Pengertian Menggambar
Secara umum dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian menggambar adalah suatu kegiatan menuangkan
ide, imajinasi, pesan, dan ekspresi melalui unsur utama berupa garis pada suatu permukaan kertas. Menggambar
merupakan sarana mengekspresikan diri Menggambar membutuhkan alat, bahan dan media, seperti:
▪ Penghapus ▪ Pensil Warna
▪ Pensil ▪ Krayon
▪ Kertas ▪ Cat Air
Objek Menggambar
Objek Menggambar adalah sesuatu makhluk hidup atau benda mati yang akan kita tuangkan ke dalam kertas
sebagai gambar 2 dimensi:
• Flora (Tumbuhan) • Figuratif (Manusia)
• Fauna (Hewan) • Imajinatif (Khayalan)
• Alam Benda
PRINSIP MENGGAMBAR
Prinsip Menggambar Flora, Fauna dan Alam Benda
a. Kesatuan (Unity)
Kesatuan adalah prinsip yang menunjang unsur-unsur dalam seni rupa saling berpadu satu sama lain sehingga
melengkapi sebuah komposisi yang menarik dan indah.
Di antara prinsip-prinsip seni rupa yang Iain, kesatuan adalah modal awal yang harus ditunjang oleh prinsip
lainnya sehingga dapat menjadikan sebuah karya seni bernilai estetis.
b. Keselarasan (Harmony)
Keselarasan adalah kaitan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk, pencahayaan maupun warna
dalam menciptakan suatu keindahan.
c. Penekanan (Kontras)
Penekanan adalah prinsip yang mendasari kesan perbedaan dari beberapa unsur yang berlawanan dan saling
berdekatan. Penekanan akan membuat sebuah karya seni tidak bersifat monoton. Dengan memberikan perbedaan
yang mencolok pada bentuk, warna, dan ukuran sebuah karya seni akan terlihat lebih menarik.
d. Irama (Rhytm)
Irama adalah prinsip yang mendasari pengulangan satu atau lebih unsur secara teratur. Pengulangan unsur-
unsur seni rupa yang diatur bisa berupa garis, bentuk, atau variasi warna.
e. Proporsi (Kesebandingan Ukuran)
Proporsi adalah prinsip seni rupa yang mengacu pada keteraturan dan penyesuaian dari wujud karya seni rupa
yang diciptakan. Sebagai contoh, ketika hendak membuat lukisan manusia, pelukis harus pandai menyesuaikan
ukuran antara mata, hidung, mulut, alis, dagu dan bagian tubuh Iainnya agar selaras.
f. Komposisi
Komposisi menjadi prinsip yang paling penting dalam mendasari keindahan dari sebuah gambar. Komposisi
merupakan kesatuan dari unsur-unsur seni rupa yang disusun menjadi teratur, serasi, dan menarik. Komposisi
simetris apabila objek yang
akan digambar memiliki proporsi dan keseimbangan bentuk yang sama juga disusun sama.
Komposisi asimetris jika objek gambar memiliki proporsi bentuk yang sama, tetapi keseimbangan berbeda,
namun tetap memperhatikan keseimbangan dan keindahan.
TEKNIK MENGGAMBAR
1. Teknik Arsir
Arsir merupakan teknik menggambar yang menggunakan unsur garis yang disejajarkan atau dipersilangkan
dalam rangka membentuk objek gambar. Jika menggunakan pensil gambar sebagai medianya, pensil harus runcing
dan digunakan dalam posisi tegak
2. Teknik Dusel
Dusel merupakan teknik menggambar yang menggunakan goresan pensil gambar dengan posisi miring atau
rebah dalam membentuk objek gambar. Perbedaan teknik dusel dan teknik arsir terletak pada goresannya yang
tidak secara jelas membentuk garis
3. Teknik Pointilis
Pointilis merupakan teknik menggambar yang menggunakan unsur titik sebagai pembentuk objek gambar. Alat
yang cocok untuk teknik pointilis adalah pena gambar.
4. Teknik Akuarel
Akuarel merupakan teknik menggambar khusus menggunakan cat air atau tinta gambar. Teknik Akuarel dibagi
menjadi 2 yaitu teknik kering dan teknik basah. Pada teknik kering, kertas gambar akan diwarnai dalam keadaan
kering kemudian dibubuhi cat air dengan kuas tipis-tipis Pada teknik basah, kertas gambar yang akan diwarnai
dibasahi terlebih dahulu, kemudian dibubuhi cat air menggunakan kuas
5. Teknik Plakat
Plakat merupakan teknik menggambar yang menggunakan bahan cat air, cat akrilik atau cat minyak.
Penggunaan cat pada teknik plakat dibuat cukup kental sehingga hasilnya bersifat menutup
UNSUR–UNSUR PADA SEBUAH GAMBAR
Unsur-Unsur Gambar, antara lain:
Titik
Garis
Bidang 2 Dimensi (Geometris, Non Geometris)
Bentuk 3 Dimensi (Geometris: Teratur dan Non Geometris: Tidak Teratur)
Warna (Primer: Merah, Kuning, Biru ; Sekunder: Oranye, Ungu, Hijau)
Tekstur (Keadaan permukaan suatu benda baik kasar maupun halus)
Gelap terang (Pada suatu gambar unsur gelap terang ditentukan oleh arah
datangnya cahaya)
PENGERTIAN RAGAM HIAS
Ragam hias merupakan bentuk dasar dari hiasan, yang mana biasanya akan menjadi pola yang diulang-ulang
terhadap suatu kerajinan ataupun dalam suatu karya seni. Karya ini sendiri bisa berupa :
• Tenunan • Ukiran
• Tulisan (seperti batik) • Pahatan pada kayu atau batu
• Songket
FUNGSI RAGAM HIAS
Ragam hias selain berfungsi sebagai media untuk memperindah atau menghias suatu benda sehingga memiliki
nilai tambah estetika pada benda tersebut juga memiliki fungsi sebagai berikut:
▪ Ragam Hias Murni, yaitu yang hanya berfungsi untuk memberI nilai tambah estetika pada benda tersebut dan
tidak berhubungan dengan nilai fungsi benda tersebut.
▪Ragam Hias Simbolis, yaitu ragam hias yang selain berfungsi memperindah juga memiliki makna tertentu
yang bersumber dari adat istiadat, agama maupun sistem social, yang harus ditaati norma-normanya untuk
menghindari salah pengertian bagi pengguna ragam hias tersebut. Contoh ragam hias ini diantaranya, kaligrafi,
ragam hias pohon hayat, ragam hias burung phoenix, ragam hias swastika dan sebagainya.
MOTIF RAGAM HIAS
Ragam hias merupakan karya seni rupa yang diambil dari bentuk-bentuk flora (vegetal), fauna (animal), figural
(manusia), dan bentuk geometris. Ragam hias tersebut dapat diterapkan pada media dua dan tiga dimensi.
RAGAM HIAS FLORA (VEGETAL)
Flora sebagai sumber objek motif ragam hias dapat dijumpai hampir di seluruh pulau di Indonesia. Ragam hias
dengan motif flora [vegetal] mudah dijumpai pada barang-barang seni, seperti batik,ukiran, kain sulam, kain
tenun, dan brodir.
RAGAM HIAS FAUNA (NIMAL)
Bentuk motif animal dapat dibuat berdasarkan berbagai jenis binatang, misalnya burung, gajah, cicak, ikan,
dan ayam. Dalam membuat ragam hias, motif hias animal bisa digabung dengan motif hias vegetal atau motif
geometrik.
RAGAM HIAS GEOMETRIS
Ragam hias geometris merupakan motif hias yang dikembangkan dari bentuk-bentuk geometris dan kemudian
digayakan sesuai dengan selera dan imijinasi pembuatanya. Gaya ragam hias geometris dapat dijumpai di seluruh
daerah di Indonesia, seperti jawa, Sumatra, Kalimantan Sulawesi, dan Papua.
Ragam hias geometris dapat dibuat dengan menggambungkan bentuk-bentuk geometris ke dalam satu motif
ragam hias.
RAGAM HIAS FIGURATIF (MANUSIA)
Bentuk ragam hias figuratif berupa objek manusia yang digambar dengan mendapatkan pegayaan bentuk.
Ragam hias figuratif biasanya terdapat pada bahan tekstil maupun bahan kayu, yang proses pembuatanya dapat
dilakukan dengan cara menggambar.
POLA RAGAM HIAS
POLA SIMETRIS
Pola simetris adalah pola penggambaran dua bagian yang sama dalam penyusunan. Pola tersebut meletakan
fokusnya ditengah, dan melatakan unsurnya dibagian kiri dan kanan. Pola simetris memberikan kesan formal,
beraturan dan statis.
POLA ASIMETRIS
Pola asimetris adalah komposisi benda atau obyek yang fokusnya tidak ditengah. Paduan unsur di bagian kiri
dan kanan tidak. Namun tetap memancarkan keseimbangan. Pola asimetris memberikan kesan keteraturan yang
bervariasi. Tidak formal dan lebih dinamis.
TEKNIK MENGGAMBAR
RAGAM HIAS
TEKNIK STILASI
Teknik stilasi merupakan teknik mengubah bentuk asli dari sumber dengan melihat obyek dari berbagai arah.
Biasanya dilakukan dengan penggayaan dan dapat dibuat menjadi bermacam-macam bentuk baru. Tapi ciri khas
bentuk aslinya masih terlihat.
TEKNIK DEFORMASI
Teknik deformasi merupakan cara menggambar dengan mengubah bentuk asli dari sumber dan melihat dari
berbagai arah. Di mana dengan menyederhanakan struktur atau proporsi bentuk aslinya menjadi sesuatu yang baru.
TEKNIK DISTORSI
Distorsi merupakan cara menggambar dengan mengubah bentuk asli dari sumber dan melihat obyek dari
berbagai arah. Di mana dengan melebih-lebihkan struktur dan perubahan bentuk yang digambar. Kemudian
mengubah proporsi sehingga terjadi perubahan yangsignifikan antara bentuk yang digambar dengan aslinya.