0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
168 tayangan18 halaman

Tutorial Pengolahan Fotogrametri 3D

Dokumen tersebut memberikan tutorial lengkap tentang pengolahan data fotogrametri dari proses awal memasukkan data foto udara, mengalign foto, menambahkan GCP, membangun model 3D, membuat orthofoto, DEM, dan kontur.

Diunggah oleh

Makelar Desain
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
168 tayangan18 halaman

Tutorial Pengolahan Fotogrametri 3D

Dokumen tersebut memberikan tutorial lengkap tentang pengolahan data fotogrametri dari proses awal memasukkan data foto udara, mengalign foto, menambahkan GCP, membangun model 3D, membuat orthofoto, DEM, dan kontur.

Diunggah oleh

Makelar Desain
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Dalam pengolahan data fotogrametri dengan output data orthofoto, surface/kontur, model 3d dan data

koordinat (.CSV) menggunakan 2 software pengolahan yaitu Agisoft Metashape dan Civil 3d. Berikut
tutorial pengolahan data fotogrametri :

1. Bukalah software Agisoft Metashape, versi yang disarankan adalah versi 1.6 ke atas.

2. Tampilan awal tidak akan menampilkan panel reference, maka sebelum itu bukalah panel
reference melalui menu View -> Reference. Pilihan panel ada di sebelah kiri bawah dari
display.
3. Langkah selanjutnya memasukan data foto (.JPEG/JPG) hasil mapping menggunakan drone.
Caranya dengan memilih menu Workflow-> Add Photos atau Add Folder

4. Pilih foto udara yang mencakup daerah pemetaan lokasi proyek/pekerjaan, setelah itu pilih
Open. Foto yang dimasukan diseleksi dahulu, dimana foto haruslah foto tegak tidak bercampur
dengan foto lainnya.

5. Untuk menampalkan hasil pengukuran fotogrametri yang sesuai orientasi dan kalibrasi kamera
maka proses selanjutnya adalah Workflow->Align Photos

6. Tentukan tingkat keakurasian data pada level High. Karena di dalam drone sendiri telah
memiliki IMU (Inertial Measurement Unit) sehinga menhasilkan data N,E,Z kita pilih Source
pada Reference Preselection. Sehingga data koordinat berasal dari data foto udaranya.
7. Ini merupakan hasil Align photos yaitu berupa data point cloud (point yang mengandung nilai
N,E,Z) dan letak kamera pengambilan foto udara.

8. Data koordinat yang dihasilkan foto udara secara default akan menggunakan sitem proyeksi
geografis (Latitude Longitude Altitude), untuk menyamakan sistem koordinat yang digunakan
di lapangan (E,N,Z) maka dilakukan konversi koordinat dengan memilih Tool Convert -> Lalu
memilih Coordinate System yang digunakan pada area proyek. Maka secara otomatis system
koordinat yang digunakan berubah.

9. Setelah itu, untuk menghasilkan output data yang memiliki nilai ketelitian tinggi, data foto
udara diikatkan dengan titik-titik referensi berupa GCP (Ground Control Point) yang sudah
diketahui koordinatnya mengunakan pengukuran terestris.

10. Untuk data .csv yang di import dilakukan pengaturan seperti pada gambar, sehingga label yang
ditampilkan menunjukan nilai yang sesuai.
11. Pilih Yes to All untuk menampilkan semua GCP yang kita import dalam bentuk .csv pada
tahap sebelumnya. Maka data GCP akan tampil dalam bentuk tampilan Blue Flag.

12. Kemudian untuk menyesuaikan data GCP dengan gambar foto udara, dilakukan penggeseran
data GCP ke gambar Pre Mark yang dipasang di Lapangan. Hal ini dilakukan tiap GCP nya,
dengan cara klik kanan pada GCP pilih Filter Photos by Markers. Maka akan muncul foto udara
yang ada GCP nya. Double Klik pada foto untuk melihat secara detail.
13. Maka carilah gambar Premark di dalam foto udara tersebut, kemudian geser data GCP tepat ke
area tengah Premark. Lakukan itu minimal pada 2 foto udara. Setelah itu cek apakah titik yang
lain telah bergeser ke tengah Premark.

14. Untuk meratakan kesalahan pergeseran yang kita lakukan, agar nilai kesalahan menjadi kecil,
caranya dengan memilih Optimize Camera lalu mencentang pilihan pada opsi General. Maka
nilai error akan mencapai cm. Proses ini dilakukan sampai nilai error maksimal 10 cm.
15. Proses selanjutnya adalah memperbanyak point cloud agar membentuk 3d yang lebih baik,
yaitu dengan cara Build Dense Cloud pada menu Workflow. Pada opsi Quality kita bisa
memilih beberapa tingkatan, semakin High maka hasil kerapatan semakin rapat dan ukuran file
semakin besar. Sedangkan Depth filtering untuk tingkatan kontur yang ekstrim pilih Mild….?

16. Setelah itu data point cloud akan menjadi lebih rapat dan membentuk model 3D yang lebih baik
17. Data point cloud ini masih mencakup seluruh tampilan data permukaan yang ada. Data belum
terklasifikasi sesuai jenisnya (Ground, Vegetation, Building dll). Untuk mengklafikasikannya
menjadi beberapa klafikasi, terutama Ground untuk membentuk DTM maka pilih pada menu
Tools -> Dense Cloud ->Classify Ground Points. Setelah itu sesuaikan settingan dan pilih Ok.

18. Setelah dilakukan klasifikasi pada dense clouds, selanjutnya membuat jaringan TIN
(Triangulated irregular network) atau jaringan yang menghubungkan titik-titik point clouds
yang telah dibuat. Caranya dengan memilih menu Workflow -> Build Mesh, pada settingan ini,
pilih Select dan biarkan hanya ground yang dicentang. Sedangkan source data yang dipakai
adalah dense cloud yang telah diklasifikasikan sebelumnya.
19. Setelah itu tunggu prosesnya. Data yang dihasilkan adalah 3D dari permukaan tanah, dimana
objek non Ground akan secara otomatis hilang atau terhapus (contohnya bangunan di atas).

20. Build Texture adalah tahapan opsional untuk mempertajam hasil pemodelan dengan
menambahkan tekstur dan warna dari data raster foto udara. Ini membuat pemodelan 3d
menjadi lebih realistis.
21. Untuk menghasilkan data foto udara yang teliti sesuai dengan koordinat, maka harus dilakukan
orthomosaic (penegakan foto yang sesuai skala). Yaitu pada menu Workflow -> Build
Orthomosaic kemudian tentukan sistem koordinat yang digunakan dalam area pekerjaan.

22. Maka akan dihasilkan Foto Tegak yang teliti dan bisa ditampalkan dengan file desain pekerjaan
pada area tersebut.
23. Tahap selanjutnya adalah Pembentukan DEM dari data mesh atau 3d yang telah dibuat,
pembuatan DEM dilakukan pada menu Workflow -> Build DEM, kemudian tentukan proyeksi
koordinatnya dimana source data yang digunakan adalah data mesh yang telah diolah
sebelumnya.

24. Hasil DEM akan secara default berwarna sesuai dengan acuan elevasi kontur tanah seperti
gambar di atas.
25. Tahap selanjutnya adalah pembuatan garis kontur dari data DEM yang telah dibuat tadi.
Caranya dengan klik kanan pada DEM -> Generate Contours, kemudian lakukan pengaturan
seperti di atas.

26. Di atas merupakan data garis kontur hasil generate dari DEM yang telah dibuat sebelumnya.
Kontur tersebut berbentuk shape yang bisa diekspor ke beberapa jenis data pengolahan lagi.

Anda mungkin juga menyukai