0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan6 halaman

Timer dan Counter dalam Pemrograman PLC

Dokumen tersebut membahas konsep timer dan counter pada pemrograman PLC, yang berfungsi untuk melakukan penundaan proses otomasi. Terdapat tiga jenis timer yaitu on-delay, off-delay, dan retentive. Counter berfungsi untuk menghitung kejadian berdasarkan nilai yang telah ditentukan. Dokumen ini juga menjelaskan prinsip kerja dan contoh instruksi timer dan counter pada PLC.

Diunggah oleh

iman sentosa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan6 halaman

Timer dan Counter dalam Pemrograman PLC

Dokumen tersebut membahas konsep timer dan counter pada pemrograman PLC, yang berfungsi untuk melakukan penundaan proses otomasi. Terdapat tiga jenis timer yaitu on-delay, off-delay, dan retentive. Counter berfungsi untuk menghitung kejadian berdasarkan nilai yang telah ditentukan. Dokumen ini juga menjelaskan prinsip kerja dan contoh instruksi timer dan counter pada PLC.

Diunggah oleh

iman sentosa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kegiatan Pembelajaran 3

Pemrograman Timer Dan Counter

A. Konsep Timer dan Counter


Fasilitas Timer dan Counter pada pemrograman PLC merupakan instruksi internal yang
berfungsi untuk melakukan penundaan suatu proses otomasi. Penundaan yang dimaksud
adalah selang waktu antara event (kejadian) dengan event berikutnya.[ CITATION Rus12 \l 1033
]

Timer atau pewaktu berfungsi memberikan selang waktu tertentu pada perubahan sinyal
keluaran terhadap suatu perubahan sinyal di masukan. Sedangkan counter atau penghitung,
juga berfungsi untuk memberi selang waktu tertentu setelah suatu perhitungan event dalam
sistem. Keduanya menyangkut istilah berapa banyak dan berapa lama. Pewaktu mengacu
ke penundaan yang mendasarkan pada berapa lama, sedangkan counter mendasarkan
penundaan pada berapa banyak. Namun keduanya mempunyai kesamaan fungsi yakni
penyisipan tunda (delay) dari suatu kejadian ke kejadian berikutnya. [ CITATION Rus12 \l
1033 ]

Timer dan counter mengaktifkan atau menonaktifkan perankat setelah interval waktu
berakhir dan penghitungan telah mencapai nilai yang telah ditentukan. [ CITATION Bry97 \l
1033 ]

B. Timer

Timer PLC adalah instruksi yang menyediakan fungsi yang sama dengan on-delay dan off-
delay relay timer mekanik. Timer PLC menyediakan waktu tunda yang ditetapkan untuk
tindakan kontrol.
Secara umum, ada tiga jenis PLC timer delay yaitu: Timer ON-delay, Timer OFF-delay dan
Timer retentive.
Timer memulai penghitungan pada interval berbasis waktu dan berlanjut sampai nilai
akumulasi sama dengan nilai preset. Ketika nilai akumulasi sama dengan waktu yang
ditentukan, output akan diberi energi. Kemudian timer mengatur output.

1. Time Base
Penulisan instruksi timer harus memperhartikan basis waktu time-base. Basis waktu
merupakan resolusi atau akurasi dari timer. Jika didinginkan proses tertunda selama 100
detik, maka pemrogram PLC harus memulih suatu aka basis waktu, sehingga perkaian
antara basis waktu dengan angka preset time menghasilkan nilai 100 detik.
Kalau misal basis waktunya adalah 1 detik dan preset time 10, maka timer itu akan
menunda suatu proses 1 kali 10 detik yaitu 10 detik. Preset time disebut juga tick. Tabel
dibawah ini menunjukkan contoh pemberian ticks atau preset time pada timer.
Tabel 4.1 Perhitungan waktu pada timer
Sumber : [ CITATION Rus12 \l 1033 ]

2. Instruksi On-Delay Timer (TON)


Timer jenis ini akan menghitung waktu ketika sinyal masukan di Timer berlogika “1”.
Jika akumulasi waktu dari timer sama dengan atau lebih besar dari nilai preset (preset
value), maka output timer akan berubah dari logika “0” ke logika 1. Keluaran timer
akan otomatis berubah kembali kelogika “0”, jika sinyal masukan berubah dari logika
“1” ke logika “0”.

Gambar 4.1 Prinsip operasi On-delay


Sumber: [ CITATION Pet11 \l 1033 ]

Gambar 4.2 Instruksi On Delay


Sumber: [ CITATION Pet11 \l 1033 ]

Penjelasan gambar diatas sebagai berikut:


Timer number : Nama file timer
Time base : Time base
Preset value : Nilai penundaan yang diset
Accumalated value : Akumulasi waktu yang ditunjukkan dimulai dari 0. Nilai akan
berubah menjadi 0 ketika timer di reset

3. Instruksi Off-Delay Timer (TOF)


Pengertian Off-Delay sebetulnya sederhana. Setiap kali kejadian berlogika 0, maka
proses tidak segera berhenti. Namun menunggu selang waktu tertentu baru proses
berhenti.

Gambar 4.3 Prinsip operasi Off-delay


Sumber: [ CITATION Pet11 \l 1033 ]

Gambar 4.4 Instruksi Off Delay


Sumber: [ CITATION Pet11 \l 1033 ]

Penjelasan gambar diatas sebagai berikut:


Timer number : Nama file timer
Time base : Time base
Preset value : Nilai penundaan yang diset
Accumalated value : Akumulasi waktu yang ditunjukkan dimulai dari 0. Nilai akan
berubah menjadi 0 ketika timer di reset
C. Counter

Counter adalah instruksi PLC yang menambah (menghitung maju) atau mengurangi
(menghitung mundur) nilai angka integer disebabkan oleh transisi bit dari 0 ke 1 ("false" ke
"true"). Instruksi Counter pada tersedia dalam dua tipe dasar: Count-up counter, count-
down counter
1. Count up Counter (CTU)
Count-up adalah menambah (menghitung maju) akan mengakibatkan jumlah akumulasi
bertambah 1 setiap kali ada transisi FALSE to TRUE ke input “CU”. Setiap kali ada
nilai TRUE yang masuk ke dalam input “CU”maka Counter akan bekerja dan Current
Value (CV) akan menunjukkan nilai. Output Counter akan aktif ketika nilai CV lebih
besar atau sama dengan nilai PV ( Q aktif jika CV≥PV)

Gambar 4.4 D. Tangga Count-up Counter


Sumber: [ CITATION Pet11 \l 1033 ]

2. Count down Counter


Count-down Counter beroperasi dengan cara yang berlawanan dengan count-up CTU.
Counter CTD akan menyebabkan akumulasi jumlah menurun bukannya bertambah satu
setiap kali ada transisi FALSE-to-TRUE ke input.

Gambar 4.5 D. Tangga Count-down Counter


Sumber: [ CITATION Pet11 \l 1033 ]
Referensi

Bolton, W. (2006). Programmable Logic Controllers. Burlington: Elsevier.

Bryan, L. A., & Bryan, E. A. (1997). Programmable Controllers, Theory and Implementation. Marietta,
Georgia: Industrial Text Company.

Petruzella, F. D. (2011). Programmable Logic Controllers. New York: McGraw-Hill.

Rauh, B., & Kaltwasser, S. (1990). Programmable Logic Controllers. Teacher Edition. Stillwater, Oklahom:
id-America Vocational Curriculum Consortium, Inc.

Rusdi, M. (2012). Pengantar Analisa dan Desain Programmable Logic Controller. Malang: Universitas
Brawijaya Press.

Anda mungkin juga menyukai