LAPORAN PRAKTIKUM
PEMAKAIAN ALAT-ALAT UKUR DASAR
AHMAD SHOBRUR RIDLO
A2401201045
ST13.2
Dosen Penanggung Jawab Praktikum
Dr. rer. nat. Hendradi Hardhienata
DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
IPB UNIVERSITY
2021
Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan dapat menggunakan alat-alat ukur dasar panjang dan massa
serta dapat menentukan kesalahan pada pengukuran beserta penjalarannya.
Teori Singkat
Pengamatan besaran-besaran fisis untuk mengetahui hubungan antara suatu variable
dan tujuan lainnya dilakukan melalui kegiatan pengukuran. Pengukuran didefinisikan
sebagai proses pemberian angka atau deskripsi numerik pada individu atau benda.
Pengukuran juga dapat diartikan sebagai kegiatan membandingkan suatu besaran yang
diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan. Sesuatu yang dapat diukur dan dapat
dinyatakan dengan angka disebut besaran, sedangkan pembanding dalam suatu pengukuran
disebut satuan (Antika et al. 2012).
Pengukuran tidak luput dari ketidakpastian. Walaupun sudah dilakukan dengan teliti.
hasil pengukuran selalu menunjukkan hasil yang berbeda. Penting untuk mengetahui apa
penyebab dan seberapa besar ketidakpastian yang terdapat dalam suatu hasil ukur agar dapat
menghindari penyebab ketidakpastian dan menekan kesalahan dalam hasil pengukuran.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi nilai ketidakpastian. Beberapa penyebab
ketidakpastian tersebut antara lain adanya Nilai Skala Terkecil (NST), kesalahan kalibrasi,
kesalahan titik nol, kesalahan paralaks, fluktuasi parameter pengukuran, metoda sampling,
homogenitas sampel, kondisi alat uji, ketidaksempurnaan metoda pengujian/pengukuran,
pengaruh personil, dan kondisi lingkungan (Kristianto et al. 2016).
Data
Tabel P2-1. Hasil pengukuran pada silinder pejal
Rapat Massa
Massa (gram) Diameter (cm) Panjang (cm) Volume (cc)
(g/cc)
𝑚 ∆𝑚 𝐷 ∆𝐷 𝑙 ∆𝑙 𝑉 ∆𝑉 𝜌 ∆𝜌
97.560 0.005 1.600 0.005 6.390 0.005 12.84 0.09 7.593 0.054
Tabel P2-2a. Hasil pengukuran dimensi panjang pada balok kayu
Ulangan Panjang (cm) Lebar (cm) Tebal (cm)
1 3.705 2.560 0.981
2 3.750 2.555 0.972
3 3.740 2.550 0.980
4 3.760 2.590 0.984
5 3.710 2.600 0.991
6 3.740 2.565 0.984
7 3.735 2.565 0.985
8 3.720 2.570 0.993
𝑝̅ = 3.73 𝑙 ̅ = 2.57 𝑡̅ = 0.984
∆𝑝 = 0.02 ∆𝑙 = 0.02 ∆𝑡 = 0.007
Tabel P2-2b. Hasil Pengukuran massa, perhitungan volume dan perhitungan rapat massa
balok kayu
Massa (gram) Volume (cc) Rapat Massa (g/cc)
𝑚 ∆𝑚 𝑉 ∆𝑉 𝜌 ∆𝜌
5.300 0.005 9.4 0.1 0.562 0.006
Pengolahan Data
Tabel P2-1
1. Volume (𝑉)
𝜋𝑙𝐷2 3.14 × 6.390 × 1.6002
𝑉= = = 12.84 𝑐𝑐
𝑚 97.560
2. Ketidakpastian volume (∆𝑉)
𝜋 2 𝜋
∆𝑉 = 𝐷 × ∆𝑙 + 𝑙𝐷 × ∆𝑙
4 2
3.14 3.14
∆𝑉 = (1.600)2 × 0.005 + (6.390)(1.600) × 0.005
4 2
∆𝑉 = 0.09 𝑐𝑐
3. Rapat massa (𝜌)
𝑚 97.560
𝜌= = = 7.593 𝑔/𝑐𝑐
𝑉 12.84
4. Ketidakpastian rapat massa (∆𝜌)
1 𝑚
∆𝜌 = × ∆𝑚 + 2 × ∆𝑉
𝑉 𝑉
1 97.560
∆𝜌 = × 0.005 + × 0.09 = 0.054 𝑔/𝑐𝑐
12.84 12.842
Tabel P2-2
1. Volume (𝑉)
𝑉 =𝑝×𝑙×𝑡
𝑉 = 3.733 × 2.569 × 0,984
𝑉 = 9.436 𝑐𝑐
2. Ketidakpastian volume
∆𝑉 = √(𝑙 × 𝑡)2 (∆𝑝)2 + (𝑝 × 𝑡)2 (∆𝑙)2 + (𝑝 × 𝑙)2 (∆𝑡)2
∆𝑉 = √(2.569 × 0.984)2 (0.02)2 + (3.733 × 0.984)2 (0.02)2 + (3.733 × 2.569)2 (0.007)2
∆𝑉 = 0.11 𝑐𝑐
3. Rapat massa
𝑚 5.300
𝜌= = = 0.562 𝑔/𝑐𝑐
𝑉 9.436
4. Ketidakpastian rapat massa
1 2 𝑚 2
√
∆𝜌 = ( ) × (0.9 × ∆𝑚)2 + ( 2 ) × (∆𝑉)2
𝑉 𝑉
1 2 5.300 2
∆𝜌 = √( ) × (0.9 × 0.005)2 + ( ) × (0.11)2
9.436 9.4362
∆𝜌 = 0.006
Pembahasan
Pada pratikum pengukuran alat dasar panjang dan massa menggunakan tiga alat ukur
yaitu jangka sorong, mikrometer sekrup, dan neraca ohaous. Masing-masing alat ukur
mempunyai ketelitian, batas ukur dan Nilai Skala Terkecil (NST). NST diperoleh dari skala
terkecil alat ukur. Jangka sorong yang memiliki batas ukur kurang dari 30 cm memiliki
ketelitian 0,05 mm dan memiliki nilai ketidakpastian pada pengukuran tunggal 0,005 cm.
Mikrometer sekrup memiliki batas ukur 25 mm atau 2,5 cm, memiliki NST 0,01 mm atau
0,001 cm dan memiliki nilai ketidakpastian pada pengukuran tunggal 0,005 mm atau 0,0005
cm. Neraca ohau memiliki batas ukur 311 gram, memiliki NST 0,01 gram dan nilai
ketidakpastian 0,005 gram.
Dalam pratikum ini, pengolahan data menghasilkan pengukuran massa, diameter,
panjang, volume, dan rapat massa pada pengukuran tunggal silinder pejal beserta
ketidakpastiannya . Data yang dihasilkan berupa massa (𝑚) = (97,560 ± 0,005) gram,
diameter (𝐷) = (1,600 ± 0,005) cm, panjang (𝑙) = (6,390 ± 0,005) cm, volume (𝑉) = (12,84
± 0,09) cc, dan rapat massa (𝜌) = (7,593 ± 0,054) g/cc. Kemudian untuk data pengukuran
berulang dihasilkan ukuran panjang, lebar, ketebalan, massa, volume dan rapat massa pada
balok kayu beserta ketidakpastiannya. Data yang dihasilkan berupa panjang (𝑝) = (3,73 ±
0,02), lebar (𝑙) = (2,57 ± 0,02), ketebalan (𝑡) = (0,984 ± 0,007), massa (𝑚) = (5,300 ± 0,005)
gram, volume (𝑉) = (9,4 ± 0,1) cc, dan rapat massa (𝜌) = (0,562 ± 0,006) g/cc.
Simpulan
Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran yang tidak diketahui dengan suatu
besaran yang sudah diketahui dan diambil sebagai ukuran standard. Alat-alat yang digunakan
ialah alat ukur dasar, seperti jangka sorong, mikrometer sekrup dan timbangan. Alat-alat ini
memiliki fungsi yang berbeda, seperti jangka sorong untuk mengukur panjang, mikrometer
sekrup untuk mengukur diameter, dan timbangan (neraca ohaus) untuk mengukur massa.
Skala terkecil pada alat-alat ini berbeda satu sama lain, ada yang sudah tertulis pada bagian
alatnya ataupun dicari terlebih dahulu. Ketika mengukur, ada kemungkinan objek yang kita
ukur tidak sesuai ukuran sebenarnya. Ukuran yang tidak sebenarnya disebut ketidakpastian.
Banyak faktor yang mempengaruhi ketidakpastian, untuk memperkecil ketidakpastiaan maka
dilakukan pengukuran berulang-ulang.
DAFTAR PUSTAKA
Antika L, Julianty E, Miroah, Nurul A, Hapsari F. 2012. Pengukuran (kalibrasi) volume dan
massa jenis aluminium. Jurnal fisika dan aplikasinya. 13(1): 22-28.
Kristrianto T, Idayanti N, Sudrajat N, Septiani A, Mulyadi D, Dedi. 2016. Ketidakpastian
pengukuran pada karakteristik material magnet permanen dengan alat ukur
parmagraph. Jurnal elektronika dan komunikasi. 16(1): 2-6.