Manajemen Risiko Berbasis
ISO 31000:2018
Oktri Mohammad Firdaus
Definisi Risiko
RISIKO ketidakpastian yang berdampak pada sasaran
ISO 31000 : 2018
Ketidakpastian (uncertainty) adalah kurangnya informasi (tidak jelas) mengenai
suatu peristiwa (event), seberapa besar tingkat kemungkinan terjadinya (likelihood)
dan berapa besar dampaknya (effect) pada sasaran
Dampak : penyimpangan (deviasi) dari sasaran yang diharapkan. Dapat negatif atau
positif atau keduanya
Sasaran dapat mempunyai berbagai bentuk/kategori : finasial, penjualan, produksi,
jasa dan bentuk lainnya
Definisi Risiko
Dampak
(Kendali)
Penyebab Peristiwa Akibat
Risiko
Kemungkinan
(Kendali)
Diadopsi dari ERM - SOAR – Gregory Monahan
Risiko vs. Masalah
Masa Lalu Masa Kini Masa Depan
• Telah terjadi
• Akibat
keputusan
masa lalu
Tindakan
Masalah Manajemen masalah/ krisis
Keputusan/
Aktivitas
• Belum terjadi
(potensi risiko)
• Akibat keputusan
saat ini
Tindakan
Manajemen
Risiko
Keputusan/ masalah/ krisis
• Tidak ada kejutan
Aktivitas • Pencapaian tujuan
Apakah Manajemen Risiko itu?
Manajemen Risiko adalah “Aktivitas
terkoordinasi untuk mengarahkan
dan mengendalikan organisasi
terkait risiko”
Risk management is “coordinated
activities to direct and control an
organization with regard to risk” –
ISO Guide 73
Memahami Manajemen Risiko
Manajemen Risiko adalah Proses
identifikasi, pengukuran, dan evaluasi
untuk menolak, memitigasi, atau
menerima risiko dalam kesuksesan
Goal perusahaan
ISO 31000
Memahami Manajemen Risiko
Risiko
Dampak Dari Ketidakpastian sebuah Tujuan
Penyimpangan
Peristiwa tujuan perusahaan
terhadap tujuan dalam setiap
ketidakpastian,
aspek, Biaya,
kemungkinan atau
Pengiriman,
konsekuensi Kualitas,
Keberlanjutan
Memahami Manajemen Risiko
Pemilik risiko adalah bagian dari
perusahaan yang memiliki
Siapa Pemilik Risiko ? akuntabilitas dan tanggung
jawab dalam tujuan
perusahaan
Memahami Manajemen Risiko
Everybody is Risk Manager
Semua orang sebagai penanggung jawab dari Risiko
Memahami Manajemen Risiko
Menciptakan dan Sistematis, terstruktur dan
melindungi nilai tepat waktu
Menjadi bagian integral
Manajemen Berdasarkan informasi
dari proses organisasi
Risiko terbaik yang tersedia
Menjadi bagian dari Memperhitungkan manusia
pengambilan keputusan dan faktor budaya
BE TAILORED
Dinamis, berulang dan Memfasilitasi perbaikan
Eksplisit mengatasi
Transparan dan inklusif responsif terhadap terus-menerus dari
ketidakpastian
perubahan organisasi
Memahami Manajemen Risiko
Kenapa ada Manajemen Risiko ?
Memahami Manajemen Risiko
Kontrol Risiko Ketepatan Bisnis berkelanjutan
Tujuan
Risiko adalah ketidakpastian Manajemen risiko akan
peristiwa yang membantu perusahaan Mendukung bisnis
memungkinkan untuk untuk mengelola tujuan berkelanjutan
mengontrol dan mengurangi yang lebih akurat.
kerugian (Konsekuensi)
Desain Manajemen Risiko
ERM Framework, base on ISO 31000
Mandat dari atasan
(CEO, GM,Direktur)
Design of framework
ERM
Implementing Risk
Management
Monitoring and review
the framework
Continual improvement of the framework
Desain Manajemen Risiko
ERM Framework, base on ISO 31000
Communication & Consultation
Analysis
Risk
Identification of Risk Risk
Management Risk Analysis
risk Evaluation Treatment
Cotext
Analysis
Monitoring & Review
Desain Manajemen Risiko
Risk Management Statement
Manajemen Risiko akan efektif bila ada mandat dari
Direktur Jenderal (Pimpinan tingkat atas).
Manajemen Risiko merupakan bagian dari strategi dan
manajemen dalam organisasi.
Manajemen risiko harus berkembang biak dari atas ke
bawah. Menyederhanakan proses manajemen risiko
menyelaraskan dengan pelanggan bersedia.
Tujuan Manajemen Risiko
Pasal 2
Penerapan Manajemen Risiko bertujuan
untuk:
• mengantisipasi dan menangani segala bentuk Risiko
secara efektif dan efisien;
• meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi;
• memberikan dasar pada setiap pengambilan keputusan
dan perencanaan; dan
• meningkatkan pencapaian tujuan dan peningkatan
kinerja.
Manfaat Manajemen Risiko
Pasal 3
• meningkatnya mutu
informasi untuk
pengambilan
keputusan;
Manfaat • perlindungan kepada
Manajemen unit kerja dan
aparatur sipil
Risiko negara; dan
• mengurangi kejutan
atas Risiko yang
tidak diinginkan.
Prinsip, Kerangka Kerja, dan Proses
Prinsip
Kerangka Kerja
Proses
Inisiatif Pengembangan Budaya Sadar Risiko
Edukasi
Evaluasi Praktik
Komitmen
Pimpinan
Integrasi Organisasi Komunikasi
Insentif Pencatatan
Komite Kebijakan Risiko
Komite kebijakan risiko bertugas membantu dewan
komisaris dalam
Mengkaji system manajemen risiko yang disusun oleh direksi
Menilai toleransi risiko yang dapat diambil perusahaan
YANG HARUS DILAKUKAN KOMITE
Kebijakan Risiko
Berani melakukan pernyataan ”lugas”
Dissenting opinion bukanlah hal yang tabu
Mengedepankan integritas
Memahami “the big picture”
Memahami dinamika dan kekhususan setiap perusahaan
Perlakuan Risiko
Mitigasi Risiko
Menghindari Risiko (Risk Mitigation)
(Risk Avoidance) • Mengurangi Kemungkinan
• Mengurangi Dampak
OPSI
PERLAKUAN
RISIKO
Berbagi Risiko Penerimaan Risiko
(Risk Sharing) (Risk Acceptance)
Risk Exploit
Diadopsi dari Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000 untuk Industri Non-Perbankan, Leo J. Susilo
Manajemen risiko berbasis SNI ISO 31000
Menurut SNI ISO Guide 73:2016 dan SNI ISO 31000:2011, kerangka kerja manajemen risiko didefinisikan sebagai berikut:
Seperangkat komponen yang menyediakan landasan dan pengaturan organisasi untuk perancangan,
pelaksanaan, pemantauan, peninjauan dan
peningkatan manajemen risiko secara berkala di seluruh organisasi
Ilustrasi jika pendekatan siklus PDCA
diterapkan pada pembuatan kerangka kerja
untuk menerapkan manajemen risiko
Hubungan antara komponen dari kerangka kerja bagi pengelolaan risiko
Portpolio komprehensif Untuk memastikan reputasi perusahaan tetap aman
Mandat dan Komitmen
Mandat adalah perintah atau Komitmen adalah suatu perjanjian
arahan yg diberikan oleh (keterikatan) untuk melakukan
manajemen puncak suatu pengelolaan risiko pada suatu
entitas/organisasi dalam entitas/organisasi sesuai dengan
rangka pengelolaan risiko mandat yang diberikan
kepada seseorang/beberapa
orang untuk dilaksanakan
sesuai dengan kehendak dari
pemberi mandat tersebut
Mandat dan komitmen manajemen puncak suatu entitas/organisasi sebaiknya diwujudkan dengan
beberapa hal sbb:
• menetapkan dan mengesahkan kebijakan manajemen risiko;
• memastikan bahwa budaya organisasi dan kebijakan manajemen risiko yang selaras dengan indikator kinerja
organisasi;
• menyelaraskan sasaran manajemen risiko dengan sasaran dan strategi organisasi;
• memastikan kepatuhan peraturan dan hukum;
• menetapkan akuntabilitas dan tanggung jawab pada tingkat yang layak dalam organisasi;
• memastikan bahwa sumber daya yang diperlukan dialokasikan bagi manajemen risiko;
• mengkomunikasikan manfaat manajemen risiko kepada seluruh pemangku kepentingan; dan
• memastikan bahwa kerangka kerja untuk pengelolaan risiko selalu tetap layak.
Tahapan pembuatan mandat dan komitmen pada kerangka kerja manajemen risiko
Tahap Pertama:
Pengembangan mandat dan
komitmen manajemen risiko Contoh dokumen mandat dan komitmen dalam
kebijakan perusahaan
Tahap Kedua: Pengekspresian
mandat dan komitmen
manajemen risiko
Tahap Ketiga: Penetapan dan
pengomunikasian mandat dan
komitmen manajemen risiko
Tahap Keempat: Implementasi
mandat dan komitmen
manajemen risiko
Sumber: [Link] kelola/#sekilas-gcg
Rancangan Kerangka Kerja Untuk Pengelolaan Risiko
• tata kelola, struktur organisasi, peran dan akuntabilitas;
• kebijakan, sasaran, dan strategi yang tepat untuk
mencapainya;
• kemampuan, pemahaman dalam hal sumber daya dan
pengetahuan (misalnya modal, waktu, orang, proses, sistem
dan teknologi);
• sistem informasi, arus informasi dan proses membuat
keputusan (baik formal maupun informal);
• hubungan terkait, persepsi dan nilai-nilai dari pemangku
kepentingan internal.
• budaya organisasi;
• standar, pedoman dan model yang diadopsi oleh organisasi;
dan
• bentuk dan cakupan hubungan kontraktual.
cakupan pengelola risiko berdasarkan evaluasi atas konteks organisasi
Peran dalam Matriks RACI
Ilustrasi model pertahanan tiga lapis pada manajemen risiko
Penetapan pemilik risiko di suatu organisasi
Akuntabilitas proses manajemen risiko dari para pemangku kepentingan
Keterangan:
R: Responsible: Siapa yang
mengerjakan
A: Accountable:
Siapa yang membuat
keputusan
akhir "Ya" atau "Tidak C:
Consulted: Siapa yang harus
diajak konsultasi
sebelum kegiatan
dilanjutkan
I: Informed: Siapa yang
harus diberi informasi
Integrasi manajemen risiko berbasis ISO 31000 dengan standar lain
Elemen checklist penyediaan sumber daya pada penerapan manajemen risiko
Hatur nuhun
Terima Kasih
thank you
Matur Nuwun
xie xie
Syukron
KAMSIAH
[Link]