NAMA : ANNISA HANIFAH
NIM : 1962201019
PRODI : AKUNTANSI
1. DATABASE RELASIONAL
File Versus
Untuk meningkatkan kekuatan database, penting untuk memahami bagaimana data disimpan
dalam sistem komputer. Informasi mengenai atribut-atribut dari pelanggan, seperti nama dan alamat,
disimpan dalam beberapa field. Semua field berisi data mengenai satu entitas yang membentuk sebua
catatan. Seperangkat catatan terkait, seperti semua catatan pelanggan, membentuk sebuah file.
Seperangkat koordinasi beberapa file data terpusat yang saling berhubungan yang disimpan dengan
sedikit mungkin kelebihan data merupakan sebuah database.
Pada pendekatan database, data adalah sumber daya organisasi yang digunakan oleh dan
dikelola untuk keseluruhan organisasi, bukan hanya mengelola departemen. Sistem manajemen
database (database management system – BDMS) adalah suatu program yang mengelola dan
mengendalikan data serta menghubungkan data dan program-program aplikasi yang menggunakan data
yang disimpan dalam database.
Sistem Database Dalam Kaitannya Dengan Tampilan Logis dan Fisik Atas Data
Tampilan Logis dan Fisik Data
Pada sistem yang berorientasi file, pemograman harus tahu lokasi fisik dan layoutcatatan. Anggaplah
seorang pemogram menginginkan agar laporan menunjukkan nomor pelanggan, batasan kredit dan
saldo saat ini. Untuk membuat program, ia harus memahami lokasi dan panjang field yang dibutuhkan
(yaitu mencatat posisi 1 sampai 10 untuk nomor pelanggan) serta format setiap field.
Layout catatan (record layout) adalah dokumen yang menunjukkan item-item yang disimpan dalam file,
termasuk urutan dan panjang field data serta tipe data yang disimpan dalam file piutang. Figur 4-3
menunjukkan layout catatan dari file piutang. Sistem database menyelesaikan permasalahan ini dengan
memisahkan penyimpanan atas data dari penggunaan elemen [Link] database memberikan
dua tampilan data terpisah : tampilan fisik dan tampilan logis. Tampilan logis (logical view) adalah
bagaimana seorang secara konseptual mengelola dan memahami hubungan antar-item data. Tampilan
fisik (physical view) mengacu pada bagaimana data secara fisik diatur dan disimpan dalam system
komputer.
Perangkat lunak DBMS menghubungkan cara data secara fisik disimpan dengan tampilan logis data
setiap pengguna. DBMS memungkinkan pengguna untuk mengakses, membuat query atau
memperbaharui database tanpa referensi untuk bagaimana dan dimana data secara fisik disimpan.
Memisahkan tampilan logis dan fisik data juga berarti bahwa pengguna dapat mengubah tampilan logis
data mereka untuk meningkatkan kinerja system tanpa memengaruhi pengguna atau program aplikasi.
Skema
Skema adalah deskripsi elemen-elemen data dalam database, hubungan diantara mereka dan model
logika yang digunakan untuk mengelola dan menjelaskan data.
Terdapat tiga level dari skema: konseptual, eksternal dan internal. Skema level konseptual (conceptual
level schema), tampilan organisasi yang luasakan menampilakna keseluruhan database, mendaftar
semua elemen data dan hubungan antar mereka. Skema level eksternal (external level schema) adalah
tampilan pengguna individu terhadap bagian-bagian dalam database, masing-masing mengacu pada
sebuah subskema (subschema). Skema level internal (internal level schema), tampilan level rendah
database, menjelaskan bagaimana data disimpan dan diakses, termasuk layout catatan, definisi, alamat,
dan indeks.
Kamus Data
Kamus data (data dictionary) berisi informasi mengenai struktur database. Setiap elemen data yang
disimpan dalam database, terdapat catatan dalam kamus yang menjelaskannnya. DBMS menyimpan
kamus data, yang input-nya termasuk elemen data baru atau yang terhapus serta mengubah nama
elemen data, penjelasan atau penggunaannya.
Output termasuk laporan untuk para pemogram, desainer dan pengguna, seperti (1) program atau
laporan yang menggunakan item data, (2) sinonim untuk elemen data dalam file, (3) elemen data yang
digunakan oleh pengguna. Laporan-laporan ini digunakan dalam pendokumentasian sistem, desain dan
implementasi database, serta sebagai bagian dari jejak audit.
Bahasa DBMS
DBMS memiliki beberapa bahasa. Bahasa definisi kata (data definition language-DDL) membangun
kamus data, membuat database, menjelaskan tampilan logis setiap pengguna dan memerinci catatan
atau hambatan keamanan field.
Bahasa manipulasi data (data manipulation language-DML) mengubah isi database, termasuk membuat,
memperbaharui menyisipkan dan menghapus elemen data. Bahasa query data (data query language-
DQL) adalah bahasa level tinggi, seperti bahasa Inggris yang berisi perintah kuat dan mudah digunakan
yang memungkinkan pengguna untuk mengambil, menyortir, memesan serta menunjukkan data. Penulis
laporan (report writer) menyederhanakan pembuatan laporan.
Tipe-Tipe Atribut
Tabel-tabel dalam database relasional memiliki tiga jenis atribut kunci utama adalah atribut, atau
kombinasi dari beberapa atribut yang secara unik mengidentifikasi baris tertentu dalam sebuah tabel.
Kunci luar adalah atribut yang muncul dalam suatu tabel, yang juga merupakan kunci utama dalam tabel
lainnya. Kunci-kunci luar digunakan untuk menghubungkan tabel-tabel. Atribut lainnya yang bukan
berupa atribut kunci di dalam setiap tabel, menyimpan informasi penting mengenai entitasnya.
Model data rasional menekankan beberapa persyaratan untuk struktur tabel- tabelnya. Persyaratan
yang mewakili database dengan struktur yang baik yaitu:
Setiap kolom dalam sebuah baris harus berlainan nilainya.
Kunci utama tidak boleh bernilai nol. Kunci utama adalah atribut atau kombinasi dari beberapa
atribut yang secara unik mengidentifikasi baris dalam suatu tabel.
Agar syarat ini terwujud, kunci utama dari suatu baris dalam sebuah hubungan tidak boleh bernilai nol.
Karena nantinya tidak akan ada jalan untuk secara unik mengidentifikasi baris tersebut dan menarik data
yang disimpan dalamnya.
Kunci luar, jika tidak bernilai nol, harus memiliki nilai yang sesuai dengan nilai kunci utama di
hubungan yang lain.
Seluruh atribut yang bukan merupakan kunci dalam sebuah tabel harus mendeskripsikan objek
yang diidentifikasi oleh kunci utama.
Keempat syarat ini akan menghasilkan database yang terstruktur dengan baik yang memungkinkan
konsistensi data, dan meminimalkan serta mengendalikan pengulangan data. Bagian berikutnya
menggambarkan manfaat-manfaat tersebut, dengan memperlihatkan contoh berbagai jenis masalah
yang dapat muncul apabila keempat syarat tersebut dilanggar.
Kunci utama (primary key) adalah atribut database, atau kombinasi atribut, yang secara khusus
mengidentifikasi suatu baris tertentu dalam sebuah tabel. Kunci utama dalam Tabel 4-2 adalah Nomor
Komponen yang secara khusus mengidentifikasi setiap komponen barang yang dijual S&S. Biasanya,
kunci utama adalah atribut tunggal.
Dalam beberapa tabel, dua atau lebih atribut dibutuhkan untuk mengidentifikasi secara khusus baris
tertentu dalam tabel. Kunci asing (foreign key) adalah atribut dalam tabel yang juga merupakan kunci
utama dalam tabel lain dan digunakan untuk menghubungkan dua tabel. Atribut non kunci lainnya
dalam tabel menyimpan informasi penting mengenai entitas.
Membuat Desain Database Relasional untuk S&S, INC
Dalam sistem akuntansi manual, S&S akan mengambil informasi penjualan pada faktur penjualan
pracetak yang memberikan tampilan logis dan fisik data yang dikumpulkan. Penyimpanan fisik data
faktur penjualan adalah sederhana salinan faktur disimpan dalam lemari file. Menyimpan daya yang
sama dalam komputer lebih komplek. Anggalah S&S ingin menyimpan faktur penjualan (yang diberik
nomor 101 hingga 105) secara elektronik. Pada beberapa faktur, pelanggan membeli lebih dari satu
komponen. Mari kita melihat dampak beberapa cara untuk menyimpan informasi ini.
Menyimpan Semua Data dalam Satu Tabel yang Seragam.
S&S dapat menyimpan data penjualan dalam satu table. Pendekatan ini memiliki dua kerugian. Pertama,
ia menyimpan banyak kelebihan data. Oleh karena tiga barang persediaan terjual, data faktur dan
pelanggan (kolom 1 hingga 9) dicatat tiga kali. Demikian juga, deskripsi persediaan dan unit harga
diulangi setiap kali barang terjual. Oleh karena volume penjualan pada toko eceran tinggi, beberapa
kelebihan membuat pemeliharaan membutuhkan banyak waktu dan rentan akan kesalahan (eror).
Kedua, beberapa masalah akan terjadi ketika data faktur yang disimpan dalam tipe-tipe tabel ini.
Masalah pertama disebut anomali pembaruan (update anomaluy), karena nilai data tidak diperbarui
dengan benar. Mengubah alamat pelanggan melibatkan pencarian keseluruhan tabel dan mengubah
setiap kejadian dalam alamat pelanggan.
Anomali sisipan (insert anomaly) yang terjadi dalam contoh kita dikarenakan tidak adanya cara
menyimpan informasi mengenai pelanggan prospektif hingga mereka membuat pembayaran. Jika data
pelanggan prospetif dimasukan sebelum pembelian dibuat , kolom fatur penjualan akan menjadi
kosong. Padahal, faktur penjualan adalah kunci utama untuk tabel 4-3 dan tidak boleh kosong, karena
secara khusus akan mengidentifikasi catatan. Anomali penghapusan (delete anomaly) terjadi ketika
menghapus baris yang tidak memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan.
Memvariasikan jumlah kolom.
Afternatifnya adalah dengan mencatat faktur penjualan dan data pelanggan sekali dan menambahkan
kolom tambahan untuk mencatat setiap item yang terjual. Meskipun dapat mengurangi kelebihan data
dan mengeliminasi beberapa anomali, alternatif ini memiliki beberapa kelemahan.
Dua Pendekatan Untuk Desain Database
Satu cara untuk mendesain database relasional, disebut normalisasi (normalization), dimulai dengan
mengasumsikan bahwa segala sesuatu awalnya disimpan dalam satu tabel besar. Aturan yang kemudian
diikuti untuk memisahkan tabel awal ke dalam seperangkat tabel yang disebut bentuk normal ketiga
(third normal form-3NF), karena mereka bebas dari anomali pembaruan, sisipan dan penghapusan. Pada
pendekatan desain alternatif, yang disebut pemodelan data semantik (semantic data modeling),
pendesain menggunakan pengetahuan atas proses bisnis dan kebutuhan informasi untuk membuat
diagram yang menunjukkan apa yang dimasukkan dalam database. Diagram ini digunakan untuk
membuat seperangkat tabel relasional yang sudah ada dalam 3NF.
Pemodelan data semantik memiliki keuntungan signifikan. Pertama, menggunakan pengetahuan
pendesain akan proses bisnis memudahan desain yang efisien atas database pemrosesan transaksi.
Kedua, model grafis secara eksplisit menunjukkan proses bisnis dan kebutuhan informasi serta kebijakan
organisasi, dan mempermudah komunikasi dengan para pengguna sistem, akan membantu memastikan
bahwa sistem yang baru memenuhi kebutuhan aktual pengguna.
Membuat Query Database Relasional
Untuk mengambil data yang disimpan, pengguna akan menanyai database. Bagian dari bab ini
menunjukkan bagaimana untuk menanyai database menggunakan Microsoft Access. Jika anda ingin
mengikuti berdasarkan membuat pertanyaan yang diilustrasikan dalam bagian ini, unduh S&S In Chapter
Database dari situs teks. Ketika anda membuka database dan memilih pita “Create”, pita dalam bagian
atas Tabel 4-6 akan terlihat. Ada dua cara untuk menanyai database: membuat pertanyaan (query)
dalam tampilan Desain (tombol “Query Design”) atau menggunakan wizard (tombol “Query Wizard”).
Opsi-opsi tersebut di-outline denan warna hitam pada bagian atas Tabel 4-6. Tampilan Desain digunakan
dalam semua contoh yang ditunjukkan. Mengeklik tombol “Query Design” memunculkan jendela Show
Table yang ditunjukkan pada Tabel 4-6. Pengguna dapat memilih tabel yang diperlukan untuk
menghasilkan informasi yang diinginkan; jika lebih banyak tabel dibandingkan yang seharusnya dipilih,
query mungkin tidak akan berjalan dengan semestinya.
QUERY 1
Query 1 menjawab dua pertanyaan : Berapa nomor faktur yang dibuat untuk semua penjualan yang
dibuat untuk [Link] dan siapa tenaga penjual untuk setiap penjualan?
Table Penjualan dan Pelanggan berisi tiga komponen yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan ini :
Faktur Penjualan #, Tenaga Penjual dan Nama Pelanggan, Klik tombol “Query Design” dan pilih table
Penjualan dan Pelanggan dengan mengklik ganda pada nama mereka atau mengkiktunggal pada nama
mereka dan mengklik tombol Add. Garis antara dua table menghubungkan field Pelanggan # (kunci
utama table Pelanggan dan kunci asing table penjualan). Klik pada close untuk menutup jendela show
table.
Untuk menambahkan data pada bagian bawah layar, klikdua kali pada Faktur Penjualan #, Tenaga
Penjual, dan Pelanggan atau tarik dan letakkan mereka ked ala baris field. Access secara tmatis
mengecek ktak dalam garis Shw, sehingga item-item akan ditunjukan ketika query dijalankan.
Oleh karena kita hanya menginginkan penjuan ke D,Ainge , masukkan penjualan ke dalam garis criteria
untuk kolom Nama Pelanggan . Access akan secara otomatis meletakkan tanda Tanya di antara criteria.
Jalankan query dengan mengklik pada tanda merah!(tanda seru) pada pita Query Tool Design . Jawaban
query tidak secara otomatis memiliki judul “Penjualan Ainge”. Untuk memberikan query sebuah nama,
simpanlah dengan memilih File dari menu access, kemudian Save As , dan masukkan “Penjualan Ainge”
dalam baris pertama jendela Save As , pastikan bahwa kotak pilihan bject diset untuk “Query”, dan
kemudian klik OK.
QUERY 2
Query 2 menjawab pertanyaan ini: Berapa banyak televise yang terjual bulan oktober?. Table Penjualan ,
Persediaan dan Penjualan-Persediaan berisi tiga item yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan ini :
Tanggal, Deskripsi Persediaan, dan Kuantitas. Klik pada tombol query design dalam pita create serta
memilih tiga table dan tiga field. oleh karena kita menginginkan kuantitas televise yang terjual pada
bulan oktober, tambahkan criteria between #10/1/2018# and #10/31/2018 ke field Tanggal dan Televisi
ke field Deskripsi.
Untuk merinci criteria, access menggunakan peratr seperti “And” “Or”dan “Between”. Oleh karena kita
hanya mencari total televise pada bulan oktober maka kita perlu menunjukkan Tanggal atau Deskripsi.
Jangan mencentang kotak “shw” pada klm Tanggal dan Deskripsi. Untuk membuat total penjualan, klik
tombol “total” dalam bagian show/hide pada pita query tl design. Klik pada garis ttal di klm kuantitas, kik
pada imbl panah-bawah, dan pilih jumlah (sum) dari menu turun-kebawah yang nampak. Dua field sisa
dalam garis ttal aka nada sebagai grup by.
QUERY 3
Query 3 akan menjawab pertanyaan ini : Siapa nama pelanggan dan dimana alamat pelanggan yang
membeli televisi pada bulan oktober?
Query ini memerlukan beberapa field berikut: Tanggal, Deskripsi serta Nama Pelanggan, Jalan , Kota, dan
Negara Bagian. Keempat table ini digunakan karena table Penjualan-Persediaan digunakan untuk
memindahkan antara table penjulana dan persediaan. Query ini menggunakan criteria yang sama
dengan query 2. Data Tanggal dan Deskrripsi tidak perlu ditampilkan, sehingga kotak dalam baris shw
tidak dicentang.
QUERY 4
Query 4 menjawab pertanyaan ini : Berapa nomor faktur penjualan, tanggal, dan total faktur untuk
penjualan bulan Oktober, yang diatur dalam urutan berdasarkan jumlah total?
Dikarenakan database tidak berisi kolom Total Faktur, maka total faktur dihitung dengan mengalikan
unit harga berdasarkan kuantitas untuk setiap penjualan. Contohnya, kita akan menghitung total harga
penjualan asta ssetiap barang yang dijual dengan mengalikan field kuantitas dalam tabel Penjualan-
Persediaan berdasarkan field Unit Harga pada tabel persediaan.
Query 4 memerlukan tabel Penjualan (Tanggal, Faktur Penjualan#), Tabel Penjualan – Persediaan
(kuantitas) dan tabel persediaan (unit harga). Namun, beberapa field tidak akan tampak dalam kolom
pada jendela Select Query. Untuk menghitung Total Faktur, ketiklah “Total Faktur: : dalam sel kosong
pertama Field, klik kanan dalam sel, dan pilih Build dari menu pop up yang tampak jendela Expresion
Builder akan muncul, tempat formula untuk menghitung Total Faktur dimasukkan dengan mengetik
“Sum()”. Untuk melengkapi Query 4, klik tombol Total pada pita Query Tools Design. Klik pada panah
dibawah baris Total pada kolom Total Faktur, dan pilihlah Expression dari menu pop up.
QUERY 5
Query 5 akan menjawab pertanyaan berikut ini : Berapakah total penjualan berdasarkan tenaga penjual?
.Pertanyaaan ini sama dengan Query 4, kecuali jika kita menjumlah faktur berdasarkan tenaga penjual,
bukan berdasarkan nomor faktur. Kita juga tidak membatasi query untuk bulan Oktober..
Penerapan Pengaplikasian Konsep Basis Data Relasional Pada PT Panen Lestari Indonesia
PT. Panen Lestari Indonesia mengaplikasikan konsep basis data relasional dengan menggunakan sistem
database, seperti : Kegiatan pengeluaran dan pemasukan uang menggunakan database pada aplikasi
Accurate.
Kelebihan Database :
Mengurangi duplikasi data atau data redundancy
Menjaga konsistensi dan integritas data
Meningkatkan keamanan data
Meningkatkan effisiensi dan effektivitas penggunaan data
Meningkatkan produktivitas para pengguna data
Memudahkan pengguna dalam menggali informasi dari kumpulan data
Meningkatkan pemeliharaan data melalui independensi data
Meningkatkan pemakaian bersama dari data
Meningkatkan layanan backup dan recovery data
Mengurangi konflik antar pengguna data
Mencapai indenpendensi data
Mengintegrasikan data dari beberapa file
Mengambil data secara cepat, praktis
Meningkatkan keamaanan data
Terbaru (up to date).
Kelemahan Database :
Memerlukan suatu skill tertentu untuk bisa melakukan administrasi dan manajemen database
agar dapat diperoleh struktur dan relasi data yang optimal
Memerlukan kapasitas penyimpanan baik eksternal (disk) maupun internal (memory) agar
DBMS dapat bekerja cepat dan efisie
Harga DBMS yang handal biasanya sangat mahal
Kebutuhan akan sumber daya (resources) biasanya cukup tinggi
Konversi dari sistem lama ke sistem DBMS terkadang sangat mahal, disamping biaya pengadaan
perangkat keras dan perangkat lunak, diperlukan pula biaya pelatihan
Perangkat lunak yang mahal
Memperkerjakan dan mempertahankan DBA
Konfigurasi perangkat keras yang besar Data Sub Language DBMS
2. Cara Membuat Desain Pada Database Relasional
DBMS dikarakteristikan melalui jenis model logis data yang mendasarinya. Model Data adalah
perwakilan abstrak dari isi suatu database. Kebanyakan DBMS yang baru disebut sebagai database
relasional. Model relasional data mewakili semua yang disimpan di database.
Database relasional merupakan jenis Database Management System (DBMS) yang terbaru, yang
memberikan gambaran atau bagam skema yang menjelaskan tentang hubungan antar tabel bisa
dilakuan di dalam sebuah database. Jadi menurut saya, dengan database relasional, data disimpan
dalam bentuk relasi atau tabel dua dimensi, dan antartabel satu dengan tabel yang lainnya terdapat
hubungan atau relationship. Komponen-komponen model ralasional meliputi: Kumpulan objek yang
memiliki keterkaitan atau relasional antar penyimpan data, Set operator yang dapat melakukan relasi
untuk membuat relasi yang lainnya, dan Integritas datauntuk akurasidan konsistensi.
Sebuah database relasional menggunakan hubungan atau tabel dua dimensi untuk menyimpan
informasi. Sebagai contoh: Kita ingin menyimpan informasi tentang semua karyawan yang ada pada
salah satu perusahaan. Dalam sebuah database relasional, kita membuat beberapa tabel untuk
menyimpan bagian-bagian informasi yang berbeda tentang karyawan yang bekerja diperusahaan
tersebut, misalnya tabel yang menyimpan informasi tentang karyawan, tabel yang menyimpan informasi
tentang departemen, tabel yang menyimpan informasi tentang gaji.
Dengan demikian, sebuah database relasional ini dirancang untuk memiliki keterkaitan antar tabelnya,
menyesuaikan dengan program atau analisa sistem yang dirancang. Sehingga dapat meningkatkan
kinerja operasional perusahaan dengan baik karena konsep basis data relasional ini memiliki
kemampuan operator yang baik dan dengan menggunakan basis data relasional, dapat menghemat
ruang penyimpanan.
Jenis database relasional ini merupakan jenis database yang paling sederhana disamping jenis database
pendahulunya yaitu database Hierarki (Hierarchical Database Model), dan database Jaringan (Network
Database Model). Jenis database relasional menggunakan strukrur database 2D (dimensi). Perlu
diketahui bahwa kedua model pendahulu relasional database yaitu database hirarki dan database
jaringan untuk saat ini sudah tidak banyak digunakan, hal ini karena adanya berbagai kelemahan dan
fungsionalitas yang ada dari kedua jenis database tersebut yang sudah memenuhi spesifikasi atau
kebutuhan aplikasi modern saat ini, yang menuntut sistem database yang lebih kompleks dan
terstruktur untuk memenuhi berbagai kebutuhan komputasi skala besar saat ini, baik dalam skala
personal maupun Enterprise.
Dalam jenis database relasional ini, ada penggambaran yang jelas tentang hubungan suatu tabel dengan
tabel yang lain bisa dilakukan, hubungan ini digambarkan dengan garis solid yang menghubungkan
antara satu field name di tabel yang satu, dengan satu fieldname di tabel yang lain. Dengan demikian,
sebuah database relasional ini dirancang untuk memiliki keterkaitan antar tabelnya, menyesuaikan
dengan program atau analisa sistem yang dirancang.
Basis data relasional memiliki kemudahan dalam penggunaannya dan memiliki fleksibilitas dalam
struktur, sehingga sangat cepat populer ditambah dengan beberapa vendor yang inovatif dalam
membantu mengembangkan aplikasi-aplikasi yang powerful serta produk-produk yang menawarkan
solusi.
Selain itu, basis data relasional ini memiliki beberapa kelebihan yang menjunjukkan bahwa basis data
relasional ini cukup penting untuk diterapkan pada perusahaan, yaitu:
Model tampilan / View Tabular dan Query nya berupa table
Tidak adanya variabel pointer
Kemampuan operator yang baik
User-friendly
Dengan kelebihan-kebelihan tersebut, akan sangat membantu perusahaan dalam meningkatkan kinerja
operasional serta memudahkan karyawan dalam pekerjaannya serta dengan menggunakan basis data
relasional, dapat menghemat ruang penyimpanan.