0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan79 halaman

Analisa Penggajian UDD PMI Bojonegoro

Laporan ini menganalisis sistem penggajian di UDD Palang Merah Indonesia Kabupaten Bojonegoro. Sistem penggajian yang digunakan sudah menggunakan sistem payroll bank atau transfer rekening, dimana gaji karyawan langsung masuk ke rekening masing-masing sehingga perhitungan dan pertanggungjawabannya lebih akurat.

Diunggah oleh

Dimas Setyo Adi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan79 halaman

Analisa Penggajian UDD PMI Bojonegoro

Laporan ini menganalisis sistem penggajian di UDD Palang Merah Indonesia Kabupaten Bojonegoro. Sistem penggajian yang digunakan sudah menggunakan sistem payroll bank atau transfer rekening, dimana gaji karyawan langsung masuk ke rekening masing-masing sehingga perhitungan dan pertanggungjawabannya lebih akurat.

Diunggah oleh

Dimas Setyo Adi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISA SISTEM PENGGAJIAN PADA

UDD. PALANG MERAH INDONESIA DI KAB. BOJONEGORO

LAPORAN TUGAS AKHIR

Oleh :

DIMAS SETYO ADI NIM. 1822021034


SILVIA ERWINA VERNANDA NIM. 1822021094
TYAS PERMADANI NIM. 1822021104

PROGRAM STUDI DIPLOMA II AKUNTANSI


PDD KABUPATEN BOJONEGORO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2020
ANALISA SISTEM PENGGAJIAN PADA
UDD. PALANG MERAH INDONESIA DI KAB. BOJONEGORO

Diajukan sebagai salah satu syarat memperoleh gelar


Diploma II Program Studi Akuntansi
PDD Politeknik Negeri Malang di Kabupaten Bojonegoro

Oleh :

DIMAS SETYO ADI NIM. 1822021034


SILVIA ERWINA VERNANDA NIM. 1822021094
TYAS PERMADANI NIM. 1822021104

PROGRAM STUDI DIPLOMA II AKUNTANSI


PDD KABUPATEN BOJONEGORO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2020
LEMBAR PERSETUJUAN PELAKSANAAN SIDANG
LAPORAN TUGAS AKHIR

Laporan Tugas Akhir ini


telah diperiksa dan disetujui untuk diuji.

Bojonegoro, (02/01/2020)
Pembimbing I

Endah Emiarti, SE.,MM


NIP. –

Bojonegoro, (02/01/2020)
Pembimbing II

Arni Setyo Utami, SE


NIP. -
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN TUGAS AKHIR

Laporan Tugas Akhir ini


telah dipertahankan di depan dewan penguji
pada tanggal (14 Maret 2020)

Penguji Utama,

Sri Wahyuni, [Link]., [Link]


NIP.-

Pembimbing I,

Endah Emiarti, SE.,MM


NIP. -

Pembimbing II,

Arni Setyo Utami, SE


NIP. -

Mengetahui,
Ketua Program Studi Akuntansi

Imam Cahyanto, [Link]


NIP. 19700915 199803 1 008
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : 1. Dimas Setyo Adi NIM. 1822021034
2. Silvia Erwina Vernanda NIM. 1822021094
3. Tyas Permadani NIM. 1822021104
Program Studi : Diploma II Akuntansi

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Laporan Tugas Akhir yang saya buat
ini benar-benar tulisan saya dan bukan merupakan plagiasi baik sebagian atau
seluruhnya.

Apabila pada kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan bahwa Laporan Tugas
Akhir ini adalah hasil plagiasi maka saya akan menerima sanksi atas perbuatan
tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bojonegoro, 02 Januari 2020


Yang membuat pernyataan,

Tyas Permadani
ABSTRAK

Permadani, Tyas,dkk.2020. Analisa Sistem Penggajian Pada UDD. Palang Merah


Indonesia di Kab. Bojonegoro. Laporan Tugas Akhir, Program Studi
Diploma II Akuntansi, PDD Kabupaten Bojonegoro Politeknik Negeri
Malang. Pembimbing : (I) Endah Emiarti, SE.,MM, Pembimbing (II)
Arni Setyo Utami, SE.

Kata Kunci : analisa sistem, sistem penggajian

Dalam penjabaran suatu sistem informasi yang utuh ke dalam berbagai bagian
komponennya agar dapat diidentifikasi dan dievaluasi dengan berbagai macam
masalah atau hambatan yang timbul pada sistem maka perusahaan perlu adanya
analisa sistem. Analisa sistem bertujuan untuk membuat keputusan apabila pada
saat itu sistem tersebut tidak berfungsi dengan baik atau bermasalah. Sehingga
dengan adanya analisis sistem dapat kita gunakan sebagai dasar untuk
memperbaiki sistem tersebut.
Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan untuk mengetahui sistem penggajian yang
dilakukan di UDD. Palang Merah Indonesia di Kabupaten Bojonegoro. Penelitian
ini dimulai dengan melihat bagaimana sistem penggajian yang dilakukan pada
UDD. Palang Merah Indonesia di Kabupaten Bojonegoro. Sistem penggajian yang
digunakan pada UDD. Palang Merah Indonesia di Kabupaten Bojonegoro sudah
memiliki kelebihan pada sistemnya yaitu sudah menggunakan sistem payroll bank
atau sistem transfer rekening. Dimana gaji setiap karyawan perusahaan langsung
masuk pada rekening karyawan masing-masing. Sehingga dengan adanya sistem
tersebut dalam perhitungan gaji karyawan lebih akurat dan dapat
dipertanggungjawabkan.

i
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum [Link].

Alhamdulillah segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT,

karena atas limpahan rahmat dan taufik serta hidayah-Nya penulis dapat

menyelesaikan Laporan Tugas Akhir yang berjudul “Analisis Sistem Penggajian

Pada UDD. Palang Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro”. Laporan Tugas Akhir

ini disusun sebagai persyaratan kelulusan pada Program Studi Diploma II

Akuntansi PDD Kabupaten Bojonegoro Politeknik Negeri Malang.

Dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini penulismengucapkan terima

kasih kepada :

1. Drs. H. Yudi Pramono, MM., [Link] selaku Ketua PDD Kabupaten

Bojonegoro Politeknik Negeri Malang.

2. Bapak Imam Cahyanto, [Link] selaku Ketua Prodi Akuntansi PDD Kabupaten

Bojonegoro Politeknik Negeri Malang.

3. Ibu Endah Emiarti, SE., MM selaku Pembimbing I.

4. Ibu Arni Setyo Utami, SE selaku Pembimbing II.

5. Seluruh civitas akademika PDD Kabupaten Bojonegoro Politeknik Negeri

Malang yang telah memberikan motivasi dan dukungannya.

6. Bapak dr. H. A. Hernowo W, [Link] selaku Kepala UDD. Palang Merah

Indonesia di Kab. Bojonegoro.

7. Bapak M. Ali Safaat selaku Kabid. Tata Usaha dan Keuangan.

8. Kedua orang tua yang selalu memberikan dukungan dan doanya.

ii
9. Semua pihak yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu yang telah

membantu kelancaran persiapan, pelaksanaan, penyusunan laporan sehingga

tugas akhir ini dapat diselesaikan.

Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini, penulis menyadari masih

terdapat banyak kekurangan yang dibuat secara sengaja atau tidak disengaja,

dikarenakan keterbatasan ilmu pengetahuan dan wawasan serta pengalaman dari

penulis. Untuk itu penulis mohon maaf atas segala kekurangan tersebut tidak

menutup diri terhadap segala saran dan kritik serta masukan yang bersifat

konstruktif.

Akhir kata semoga dapat bermanfaat bagi penulis sendiri, intitusi, dan

masyarakat luas.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tim Penyusun

iii
DAFTAR ISI

ABSTRAK ........................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL .............................................................................................. vi
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... vii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang............................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................... 2
1.3 Tujuan ........................................................................................................ 2
1.4 Batasan Masalah ......................................................................................... 3
1.5 Manfaat Penelitian ...................................................................................... 3
1.6 Tempat dan Waktu ...................................................................................... 4
BAB II KAJIAN TEORI ...................................................................................... 5
2.1 Pengertian Analisa ...................................................................................... 5
2.1.1 Pengertian Analisa Sistem ................................................................. 5
2.1.2 Tujuan Analisa Sistem ....................................................................... 5
2.1.3 Fungsi Analisa Sistem ....................................................................... 6
2.2 Konsep Dasar Sistem .................................................................................. 6
2.2.1 Pengertian Sistem .............................................................................. 6
2.2.2 Karakteristik Sistem........................................................................... 8
2.2.3 Klasifikasi Sistem ............................................................................ 10
2.2.4 Flowchart ........................................................................................ 11
2.3 Penggajian ................................................................................................ 15
2.3.1 Pengertian Penggajian ...................................................................... 15
2.3.2 Tujuan Penggajian ........................................................................... 15
2.4 Sistem Informasi Penggajian ..................................................................... 17
2.4.1 Pengertian Sistem Informasi Penggajian .......................................... 17
2.4.2 Fungsi Sistem Informasi .................................................................. 17
2.5 Manajemen Penggajian ............................................................................. 18
2.5.1 Langkah-Langkah Manajemen Penggajian ....................................... 18
2.5.2 Faktor-Faktor Penting dalam Penetapan Gaji ................................... 19

iv
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................ 21
3.1 Jadwal Pelaksanaan................................................................................... 21
3.2 Hasil Penelitian ......................................................................................... 22
3.2.1 Profil Organisasi .............................................................................. 22
3.2.2 Struktur Organisasi .......................................................................... 25
3.3 Pembahasan .............................................................................................. 40
3.3.1 Sistem Penggajian Pada UDD. Palang Merah Indonesia di Kab.
Bojonegoro ...................................................................................... 40
3.3.2 Bagan Alir pada Sistem Penggajian UDD. Palang Merah Indonesia di
Kab. Bojonegoro.............................................................................. 42
3.3.3 Uraian Sistem Penggajian Pada UDD. Palang Merah Indonesia di
Kab. Bojonegoro.............................................................................. 47
3.3.4 Kelebihan dan Kekurangan Sistem Penggajian Pada UDD. Palang
Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro ............................................... 50
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 54
4.1 Kesimpulan............................................................................................... 54
4.2 Saran ........................................................................................................ 55
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 56

v
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Simbol Umum Flowchart ................................................................... 13


Tabel 3.1. Jadwal Penyusunan Laporan Tugas Akhir ......................................... 21
Tabel 3.3.1 Golongan Karyawan ........................................................................ 39

vi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Struktur Organisasi UDD PMI Kab. Bojonegoro............................. 25

vii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Dokumentasi Penelitian ................................................................. 57


Lampiran 2. Contoh Dokumen yang terkait sistem penggajian ........................... 58
Lampiran 3. Daftar Riwayat Hidup .................................................................... 64

viii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem akuntansi penggajian digunakan manajemen untuk

menganalisis maupun mengevaluasi hal-hal apa saja yang berhubungan

langsung dengan keuangan suatu perusahaan. Oleh karena itu, gaji dan upah

diberikan sesuai sistem yang mengatur keduanya dan dapat digunakan untuk

proses penggajian suatu perusahaan. Dalam penggajian juga perlu adanya

analisis yang terikat dengan aturan sistem yang ada.

Sistem penggajian memerlukan perhatian khusus karena gaji

merupakan komponen yang penting dalam suatu manajemen perusahaan,

khususnya bagi para karyawan. Setiap perusahaan yang mengelola suatu

usaha perlu adanya penggajian yang akurat. Proses penggajian digunakan

untuk mengetahui seluruh keuangan yang didapat oleh perusahaan itu

sendiri. Untuk karyawan mereka mengharapkan menerima apa yang telah

mereka berikan kepada perusahaan berupa gaji. Tanpa gaji, kemungkinan

aktivitas operasional suatu perusahaan akan terhenti karena tidak adanya

umpan balik atas jasa yang mereka berikan terhadap suatu perusahaan.

UDD. Palang Merah Indonesia di Kabupaten Bojonegoro ini

bergerak pada bidang sosial kemanusiaan, khususnya untuk donor darah.

Penggunaan sistem informasi akuntansi penggajian yang digunakan harus

disesuaikan dengan keadaan perusahaan saat ini. Siklus penggajian pada

1
2

UDD. Palang Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro memiliki

kelebihan pada sistemnya, yaitu sudah memiliki sistem yang sesuai dalam

proses penggajian tenaga kerja. Proses penggajian tenaga kerja sudah

menggunakan sistem transfer rekening (payroll bank), yang mana gaji setiap

bulannya masuk pada rekening bank masing-masing karyawan. Dengan

adanya sistem ini perhitungan gaji karyawan lebih akurat dan sesuai dalam

perhitungannya.

Berdasarkan kelebihan yang terdapat pada UDD. Palang Merah di

Kab. Bojonegoro menjadi gambaran dasar penulis untuk menyusun Tugas

Akhir yang berjudul ANALISA SISTEM PENGGAJIAN PADA UDD.

PALANG MERAH INDONESIA DI KAB. BOJONEGORO.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang pengamatan yang telah dikemukakan

tersebut, maka penulis dapat merumuskan permasalahan yaitu :

1. Bagaimana Analisa Sistem Penggajian Pada UDD. Palang Merah

Indonesia di Kab. Bojonegoro?

2. Bagaimana bagan alir dokumen pada Analisa Sistem Penggajian UDD.

Palang Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro ?

1.3 Tujuan

Mendeskripsikan Analisa Sistem Penggajian pada UDD. Palang

Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro melalui analisis dan pembuatan bagan

alir dokumen.
3

1.4 Batasan Masalah

Penelitian dibatasi hanya pada Analisa sistem penggajian pada

UDD. Palang Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro menggunakan analisis

dan pembuatan bagan alir dokumen.

1.5 Manfaat Penelitian

1. Bagi Penulis

Untuk menambah pengetahuan, pengalaman, dan observasi

dalam penulisan tugas akhir dengan judul “Analisa Sistem Penggajian

pada UDD. Palang Merah Indonesia di Kabupaten Bojonegoro.”

2. Bagi Akademik

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wacana

pengetahuan serta diharapkan dapat digunakan sebagai referensi bagi

penelitian sejenis. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat

memberikan kontribusi yang nyata terhadap teori-teori yang berkaitan

dengan persoalan tersebut.

Diharapkan melalui penelitian ini dapat bermanfaat sebagai

bahan referensi atau bahan untuk menambah wawasan serta pemikiran

bagi penulis untuk menyusun suatu Tugas Akhir (TA) yang merupakan

salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada PDD Politeknik

Negeri Malang di Kab. Bojonegoro.


4

3. Bagi Instansi atau Perusahaan

a. Sebagai sumbangan pemikiran dalam memecahkan persoalan yang

ada.

b. Memberikan informasi tentang penggajian sesuai teori yang ada.

c. Memberikan masukan kepada pemilik UDD. Palang Merah

Indonesia untuk memperbaiki sistem penggajiannya agar lebih

efektif dan efisisen.

1.6 Tempat dan Waktu

Lokasi penelitian ini dilakukan pada UDD. Palang Merah

Indonesia yang beralamat di Jalan Sawunggaling No. 07 Kadipaten, Kec.

Bojonegoro, Kab. Bojonegoro. Yang dilaksanakan pada bulan Desember

2019 sampai dengan April 2020.


BAB II

KAJIAN TEORI

2.1 Pengertian Analisa

Analisa berasal dari kata Yunani Kuno “analusis” yang berarti

melepaskan. Analusis terbentuk dari dua suku kata yaitu “ana” yang berarti

kembali dan “luein” yang berarti melepas. Sehingga analisa yaitu suatu

usaha dalam mengamati secara detail pada suatu hal atau benda dengan cara

menguraikan komponen-komponen pembentuknya atau menyusun

komponen tersebut untuk dikaji lebih lanjut.

2.1.1 Pengertian Analisa Sistem

Analisis sistem ialah penjabaran dari suatu sistem informasi

yang utuh ke dalam berbagai bagian komponennya dengan maksud

agar bisa mengidentifikasi dan mengevaluasi berbagai macam masalah

atau hambatan yang timbul pada sistem sehingga nantinya bisa

dilakukan penanggulangan, perbaikan, dan juga pengembangan.

2.1.2 Tujuan Analisa Sistem

Tujuan dari analisa sistem adalah :

1. Membuat keputusan pada saat sistem ini bermasalah atau tidak

berfungsi dengan baik dan hasil analisisnya bisa kita gunakan

sebagai dasar untuk memperbaiki sistem.

2. Untuk mengetahui ruang lingkup pekerjaan yang akan di tanda

tangani.

5
6

3. Mengidentifikasi masalah atau mencari pemecahan masalah.

4. Mempelajari sistem yang sedang berjalan saat ini.

2.1.3 Fungsi Analisa Sistem

Berikut merupakan fungsi analisa sistem adalah :

1. Dapat mengidentifikasikan masalah-masalah dari user atau

pemakai.

2. Dapat menentukan secara akurat mengenai tujuan yang harus

didapatkan agar bisa memenuhi kebutuhan pengguna.

3. Dapat memilih metode alternatif dalam memecahkan masalah

pada sistem.

4. Dapat merencanakan maupun menerapkan rancangan sistem

sesuai dengan apa yang dikehendaki penggunanya.

2.2 Konsep Dasar Sistem

Dalam merancang sebuah sistem diperlukan suatu konsep dasar

yang dapat mendukung terciptanya sebuah sistem informasi. Konsep dasar

sistem adalah suatu abstraksi dari ciri-ciri sesuatu yang mempermudah

komunikasi antara manusia dan memungkinkan manusia untuk berpikir.

2.2.1 Pengertian Sistem

Kata sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu “systema”, yang

dalam bahasa inggris dikenal dengan “system”. Sistem mempunyai

satu pengertian yaitu sekelompok komponen yang terdiri dari manusia


7

dan atau bukan yang diorganisir dan diatur sedemikian rupa sehingga

komponen tersebut dapat bertindak sebagai satu kesatuan untuk

mencapai tujuan, sasaran bersama atau hasil akhir. Pengertian ini

mengandung arti penting aspek pengaturan dan pengorganisasian

komponen dari suatu sistem untuk mencapai sasaran bersama, karena

bila tidak ada sinkronisasi dan koordinasi yang tepat, maka kegiatan

masing-masing komponen, subsistem atau bidang dalam suatu

organisasi akan kurang saling mendukung. Ada yang menyebutkan

maksud dari suatu sistem adalah untuk mencapai tujuan (goal) dan ada

yang menyebutkan untuk mencapai suatu sasaran (objective). Goal

biasanya dihubungkan dengan ruang lingkup yang lebih sempit.

Misalnya sistem bisnis, maka istilah goal lebih tepat diterapkan.

Sedangkan objective merupakan bagian atau subsistem dari sistem

bisnis. Jadi tergantung dari ruang lingkup dimana memandang sistem

tersebut. Seringkali tujuan (goal) dan sasaran (objective) digunakan

secara bergantian dan tidak dibedakan. Sebuah sistem terdiri dari

bagian-bagian yang saling berkaitan dan beroperasi bersama untuk

mencapai sasaran dan maksud. Berarti sebuah sistem bukan

seperangkat unsur yang tersusun secara tidak teratur, tetapi terdiri dari

unsur-unsur yang dapat dikenal dan saling melengkapi karena

mempunyai maksud dan tujuan.


8

2.2.2 Karakteristik Sistem

Ada beberapa karakteristik yang membentuk sistem, yaitu :

1. Komponen Sistem (Component System)

Suatu sistem terdiri dari komponen yang saling

berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu

kesatuan. Komponen–komponen dari suatu sistem biasanya

dikenal dengan subsistem. Subsistem ini mempunyai sifat-sifat

dari sistem itu sendiri dalam menjalankan suatu fungsi tertentu

dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu

sistem juga mempunyai sistem yang lebih besar yang dikenal

dengan “Suprasistem”.

2. Batas Sistem (Boundary System)

Merupakan daerah yang membatasi antara sistem yang

satu dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya.

Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai

suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)

Merupakan segala sesuatu diluar dari batas sistem yang

mempengaruhi operasi dari suatu sistem. Lingkungan luar sistem

ini bersifat menguntungkan atau merugikan. Lingkungan luar

yang menguntungkan harus dipelihara dan dijaga agar tidak

hilang pengaruhnya, sedangkan lingkungan yang merugikan

harus dimusnahkan dan dikendalikan agar tidak mengganggu

operasi dari sistem.


9

4. Penghubung Sistem (Interface)

Merupakan media penghubung antara satu subsistem

dengan subsistem lainnya untuk membentuk satu kesatuan.

Sehingga sumber-sumber daya mengalir dari subsistem yang satu

ke subsistem lainnya.

5. Masukan Sistem (Input System)

Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam suatu

sistem. Masukannya dapat berupa masukan perawatan

(maintenance input) dan masukan sinyal (signal input).

Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem

dapat tersebar dan dapat beroperasi dengan baik. Sedangkan

signal input adalah energi yang diproses untuk menghasilkan

keluaran.

6. Keluaran Sistem (Output System)

Merupakan hasil dari energi yang telah diolah. Keluaran

sistem diklasifisikan menjadi keluaran yang berguna dan keluaran

tidak berguna. Keluaran berguna merupakan masukan bagi

subsistem lain seperti informasi. Hasil dari keluaran berguna

adalah informasi. Informasi ini dapat digunakan sebagai suatu

masukan dalam mengambil keputusan atau hal-hal lain yang

menjadi input bagi subsistem lain. Sedangkan keluaran tidak

berguna merupakan hasil sisa pembuangan. Hasil dari sisa

keluaran yang tidak berguna adalah panas yang keluar dari

komputer.
10

7. Pengolahan Sistem ( Process System )

Suatu sistem mempunyai bagian pengolah yang akan

mengubah masukan menjadi keluaran. Sebagai contohnya adalah

sistem akuntansi. Sistem ini akan mengubah data-data transaksi

menjadi laporan-laporan yang akan dibutuhkan oleh pihak

manajemen.

8. Sasaran Sistem (Objective) dan Tujuan Sistem (Goal)

Setiap sistem pasti mempunyai tujuan ataupun sasaran

yang mempengaruhi input yang dibutuhkan dan output yang akan

dihasilkan. Dengan kata lain, suatu sistem akan dikatakan berhasil

kalau pengoperasian sistem itu mengenai sasaran atau tujuannya.

2.2.3 Klasifikasi Sistem

Suatu sistem dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik

Sistem abstrak adalah sistem yang tidak nampak pada

fisik, karena hanya berupa pemikiran atau ide-ide. Sedangkan

sistem fisik adalah sistem yang nampak secara fisik sehingga

setiap makhluk dapat melihatnya.

2. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan

Sistem alamiah adalah suatu sistem yang terjadi langsung

dari proses alam. Sedangkan sistem buatan adalah suatu sistem

yang dirancang dan didesain oleh manusia.


11

3. Sistem Determinisik dan Sistem Tak Tentu

Sistem determinisik adalah sistem yang beroperasi

dengan tingkah laku yang dapat diramalkan. Sedangkan sistem

tak tentu adalah sistem dimana kondisi masa depannya

mengandung probilitas atau ramalan yang tidak dapat diramalkan.

4. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka

Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan

dan tidak terpengaruh oleh lingkingan luarnya. Sedangkan sistem

terbuka adalah sistem yang berhubungan daan dipengaruhi oleh

lingkungannya.

2.2.4 Flowchart

Menurut Romney & Steinbart (2014:67) bagan alir

(flowchart) merupakan teknik analitis bergambar yang digunakan

untuk menjelaskan tentang prosedur-prosedur yang terjadi di dalam

perusahaan secara ringkas dan jelas. Bagan alir (flowchart)

biasanya digambar dengan menggunakan software seperti Microsoft

Visio, Microsoft Word, ataupun Microsoft Power Point.

Bagan alir (flowchart) digambarkan dengan menggunakan

simbol-simbol. Menurut Romney & Steinbart (2014:67) simbol

bagan alir (flowchart) dibagi menjadi 4 kategori yaitu simbol

input/output, simbol pemrosesan, simbol penyimpanan, simbol arus

dan lain-lain. Simbol input/output memperlihatkan input/output dari

suatu sistem. Simbol pemrosesan memperlihatkan data-data yang


12

sedang diolah di dalam sistem, data tersebut dapat diolah secara

elektronik ataupun dengan tangan. Simbol penyimpanan

memperlihatkan dimana data-data perusahaan disimpan. Simbol

arus dan lain-lain memperlihatkan arus data, darimana bagan alir

dimulai dan berakhir, bagaimana suatu keputusan dibuat dan cara-

cara yang digunakan untuk menambah catatan penjelas untuk bagan

alir. Simbol-simbol umum dan penjelasan yang terdapat di dalam

bagan alir dapat dilihat pada gambar berikut ini :


13

Tabel 2.1 Simbol Umum Flowchart

SIMBOL NAMA PENJELASAN

Simbol Input atau Output

Dokumen atau file Dokumen atau file elektronik atau kertas.

Dokumen atau file Digambarkan dengan beberapa dokumen atau file,


beserta kemudian diberikan penomoran pada sisi kanan
tembusannya atas dokumen.

Output elektronik Informasi-informasi yang dapat ditampilkan di


dalam terminal, monitor atau layar.

Alat input dan output Menunjukkan alat yang digunakan untuk


elektronik keduanya.

Entri data elektronik Alat yang digunakan untuk memasukkan data ke


dalam komputer, monitor, ataupun layar.

Simbol Pemrosesan

Pemrosesan yang dilakukan secara


Operasi komputer
terkomputerisasi.

Operasi manual Pemrosesan yang dilakukan secara manual.

Simbol Penyimpanan

Data yang disimpan secara elektronik di dalam


Database
database.

Data yang disimpan di dalam pita magnetis, pita


Pita magnetis magnetis merupakan media backup data yang
populer.

N Arsip dokumen Dokumen disimpan berdasarkan “N” = nomor,“A”


sementara = abjad, dan “D” = date atau tanggal.

Jurnal atau buku


Catatan akuntansi berupa jurnal atau buku besar.
besar
14

Simbol Arus dan Lain-lain

Arus dokumen atau


Menunjukkan arah dokumen atau pemrosesan.
pemrosesan

Hubungan Transmisi data dari satu lokasi geografis ke


komunikasi lokasi geografis lainnya.

Konektor dalam Menghubungkan arus pemrosesan pada halaman


halaman yang sama.

Konektor luar Menghubungkan arus pemrosesan pada halaman


halaman yang berbeda, atau berada di luar halaman.

Terminal Simbol mulai atau berakhinya prosedur maupun


sistem di dalam flowchart.

Keputusan Menentukan keputusan yang akan dibuat

Anotasi atau catatan Catatan tambahan untuk menambahkan komentar


tambahan deskriptif atau catatan penjelas sebagai klarifikasi
Sumber: (Romney & Steinbart, 2014:67)
15

2.3 Penggajian

2.3.1 Pengertian Penggajian

Gaji merupakan balas jasa dalam bentuk uang sebagai

balasan atas seseorang yang melakukan tugas guna untuk mencapai

tujuan perusahaan atau organisasi yang diberikan oleh perusahaan atau

organisasi yang berhubungan dan uang tersebut dapat berfungsi dalam

jaminan kelangsungan hidup.

2.3.2 Tujuan Penggajian

1. Ikatan Kerja Sama

Dengan adanya pemberian gaji maka terjalin kerja sama

formal antara pemiliki atau pengusaha dengan karyawan.

Karyawan wajib mengerjakan tugas-tugasnya dengan benar dan

baik, sedangkan pengusaha harus membayar kompensasi yang

sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati.

2. Kepuasan Kerja

Dengan gaji, karyawan akan bisa memenuhi kebutuhan-

kebutuhan fisik, sosial dan egoistiknya menjadikan mendapatkan

kepuasan kerja dari jabatannya.

3. Pengadaan Efektif

Apabila program gaji ditetapkan cukup besar, pengadaan

karyawan yang berkualitas untuk perusahaan maka akan menjadi

lebih mudah.
16

4. Motivasi

Jika balas jasa yang diberikan cukup besar kepada

perusahaan, maka manajer akan lebih mudah memotivasi

bawahannya.

5. Stabilitas Karyawan

Dengan program atas prinsip adil dan layak serta

eksternal konsistensi yang kompetitif maka stabilitas karyawan

lebih terjamin karena turnover relatif kecil.

6. Disiplin

Dengan memberikan balas jasa yang besar maka

kemungkinan disiplin karyawan akan semakin membaik. Mereka

akan menyadari dan mentaati peraturan-peraturan yang ada.

7. Pengaruh Serikat Buruh

Dengan pemberian balas jasa yang baik, pengaruh serikat

buruh bisa dihindari dan karyawan akan berkonsentrasi terhadap

pekerjaannya.

8. Pengaruh Pemerintah

Apabila program gaji sesuai dengan undang-undang

perburuhan yang (seperti batas upah minimun) maka intervensi

dari pemerintah bisa dihindarkan.


17

2.4 Sistem Informasi Penggajian

2.4.1 Pengertian Sistem Informasi Penggajian

Sistem Informasi Penggajian merupakan bagian dari Sistem

informasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang merupakan sub sistem

dari Sistem Informasi Manajemen (SIM). Sistem Informasi

Manajemen bertujuan untuk menyediakan fasilitas perekaman,

mengolah dan menangani database kepegawaian dan proses

penggajian pegawai secara otomatis sehingga dapat memberikan

informasi dalam bentuk laporan daftar dan rekapitulasi yang

dibutuhkan oleh pihak manajerial secara cepat, akurat dan selalu

mutakhir mengenai kondisi kepegawaian penggajiannya.

2.4.2 Fungsi Sistem Informasi

Beberapa kegunaan atau fungsi sistem informasi antara lain

adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan aksesiblitas data secara efektif dan efisien kepada

pengguna, tanpa dengan perantara sistem informasi.

2. Menjamin ketersediaan kualitas dan keterampilan dalam

memanfaatkan sistem informasi secara kritis.

3. Memperbaiki produktivitas aplikasi pengembangan dan

pemeliharaan sistem.

4. Menetapkan investasi yang hendak diarahkan pada sistem

informasi.

5. Mengantisipasi dan memahami akan konsekuensi ekonomi.


18

6. Mengidentifikasi kebutuhan mengenai keterampilan pendukung

sistem informasi.

7. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.

2.5 Manajemen Penggajian

2.5.1 Langkah-Langkah Manajemen Penggajian

Berdasarkan pendapat menurut Hariandja (2002), ada empat

langkah penting dalam penentuan gaji, antara lain :

1. Menganalisis jabatan atau tugas

Analisis jabatan merupakan kegiatan untuk mencari

informasi tentang tugas-tugas yang dilakukan dan persyaratan

yang diperlukan dalam melaksanakan tugas tersebut supaya

berhasil untuk mengembangkan uraian tugas, spesifikasi tugas

dan standar untuk kerja. Kegiatan ini perlu dilakukan sebagai

landasan untuk mengevaluasi jabatan.

2. Mengevaluasi jabatan

Evaluasi jabatan adalah proses sistematis untuk

menentukan nilai relatif dari suatu pekerjaan dibandingkan

dengan pekerjaan lain. Proses ini dilakukan untuk mengusahakan

tercapainya internal equity dalam pekerjaan sebagaimana unsur

yang sangat penting dalam penentuan tingkat gaji. Internal equity

adalah jumlah yang diperoleh sesuai dengan input yang diberikan

dibandingkan dengan pekerjaan yang sama dalam perusahaan.


19

3. Melakukan survei gaji

Survei gaji dilakukan untuk mengusahakan keadilan

eksternal sebagai salah satu faktor penting dalam perencanaan dan

penentuan gaji. Survei dapat dilakukan dengan berbagai macam

cara seperti mendatangi perusahaan-perusahaan untuk

mendapatkan informasi mengenai tingkat gaji yang berlaku,

membuat kuesioner secara formal dan lain-lain.

4. Menentukan tingkat gaji

Setelah evaluasi jabatan dilakukan, untuk menciptakan

keadilan internal yang menghasilkan ranking jabatan, dan

melakukan survei tentang gaji yang berlaku di pasar tenaga kerja

selanjutnya adalah penentuan gaji.

2.5.2 Faktor-Faktor Penting dalam Penetapan Gaji

Ada beberapa faktor penting dalam menetapkan gaji yang

adil adalah :

1. Pendidikan

Gaji yang diberikan harus sesuai dengan tingkat

pendidikan karyawan, misalnya gaji seorang sarjana harus

dibedakan dengan yang bukan sarjana.

2. Pengalaman

Gaji yang diberikan kepada orang yang sudah

mempunyai pengalaman kerja tinggi harus dibedakan dengan

orang yang belum berpengalaman.


20

3. Tanggungan

Gaji sudah dianggap adil bila besarnya gaji bagi yang

mempunyai tanggungan keluarga yang besar dibedakan dengan

yang mempunyai tanggungan keluarga yang kecil.

4. Kemampuan perusahaan

Kemampuan perusahaan untuk membayar karyawannya

juga harus diperhitungkan. Bila perusahaan mendapat keuntungan

sebaiknya karyawan juga dapat ikut menikmati melalui

peningkatan gaji, kesejahteraan, dan lain-lain.

5. Kondisi - kondisi pekerja

Bidang pekerjaan yang memerlukan ketelitian dan

keahlian yang khusus haruslah dibedakan tingkat gajinya dengan

pekerja yang mengerjakan pekerjaan yang biasa atau sederhana.


BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Jadwal Pelaksanaan

Tahap persiapan dimulai pada bulan Desember akhir, kemudian

pada bulan Januari diadakan penelitian. Pada tanggal 03 Januari-07 Januari

2020 diadakan pengumpulan data yang dilakukan di UDD. Palang Merah

Indonesia di Kab. Bojonegoro. Data yang diperoleh dikumpulkan dan

dilakukan pembahasan dengan dosen pada bulan Januari, lalu dianalisis,

dilakukan penarikan kesimpulan, dan pelaporan.

Tabel 3.1. Jadwal Penyusunan Laporan Tugas Akhir

Nama Desember Januari Februari Maret


No
Kegiatan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Proposal

Persiapan
Penelitian
2 dan
Pengumpulan
Data

Hasil dan
3
Penelitian

4 Analisis

Penarikan
5
Kesimpulan

6 Pelaporan

21
22

3.2 Hasil Penelitian

3.2.1 Profil Organisasi

UDD. Palang Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro berdiri

pada tanggal 03 Nopember 1979. Berdirinya UDD. Palang Merah

Indonesia di Kab. Bojonegoro dibawah naungan PMI Kab.

Bojonegoro yang merupakan induknya. PMI tak pernah hilang dan

akan selalu ada dalam setiap rumah sakit di Indonesia, untuk

menyuplai darah bagi para pasien yang membutuhkan. Awalnya induk

dari UDD. Palang Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro bertempat di

RSUD Dr. R. SOSODORO DJATIKUSUMO Bojonegoro. Hingga

pada akhirnya terbentuklah PMI di Kab. Bojonegoro yang beralamat

di Jalan Trunojoyo No. 05 Bojonegoro.

UDD. Palang Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro awalnya

selalu berpindah tempat dan tidak pernah menetap, itu disebabkan

karena ruang yang tidak mencukupi untuk peralatan laboratorium

UDD. Palang Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro yang semakin

bertambah. Pada saat itu UDD. Palang Merah Indonesia di Kab.

Bojonegoro masih dalam satu atap dengan PMI Kab. Bojonegoro,

yang mana untuk kegiatan donor darah dilakukan di lantai bawah.

Hingga pada saat perkembangan tekhnologi kesehatan yang semakin

canggih dan semakin pesat setiap tahunnya membuat ruang dalam

PMI tak tersisa untuk semua peralatan yang semakin banyak hingga

pada akhirnya UDD. Palang Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro


23

berdiri dalam atap sendiri yang beralamatkan di Jalan Sawunggaling

No. 07 Kadipaten, Kec. Bojonegoro, Kab. Bojonegoro.

UDD. Palang Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro

merupakan jaringan dari UDD. Palang Merah Indonesia Surabaya.

UDD. Palang Merah Indonesia Kab. Bojonegoro didirikan

berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Daerah Jawa Timur tertanggal

03 Nopember 1979 No. 2211/Kes/PD/79. Dinas Transfusi Darah ini

adalah unit PMI Cabang Bojonegoro dengan ketentuan bahwa segala

sesuatunya akan dirubah dan diatur kembali sebagaimana mestinya

apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapan surat

keputusan. UDD. Palang Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro juga

merupakan UTD menengah diantara UDD yang menjadi jaringan dari

UDD. Palang Merah Indonesia Surabaya.

UDD. Palang Merah Indonesia di Kabupaten Bojonegoro ini

bergerak pada bidang sosial kemanusiaan, khususnya untuk donor

darah yang meliputi layanan permintaan darah 24 jam. Modal UDD.

Palang Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro berasal dari kegiatan

penjualan kantong darah, karena UDD. Palang Merah Indonesia di

Kab. Bojonegoro bukan BUMN dan Perusahaan Swasta. Jadi, dana

untuk penggajian pegawai murni dari kegiatan tersebut.


24

UDD. Palang Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro juga

sering mendapat bantuan dari pemerintah dan instansi swasta lainnya,

namun tidak berbentuk uang melainkan barang berupa aset tetap yang

bermanfaat untuk kegiatan operasional seperti mobil unit, ambulans,

alat laboratorium dan lain-lain.

Visi dan Misi Perusahaan

Visi : Menjadi unit donor darah PMI yang berstandar GMP (Good

Manufacturing Practices) dan memiliki pelayanan prima

Misi : 1. Memberikan pelayanan donor darah yang mengacu pada

standar pelayanan prima

1. Memberikan pelayanan darah sesuai standar GMP (Good

Manufacturing Practices)

2. Menjaga ketersediaan darah setiap saat, terjangkau, aman

dan berkesinambungan

3. Mewujudkan standar manajemen mutu ISO 9001 : 2015

Motto : Melayani dengan sepenuh hati


25

3.2.2 Struktur Organisasi

1. Struktur Organisasi

Adapun struktur organisasi pada UDD. Palang Merah

Indonesia di Kab. Bojonegoro dapat dilihat pada bagan berikut

ini:

Gambar 1.1 Struktur Organisasi UDD PMI Kab. Bojonegoro


26

2. Tugas Pokok Dan Wewenang

NAMA
TUGAS WEWENANG
JABATAN
KEPALA UDD 1. Melakukan penyusunan 1. Menentukan arah visi,
PMI rencana dan program di misi dan kebijakan mutu
bidang transfusi darah. organisasi.
2. Melakukan 2. Merencanakan,
pembimbingan teknis mengkoordinasikan,
dan penyuluhan dalam mengendalikan dan
pelaksanaan dan mengontrol terhadap
pengembangan pelaksanaan program
kegiatan transfusi organisasi yang berfokus
darah. pada kepuasan pelanggan.
3. Melakukan evaluasi 3. Bertanggung jawab
atas kebijakan teknis di terhadap semua
bidang pengembangan pelaksanaan dan hasil
transfusi darah. program organisasi.
4. Melakukan pengelolaan 4. Melakukan evaluasi
tata usaha, keuangan terhadap hasil pelaksanaan
dan kepegawaian UDD. program organisasi.
5. Menciptakan dan 5. Menyediakan dan
mengembangkan mengembangkan
kerjasama dan sumberdaya yang ada.
kemitraan antar instansi 6. Melakukan koordinasi
terkait dan elemen tekhnis dengan lintas
masyarakat dalam sektor baik lembaga
rangka meningkatkan pemerintah dan non
kedisiplinan dalam pemerintah.
bidang transfusi darah. 7. Mewakili UDD di dalam
6. Melaksanakan fungsi- dan luar pengadilan.
fungsi manajemen.
7. Mengkoordinir dan
memberikan bimbingan
teknis kepada Tim
Pelaksana UDD.
8. Menerima konsultasi
dari semua kegiatan.
KABID. TATA 1. Menyusun rencana 1. Bertanggung jawab
USAHA DAN kerja, rencana kepada Kepala UDD.
KEUANGAN kebutuhan dan laporan 2. Bertanggung jawab atas
pada kegiatan seluruh kegiatan dan
administrasi umum dan pencapaian tujuan UDD
keuangan. PMI Kabupaten
2. Mengkoordinir Bojonegoro dalam bidang
penyusunan program tata usaha dan keuangan.
kerja tahunan dan 3. Mengambil tindakan
RABP rutin UDD PMI sesuai dengan
27

[Link]. kewenangan atas masalah


3. Melakukan kontrol dan yang berkaitan dengan
analisa pada setiap kegiatan tata usaha dan
kinerja lini bagiannya keuangan.
dan melakukan 4. Mengusulkan sarana dan
koordinasi dengan prasarana yang
bagian lain di UDD dibutuhkan bagian tata
PMI Kab Bojonegoro. usaha dan keuangan
4. Membuat laporan 5. Melakukan dan
kegiatan bagian bertanggung jawab
administrasi umum dan terhadap pengawasan dan
keuangan secara pembinaan pegawai serta
periodik bulanan. menilai hasil kinerja
5. Membuat dan bawahan sesuai aturan
menentukan jadwal yang ada.
dinas pada semua 6. Mengkoordinasikan
bagiannya. bawahan agar terjalin
6. Melaksanakan, kerjasama yang baik dan
mengkoordinir dan saling mendukung.
melakukan pengawasan 7. Melakukan konsultasi,
dan pengukuran serta memberikan laporan dan
evaluasi pada setiap saran kepada Kepala
kegiatan bagian UDD.
administrasi umum dan
keuangan.
7. Melakukan
perencanaan,
pengawasan,
pengolahan dan analisa
terhadap sistem alur
keuangan UDD baik
penerimaan,
pengeluaran dan
tagihan pada pihak
ketiga.
KASUBID. 1. Menyusun rencana 1. Bertanggung jawab
UMUM DAN kerja, rencana kepada Kabid. Tata Usaha
KEPEGA- kebutuhan dan laporan dan Keuangan UDD PMI
WAIAN bagian administrasi Kabupaten Bojonegoro.
umum. 2. Bertanggung jawab atas
2. Membantu pengarsipan pencapaian tujuan UDD
data administrasi PMI Kabupaten
umum dan inventarisasi Bojonegoro dalam bidang
serta pemeliharaan administrasi umum.
sarana prasarana UDD. 3. Mengajukan anggaran
3. Mengatur, pembelanjaan dan sarana
mengkoordinasikan, penunjang untuk
mengawasi, kelancaran bagiannya.
28

mengendalikan dan 4. Melakukan konsultasi,


mengevaluasi seluruh memberikan laporan dan
kegiatan saran kepada Kabid.
kesekretariatan / rumah Administrasi Umum dan
tangga dan Keuangan.
kepegawaian, Sistem 5. Mengkoordinasikan
Informasi Manajemen bawahan agar terjalin
(SIM) dan pencatatan kerjasama yang baik dan
pelaporan serta logistik saling mendukung.
berjalan sesuai Standar
Prosedur Operasional
(SPO).
4. Mengambil alih tugas
dan wewenang staf di
bawahnya dalam situasi
tertentu.
5. Membuat laporan
kegiatan sub bagian
administrasi umum
secara periodik
bulanan.
6. Membantu Kabid. Tata
Usaha dan Keuangan di
dalam melaksanakan
tugas dan pencapaian
tujuan UDD PMI
Kabupaten Bojonegoro
dalam bidang
administrasi umum.
7. Membuat laporan
kegiatan
kesekretariatan, rumah
tangga dan
kepegawaian secara
periodik bulanan.
PENANGGU- 1. Melakukan pengelolaan 1. Bertanggung jawab
NG JAWAB administrasi dan tata kepada Kasubid. Umum
KESERKE- laksana : dan Kepegawaian.
TARIATAN  Kepegawaian 2. Bertanggung jawab atas
DAN RUMAH  Surat menyurat& seluruh kegiatan dan
TANGGA pengarsipan pencapaian tujuan UDD
 Rumah Tangga PMI Kabupaten
 Bagian Penunjang Bojonegoro dalam bidang
lain (sopir, bagian kesekretariatan, rumah
kebersihan, petugas tangga.
loket pelayanan, 3. Menjalin dan
bagian keamanan) melaksanakan hubungan
2. Mengoperasikan eksternal, KIE dan media
29

program komputer masa.


minimal program 4. Melakukan konsultasi
Office dan Sistem kepada Kasubid. Umum
Informasi Manajemen dan Kepegawaian bila
(SIM) . menemui hal-hal yang
3. Membantu Kasubid. belum diatur dalam uraian
Umum dan tugas.
Kepegawaian di dalam
melaksanakan tugas
dan pencapaian tujuan
UDD PMI Kabupaten
Bojonegoro dalam
bidang administrasi
umum.
4. Menghitung tingkat
kehadiran, hak cuti
karyawan dan
Menyampaikan bahan
laporan untuk rapat
serta membuat
notulensi rapat.
5. Menghitung tingkat
kehadiran, hak cuti
karyawan dan
menyampaikan bahan
laporan untuk rapat
serta membuat
notulensi rapat.
KASUBID. 1. Melakukan proses 1. Bertanggung jawab
LOGISTIK penyediaan pengadaan kepada Kasubid. Umum
alat, barang dan bahan dan Kepegawaian.
untuk logistik 2. Bertanggung jawab atas
2. Melakukan input data pencapaian tujuan UDD
barang dan PMI dalam bidang
distribusinya ke dalam logistik.
Sistem Informasi 3. Bertanggungjawab
Manajemen (SIM). terhadap perencanaan
3. Melakukan kebutuhan dan
perencanaan, ketersediaan barang
pengawasan dan logistik sesuai rencana
pengukuran pada setiap kebutuhan dan laporan
pemakaian barang dan ketersediaan barang.
bahan rumah tangga 4. Melakukan proses
4. M elakukan pemesanan / pembelian
pengelolaan logistik : barang dan pemeriksaan
Menerima, mencatat- atas barang pesanan.
menyimpan, 5. Melakukan fungsi
mendistribusikan- koordinasi dengan
30

melaporkan barang/ bendahara pengeluaran


bahan logistik dan seluruh bagian untuk
&inventaris. perencanaan dan
5. Membuat rencana dan pemenuhan / kecukupan
laporan realisasi barang logistik.
pembelanjaan rutin 6. Melakukan konsultasi
bulanan. kepada Kasubid. Umum
6. Melakukan kontrol dan Kepegawaian bila
pada setiap barang menemui hal-hal yang
yang datang dan yang belum diatur dalam uraian
disalurkan. tugas.
7. Membuat laporan
kegiatan seksi logistik
secara periodik
bulanan.
KEUANGAN 1. Membantu Kabid. Tata 1. Bertanggung jawab
Usaha melakukan kepada Kabid. Tata
perencanaan, Usaha UDD PMI
pelaksanaan, Kabupaten Bojonegoro.
pengawasan, 2. Bertanggung jawab atas
pengolahan dan analisa pencapaian tujuan UDD
terhadap sistem alur PMI Kabupaten
keuangan UDD baik Bojonegoro dalam bidang
penerimaan, keuangan.
pengeluaran dan 3. Bertanggung jawab atas
tagihan pada pihak pemenuhan kebutuhan
ketiga. biaya operasional,
2. Menyusun RABP pemeliharaan dan
tahunan dan investasi untuk
Merealisasikan melaksanakan seluruh
Rencana Anggaran fungsi UDD PMI secara
Pendapatan Belanja optimal.
(RAPB). 4. Mengatur, mengawasi,
3. Melakukan pencatatan mengendalikan,
dan pengarsipan data mengevaluasi dan
keuangan baik manual, bertanggung jawab pada
dan Sistem Informasi setiap alur sistem
Akuntansi (SIA) serta keuangan UDD.
menerima laporan 5. Menentukan dan
keuangan masuk dan menganalisa target
keluar harian. keuangan.
4. Membuat laporan 6. Mengkoordinasikan
keuangan secara seluruh kegiatan Bagian
periodik (bulanan, Keuangan, Bendahara
triwulan, semester, dan Penerima dan Akuntansi
neraca tahunan) serta serta Bendahara
melakukan analisis Pengeluaran.
terhadap laporan 7. Bertanggung jawab
31

keuangan dan laporan kepada Kabid Tata Usaha


akuntansi. & Keuangan.
5. Mengarahkan dan 8. Bertanggung jawab
memberikan perintah terhadap setiap bentuk
kepada setiap lini pengeluaran keuangan
bagiannya agar terjalin UDD.
kerjasama yang baik 9. Melakukan fungsi
dan saling mendukung. koordinasi dengan petugas
6. Mengambil alih tugas bendahara penerima dan
dan wewenang staf di akuntansi, logistik dan
bawahnya dalam situasi petugas sekretariat rumah
tertentu. tangga.
7. Menyediakan anggaran 10. Mengeluarkan dan
dan melakukan mencatat proses
pembayaran untuk pengembalian
pemenuhan kebutuhan Leucodepleted (LD).
UDD PMI Kabupaten 11. Melakukan konsultasi
Bojonegoro. kepada kabid tata usaha
8. Mengatur, mengontrol, & Keuangan bila
mencatat dan menemui hal-hal yang
melaporkan setiap belum diatur dalam uraian
bentuk pengeluaran tugas.
keuangan serta 12. Bertanggung jawab
pengarsipan semua kepada Kasubid Tata
jenis bukti pengeluaran Usaha & Keuangan.
keuangan. 13. Bertanggung jawab
9. Membantu Kasubag terhadap setiap bentuk
Admin Keuangan penerimaan keuangan
didalam pencapaian UDD.
tujuan UDD PMI 14. Melakukan fungsi
Kabupaten Bojonegoro koordinasi dengan
dalam bidang bendahara pengeluaran,
pengeluaran keuangan. petugas administrasi Cash
10. Melakukan pencatatan Management (CM),
setiap pengeluaran petugas sekretariat rumah
keuangan baik manual, tangga dan logistik.
dan Sistem Informasi 15. Melakukan konsultasi
Akuntansi (SIA). kepada Kasubid Tata
11. Membuat dan Usaha & Keuangan bila
menyampaikan laporan menemui hal-hal yang
pengeluaran keuangan belum diatur dalam uraian
secara berkala tugas.
(bulanan, triwulan,
tahunan) beserta
perinciannya sesuai
Sistem Operasional
Prosedur (SOP) kepada
Kepala UDD PMI.
32

12. Melakukan check and


balance laporan dengan
bendahara penerima
dan akuntansi .
13. Bertanggung jawab
terhadap penerimaan
keuangan UDD PMI
Kabupaten Bojonegoro.
14. Melakukan pencatatan
dan pengarsipan data
penerimaan keuangan
baik manual, dan
Sistem Informasi
Akuntansi (SIA).
15. Mengerjakan buku kas
umum, laporan buku
kas umum dan
penyetoran kas umum
ke Bank.
16. Menerima setoran
harian dari bagian
pelayanan darah dan
melakukan check and
balance laporan dari
bagian pelayanan darah
serta melakukan
setoran harian ke bank.
17. Melakukan
penerimaan, penagihan
pelayanan darah,
pembukuan dan
pembuatan laporan
bendahara khusus
penerimaan dan
akutansi.
18. Merekapitulasi
pengeluaran jumlah
kantong darah dan
membuat tagihan
pemakaian darah pihak
ketiga setiap bulan.
19. Membantu koordinator
keuangan didalam
pencapaian tujuan
UDD PMI Kabupaten
Bojonegoro dalam
bidang penerimaan
keuangan.
33

20. Membuat laporan


kegiatan bendahara
penerima dan secara
periodik.
KASUBID. 1. Melakukan 1. Bertanggung jawab
IT/SIM perencanaan, terhadap proses
pelaksanaan, operasional dan
pengawasan, analisa kelancaran serta
masalah untuk pengembangan IT/SIM
kelancaran dan dalam kegiatan pelayanan,
pengembangan Sistem pencatatan dan pelaporan.
Informasi Manajemen 2. Mengusulkan sarana
(SIM) dalam seluruh kelengkapan dan
kegiatan pelayanan, kelancaran untuk
pencatatan dan operasionalisasi dan
pelaporan. pengembangan Sistem
2. Melaksanakan Informasi Manajemen
perbaikan, perawatan (SIM).
jaringan LAN, 3. Melakukan koordinasi
Software, Hardware dengan petugas IT-SIM
dan pengelolaan Pusat/Jejaring jika terjadi
database komputer dan masalah.
Sistem Informasi 4. Bertanggung jawab
Manajemen (SIM). kepada Kasubid tata usaha
3. Membantu Kasubid & keuangan.
tata usaha & Keuangan 5. Melakukan pengolahan
didalam pencapaian data Sistem Informasi
tujuan UDD PMI Manajemen (SIM).
Kabupaten Bojonegoro 6. Melakukan konsultasi
dalam bidang IT/SIM. kepada Kasubid tata
4. Melakukan pengelolaan usaha & keuangan bila
administrasi dan tata menemui hal-hal yang
laksana. belum diatur dalam uraian
5. Pelaporan (bulanan, tugas.
triwulan, semester dan
tahunan).
6. Pengarsipan/Dokument
asi data dan laporan.
7. Inventarisasi kebutuhan
dan perlengkapan
Sistem Informasi
Manajemen (SIM).
8. Sistem Informasi
Manajemen (SIM).
9. Analisa dan
pengolahan data.
10. Menerima laporan
dari/untuk semua
34

bagian dan meneruskan


laporan sesuai
ketentuan.
11. Mengkoordinasikan
pembuatan SPO, form
pendukung lainnya
untuk kegiatan
pencatatan pelaporan
dengan seluruh bagian.
PETUGAS 1. Melayani setiap 1. Bertanggung kepada
ADMINIS- permintaan darah bagian Kabid.
TRASI dengan cepat, tepat dan Administrasi Umum dan
PELAYA-NAN ramah. Keuangan.
DARAH 2. Menerima dan 2. Bertanggung jawab
memeriksa / terhadap pelayanan
memverifikasi permintaan darah dan
kelengkapan dan semua bentuk transaksi
kesesuaian data keuangan di loket
formulir permintaan pelayanan darah .
darah dengan sampel 3. Melakukan fungsi
darah serta koordinasi dengan Rumah
menyerahkan ke bagian Sakit / Klinik untuk
uji cocok serasi. klarifikasi permintaan
3. Melakukan pencatatan darah. Berkoordinasi
setiap proses pelayanan dengan petugas uji cocok
permintaan darah serasi dan keuangan.
secara manual dan 4. Bertanggung jawab
Sistem Informasi terhadap valid tidaknya
Manajemen (SIM). data permintaan darah
4. Memeriksa kesesuaian pada Sistem Informasi
form permintaan Manajemen (SIM) di
dengan darah yang setiap sif masing-masing.
akan dikeluarkan, 5. Bertangung jawab atas
menyerahkan darah kelengkapan persyaratan
yang telah diuji cocok administrasi klaim pihak
serasi, dan menerima ketiga.
pembayaran BPPD
tunai darah serta
membuat kwitansi
tunai atau tagihan.
5. Membantu Petugas Uji
Silang menerima darah
dari bagian Bagian
Komponen.
6. Menerima dan
menyampaikan setiap
telpon yang masuk ke
UDD dan meneruskan
35

komplain yang masuk.


7. Melakukan perekapan
dan pelaporan setiap
akhir shift.
KABID. 1. Menyusun rencana 1. Bertanggung jawab
PELAYA-NAN kerja, rencana kepada Kepala UDD.
DARAH kebutuhan dan laporan 2. Bertanggung jawab atas
pada bagian pelayanan pencapaian tujuan UDD
donor. PMI Kabupaten
2. Mengkoordinidir, Bojonegoro dalam bidang
mengatur, pengambilan darah dan
melaksanakan, P2D2S.
mengawasi, 3. Mengambil tindakan
mengendalikan dan sesuai dengan
mengevaluasi kegiatan kewenangan atas masalah
pengambilan darah dan yang berkaitan dengan
P2D2S. keamanan dan
3. Melakukan kontrol dan keselamatan pendonor,
analisa pada setiap resipien dan petugas.
kinerja lini bagiannya 4. Bertanggung jawab
dan melakukan terhadap pemeliharaan
koordinasi dengan ruang aftap, gudang MU
bagian lain di UDD beserta inventarisnya dan
PMI Bojonegoro. mengusulkan sarana /
4. Membuat laporan prasarana yang
kegiatan pelayanan dibutuhkan bagian
donor secara periodik pelayanan donor.
bulanan. 5. Melakukan dan
5. Membuat dan bertanggung jawab
menentukan jadwal terhadap pengawasan dan
dinas pada semua pembinaan pegawai serta
bagiannya. menilai hasil kinerja
6. Melakukan bawahan sesuai aturan
pemeriksaan dan yang ada.
pengukuran pada setiap 6. Mengkoordinasikan
proses pengambilan bawahan agar terjalin
darah dan P2D2S. kerjasama yang baik dan
7. Mengambil alih tugas saling mendukung .
dan wewenang staf di 7. Melakukan konsultasi,
bawahnya dalam situasi memberikan laporan dan
tertentu. saran kepada Kepala
UDD.
KASUBID. 1. Melakukan 1. Bertanggung jawab
P2D2S perencanaan, kepada Kabid Pelayanan
pelaksanaan, dan Donor UDD PMI
pengembangan Kabupaten Bojonegoro.
P2D2S. 2. Bertanggung jawab atas
pencapaian tujuan UDD
36

2. Menentukan jadwal PMI Kabupaten


Mobile Unit dan Bojonegoro dalam bidang
mengingatkan P2D2S.
Koordinator KDDS 3. Melakukan koordinasi
untuk pelaksanaan MU. dengan bagian terkait,
3. Melakukan analisa dan petugas SIM MU dan
Pengukuran pada hasil Koordinator aftap untuk
Mobile Unit. kepentingan kesiapan
4. Memaksimalkan database pendonor.
kinerja Mobile Unit 4. Menentukan dan
dalam rangka menganalisa target
meningkatkan P2D2S.
pertumbuhan donor 5. Melakukan fungsi
melalui MU. koordinasi dan menjaga
5. Menjalin komunikasi, hubungan baik dengan
koordinasi dan Markas PMI dan lembaga
sosialisasi dengan terkait / pihak eksternal
instansi–instansi terkait untuk upaya pencarian dan
untuk kelancaran pembinaan Donor Darah
kegiatan mobil unit. Sukarela (DDS).
6. Mempromosikan 6. Mengusulkan kepada
tentang donor darah, Kabid. pelayanan donor
menjadwal dan berkaitan dengan
memberikan pemberian reward /
penyuluhan tentang stimulus kepada kelompok
donor darah di luar donor rutin / berprestasi.
gedung melalui mobil
unit atau kelompok
donor.
7. Mempromosikan
tentang donor darah,
menjadwal dan
memberikan
penyuluhan tentang
donor darah di luar
gedung melalui Mobile
Unit atau Kelompok
Donor / Instansi.
8. Membuat pencatatan
dan pelaporan kegiatan
P2D2S.
KASUBID. 1. Melakukan 1. Bertanggung jawab
PENGAMBI- perencanaan, kepada Kabid Pelayanan
LAN DARAH pelaksanaan, dan Donor UDD PMI
pengembangan seksi Kabupaten Bojonegoro.
pengambilan darah. 2. Bertanggung jawab atas
2. Melaksanakan, pencapaian tujuan UDD
mengawasi, PMI Kabupaten
37

mengendalikan dan Bojonegoro dalam seksi


mengevaluasi kegiatan pengambilan darah.
pengambilan darah 3. Melakukan koordinasi
dilaksanakan sesuai dengan bagian terkait,
Standar Prosedur petugas SIM MU ,P2D2S
Operasional (SPO) dan dan Kasubid. Umum dan
instruksi kerja . Kepegawaian.
3. Membuat laporan 4. Menentukan dan
kegiatan pengambilan menganalisa target
darah secara periodik pengambilan darah.
bulanan.
4. Menjalin komunikasi,
koordinasi dengan
kelompok donor dan
pendonor baik di dalam
gedung dan mobil unit.
5. Melakukan
pemeriksaan dan
pengukuran pada setiap
proses pengambilan
darah baik dalam
gedung ataupun mobil
unit.
6. Mengambil alih tugas
dan wewenang staf di
bawahnya dalam situasi
tertentu.
KASUBID. 1. Melakukan proses uji 1. Bertanggung jawab
IMLTD & saring (IMLTD) dan kepada Kabid. Pelayanan
KONFIR-MASI konfirmasi golongan Darah.
GOLONGAN darah terhadap setiap 2. Bertangung jawab
DARAH darah donor sesuai SPO terhadap hasil proses
dan Instruksi Kerja. crossmatch.
2. Memastikan darah 3. Berkoordinasi dengan
donor bebas dari bagian lain dan rumah
infeksi penyakit sakit dalam koridor
menular : HIV, pelaksanaan tugasnya.
Hepatitis B, Hepatitis C 4. Melaporkan segala
dan Sifilis serta permasalahan tehnis
dilakukan konfirmasi medis uji silang serasi
golongan darah. kepada Kepala Bagian
3. Melakukan proses Pelayanan Darah / Kepala
pencatatan dan UDD.
pengarsipan setiap data
hasil proses IMLTD
dan konfirmasi
golongan darah serta
menginput ke dalam
38

SIM.
4. Melakukan panggilan
konfirmasi kepada
donor yang telah
dinyatakan reaktif,
untuk melakukan
pemeriksaan ulang.
5. Membuat laporan
kegiatan secara
periodik bulanan.
6. Melakukan pencatatan
U untuk pemusnahan
darah reaktif dan
bertanggung jawab
penuh terhadap darah
reaktif agar tidak
disalahgunakan serta
ketidaksamaan hasil
golongan darah pada
seleksi donor dengan
konfirmasi golongan
darah.
7. Melakukan serah
terima darah sehat (non
reaktif) dengan bagian
komponen darah.

UDD. Palang Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro adalah

lembaga swasta murni non profit yang segala sesuatunya sudah ada

ketentuan dan kebijakannya. UDD. Palang Merah Indonesia di Kab.

Bojonegoro bergerak dalam bidang pelayanann jasa masyarakat

(bidang sosial masyarakat), yang mempunyai tujuan pokok bukan

untuk mencari keuntungan atau laba perusahaan (Nirlaba). Karena

organisasi ini merupakan Lembaga Swasta Murni, maka penggajian

UDD. Palang Merah Indonesia adalah berdasarkan golongan masing-

masing karyawan.
39

Dasar penggolongan karyawannya tidak sama dengan dasar

penggolongan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dasar untuk menentukan

golongan karyawan menggunakan tingkat pendidikan dari masing-

masing karyawaan. Dasar pengenaan golongan gaji karyawan adalah

sebagai berikut :

Tabel 3.3.1 Golongan Karyawan

Golongan
Pendidikan
Masuk Pertama Maksimal

SD 1A 2A
SLTP 1B 2B
SMA 2A 3A
D3 2B 3B
S1 3A 4A
PASCA SARJANA 3B 4B
40

3.3 Pembahasan

3.3.1 Sistem Penggajian Pada UDD. Palang Merah Indonesia di Kab.

Bojonegoro

Setelah dilakukannya penelitian di UDD. Palang Merah

Indonesia di Kab. Bojonegoro, adapun dokumen-dokumen yang

digunakan dalam pembuatan sistem penggajiannya yaitu :

1. Daftar Gaji Karyawan

Berisi daftar gaji karyawan berdasarkan golongan dan tingkatan

masing-masing karyawan.

2. Daftar Upah Lembur Karyawan

Berisi daftar upah lembur karyawan bagi karyawan yang

melakukan pekerjaan diluar jam operasional.

3. Rekap Daftar Gaji Karyawan

Berisi rekapan akumulasi dari daftar gaji karyawan dan daftar

upah lembur karyawan.

4. Daftar Pengajuan Gaji

Berupa surat permohonan untuk mengajukan gaji karyawan pada

bulan tersebut yang dibuat oleh bendahara dan akan diserahkan

kepada pimpinan perusahaan.

5. Surat Permohonan Pemindah Bukuan (SPPB)

Berisi surat permohonan pemindah bukuan yang dibuat oleh

bendahara untuk disetujui pimpinan untuk memindahkan

sejumlah rekening perusahaan ke masing-masing rekening

karyawan.
41

6. Surat Pemindah Bukuan (SPB)

Berisi surat pemindah bukuan yang dibuat pimpinan untuk

memindahkan sejumlah rekening perusahaan ke masing-masing

rekening karyawan.

7. Slip Penarikan

Merupakan formulir untuk melakukan penarikan sejumlah uang

dari rekening tabungannya.

8. Slip Pemindah Bukuan

Merupakan bukti atas berhasilnya pemindah bukuan rekening

yang diberikan oleh Bank.

9. Daftar Absensi Gaji Karyawan

Berisi nama karyawan, jabatan dan kolom tanda tangan.

10. Daftar Absensi Karyawan Setelah TTD

Merupakan bukti bahwa seluruh karyawan telah menerima gaji

yang telah diberikan oleh perusahaan yang telah tercantum pada

daftar absensi gaji karyawan.


42

3.3.2 Bagan Alir pada Sistem Penggajian UDD. Palang Merah

Indonesia di Kab. Bojonegoro.

BAGIAN KEPEGAWAIAN

Mulai

Membuat
DGK dan DULK

DGK
DULK

Keterangan :

DGK : Daftar Gaji Karyawan

DULK : Daftar Upah Lembur Karyawan


43

BENDAHARA
1 3 5 7

DGK 2 Slip DAGK


DULK SPB 1 Pemindahbukuan Setelah TTD
Slip Penarikan
2
SPPB 1
DPG
Selesai
Membuat DAGK
Merekap daftar
gaji karyawan
seluruhnya

Mencairkan gaji DAGK


karyawan Slip
RDGK Pemindahbukuan

2
SPB 1
Slip Penarikan
Membuat 2
DPG & SPPB SPPB 1
6
DPG T

2
SPPB 1
DPG
RDGK
DULK
4
DGK T

2
T

Keterangan :

RDGK : Rekap Daftar Gaji Karyawan

DPG : Daftar Pengajuan Gaji

SPPB : Surat Permohonan Pemindahbukuan

SPB : Surat Pemindahbukuan

DAGK : Daftar Absensi Gaji Karyawan


44

PIMPINAN

2
SPPB 1
DPG

Ya Membuat SPB
Disetujui &
Slip Penarikan

Tidak
2
Bendahara SPB 1
Slip Penarikan
2
SPPB 1
DPG

3
45

BANK

SPB 2
Slip Penarikan
SPPB 1

Pemindahbukuan
ke masing-masing
rekening karyawan

Slip
Pemindahukuan
SPB 1
Slip Penarikan
SPPB 1

5
T
46

BAGIAN KARYAWAN

DAGK

Menendatangani
DAGK bagi karyawan
yang telah menerima
gaji

DAGK
Setelah TTD

7
47

3.3.3 Uraian Sistem Penggajian Pada UDD. Palang Merah Indonesia di

Kab. Bojonegoro

Penjelasan sistem penggajian pada UDD. Palang Merah

Indonesia di Kab. Bojonegoro sebagai berikut :

a. Bagian Kepegawaian

Membuat dan menyiapkaan daftar gaji karyawan dan

daftar upah lembur karyawan yang akan diserahkan ke bagian

bendahara.

b. Bagian Bendahara

Menerima daftar gaji karyawan dan daftar upah lembur

karyawan dari bagian kepegawaian yang direkap menjadi rekap

daftar gaji karyawan. Selanjutnya, bagian bendahara membuat

daftar pengajuan gaji dan surat permohonan pemindah bukuan

rangkap 2. Dokumen daftar pengajuan gaji dan surat permohonan

pemindah bukuan rangkap 2 diserahkan ke bagian pimpinan

sedangkan dokumen-dokumen lainnya diarsip secara permanen

menurut tanggal.

Dari bagian pimpinan, bagian bendahara menerima slip

penarikan, surat pemindah bukuan rangkap 2, daftar pengajuan

gaji, dan surat permohonan pemindah bukuan rangkap 2 untuk

diproses dalam pencairan gaji karyawan. Selanjutnya, bagian

bendahara bertugas mencairkan gaji karyawan dengan

menyerahkan slip penarikan, surat pemindah bukuan lembar 1

dan surat permohonan pemindah bukuan lembar 1 ke bank.


48

Sedangkan untuk dokumen-dokumen lainnya diarsip secara

permanen menurut tanggal.

Bagian bendahara menerima dokumen dari bank berupa

slip pemindah bukuan dari bank, yang dipergunakan oleh bagian

bendahara untuk membuat daftar absensi gaji karyawan dan

diserahkan ke bagian karyawan. Sedangkan dokumen-dokumen

lainnya diarsip secara permanen menurut tanggal. Selanjutnya,

bagian bendahara menerima daftar absensi gaji karyawan yang

telah ditandatangani oleh karyawan. Daftar absensi gaji karyawan

tersebut sebagai bukti bahwa karyawan tersebut telah menerima

gaji pada bulan ini. Selanjutnya, daftar absensi gaji karyawan

yang sudah ditandatangani di arsip secara permanen menurut

tanggal oleh bagian bendahara.

c. Bagian pimpinan

Menerima daftar pengajuan gaji dan surat permohonan

pemindah bukuan rangkap 2 dari bagian bendahara, kemudian

pimpinan melakukan validasi apakah dana yang diajukan dalam

daftar pengajuan gaji disetujui atau tidak. Jika Ya, maka pimpinan

membuat surat pemindah bukuan dan slip penarikan yang

selanjutnya seluruh dokumen tersebut diserahkan ke bagian

bendahara yang dipergunakan untuk proses pencairan gaji

karyawan. Jika Tidak, pimpinan akan membatalkan dokumen-

dokumen tersebut ke bagian bendahara.


49

d. Bank

Menerima slip penarikan, surat pemindahbukuan lembar

1, dan surat permohonan pemindah bukuan lembar 1 dari bagian

bendahara. Selanjutnya bank memprosess dokumen-dokumen

tersebut dalam saldo rekening setiap karyawan. Sehinggga

menghasilkan bukti berupa slip pemindah bukuan dari bank.

Bukti tersebut diserahkan ke bagian bendahara sedangkan

dokumen-dokumen lainnya di arsip secara permanen berdasarkan

tanggal.

e. Bagian Karyawan

Menerima daftar absensi gaji karyawan dari bagian

bendahara. Kemudian bagian karyawan yang telah menerima gaji

melalui rekening mereka diwajibkan dari pihak bendahara untuk

menandatangani langsung daftar absensi gaji karyawan atas

penerimaan gaji tersebut. Selanjutnya, jika absensi telah

tertandatangani semua, bagian karyawan menyerahkan daftar

absensi gaji karyawan ke bagian bendahara.


50

3.3.4 Kelebihan dan Kekurangan Sistem Penggajian Pada UDD. Palang

Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro

Berdasarkan hasil analisa sistem penggajian pada UDD.

Palang Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro, penulis dapat

menemukan kelebihan dan kelemahan sistem penggajian tersebut

yaitu :

1. Kelebihan sistem penggajian pada UDD. Palang Merah Indonesia

di Kab. Bojonegoro :

a. Terdapat pemisahan tugas antara bagian kepegawaian dan

bagian bendahara dalam pembuatan daftar gaji karyawan dan

daftar upah lembur karyawan. Sehingga, dapat mengurangi

penyelewengan yang akan dilakukan dalam sistem

penggajian.

b. Setiap dokumen pendukung perubahan daftar gaji dan

dokumen-dokumen lainnya yang digunakan dalam sistem

penggajian pada UDD. Palang Merah Indonesia di Kab.

Bojonegoro sudah mendapatkan otorisasi dari pihak yang

berwenang, sehingga dokumen dan data keuangan yang

dihasilkan terjamin ketelitiannya, keandalannya, dan dapat

dipertanggungjawabkan.

2. Kelemahan sistem penggajian pada UDD. Palang Merah

Indonesia di Kab. Bojonegoro :

a. Adanya penemuan dokumen yang digunakan UDD. Palang

Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro belum cukup


51

memenuhi prosedur dalam mendukung efektivitas

pengendalian intern karena tidak adanya amplop gaji dan

upah dalam sistem penggajian tersebut. Amplop gaji dan

upah yang berisi scan slip gaji dan upah sebagai bukti bahwa

gaji setiap bulan karyawan sudah ditransfer ke rekening

masing-masing karyawan. Adanya amplop gaji dan upah

tersebut untuk menghindari kehilangan atas bukti scan slip

gaji dan upah karyawan meskipun gaji yang diberikan tetap

melalui rekening ATM masing-masing karyawan.

b. Pengawasan dalam memasukkan kartu jam kehadiran sangat

penting, karena jika tidak ada pengawasan dikhawatirkan

dapat memicu kecurangan karyawan melakukan titip absen

kepada karyawan lain. Pemasukan kartu jam hadir karyawan

pada UDD. Palang Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro

sebaiknya dalam pemasukan jam hadir ke dalam mesin

pencatat waktu. Mungkin tugas ini dapat diberikan kepada

bagian satpam. Karena daftar absensi gaji karyawan yang

berisi jam datang, jam pulang, dan lembur karyawan yang

digunakan sebagai dasar perhitungan gaji karyawan.

c. Belum adanya vertifikasi daftar gaji karyawan dan daftar

upah lembur karyawan yang dibuat oleh bagian bendahara.

Vertifikasi perlu dilakukan untuk mengetahui kebenaran atau

data yang valid dari bagian kepegawaian.


52

Berdasarkan hasil penelitian pada UDD. Palang Merah

Indonesia di Kab. Bojonegoro melalui bagan alir diatas merupakan

susunan urutan proses penggajian setiap karyawan yang bekerja.

Penjelasan mengenai sistem penggajian tersebut bahwasanya UDD.

Palang Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro dalam penggajian setiap

karyawannya bukan lagi menggunakan sistem manual melainkan

menggunakan sistem transfer rekening (Payroll Bank). Dengan

menggunakan sistem ini dapat mempermudah perusahaan untuk lebih

berhati-hati dan teliti terhadap kecurangan dalam proses penggajian.

Melalui bagan alir diatas diperlukannya sistem penggajian

yang dapat mengendalikan gaji dan upah tenaga kerja. Sistem

penggajian ini juga dapat digunakan sebagai alat bantu mengatasi

penyimpangan masalah yang berkaitan dengan penggajian tenaga

kerja suatu perusahaan. Berdasarkan pembuatan bagan alir dokumen

tersebut penulis tidak lepas dari data-data dan informasi yang akurat,

terpercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan dari masing-masing

bagian di dalam sistem penggajian tersebut. Bagaian-bagian yang ada

dalam sistem penggajian tersebut saling berkaitan dan

berkesinambungan. Sehingga, sistem penggajiannya dijelaskan secara

runtut dari bagian kepegawaian, bagian bendahara, pimpinan, bank

dan bagian karyawan. Dengan adanya bagan alir tersebut karyawan

dapat lebih sistematis dan mengetahui bagaimana alur sistem

penggajian yang digunakan oleh UDD. Palang Merah Indonesia di

Kab. Bojonegoro.
53

Berdasarkan bagan alir tersebut penulis dapat menyimpulkan

bahwa sistem penggajian yang digunakan pada UDD. Palang Merah

Indonesia di Kab. Bojonegoro sudah memenuhi unsur-unsur

keterbukaan dan dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga, dapat

diterapkan sebagai acuan dan pedoman dalam menggembangkan

UDD-UDD di daerah lainnya.


BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang kami lakukan mengenai sistem

penggajian pada UDD. Palang Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro sebagai

berikut :

1. Sistem Penggajian yang diterapkan pada UDD. Palang Merah Indonesia

di Kab. Bojonegoro sudah menggunakan sistem yang memadai, hal ini

terlihat dengan adanya unsur-unsur :

a. UDD. Palang Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro sudah

melibatkan bagian-bagian yang bertanggung jawab dalam

tugasnya. Sehingga, dapat dilakukan pengecekan antar bagian

Kepegawaian, Bendahara, Pimpinan, Bank, dan Karyawan.

b. Dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem penggajian pada

UDD. Palang Merah Indonesia di Kab. Bojonegoro meliputi Daftar

Gaji Karyawan, Daftar Upah Lembur Karyawan, Rekap Daftar Gaji

Karyawan, Surat Permohonan Pemindahbukuan, Surat

Pemindahbukuan, Daftar Pengajuan Gaji, Daftar Absensi Gaji

Karyawan, Slip Pemindahbukuan, dan Slip Penarikan.

2. Dalam pembuatan alur sistem penggajian ini kami berpedoman pada

informasi yang akurat dari pihak-pihak yang bersangkutan. Dimana

sistem penggajiannya sudah menggunakan sistem transfer rekening

54
55

(payroll bank). Sistem penggajian yang dimaksud adalah pembayaran

gaji karyawan yang mana gaji setiap bulan karyawan masuk dalam

rekening bank karyawan masing-masing dan sudah melalui tahap dan

prosedur yang setiap bulannya tercatat pada kartu jam kerja. Sehingga,

gaji karyawan dapat tertulis secara sistematis, tepat, akurat dan dapat

dipertanggungjawabkan.

4.2 Saran

Berdasarkan hasil tugas akhir yang telah disusun saran yang dapat

diberikan antara lain :

1. Dapat memperbaiki sistem penggajian yang sudah diterapkan instansi

agar lebih efisien, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

2. Sebagai acuan yang dapat dikembangkan pada UDD-UDD di daerah

lainnya.

3. Hasil yang telah disusun dapat dikembangkan dalam penelitian lain

seperti sistem penerimaan kas, sistem pengeluaran kas, dan sistem yang

lainnya.
DAFTAR PUSTAKA

Marshall B. Romney dan Paul John Steinbart. 2014. “Sistem Informasi Akuntansi:
Accounting Information Systems (Edisi 13)”. Prentice Hall.
Hariandja, Marihat Tua Efendi. 2002. ”Manajemen Sumber Daya Manusia”.
Grasindo. Jakarta.
Ibrahim, Adzikra. n.d. Pengertian Analisa Menurut Ahli (Online).
[Link] Diakses
pada 12 Januari 2020 (11.15)
Pengajarku. 2019. Analisis Sistem : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Tahapan dan
Contohnya (Online). [Link] Diakses pada
12 Januari 2020 (11.20)
Setya. 2010. Konsep Dasar Sistem (Online).
[Link] Diakses
pada 01 Januari 2020 (22.00)
Mulyawan, Tyo. n.d. Sistem (Online).
[Link] Diakses pada
01 Januari 2020 (22.15)
Dimas. 2010. Karakteristik Sistem (Online).
[Link]
Diakses pada 01 Januari 2020 (22.23)
Elib Unikom. n.d. BAB II (Online).
[Link]
19908-5-microsof-..pdf. Diakses pada 02 Januari 2020 (21.07)
Studinews. 2017. Pengertian Gaji (Online).
[Link]
pemberian-sistem-penggajian-metode-pembayaran/. Diakses pada 02
Januari 2020 (22.03)
Elib Unikom. n.d. BAB II (Online).
[Link]
19908-5-microsof-..pdf. Diakses pada 3 Januari 2020 (13.07)

56
Lampiran 1. Dokumentasi Penelitian

Melakukan penelitian terhadap pihak UDD PMI [Link]

57
Lampiran 2. Contoh Dokumen yang terkait sistem penggajian

Contoh Dokumen Daftar Gaji Karyawan

58
Contoh Dokumen Kartu Jam Kehadiran

59
Contoh Dokumen Kartu Lembur

60
Contoh Dokumen Rekap Daftar Gaji

61
Contoh Dokumen Slip Pemindahbukuan

Contoh Dokumen Slip Pencairan

62
Contoh Dokumen Surat Permohonan Pemindahbukuan

63
Lampiran 3. Daftar Riwayat Hidup

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DATA PRIBADI :
Nama : Dimas Setyo Adi
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat / Tanggal Lahir : Bojonegoro, 05 November 2000
Kewarganegaraan : Indonesia
Status : Mahasiswa
Tinggi / Berat Badan : 165 Cm / 55 Kg
Agama : Islam
Alamat : Jl. Raya 14 Rt. 04 Rw. 01 Ds. Sonbontoro
Kec. Balen Kab. Bojonegoro
Telepon / Hp : 0823 – 3267 - 3387
Email : dimassetyoadi99@[Link]

DATA PENDIDIKAN FORMAL :


1. SD NEGERI SOBONTORO 1 ( 2007 – 2012 )
2. SMP NEGERI 1 BALEN ( 2012 – 2015 )
3. SMK NEGERI 4 BOJONEGORO ( 2015 – 2018 )
4. PDD POLINEMA DI KAB. BOJONEGORO ( 2018 – sekarang )

DATA PENDIDIKAN NON FORMAL :


- Tahun 2019 : BALAI LATIHAN KERJA BOJONEGORO

DATA PENGALAMAN BEKERJA :


- Tahun 2017 : BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN
DAERAH BOJONEGORO (Prakerin) selama 6 bulan.

Hormat Saya,

Dimas Setyo Adi

64
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DATA PRIBADI :
Nama : Silvia Erwina Vernanda
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat / Tanggal Lahir : Bojonegoro, 01 Mei 2000
Kewarganegaraan : Indonesia
Status : Mahasiswa
Tinggi / Berat Badan : 160 cm / 52 Kg
Agama : Islam
Alamat : RT.07/RW.02 [Link]
Kec. Kepohbaru [Link]
Telepon / Hp : 0821 – 1470 – 7390
Email : [Link]@[Link]

DATA PENDIDIKAN FORMAL :


1. MI NURUL HIDAYAH SUMBERAGUNG ( 2007 – 2012 )
2. MTs MUHAMMADIYAH 8 SUMBERAGUNG ( 2012 – 2015 )
3. SMK NEGERI 1 SUMBERREJO ( 2015 – 2018 )
4. PDD POLINEMA DI KAB. BOJONEGORO ( 2018 – sekarang )

DATA PENDIDIKAN NON FORMAL :


- Tahun 2017 : BALAI LATIHAN KERJA SURABAYA

DATA PENGALAMAN BEKERJA :


- Tahun 2017 : PT. MULTI KARYA CITRA MANDIRI ( Magang )
selama 3 bulan.
- Tahun 2020 : BNI BOJONEGORO (Magang) selama 2 bulan.

Hormat Saya,

Silvia Erwina Vernanda

65
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DATA PRIBADI :
Nama : Tyas Permadani
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat / Tanggal Lahir : Bojonegoro, 19 Agustus 1999
Kewarganegaraan : Indonesia
Status : Mahasiswa
Tinggi / Berat Badan : 160 cm / 46 Kg
Agama : Islam
Alamat : Jl. Serma’ Maun No. 25 Rt. 16 Rw. 03
Banjarejo-Bojonegoro
Telepon / Hp : 0857 – 0651 - 6030
Email : tyaspermadani13@[Link]

DATA PENDIDIKAN FORMAL :


1. SD NEGERI BANJAREJO 1 ( 2007 – 2012 )
2. SMP NEGERI 7 BOJONEGORO ( 2012 – 2015 )
3. SMK NEGERI 1 BOJONEGORO ( 2015 – 2018 )
4. PDD POLINEMA DI KAB. BOJONEGORO ( 2018 – sekarang )

DATA PENGALAMAN BEKERJA :


- Tahun 2017 : PKP – RI “ KOPEN ” BOJONEGORO ( Magang )
selama 4 bulan.
- Tahun 2019 : BIMBEL SMART KIDS (Agustus-Sekarang).
- Tahun 2020 : BNI BOJONEGORO (Magang) selama 2 bulan.

Hormat Saya,

Tyas Permadani

66

Anda mungkin juga menyukai