0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
117 tayangan4 halaman

Pendekatan Integratif Efektivitas Organisasi

Tugas tutorial 2 membahas diferensiasi organisasi, kompleksitas, dan pengukuran efektivitas. Diferensiasi vertikal berfokus pada tingkat hierarki sebuah organisasi. Semakin tinggi diferensiasi dan kompleksitas suatu organisasi, semakin sulit komunikasi dan koordinasi. Pengukuran efektivitas sebaiknya menggunakan pendekatan integratif yang mempertimbangkan berbagai aspek agar lebih komprehensif. Sasaran aktual lebih

Diunggah oleh

Audilla Hanifa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
117 tayangan4 halaman

Pendekatan Integratif Efektivitas Organisasi

Tugas tutorial 2 membahas diferensiasi organisasi, kompleksitas, dan pengukuran efektivitas. Diferensiasi vertikal berfokus pada tingkat hierarki sebuah organisasi. Semakin tinggi diferensiasi dan kompleksitas suatu organisasi, semakin sulit komunikasi dan koordinasi. Pengukuran efektivitas sebaiknya menggunakan pendekatan integratif yang mempertimbangkan berbagai aspek agar lebih komprehensif. Sasaran aktual lebih

Diunggah oleh

Audilla Hanifa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tugas Tutorial 2 Organisasi

1. Jika berbicara perihal Diferensiasi, muncul beberapa masalah :


a. Diferensiasi vertical berfokus pada tingkat kedalaman struktur suatu
organisasi. Menurut anda setujukah dengan pernyataan tersebut ?
Mengapa ?
Jawab :
• Saya setuju tentang diferensiasi vertical berfokus pada tingkat
kedalaman struktur suatu organisasi. Karena, Diferensiasi vertikal
menggambarkan tingkat kedalaman atau banyaknya tingkatan
hierarki antara pimpinan puncak hingga tingkatan paling rendah
dalam sebuah organisasi.
b. Menurut anda apa hubungan antara diferensiasi dengan kompleksitas
organisasi ?
Jawab :
• Kompleksitas menunjukkan derajat diferensiasi yang terjadi dalam
suatu organisasi, dan terdiri dari tiga elemen, yaitu diferensiasi ke
arah horizontal, diferensiasi ke arah vertical, dan sebaran
organisasi secara geografis. Jika diferensiasi horizontal dalam
sebuah organisasi menjadi lebih besar, sementara organisasi itu
menggunakan rentang kendali yang tetap besarnya maka jumlah
tingkatan hirearki akan meningkat, yang berarti bahwa sebaran
bagian-bagian organisasi tersebut meningkat dan juga akan
meningkatkan besarnya kompleksitas organisasi. Semakin tinggi
kompleksitas organisasi maka semakin sulit komunikasi antar unit
dilakukan sehingga koordinasi dan pengawasan terhadap bagian-
bagian organisasi perlu menjadi lebih kuat. Semakin beragam jenis
kegiatan, semakin banyak kelompok tenaga kerja yang berbeda
perilakunya maka semakin tinggikompleksitas organisasi.
Sumber : BMP Organisasi hal. 518 – 5.19
2. Ada banyak hal yang perlu dipelajari dalam Efektifitas Organisasi
diantaranya :
a. Mengacu pada Pendekatan Integratif dalam Pengukuran Efektifitas
Organisasi, bisa memunculkan karakter / budaya masing-masing
organisasi Menurut anda hal apa yang mendasar bisa menjadikan
pendekatan integratif sebagai pengukuran efektifitas organisasi ?
Jawab :
• Pendekatan Integratif dapat dimaknakan sebagai pendekatan yang
menyatukan beberapa aspek ke dalam satu proses.
• Pendekatan integratif muncul dalam pengukuran efektivitas
organisasi karena, organisasi melaksanakan berbagai jenis kegiatan
dan menghasilkan bermacam-macam output sehingga pengukuran
efektivitasnya lebih tepat apabila dilakukan dengan banyak
kriteria. Ketidaksempurnaan cara mengukur keberhasilan atau
efektivitas organisasi dengan kriteria tunggal mendorong
munculnya pemikiran untuk menggunakan pengukuran
menggunakan banyak kriteria, yang sesungguhnya
menggambarkan profil dari organisasi itu secara komprehensif dan
bukan hanya menonjolkan salah satu dimensinya saja.
Sumber : BMP Organisasi hal. 3.38
b. Teori Pendekatan Goal Domain Killmann & Herden menyebutkan
adanya bidang sasaran organisasi, nah jelaskan masing-masing
sasaran organisasi tersebut.
Jawab :
• Bidang sasaran yang diberikan oleh Kilmann dan Herden
membedakan sasaran berupa efisiensi ataupun efektivitas, dan
sasaran yang berfokus pada aspek internaal ataupun aspek
eksternal. Dengan kerangka tersebut Kilmann dan Herden
menunjukkan adanya 4 bidang sasaran bagi suatu organisasi.
Yaitu :
1. Efisiensi Internal
Bidang sasaran ini identik dengan pengukuran efektivitas
organisasi melalui efisiensi internal. Bidang kegiatan ini
memberikan perhatian terhadap efisiensi kegiatan yang
dilakukan di dalam organisasi sehingga sangat memperhatikan
besarnya nilai input, transformasi maupun output.
2. Efisiensi Eksternal
Bidang sasaran ini identik dengan pengukuran efektivitas
organisasi melalui pendekatan sumber, yaitu dengan
memberikan perhatian terhadap kemampuan organisasi dalam
membina hubungan baik dengan elemen-elemen
lingkungannya.
3. Efektivitas Internal
Menunjukkan besarnya hasil kerja para personel dalam suatu
organisasi sehingga bidang sasaran ini bisa dianggap identik
dengan pengukuran efektivitas organisasi menurut pendekatan
proses.
4. Efektivitas Eksternal
Bidang sasaran ini identik dengan pengukuraan efektivitas
organisasi melalui pendekatan constituency. Efektivitas
eksternal menyangkut hubungan organisasi dengan keseluruhan
elemen dari lingkungannya. Organisasi perlu membina
hubungan baik dan mengusahakan munculnya rasa puas pada
setiap eleneb constituency yang terdapat di luar organisasi.
Pendekatan bidang sasaran ini merupakan suatu cara
pengukuran efektivitas organisasi yang mencoba
menggabungkan beberapa jenis pendekatan sebelumnya.
Sumber : BMP Organisasi hal. 3.33 – 3.34
c. Menurut anda dalam Pendekatan dalam pengukuran Efektifitas
Organisasi untuk melakukan pengukuran efektifitas organisasi apakah
bisa jika dibandingkan dengan efektifitas beberapa organisasi yang
sasarannya berbeda? Mengapa ?
Jawab :
• Menurut saya tidak. Karena sasaran setiap organisasi berbeda,
sehingga perkembangannya juga ke arah yang berbeda. Oleh
karena itu, tidak tepat apabila efektivitas organisasi diukur melalui
keberhasilan organisasi mencapai sasarannya apalagi jika
sasarannya berbeda. Contohnya organisasi yang satu berusaha
untuk memperbesar perolehan laba, sedangkan organisasi yang lain
sedang gencar meningkatkan penjualan. Maka sasaran kedua
organisasi tersebut berbeda. Karena itu tidak tepat menggunakan
sasaran sebagai acuan untuk mengukur efektivitas organisasi.
d. Apakah dibenarkan bahwa pengukuran efektifitas suatu organisasi
selalu dikaitkan dengan sasaran aktualnya? Mengapa ?
Jawab :
• Dibenarkan bahwa pengukuran efektivitas suatu organisasi selalu
dikaitkan dengan sasaran aktualnya. Karena :
• Sasaran resmi organisasi sering kali bersifat abstrak, dan tidak
terlalu tegas. Biasanya memuat nilai-nilai atau falsafah yang dianut,
dalam bentuk yang tidak spesifik dan tidak terukur. Oleh karena
tidak terukur, sulit untuk memeriksa apakah sebuah organisasi
sudah berhasil mencapai sasaran resmi tersebut. Sebagai contoh
sasaran resmi sebuah lembaga pendidikan dinyatakan untuk
menghasilkan lulusasn yang bertakwa. Seperti apa ukuran lulusan
yang bertakwa sulit diukur secara pasti. Sasaran actual lebih terukur
sehingga juga lebih mudah dijadikan acuan untuk memeriksa
efektivitas organisasi. Sebagai contoh, dalam rangka menghasikan
lulusan yang bertakwa, lembaga pendidikan sebelumnya
mengharuskan para siswa mengikuti 50 jam pelajaran agama tiap
semester. Pernyataan sasaran semacam ini lebih terukur dan lebih
mudah dijadikan acuan untuk mengukur efektivitas organisasi.

Sumber : BMP Organisasi hal. 3.15

Anda mungkin juga menyukai