraan pengembangan
SPAM.
4. Pengembangan dan penerapan peraturan perundang – undangan di
daerah.
5. Peningkatan penyediaan air baku untuk air minum berkelanjutan.
6. Peningkatan peran dan kemitraan badan usaha dan masyarakat.
7. Pemanfaatan dan inovasi teknologi SPAM.
Selanjutnya kebijakan dan strategi pengembangan SPAM dirumuskan sebagai
berikut :
Peningkatan akses aman air minum bagi seluruh masyarakat di perkotaan
dan perdesaan melalui jaringan perpipaan dan bukan jaringan perpipaan
terlindungi di Regional Sorong .
Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan akses aman air minum dan
mengurangi angka kehilangan air secara konsisten dan bertahap bagi seluruh
masyarakat perkotaan dan pedesaan di Regional Sorong serta memprioritaskan
22
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
pembangunan untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Strategi 1 : Mengembangkan SPAM dalam rangka pemenuhan kebutuhan
pelayanan minimal untuk memperluas jangkauan pelayanan air minum terutama
untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Regional Sorong. Strategi ini
dilaksanakan melalui rencana tindak sebagai berikut :
1. Mengembangkan SPAM sesuai arahan dan strategi yang tertuang dalam
RTRW serta arahan Pembangunan Kota Sorong dan Kabupaten Sorong.
Perwujudan sistem jaringan prasarana air minum yang tertuang dalam
RTRW Regional Sorong terdiri atas:
a. optimalisasi sistem penyediaan air minum kawasan perkotaan;
b. pengembangan sistem penyediaan air minum di seluruh kawasan
perkotaan;
c. pengembangan sistem penyediaan air minum di kawasan
masyarakat berpenghasilan rendah;
d. pengembangan sistem penyediaan air minum perdesaan; dan
e. pengembangan sistem pengelolaan jaringan air minum.
Sedangkan ketentuan umum peraturan zonasi jaringan prasarana air
minum sebagaimana yang tertuang dalam RTRW Regional Sorong
meliputi:
a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pembangunan
bangunan pengambilan air, penghijauan, dan pembangunan
prasarana dan sarana sistem penyediaan air minum;
b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat meliputi kegiatan
selain sebagaimana dimaksud pada huruf a yang tidak
mengganggu keberlanjutan fungsi penyediaan air minum,
mengakibatkan pencemaran air baku dari air limbah dan sampah,
dan mengakibatkan kerusakan prasarana dan sarana penyediaan air
23
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
minum;
c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan yang
mengganggu keberlanjutan fungsi penyediaan air minum,
mengakibatkan pencemaran air baku dari air limbah dan sampah,
dan mengakibatkan kerusakan prasarana dan sarana penyediaan air
minum; dan
d. intensitas pemanfaatan ruang meliputi persentase luas lahan
terbangun pada zona unit air baku maksimal sebesar 20 (dua
puluh) persen, persentase luas lahan terbangun pada zona unit
produksi maksimal sebesar 40 (empat puluh) persen; dan
persentase luas lahan terbangun pada zona unit distribusi
maksimal sebesar 20 (dua puluh) persen.
2. Mengembangkan SPAM baru di wilayah yang belum terjangkau
jaringan PDAM (antara lain IKK Kedungjati, serta desa rawan air/rawan
sanitasi). (Penanggungjawab: SKPD yang membidangi pekerjaan
umum, SKPD yang membidangi perencanaan dan Pengelola SPAM)
3. Penambahan jumlah pelanggan dan peningkatan kualitas pada wilayah
pelayanan yang sudah ada.
Strategi 2: Mengembangkan SPAM dalam rangka mendukung
pertumbuhan ekonomi
Strategi ini dilaksanakan melalui rencana tindak sebagai berikut :
1. Mengembangkan SPAM untuk kebutuhan non rumah
tangga antara lain untuk kebutuhan industri, niaga,
dan pariwisata. (Penanggungjawab: PDAM)
2. Mengembangkan SPAM untuk mendukung program
pemerintah dalam percepatan pertumbuhan ekonomi.
24
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
(Penanggungjawab: PDAM)
3. Mengurangi disparitas cakupan pelayanan SPAM antar
daerah. (Penanggungjawab: PDAM)
Strategi 3 : Meningkatkan dan memperluas akses air minum yang
aman melalui SPAM bukan jaringan perpipaan terlindungi dan
berkelanjutan. Strategi ini dapat dilaksanakan melalui rencana tindak
sebagai berikut :
1. Meningkatkan sarana dan prasarana SPAM bukan
jaringan perpipaan tidak terlindungi menjadi
terlindungi sebesar 2,52% (dari 58% menjadi 61,02%)
sampai dengan tahun 2021. Dengan fokus
penambahan cakupan pelayahan pada wilayah
pedesaan sebesar 6,64%, sedangkan untuk wilayah
perkotaan cakupan pelayanan air minum layak bukan
jaringan perpipaan akan diturunkan sebesar 8,15%
mengingat daya dukung lingkungan yang sangat
terbatas karena jarak antar sumber air minum (sumur
terlindung) dengan fasilitas air limbah rumah tangga
yang berdekatan berpotensi menurunkan kualitas
sumber air minum tersebut sehingga tidak aman lagi
untuk digunakan. (Penanggungjawab: SKPD yang
membidangi pekerjaan umum dan SKPD yang
membidangi kesehatan)
2. Mengembangkan SPAM bukan jaringan perpipaan
melalui program stimulan, percontohan, dan dana
bergulir. (Penanggungjawab: SKPD yang membidangi
pekerjaan umum)
25
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
3. Melaksanakan pembangunan SPAM bukan jaringan
perpipaan yang sesuai dengan kondisi potensi dan
permasalahan setempat. (Penanggungjawab: SKPD
yang membidangi pekerjaan umum)
4. Melakukan pembinaan dan pengawasan teknis
prasarana dan sarana SPAM bukan jaringan perpipaan,
antara lain melalui pemanfaatan sanitarian di daerah.
(Penanggungjawab: SKPD yang membidangi pekerjaan
umum dan SKPD yang membidangi kesehatan)
5. Meningkatkan pengembangan Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat kerja sama lintas intansi pemerintah pusat
dan daerah. (Penanggung jawab: Pokja AMPL)
Strategi 4 : meningkatkan kualitas air minum yang memenuhi
persyaratan baku mutu yang berlaku.
Strategi ini dilaksanakan melalui rencana tindak sebagai berikut :
1. menegakkan kontrol kualitas melalui pengaplikasian
standar teknis dan regular monitoring terhadap
kualitas air yang diterima. (Penanggungjawab: SKPD
yang membidangi kesehatan, PDAM)
2. meningkatkan pengawasan kualitas air minum secara
berkala melalui penugasan SKPD yang membidangi
pengawasan kualitas air dan pemanfaatan sanitarian di
daerah. (Penanggungjawab: SKPD yang membidangi
kesehatan)
3. memberikan insentif kepada Penyelenggara SPAM
26
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
yang berinisiatif untuk meningkatkan kualitas air
minum.
4. memfasilitasi pelaksanaan rencana pengamatan air
minum (water safety plan) oleh PDAM dan non PDAM.
(Penanggungjawab: SKPD yang membidangi pekerjaan
umum, PDAM)
Strategi 5 : menurunkan tingkat kehilangan air oleh PDAM
Regional Sorong. Strategi ini dilaksanakan melalui rencana
tindak sebagai berikut :
1. Pemberian insentif berupa penyertaan modal dari
pemerintah Daerah kepada penyelenggara SPAM yang
memiliki program penurunan tingkat kehilangan air
sesuai dengan kaidah-kaidah teknis. (SKPD penanggung
jawab: Pusat, SKPD yang membidangi perencanaan dan
PDAM)
2. Memfasilitasi penyelenggara SPAM untuk melakukan
kampanye pencegahan pencurian air.
(Penanggungjawab: PDAM, SKPD yang membidangi
pekerjaan umum)
3. Melakukan penyisiran (sweeping) sambungan gelap
secara berkala. (Penanggungjawab: PDAM, SKPD yang
membidangi pekerjaan umum)
4. Penggantian water meter induk (intake) dan sebagian water
meter
distribusi, serta water meter pelanggan.
(Penanggungjawab: PDAM)
27
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
5. Pemasangan district metering area (DMA) untuk
mendeteksi kebocoran. (Penanggungjawab: PDAM)
6. Perbaikan Instalasi distribusi yang rusak dan
melakukan pemeliharaan pipa/instalasi.
(Penanggungjawab: PDAM)
Strategi 6 : mengembangkan sistem informasi dan
pendataan dalam rangka pemantauan dan evaluasi kinerja
pelayanan air minum.
Strategi ini dilaksanakan melalui rencana tindak sebagai berikut :
1. menyusun dan memvalidasi basis data (database) serta
menyusun manajemen sistem informasi penyediaan air
minum. (Penanggungjawab: PDAM, SKPD yang
membidangi pekerjaan umum, SKPD yang membidangi
kesehatan dan SKPD yang membidangi perencanaan)
2. meningkatkan peran Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) yang bidang tugasnya menangani air minum
untuk menyediakan data penyediaan air minum.
(Penanggungjawab: SKPD yang membidangi
perencanaan)
3. melaksanakan bimbingan teknis SDM dalam rangka
pemutakhiran data penyediaan air minum.
(Penanggungjawab: Pusat, SKPD yang membidangi
perencanaan, SKPD yang membidangi pekerjaan
umum)
4. melakukan sinkronisasi dalam hal penentuan indikator
penilaian dengan instansi penyedia data dan pelaksana
kegiatan statistik. (Penanggungjawab: SKPD yang
28
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
membidangi perencanaan)
5. mengembangkan sinergitas basis data SPAM terkait
dengan bantuan/hibah yang diberikan ke daerah.
(Penanggungjawab: SKPD yang membidangi
perencanaan)
Kebijakan 2 :
Pengembangan kemampuan pendanaan untuk
penyelenggaraan SPAM secara optimal.
Arah kebijakan ini adalah untuk meningkatkan alokasi dana
pembangunan SPAM melalui pengembangan alternative
sumber dan pola pembiayaan serta memperkuat kemampuan
finansial PDAM dan Non - PDAM.
Strategi 1 : Meningkatkan kemampuan finansial internal
Penyelenggara SPAM. Strategi ini dilaksanakan melalui
rencana tindak sebagai berikut :
1. memfasilitasi upaya peningkatan pendapatan.
(Penanggungjawab: Pusat, PDAM)
2. memfasilitasi peningkatan efisiensi biaya. (Penanggungjawab:
PDAM)
3. Restrukturisasi atau penetapan tarif.
a. menetapkan tarif dengan prinsip pemulihan
biaya penuh (full cost recovery).
(Penanggungjawab: PDAM)
b. menerapkan subsidi pemerintah daerah apabila
tarif lebih rendah dari tariff pemulihan biaya
penuh. (Penanggungjawab: PDAM)
29
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
c.
Strategi 2 : Meningkatkan komitmen Pemerintah Daerah
dalam pendanaan pengembangan SPAM. Strategi ini
dilaksanakan melalui rencana tindak sebagai berikut :
1. mengalokasikan dana APBD ataupun sumber
pembiayaan lainnya bagi pengembangan SPAM.
(Penanggungjawab: SKPD yang membidangi
perencanaan, SKPD yang membidangi pekerjaan
umum)
2. mengembangkan investasi di bidang air minum.
(Penanggungjawab: SKPD yang membidangi
perencanaan, SKPD yang membidangi pekerjaan
umum)
3. memberikan stimulan untuk mendorong
pengembangan SPAM oleh masyarakat secara mandiri.
(Penanggung jawab: Pokja AMPL)
4. mengembangkan penyertaan modal pemerintah (PMP)
bagi pengembangan SPAM di daerah.
(Penanggungjawab: SKPD yang membidangi
perencanaan)
Strategi 3 : Mengembangkan pola pembiayaan melalui
Coorporate Social Responsibility (CSR). Strategi ini
dilaksanakan melalui rencana tindak sebagai berikut :
1. membangun forum komunikasi untuk sinkronisasi
program antara perusahaan swasta dengan
pemerintah. (Penanggungjawab: Setda, SKPD yang
30
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
membidangi perencanaan)
2. memetakan kebutuhan pengembang SPAM yang dapat
didanai oleh CSR. (Penanggungjawab: Setda, SKPD
yang membidangi perencanaan)
3. menetapkan mekanisme pelaksanaan program
pengembangan SPAM dari dana CSR yang memberikan
manfaat bagi para pihak. (Penanggungjawab: SKPD
yang membidangi perencanaan dan SKPD yang
membidangi pekerjaan umum)
5. melakukan promosi kerja sama pembangunan air
minum berbasis masyarakat dengan lembaga
pengelola yang berkinerja baik melalui kegiatan CSR.
(Penanggung jawab: Pokja AMPL) melaksanakan
sosialiasasi dan pemantauan terhadap
penyelenggaraan pengembangan SPAM yang didanai
CSR. (Penanggungjawab: SKPD yang membidangi
perencanaan, SKPD yang membidangi pekerjaan
umum, SKPD yang membidangi pemberdayaan
masyarakat)
Strategi 4 : Meningkatkan pendanaan melalui perolehan dana
non- pemerintah, seperti pinjaman dan hibah dalam dan luar
negeri, pinjaman perbankan, pinjaman non-perbankan, dan
obligasi perusahaan. Strategi ini dilaksanakan melalui rencana
tindak sebagai berikut :
1. meningkatkan pemahaman untuk memanfaatkan
kebijakan pendanaan dalam pengembangan SPAM.
(Penanggungjawab: Pusat, SKPD yang membidangi
31
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
perencanaan, SKPD yang membidangi pekerjaan
umum, PDAM)
2. menyusun skenario SPAM dan penyelenggara yang
didanai dengan berbagai alternatif pembiayaan seperti
pinjaman dan hibah dalam dan luar negeri, pinjaman
perbankan, pinjaman Pusat Investasi Pemerintah dan
lembaga keuangan lainnya, serta obligasi perusahaan.
(Penanggungjawab: SKPD yang membidangi
perencanaan)
3. memfasilitasi Penyelenggara untuk mengakses
berbagai alternatif sumber pembiayaan bagi
pengembangan SPAM. (Penanggungjawab: SKPD yang
membidangi perencanaan)
4. memfasilitasi tersedianya pengaturan terkait
pelaksanaan investasi pendanaan non-pemerintah.
(Penanggungjawab: Setda)
5. Setda, SKPD yang membidangi pekerjaan umum,
PDAM)
6. mengakses proses pemberian jaminan dalam subsidi
bunga pinjaman dan perbankan sesuai Perturan
Presiden Nomor 29 Tahun 2009. (Penanggungjawab:
Setda, SKPD yang membidangi perencanaan)
7. menyusun skenario alternatif pendanaan lainnya yang
dapat dikembangkan dalam pengembangan SPAM.
(Penanggungjawab: SKPD yang membidangi
perencanaan)
32
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
Kebijakan 3 :
Peningkatan kapasitas kelembagaan penyelenggaraan
pengembangan SPAM.
Strategi 1 : Memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia
(SDM) dalam pengembangan SPAM. Strategi ini dilaksanakan
melalui rencana tindak sebagai berikut :
1. melakukan pembinaan dalam rangka peningkatan
kapasitas SDM yang terkait dengan penyelenggaraan
pengembangan SPAM, baik SDM dari kalangan
pemerintah, Penyelenggara, pelaksana konstruksi, dan
penyedia jasa konsultasi, antara lain melalui
pendidikan dan pelatihan. (Penanggungjawab:
Pemerintah Pusat, SKPD yang membidangi pekerjaan
umum, SKPD yang membidangi perencanaan, PDAM)
2. mendorong pengisian jabatan struktural/fungsional
oleh SDM yang memiliki kompetensi yang sesuai.
Strategi 2 : Memperkuat peran dan fungsi dinas/instansi
dalam pengembangan SPAM. Strategi ini dilaksanakan melalui
rencana tindak sebagai berikut :
1. Memberi pedoman pengaturan tugas pokok fungsi dan
uraian tugas SKPD dalam penyelenggaraan
pengembangan SPAM. (Penanggungjawab: Setda,
SKPD yang membidangi pekerjaan umum)
2. Meningkatkan pelaksanaan tugas fungsi dalam
perencanaan pelaksanaan pengawasan dan
penyediaan data dan informasi. (Penanggungjawab:
Setda, SKPD yang membidangi pekerjaan umum)
33
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
3. Meningkatkan komitmen penyelenggara untuk
menyusun laporan kinerja pengembangan SPAM.
(Penanggungjawab: SKPD yang membidangi pekerjaan
umum, PDAM)
4. Meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar
stakeholder terkait SPAM yang sudah ada baik di
tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional seperti:
Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan
Lingkungan (Pokja AMPL), Kelompok Kerja Perumahan
dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP), Komisi Irigasi
(KOMIR), Dewan Sumber Daya Air, Tim Koordinasi
Pengelolaan Sumber Daya Air dll. (Penanggung jawab
oleh SKPD yang membidangi urusan penunjang
perencanaan, SKPD yang membidangi urusan
pekerjaan umum dan PDAM)
Strategi 3 : Menerapkan prinsip Good Coorporate Governance
untuk Penyelenggara/operator SPAM. Strategi ini
dilaksanakan melalui rencana tindak sebagai berikut :
1. menerapkan tata kelola perusahaan secara transparan,
akuntabel, kompetitif, berkeadilan dan profesional.
(Penanggungjawab: PDAM)
2. menerapkan Sistem Manajemen Mutu termasuk
penyusunan dan penerapan Standar Operasional
Prosedur (SOP) untuk operasi dan pemeliharaan SPAM.
(Penanggungjawab: PDAM)
34
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
3. Menyusun pedoman dan pelaksanaan evaluasi kinerja
pengelolaan SPAM secara periodik.
(Penanggungjawab: SKPD yang membidangi pekerjaan
umum dan PDAM)
4. Memfasilitasi peningkatan kinerja lembaga
penyelenggara SPAM. (Penanggungjawab: SKPD yang
membidangi pekerjaan umum)
5. Menerapkan manajemen keuangan penyelenggara
SPAM secara efisien. (Penanggungjawab: PDAM, SKPD
yang membidangi pekerjaan umum dan Pusat)
Kebijakan 4 :
Pengembangan dan Penerapan peraturan perundang –
undangan dalam hal pengembangan SPAM.
Strategi 1 : Melengkapi produk peraturan perundangan dalam
penyelenggaraan pengembangan SPAM. Strategi ini
dilaksanakan melalui rencana tindak sebagai berikut :
1. Menyusun dan menetapkan NSPK terkait dengan
penyelenggaraan pengembangan SPAM, yaitu :
a. Perbup tentang Uji Kualitas Air Minum.
(Penanggung jawab oleh SKPD yang
membidangi urusan kesehatan)
b. Perbup tentang Ijin Pemanfaatan Sumber Daya
Air untuk Air Baku Air Minum. (Penanggung
jawab oleh SKPD yang membidangi urusan
pekerjaan umum)
c. Revisi Perbup tentang Rencana Induk Sistem
35
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
Penyediaan Air Minum (RISPAM). (Penanggung
jawab oleh SKPD yang membidangi urusan
penunjang perencanaan, SKPD yang
membidangi urusan pekerjaan umum dan
PDAM)
2. Melakukan pembinaan melalui sosialisasi, pelatihan
dan pendampingan terhadap penerapan NSPK.
(Penanggungjawab: Pusat, SKPD yang membidangi
urusan pekerjaan umum)
Strategi 2 : Menerapkan NSPK yang telah tersedia. Strategi ini
dilaksanakan melalui rencana tindak sebagai berikut :
1. Melakukan sosialisasi penyusunan Rencana Induk
pengembangan SPAM kabupaten (Penanggung jawab
oleh SKPD yang membidangi urusan penunjang
perencanaan, SKPD yang membidangi urusan
pekerjaan umum dan PDAM).
2. Memfasilitasi penyelenggara untuk pelaksanaan
rencana bisnis (business plan) pengembangan PDAM.
(Penanggungjawab oleh Pusat, SKPD yang membidangi
perencanaan, SKPD yang membidangi pekerjaan
umum)
Strategi 3 : Menyelenggarakan pengembangan SPAM sesuai
36
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
dengan kaidah teknis. Strategi ini dilaksanakan melalui
rencana tindak sebagai berikut :
1. Melaksanakan perencanaan SPAM baru sesuai dengan
kaidah teknis yang benar dan lengkap serta sesuai
dengan ketentuan yang berlaku. (Penanggungjawab:
PDAM)
2. Melakukan evaluasi dan melengkapi dokumen
perencanaan pengembangan SPAM yang telah
terbangun (fisik/teknis) agar sesuai dengan kaidah
teknis yang benar dan lengkap. (Penanggungjawab:
PDAM, SKPD yang membidangi pekerjaan umum)
3. Melaksanakan kegiatan konstruksi sesuai dengan
kaidah teknis. (Penanggungjawab:PDAM dan SKPD
yang membidangi pekerjaan umum)
4. Melaksanakan kegiatan konstruksi, pengelolaan,
rehabilitasi, dan pemeliharaan yang mengikuti
dokumen perencanaan (teknis/fisik) yang benar dan
lengkap. (Penanggungjawab: PDAM, SKPD yang
membidangi pekerjaan umum)
5. Melaksanakan rekonstruksi terhadap sistem
teknis/fisik yang belum mengikuti kaidah teknis yang
benar dan lengkap. (Penanggungjawab: PDAM, SKPD
yang membidangi pekerjaan umum)
6. Melaksanakan optimalisasi dan rehabilitasi SPAM yang
belum optimal. (Penanggungjawab: PDAM, SKPD yang
membidangi pekerjaan umum)
7. Melakukan pengawasan kualitas air minum secara
berkala sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
37
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
(Penanggungjawab: SKPD yang membidangi kesehatan,
PDAM)
8. Memanfaatkan Rencana Induk Penyelenggaraan SPAM
sebagai alat control untuk setiap tahapan
pembangunan. (Penanggungjawab: SKPD yang
membidangi perencanaan, SKPD yang membidangi
pekerjaan umum, PDAM)
9. Memperkuat supervisi dalam pelaksanaan
pengembangan SPAM di daerah antara lain: SPAM
PDAM, SPAM DAK Air Bersih, Pamsimas, SPAM
swasta/perorangan. (Penanggungjawab: SKPD yang
membidangi pekerjaan umum)
Kebijakan 5 :
Peningkatan penyediaan air baku untuk air minum secara
berkelanjutan.
Strategi 1 : Meningkatkan konservasi wilayah sungai dan
perlindungan sumber air baku. Strategi ini dilaksanakan
melalui rencana tindak sebagai berikut :
1. Menetapkan dan mengembangkan sumber air baku
utama dalam RTRW. (Penanggungjawab: SKPD yang
membidangi perencanaan, PDAM dan BWS).
2. Meningkatkan upaya perlindungan dan pelestarian
sumber air, antara lain dengan perlindungan air
baku berbasis kearifan lokal,
melaksanakan rehabilitasi hutan, sempadan waduk
dan DAS kritis, perlindungan air baku dari pencemaran,
38
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
pengendalian laju kegiatan tambang inkonvensional,
keterpaduan antara penyelenggaraan SPAM dengan
sanitasi oleh instansi terkait dan koordinator SKPD
yang membidangi perencanaan.
3. Meningkatkan tampungan air mengendalikan alih
fungsi lahan sesuai RTRW. (Penanggungjawab: SKPD
yang membidangi perencanaan, SKPD yang
membidangi pekerjaan umum, PDAM)
4. Meningkatkan upaya penghematan air dan
pengendalian penggunaan air tanah.
(Penanggungjawab: SKPD yang menangani penggunaan
air tanah)
5. Memfasilitasi masyarakat untuk menyediakan Ruang
Terbuka Hijau (RTH) Publik, membangun sumur
resapan dan biopori terutama di daerah permukiman.
(Penanggungjawab: SKPD yang membidangi lingkungan
hidup, SKPD yang membidangi pekerjaan umum)
Strategi 2 : Meningkatkan upaya air baku untuk air minum.
Strategi ini dilaksanakan melalui rencana tindak sebagai
berikut :
1. Menetapkan rencana alokasi dan hak guna air bagi
pengguna yang sudah ada dan yang baru sesuai
dengan pola dan rencana pengelolaan sumber daya air
pada setiap wilayah sungai. (Penanggungjawab: SKPD
yang membidangi perencanaan, PDAM dan BBWS)
39
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
2. Memastikan pengelolaan sumber air terpadu dalam
rangka memenuhi kebutuhan air minum.
(Penanggungjawab: SKPD yang membidangi
perencanaan, PDAM dan BBWS)
3. Meningkatkan upaya pengembangan sumber air baku
dengan memadukan kepentingan antar wilayah dan
antar pemilik kepentingan. (Penanggungjawab: SKPD
yang membidangi perencanaan, PDAM dan BBWS)
4. Memprioritaskan penyediaan air baku bagi daerah
rawan air. (Penanggungjawab: SKPD yang membidangi
perencanaan, SKPD yang membidangi pekerjaan
umum, PDAM)
5. Memfasilitasi fasilitas IPAL Domestik untuk
melaksanakan upaya penggunaan kembali (reuse) air
olahannya bagi keperluan non- domestik.
(Penanggungjawab: SKPD yang membidangi
perencanaan, SKPD yang membidangi pekerjaan
umum)
6. Mengembangkan konsep pemanenan air terutama di
kawasan permukiman skala besar, dan kawasan
industri. (Penanggungjawab: SKPD yang membidangi
pekerjaan umum dan SKPD yang membidangi
lingkungan hidup.
7. Mengembangkan konsep pemanenan dan
penampungan air hujan di kawasan rawan kekeringan
yang potensi air permukaan maupun air tanahnya
sangat minim dengan pembangunan penampung air
hujan, embung dan waduk/bendungan.
40
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
(Penanggungjawab: SKPD yang membidangi
perencanaan, SKPD yang membidangi pekerjaan
umum)
8. Penambahan truk tangki dan meningkatkan pelayanan
dengan menggunakan hidran umum pada daerah
rawan air yang potensi air permukaan maupun air
tanahnya sangat minim. Penanggungjawab: SKPD yang
membidangi perencanaan, SKPD yang membidangi
pekerjaan umum, SKPD yang membidangi
kebencanaan)
Strategi 3 : Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan
sumber daya air melalui pendekatan berbasis wilayah sungai.
Strategi ini dilaksanakan melalui rencana tindak sebagai
berikut :
1. Menyediakan informasi neraca air (water balance).
(Penanggungjawab: bersama BBWS terkait)
2. Menyediakan data kebutuhan air baku untuk air
minum Regional Sorong sampai jangka waktu
tertentu. (Penanggungjawab: bersama BWS terkait,
SKPD yang membidangi perencanaan, SKPD yang
membidangi pekerjaan umum)
3. Melakukan sosialisasi peraturan perizinan
pemanfaatan air baku dan kewajiban penyelenggara
untuk memilih surat izin pemanfaatan air baku.
(Penanggungjawab oleh Pusat, SKPD yang
membidangi perencanaan, SKPD yang membidangi
41
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
pekerjaan umum)
4. Menyelaraskan peraturan perizinan pemanfaatan
air baku di daerah dengan peraturan yang lebih
tinggi. (Penanggungjawab oleh Pusat, SKPD yang
membidangi perencanaan, SKPD yang membidangi
pekerjaan umum)
Kebijakan 6 :
Peningkatan peran dan kemitraan badan usaha dan
masyarakat. Strategi 1 : Meningkatkan kepedulian
masyarakat dalam penyelenggaraan pengembangan SPAM.
Strategi ini dilaksanakan melalui rencana tindak sebagai
berikut :
1. Melakukan kampanye menuju perilaku hidup bersih
dan sehat sebagai penciptaan kebutuhan pelayanan
air minum yang layak dan berkelanjutan.
(Penanggungjawab: SKPD yang membidangi
kesehatan)
2. Meningkatkan partisipasi aktif masyarakat melalui
penerapan penyelenggaran SPAM berbasis
masyarakat di wilayah pedesaan/yang tidak
termasuk wilayah pelayanan PDAM.
(Penanggungjawab: SKPD yang membidangi
pekerjaan umum pada proyek-proyek berbasis
masyarakat)
3. Memfasilitasi peningkatan kapasitas lembaga
pengelola air minum berbasis masyarakat di
Regional Sorong melalui pelatihan, bimbingan, dan
42
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
pemantauan kemajuan kinerja layanan air minum,
meliputi aspek teknis, administrasi/manajemen, dan
keuangan. (Penanggung jawab : SKPD yang
membidangi pemberdayaan masyarakat, SKPD yang
membidangi pekerjaan umum pada proyek-proyek
berbasis masyarakat)
4. Melakukan promosi peran kader pembangunan air
minum sebagai fasilitator pemberdayaan
masyarakat dalam penyelenggaraan SPAM berbasis
masyarakat. (Penanggung jawab: Pokja AMPL, SKPD
yang membidangi kesehatan)
5. Memberikan bantuan teknis pembentukan
kelembagaan masyarakat pengelola air minum.
(Penanggung jawab : SKPD yang membidangi
pemberdayaan masyarakat, SKPD yang membidangi
pekerjaan umum pada proyek-proyek berbasis
masyarakat)
6. Menyebarluaskan contoh keberhasilan (best
practice) kelompok masyarakat yang melakukan
penyelenggaraan pengembangan SPAM
(Penanggung jawab : SKPD yang membidangi
pemberdayaan masyarakat, SKPD yang membidangi
pekerjaan umum pada proyek-proyek berbasis
masyarakat, PDAM)
7. Mendorong pembentukan forum pelanggan air
minum untuk setiap penyelenggara SPAM yang
berdiri secara independen. (Penanggungjawab:
PDAM)
43
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
8. Melaksanakan sosialisasi peran, hak dan kewajiban
masyarakat dalam penyelenggaraan dan
pengembangan SPAM. (Penanggungjawab: PDAM)
9. Melaksanakan sosialisasi hemat penggunaan air.
(Penanggung jawab: Pokja AMPL)
10. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam
perlindungan daerah tangkapan air dengan gerakan
menanam pohon (intensifikasi program One Man
One Tree (OMOT), One Bilions Indonesia Trees
(OBIT), Gerakan Siswa Menanam dan lain
sebagainya). (Penanggungjawab: SKPD yang
membidangi pemberdayaan masyarakat dan SKPD
yang membidangi lingkungan hidup)
Strategi 2 : Menciptakan iklim yang kondusif untuk investasi
badan usaha dan koperasi. Strategi ini dilaksanakan melalui
rencana tindak sebagai berikut :
1. Memfasilitasi pertemuan bisnis untuk memasarkan
proyek kerjasama pengusahaan pengembangan
SPAM.
2. Memfasilitasi penyelenggaraan SPAM dengan pola
KPS atau kerjasama antara penyelenggara dengan
dunia usaha (business to business) yang saling
mengntungkan.
3. Mendorongnya terwujudnya pemberian jaminan
pengembalian investasi dari pemerintah dalam
44
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
skema KPS.
4. Mengakomodasi pengelolaan resiko pelaksanaan KPS.
5. Mendorong terwujudnya dokumen perencanaan
proyek KPS yang komprehensif.
6. Mendorong tersedianya pengaturan di daerah yang
mengatur tentang kerjasama dalam penyediaan
infrastruktur.
Kebijakan 7 :
Pengembangan dan inovasi teknologi SPAM
Strategi 1 : Mendorong penelitian untuk menciptakan teknologi
bidang air minum. Strategi ini dilaksanakan melalui rencana tindak
sebagai berikut :
1. Kerjasama dengan lembaga penelitian/perguruan
tinggi/swasta dalam penerapan teknologi tepat guna,
efektif dan efisien dalam pengempangan SPAM.
2. Penerapan teknologi tepat guna dan terjangkau oleh
masyarakat pada daerah – daerah dengan kualitas air
baku yang kurang baik atau wilayah yang sulit/belum
dilayani PDAM.
3. Inovasi teknologi pengolahan air minum yang lebih
efisien ramah lingkungan dan hemat energi.
4. Kemitraan dengan lembaga/pabrikan/ahli teknologi
terkait dengan aplikasinya.
5. Memfasiitasi lembaga peneliti/swasta untuk
melakukan pengembangan life cycle assessment dan
45
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
pengembangan design for sustainibility dalam
pengelolaan air minum
Strategi 2 : Menerapkan teknologi tepat guna dalam
pengembangan SPAM pada daerah dengan keterbatasan
kualitas air baku. Strategi ini dilaksanakan melalui rencana
tindak sebagai berikut :
1. Melakukan pembangunan SPAM baru dengan
teknologi tepat guna khusus pada daerah yang belum
terjangkau PDAM.
2. Menerapkan inovasi SPAM yang bertumpu pada potensi lokal.
3. Melakukan pengolahaan SPAM yang efisien pemakaian
energi dan penurunan kebocoran.
Strategi 4 : Menyusun rencana implementasi prinsip
pembangunan berkelanjutan dalam pengelolaan SPAM.
Strategi ini dilaksanakan melalui rencana tindak sebagai
berikut :
1. Memfasiitasi lembaga peneliti/swasta untuk
melakukan pengembangan life cycle assessment dalam
pengelolaan air minum.
2. Memfasiitasi lembaga peneliti/swasta untuk
melakukan pengembangan design for sustainibility
dalam pengelolaan air minum.
46
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
4.2. Wewenang dan Tanggung Jawab Penyelenggaraan SPAM
Gambar 4.2.1 Bagan wewenang tanggung Jawab Penyelenggara SPAM
47
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
4.3. Alur Pembentukan SPAM Regional
Gambar 4.3.1 Alur Pembentukan SPAM Regional
48
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
4.4. Skema Pembiayaan SPAM Regional
P-68 P-74
P-77
SR SR SR SR
HU
P-67 P-69 P-75 P-79P-76 P-78
P-71
P-70
E-32
IPA
E-37 E-33 E-38
E-34
HU
P-73
P-72
SR SR SR SR
UNIT PRODUKSI (dapat termasuk Water Meter Induk, Pipa Transmisi & UNIT DISTRIBUSI DAN UNIT PELAYANAN
UNIT AIR BAKU
Reservoir) (APBD Prop/Kab/Kota/DAK)
APBN Pusat dan Propinsi
Gambar 4.4.1 Skema Pembiayaan SPAM Regional
49
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
4.5. Kesiapan Regines Criteria
50
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
51
CIPTA KARYA
BAB IV PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
52
CIPTA KARYA
BAB V PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
BAB V
PENUTUP
Penyusunan Kebijakan dan Strategi Daerah
SPAM merupakan salah satu bagian agenda
perencanaan lima tahunan dalam rangka
menjabarkan kebijakan pemerintah dan Visi dan Misi
Papua Barat 2017-2022 yang tertuang di dalam
RPJMD Papua Barat Tahun 2017-2021. Dalam
penyusunannya tidak terlepas dari tahapan
perencanaan pembangunan jangka panjang, pola
pengembangan tata ruang wilayah dan tentunya
dengan memperhatikan isu-isu yang berkembang baik
ditingkat provinsi maupun nasional.
Dalam Kebijakan dan Startegi Daerah SPAM ini
telah ditetapkan tujuan dan sasaran pengembangan
SPAM sebagai tolok ukur kinerja pemerintah daerah
dalam menyelesaikan permasalahan strategis
penyelenggaraan SPAM lima tahun yang akan datang.
Dengan tersusunnya dokumen Kebijakan dan Strategi
Daerah SPAM akan menjadi pedoman atau acuan
dalam menetapkan arah kebijakan dan strategi
pengembangan SPAM untuk kurun waktu lima tahun
mendatang yang akan dilaksanakan oleh seluruh
perangkat daerah di Papua Barat, khususnya regional
Sorong ( Kota Sorong dan Kabupaten Sorong).
52
CIPTA KARYA
BAB V PAPUA BARAT
PPK BIDANG CIPTA KARYA – OPD DPUPR PROVINSI PAPUA BARAT
Kebijakan Pengembangan Sistem SPAM REGIONAL SORONG
Kebijakan dan Strategi Daerah SPAM ini, perlu
dijabarkan lebih lanjut oleh masing-masing instansi
teknis terkait di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong
sebagai panduan operasionalisasi kebijakan dalam
Penyelenggaraan SPAM.
Manokwari, 15 Juni 2021
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
DINAS PUPR PAPUA BARAT
BIDANG CIPTA KARYA
COLOMBUS Z. MANDACAN,ST
NIP. 19791214 200012 1 001
53