0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan15 halaman

Tutorial Akuntansi Biaya: Soal dan Jawaban

1. Sistem pembelian bahan baku secara kredit dimulai dari permintaan departemen atau gudang yang diverifikasi oleh cost controller. 2. Purchasing membuat purchase order setelah diverifikasi cost controller, kemudian disetujui financial dan general manager. 3. Jika supplier reguler tidak tersedia, akan diminta penawaran dari 3 supplier baru untuk pemilihan supplier.

Diunggah oleh

Audilla Hanifa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan15 halaman

Tutorial Akuntansi Biaya: Soal dan Jawaban

1. Sistem pembelian bahan baku secara kredit dimulai dari permintaan departemen atau gudang yang diverifikasi oleh cost controller. 2. Purchasing membuat purchase order setelah diverifikasi cost controller, kemudian disetujui financial dan general manager. 3. Jika supplier reguler tidak tersedia, akan diminta penawaran dari 3 supplier baru untuk pemilihan supplier.

Diunggah oleh

Audilla Hanifa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tugas Tutorial 2 Akuntansi Biaya

SOAL TEORI ( 30 )
1. Gambarkan dan jelaskan bagan alir system pembelian bahan baku secara kredit
2. Gambarkan dan jelaskan bagan alir system Penjualan secara kredit
SOAL PRAKTEK ( Point 70 )
[Link] menggunakan system akuntansi berdasarkan pesanan ( job order
costing ) . Pada Tgl 5 Oktober 2021 Perusahaan menerima pesanan Kaca Cermin
masing-2 jenis produk dipesan sebanyak 20 unit . Nama Pemesan [Link],
Alamat [Link] Mada 222 Mojokerto. Oleh Perusahaan pesanan tsb dicatat
dengan nomer pesanan PTM-101, PTM-102 dan PTM-103. Pesanan selesai tgl 20
Oktober 2021 dan Tgl pengiriman 21 Oktober 2021. Untuk memproduksi pesanan
tsb Perusahaan melakukan pembelian bahan baku secara kredit sbb :
Bahan baku untuk Jenis MJK-005 sebanyak 4 Meter Harga Rp.900.000/M, Jenis
MJK-006 sebanyak 5 Meter Harga Rp.500.000/M dan Jenis MJK-007 sebanyak 6
meter Harga Rp.325.000/M, sedangkan catatan biaya bahan baku dan Upah TKL
sbb.

Kode Jenis BIAYA BAHAN UPAH TENAGA


Pesanan BAKU KERJA
LANGSUNG

MJK-005 Rp.3.600.000 Rp.4.000.000

MJK-006 Rp.2.400.000 Rp.2.500.000

MJK-007 Rp.1.800.000 Rp.2.000.000

Biaya Overnead Pabrik dibebankan berdasarkan Jam Kerja Langsung. Tarip BOP
yang dibebankan sebesar Rp.250.000 Per Jam Kerja langsung. Berdasarkan catatn
perusahaan pada periode sebelumnya setiap jenis pesanan pesanan dikerjakan
selama 7 jam kerja. Setelah produk selesai dikerjakan BOP sesungguhnya sebesar
Rp.265.000 Per Jam kerja langsung.
PERTANYAAN :
1. Buatlah kartu kos pesanan
2. Buat jurnal Yang diperlukan
3. Berapa Kos Produksi per Unit untuk masing masing jenis pesanan
4. Jika Harga jual ditentukan sebesar 140% dari kos produksi sesungguhnya,
Berapa Harga Jual masing-masing jenis pesanan
Soal Teori
1. Gambarkan dan jelaskan bagan alir system pembelian bahan baku secara kredit

DEPARTEMENT COST FINANCIAL GENERAL


PURCHASING RECEIVING
USER/WAREHOUSE CONTROLER CONTROLER MANAGER

PR 1 1 2 3
Mulai

Membuat Memastikan PR 1
PR 1 PR 1
Purchase Request barang ke
supplier PO 1,2,3 PO 1,2,3
(PR)
reguler Memeriksa
Tidak PR, Inventory
PR 1,2 Memeriksa Memeriksa
& Budget
& Menanda & Menanda
Reguler?
tangani PO tangani PO
1 Ya
N 2 1
PR 1
Membuat PR 1 PR 1
Purchase Order
(PO)
PR 1 PO 1,2,3 1. B
PO 1,2,3 e
PR 1 g
PO 1,2,3 Memeriksa
3 a
PR, PO & n
PR 1 Paraf PO a
PO 1,2,3 l
i
PR 1
r
2 PO 1,2,3
s
y
s
PR 1
t
PO 1,2,3 PO 2
e
N N
m
Mengirim PO via
p
email ke suppier
e
m
b
e
l
FINANCIAL
COST CONTROLER / GENERAL
SUPPLIER PURCHASING RECEIVING
CONTROLLER PURCHASING MANAGER
MANAGER
1 Penawaran Penawaran Penawaran
3 supplier 3 supplier 3 supplier

Meminta
Menyiapkan penawaran
penawaran ke 3 supplier Memeriksa Memeriksa Memeriksa
(min 3) penawaran penawaran & penawaran &
ke 3 supplier pengajuan pengajuan
& paraf

Penawaran Penawaran
3 supplier
Ya Ya
Penawaran
3 supplier OK? OK?
Tidak Tidak

Pengajuan
persetujuan
STOP STOP
supplier baru

Penawaran
3 supplier

2
• Flowchart pembelian kredit ini dimulai dari permintaan pengadaan
barang dari user departemen lain atau gudang. Karena purchasing dari
awal ditegaskan tidak diperkenankan membuat permintaan pembelian
sendiri. Sehingga permintaan harus datang dari pengguna atau gudang
melalui formulir Purchase Request (PR). PR yang diajukan ke cost
controller sudah harus ditandatangani user dan atasan user departemen.
Cost controller memeriksa PR yang diterima dengan melakukan
pengecekan atas inventory apabila permintaan dari gudang. Dan
memeriksa budget yang sudah disetujui apabila permintaan dari
departemen lain. Umumnya permintaan pengadaan diluar budget hanya
untuk keadaan darurat. Proses flowchart pembelian kredit berikutnya,
dimana purchasing menerima PR yang sudah diperiksa dan disetujui oleh
cost controller. Purchasing memastikan bahwa barang atau persediaan
yang diminta dapat dipenuhi oleh pemasok atau supplier reguler yang
sudah terdata pada sistem perusahaan. Sehingga terdapat 2 kondisi untuk
flowchart pembelian kredit yaitu:
➢ Apabila dapat dipenuhi oleh Supplier reguler, maka proses berlanjut
dalam pembuatan Purchase Order (PO). Setelah PO dibuat harus
melalui proses pemeriksaan dan catatan dari cost controller, kemudia
baru mengajukan persetujuan ke Financial Controller dan General
Manager / Direktur. Bisa juga ditetapkan Diskresi atas pengambil
keputusan (Discretion Decision making) dengan nominal tertentu
menjadi wewenang FC tanpa harus persetujuan GM.
➢ Apabila tidak dapat dipenuhi oleh supplier reguler maka harus
mencari supplier baru dengan meminta penawaran kepada minimal 3
supllier atas barang sejenis. Menentukan 1 supplier baru dengan
pengajuan penawaran minimal 3 supliier sebagai pembanding. Dan
proses ini harus diperiksa cost controller dan persetujuan FC dan GM.
Setelah itu dapat berlanjut seperti proses PO supplier regular.
Receiving akan menerima copy PO yang sudah disetujui untuk
memeriksa barang datang, dimana proses ini berlanjut berdasarkan
flowchart penerimaan barang. Setelah itu purcahasing dapat mengirim
PO ke Supplier untuk segera dikirimkan barang yang dipesan.
2. Gambarkan dan jelaskan bagan alir system Penjualan secara kredit
MANDOR &
PELANGGAN PENJUALAN AKUNTANSI KEPALA GUDANG PENGIRIMAN
BURUH

START

Menerima
pesanan dari
Rekapan Rekapan
pelanggan
persediaan persediaan
Fax
PO PO

Meneriksa batas
kredit dengan Kartu
mengecek kartu piutang
piutang

Pelanggan
boleh kredit?
Tidak
Ke Flowchart Ya Pelanggan mau
Penjualan Tunai beli tunai?

Tidak Ya

END

Mencatat
pesanan pada
SO dan
Outstanding
Order serta
SO 1 mengotorisasi
kredit pd SO

KETERANGAN
SO 1
2
N SO = Sales Order
Outstandi - N PO = Purchase Order
ng Order
A
MANDOR DAN
PELANGGAN PENJUALAN AKUNTANSI KEPALA GUDANG PENGIRIMAN
BURUH

A MP Menerima Mengirim
SJ 1 SJ barang ke
SJ 2 lokasi
Membuat SJ 3
pelanggan
SJ dan MP
SJ 1 dan
SJ 2 maminta
SJ 3
MP Menerima pelanggan
SJ dan MP menandatan
1 2 3 Menyiapkan gani SJ
barang dan
MP SJ 1 muat
Barang SJ SJ2 3
dikirim
atau tidak
Tidak Ya D
SJ 1 SJ SJ1 SJ2
B Memberi SJ 2 3
SJ 3
kan SJ &
MP ke
kepala
SJ 1 gudang
SJ SJ2 3

SJ 1 SJ 1
SJ 3
SJ 1
SJ 3
SO 2
SJ 2 Mengupdate dan
mengarsip Mengupdate kartu
Outstanding Order, Mengupdate dan stok barang dan
serta mencari SO #2 mengarsip kartu membuat rekapan
SJ 1
SJ 3 piutang SO #2 persediaan serta
mengarsip SJ#3
Outsta SO 2
nding SO 2 Kartu
order piutang
Kartu Rekapan
\ SJ 1 stok persedia Penjualan
N barang an
KETERANGAN
N A
SO = Sales Order
Keuangan SJ 3 D SJ = Surat Jalan
END MP = Memo Perintah
MANDOR &
PELANGGAN PENJUALAN AKUNTANSI KEPALA GUDANG PENGIRIMAN
BURUH

B Menerima SJ
#3, dan MP

Mengecek SO
SO 1 SJ 3
#1 yg dibawa
pelanggan, & MP
meminta
pelanggan
menandatangani
SJ
Mengecek SJ #3
SJ 2 dan MP, serta
mengkoordinasi
SJ 2
mandor
SJ 3 Menyiapkan
menyiapkan
MP SJ 3 barang &
barang
muat
MP

SJ 3
SJ 1 SJ 3
Keuangan

SO 2
SJ 3

Mencari SO #2, Mengupdate Mengupdate


mengupdate dan kartu piutang kartu stok
mengarsip berdasarkan SO barang,
SJ 2 Outstanding #2 membuat
Order rekapan
SJ 1
persediaan, dan
mengarsip SJ #3
Outstanding SO 2 Kartu
Order SO 2 piutang Kartu stok Rekapan
Penjualan
barang persediaan
KETERANGAN
N SO = Sales Order
N A
SJ 3 D SJ = Surat Jalan
MP = Memo Perintah
END
Penjelasan Prosedur
1. Bagian penjualan menerima pesanan dari pelanggan yang datang kantor,

melalui telepon, atau mengirim Purchase Order (PO) melalui fax. Bagian
penjualan dapat melihat rekapan persediaan untuk melihat ketersediaan
barang yang dipesan pelanggan.
2. Bagian penjualan mempertimbangkan batas kredit dengan melihat kartu
piutang dari bagian akuntansi. Jika kredit tidak disetujui, maka pelanggan
disarankan untuk membeli secara tunai. Jika pelanggan tidak mau membeli
tunai, maka siklus penjualan kredit ini akan berakhir.
3. Jika kredit disetujui, bagian penjualan mencatat pesanan pada Sales Order
(SO) sebanyak dua rangkap dan pada Outstanding Order (OO). Bagian
penjualan mengotorisasi kredit dengan memberikan stempel & tanda tangan
dan selanjutnya pelanggan diminta menandatangani SO. SO #1 diberikan
kepada pelanggan dan SO #2 diarsip bagian penjualan berdasarkan nomor
SO. OO diarsip berdasarkan nomor.
4. Bagian penjualan membuat surat jalan (SJ) tiga rangkap dan memo perintah
berdasarkan SO #2. Setelah itu, barang dikirim atau tidak tergantung
permintaan dari pelanggan. Jika barang dikirim, SJ dan memo perintah
diberikan kepala gudang agar dapat mengkoordinasi mandor untuk
menyiapkan barang pesanan. Memo perintah diarsip berdasarkan tanggal.
5. SJ diberikan kepada mandor supaya buruh dapat menyiapkan barang dan
memuat pada truk. Barang dan SJ dibawa bagian pengiriman menuju lokasi
pelanggan.
6. Barang diturunkan di lokasi pelanggan dan pelanggan diminta
menandatangani SJ. SJ #2 diberikan kepada pelanggan, SJ #1 dan #3 dibawa
kembali oleh bagian pengiriman kembali ke gudang.
7. Bagian pengiriman memberikan SJ #1 dan #3 ke kepala gudang. Kepala
gudang meng-update kartu stok barang berdasarkan SJ #3 dan membuat
rekapan persediaan berdasarkan kartu stok barang. Rekapan persediaan
diberikan ke bagian penjualan dan SJ #3 diarsip berdasarkan tanggal.
8. SJ #1 diberikan kepada bagian penjualan supaya bagian penjualan dapat
meng-update Outstanding Order bahwa barang telah diterima pelanggan
dan diarsip berdasarkan nomor serta mencari SO #2. SJ#1 kemudian
diberikan ke bagian keuangan supaya dapat membuat faktur penjualan.
9. Bagian penjualan memberikan SO #2 ke bagian akuntansi supaya dapat
meng-update kartu piutang. SO#2 diarsip bagian akuntansi berdasarkan
nomor SO dan kartu piutang diarsip berdasarkan nama pelanggan serta
siklus penjualan kredit ini berakhir.
10. Jika barang tidak dikirim, pelanggan datang dan bagian penjualan
memeriksa SO #1 yang dibawa pelanggan. Pelanggan diminta
menandatangani SJ. SJ #2, SJ #3, dan memo perintah diberikan kepada
pelanggan.
11. Pelanggan menuju ke kepala gudang dan kepala gudang mengecek SJ #3,
dan memo perintah yang dibawa pelanggan. Kepala gudang
mengkoordinasi mandor untuk memproses pengiriman barang dengan
memberikan SJ #3.
12. Mandor mengkoordinasi buruh agar barang dapat dipersiapkan dan dimuat
pada truk pelanggan. Barang berserta dengan SJ #2 dan SO #1 dibawa oleh
pelanggan. SJ #3 dikembalikan ke kepala gudang.
13. Kepala gudang menerima SJ #3 dan meng-update kartu stok barang
berdasarkan SJ #3 serta membuat rekapan persediaan berdasarkan kartu stok
barang. Rekapan persediaan diberikan bagian penjualan. SJ #3 diarsip
berdasarkan tanggal.
14. Bagian penjualan memberikan SJ #1 kepada bagian keuangan supaya dapat
membuat faktur. Bagian penjualan meng-update Outstanding Order bahwa
barang telah diterima pelanggan, mengarsip OO berdasarkan nomor serta
mencari SO #2. SO #2 diberikan bagian akuntansi.
15. Bagian akuntansi menerima SO #2 dan meng-update kartu piutang. SO #2
diarsip berdasarkan nomor SO dan kartu piutang diarsip berdasarkan nama
pelanggan serta siklus penjualan kredit berakhir.
SOAL PRAKTEK
1. Buatlah kartu kos pesanan
Jawab :
PT Mojokaya

KARTU BIAYA PESANAN

No. Pesanan : PTM-101 Pemesanan : Tn Handaru


Jenis Pokok : Kaca Cermin Sifat Pemesana : Segera
Tanggal Pesan : 5 Oktober 2021 Jumlah : 20 Unit
Tanggal Selesai : 20 Oktober 2021 Harga Jual : Rp 467.500
BIAYA BAHAN BAKU BIAYA TENAGA KERJA BIAYA OVERHEAD PABRIK
Tgl No. Ket Jumlah Tgl No Kartu Jumlah Tgl Jam Tarif Jumlah
BPBg Jam Kerja Mesin
MJK-005 Rp 3.600.000 Rp 4.000.000 Rp 1.750.000
Jumlah total biaya produksi Rp 9.350.000
PT Mojokaya

KARTU BIAYA PESANAN

No. Pesanan : PTM-102 Pemesanan : Tn Handaru


Jenis Pokok : Kaca Cermin Sifat Pemesana : Segera
Tanggal Pesan : 5 Oktober 2021 Jumlah : 20 Unit
Tanggal Selesai : 20 Oktober 2021 Harga Jual : Rp 332.500
BIAYA BAHAN BAKU BIAYA TENAGA KERJA BIAYA OVERHEAD PABRIK
Tgl No. Ket Jumlah Tgl No Kartu Jumlah Tgl Jam Tarif Jumlah
BPBg Jam Kerja Mesin
MJK-006 Rp 2.400.000 Rp 2.500.000 Rp 1.750.000
Jumlah total biaya produksi Rp 6.650.000

PT Mojokaya

KARTU HARGA POKOK

No. Pesanan : PTM-103 Pemesanan : Tn Handaru


Jenis Pokok : Kaca Cermin Sifat Pemesana : Segera
Tanggal Pesan : 5 Oktober 2021 Jumlah : 20 Unit
Tanggal Selesai : 20 Oktober 2021 Harga Jual : Rp 277.500
BIAYA BAHAN BAKU BIAYA TENAGA KERJA BIAYA OVERHEAD PABRIK
Tgl No. Ket Jumlah Tgl No Kartu Jumlah Tgl Jam Tarif Jumlah
BPBg Jam Kerja Mesin
MJK-007 Rp 1.800.000 Rp 2.000.000 Rp 1.750.000
Jumlah total biaya produksi Rp 5.550.000
2. Buat jurnal Yang diperlukan
Jawab :
TGL NAMA REKENING REF DEBIT KREDIT
Persediaan bahan baku Rp 8.050.000
Utang usaha Rp 8.050.000
(mencatat pembelian BB secara kredit)
BDP-BBB Rp 7.800.000
Persediaan bahan baku Rp 7.800.000
(mencatat pemakaian bahan baku)
Beban gaji dan upah Rp 8.500.000
Utang gaji dan upah Rp 8.500.000
(mencatat gaji dan upah yang
terhutang)
BDP-BTKL Rp 8.500.000
Benban gaji dan upah Rp 8.500.000
(mencatat pendistribusian gaji dan
upah)
Utang gaji dan upah Rp 8.500.000
Kas Rp 8.500.000
(mencatat pembayaran utang dan gaji)
BDP-BOP PTM-101 Rp 1.750.000
BDP-BOP PTM-102 Rp 1.750.000
BDP-BOP PTM-103 Rp 1.750.000
BOP dibebankan Rp 5.250.000
(mencatat BOP sesungguhnya)
BOP sesungguhnya Rp 5.565.000
Berbagai rekening di kredit Rp 5.565.000
(mencatat BOP sesungguhnya)
BOP dibebankan Rp 5.250.000
Selisih overhead Rp 315.000
BOP sesungguhnya Rp 5.565.000
(menutup selisih BOP)
Barang Jadi PTM-101 Rp 9.350.000
Barang Jadi PTM-102 Rp 6.650.000
Barang Jadi PTM-103 Rp 5.550.000
BOP PTM -101 Rp 9.350.000
BOP PTM-102 Rp 6.650.000
BOP PTM-103 Rp 5.550.000
(mencatat pesanan yang sudah selesai)
Kos Biaya produk terjual PTM-101 Rp 9.350.000
Kos Biaya produk terjual PTM-102 Rp 6.650.000
Kos Biaya produksi terjual PTM-103 Rp 5.550.000
Barang jadi PTM-101 Rp 9.350.000
Barang jadi PTM-102 Rp 6.650.000
Barang jadi PTM-103 Rp 5.550.000
(mencatat pengiriman pesanan ke
pelanggan)
Piutang usaha
Pendapatan penjualan PTM-101
Pendapatan penjualan PTM-102
Pendapatan penjualan PTM-103
(mencatat penjualan)

3. Berapa Kos Produksi per Unit untuk masing masing jenis pesanan
Jawab :
Pesanan PTM-101= Rp 9.350.000 : 20 = Rp 467.500
Pesanan PTM-102= Rp 6.650.000 : 20 = Rp 332.500
Pesanan PTM-103= Rp 5.550.000 : 20 = Rp 277.500

4. Jika Harga jual ditentukan sebesar 140% dari kos produksi sesungguhnya,
Berapa Harga Jual masing-masing jenis pesanan
Jawab :
• Pesanan PTM-101 = 140% x Rp 9.350.000 = Rp 13.090.000
• Pesanan PTM-102 = 140% x Rp 6.650.000 = Rp 9310.000
• Pesanan PTM-103 = 140% x Rp 5.550.000 = Rp 7.770.000

Anda mungkin juga menyukai