0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan9 halaman

Pedoman Sanksi Organisasi RAPI 2016

Dokumen tersebut merupakan peraturan organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) tentang pedoman pemberian sanksi, pembelaan diri, dan pemberhentian pengurus pada berbagai tingkatan organisasi RAPI. Peraturan ini mengatur tentang definisi kunci, ruang lingkup pelanggaran yang dapat mendapat sanksi, dan tata cara pemberian sanksi serta pembelaan diri bagi pengurus yang terlibat pelanggaran.

Diunggah oleh

Ovigan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan9 halaman

Pedoman Sanksi Organisasi RAPI 2016

Dokumen tersebut merupakan peraturan organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) tentang pedoman pemberian sanksi, pembelaan diri, dan pemberhentian pengurus pada berbagai tingkatan organisasi RAPI. Peraturan ini mengatur tentang definisi kunci, ruang lingkup pelanggaran yang dapat mendapat sanksi, dan tata cara pemberian sanksi serta pembelaan diri bagi pengurus yang terlibat pelanggaran.

Diunggah oleh

Ovigan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PO NOMOR 6 TAHUN 2016

TENTANG

Pedoman Tatacara Pemberian Sanksi, Pembelaan Diri dan


Pemberhentian Pengurus Pada Jenjang Organisasi Radio
Antar Penduduk Indonesia
RAPAT KERJA NASIONAL VII

PATRA JASA BEACH RESORT, Jl. RAYA KARANG BOLONG,


ANYER BANTEN, 11 – 13 NOVEMBER 2016

RAPAT KERJA NASIONAL VII


PERATURAN ORGANISASI RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA
Nomor 6 Tahun 2016

Tentang
Pedoman Tatacara Pemberian Sanksi, Pembelaan Diri dan Pemberhentian
Pengurus
Pada Jenjang Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia

RAPAT KERJA NASIONAL VII

Menimbang : a. bahwa dalam rangka ketertiban, efisiensi dan efektifitas


administrasi penyelenggaraan Organisasi Radio Antar Penduduk
Indonesia perlu dilakukan amanat Anggaran Rumah Tangga
untuk menetapkan Peraturan Organisasi Tentang Pedoman
Pemberian Sanksi, Pembelaan Diri dan Pemberhentian
Pengurus Pada Jenjang Organisasi Radio Antar Penduduk
Indonesia;
b. bahwa Surat Keputusan Pengurus Pusat Nomor :
081.09.00.0701 tanggal 6 Juli 2011 Tentang Sanksi Organisasi
dan Tatacara Pembelaan, harus dilakukan pembenahan sesuai
AD ART RAPI Tahun 2016;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a dan huruf b, maka harus menetapkan Peraturan
Organisasi RAPI Tentang Pedoman Pemberian Sanksi,
Pembelaan Diri dan Pemberhentian Pengurus Pada Jenjang
Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia;

Mengingat : 1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 1999


Tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3881);
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2013
Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 116, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5430 );
3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008
Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara

112 | Rakernas VII-2016


RAPAT KERJA NASIONAL VII

PATRA JASA BEACH RESORT, Jl. RAYA KARANG BOLONG,


ANYER BANTEN, 11 – 13 NOVEMBER 2016

Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 58, Tambahan


Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4843);
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 1990
Tentang Ketentuan Keprotokolan Mengenai Tata Tempat, Tata
Upacara Dan Tata Penghormatan (Lembaran Negara 90 TLN NO.
3432);
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 52 Tahun
2000 Tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi (Lembaran
Negara Republik Indonesiatahun 2000 Nomor 107, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3980);
6. Peraturan Menteri Komunikasi Dan Informatika Nomor: 34/PER
/[Link]/8/2009 Tahun 2009 Tentang Penyelenggaraan
Komunikasi Radio Antar Penduduk;
7. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik
Indonesia Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Perubahan atas
Peraturan Menteri Komunikasi Dan Informatika Nomor: 34/PER
/[Link]/8/2009 Tahun 2009 Tentang Penyelenggaraan
Komunikasi Radio Antar Penduduk;
8. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 50 Tahun 2015 Tentang Pedoman Umum
Ejaan Bahasa Indonesia Berita Negara Republik Indonesia
Nomor 1788.
9. Surat Ketetapan Musyawarah Nasional VII Radio Antar
Penduduk Indonesia Nomor: [Link]-VII.0516 Tentang
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Radio Antar
Penduduk Indonesia jo Surat Keputusan Pengurus Nasional
Radio Antar Penduduk Indonesia Nomor: 019.09.00.0616
Tentang Pengangkatan Tim Adhoc untuk Penyempurnaan
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Hasil MUNAS VII
Tahun 2016 jo Surat Keputusan Pengurus Nasional Radio Antar
Poenduduk Indonesia Nomor : 049.09.00.0816 Tentang
Penetapan Pemberlakuan Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga Hasil MUNAS VII Tahun 2016 Radio Antar
Penduduk Indonesia.

MEMUTUSKAN :
Menetapkan : Pedoman Tatacara Pemberian Sanksi, Pembelaan Diri dan
Pemberhentian Pengurus Pada Jenjang Organisasi Radio
Antar Penduduk Indonesia

113 | Rakernas VII-2016


RAPAT KERJA NASIONAL VII

PATRA JASA BEACH RESORT, Jl. RAYA KARANG BOLONG,


ANYER BANTEN, 11 – 13 NOVEMBER 2016

Bab I
Ketentuan Umum

Pasal 1
Pengertian dan ruang lingkup
Dalam Peraturan Organisasi ini, yang dimaksud dengan:
1 RAPI adalah organisasi komunikasi radio antar penduduk yang diakui dan disahkan
oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai wadah resmi bagi pemilik Izin
Komunikasi Radio Antar Penduduk (IKRAP).
2 Anggaran Dasar RAPI Tahun 2016 disingkat AD menurut pasal 20 ART adalah :
a. Anggaran Dasar merupakan keseluruhan aturan yang mengatur secara langsung
kehidupan organisasi dan hubungan antara organisasi dengan para anggotanya,
untuk terselenggaranya tertib organisasi,
b. Anggaran Dasar berfungsi sebagai dasar atau sumber peraturan/ hukum dalam
organisasi.
3 Anggaran Rumah Tangga RAPI Tahun 2016 disingkat ART sesuai pasal 21 ART
adalah :
a. Anggaran Rumah Tangga merupakan perincian pelaksanaan Anggaran Dasar,
b. Anggaran Rumah Tangga berfungsi menerangkan hal-hal yang belum spesifik
pada Anggaran Dasar atau yang tidak diterangkan dalam Anggaran Dasar.
4 Peraturan Organisasi merupakan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis serta
penjabaran dan penjelasan dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (
pasal 22 ART).
5 Jenjang Organisasi RAPI meliputi;
a. Organisasi tingkat Nasional meliputi seluruh wilayah NKRI.
b. Organisasi tingkat Daerah meliputi satu provinsi.
c. Organisasi tingkat Wilayah meliputi satu kabupaten/kota atau lebih.
d. Organisasi tingkat Lokal meliputi satu kecamatan atau lebih.
e. Provinsi Papua dan Papua Barat, organisasi tingkat lokal terdiri dari satu distrik
atau lebih.
6. Kepengurusan adalah pengurus dan DPPO sesuai jenjang kepengurusan masing-
masing.
7. Sanksi ialah hukuman, untuk memaksa orang menepati perjanjian atau mentaati
ketentuan.
8. Tugas adalah sesuatu yang wajib dikerjakan atau yang ditentukan untuk dilakukan,
yang menjadi tanggung jawab yang dibebankan.
9. Pengurus ialah anggota RAPI yang menduduki jabatan pada jenjang pengurus dan
posisi tertentu dalam susunan pengurus organisasi RAPI.
10. Keputusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap adalah putusan
pengadilan yang diterima para pihak dan atau tidak menggunakan hak banding dan
atau kasasi serta putusan kasasi.
11. Anggota RAPI ialah setiap pemegang IKRAP yang masih berlaku.

114 | Rakernas VII-2016


RAPAT KERJA NASIONAL VII

PATRA JASA BEACH RESORT, Jl. RAYA KARANG BOLONG,


ANYER BANTEN, 11 – 13 NOVEMBER 2016

12. Komunikasi Radio Antar Penduduk yang selanjutnya disebut KRAP adalah
Komunikasi Radio yang menggunakan pita frekuensi radio yang telah ditentukan
secara khusus untuk penyelenggaraan KRAP dalam wilayah Republik lndonesia.
13. Pemancar radio adalah alat telekomunikasi yang menggunakan dan memancarkan
gelombang radio.
14. Stasiun KRAP adalah satu atau beberapa pesawat pemancar dan atau pesawat
penerima termasuk perlengkapannya yang diperlukan di suatu tempat untuk
menyelenggarakan KRAP.
15. Perangkat KRAP adalah alat telekomunikasi yang memungkinkan penyelenggaraan
KRAP.
16. Pelanggaran ialah perbuatan menyalahi dan atau melawan hukum yang
berhubungan dengan Telekomunikasi Khusus yang diselenggarakan organisasi
RAPI dan peraturan yang berlaku bagi internal RAPI terhadap anggota dan atau
pengurus.

Pasal 2
Ruang lingkup Pelanggaran
1. Pelanggaran sesuai dengan pasal 50 Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000
Tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi yang dilarang untuk :
a. menyelenggarakan telekomunikasi di luar peruntukannya;
b. menyambungkan atau mengadakan interkoneksi dengan jaringan telekomunikasi
lainnya; dan
c. memungut biaya dalam bentuk apapun atas penggunaan dan atau
pengoperasiannya, kecuali untuk telekomunikasi khusus yang berkenaan dengan
ketentuan internasional yang telah diratifikasi. maka sesuai pasal 95 dikenakan
sanksi pencabutan izin;
2. Pelanggaran yang dimaksud dengan pasal 25 Peraturan Menteri Komunikasi dan
Informatika Nomor 34 tahun 2009 Tentang Penyelenggaraan KRAP, maka
dikenakan sanksi pencabutan izin;
3. Pengguna KRAP wajib memiliki IKRAP yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal
sebagaimana pasal 3 Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 34
tahun 2009 Tentang Penyelenggaraan KRAP;
4. Pengurus organisasi pada semua jenjang dan susunan pengurus baik secara
kolektif maupun sesuai jabatannya yang tidak melaksanakan sebagaimana amanah
musyawarah masing-masing jenjang;
5. Melaksanakan kewajiban sebagai anggota organisasi RAPI sebagaimana tercantum
pada pasal 10 Anggaran Rumah Tangga organisasi RAPI Tahun 2016;
6. Melanggar peraturan per-undang-undangan yang berhubungan dengan
penyelenggaraan Komunikasi Radio Antar Penduduk;
7. Melanggar peraturan internal organisasi RAPI yang berlaku;
8. Pelanggaran yang disebabkan sanksi pidana berupa hukuman kurungan yang
memiliki kekuatan hukum tetap sehingga tidak dapat melaksanakan amanah
sebagai Kepengurusan RAPI sesuai jenjang yang bersangkutan.

115 | Rakernas VII-2016


RAPAT KERJA NASIONAL VII

PATRA JASA BEACH RESORT, Jl. RAYA KARANG BOLONG,


ANYER BANTEN, 11 – 13 NOVEMBER 2016

Bab II
Kewenangan dan Tatacara Pemberian Sanksi

Pasal 3
Kewenangan Pemberian Sanksi
1. Apabila pelanggaran berhubungan dengan pasal 2 ayat 1 dan ayat 6, maka
anggota organisasi RAPI dan atau jenjang organisasi RAPI bersifat hanya
melaporkan kepada yang berwenang;
2. Apabila pelanggaran sebagaimana dimaksud dengan pasal 2 ayat 3, maka
pengurus wajib melaporkan ke pihak yang berwenang.
3. Apabila yang dimaksud pada pasal 2 ayat 5 dan ayat 7, dilakukan oleh anggota,
maka kewenangan pada jenjang kepengurusan yang langsung pada anggota;
4. Apabila yang dimaksud dengan pasal 2 ayat 5 dan ayat 7, dilakukan oleh pengurus,
maka kewenangan pada kepengurusan setingkat diatasnya;
5. Apabila seseorang yang kebetulan sebagai anggota RAPI memperoleh sanksi
pidana berat dengan hukuman kurungan yang memiliki kekuatan hukum tetap,
maka kewenangan pada pengurus lokal mengusulkan pemberhentian anggota yang
bersangkutan ke pengurus setingkat diatasnya.
6. Apabila seseorang sebagaimana dimaksud pada pasal 3 ayat 5 tersebut diatas juga
sebagai pengurus, maka jenjang pengurus setingkat diatasnya berkewenangan
melakukan pemberhentian sebagai pengurus. Khusus pengnas, maka yang
berkewenangan adalah Rapat Pimpinan Nasional.

Pasal 4
Tatacara Pemberian Sanksi
1. Pemberian sanksi dengan pencabutan izin sebagaimana dimaksud pada pasal 2
ayat 1 dilakukan oleh Pemerintah setelah diberikannya peringatan tertulis sebanyak
3 (tiga) kali berturut-turut yang mana masing-masing peringatan tertulis
berlangsung selama 7 (tujuh) hari kerja.
2. Pencabutan izin sebagaimana dimaksud pada pasal 2 ayat 2, dilakukan apabila
Pemilik IKRAP tidak mengindahkan peringatan tertulis yang diberikan sebanyak 3
(tiga) kali berturut-turut dengan tenggang waktu peringatan masing-masing 14
(empat belas) hari kerja.
3. Apabila melanggar sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat 3, maka secara otomatis
bukan anggota RAPI dan apabila sebagai pengurus maka gugurnya jabatan
pengurus. Selanjutnya jenjang pengurus yang bersangkutan meng-agendakan dan
melakukan rapat untuk PAW yang diajukan kepada setingkat jenjang diatas jenjang
yang bersangkutan. Kemudian jenjang setingkat lebih tinggi menerbitkan surat
keputusan pemberhentian dan pengangkatan personal baru untuk menduduki
jabatannya dan seterusnya apabila terjadi pengulangan pelanggaran.
4. Apabila anggota organisasi RAPI telah mendapat keputusan tetap dari Pengadilan
Negeri atas pelanggaran pidana berat, maka Pengurus RAPI melalui Rapat
116 | Rakernas VII-2016
RAPAT KERJA NASIONAL VII

PATRA JASA BEACH RESORT, Jl. RAYA KARANG BOLONG,


ANYER BANTEN, 11 – 13 NOVEMBER 2016

Pimpinan pada daerah yang bersangkutan memiliki kewenangan memberhentikan


dari keanggotaan dan selanjutnya mengusulkan pencabutan IKRAP kepada
pemerintah yang berwenang;
5. Apabila anggota organisasi RAPI dan juga sebagai pengurus, maka pengurus
jenjang yang bersangkutan melakukan rapat untuk pemberhentian dan melakukan
Penggantian Antar Waktu.

Pasal 5
Prosedur Teknis
1. Rapat pembahasan untuk pelaporan kepada pemerintah tentang pelanggaran
peraturan per-undang-undangan dilakukan oleh Kepengurusan (Pengurus dan
DP2O) yang bersangkutan memiliki kewenangan dengan memaparkan bukti dan
kesaksian terhadap pelanggaran;
2. Hasilnya rapat sebagaimana ayat 1, pasal ini disampaikan kepada pemerintah yang
berwenang UPT Balai Monitoring dan atau Pemantauan Spektrum dan Frekuensi
Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan tembusan DP2O dan jenjang
yang lebih tinggi;
3. Apabila secara pribadi dan kebetulan sebagai anggota dan pengurus organisasi
RAPI memperoleh sanksi pidana berat dengan hukuman kurungan yang memiliki
kekuatan hukum tetap, maka rapat pembahasan dengan memaparkan petikan atau
copy yang dilegalisir atas putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan
hukum tetap sebagai bahan pertimbangan rapat;
4. Apabila pelanggaran terhadap peraturan internal RAPI yang berlaku (AD, ART, PO
dan keputusan musyawarah), maka harus jelas laporan pelanggaran secara tertulis
dan ditanda tangani para saksi dan dilampirkan bukti lainnya sebagai bahan
pertimbangan rapat;
5. Para peserta rapat pembahasan sebagaimana dimaksud pasal 5 ayat 4 dengan
menghadirkan para saksi, pelanggar, Pengurus dan DP2O pada jenjang terbawah
dan atau jenjang kepengurusan kedudukannya sebagai pengurus;

Pasal 6
Administrasi
1. Administrasi yang harus dilampirkan berupa surat dan peryataan-pernyataan diatas
materai secukupnya;
2. Yang dimaksud pada pasal 6 ayat 1 terdiri dari :
a. surat pengantar dari pengurus jenjang terbawah dan atau jenjang kedudukan
pelanggar sebagai pengurus;
b. berita Acara Rapat;
c. daftar Hadir;
d. keterangan saksi-saksi;
e. copy berkas-berkas yang berhubungan.

117 | Rakernas VII-2016


RAPAT KERJA NASIONAL VII

PATRA JASA BEACH RESORT, Jl. RAYA KARANG BOLONG,


ANYER BANTEN, 11 – 13 NOVEMBER 2016

Bab III
Pembelaan

Pasal 7
Pembelaan
1. Pembelaan dapat dilakukan pada rapat pimpinan pembahasan diduga terjadi
pelanggaran dengan menyampaikan dalam bentuk tulisan dan lisan dihadapan
rapat dengan menghadirkan para saksi dan menyampaikan bukti-bukti;
2. Pembelaan sebagaimana dimaksud pasal 7 ayat 1 peraturan ini, juga disampaikan
pada DP2O sebagai tembusan yang bersangkutan dan disampaikan pada pengurus
jenjang setingkat lebih tinggi, kecuali pengnas;
3. Khusus pelanggaran yang dilakukan oleh Pengurus Nasional RAPI (Ketua Umum),
maka disampaikan kepada DP2ON untuk melaksanakan RAPIMNAS;
4. Pembelaan diri atas Sanksi Organisasi merupakan hak asasi anggota yang
dilakukan dalam suatu Rapat Pimpinan. Khusus untuk lokal dilakukan rapat anggota
baik pelanggaran dilakukan oleh anggota dan atau kepengurusan.

BAB IV
SANKSI

Pasal 8
1. Pelanggaran terhadap peraturan internal organisasi RAPI, setelah dilakukan rapat,
maka diterbitkan Surat Peringatan I, II dan III;
2. Masing-masing surat peringatan diberikan tenggang waktu 14 (empat belas) hari
sejak dikeluarkan surat peringatan;
3. Apabila surat peringatan sebagaimana dimaksud ayat 1 dan ayat 2 pasal ini, masih
tidak menunjukkan perbaikan dan masih melanggar aturan, maka dilakukan rapat
sebagaimana rapat pembahasan khusus pelanggaran dan selanjutnya dilakukan
sebagai berikut :
a. Diusulkan kepada kementerian komunikasi dan Informatika cq Dirjen SDPPI
untuk dilakukan pencabutan IKRAP;
b. Apabila pelanggar juga adalah pengurus, maka diusulkan kepada setingkat
diatas kepengurusan yang bersangkutan untuk dilakukan pemberhentian sebagai
pengurus dengan surat keputusan.

118 | Rakernas VII-2016


RAPAT KERJA NASIONAL VII

PATRA JASA BEACH RESORT, Jl. RAYA KARANG BOLONG,


ANYER BANTEN, 11 – 13 NOVEMBER 2016

Bab V
Ketentuan Peralihan

Pasal 9
Kepengurusan RAPI di tingkat Daerah wajib melakukan sosialisasi Peraturan Organisasi
ini secara berjenjang hingga ditingkat Lokal dalam kurun waktu 6 (enam) bulan setelah
ditetapkan.
Bab VI
Ketentuan Penutup
Pasal 10
1. Lampiran peraturan ini merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan pada
Peraturan Organisasi ini.
2. Dengan ditetapkannya dan berlakunya peraturan organisasi ini, maka Surat
Pengurus Pusat Nomor : 081.09.00.0701 tanggal 6 Juli 2011 tentang sanksi
organisasi dan tatacara pembelaan dinyatakan dicabut dan tidak berlaku;
3. Peraturan organisasi ini, berlaku sejak diberlakukan oleh Pengurus Nasional RAPI
dengan diterbitkannya surat keputusan tentang Pemberlakuan Pedoman Organisasi
hasil RAKERNAS VII Tahun 2016;
4. Memerintahkan pada Pengurus Nasional RAPI untuk mensosialisasikan dan
memberlakukan pedoman organisasi ini sebagaimana dimaksud pada ayat 1 pasal
ini.
Ditetapkan di : Banten
Pada tanggal : 12 November 2016

PIMPINAN SIDANG KOMISI C RAPAT KERJA NASIONAL VII


RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA

Jabatan Nama 10 28 NIA Tandatangan

1 2 3 4 5

Ketua BUDI SETIYONO JZ30HOT 30.08.15.030423

Wakil Ketua SYAHRUM JZ10GA 10.25. .00702


AGUNG

SEKRETARIS HERU JATMIKO JZ10QRU 10.29.12.008871

119 | Rakernas VII-2016

Anda mungkin juga menyukai