PLAFON
1. Pendahuluan
Plafon adalah bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi
sebagai langit-langit bangunan. Pada dasarnya plafon dibuat dengan maksud
untuk mencegah cuaca panas atau dingin agar tidak langsung masuk ke
dalam rumah setelah melewati atap. Namun demikian dewasa ini plafon
tidak lagi hanya sekedar penghambat panas atau dingin, melainkan juga
sebagai hiasan yang akan lebih mempercantik interior suatu bangunan.
Plafon biasanya dibuat dengan ketinggian tertentu. Namun sebagai variasi
ada juga yang dibuat tidak selalu rata. Variasi tersebut dikenal sebagai
plafond drop ceiling. Plafon dibuat lebih tinggi dari yang lain.
Manfaat/kegunaan dari plafon antara lain sebagai berikut:
1. supaya ruangan dibawah atap selalu tampak bersih dan tidak tampak
kayu dari rangka atapnya
2. untuk menahan dari kotoran yang jauh dari bidang atap melalui
celah-celah genteng
3. untuk menahan percika air,agar seisi ruanga selalu terlindungi
4. untuk mengurangi panas dari sinar matahari melalui bidang atap
2. Rangka Plafon
Untuk pemasangan plafon diperlukan konstruksi khusus untuk
menggantungkannya yang dikenal dengan nama rangka plafon. Bahan rangka
plafon yang umum digunakan adalah kayu, meskipun dewasa ini dikenal juga
rangka plafon dari bahan besihollow (besi berbentuk kotak). Bahan ini tahan
terhadap rayap dan api yang membuat plafon bertahan lama dibanding
menggunakakayu
Gambar XII-`11, Rangka Plafon dari Kayu dan Besi Hollow
a. Ukuran Batang Rangka Plafon
Ukuran batang rangka plafon ditentukan dari jarak bentang dari
ruangan, jenis bahan yang digunakan, dan panjang-pendeknya batang
gantung. Ukuran-ukuran batang yang biasa dipakai seperti tercantum pada
daftar berikut.
Jarak Perletakan (cm) Lebar (cm) Tinggi (cm)
100 – 200 5 7
200 – 300 6 8
300 – 400 6 10
400 - 500 6 12
Ukuran-ukuran batang kayu tersebut berdasarkan pengalaman empiris dan
yang biasa digunakan. Ukuran tersebut dapat saja berubah sesuai dengan
hasil hitungan berdasarkan kekuatan kayu.
b. Ketentuan Pemasangan
Batang-batang dipasang rata dengan bagian bawah balok-ikat kuda-
kuda. Jika jarak antar dinding yang mendukung kuda-kuda dalam ruangan
kurang dari jarak antara kuda-kuda, maka batang-batang gantung plafon
induk dipasang tegak lurus arah dinding dan masuk dalam pasangan dinding.
Namun, jika jarak antara kuda-kuda kurang dari jarak antar dinding yang
mendukung kuda-kuda, maka batang- batang gantung plafon induk dipasang
tegak lurus pada balok ikat dari kuda-kuda.
Pada prinsipnya pemasangan batang penggantung plafon adalah sama,
tetapi jaraknya tidak sama tergantung dari bahan plafon yang igunakan.
Pada bangunan perumahan dalam pemasangan plafond, ketentuan untuk
tinggi ruang/kamar minimal sekurang-kurangnya 2,40 m kecuali kalau kasau-
kasaunya miring sekurang-kurangnya ½ dari luas ruang mempunyai tinggi
ruang 2,40 m dan tinggi ruang selebihnya pada titik terendah tidak kurang
dari 1,75 m. Pada ruang cuci dan kamar mandi diperbolehkan sampai
sekurang-kurangnya 2,10 m
Rangka langit-Iangit untuk kuda-kuda biasa dibuat dari kayu ukuran 4/6 atau
5/7, dilengkapi dengari klos dari reng 2/3 cm yang dipasang berselang-
seling. Pada kuda-kuda papan untuk rangka langit- Iangit cukup dengan
menggunakan kayu reng berukuran ¾ cm.
3. Bahan Penutup Plafon
Bahan plafon sangat banyak ragamnya, dari kayu, multiplek, lembar
semen asbes, hardbord, softboard, acoustic tile, particle board,
aluminimum, sampai gipsum.
Pilihan yang paling murah dan baik adalah papan gipsum, karena
perawatannya mudah. Berikut merupakan beberapa keuntungan bila
memilih papan gipsum;
a. Harga jadi untuk 1 m2 terpasang lebih murah dibandingkan dengan
memakai triplek.
b. Bahannya rata, pertemuan antar papan tidak terdapat celah.
c. Bila terjadi kerusakan pada bagian tertentu, tidak diperlukan
pembongkaran total, cukup bagian rusak saja yang dipotong. Lalu,
potong papan gypsum yang baru, kemudian tempelkan pada potongan
yang rusak tadi dengan menggunakan semencompound (semen pengikat
bahan gipsum), pegang sebentar lalu dilepas.
d. Tahap selanjutnya adalah pemasangan lisplafon. Bahan terbuat dari
gipsum dengan panjang 2,5 meter. Cara pemasangannya pun
menggunakan semencompound.
e. Untukfinishing plafon, cat yang dipakai adalah cat tembok
4. Plafon Dengan Isolasi
Tujuan utama dari plafon ini adalah untuk penyekat yang kedap
suara dan tidak mudah menghantarkan panas. Sehingga ruangan dapat
terlindungi dari pengaruh suhu udara dari luar dan suara yang mengganggu
tidak dapat masuk secara langsung ke dalam ruangan. Pemasangan plafon
dengan isolasi membutuhkan bahan yang lebih banyak dan ketelitian yang
lebih baik.
Untuk menambah isolasi suara, plat gips atau potongan kayu keras
dapat dipasang pada papan batang yang besarnya tidak kurang dari 20x50
mm, papan batang ini digantungkan ke balok dengan memakai sengkang.
Dengan suatu lapisan antara dari wol mineral, sengkang dipasang pada balok
dan pemasangan lebih baik dilakukan pada setiap balok kedua
Plat rangkap dari karton gips juga dapat dipasang dan suatu lapisan
plat wol mineral dengan ketebalan 45 mm dan tak terbungkus, dapat
diletakkan pada papan batang.
Potongan kayu keras, seperti halnya plat tersebut, harus dipasang
pada papan batang. Plat wol mineral dapat digunakan untuk tambahan
isolasi. Plat gips yang dipasang terdiri dari suatu lapisan gips - adukan kapur,
sedangkan plat papan dan potongan kayu keras dicat dua lapis
Selimut kaca dan selimut wol setebal 60 mm merupakan bahan yang
cocok untuk isolasi suara, karena selimut ini mempertinggi nilai isolasi
dengan 6 dbA. Apabila antara balok dipasang plat busa polistiren atau plat
wol mineral, maka kedua bahan ini dapat menyebabkan peninggian nilai
isolasi dengan 4 dbA. Sebagai suatu konstruksi penyekat, langit-langit yang
tergantung lebih baik dalam menyekat suatu ruangan. Langit-langit yang
tergantung bebas memiliki nilai isolasi yang lebih tinggi. Suatu kombinasi
langit-langit yang dilengkapi dengan selimut wol mineral dapat
menyebabkan nilai isolasi meningkat.
Untuk mendapatkan isolasi suara yang baik konstruksi plat lantai
juga perlu dibuat dengan sistem isolasi. Pada sebelah bawah penutupan
lantai yang keras, dapat dipasang suatu lapisan peredam suara yang lebih
lunak.
Pada konstruksi lantai yang lebih ringan, peninggian massa pada
umumnya merupakan cara yang tepat untuk memperoleh isolasi pantulan
suara dan isolasi gema suara yang cukup. Isolasi termis pada lapisa
balok plat dapat diperoleh dengan menggunakan selimut wol mineral, untuk
mencegah pembentukan kondensasi pada konstruksi lantai perlu adanya
ventilasi dengan menggunakan pipa buatan pada tembok luar bangunan.