100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
762 tayangan15 halaman

Perencanaan Kebutuhan SDM Kesehatan

Dokumen ini membahas perencanaan kebutuhan SDM kesehatan di Indonesia. Ia menjelaskan latar belakang pentingnya perencanaan SDM kesehatan yang merata dan berkualitas untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Dokumen ini juga mengidentifikasi masalah-masalah terkait distribusi dan kualitas SDM kesehatan saat ini serta kebijakan-kebijakan terkait perencanaan SDM kesehatan.

Diunggah oleh

Yanti I
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
762 tayangan15 halaman

Perencanaan Kebutuhan SDM Kesehatan

Dokumen ini membahas perencanaan kebutuhan SDM kesehatan di Indonesia. Ia menjelaskan latar belakang pentingnya perencanaan SDM kesehatan yang merata dan berkualitas untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Dokumen ini juga mengidentifikasi masalah-masalah terkait distribusi dan kualitas SDM kesehatan saat ini serta kebijakan-kebijakan terkait perencanaan SDM kesehatan.

Diunggah oleh

Yanti I
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pembangunan Kesehatan diselenggarakan untuk meningkatkan


kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar
terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Tingginya
Untuk mengukur keberhasilan pembangunan kesehatan tersebut diperlukan
indikator Indonesia Sehat dan Indikator Kinerja dari Standar Pelayanan
Minimal Bidang Kesehatan.

UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan menyatakan bahwa setiap


kegiatan dalam upaya untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya dilaksanakan berdasarkan prinsip non
diskriminatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Upaya pelayanan kesehatan
dilakukan dengan mengikutsertakan masyarakat secara luas yang mencakup
upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh,
berjenjang, terpadu dan berkesinambungan. Selain itu, upaya kesehatan juga
perlu mempertimbangkan perkembangan teknologi dan informasi bidang
kesehatan seiring dengan fenomena globalisasi berdasarkan paradigma sehat.

Dalam penyelenggaraan Sistem Kesehatan Nasional (SKN), salah satu


sub sistem adalah sub sistem SDM Kesehatan yang merupakan bentuk dan cara
penyelenggaraan upaya pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan
yang meliputi upaya perencanaan, pengadaan, pendayagunaan, serta
pembinaan dan pengawasan SDMK Kesehatan untuk mendukung
penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna mewujudkan derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya. Tujuan dari penyelenggaraan sub sistem
SDM Kesehatan adalah tersedianya SDM Kesehatan yang kompeten sesuai
kebutuhan yang terdistribusi secara adil dan merata serta didayagunakan

PERENCANAAN KEBUTUHAN SDM KESEHATAN 2018 1


SDM Kesehatan menjadi salah satu sumber daya dibidang kesehatan
yang sangat strategis. Kurangnya tenaga kesehatan, baik jumlah, jenis dan
distribusinya menimbulkan dampak terhadap rendahnya akses masyarakat
terhadap pelayanan kesehatan berkualitas. Ketersediaan, penyebaran dan
kualitas SDM kesehatan yang belum optimal menjadi isu dalam pengelolaan
SDM Kesehatan. Dengan demikian tantangan SDM Kesehatan saat ini dan
masa depan adalah persebaran penempatan, peningkatan kualitas SDM
Kesehatan, termasuk didalamnya pengembangan dan Peningkatan kualitas
pendidikan tenaga kesehatan, pengembangan sistem insentif tenaga kesehatan ,
serta meningkatkan sinkronisasi antara produksi dengan kebutuhan.

B. KEBIJAKAN

1. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan


Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, dintyatakan bahwa kesehatan
merupakan urusan wajib yang harus diselenggarakan oleh pemerintah
daerah, provinsi dan kabupaten/kota
2. PP 38 tahun 2007 mengamanatkan bahwa tugas Kementerian Kesehatan
mengawaal jumlah, jenis, mutu dan penyebaran Sumber Daya Manusia
Kesehatan (SDM Kesehatan) sesuai dengan kebutuhan
3. UU No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan menyatakan bahwa setiap
kegiatan dalam upaya untuk memelihara dan meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dilaksanakan berdasarkan
prinsip non diskriminatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Upaya
pelayanan kesehatan dilakukan dengan mengikutsertakan masyarakat
secara luas yang mencakup upaya promotif, prevenrif, kuratif dan
rehabilitatif secara menyeluruh, berjenjang, terpadu dan
berkesinambungan.

PERENCANAAN KEBUTUHAN SDM KESEHATAN 2018 2


4. UU No.36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan pada pasal 13
Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memenuhi kebutuhan Tenaga
Kesehatan, baik dalam jumlah, jenis, maupun dalam kompetensi secara
merata untuk menjamin keberlangsungan pembangunan kesehatan dan
pada pasal ayat 2 disebutkan Perencanaan Tenaga Kesehatan disusun
secara berjenjang (dimulai dar Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Pemerintah
daerah kabupaten/kota, Pemerintah daerah provinsi, sampai dengan
Pemerintah secara nasional) berdasarkan ketersediaan Tenaga Kesehatan
dan Kebutuhan penyelenggaraan pembangunan dan Upaya Kesehatan
5. Permenkes No 33 Tahun 2015 Tentang Pedoman Penyusunan
Perencanaan Kebutuhan SDM Kesehatan
6. Permenkes Nomor 56 Tahun 2015 Tentang Klasifikasi dan perizinan
Rumah Sakit; dan Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas
mencantumkan standar kebutuhan SDM Kesehatan sehingga dapat
disusun peta kebutuhan SDM Kesehatan di Rumah Sakit dan di
Puskesmas
7. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 yang menyatakan bahwa
kesehatan merupakan pelayanan dasar yang menjadi urusan pemerintah
konkurn yang bersifat wajib, artinya bahwa kesehatan menjadi urusan
pemerintahan yang dibagi antara Pemerintah Pusat dan daerah
kabupaten/kota.

C. MASALAH

1. Pendistribusian tenaga kesehatan yang tidak merata


2. Ada sebagian tenaga kesehatan telah mengalami kelebihan seperti
Tenaga perawat dan bidan.
3. Kebutuhan tenaga Kesehatan Menurut StandarKetenagaan Minimal
(SKM) masih sangat kurang diantaranya dokter gigi,
apoteker,gizi,kesehatan lingkungan, kesehatan masyarakat, analis, tenaga
teknis kefarmasian serta tenaga rekam medis.

PERENCANAAN KEBUTUHAN SDM KESEHATAN 2018 3


D. KEADAAN SDM KESEHATAN

SDM Kesehatan menjadi salah satu sumber daya dibidang kesehatan


yang sangat strategis. Kurangnya tenaga kesehatan baik jumlah, jenis dan
distribusinya menimbulkan dampak terhadap rendahnya akses masyarakat.

terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. Ketersediaan, penyebaran dan


kualitas SDM Kesehatan belum optimal menjadi isu dalam pengelolaan SDM
Kesehatan. Gambaran keadaan tenaga kesehatan menunjukkan masih besarnya
ketidakseimbangan distribusi antar wilayah provinsi. Di tingkat daerah
masalah ketidakseimbangan distribusi tenaga kesehatan juga terjadi antar
kabupaten dan antar fasilitas pelayanan kesehatan. Hal ini ditandai dengan
masih ada sekitar 2 puskesmas yang tidak mempunyai dokter. Dengan
demikian tantangan SDM Kesehatan saat ini dan masa depan adalah
persebaran penempatan, peningkatan kuyalitas SDM kesehatan, termasuk
didalamnya pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan tenaga
kesehatan, pengembangan sistem insentif tenaga kesehatan serta meningkatkan
sinkronisasi antara produksi dan kebutuhan. Perencanaan Kebutuhan SDMK
adalah proses sistematis dalam upaya menetapkan jumlah, jenis, dan
kualifikasi SDMK yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi suatu wilayah dalam
rangka mencapai tujuan pembangunan [Link] kebutuhan
SDMK dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan pembangunan kesehatan,
baik lokal, nasional maupun global dan memantapkan komitmen dengan unsur
terkait lainnya. Masalah-masalah yang sering ditemukan terkait perencanan
kebutuhan SDMK antara lain :

1. Adanya penafsiran yang berbeda oleh pemangku kepentingan yang terkait


dengan para perencana SDMK di daerah terhadap kebijakan-kebijakan
perencanaan kebutuhan SDM

2. Belum optimalnya kapasitas para perencana SDMK dalam merencanakan


kebutuhan SDMK di berbagai tingakatan administrasi pemerintahan.

PERENCANAAN KEBUTUHAN SDM KESEHATAN 2018 4


3. Perencanaan SDMK masih kurang didukung sistem informasi manajemen
SDMK yang terintegrasi antar pemangku kepentingan.

4. Tim perencana SDMK di daerah belum berfungsi secara optimal dalam


perencanaan kebutuhan SDMK.
5. Pembinaan perencanaan SDMK secara berjenjang kurang terintegrasi dan
belum berkesinambungan.

6. Implementasi perencanaan SDMK kurang didukung dengan kebijakan


lokal baik kebijakan pemerintah daerah kabupaten maupun pemerintah
daerah provinsi.

Untuk itu diperlukan suatu pedoman yang dapat dijadikan acuan dalam
menyusun dokumen perencanaan kebutuhan SDMK di tingkat institusi,
kabupaten, provinsi dan nasional sehingga diperoleh dokumen perencanaan
kebutuhan SDMK yang berjenjang dengan pendekatan “Perencanaan dari
bawah”.Perencanaan Kebutuhan SDMK bertujuan untuk menghasilkan
rencana kebutuhan SDMK yang tepat meliputi jenis, jumlah, dan kualifikasi
sesuai kebutuhan organisasi berdasarkan metode perencanaan yang sesuai
dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan.

Sedangkan Periodesasi kebutuhan SDMK disusun secara periodik


dengan jangka waktu 1 (satu) tahun untuk perencanaan kebutuhan jangka
pendek dan jangka panjang waktu 5 (lima) atau 10 (sepuluh) tahun untuk
perencanaan kebutuhan jangka menengah.

Perencanaan Kebutuhan SDMK adalah proses sistematis dalam upaya


menetapkan jumlah, jenis, dan kualifikasi SDMK yang dibutuhkan sesuai
dengan kondisi suatu wilayah dalam rangka mencapai tujuan pembangunan
[Link] kebutuhan SDMK dilakukan dengan menyesuaikan
kebutuhan pembangunan kesehatan, baik lokal, nasional maupun global dan
memantapkan komitmen dengan unsur terkait lainnya. Masalah-masalah yang
sering ditemukan terkait perencanan kebutuhan SDMK antara lain :

5. Adanya penafsiran yang berbeda oleh pemangku kepentingan yang terkait


dengan para perencana SDMK di daerah terhadap kebijakan-kebijakan
perencanaan kebutuhan SDM

PERENCANAAN KEBUTUHAN SDM KESEHATAN 2018 5


6. Belum optimalnya kapasitas para perencana SDMK dalam merencanakan
kebutuhan SDMK di berbagai tingakatan administrasi pemerintahan.

7. Perencanaan SDMK masih kurang didukung sistem informasi manajemen


SDMK yang terintegrasi antar pemangku kepentingan.

8. Tim perencana SDMK di daerah belum berfungsi secara optimal dalam


perencanaan kebutuhan SDMK.
7. Pembinaan perencanaan SDMK secara berjenjang kurang terintegrasi dan
belum berkesinambungan.

8. Implementasi perencanaan SDMK kurang didukung dengan kebijakan


lokal baik kebijakan pemerintah daerah kabupaten maupun pemerintah
daerah provinsi.

Untuk itu diperlukan suatu pedoman yang dapat dijadikan acuan dalam
menyusun dokumen perencanaan kebutuhan SDMK di tingkat institusi,
kabupaten, provinsi dan nasional sehingga diperoleh dokumen perencanaan
kebutuhan SDMK yang berjenjang dengan pendekatan “Perencanaan dari
bawah”.Perencanaan Kebutuhan SDMK bertujuan untuk menghasilkan
rencana kebutuhan SDMK yang tepat meliputi jenis, jumlah, dan kualifikasi
sesuai kebutuhan organisasi berdasarkan metode perencanaan yang sesuai
dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan.

Sedangkan Periodesasi kebutuhan SDMK disusun secara periodik


dengan jangka waktu 1 (satu) tahun untuk perencanaan kebutuhan jangka
pendek dan jangka panjang waktu 5 (lima) atau 10 (sepuluh) tahun untuk
perencanaan kebutuhan jangka menengah.

PERENCANAAN KEBUTUHAN SDM KESEHATAN 2018 6


BAB II

TUJUAN

A. Tujuan

SDM Kesehatan menjadi salah satu sumberdaya dibidang kesehatan yang sangat
strategis. Kurangnya tenaga kesehatan baik jumlah, jenis dan distribusinya
menimbulkan dampak terhadap rendahnya akses masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan berkualitas. Ketersediaan, penyebaran dan kualitas SDM Kesehatan
yang belum optimal menjadi isu dalam pengelolaan SDM Kesehatan. Dengan
demikian tantangan SDM kesehatan saat ini dan masa depan adalah persebaran
penempatan, peningkatan kualitas SDM Kesehatan, termasuk didalamnya
pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan tenaga Kesehatan.

Sedangkan tujuan dari pembuatan dokumen rencana kebutuhan tahunan SDM


Kesehatan antara lain :

1. Memberikan gambaran singkat tentang ketersediaan SDM Kesehatan


menurut jenis dan jumlahnya di Fasiltas kesehatan .

2. Memberikan gambaran kecukupan jenis dan jumlah SDM Kesehatan


dibandiingkan dengan hasil perhitungan perencanaan kebutuhan SDM
Kesehatan dengan menggunakan metode ABK Kesehatan dan Standar Minimal
Ketenagaan.

3. Menjadi acuan dalam upaya pemenuhan kebutuhan SDM kesehatan melalui


PNS, penugasan khusus, kontrak, pendelegasian kewenangan kepada tenaga
dengan kualifikasi lebih rendah (task shifting) atau model pendayagunaan.

4. Menjadi acuan dalam meningkatkan pemerataan SDM Kesehatan

5. Menjadi acuan dalam meningkatkan mutu SDM Kesehatan

6. Menjadi acuan dalam penyesuaian kapasitas pendidikan tenaga Kesehatan

PERENCANAAN KEBUTUHAN SDM KESEHATAN 2018 7


B. Ketersediaan Sdmk Perjenis

Tabel 2.1

Keadaan SDM Kesehatan di Puskesmas Megang Sakti

No. Jenis SDMK Dinas Kesehatan

PNS PTT Pusat Lainnya Jumlah

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1 Dokter Umum 1 0 0 1

2 Dokter Gigi 0 0 0 0

3 Perawat 22 0 12 34

4 Bidan 15 0 18 33

5 Kesmas 2 0 1 3

6 Farmasi 0 0 0 0

7 Perawat Gigi 1 0 2 3

8 Sanitarian 0 0 0 0

9 Gizi 2 0 0 2

10 Analis Kes 1 0 0 1

Jumlah 50 0 34 84

PERENCANAAN KEBUTUHAN SDM KESEHATAN 2018 8


BAB III

KEADAAN SDM KESEHATAN

A. Keadaan Umum

UPT Puskesmas Megang Sakti merupakan salah satu Puskesmas yang berada di
wilayah Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas Propinsi Sumatera
Selatan. Kecamatan ini memiliki luas wilayah sebesar 39.977, 66 ha/km2 dan batas
wilayah berbatasan dengan :

 Utara : Kecamatan Karang Dapo


 Selatan : Kecamatan Purwodadi
 Timur : Kecamatan Muara Kelingi
 Barat : Kecamatan [Link] dan Karang jaya.
Sedangkan wilayah kerja Puskesmas Megang Sakti terdiri dari 15 Desa/Kelurahan
dengan luas wilayah kerja 28.849,29 Ha/Km2.

I. JARAK TEMPUH (ORBITASI)


 Puskesmas Megang Sakti terletak di pusat Kecamatan Megang Sakti
 Jarak tempuh Puskesmas Megang Sakti ke Ibu Kota Kabupaten Musi
Rawas (Muara Beliti) ± 56 km dengan waktu tempuh ± 1 (satu) jam
perjalanan darat menggunakan kendaraan bermotor roda dua / empat
 Waktu tempuh rata-rata masyarakat desa ke Puskesmas :
Terdekat : ± 1 (satu) menit
Terjauh : ± 45 (empat puluh lima) menit

II. JALUR TRANSPORTASI

Jalur transportasi dari desa ke Puskesmas Megang Sakti sebagian besar


beraspal dan sisanya berkoral yang dapat ditempuh oleh kendaraan roda dua
maupun roda empat.

PERENCANAAN KEBUTUHAN SDM KESEHATAN 2018 9


III. DATA SARANA DAN PRASARANA PUSKESMAS

Lokasi bangunan Puskesmas Induk Megang Sakti Kecamatan Megang Sakti


berada terpisah di dua tempat. Puskesmas Megang Sakti Unit Rawat Jalan terletak di
tepi jalan raya pusat Kecamatan Megang Sakti. Sedangkan Puskesmas Megang
Sakti Unit Rawat Inap yang juga berada ditepi jalan raya terletak ± 600 (enam ratus)
meter dari Puskesmas Induk tepatnya dibelakang kantor Camat Megang Sakti,
dimana juga terdapat bangunan rumah medis meliputi 1 unit rumah dokter umum), 1
unit rumah dokter gigi dan perumahan paramedis yang berjumlah 4 unit. Bangunan
yang berada diwilayah kerja meliputi Puskesmas Pembantu (Pustu), Pos Kesehatan
Desa (Poskesdes) dan Pondok Bersalin Desa (Polindes).

IV. KENDARAAN

Puskesmas Induk Megang Sakti mempunyai 4 unit kendaraan roda empat


(3 baik,: 1 rusak berat) dan 5 unit kendaraan roda dua (3 masih baik ; 2 lagi tidak
layak pakai).

V. SUMBER ENERGI LISTRIK

Listrik merupakan kebutuhan pokok rakyat, baik untuk keperluan rumah


tangga maupun industri. Sebagian besar sumber penerangan utama yang digunakan
di Megang Sakti yaitu sumber listrik PLN.

VI. TELEKOMUNIKASI

Sarana telekomunikasi berupa telepon seluler dan surat

PERENCANAAN KEBUTUHAN SDM KESEHATAN 2018 10


Tabel 1.1

Jumlah Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Megang Sakti

No Fasiltas Pealayan Keshatan Jumlah

1 Puskesmas Rawat Jalan 1 Unit

2 Puskesmas Rawat Inap 1 Unit

3 Poskesdes .6 Unit

4 Puskesmas pembantu 7 Unit

5 Polindes 7 Unit

6 Klinik swasta 0 Unit

PERENCANAAN KEBUTUHAN SDM KESEHATAN 2018 11


Tabel.1.2
Keadaan SDM
Kesehatan Puskesmas Megang sakti

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa jumlah tenaga kesehatan di


Puskesmas Megang Sakti adalah 84 orang yang terdiri dari tenaga PNS sebanyak
50 orang dan tenaga non PNS sebanyak 34 orang. Adapun tenaga kesehatan yang
masih dibutuhkan adalah Tenaga Kesling karena tenaga kesling menjadi KUPT
dan Apoteker, namun saat ini tenaga Apoteker masih bisa digantikan oleh tenaga
D3 Farmasi.

BAB IV

RENCANA KEBUTUHAN SDM KESEHATAN

PERENCANAAN KEBUTUHAN SDM KESEHATAN 2018 12


Perencanaan Kebutuhan SDMK dilakukan dengan menyesuaikan
kebutuhan pembangunan kesehatan, baik lokal, nasional maupun global dan
memantapkan komitmen dengan unsur terkait lainnya. SDMK merupakan
komponen yang sangat penting dalam penyelenggaraan semua urusan
pembangunan kesehatan. Manajemen SDMK yang baik harus diawali dengan
sebuah perencanaan SDMK yang baik pula. Untuk itu diperlukan suatu pedoman
yang dapat dijadikan acuan dalam penyususnan Dokumen perencanaan kebutuhan
SDMK di Tingkat Institusi, kabupaten, provinsi dan nasional, sehingga diperoleh
dokumen perencanaan kebutuhan SDMK yang berjenjang dengan pendekatan
“perencanaan dari bawah” (bottom up planning) dan disesuaikan dengan kondisi
serta kebutuhan wilayah masing-masing.

A. Metode Perhitungan Kebutuhan SDM Kesehatan

Dalam melaksanakan bantuan teknis dan fasilitasi, maka diberikan


kemampuan untuk menghitung kebutuhan SDMK dengan menggunakan
beberapa metode perencanaan kebutuhan SDMK yakni :

1. Analisa Beban Kerja(ABK) merupakan metode untuk mengetahui


kebutuhan riil pegawai (jenis dan Jumlah) disuatu unit organisasi yang
dilakukan secara sistematis untuk menjalankan fungsi suatu organisasi,
diperolehnya kebutuhan riil yang dilakukan dengan cara merinci seluruh
kegiatan/aktivitas yang dilakuakan dalam suatu unit kerja atau perjenis
kategori SDM (jabatan), perhitungan ABK dilakukan menggunakan
software/aplikasi. ABK mampu menghitung kebutuhan SDM saat ini dan
masa yang akan datang. ABK juga mampu mengidentifikasi seberapa
besar beban kerja SDM. Mampu melihat apakah SDM bekerja sesuai
dengan kompetensinya. Mampu menyesuaikan jumlah SDM dalam unit
kerja/organisasi agar sesuai dengan beban kerja. Sebagai bahan
penataan/penyempurnaan struktur organisasi. Sebagai bahan

PERENCANAAN KEBUTUHAN SDM KESEHATAN 2018 13


penyempurnaan sistem dan prosedur kerja, menyediakan data yang lebih
akurat bagi perencanaan kebutuhan SDM dan penataan SDM
(pengadaan/produksi, pemenuhan, redistribusi, pendidikan dan pelatihan)

2. Metode Standar Ketenagaan Minimal, untuk perencanaan kebutuhan


SDMK bagi fasilitas Pelayanan Kesehatan izin baru atau peningkatan
klasifikasi Fasilitas Pelayanan kesehatan dan Fasilitas Pelayanan
Kesehatan daerah sangat terpencil, terpencil, perbatasan, tertinggal dan
yang tidak diminati. Metode tersebut bermanfaat untuk merencanakan
kebutuhan SDMK baik tenaga kesehatan maupun tenaga non kesehatan
secara cepat, karena sudah tersedia standar ketenagaan minimal sesuai
dengan kelas atau tipe fasyankes bersangkutan. Sedangkan tujuannya
menyusun rencana kebutuhan Minimal SDM Kesehatan di fasyankes
khususnya Rumah Sakit dan Puskesmas.

B. Hasil perhitungan kebutuhan SDMK

1. Tahapan perhitungan Analisa Beban Kerja (ABK)

Analsis kebutuhan pegawai adalah proses yang dilakukan secara logis,


dan teratur berkesinambungan untuk mengetahui jumlah dan kualitas
pegawai yang diperlukan. Analisis dilakukan berdasarkan beban kerja.
Dari Analisis tersebut akan diperoleh jumlah kebutuhan pegawai. Beban
kerja ditetapkan melalui program unit kerja yang selanjutnya dijabarkan
menjadi target pekerjaan untuk setiap jabatan, volume beban kerja
merupakan jumlah satuan hasil pekerjaan selama satu tahun yang dihitung
berdasarkan data pelaksanaan tugas tahun sebelumnya dan perkiraan
beban kerja yang direncanakan. Sedangkan beban kerja merupakan salah
satu aspek yang harus diperhatikan dalam menghitung formasi
kepegawaian juga perlu diperhatikan standar kemampuan rata-rata dan
waktu kerja.

PERENCANAAN KEBUTUHAN SDM KESEHATAN 2018 14


PERENCANAAN KEBUTUHAN SDM KESEHATAN 2018 15

Anda mungkin juga menyukai