NIM : 042876339
Nama : Sutisnawati
TUGAS TUTORIAL 2
AKUNTANSI BIAYA
Nama Tutor : Ana Septiani,[Link]
Kerjakan soal dibawah ini dengan baik dan benar !
1. Pada table 4.4 dihalaman 4.16 dijelaskan tentang cara pencatatan komponen kos
job#013,, dari kartu kos pesanan tersebut buatlah kartu kos pesanan untuk job#014 dan
job#015!
2. Jelaskan perbedaan metode akumulasi berdasarkan pesanan dan metode akumulasi
berdasarkan proses!
3. Berikan contoh perusahaan yang menggunakan aliran produk selektif dan gambarkan
bagan alur produksinya!
4. Apa yang dimaksut unit ekuivalen serta jelaskan metode dalam menghitung unit
ekuivalen!
5. Data departemen A Selama bulan desember:
BDP awal -
Produk selesai 600
BDP akhir (2/3 BB, 1/3 Konversi) 300
Kos produksi total:
Bahan baku Rp 7.600.000
Tenaga kerja langsung Rp. 4.200.000
Overhead pabrik Rp. 840.000
Kos produksi total Rp 12.640.000
Hitunglah : kos produksi yang dibebankan pada produk selesai dan buatlah jurnal nya!
Jawaban :
1.
KARTU KOS PESANAN
Job #014
Company Date Ordered : 10 Jan
For : Date Started : 14 Jan
Product : Date Wanted : 22 Jan
Spec : Date Complete : 18 Jan
Quantity :
DIRECT MATERIAL
Date Reg No Quantity Ammount Total
14-Jan 516 13238.5
17-Jan 531 8424.5
18-Jan 544 2407
24070
DIRECT LABOR
Date Hours Rate/hr Ammount Total
14-Jan 76 114.16 8676.16
17-Jan 74 114.16 8447.84
18-Jan 50 114.16 5708
22832
OVERHEAD PABRIK
Date Hours Rate/hr Ammount Total
14-Jan 16 358 5728
17-Jan 10 358 3580
18-Jan 2 358 716
10024
TOTAL KOS PESANAN Job#014 56926
KARTU KOS PESANAN
Job #015
Company Date Ordered : 10 Jan
For : Date Started : 14 Jan
Product : Date Wanted : 22 Jan
Spec : Date Complete : 18 Jan
Quantity :
DIRECT MATERIAL
Date Reg No Quantity Ammount Total
14-Jan 516 2431
17-Jan 531 1547
18-Jan 544 442
4420
DIRECT LABOR
Date Hours Rate/hr Ammount Total
14-Jan 76 16.25 1235
17-Jan 74 16.25 1202.5
18-Jan 10 16.25 162.5
2600
OVERHEAD PABRIK
Date Hours Rate/hr Ammount Total
14-Jan 12 80 960
17-Jan 10 80 800
18-Jan 3 80 240
2000
TOTAL KOS PESANAN Job#015 9020
2. Akumulasi pesanan merujuk pada perhitungan biaya dari suatu kontrak atau pekerjaan
yang dilakukan atas permintaan klien. Sedang akumulasi proses merupakan biaya yang
dikenakan untuk setiap proses yang dilakukan dalam menghasilkan suatu produk.
Dari cara menghitungnya, akumulasi pesanan menghitung semua biaya yang
dikeluarkan, sedang akumulasi proses hanya menghitung biaya tiap proses yang dijalani
kemudian dibagi dengan banyaknya produk yang dihasilkan untuk mengetahui biaya
tiap unit.
Dapat dikatakan dalam hal perbedaan cakupan biaya, bahwa akumulasi pesanan
menghitung pekerjaan dan akumulasi proses menghitung proses. Tak ada perpindahan
uang dalam akumulasi pesanan, tapi dalam akumulasi proses uang kerap berpindah
tangan sesuai proses yang ditangani tiap departemen.
Perhitungan biaya akumulasi pesanan umumnya dilakukan setelah pengerjaan selesai,
sementara untuk akumulasi proses perhitungan dilakukan setelah semua proses selesai.
Oleh karena itu, akumulasi pesanan banyak dipraktikkan di industri yang melayani
permintaan konsumen. Untuk akumulasi proses, penerapannya lebih tepat digunakan
industri dengan skala produksi besar.
Dalam proses produksinya, kesalahan atau kehilangan tidak dihitung untuk akumulasi
pesanan. Hal berbeda terjadi untuk akumulasi proses, karena setiap kehilangan akan
dihitung dan dinilai sebagai bagian dari kerugian produksi. Itu sebabnya, akumulasi
pesanan tak mengenal pemotongan anggaran, sementara dalam akumulasi proses justru
kerap terjadi.
3. Contoh dari perusahaan yang menggunakan aliran produk selektif adalah perusahaan
pemotongan hewan, karena hasil yang dihasilkan pada tiap departemen berbeda-beda
tergantung dari proses yang dilakukan
4. Unit Ekuivalen merupakan istilah yang umum digunakan pada metode perhitungan biaya
berdasarkan proses. Pada metode proses, unit yang diperhitungkan dalam penentuan
biaya produksi per unit adalah unit ekuivelen.
Besarnya unit ekuivalen yang diperhitungkan tergantung pada besarnya tingkat
penyelesaian yang telah dicapai dalam kegiatan produksi, sehingga dengan demikian
semakin besar tingkat penyelesaian maka semakin besar pula unit ekuivalennya.
Sedangkan tingkat penyelesaian itu sendiri menunjukkan seberapa besar unit tersebut
sudah dibebani biaya produksi yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja
lansgung dan biaya overhead pabrik.
5.
JURNAL PRODUKSI
DEPARTEMEN A
Produk Selesai 600
BDP Akhir 300
Total Produk 900
Jumlah Biaya Unit Setara Biaya Per Unit
Biaya Bahan Baku (2/3) Rp7,600,000 800 Rp8,444
Tenaga Kerja Langsung (1/3) Rp4,200,000 900 Rp4,667
Overhead Pabrik (1/3) Rp840,000 600 Rp933
Jumlah Rp12,640,000 Rp14,044
HPPS (PS*BPU) Rp8,426,666.67