LAPORAN
PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
Disusun Oleh :
Nama : Yogi Kurnianto
Kelas : XII TKR 4
No. Absen: 35
NIS/NISN :
SMK NEGERI 1 ALIAN
KOMPETENSI KETERAMPILAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN
TAHUN 2021/2022
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Praktik Kerja Lapangan
Judul :
Yang telah dilaksanakan oleh siswa
Nama :
NIS/NISN :
Kompetensi Keahlian :
Ditulis sebagai syarat mendapatkan sertifikat PKL
Menyetujui,
Pembimbing SMK Negeri 1 Alian Pembimbing DU/DI,
............................ ............................
Kepala SMK Negeri 1 Alian Pimpinan DU/DI
Teknik Kendaraan Ringan Otomotif Bengkel...
............................ ............................
NIP.
Mengetahui,
SMK Negeri 1 Alian,
............................
NIP.
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap syukur atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa
melimpahkan berkah, taufiq, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
laporan PRAKTIK KERJA LAPANGAN di bengkel JACOEB CAR CLINIK. Laporan ini
dibuat berdasarkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan siswa selama berada di dunia
industri. Laporan Ini disusun sebagai pertanggungjawaban siswa selama PKL.
Pelaksanaaan PKL dapat berjalan lancar karena adanya dukungan kerja sama yang baik
dari berbagai pihak. Pada kesempatan kali ini penulis mengucapkan banyak terima kasih
kepada :
1. Bapak Basikun, [Link]., M.M. selaku kepala SMK NEGERI 1 ALIAN
2. selaku Ketua Kompetensi Keterampilan Teknik Kendaraan Otomotif.
3. selaku Pimpinan Bengkel
4. selaku guru pembimbing selama pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan
5. selaku pembimbing pada bengkel
6. Seluruh staff dan karyawan Bengkel JACOEB CAR CLINIK
7. Dewan guru atas bimbingannya selama penulis belajar di SMK Negeri 1 Alian
8. Seluruh karyawan SMK Negeri 1 Alian
9. Teman-teman yang membantu hingga terselesainnya laporan PRAKTIK KERJA
LAPANGAN
Penulis menyadari akan kekurangan-kekurangan dalam pembuatan laporan ini yang
harus dibenahi, oleh karena itu Penulis mengharapkan masukan kritik dan saran yang bersifat
membangun guna sempurnanya laporan ini dimasa mendatang. Akhir kata Penulis mohon
maaf atas segala kesalahan dan kekurangan. Semoga laporan Praktik Kerja Lapangan ini
dapat bermanfaat bagi semua pihak.
Kebumen, 14 November 2021
Penulis,
( Yogi Kurnianto)
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL........................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN.............................................................................. ii
KATA PENGANTAR......................................................................................... iii
DAFTAR ISI....................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A. Latar Belakang....................................................................................
B. Landasan Hukum.................................................................................
C. Tujuan Praktik Kerja Lapangan ......................................................
D. Manfaat Praktik Kerja Lapangan....................................................
BAB II GAMBARAN PERUSAHAAN......................................................................
A. Sejarah Bengkel JACOEB CAR CLINIK .............................................
B. Struktur Organisasi Bengkel JACOEB CAR CLINIK .........................
C. Kedudukan dan Letak Bengkel JACOEB CAR CLINIK......................
D. Prosedur Pelayanan Bengkel JACOEB CAR CLINIK.........................
BAB III PELAKSANAAN PRAKTIK.......................................................................
A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktik.........................................
B. Bahan dan Alat...................................................................................
C. Faktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan Praktik............
D. Laporan Kegiatan Harian...................................................................
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan..........................................................................................
B. Saran....................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN..............................................................................................
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak
mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU no.
20 Tahun 2003). Pendidikan yang baik akan melahirkan manusia-manusia yang bermartabat,
berilmu dan bertanggung jawab atas kelangsungan hidup bangsanya.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, banyak unsur yang harus diperhatikan.
Salah satunya adalah unsur proses pembelajaran. Pembelajaran di SMK Negeri 1 Alian
dirancang dengan pendekatan berbasis pada kompetensi, pendekatan berbasis pada produksi
dan pendekatan berbasis di dunia kerja. Pembelajaran berbasis pada kompetensi ditekankan
untuk membekali kompetensi secara tuntas kepada peserta didik yang mencakup aspek sikap
(attitude), pengetahuan (knowledge) dan ketrampilan (skill). Pembelajaran berbasis produksi
ditekankan pada perolehan hasil belajar berupa barang jadi atau jasa sesuai dengan standar
dunia industri atau dunia usaha Sedangkan pembelajaran berbasis di dunia kerja
mengarahkan peserta didik agar dapat meningkatkan kompetensinya melalui dunia. kerja.
Pada pembelajaran di dunia kerja ini, peserta didik harus melakukan kegiatan pembelajaran
sesuai dengan persyaratan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.
Pada dasarnya Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah suatu model. penyelenggaraan
pendidikan yang memadukan secara utuh dan terintegrasi kegiatan belajar siswa di sekolah
dengan proses penguasaan keahlian kejuruan melalui bekerja langsung di lapangan kerja.
Metode tersebut dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu SMK Negeri 1 Alian untuk
mencapai relevansi antara pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja.
Setelah melaksanakan kegiatan PKL ini diharapkan siswa dapat meningkatkan keahlian
profesionalnya sehingga sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja. Siswa juga
diharapkan dapat memiliki etos kerja yang meliputi: kemampuan bekerja, motivasi kerja,
inisiatif, kreatif, hasil pekerjaan yang berkualitas, disiplin waktu, dan kerajinan dalam
bekerja.
B. Landasan Hukum
Adapun landasan hukum Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan adalah :
1. UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. PP. Nomor : 29/1990 tentang Pendidikan Menengah
3. Kep. Menaker No : 285/MEN/1991 tentang Pelaksanaan Permagangan Nasional
4. Surat Keputusan Mendikbud Nomor : 0490/U/1992
5. Surat Keputusan Mendikbud No : 080/U/1993 tentang Kurikulum sebagaimana telah
diubah menjadi Kurikulum Edisi 1999
C. Tujuan Praktik Kerja Lapangan
Penyelenggaraan Praktik Kerja Lapangan bertujuan untuk :
1. Memberikan gambaran kepada siswa pada saat bekerja, baik disuatu perusahaan ataupun
disuatu lembaga instansi.
2. Memperkokoh hubungan keterkaitan dan kesepandanan ( Link and Match) antara SMK
Negeri 1 Alian dan industri.
3. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas
profesional.
4. Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman terhadap pengalaman kerja
sebagai bagian dari proses pendidikan.
D. Manfaat Praktik Kerja Lapangan
1. Manfaat Penyelenggaraan Praktik Kerja Lapangan bagi industri
Penyelenggaraan Praktik Kerja Lapangan memberi manfaat bagi Industri :
a. Perusahaan dapat mengenal kualitas peserta PKL yang belajar dan bekerja di industri
b. Perusahaan dapat memberi tugas kepada peserta PKL untuk kepentingan perusahaan
sesuai kompetensi dan kemampuan yang dimiliki peserta.
c. Selama proses pendidikan melalui kerja industri, peserta PKL lebih mudah diatur
dalam hal disiplin berupa kepatuhan terhadap peraturan perusahaan.
d. Memberi kepuasan bagi dunia usaha/dunia industri karena diakui ikut serta
menentukan hari depab bangsa melalui keterlibatannya menerima perserta Praktik
Kerja Lapangan (PKL)
2. Manfaat Penyelenggaraan Praktik Kerja Lapangan Bagi sekolah :
Penyelenggaraan Praktik Kerja Lapangan bagi sekolah
a
b
c
d
e
3. Manfaat Penyelenggaraan Praktik Kerja Lapangan Bagi Siswa
Penyelenggaraan Praktik Kerja Lapangan bagi siswa
a
b
c
d
e
BAB II
GAMBARAN PERUSAHAAN
A
B
C
D
BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIK
A. Teori Pelaksanaan Praktik
Pengertian Rem Tromol
Rem tromol adalah salah satu tipe rem yang biasanya dipakai dalam kendaraan roda
dua atau roda empat. Cara kerja rem tromol di motor dan mobil hampirlah sama. Rem
tromol pada mobil biasanya sudah menggunakan sistem rem hidrolik, karena sudah
memanfaatkan tekanan hidrolik untuk membantu melakukan tekanan kanvas rem.
Komponen Rem Tromol
1. Backing Plate
Backing plate adalah salah satu komponen rem tromol yang berbentuk pitingan
berbahan dasar logam yang cukup tipis dan diletakan di bagian belakang sistem rem tromol.
Pada dasarnya, komponen ini berfungsi sebagai pelindung untuk komponen rem tromol
yang lainnya.
Bentuk dari backing plate adalah lingkaran yang memiliki banyak lubang dan memiliki
banyak tonjolan. Tujuan utama banyaknya lubang dalam backing plate adalah untuk
menyesuaikan dengan part standar dari rem tromol.
2. Silinder Roda
Silinder roda menjadi komponen rem tromol yang berguna untuk mengubah tekanan
fluida menjadi gerakan yang mekanis. Secara umum, ada beberapa tipe silinder roda yang
biasanya ditemukan atau dipakai dalam sistem rem ttromol Tipe silinder roda yang
berbentuk dual piston merupakan tipe yang paling populer, karena banyak dipakai untuk
mendampingi tromol jenis leading dan juga jenis trailing. Tipe dual piston memiliki ciri
yang terbaik oleh baut ke backing plate.
Silinder roda terdiri dari beberapa bagian seperti bagian wheel cylinder housing,
bleeder nut, piston boot, spring dan piston. Apabila salah satu bagian silinder roda tidak
bekerja dengan baik, maka akan berpengaruh terhadap kinerja rem tromol secara
keseluruhan.
3. Sepatu Rem & Kampas
Sepatu rem & kampas juga menjadi komponen yang sering ditemukan dalam sebuah
rem tromol. Brake shoe atau sepatu rem adalah tempat yang biasanya dipakai untuk
meletakan kampas rem pada sistem rem tromol. Sementara tempat meletakan kampas rem
di komponen rem cakram adalah brake pad.
Sepatu rem biasanya memiliki bentuk menyerupai lingkaran yang terdiri dari 2 buah sepatu
dengan bentuk yang setengah lingkaran. Komponen ini diletakan di salah satu bagian rem
tromol, namun sepatu rem tidak akan bersinggungan atau berhubungan langsung dengan
tromol.
Kampas rem adalah komponen yang diletakan langsung di bagian atas permukaan sepatu
rem. Bahan pembuatan kampas rem adalah keramik organik yang bisa dirubah atau diganti
ketika kondisi kampas rem sudah menipis atau jelek.
4. Return Spring
Return spring adalah komponen rem tromol yang tidak kalah pentingnya, karena
komponen ini berfungsi untuk mengembalikan posisi sepatu rem ke posisi yang awal
sebelum adanya tekanan dari tuas rem atau pedal. Dalam sistem kerja rem tromol, return
spring terdiri dari 2 yaitu uper spring dan lower spring.
Uper spring yaitu pegas atau per yang posisinya berada pada sisi atas atau tepatnya berada
di bawah roda silinder. Fungsi utama dari uper spring adalah mengembalikan posisi sepatu
rem ke posisi yang awalnya.
Lower Spring yaitu pegas atau per yang letaknya berada pada sisi adjuster dan fungsinya
sangat berbeda dengan uper spring. Lower spring berfungsi untuk menjaga posisi 2 buah
sepatu rem tromol, supaya bisa menekan di bagian adjuster.
[Link] shoe holder
Dalam sebuah sistem pengereman tromol mobil, tentu sepatu rem akan diletakan atau
disimpan menempel di bagian backing plate. Brake shoe holder memiliki sifat yang
dinamis atau mudah untuk digerakkan. Dengan cara itu, maka mekanisme holder yang
dipakai bisa menunjang rem tromol dengan baik.
Brake shoe holder juga terdiri dari berbagai bagian yang termasuk dalam rangkaian pin
yang punya pengunci per atau pegas dan juga plat penekan. Ketiga komponen saat
disatukan akan menjadi bagian penting yang menempel pada backing plate
6. Brake Shoe Adjuster
Brake shoe adjuster adalah salah satu komponen rem tromol yang terletak di bagian
bawah rem tromol dan bentuk dari komponen ini menyerupai screw yang berada di
adjuster. Brake shoe adjuster menjadi komponen yang terbilang penting dalam rem tromol.
Brake shoe adjuster berfungsi untuk menyetel celah yang muncul di antara kampas rem
tromol dengan permukaan tromol saat adanya gerakan dari pedal rem, baik itu gerakan
menekan atau penarikan bagian tuas rem.
7. Parking Brake Lever
Parking brake lever merupakan salah satu komponen rem tromol yang hanya bisa
ditemukan di mobil saja, karena tidak akan dipakai dalam motor. Dengan adanya parking
brake lever, maka kontruksi rem tromol akan terlihat lebih rumit. Dalam sistem kerja
parking brake lever, tentu ada 2 buah lever yang akan dijumpai yaitu park brake lever dan
brake shoe link.
Park brake lever dibuat dengan salah satu ujung lengannya memiliki bagian engsel yang
akan terhubung dengan brake shoe di bagian sisi atas dan pada bagian ujungnya akan
terhubung dengan kabel rem.
8. Drum atau Rem Tromol
Drum brake atau tromol rem adalah komponen yang memiliki peranan sangat penting
dalam sistem kerja rem tromol. Komponen ini terbuat dari bahan baja tuang, sehingga
teksturnya sangatlah keras dan bentuknya menyerupai drum atau tabung.
Drum brake memiliki fungsi utama yaitu sebagai media gesekan bersama kampas rem
untuk tujuan agar putaran roda akan berhenti di jalan. Komponen ini juga langsung
terhubung dengan baut roda, sehingga tromol akan berputar mengikuti baut roda.
9. Parking Brake Cable
Parking brake cable merupakan komponen rem tromol yang berbentuk kabel baja yang
biasa dipakai untuk menarik sistem rem tromol. Jenis kabel yang dipakai tidak jauh berbeda
dengan jenis kabel baja yang lainnya. Fungsi utama parking brake cable adalah
menghubungkan gerakan tuas rem parkir dengan parking brake lever yang posisinya berada
dalam sistem rem tromol.
Cara Kerja Rem Tromol Pada Mobil:
• Pada Saat kita menginjak pedal pedal rem, maka pedal rem akan menekan push rod pada
master silinder sehingga menekan piston master silinder, setelah piston tertekan akan
menyebabkan piston bergerak maju yang berdampak pada mengecilnya volume didepan
piston.
• Karena Volume didepan piston beisikan cairan minyak rem (Brake Fluid), terjadi
pengecilan volume didepan piston menyebabkan fluida terdorong keluar melalui outlet valve
menuju outlet house pada master rem.
• Sesuai hukum pascal bahwasannya tekanan zat cair tersebut akan diteruskan kesegala arah
dengan besar tekanan yang sama besar.
• Melalui selang hidraulis atau saluran minyak system rem, tekanan fluida disalurkan ke
dalam Wheel Cylinder (Silinder Roda).
• Selanjutnya didalam Silinder roda tekanan fluida tadi yang telah disalurkan oleh saluran
minyak rem, akan diubah menjadi energi mekanis oleh piston pada Wheel cylinder (Silinder
Roda).
• Setelah itu Piston pada silinder roda (wheel Cylinder) akan bergerak keluar untuk menekan
brake shoe atau kanvas rem yang menyebabkan brake shoe mengembang dan timbul gaya
penekanan antara brake shoe dan tromol rem (drum brake). Yang kemudian menyebabkan
gesekan dan panas sehingga putaran tromol rem (Drum Brake) tersebut secara berlahan
mengurangi laju kendaraan dan akhirnya berhenti.
• Pada Saat penekanan pedal rem dilepas oleh pengemudi (kita), pegas yang berada di sekitar
pedal rem akan menarik pedal rem ke posisi semula.
• Piston didalam master silinder pun tertarik kembali keposisi semula oleh pegas pengembali
pada master silinder atau master rem sehingga volume di depan piston pada master rem
membesar.
• Setelah itu akan timbul kevakuman yang mengakibatkan fluida akan tersedot ke dalam
volume didepan piston pada master silinder dan sebagian akan kembali ke reservoir tank pada
saat ini juga pegas pengembali brake shoe akan menarik kanvas rem kembali ke posisi
semula sehingga tidak bergesekan dengan tromol rem yang kemudian gaya pengereman
antara brake shoe dan tromol rem (drum brake) akan terlepas, yang menyebabkan tromol rem
terbebas dan dapat berputar seperti semula sehingga tidak terjadi proses pengereman.
5 Kerusakan Paling Sering Muncul Pada Sistem Rem
1. Bunyi berdecit ketika rem ditekan
Bunyi ini muncul karena kampas rem tipis. Kampas rem cakram khususnya memiliki plat
kecil yang diberi nama brake wear indicator. Plat kecil ini bertugas sebagai pengingat atau
indikator kalau kampas rem sudah tipis. Jadi kalau anda mendengar bunyi berdecit, atau
bunyi gesekan logam dengan logam ketika pedal rem ditekan maka itu tandanya kampas rem
sudah tipis dan perlu diganti.
Selain karena kampas rem yang sudah tipis, bunyi berdecit pada rem saat ditekan juga bisa
disebabkan karena ada cairan seperti oli atau air pada permukaan kampas rem. Kalau
bunyinya karena air, maka itu tidak masalah. Dalam beberapa saat juga akan hilang sendiri,
namun kalau bunyinya karena terkena oli biasanya akan bertahan lebih lama. Untuk
menghilangkannya anda perlu membersihkan permukaan kampas rem dan piringan rem
menggunakan sprayer brake cleaner yang bisa anda dapatkan di bengkel manapun.
2. Rem ngempos/empuk ketika ditekan
Masalah yang kedua yang sering sekali dialami oleh pemilik mobil. Rem ngempos bisa
diartikan rem yang tidak pakem atau bahkan blong. Ciri – cirinya, saat peda rem ditekan
maka akan terasa empuk dan rem tidak pakem. Namun, ketika anda kocok pedal rem hingga
berulang-ulang biasanya rem kembali normal. Itu bisa disebabkan oleh beberapa hal antara
lain ;
[Link] masuk angin
Rem mobil umumnya menggunakan sistem hidrolis, yang namanya sistem hidrolis itu
menggunakan prinsip fluida bertekanan. Kalau ada udara didalam fluida tersebut, maka rem
akan ngemopos karena udara itu dapat dikompresi sehingga akan menyerap tekanan hidrolis
didalam sistem rem.
Untuk masalah rem masuk angin, anda dapat memperbaikinya dengan melakukan
beeding.
Beberapa hal yang bisa menyebabkan udara masuk kedalam saluran hidrolik rem
antara lain;
1. Kehabisan Minyak rem
Udara bisa masuk kedalam sistem hidrolik berasal dari reservoir yang berada pada
kondisi kurang atau bahkan kosong. Tentu udara akan sangat mudah masuk dan
menyebabkan rem masuk angin.
2. Akibat penggantian minyak rem
Penggantian minyak rem haruslah dilakukan oleh seorang ahli, karena ada teknik
khusus agar minyak rem bisa diganti tanpa adanya gelembung udara yang masuk ke
sistem. Tapi ketika anda merasakan rem ngempos sehabis penggantian minyak rem,
itu bisa disebabkan karena ada udara yang ikut masuk saat proses penggantian minyak
rem.
3. Akibat penggantian komponen hidrolik rem
Sama seperti point nomor dua, namun untuk komponen hidrolik rem memiliki
kesulitan lebih tinggi. Contohnya pada pompa ABS. Komponen ini harus diganti
menggunakan alat khusus berupa scan agar proses bleeding berlangsung dengan
benar.
b. Master rem rusak
Advertisement
Master rem adalah komponen yang berfungsi mengubah tekanan mekanis ke tekanan
fluida. Biasanya kalau seal didalam master rem bocor, maka tekanan yang diberikan
oleh pedal rem tidak sepenuhnya masuk ke flurusa
Sehingga tekanan fluida menjadi lebih rendah dari tekanan yang kita berikan pada
pedal rem. Hal inilah yang menyebabkan pedal rem menjadi lebih empuk. Untuk
solusinya, adalah penggantian master rem.
4. Rem tidak balik ketika injakan pedal rem dilepas
Masalah keempat ini sering menghinggapi mobil-mobil yang lama tidak digunakan.
Penyebabnya karat, korosi, kotoran didalam silinder aktuator rem.
Karat didalam aktuator rem, akan menyebabkan kinerja aktuator rem macet. Sehingga
ketika anda menekan pedal rem, rem bisa digunakan dan pakem. Tapi, ketika anda
melepas pijakan pedal rem, rem tersebut masih aktif. Ketika anda tekan lagi pedal
rem, maka akan terasa ngempos.
Untuk masalah ini bisa diperbaiki dengan membongkar bagian aktuator rem (caliper
pada rem cakram dan silinder roda pada rem tromol). Biasanya, piston didalam
aktuator rem akan dibersihkan dari segala kotoran dan diberikan grease agar bisa
kembali licin. Namun, kalau sealnya rusak maka sealnya harus diganti juga.
5. Getaran ketika pedal rem ditekan
Mungkin anda sering mengalami masalah ini, dimana ada getaran ketika anda
menekan pedal rem. Setelah ditelisik, penyebabnya bermacam-macam. Ada yang
karena baut kaliper kendor, atau karena pin kaliper kurang pelumasan, atau bisa juga
karena penggunaan kampas rem aftermarket. Kampas rem after market itu bukan
OEM dari pabrikan mobil anda, mungkin harga kampas rem aftermarket itu lebih
murah namun itu bersifat universal. Sementara tiap mobil memiliki karakter rem yang
beda-beda jadi kampas remnya pun harus didesain dengan detail yang beda pula.
Sehingga penggunaan kampas rem yang bukan ori, bisa menyebabkan masalah seperti
getaran. Solusinya, mau tidak mau anda harus mengganti kampas rem dengan yang
orinya.