PENGARUH IMPLEMENTASI
PERATURAN BUPATI PASURUAN NOMOR 21 TAHUN 2016
TERHADAP PENGEMBANGAN MADRASAH DINIYAH
TAKMILIYAH RIYADHUL JINAN
DI BEJI KABUPATEN PASURUAN
Proposal Tesis
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Penyusunan Tesis Program
Program Sarjana Strata Dua
Oleh :
.................................
NIM: .......................
PROGRAM STUDI ..........................................
PASCASARJANA UNIVERSITAS SUNAN GIRI SURABAYA
TAHUN 2021
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING
PROPOSAL TESIS
Hal : Ujian Proposal Tesis
a.n. .............................
Kepada Yang Terhormat
Bapak Direktur Pascasarjana
Universitas Sunan Giri Surabaya
Assalamu’alaikum wr. wb.
Setelah memeriksa dengan cermat, dan telah diadakan perbaikan
seperlunya sesuai petunjuk dan arahan, maka saya menyetujui bahwa Proposal
Tesis saudara:
Nama : ……………………………………………….
Tempat, Tgl Lahir : ……………………………………………….
Program Studi : ……………………………………………….
NIM / NIRM : ……………………………………………….
Judul Tesis : pengaruh implementasi peraturan Bupati Pasuruan
nomor 21 tahun 2016 terhadap pengembangan Madrasah
Diniyah Takmiliyah Riyadhul Jinan di Beji Kabupaten
Pasuruan
Telah memenuhi syarat untuk diajukan dalam Ujian Proposal Tesis
Program Pascasarjana Universitas Sunan Giri Surabaya. Untuk Ini kami
mengharapakan agar dapat segera diujikan.
Atas perhatian Bapak, kami sampaikan terima kasih.
Wassalamu’alaikum. wr. wb.
Disetujui di : Sidoarjo
Pada tanggal : …………….. 2020
Mengetahui
Dosen Pembimbing
_____________________________________
PROPOSAL TESIS
PENGARUH IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI PASURUAN
NOMOR 21 TAHUN 2016 TERHADAP PENGEMBANGAN MADRASAH
DINIYAH TAKMILIYAH RIYADHUL JINAN DI BEJI KABUPATEN
PASURUAN
Nama : ........................
NIM : ........................
Program Studi : ........................
Fakultas : ........................
Penguji I, Penguji II,
........................................................ ........................................................
Diterima dan disetujui
Pada tanggal, ………....
Ketua Program Studi ......................,
.....................................................(nama terang).
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat
dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Proposal Tesis
yang berjudul “pengaruh implementasi peraturan Bupati Pasuruan nomor 21 tahun
2016 terhadap pengembangan Madrasah Diniyah Takmiliyah Riyadhul Jinan di
Beji Kabupaten Pasuruan”. Penulisan Tesis ini bertujuan untuk memenuhi salah
satu syarat memperoleh gelar Magister pada Program Pascasarjana Universitas
Sunan Giri Surabaya.
Sehubungan dengan selesainya Tesis ini, penulis menyampaikan
penghargaan dan ucapan terima kasih kepada :
1. Bapak .................. selaku Rektor ...............................
2. ..................... selaku Dekan .......................................
3. .................... selaku Kaprodi .................................
4. ...................... selaku pembimbing ...........................
5. Segenap Bapak/Ibu Dosen program Pascasarjana Universitas ..............
6. Ustadz/Ustadzah Madrasah Diniyah Takmiliyah Riyadhul Jinan di Beji
Kabupaten Pasuruan.
7. Seluruh sahabat dan orang-orang yang telah terlibat langsung maupun tidak
langsung yang senantiasa menjadi bagian cerita perjalanan penulis hingga
sampai titik ini.
Ibarat pepatah “tak ada gading yang tak retak”, penulis menyadari dalam
penyusunan proposal Tesis ini tak luput dari kekurangan. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca untuk
menyempurnakannya agar bisa jadi masukan nantinya dalam penulisan Tesis.
Akhir kata semoga proposal Tesis ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis
dan umumnya bagi pembaca.
Sidoarjo, Agustus 2021
Penulis
.................(nama)
DAFTAR ISI
Halaman judul.................................................................................................................
Halaman Persetujuan......................................................................................................
Halaman Pengesahan .....................................................................................................
Kata Pengantar................................................................................................................
Daftar Isi .........................................................................................................................
Daftar Tabel.....................................................................................................................
Daftar Gambar.................................................................................................................
Abstrak.............................................................................................................................
A. Latar Belakang Masalah......................................................................................1
B. Perumusan Masalah ..........................................................................................10
C. Tujuan Penelitian................................................................................................11
D. Manfaat Penelitian ............................................................................................12
E. Kerangka Teoritik ..............................................................................................13
F. Penelitian Terdahulu...........................................................................................14
G. Hipotesis.............................................................................................................14
H. Kerangka Konseptual........................................................................................14
I. Metode Penelitian................................................................................................14
J. Sistematika Bahasan............................................................................................14
K. Daftar Kepustakaan............................................................................................14
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Nilai Skala Likert.........................................................................................72
Tabel 3.2 Interprestasi Koefisien Korelasi....................................................................79
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Desain Penelitian ............................................................................61
Gambar 3.2 Model analisis regresi Sederhana.....................................................65
Gambar 3.3 Daerah Kritis H0 Melalui Kurva Distribusi F..................................81
Gambar 3.4 Daerah Kritis H0 Melalui Kurva Distribusi t....................................82
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Implementasi Peraturan Bupati Pasuruan
Nomor 21 Tahun 2016 Terhadap Pengembangan Madrasah Diniyah Takmiliyah
Riyadhul Jinan di Beji Kabupaten Pasuruan” dimana penelitian ini dilatar bekangi
oleh kebijakan-kebijakn pemerintah dalam bentuk Peraturan Bupati Pasuruan
Nomor 21 tahun 2016 diimplementasikan sebagai pengembangan Madrasah
Diniyah dan dalam proses implementasi diharapkan akan muncul suatu keluaran
yaitu hasil segera (effect) dan dampak akhir (impact). Dari hal tersebut dapat
diketahui bahwa selama pasca penetapan kebijakan tersebut kurang lebih selama 5
tahun secara tidak langsung untuk menganalisis apakah ada pengaruh antara
Implementasi Peraturan Bupati Pasuruan Nomor 21 Tahun 2016 Terhadap
Pengembangan Madrasah Diniyah Takmiliyah khususnya pada lembaga MDT
Riyadhul Jinan di Beji Kabupaten Pasuruan.
Kata Kunci : Implementasi Peraturan bupati dan Pengembangan Madrasah
Diniyah.
ABSTRACT
This study entitled "The Effect of Implementing Pasuruan Regent
Regulation No. 21 of 2016 on the Development of the Riyadhul Jinan Diniyah
Madrasah in Beji, Pasuruan Regency". where this research is based on
government policies in the form of Pasuruan Regent Regulation Number 21 of
2016 which is implemented as the development of Madrasah Diniyah and in the
implementation process it is hoped that an output will appear, namely immediate
resultscand final impact. From this, it can be seen that during the post-stipulation
of the policy for approximately 5 years indirectly to analyze whether there is an
influence between the Implementation of Pasuruan Regent Regulation Number 21
of 2016 on the Development of Takmiliyah Diniyah Madrasah, especially at the
Riyadhul Jinan MDT institution in Beji, Pasuruan Regency.
Keywords: Implementation of Regent's Regulations and Development of
Madrasah Diniyah.
PROPOSAL TESIS
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan Islam merupakan salah satu disiplin ilmu yang memadukan
nilai-nilai Humanistik, ketuhanan dan hukum-hukum alam. Pendidikan agama
Islam adalah usaha sadar yakni suatu bimbingan, pengajaran atau latihan yang
dilakukan secara berencana dan sadar atas tujuan yang hendak dicapai. 1
Dimensi ini menjadikan pendidikan islam sebagai sumbu dan poros nilai yang
tidak dapat diragukan keabsahannya dan efektifitas manusia yang paripurna.
Dengan demikian pendidikan Islam tidak berdiri sendiri akan tetapi perlu
dukungan oleh ilmu-ilmu utamanya yang bersifat praktis.
Salah satu pendidikan islam yang mempunyai mutu bagus haruslah
mempunyai orientasi pada masa depan yang baik serta mampu mendeteksi dan
menterjemahkan gejala pergeseran sosial baik sekarang maupun yang akan
datang. Selain hal tersebut pendidikan Islam pula haruslah mampu membuat
langkah-langkah yang strategis, mampu memanfaatkan perubahan baik masa
sekarang atau masa depan serta meminimalisir dari dampak negatif dari
perubahan-perubahan tersebut.2
Sebagai lembaga institusi dari pendidikan Islam yang bermasyarakat
yakni Madrasah Diniyah juga punya peran di dalam proses belajar ajaran islam
dan tradisi ataupun adat keagamaan dalam sebuah kelompok masyarakat.
Madrasah diniyah melestarikan kelangsungan pendidikan islam dan nilai-nilai
1
Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam, (remaja Rosda Karya : Bandung, 2004) h.76
2
Mujamil Qomar, Menggagas Pendidikan Islam,(Jakarta: Remaja Rosdakarya, 2014 ), hlm. 145
1
moral atau etika keislaman bagi masyarakat. 3 Sebagai bagian dari lembaga
pendidikan Islam Madrasah Diniyah dalam waktu yang cukup lama tentu saja
telah memiliki peranan tersendiri dalam membentuk suatu peradaban bangsa
dan juga berperan secara signifikan dalam membentek moral dan mental
generasi bangsa, tetapi sampai saat ini belum mendapat pengakuan yang layak
sebagai sebuah lembaga pendidikan. Kebijakan pemerintah sendiri terhadap
Madrasah Diniyah masih dianggap sebagi kebijakan sepihak yang masih
tertinggal oleh keinginan pemerintah sehingga pelaksanaannya di masyarakat
mengalami banyak mengalami kendala. Pemerintah sendiri juga masih
mengucilkan Madrasah Diniyah dari segi anggaran dana, tenaga pendidik,
fasilitas pendidikan dan dukungan sumber belajar serta manajemen. 4 Belum
terlihat adanya usaha serius dalam menangani Madrasah Diniyah dari segi
sistem pendidikan nasional.
Memang pada dasarnya pemerintah telah memberikan ruang dalam
rangka untuk meningkatkan kualitas terleselenggaranya Madrasah Diniyah. Hal
tersebut seiring dengan adanya perkembangan dan tuntutan pada sistem
Undang-Undang, yaitu : UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, yang selanjutnya ditindak lanjuti dengan PP No. 55 Tahun 2007
tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. Di dalam PP 55 tahun
2007 menyebutkan bahwa Madrasah Diniyah sebagai satu bentuk pendidikan
keagamaan Islam dapat diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan
3
Husni Rohim, Arah Baru Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Logos Wacana Ilmu. 2001
4
Badrudin, Jakarta, Madrasah Diniyah dalam politik Pendidikan Di Indonesia, (Disertaasi) (UIN
Syarif Hidaytulloh, 2009), hlm. 241
2
informal.5 Namun, kebijakan tersebut masih terasa susah untuk dilaksanakan
karena masih membutuhkan adanya PM (Peraturan Menteri) lebih lanjut lagi
untuk mendetailkan PP tersebut. Selanjutnya PMA yang mengatur Madrasah
Diniyah baru bisa dikeluarkan yakni pada tahun 2014, dengan keluarnya PMA
no 13 tahun 2014 tersebut yakni tentang Pendidikan Keagamaan Islam dan jika
diukur dari UUSPN no 20 tahun 2003 hingga 2014 yang mana notabenenya
baru muncul Peraturan Menteri Agama yang mengatur Madrasah Diniyah, hal
tersebut menunjukkan bahwa kebijakan terhadap lembaga pendidikan
keagamaan yakni masih tergolong sangat lambat.
Akan tetapi, mengacu pada pada perkembangan Madrasah Diniyah yang
ada di Kabupaten Pasuruan. Dalam 3 tahun yakni dari Tahun 2017 hingga
tahun 2020, tercatat pada tahun 2017 jumlah madarasah diniyah mencapai 107
Madrasah Diniyah yang terlegalitas. Pada tahun 2018, setidaknya terdapat 134
Madin baru yang terlegalitas, serta tahun pada tahun 2019 yang terlegalitas
sebanyak 21 Madrasah Diniyah.6 Pengembangan Madrasah Diniyah di
Kabupaten Pasuruan merupakan kehendak masyarakat Pasuruan yang sangat
kuat serta pemerintah, maka Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam
penyusunan kebijakan pembangunan telah menetapkan kebijakan tentang
pengembangan Madrasah Diniyah yakni dalam bentuk program peningkatan
kualitas guru Madrasah Diniyah dan BPPDGS (Bantuan Penyelenggaraan
Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta). Perumusan tersebut dilakukan dengan
5
PP No. 55 tahun 2007, BAB I, Pasal 14 ayat (2)
6
[Link]
terlegalitas”. PEMKAB Pasuruan, 2019
3
melibatkan berbagai elemen masyarakat Kabupaten Pasuruan melalui
musyawarah-musyawarah baik formal, informal, maupun non formal.7
Selanjutnya dalam kebijakan yang telah ditetapkan oleh Bupati Pasuruan
yakni program Wajib Madin di Kabupaten Pasuruan dimulai tahun ajaran
2016/2017. Program ini juga didasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten
Pasuruan No 4 tahun 2014 yakni tentang penyelenggaraan pendidikan dan
selanjutbya diperkuat dengan Peraturan Bupati Pasuruan No 21 tahun 2016
tentang wajib belajar pendidikan Madrasah Diniyah. Dalam pelaksanaannya
wajib belajar Madrasah dinyah yakni melalui Program fullday school
Kabupaten Pasuruan. Hal tersebut digali dari kearifan dan kultur masyarakat
lokal yang sudah bertahun-tahun menjalankan madrasah diniyah di pesantren-
pesantren maupun surau-surau. Saat program wajib belajar pendidikan
Madrasah Diniyah digulirkan untuk para pelajar sekolah umum pada Dinas
Pendidikan dan Kemenag tidak mengalami kesulitan. Hal tersebut dikarenakan
mendapat sambutan positif dari para guru, siswa maupun wali murid.8
Selanjutnya kebijakan-kebijakn pemerintah dalam bentuk Peraturan
Bupati Pasuruan Nomor 21 tahun 2016 diimplementasikan sebagai
pengembangan Madrasah Diniyah. Proses implementasi diharapkan akan
muncul suatu keluaran yaitu hasil segera (effect) dan dampak akhir (impact).9
Hasil segera atau akibat jangka pendek yang dihasilkan oleh suatu
7
Faishol, Renny, Taufiq. Implementasi Peraturan Bupati Tentang Wajib Belajar Madrasah
Diniyah Dalam Pengembangan Lembaga MDT. Riyadhul Jinan Pasuruan. Umsida, Proceeding of
The ICECRS Vol 6 (2020)
8
Faishol, Renny, Taufiq. Implementasi Peraturan ................................... .2018
9
Mursiyam, Undri. Strategi Pengembangan Pendidikan Madrasah Diniyah Salafiyah Al Ittihaad
Kelurahan Pasir Kidul Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas. Purwokerto, IAIN. 2018
4
implementasi kebijakan, sedangkan dampak kebijakan adalah sejumlah akibat
yang dihasilkan oleh implementasi kebijakan melalui proses jangka panjang.
Hasil segera dan dampak yang ditimbulkan akan sangat berguna untuk menilai
implementasi dari suatu kebijakan. Proses implementasi kebijakan publik baru
dapat dimulai apabila tujuan-tujuan kebijakan publik telah ditetapkan,
program-program telah dibuat, dan dana telah dialokasikan untuk pencapaian
tujuan kebijakan tersebut.
Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Riyadhul Jinan adalah salah satu
lembaga pendidikan Islam yang berada di wilayah Kecamatan Beji Kabupaten
Pasuruan, yang melakukan implementasi Peraturan Bupati Pasuruan Nomor 21
tahun 2016 tentang wajib belajar pendidikan madrasah diniyah. Adapun MDT
Riyadhul Jinan sendiri berada dibawah naungan Yayasan Nailal Amanie
Sidoarjo. Yayasan ini sudah berusia 25 tahun. Didirikan tahun 1994 dan
sampai saat ini sudah mempunyai 5 cabang yang tersebar di wilayah Surabaya,
Sidoarjo dan Pasuruan. Dalam pengembangannya, Yayasan Nailal Amanie
fokus bergerak dalam dunia pendidikan agama Islam, meliputi Pondok
Pesantren, Madin, TPQ dan Rumah Tahfidz. Sebagai lembaga non formal,
tentunya MDT. Riyadhul Jinan ini semakin tahun mengalami banyak
perubahan dan kemajuan. Dengan adanya koordinasi dan Monev dari Yayasan
Nailal Amanie serta ditunjang dengan Perbup wajib madin dan kontrol dari
FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah) kecamatan Beji, menjadikan
lembaga tersebut semakin maju dan berkembang. Ini membuktikan, bahwa
kemajuan suatu lembaga tidak terlepas dari peran individual semata, namun
5
lebih dari itu ada peran dari pihak lain yang mampu melengkapi dan
menyempurnakan kekurangankekurangan yang ada.10
Guna melihat lebih jauh tentang dampak implementasi Peraturan Bupati
Pasuruan Nomor 21 tahun 2016 tentang wajib belajar pendidikan madrasah
diniyah dan bagaimana faktor pendukung dan penghambat implementasi maka
penulis akan melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Implementasi
Peraturan Bupati Pasuruan Nomor 21 Tahun 2016 Terhadap Pengembangan
Madrasah Diniyah Takmiliyah Riyadhul Jinan di Beji Kabupaten Pasuruan”.
Dimana berdasarkan uraian sebelumnya penelitian ini ditegaskan bahwa
implementasi peraturan Bupati Pasuruan tersebut yakni pada pembelajaran dan
monitoring yang akan diteliti.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, maka masalah yang dapat dirumuskan dari
penelitian ini, adalah :
1. Adakah pengaruh pada Implementasi Peraturan Bupati Pasuruan Nomor 21
Tahun 2016 Terhadap Pengembangan Madrasah Diniyah Takmiliyah
Riyadhul Jinan di Beji Kabupaten Pasuruan?
2. Seberapa besar pengaruh pada Implementasi Peraturan Bupati Pasuruan
Nomor 21 Tahun 2016 Terhadap Pengembangan Madrasah Diniyah
Takmiliyah Riyadhul Jinan di Beji Kabupaten Pasuruan?
C. Tujuan Penelitian
10
Faishol, Renny, Taufiq. Implementasi Peraturan ....................................... .2018
6
Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah,
sebagai berikut:
1. Untuk menganalisis apakah ada pengaruh pada Implementasi Peraturan
Bupati Pasuruan Nomor 21 Tahun 2016 Terhadap Pengembangan Madrasah
Diniyah Takmiliyah Riyadhul Jinan di Beji Kabupaten Pasuruan.
2. Untuk menganalisis seberapa besar pengaruh pada Implementasi Peraturan
Bupati Pasuruan Nomor 21 Tahun 2016 Terhadap Pengembangan Madrasah
Diniyah Takmiliyah Riyadhul Jinan di Beji Kabupaten Pasuruan.
D. Manfaat Penelitian
Adapun juga hasil penelitian ini diharapkan memiliki manfaat, yakni
sebagai berikut:
1. Secara Teoritis
Hasil dari penelitian ini di harapakan dapat berguna bagi penulis, para guru
sekolah di Madrayah Diniyah Taklimiyah Riyadhul Jinan, para mahasiswa
dan masayarakat untuk menambah wawasan penegetahuan khususnya
tentang pengembangan Madrasah Diniyah. disamping itu, informasi yang
diperoleh dalam penelitian ini diharapkan juga dapat merangsang penelitian
lain untuk meneliti hal-hal yang belum diteliti dalam penelitian ini.
2. Secara Praktis
Hasil dari penelitian ini bagi penulis di harapkan dapat memenuhi tugas
akhir dalam menempuh gelar Magister di Universitas Sunan Giri Surabaya.
Dapat juga dijadikan literatur bagi Madrayah Diniyah Taklimiyah Riyadhul
7
Jinan untuk pengembangan madrasah dan literatur untuk Universitas Sunan
Giri Surabaya serta literatur untuk penulis sendiri.
E. Kerangka Teoritik
Kerangka teoritis adalah identifikasi teori-teori yang dijadikan sebagai
landasan berfikir untuk melaksanakan suatu penelitian atau dengan kata lain
untuk mendiskripsikan kerangka referensi atau teori yang digunakan untuk
mengkaji permasalahan. Tentang hal ini jujun [Link] Sumantri mengatakan
bahwa pada hakekatnya memecahkan masalah adalah dengan menggunakan
pengetahuan ilmiah sebagai dasar argumen dalam mengkaji persoalan agar kita
mendapatkan jawaban yang dapat diandalkan. Dalam hal ini kita
mempergunakan teori-teori ilmiah sebagai alat bantu kita dalam memecahkan
permasalahan.11
Bertitik tolak dari pendapat di atas, maka dalam penelitian ini ada
beberapa teori yang dipaparkan sebagai acuan terhadap permasalahan yang
ada. Adapun teori-teori tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pengertian Implementasi
Menurut Rahmat S. Sokonagoro dalam karangan Jimly Asshiddiqie
Istilah peraturan yang digunakan untuk menyebut hasil kegiatan
pengaturan yang menghasilkan peraturan (regels).12 Hal tersebut
meberitahukan bahwa peraturan adalah perangkat yang berisi patokan dan
ketentuan untuk dijadikan pedoman yang merupakan hasil dari keputusan
11
Jujun [Link]. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, Jakarta: Sinar Harapan, 1978,
h. 316
12
Rahmat S. Sokonagoro. [Link] diakses pada tanggal 3 juli 2021.
8
yang telah disepakati dalam suatu organisasi yang bersifat mengikat,
membatasi dan mengatur dan harus ditaati serta harus dilakukan untuk
menghindari sangsi dengan tujuan menciptakan ketertiban, keteraturan, dan
kenyaman.
2. Pengertian Peraturan Bupati
Peraturan Bupati adalah peraturan perundang-undangan yang bersifat
pengaturan yang ditetapkan oleh Bupati untuk menjalankan perintah
peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi atau dalam
menyelenggarakan kewenangan pemerintah daerah.13 Hal tersebut dapat
berarti bahwa Peraturan Bupati atau disingkat menjadi Perbub adalah
peraturan yang di tetapkan oleh bupati untuk menjalankan atau
mnyelenggarakan kewenangan dari pemerintah daerah sendiri. Megacu dari
hal-hal tersebut yakni pada penelitian ini yakni Peraturan Bupati Pasuruan
nomor 21 tahun 2016 tentang wajib belajar pendidikan Madrasah Diniyah.
3. Perbub Pasuruan Nomor 21 Tahun 2016
Adapun yang akan menjadi dasar ataupun landasan implementasi dalam
penelitian ini adalah Peraturan Bupati Pasuruan Nomor 21 Tahun 2016
tentang Wajib Belajar Pendidikan Madrasah Diniyah yang mana Fungsi
Wajib Belajar Pendidikan Madrasah Diniyah adalah mendalami ilmu-ilmu
agama Islam untuk memahami dan mengamalkan secara baik dan benar. 14
Selanjutnya yang diambil sebagai landasan adalah sebagai berikut:
13
[Link]
Diakses pada tanggal 3 juli 2021.
Perbub Pasuruan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Wajib Belajar Pendidikan Madrasah Diniyah.
14
BAB II Pasal 3.
9
a. Pembelajaran dan Evaluasi
1) Pembelajaran yang diselenggarakan oleh lembaga disesuaikan dengan
jadwal Madrasah Diniyah yang bersangkutan.
2) Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran serta Penilaian hasil
belajar dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3) Waktu pembelajaran wajib Madrasah Diniyah dimulai minimal pukul
14.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB atau waktu yang lain dengan
durasi minimal 4 x 30 menit.15
b. Monitoring dan Evaluasi
1) Monitoring Dan Evaluasi Pendidikan Madrasah Diniyah dilaksanakan
oleh Bidang Pergurag.
2) Dalam pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Bidang Pergurag dapat
melibatkan instansi yang terkait.16
4. Pengertian Madrasah Diniyah Taklimiyah
Lembaga pendidikan Islam yang bernama Diniyah Takmiliyah adalah
Lembaga pendidikan yang mungkin lebih disebut sebagai pendidikan non
formal, yang menjadi lembaga pendidikan pendukung dan menjadi
pendidikan alternatif. Biasanya jam pelajaran mengambil waktu sore hari,
mulai bakda ashar hingga maghrib. Atau, memulai bakda isya’ hingga
sekitar jam sembilan malam. Lembaga pendidikan Islam ini tidak terlalu
perhatian pada hal yang bersifat formal, tetapi lebih mengedepankan pada
isi atau substansi pendidikan.
15
Perbub Pasuruan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Wajib Belajar ............ BAB VI Pasal 10
16
Perbub Pasuruan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Wajib Belajar ............ BAB IX Pasal 13
10
5. Pengertian Pengembangan
Dalam pengertian secara luas pengembangan berarti pola
pertumbuhan dimana perubahan secara perlahan (evolution) ataupun
perubahan secara bertahap. Winardi berpendapat bahwa pengembangan
organisasi adalah tindakan beralihnya suatu organisasi dari kondisi yang
berlaku menuju kondisi yang akan datang menurut yang diinginkan untuk
meningkatkan efektifitas.17 Hal tersebut bahwa tentang perubahan organisasi
merupakan tindakan menyususn kembali komponen organisasi untuk
meningkatkan efektifitas dan efesiensi organisasi. Berdasarkan hal tersebut
penelitian ini berfokus pada Pengembangan Madrasah Diniyah yang mana
menjadi tolak ukur untuk penelitian adalah :
a. Gerakan ke arah pertumbuhan dan ekspansi
Pada saat sistem menjadi lebih komplek dan bergerak untuk melawan
entropy, maka sistem terbuka bergerak ke arah pertumbuhan dan
ekspansi.
b. Keseimbangan antara mempertahankan dan menyesuaikan aktivitas
Sebaliknya aktifitas penyesuaian dibutuhkan agar sistem dapat
menyesuaikan diri dari waktu ke waktu dengan variasi dari permintaan
intern dan ekstern.
Winardi, 2007, Manajemen Perilaku Organisasi , Edisi Revisi, Jakarta, Kencana Prenada Media
17
Group.
11
F. Penelitian Terdahulu
Penelitian sebelumnya merupakan telaah pustaka yang berasal dari
penelitian–penelitian yang sudah pernah dilakukan. Dalam penelitian
sebelumnya ini diuraikan secara sistematis mengenai hasil penelitian yang
didapat oleh peneliti yang terdahulu. Uraian tersebut meliputi persamaan dan
perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan.
Pengambilan penelitian sebelumnya bertujuan untuk mendapatkan bahan
perbandingan dan acuan. Selain, itu, untuk menghindari anggapan kesamaan
dengan penelitian yang akan dilakukan. Maka dalam tinjauan pustaka ini
peneliti mencantumkan hasil penelitian terdahulu. Penelitian-penelitian
terdahulu yang digunakan sebagai acuan tinjauan pustaka peneliti ini adalah
sebagai berikut:
1. Penlitian oleh Undri Mursiyam
Penelitian terdahulu dilakukan oleh Undri Mursiyam, mahasiswa Program
Pascasarjana Pendidikan di IAIN Purwokerto, dengan judul “Strategi
Pengembangan Pendidikan Madrasah Diniyah Salafiyah Ittihaad
Kelurahan Pasir Kidul Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten
Banyumas”. Dengan hasil penelitiannya adalah menunjukkan dari kondisi
intern dapat di identifikasi potensi kekuatannya terletak ikatan erat yang
diperkuat karismatik kepala madrasah Diniyah, kepercayaan masyarakat
sangat tinggi, kurikulum dengan ciri khas yang mementingkan kedalaman
ilmu tafaqquh fi din, optimalisasi sarana prasarana. Sedang potensi yang
perlu diberdayakan inovasi dalam pengembangan oleh pengelola,
12
ketergantungan terhadap peran kepala Madrasah Diniyah, kondisi
lingkungan eksternal. Potensi peluang antara lain masyarakat tingkat
ekonomi menengah dan karakteristik desa budaya gotong royong,
kebersamaan, kekerabatan dan religius masih tetap bertahan, partisipasi
masyarakat tinggi, nilai-nilai aswaja berpengaruh pada pemilihan
pendidikan dan kebijakan pemerintah sebagai payung hukum. Potensi
ancaman pengembangan pendidikan, pelaksanaan lima hari sekolah. PMA
No. 13 tahun 2014 pasal 49 ayat (2), madrasah diniyah mengalami
dilematis. Strategi dari pengembangan pendidikan Madrasah Diniyah
Slafiyah Al Ittihaad terbagi dalam tiga hal yaitu pemenuhan kebututuhan
pendidikan masyarakat, peningkatan proses pembelajaran dalam
membentuk sumber daya manusia yang berkarakter akhalkul karimah dan
peingkatan pengelolaan madrasah.
Persamaan
Adapun persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama meneliti
tentang penegembangan pendidikan Madrasah Diniyah.
Perbedaan
Adapula perbedaan dalam penilitian ini adalah :
a. Lokasi Penelitian. Lokasi penelitian terdahulu bertempat pada
Madrasah Diniyah Slafiyah Al Ittihaad Kelurahan Pasir Kudul
Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas, Sedangkan pada
penelitian sekarang bertempat di Madrasah Diniyah Takmiliyah
Riyadhul Jinan di Beji Kabupaten Pasuruan.
13
b. Variabel yang dteliti. Penelitian terdahulu meneliti variabel tentang
strategi pengengembangan pedidikan Madrasah Diniyah, sedangkan
pada penelitian meneliti tentang Implementasi Peraturan Bupati
Nomor 21 Tahun 2016 Terhadap Pengembangan Madrasah Diniyah.
c. Metode pendekatan penelitian. Penelitian terdahulu menggunakan
metode pendekatan penelitian kualitatif, sedangkan pada penelitian
sekarang menggunakan metode pendekatan penelitian kuantitatif.
2. Penelitian dilakukan oleh Siti Nurwardah
Penelitian terdahulu dilakukan oleh Siti Nurwardah dari Universitas Islam
Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2016, dengan judul “Dampak
Kebijakan Bupati Purwakarta No.70 A Pasal 6 Tahun 2015 Dalam Sistem
Sosial Budaya dan Etika Masyarakat”. Dengan Hasil penelitian pada uji t
menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 <
0,05. Maka, dinyatakan bahwa Implementasi kebijakan bupati mempunyai
pengaruh yang positif dan signifikan terhadap sistem budaya dan etika
masyarakat. Dampak dari adanya kebijakan tersebut adalah
meminimalisirkan tindakan asusila maupun kriminalitas di kalangan
remaja sekaligus membina moral dan membina mutu anak muda di
Purwakarta. Nilai R square yang diperoleh sebesar 0,164 menunjukkan
sistem sosial budaya dan sistem etika masyarakat 16,4% dipengaruhi oleh
kebijakan bupati yang dilaksanakan oleh Pemerintah, adapun sisanya
14
sebesar 83,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk dalam
penelitian ini.
Persamaan
Adapun persamaan dari penelitian terdahulu dan penelitian yang lakukan
saat ini adalah sama-sama meneliti tentang Implementasi Peraturan
Bupati dan metode pendekatan penelitian sama-sama menggunakan
metode pendekatan kuantitatif.
Perbedaan
Adapun perbedaan dalam penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini
adalah :
a. Lokasi penelitian dahulu yakni melakukan penelitian di Purwakarta
sedangkan sekarang bertempat di Madrasah Diniyah Taklimiyah
Riyadhul Jinan Pasuruan.
b. Penelitian terdahulu meneliti tentang Sistem Sosial Budaya dan
Sistem Etika Masyarakat sedangkan penelitian sekarang meneliti
tentang Pengembangan Madrasah Diniyah Taklimiyah Riyadhul Jinan
Pasuruan.
G. Hipotesis
Berdasarkan Rumusan Masalah, Manfaat Penelitian dan Penelitian
Terdahulu, maka hipotesis yang di ajukan untuk penelitian ini, adalah :
15
1. Ada pengaruh yang positif pada Implementasi Peraturan Bupati Pasuruan
Nomor 21 Tahun 2016 Terhadap Pengembangan Madrasah Diniyah
Takmiliyah Riyadhul Jinan di Beji Kabupaten Pasuruan.
2. Sangat besar pengaruhnya Implementasi Peraturan Bupati Pasuruan Nomor
21 Tahun 2016 Terhadap Pengembangan Madrasah Diniyah Takmiliyah
Riyadhul Jinan di Beji Kabupaten Pasuruan.
H. Kerangka Konseptual
Berdasarkan teori-teori yang sudah dikemukakan pada bagian terdahulu
dan tujuan penelitian serta ruang lingkup yang diteliti, maka disusun kerangka
dan model probabilistik untuk penelitian sebagai berikut:
Gambar 1.1
Model Analisis Regresi Linier Berganda
Y = β0 + β1X1 + β1X1 + ε
Pembelajaran
(X1)
Pengembangan
Madin
(Y)
Monitoring
(X2)
Sumber: Diolah penulis
16
I. Metode Penelitian
1. Pendekatan Penelitian
Metode penelitian adalah suatu kegiatan penyelidikan yang dilakukan
menurut metode ilmiah yang sistematik untuk menemukan informasi ilmiah
dan teknologi baru, membuktikan kebenaran atau ketidakbenaran hipotesis
sehingga dapat dirumuskan teori, proses gejala alam dan sosial.
Dalam penulisan ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif.
Menurut Sugiyono metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat
positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,
pengumpulan data, menggunakan instrument penelitian, analisis data
bersifat kuantitatif atau statistik. dengan tujuan untuk menguji hipotesis
yang telah ditetapkan.18
2. Populasi dan Sampel
Menurut Sugiyono populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri
atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian di tarik
kesimpulannya.19 Dalam penelitian ini populasi di ambil dari data guru dan
murid Madrasah Diniyah Takmiliyah Riyadhul Jinan di Beji Kabupaten
Pasuruan dengan jumlah 6 guru dan 123 murid.
Menurut Sugiyono sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik
yang dimiliki oleh populasi.20 Menurut Sugiyono terdapat dua cara dalam
18
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Metode Penelitian dan
Pengembangan). Bandung: [Link].8
19
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: [Link].61
20
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan......................[Link].62
17
pengambilan sampel ini dengan acak atau tidak acak.21 Peneliti mengambil
semua populasi yang terdapat di Madrasah Diniyah Takmiliyah Riyadhul
Jinan di Beji Kabupaten Pasuruan dengan jumlah 6+123 = 129 respoden, hal
tersebut berarti peneliti menggunakan Sampling Jenuh, Menurut Sugiyono
sampling jenuh adalah teknik pengumpulan sampel bilasemua anggota
populasi digunakan seagai sampel.22
3. Analisis Data
a. Uji Validitas
Uji validitas bertujuan untuk menguji apakah setiap item
pertanyaan telah valid. Suatu instrument dikatakan valid atau sahih jika
mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrument yang kurang valid
berarti memiliki validitas rendah.
Hasil skor dari kuesioner tersebut merupakan data kuantitatif yang
akan di hitung menggunakan program SPSS 24 dalam perhitungan
korelasi. Menurut Arikunto hal-hal pokok uji validitas adalah :23
1. Uji ini sebenarnya untuk melihat butir-butir pertanyaan dalam
kuesioner tersebut dapat mendefinisikan suatu variabel.
2. Daftar pertanyaan inti pada umumnya untuk mendukung suatu
kelompok variabel tertentu.
3. Uji validitas dilakukan setiap butir soal. Hasilnya dibandingkan
dengan rtabel, df = n – k dengan taraf signifikan 5% atau 0,05 :
21
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta,
[Link].118
22
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, ........................................[Link].124
23
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian .....................[Link].211
18
a. Jika rtabel < rhitung maka butir soal tersebut valid.
b. Jika rtabel > rhitung maka butir soal tersebut tidak valid.
b. Uji Reliabilitas
Menurut Nur Asnawi uji reliabilitas adalah ukuran yang
menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur yang dapat dipercaya atau
dapat diandalkan.24 Salah satu ukuran internal konsistensi adalah
koefisien Alpha Cronbach, dimana jika α > 0,6 menunjukkan intrumen
atau alat ukur tersebut reliabel atau valid.
c. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik merupakan salah satu langkah penting untuk
menghindari regresi lansung. Dalam data time series uji asumsi klasik ini
merupakan syarat yang harus di penuhi. Model regresi yang baik harus
terdistribusi normal, dan terhindar atau terbebas dari linearitas,
autokorelasi, dan heterokedastisitas. Untuk menguji penyimpangan
asumsi klasik tersebut dapat menggunakan cara untuk mengujinya
sebagai berikut:
1) Uji Normalias
Uji normalitas menurut Sugiono dan Susanto dilakukan untuk
mengetahui apakah sampel yang diambil berasal dari populasi yang
terdistribusi normal. Keadaan sampling yang normal sangat penting
karena merupakan persyaratan penggunaan statistik untuk melakukan
Asnawi, H. Nur dan Dr. H. Masyhuri. Metodologi Riset Manajemen Pemasaran Malang: UIN-
24
MALIKI PRESS.2011.171
19
pengujian hipotesis. Dalam penelitian untuk mengetahui apakah data
terdistribusi normal atau tidak dapat digunakan uji kolgomorov-
smirnov. Pengambilan keputusan untuk data terdistribusi normal
adalah jika sig. (2-tailed) > 5 persen (0.05).25
2) Uji Autokorelasi
Menurut Sugiono dan Susanto uji autokorelasi adalah untuk
mengetahui apakah dalam persamaan regresi terdapat kondisi serial
atau tidak antara variabel pengganggu. Untuk mengetahui apakah
persamaan regresi ada atau tidak autokorelasi akan digunakan
pendekatan uji Run. Jika nilai Run > 0.05 maka gejala autokorelasi
dapat diabaikan. Model regresi yang baik mensyaratkan tidak adanya
autokorelasi.26
3) Uji Lineritas
Menurut Sugiyono dan Susanto (2015:323) uji linearitas dapat
dipakai untuk mengetahui apakah variabel terikat dengan variabel
bebas memiliki hubungan linear atau tidak secara signifikan. Uji
linearitas dapat dilakukan melalui test of linearity.27 Kriteria yang
berlaku adalah jika nilai signifikansi pada linearity ≤ 0,05, maka dapat
diartikan bahwa antara variabel bebas dan variabel terikat terdapat
hubungan yang linear.
4) Uji Heterokedastisitas
25
Sugiyono & Agus Susanto. Cara Mudah Belajar SPSS & Lisrel. CV. Alfabeta: Bandung.2015.
Hal.321
26
Sugiyono & Agus Susanto. Cara Mudah Belajar SPSS ....................2015. Hal.333
27
Sugiyono & Agus Susanto. Cara Mudah Belajar SPSS ....................2015. Hal.323
20
Menurut Surfan dan Natanael uji heteroskedasitas adalah untuk
melihat apakah kesalahan (eror) pada data kita memiliki varians yang
sama atau tidak. Heteroskedastisitas memiliki suatu kondisi bahawa
varians eror berbeda dari satu pengamatan ke pengamatan lain. Model
regresi liniear sederhana yang baik adalah tidak mengalami
heteroskedastisitas.28
Melihat apakah dalam sebuah model regresi terjadi
ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan
lain menggunakan uji heterokedastisitas. Salah satu cara untuk
mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan
melihat grafik scatter plot. Deteksi heteroskedastisitas dapat dilakukan
dengan melihat ada tidaknya pola-pola tertentu pada grafik scatter
plot.
Dasar pengambilan keputusan adalah titik-titik menyebar diatas
dan di bawah atau disekitar 0, titik-titik tidak mengumpul hanya diatas
atau dibawah saja, penyebaran titik-titik data tidak membentuk pola
bergelombang melebar kemudian menyempit kembali, dan
penyebaran titik-titik data tidak berpola maka tidak terjadi
heteroskedastisitas.
d. Analisis Regresi Linier Berganda
Menurut Suyono regresi linier berganda adalah model probalistik
yang menyatakan hubungan linear antara dua atau lebih di mana salah
Sufren, dan Natanael, Yonathan. Mahir Menggunakan SPSS Secara Otodidak. Jakarta: Kompas
28
Gramedia.2014. hal.105
21
satu variabel dianggap mempengaruhi variabel yang lain.29 Variabel yang
mempengaruhi dinamakan variabel independen (bebas) dan variabel yang
dipengaruhi dinamakan variabel dependen (terikat).
Model probalistik untuk regresi linear sederhana sebagai berikut:
Y = β0 + β1X1 + β2X2 + ε
Dengan X adalah variabel independen (bebas), Y adalah variabel
dependen (terikat), α dan β adalah parameter-parameter yang nilainya
tidak diketahui yang dinamakan koefisien regresi, dan ε adalah
kekeliruan atau galat acak. Galat acak mempunyai peranan penting dalam
analisis regresi. Galat acak digunakan untuk memodelkan variasi nilai-
nilai Y untuk nilai X yang tetap. Di dalam penelitian ini variabel
dependen (Y) adalah Pengembangan Madrasah Diniyah, sedangkan
variabel (X) adalah Pembelajaran dan Monitoring.
e. Uji F
Menurut Ghozali Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakan
semua variabel bebas mempunyai pengaruh secara bersama-sama
29
Suyono. Analisis Regresi Untuk Penelitian. Yogyakarta. Deepublish. [Link].05
22
terhadap variabel terikat.30 Dengan kriteria pengambilan keputusan
sebagai berikut:
1. Jika sig pada nilai F < 0,05 maka H 0 ditolak dan H1 diterima yang
artinya terdapat berpengaruh signifikan dari seluruh variabel bebas
terhadap variabel terikat.
2. Jika nilai Fhitung > Ftabel maka H0 ditolah dan Ha diterima yang artinya
variabel bebas berpengaruh secara simultan (bersama-sama) terhadap
variabel terikat.
f. Uji t
Menurut Ghozali Uji statistik pada dasarnya menunjukkan seberapa
jauh pengaruh satu variabel independen (bebas) secara individual dalam
menerangkan variabel dependen (terikat).31 Pengujian dilakukan dengan
menggunakan signifikan 0,05 (α = 5%). Penerimaan atau penolakan
hipotesis dilakukan dengan kriteria :
1. Jika nilai signifikan > 0,05 maka hipotesis ditolak (koefisien tidak
signifikan). Ini berarti secara parsial variabel tidak mempunyai
pengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat.
2. Jika nilai thitung > ttabel maka variabel bebas (X) berpengaruh terhadap
variabel terikat (Y) atau Ha diterima.
3. Jika nilai thitung < ttabel maka variabel bebas (X) tidak berpengaruh
terhadap variabel terikat (Y).
30
Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS. 21 Update
PLS Regresi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro
31
Ghozali, Imam. Aplikasi Analisis Multivariate dengan ................................ 2013. Hal. 98
23
J. Sistematika Bahasan
Dalam penelitian ini, sistematika penulisan terdiri atas lima bab yaitu
sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan
penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini menyajikan tentang teori-teori yang digunakan dalam penelitian
ini mengenai penelitian sebelumnya, landasan teori, hipotesis dan model
analisis.
BAB III : METODE PENELITIAN
Dalam bab ini menguraikan mengenai pendekatan penelitian, identifikasi
variabel, definisi operasional variabel, jenis dan sumber data, prosedur
pengumpulan data dan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian
ini.
BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini menjelaskan mengenai gambaran umum subjek dan objek
penelitian, deskripsi hasil penelitian, pengujian instrument, analisis model
dan pengujian hipotesis yang diperlukan dalam penelitian ini.
BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
24
Dalam bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan analisa
dan optimalisasi sistem berdasarkan yang telah diuraikan pada bab-bab
sebelumnya.
25
K. Daftar Kepustakaan
Abuddin Nata, 2013. Sejarah Pendidikan Islam Pada Periode Klasik Dan
Pertengahan, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2012. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta: Rineka Cipta.
Asnawi, H. Nur dan Dr. H. Masyhuri. 2011. Metodologi Riset Manajemen
Pemasaran Malang: UIN-MALIKI PRESS.
Departemen Agama RI, 2000. Pedoman Penyelenggaraan dan Pembinaan
Madrasah Diniyah, Jakarta: Departemen Agama.
Faishol, Renny, Taufiq. 2020. Implementasi Peraturan Bupati Tentang Wajib
Belajar Madrasah Diniyah Dalam Pengembangan Lembaga MDT.
Riyadhul Jinan Pasuruan. Umsida, Proceeding of The ICECRS Vol 6.
Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM
SPSS 21 Update PLS Regresi. Semarang: Badan Penerbit Universitas
Diponegoro. 2013.
Hasbullah, 1999. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Rajagrafindo
Persada.
[Link]
pasuruan-terlegalitas”. PEMKAB Pasuruan, diakses tanggal 18 Juni 2021.
[Link]
[Link]?m=1 di akses tanggal 22 Juni 2021
Iskandar Wiryokusumo, 2011. Dasar Dasar Pengembangan Kurikulum .
Jakarta: Bumi Aksara.
Jesika Markenzie, 2016 Studi Pengembangan Organisasi, Jakarta :
Kementerian PPN.
Kemenag RI, 2014. Pedoman Penyelenggaraan Madrasah Diniyah
Takmiliyah, Jakarta: Kemenag.
Kementerian Agama RI, 2013. Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan
Madrasah diniyah Takmiliyah, Tulungagung : Diktat Tidak Diterbitkan.
Kapioru, Evan, Harlan, 2014. Implementasi Peraturan Daerah Kota Kupang
Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi
Jalan Umum. Jurnal Nominal/Volume 3.
Maryadi Syarif, 2013. Teori dan Model Pengembangan Kelembagaan
Pendidikan. Jurnal, Media Akademika, Vol. 28.
Mujamil Qomar, 2014. Menggagas Pendidikan Islam, Jakarta. Remaja
Rosdakarya.
Mulyadi, Deddy, 2015. Study Kebijakan Publik dan Pelayanan Publik,
Bandung: Alfabeta.
Mursiyam, Undri. 2018. Strategi Pengembangan Pendidikan Madrasah
Diniyah Salafiyah Al Ittihaad Kelurahan Pasir Kidul Kecamatan
Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas. Purwokerto.
Nur, Rahmawati, Endang. 2018. Implementasi Kebijakan Peraturan Bupati
Kudus Nomor 2 Tahun 2018 Sebagai Upaya Peningkatan UMKM Di
Kabupaten Kudus. Surabaya, UNTAG.
Peraturan Bupati Pasuruan Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Wajib Belajar
Pendidikan Madrasah Diniyah.
PMA, no 13 tahun 2014 Tentang Pedidikan Keagamaan Islam, BAB I, pasal 2
PP No. 55 tahun 2007, BAB I, Pasal 14 ayat (2)
Ruslan, Rosady, 2010. Manajemen Public Relations & Media Komunikasi.
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Tahir, Arifin. 2014. Kebijakan Publik & Transparansi Penyelenggaraan
Pemerintah Daerah. Cetakan Kesatu. Bandung: Alfabeta CV.
Taufik, Mhd. dan Isril, 2013. Implementasi Peraturan Daerah Badan
Permusyawaratan Desa. Jurnal Kebijakan Publik, Volume 4, Nomor 2.
Sufren, dan Natanael, Yonathan. 2014. Mahir Menggunakan SPSS Secara
Otodidak. Jakarta: Kompas Gramedia.
Sugiyono,2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Metode
Penelitian dan Pengembangan). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono, 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono & Agus Susanto. 2015. Cara Mudah Belajar SPSS & Lisrel. CV.
Alfabeta: Bandung.
Sugiyono, 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung : Alfabeta, CV.
Suyono. 2018. Analisis Regresi Untuk Penelitian. Yogyakarta. Deepublish.
Waluyo, 2007. Manajemen Publik: (Konsep, Aplikasi dan Implementasi dalam
Pelaksanaan Otonomi Daerah). Cetakan I. Bandung: Mandar Maju.
Yudiaatmaja, Fridayana. 2013. Analisis Regresi dengan Menggunakan
Aplikasi Komputer Statistik SPSS. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.