PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS
CANVA PADA MATA KULIAH TATA HIDANG
DI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Jurusan Pendidikan Tata Boga
Oleh
BELLA RESTYA ISKANDAR
5161142003
JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2021
ABSTRAK
Bella Restya Iskandar. 5161142003. Pengembangan Media Pembelajaran
Berbasis Canva Pada Mata Kuliah Tata Hidang Di Universitas Negeri
Medan. Skripsi. Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan. 2021.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran
berbasis canva pada mata kuliah Tata Hidang di Universitas Negeri Medan.
Lokasi penelitian dilakukan di Program Studi Pendidikan Tata Boga Universitas
Negeri [Link] penelitian pada bulan Desember 2020-Februari 2021
semester ganjil Tahun Ajaran 2020/2021. Metode penelitian yang digunakan
adalah Research and Development, yakni penelitian pengembangan media
pendidikan untuk menghasilkan media pembelajaran canva yang dapat digunakan
pada mata kuliah Tata Hidang. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang ahli materi, 1
orang ahli bahasa dan 3 orang ahli media. Instrument pengumpulan data yaitu
angket untuk menjaring data kualitas materi, kualitas penggunaan bahasa, dan
kualitas media. Data dianalisis secara deskriptif.
Berdasarkan hasil penelitian ini, media pembelajaran berbasis canva pada
mata kuliah Tata Hidang menurut ahli materi termasuk kategori sangat baik
dengan rataan sebesar 90,30 persen, menurut ahli bahasa termasuk kategori sangat
baik dengan rataan sebesar 94,30 persen dan menurut ahli media termasuk
kategori sangat baik dengan rataan sebesar 90 persen. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa media pembelajaran berbasis canva pada mata kuliah Tata Hidang yang
dikembangkan termasuk kategori sangat baik dan dapat digunakan sebagai media
pembelajaran pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga.
ABSTRACT
Bella Restya Iskandar. 5161142003. Development of Canva-based
Learning Media in Dish Courses at Medan State University. Thesis. College
of Engineering, Medan State University. 2021.
This study aims to develop a Canva-based educational media in the dishes
course at Medan State University. The site research was conducted at the
Restaurant Education Study Program, Medan State University. Research time was
December 2020 - February 2021, individual semester for the academic year
2020/2021. The research method used is research and development, i.e. research
and development of educational media to produce Canva educational media that
can be used in the course of dishes. The research topics consisted of 3 material
and linguistic experts and 3 media experts. The data collection tool is a
questionnaire to collect data on material quality, language use quality, and media
quality. The data was analyzed descriptively.
Based on the results of this study, the Canva-based learning media in
Hidang course according to subject matter experts are in a very good category
with an average of 90.30 percent, according to linguists it is in a very good
category with an average of 94.30 percent and according to media experts in very
good condition with an average of 90 percent. So it can be concluded that the
Canva-based learning media in the dishes course developed in a category is very
good and can be used as an educational tool for students of the restaurant
education study program.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
berkatNya telah memberikan serta kesehatan, keselamatan, waktu dan kesempatan
kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul
“Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Canva Pada Mata Kuliah
Tata Hidang Di Universitas Negeri Medan”.
Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang
sedalam dalamnya kepada berbagai pihak yang telah memberikan bantuan berupa
arahan dan dorongan. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih dan
penghargaan kepada :
1. Dra. Nuwairy Hilda, M. Pd selaku dosen pembimbing skripsi yang telah
banyak membantu, mengarahkan, membimbing dan memberi dorongan
sampai skripsi ini terwujud.
2. Dr. Erli Mutiara, [Link] selaku dosen penasehat akademik dan dosen
penguji sekaligus Ketua Prodi Pendidikan Tata Boga, yang telah
memberikan bimbingan, arahan, serta motivasi kepada penulis sehingga
dapat menyelesaikan skripsi ini.
3. Dra. Nikmat Akmal [Link] dan Dra. Sulistiawikarsih, [Link] selaku dosen
penguji, yang telah banyak memberikan masukan dan arahan yang baik
dalam penyusunan skripsi ini.
4. Prof. Dr. Dina Ampera, M. Si selaku Ketua Jurusan PKK Fakultas Teknik,
Dra. Fatma Tresno Ingtyas, [Link] selaku Sekretaris Jurusan PKK Fakultas
Teknik.
5. Seluruh dosen-dosen PKK dan staff tata usaha yang telah memberikan
ilmunya kepada penulis dan pelayanan administrasi selama perkuliahan.
6. Prof. Dr Harun Sitompul, M. Pd Selaku Dekan Fakultas Teknik, Dr.
Zulkifli Matondang, [Link] selaku Wakil Dekan 1 Fakultas Teknik.
7. Teristimewa kepada Ayahnda Iskandar dan Ibunda Sri Leli Sanggita yang
telah memberikan dukungan baik moral dan materil selama proses
perkuliahan.
8. Terimakasih kepada Adinda Anugerah Dwi Lanang dan Isly Neyskha
Iskandar yang telah memberikan dukungan dan doa kepada penulis.
9. Terimakasih kepada teman seperjuangan penulis Budi Kurniawan Melayu,
[Link], Khairani Novrilia, Siti Nurjannah, Emarisa, Bunga Salsa Miranti, M.
Vairus Adipraga, Apriani yang selalu memberikan dukungan dan
semangat kepada penulis.
10. Kepada teman-teman Prodi Tata Boga stambuk 2016 yang telah
memberikan sumbangan fikiran dan motivasi kepada penulis.
Atas bantuan dan bimbingan yang telah diberikan selama ini, penulis
mengucapkan terimakasih, semoga Skripsi ini dapat bermanfaat bagi siapapun
yang membutuhkan.
Medan, Juni 2021
Bella Restya Iskandar
NIM. 5161142003
DAFTAR ISI
Halama
ABSTRAK......................................................................................................... i
ABSTRACT....................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR...................................................................................... iii
DAFTAR ISI...................................................................................................... v
DAFTAR TABEL............................................................................................. vii
DAFTAR LAMPIRAN..................................................................................... viii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Masalah...................................................................... 1
1.2 Identifikasi Masalah............................................................................ 3
1.3 Pembatasan Masalah............................................................................ 3
1.4 Rumusan Masalah................................................................................ 4
1.5 Tujuan Pengembangan Produk............................................................ 4
1.6 Manfaat Pengembangan Produk.......................................................... 4
1.7 Spesifikasi Produk Yang Diharapkan.................................................. 4
1.8 Pentingnya Pengembangan.................................................................. 5
1.9 Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan........................................... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA....................................................................... 6
2.1 Kajian Teoritis..................................................................................... 6
2.1.1 Media Pembelajaran Canva.............................................................. 6
2.1.2 Tata Hidang...................................................................................... 9
2.2 Penelitian yang Relevan...................................................................... 12
2.3 Model Pengembangan Produk Yang Digunakan................................ 14
BAB III METODE PENELITIAN................................................................. 18
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian............................................................. 18
3.2 Sasaran Produk yang dihasilkan......................................................... 18
3.3 Metode Pengembangan Produk.......................................................... 18
3.3.1 Teknik Pengembangan.................................................................... 18
3.3.2 Alat dan Bahan................................................................................ 20
3.3.3 Tahap Pengembangan..................................................................... 20
3.4 Teknik Pengumpulan Data................................................................. 23
3.5 Teknik Analisis Data.......................................................................... 24
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................ 25
4.1 Hasil Pengembangan Media Pembelajaran........................................ 25
4.1.1 Kualitas Materi................................................................................ 25
[Link] Kelayakan Isi................................................................................ 25
[Link] Aspek Penyajian........................................................................... 26
[Link] Aspek Kebahasaan........................................................................ 28
4.1.2 Penggunaan Bahasa Media Pembelajaran Berbasis Canva Oleh Ahli
Bahasa............................................................................................. 29
4.1.3 Kualitas Media................................................................................. 30
[Link] Penyajian...................................................................................... 30
[Link] Kegrafikan.................................................................................... 31
4.2 Penilaian Keseluruhan Ahli................................................................ 33
4.3 Pembahasan Hasil Penelitian.............................................................. 34
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN........................................................... 38
5.1 Kesimpulan......................................................................................... 38
5.2 Saran................................................................................................... 38
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 39
DAFTAR TABEL
Halaman
1. Kisi-Kisi Angket Kualitas Materi................................................................... 19
2. Kisi-Kisi Angket Penggunaan Bahasa............................................................ 19
3. Kisi-Kisi Angket Kualitas Media.................................................................... 20
4. Kriteria Penilaian (Media Pembelajaran Berbasis Canva)............................ 24
5. Sebaran Responden Menurut Aspek Kelayakan Isi........................................ 26
6. Sebaran Responden Menurut Aspek Penyajian.............................................. 27
7. Sebaran Responden Menurut Aspek Kebahasaan.......................................... 28
8. Sebaran Responden Berdasarkan Jawaban Aspek Penggunaan Bahasa......... 29
9. Sebaran Responden Menurut Aspek Penyajian.............................................. 31
10. Sebaran Responden Menurut Aspek Kegrafikan.......................................... 33
11. Hasil Penilaian Keseluruhan Ahli................................................................. 34
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
1. Rencana Pembelajaran Semester.................................................................... 43
2. Pengenalan langkah-langkah pembuatan media............................................. 46
3. Tampilan media pembelajaran tata hidang..................................................... 49
4. Kuesioner penilaian ahli media........................................................................ 53
5. Rubrik penilaian ahli media............................................................................ 55
6. Kuesioner penilaian ahli materi...................................................................... 61
7. Rubrik penilaian ahli materi............................................................................ 64
8. Kuesioner penilaian ahli bahasa...................................................................... 70
9. Rubrik penilaian ahli bahasa........................................................................... 72
10. Tabulasi data.................................................................................................. 76
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Proses pembelajaran merupakan aktivitas pendidik atau dosen yang
dilakukan bagi mahasiswa agar dapat belajar secara aktif dan lebih menekankan
pada sumber belajar yang disediakan. Kegiatan pembelajaran yang aktif, kreatif,
efektif, dan menyenangkan dapat dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya
adalah melalui penggunaan media pembelajaran. Media adalah alat bantu proses
belajar mengajar, dimana media dapat digunakan untuk merangsang pikiran,
perasaan, perhatian dan kemampuan atau keterampilan pembelajaran sehingga
dapat mendorong terjadinya proses mengajar (Munadi, 2018).
Penggunaan media dalam proses pembelajaran sangat dibutuhkan. Karena
media pembelajaran berfungsi sebagai penyambung/perantara dalam penyampaian
materi ajar kepada mahasiswa. Salah satu media yang dapat digunakan dalam
membantu proses pembelajaran yaitu adalah canva. Canva adalah sebuah
tools/akun untuk desain grafis yang menjembatani penggunanya agar dapat
dengan mudah merancang berbagai jenis desain kreatif secara online. Peran dosen
sangat diperlukan dimana mahasiswa harus mampu mengajarkan pelajaran
tersebut semenarik mungkin, sehingga membuat siswa cepat mengerti dan paham
akan materi yang diajarkan (Arsyad, 2018).
Universitas Negeri Medan merupakan salah satu perguruan tinggi di
Indonesia yang menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Tata Boga. Salah
satu mata kuliah di Program Studi Pendidikan Tata Boga yaitu Tata Hidang. Tata
1
2
hidang diberikan kepada mahasiswa dengan tujuan untuk memberikan
pengetahuan dasar sebagai wadah untuk meningkatkan kemampuan, kreativitas
dan keterampilan pada mahasiswa.
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan di Program Studi
Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Medan (November, 2020). Pada mata
kuliah Tata Hidang terdapat beberapa materi yang harus dikuasai diantaranya
adalah table setting dan table service. Proses pembelajaran Tata Hidang di
Program Studi Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Medan yaitu
pembelajaran berupa teori dan praktek, sehingga materi pembelajaran yang
disampaikan harus spesifik dan media pembelajaran yang digunakan juga harus
menarik.
Proses pembelajaran selama ini dosen belum menggunakan media
pembelajaran berbasis canva, materi yang disampaikan masih menggunakan
bahan ajar dengan bantuan powerpoint. Mata kuliah Tata Hidang merupakan mata
kuliah inti yang sangat menentukan kemampuan mahasiswa bersangkutan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya
pembaruan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar
(Arsyad,2018).
Canva merupakan salah satu aplikasi baru yang memiliki kelebihan karena
tampilannya yang menarik. Media canva sangat baik untuk digunakan dosen
dalam menyampaikan materi mata kuliah Tata hidang. Media canva dapat
memudahkan mahasiswa dalam memahami pembelajaran karena media ini dapat
menampilkan teks, video, animasi, audio, gambar, grafik dan lain-lain sesuai
3
dengan tampilan yang diinginkan dan dapat membuat peserta didik untuk fokus
memperhatikan pelajaran karena tampilannya yang menarik (Rahma dan Delsina,
2019). Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian dengan judul
“Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Canva pada Mata Kuliah
Tata Hidang Di Universitas Negeri Medan”.
1.2 Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Dosen masih menggunakan bahan ajar dan media powerpoint dalam
kegiatan pembelajaran.
2. Dosen belum menggunakan media pembelajaran berbasis canva.
3. Kurangnya pengetahuan mahasiswa tentang materi table setting dan table
service.
4. Mahasiswa kesulitan dalam mengikuti materi praktek.
1.3 Pembatasan Masalah
Batasan masalah dalam penelitian ini, sebagai berikut:.
1. Media yang dikembangkan dibatasi pada media canva.
2. Materi pelajaran dibatasi pada materi table setting dan table service
3. Subjek penelitian dibatasi pada ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media.
4
1.4 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana Pengembangan
Media Pembelajaran Berbasis Canva Pada Mata Kuliah Tata Hidang Program
Studi Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Medan?
1.5 Tujuan Pengembangan Produk
Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis
canva pada mata kuliah Tata Hidang Program Studi Pendidikan Tata Boga
Universitas Negeri Medan.
1.6 Manfaat Pengembangan Produk
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi penulis, dosen,
mahasiswa, media canva dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang
mudah, singkat dan menyenangkan. Media pembelajaran canva dapat
direkomendasikan sebagai inovasi dalam dunia pendidikan untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran, dan dapat disosialisasikan untuk diterapkan pada mata
pelajaran lain. Sehingga dalam proses pembelajaran menjadi mudah dan
menyenangkan.
1.7 Spesifikasi Produk Yang Diharapkan
Spesifikasi produk yang diharapkan yaitu media pembelajaran berbasis
canva pada mata kuliah Tata Hidang yang dikembangkan untuk mahasiswa Prodi
Pendidikan Tata Boga sesuai dengan silabus di Prodi Pendidikan Tata Boga.
5
1.8 Pentingnya Pengembangan
Pentingnya pengembangan media dalam penelitian ini karena media
pembelajaran berbasis canva dapat membantu proses penyampaian materi kepada
mahasiswa, selain itu media pembelajaran dapat membangkitkan keinginan
belajar khususnya pembelajaran Tata Hidang.
1.9 Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan
Asumsi dan keterbatasan pengembangan antara lain :
1. Media pembelajaran canva dapat menjadikan suasana pembelajaran di
kelas lebih aktif dan efektif dalam penyampaian materi pembelajaran
kepada mahasiswa.
2. Media pembelajaran canva lebih menarik perhatian dan minat mahasiswa
dalam belajar.
3. Keterbatasan waktu yang tersedia menyebabkan pengembangan media
canva hanya untuk materi materi table setting dan table service.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teoritis
2.1.1 Media Pembelajaran Canva
Kata media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak
dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar
(Arsyad, 2018). Kata media dan pembelajaran secara terpisah maka
dengan menggabungkan kedua istilah tersebut pengertian media
pembelajaran dapat dipahami dengan mudah, yaitu apa saja yang
digunakan sebagai media dalam pembelajaran. Menurut Gerlach dan Ely
(Arsyad, 2018) media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia,
materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa
mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Pada
pengertian lain, media menurut pendapat Criticos (Daryanto, 2016)
merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa
pesandari komunikator menuju komunikan. Menurut Gagne (Kaddarudin,
2016), media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa
yang dapat merangsangnya untuk belajar. Senada dengan pendapat Gagne,
Briggs (Kaddarudin, 2016) mendefinisikan media pembelajaran sebagai
bentuk fisik yang dapat menyajikan pesan yang dapat merangsang siswa
untuk belajar. Media pembelajaran dapat dipahami sebagai, segala sesuatu
yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara
terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana
6
penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif
(Munadi, 2018).
7
8
Berdasarkan beberapa pendapat di atas terlihat bahwa media
pembelajaran merupakan media kreatif yang digunakan dalam
memberikan materi pelajaran kepada anak didik sehingga proses belajar
mengajar lebih efektif, efisien dan menyenangkan.
Media pembelajaran memiliki fungsi menurut Kemp & Dayton (Arsyad,
2018) dapat memenuhi tiga fungsi utama apabila media itu digunakan untuk
perorangan, kelompok, atau kelompok pendengar yang besar jumlahnya, yaitu (1)
Memotivasi minat atau tindakan; (2) Menyajikan informasi; (3) Memberi intruksi.
Kemudian manfaat dari media pembelajaran menurut Kemp & Dayton
(Arsyad, 2018) adalah: (1) Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku; (2)
Pembelajaran bisa lebih menarik; (3) Pembelajaran menjadi lebih interaktif
dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip-prinsip psikologis yang diterima
dalam hal partisipasi siswa, umpan balik dan pengetahuan; (4) Lama waktu
pembelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat kerana kebanyakan media hanya
memerlukan waktu singkat untuk mengantarkan pesan- pesan dan isi pelajaran
dalam jumlah yang cukup banyak dan kemungkinanya dapat diserap oleh siswa;
(5) Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan bilaman integrasi kata dan gambar
sebagai media pembelajaran dapat mengkomunikasikan elemen-elemen
pengetahuan dengan cara yang terorganisasikan dengan baik, spesifik, dan jelas;
(6) Pembelajaran dapat diberikan kapan dan dimana diinginkan atau diperlukan
terutama jika media pembelajaran dirancang untuk penggunaan secra individu; (7)
Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar
dapat ditingkatkan; (8) Peran guru dapat berubah kearah yang lebih positif, beban
9
guru untuk menjelaskan yang berulang-ulang mengenai isi pelajaran dapat
dikurangi bahkan dihilangkan sehingga ia dapat memusatkan perhatian kepada
aspek penting lain dalam proses belajar mengajar.
Canva adalah program desain online yang menyediakan bermacam
peralatan seperti presentasi, resume, poster, pamflet, brosur, grafik, info grafis,
spanduk, selebaran, sertifikat, ijazah, kartu undangan, kartu nama, kartu ucapan
terima kasih, kartu pos, logo, label, penanda buku, buletin, sampul CD, sampul
buku, wallpaper desktop, template, editing foto, gambar mini youtube, cerita
instagram, kiriman twitter, dan sampul facebook (Rahma dan Delsina, 2019).
Jenis-jenis presentasi yang terdapat pada canva antara lain seperti
presentasi kreatif, pendidikan, sederhana, bisnis, pemasaran, penjualan, arsitektur,
periklanan, teknologi. Dalam penelitian digunakan presentasi pendidikan, yang
menyediakan beragam jenis desain. Dalam mendesain guru cukup memasukan
teks, gambar, dan memilih jenis desain grafis, template serta nomor halaman yang
telah disediakan sesuai dengan yang diinginkan (Rahma dan Delsina, 2019).
Media pembelajaran berbasis Canva memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan dari Canva (Rahma dan Delsina, 2019), adalah sebagai berikut : (1)
Memiliki baragam desain grafis, animasi, template, dan nomor halaman yang
menarik; (2) Dapat meningkatkan kreativitas guru dalam mendesain media
pembelajaran karena banyak fitur yang telah disediakan, serta memuat fitur drag
dan drop; (3) Dapat menghemat waktu dalam mendesain media pembelajaran
yang prakti;. (4) Peserta didik dapat mempelajari kembali materi melalui media
pembelajaran canva yang telah diberikan oleh guru; (5) Memiliki resolusi gambar
10
yang baik dan slide media canva dapat dicetak dengan otomatisnya pengaturan
ukuran cetakan; (6) Dapat melakukan kolaborasi dengan guru lain dalam
mendesain media dan membuat tim desain canva untuk saling berbagi media
pembelajaran; (7) Dapat mendesain media pembelajaran kapanpun, tidak hanya
menggunakan laptop tetapi juga dapat menggunakan ponsel; (8) Untuk
menambahkan animasi, pengguna harus melakukan pembayaran melalui kartu
kredit. Namun, media canva dapat diunduh dengan beragam format penyimpanan
seperti pdf dan jpg. Sehingga untuk menerapkan presentasi offline dapat
dikolaborasikan dengan media lain seperti powerpoint (Rahma dan Delsina,
2019).
Canva memiliki beberapa kekurangan , yaitu : (1) Karena berbasis web, untuk
mengaksesnya membutuhkan jaringan internet; (2) Gangguan pada sinyal akan
berpengaruh ke kinerja canva; (3) Media canva merupakan media untuk
mendesain, sehingga tidak dapat dijadikan media interaktif dalam proses
pembelajaran (Rahma dan Delsina, 2019).
2.1.2 Tata Hidang
Pengertian Tata Hidang itu sendiri bila dilihat dari pengertian setiap kata
yaitu tata yang berarti menyusun untuk memperindah dan hidangan berarti
makanan dan minuman yang disajkan kepada tamu dan konsumen (Annayanti,
2017). Di dalam mata pelajaran Tata Hidang terdapat kompentensi dasar yang
membahas mengenai table setting dan table service.
11
Penataan Meja (table setting) merupakan komponen fisik restoran yang
mendukung suasana dan memberikan kesan pertama kali memasuki restoran, ini
dapat menumbuhkan atau sebaliknya merusak citra Pelayanan yang diterima
pelanggan selama berada di restoran tersebut. Selain untuk kenyamanan tamu,
table setting sangat berpengaruh pada efesiensi kerja para waiter/waitress
(Annayanti, 2017).
Setelah meja makan berada pada posisi benar sesuai layout dan telah
ditutup dengan kain moulton dan table cloth atau place mat, maka tahapan table
setting dapat dilakukan dengan urutan sebagai berikut; (1) Letakkan flower (vas
bunga) tepat di titk tengah meja makan (Estelita dan Nikmat, 2017); (2) Salt and
pepper shakers (tempat garam dan merica), ashtray (asbak), table number (nomor
meja) diletakkan disekeliling flower vase dengan table number menghadap pintu
utama (Estelita dan Nikmat, 2017); (3) Letakkan show plate (piring untuk dasar
piring makan) di tengah sisi meja dengan jarak ± 2 cm dari tepi meja (Estelita dan
Nikmat, 2017); (4) Letakkan dinner fork (garpu makan) dan dinner knife (pisau
makan) sejajar, dengan jarak ± 26 cm atau 1 cm 1 cm lebih panjang dari garis
tengah show plate atau dinner plate (Estelita dan Nikmat, 2017); (5)Letakkan
silverware sesuai dengan hidangan yang akan dihidangkan sesuai dengan
pedoman table setting (Estelita dan Nikmat, 2017); (6) Letakkan water goblet ± 2
cm tepat di atas dinner knife dengan logo menghadap ke tempat duduk pelanggan
(Estelita dan Nikmat, 2017); (7) Pasang bread & butter plate (piring kecil tempat
roti dan mentega) ± 3 cm di sebelah kiri jenis garpu yang berada paling kiri
12
(Estelita dan Nikmat, 2017); (8) Pasang guest napkin di atas show plate atau di
tengah antar dinner knife dan dinner fork (Estelita dan Nikmat, 2017).
Jenis Table Set-Up (Cover) terdiri dari; (1) Table Set-up Basic Cover
adalah set up yang paling sederhana, hanya menyajikan satu giliran (course)
hidangan (Estelita dan Nikmat, 2017); (2) Table Set-up Standart Ala Carte,
menyajikan dua giliran (course), misalnya soup dan main course atau salad dan
main course atau main course dan dessert (Estelita dan Nikmat, 2017); (3)Table
Set-up Elaborate Cover, menyajikan tiga atau lebih giliran (course), misalnya
pembuka dingin (salad), pembuka panas (soup), main course dan dessert (Estelita
dan Nikmat, 2017).
Pelayanan makanan dan minuman di restoran meliputi menyiapkan dan
mengatur, menyambut tamu, mengambil dan memproses pesanan, menyajikan
makanan dan minuman, dan menutup area restoran (Annayanti, 2017).
Jenis-Jenis Pelayanan terdiri dari 2 pelayanan yaitu pelayanan hidangan
secara table service dan pelayanan hidnagan secara self service (Estelita dan
Nikmat, 2017). Pelayanan Hidangan Secara Table Service; (1)American Service,
disebut juga Plate Service, karena semua makanan sudah diporsikan atau
disiapkan di atas piring dari dapur (Estelita dan Nikmat, 2017); (2) English
Service, lebih dikenal dengan istilah family service yang pelayanannya
mencerminkan kekeluargaan (Estelita dan Nikmat, 2017); (3) Russian Service ,
ciri khas Russian Service sebelum hidangan dibawa oleh pramusaji, ketika masih
berada di dapur, makanan tersebut dipotong-potong terlebih dahulu sesuai porsi,
kemudian ditata dipiring dari perak (platter) dan dihias agar lebih menarik
13
(Estelita dan Nikmat, 2017); (4) French Service, semua jenis hidangan disiapkan
(dimasak, dihias) dan disajikan secara demonstrative didepan pelanggannya oleh
dua orang pramusaji dan beberapa petugas khusus yang melayani minuman
(Estelita dan Nikmat, 2017).
Pelayanan Hidangan Secara Self Service yaitu; (1) Buffet Service, adalah
tamu melayani diri sendiri dengan mengambil hidangan dari counter (meja) yang
sudah di tata dengan baik dan menarik (Estelita dan Nikmat, 2017); (2) Tray
Service, makanan dibawa ketempat tamu dengan tray/ nampan atau gueridon,
makanan panas maupun dingin harus dihidangkan langsung dengan memakai tray
(nampan) (Estelita dan Nikmat, 2017); (3) Breakfast Service, pelayanan makan
pagi pada umumnya mempunyai tingkat penjualan makanan yang sangat
menguntungkan, baik di restoran maupun di coffee shop (Estelita dan Nikmat,
2017).
2.2 Penelitian yang Relevan
Hasil penelitian yang relevan dengan penelitian ini yaitu hasil penelitian
Farida Hasan Rahmaibu (2016) dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran
Berbasis Multimedia dengan Menggunakan Adobe Flash untuk meningkatkan
hasil belajar PKN Studi Kasus: SDI Al Madina Semarang. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa media pembelajaran adobe flash layak digunakan, menurut
pendapat ahli materi sebesar 90 persen termasuk kategori sangat baik dan ahli
media sebesar 80 persen termasuk kategori sangat baik. Selanjutnya hasil
penelitian Andy Sudarmaji (2015) dengan judul Pengembangan Media
14
Pembelajaran Berbasis Aplikasi Lectora Inspire untuk Mata Pelajaran Sistem AC
di SMK Negeri 2 Klaten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media
pembelajaran lectora inspire layak digunakan, menurut pendapat ahli materi
dengan skor rataan sebesar 3,8 termasuk kategori sangat layak dan menurut ahli
media dengan skor rataan sebesar 3,4 termasuk kategori layak. Selanjutnya hasil
penelitian Sri Wahyuni (2018) dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran
Berbasis Multimedia Interaktif Adobe Flash CS6 Untuk Keterampilan Membaca
Bahasa Prancis Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 1 Depok. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa media pembelajaran lectora inspire mempunyai kualitas
sangat baik dan layak, menurut pendapat ahli media dengan skor rata-rata 90
persen termasuk dalam kategori sangat baik, menurut ahli materi dengan skor
rata-rata 76 persen termasuk kategori baik, menurut peserta didik dengan skor
rata-rata 84 persen termasuk kategori sangat baik, dan menurut ahli Bahasa
Prancis dengan skor rata-rata 96 persen termasuk kategori sangat baik.
Selanjutnya hasil penelitian Akbar Ramadhan (2014) dengan judul Pengembangan
Media Pembelajaran Menggunakan Multimedia Interaktif Lectora Inspire Pada
Mata Pelajaran Teknik Elektronika di SMK Negeri 3 Jombang. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa media pembelajaran adobe flash layak digunakan, menurut
pendapat ahli media sebesar 84,37 persen termasuk kategori layak, menurut ahli
materi sebesar 81,25 persen termasuk kategori layak, dan menurut ahli bahasa
sebesar 81,25 persen termasuk kategori layak, dan menurut ahli media sebesar
87,5 persen termasuk kategori layak.
15
2.3 Model Pengembangan Produk Yang Digunakan
Model pengembangan produk yang digunakan dalam penelitian ini adalah
ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Model
ADDIE sering digunakan untuk menggambarkan pendekatan sistematis untuk
pengembangan instruksional. Selain itu, model ADDIE merupakan model
pembelajaran yang bersifat umum dan sesuai digunakan untuk penelitian
pengembangan. Ketika digunakan dalam pengembangan, proses ini dianggap
berurutan tetapi juga interaktif, di mana hasil evaluasi setiap tahap dapat
membawa pengembangan pembelajaran ke tahap sebelumnya. Hasil akhir dari
suatu tahap merupakan produk awal bagi tahap selanjutnya.
Model ADDIE memiliki kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada setiap
tahap pengembangan yang dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Analysis (Tahap Analisis)
Tahap analisis merupakan suatu proses mendefinisikan apa yang akan
dipelajari oleh peserta belajar, yaitu melakukan needs assessment (analisis
kebutuhan), melakukan analisis tugas (task analysis) dan mengidentifikasi
masalah (kebutuhan). Oleh karena itu pada tahap ini akan diketahui
karakteristik atau profil calon peserta belajar, identifikasi kesenjangan,
identifikasi kebutuhan dan analisis tugas yang rinci didasarkan atas kebutuhan.
Kegiatan pada tahap analisis untuk menentukan komponen yang
diperlukan untuk tahap pengembangan selanjutnya yaitu: 1. Menentukan
karakteristik pebelajar; 2. Menganalisis kebutuhan pebelajar dalam
pembelajaran; 3. Membuat peta konsep berdasarkan penelitian awal.
16
Dilanjutkan dengan merancang flow chart memberikan arah yang jelas untuk
produksi produk; 4. Menentukan jenis media yang akan dikembangkan; 5.
Menganalisis kendala yang ditemukan; 6. merancang assessment untuk
menguji kompetensi belajar. Akurasi dalam menyelesaikan tugas, lembar
kerja, kuis, dll; 7. Mempertimbangkan pedagogis (verbal, visual, taktis,
auditori, dll) (Mahendra Jaka, 2016).
2. Design (Tahap Perancangan)
Tahap ini merupakan tahap membuat rancangan. Tahapan yang perlu
dilaksanakan pada proses rancangan yaitu: 1. Merumuskan tujuan
pembelajaran yang SMAR (spesifik, measurable, applicable, dan realistic); 2.
Menentukan strategi pembelajaran yang tepat harusnya seperti apa untuk
mencapai tujuan tersebut; 3. Memilih sumber-sumber pendukung lain, semisal
sumber belajar yang relevan, lingkungan belajar yang seperti apa seharusnya,
dan lain-lain. Semua itu tertuang dalam satu rancangan yang jelas dan rinci.
Data yang diperoleh untuk pembelajaran berupa silabus dan rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP). Silabus dan RPP digunakan sebagai
panduan untuk menyusun bahan ajar yang akan dimuat dalam produk
pengembangan (Mahendra Jaka, 2016).
3. Development (Tahap Pengembangan)
Pengembangan adalah proses mewujudkan desain menjadi sebuah
produk. Pada tahap sebelumnya rancangan yang telah disusun direalisasikan
17
menjadi produk yang siap di implementasikan . Hal pertama yang dilakukan
dalam pengembangan produk adalah menganalisis pengguna dan hal-hal apa
saja yang bisa dilakukan pengguna dan hal-hal apa saja yang bisa dilakukan
pengguna pada produk (Mahendra Jaka, 2016).
4. Implementation (Tahap Implementasi)
Implementasi merupakan langkah nyata untuk menerapkan produk
pembelajaran yang dikembangkan. Pada tahap ini semua yang telah
dikembangkan di-instal atau di-setting sedemikian rupa sesuai dengan
peran atau fungsinya agar bisa diimplementasikan. Tahap implementasi
pada penelitian ini, dilaksanakan dengan mengujicobakan media secara
langsung. Uji coba media dilaksanakan yaitu uji validitas oleh ahli. Hasil
dari uji coba ini dijadikan landasan untuk melaksanakan tahap evaluasi
(Mahendra Jaka, 2016).
5. Evaluation (Tahap Evaluasi)
Tahap evaluasi pada penelitian dilaksanakan bertujuan untuk kebutuhan
revisi. Berdasarkan hasil review para ahli dan uji coba lapangan yang sudah
dilakukan pada tahap implementasi selanjutnya dilakukan dua tahap
analisis data yaitu analisis data kualitatif dan kuantitatif. Analisis data
kualitatif dipergunakan untuk mengolah data berupa masukan, kritik dan
saran dari ahli dan uji lapangan untuk selanjutkan dilakukan revisi bertahap
untuk pengembangan media menjadi lebih baik. Analisis data kuantitatif
18
diperoleh dari penilaian responden dalam bentuk angka pada angket yang
diberikan. Semua tahapan evaluasi bertujuan untuk mengetahui kelayakan
produk akhir (Mahendra Jaka, 2016).
Model ADDIE yang telah dijelaskan diatas dapat digambarkan dalam
gambar sebagai berikut :
Analysis
Evaluation Design
Implement Develop
Gambar 1. Model Desain Pembelajaran ADDIE (Mahendra Jaka, 2016).
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Universitas Negeri Medan Program Studi
Pendidikan Tataboga. Waktu penelitian pada bulan Desember 2020 – Februari
2021 pada semester ganjil Tahun ajaran 2020/2021.
3.2 Sasaran Produk yang dihasilkan
Sasaran produk yang dihasilkan dalam penelitian adalah media
pembelajaran berbasis canva pada mata kuliah Tata Hidang di Program
Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Medan
3.3 Metode Pengembangan Produk
2.
3.3.1 Teknik Pengembangan
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket. Angket
digunakan untuk menilai media pembelajaran berbasis canva pada mata kuliah
Tata Hidang, angket terdiri dari:
[Link] Angket Kualitas Materi
Instrumen yang digunakan untuk kualitas materi terdiri dari 3 aspek yaitu
(1) Kelayakan isi; (2) Penyajian; (3) Kebahasaan. Kualitas materi terdiri dari 4
indikator yaitu (1) Kualitas materi pembelajaran; (2) Sistem penyampaian
informasi; (3) Kualitas penyajian materi pembelajaran; (4) Kualitas kebahasaan
19
20
materi pembelajaran. Kisi-kisi instrumen kualitas materi dapat dilihat pada Tabel
1.
Tabel 1. Kisi-Kisi Angket Kualitas Materi
No. Aspek Indikator Jumlah
Butir
1. Kelayakan Kualitas materi pembelajaran 2
Isi
Sistem penyampaian informasi 4
2. Penyajian Kualitas penyajian materi pembelajaran 4
3. Kebahasaan Kualitas kebahasaan materi pembelajaran 2
Jumlah 12
[Link] Angket Penggunaan Bahasa
Instrumen yang digunakan untuk penggunaan bahasa terdiri dari 1 aspek
yaitu penggunaan bahasan. Penggunaan bahasa terdiri dari 2 indikator yaitu (1)
Kualitas penggunaan bahasa, (2) Kesesuaian penempatan kalimat. Kisi-kisi
instrumen kualitas penggunaan bahasa dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Kisi-Kisi Angket Penggunaan Bahasa
No. Aspek Indikator Jumlah
Butir
1. Penggunaan Kualitas Penggunaan Bahasa 5
Bahasa Kesesuaian Penempatan Kalimat 2
Jumlah 7
[Link] Angket Kualitas Media
Instrumen yang digunakan untuk kualitas media terdiri dari 2 aspek yaitu
(1) Penyajian; (2) kegrafikan. Kualitas media terdiri dari 2 indikator yaitu (1)
21
Kualitas desain penyajian media; (2) Kualitas desain media. Kisi-kisi instrumen
kualitas materi dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Kisi-Kisi Angket Kualitas Media
No. Aspek Indikator Jumlah
Butir
1. Penyajian Kualitas desain penyajian media 10
2. Kegrafikan Kualitas desain media 7
Jumlah 17
[Link] Subjek Uji Coba
Produk pengembangan media pembelajaran canva membutuhkan
masukan-masukan dalam rangka evaluasi media. Masukan tersebut diperoleh dari
para subjek yang terdiri dari 3 orang ahli materi yaitu pengampu mata kuliah Tata
Hidang, 1 orang ahli bahasa yaitu dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri
Medan dan 3 orang ahli media yaitu dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri
Medan yang ahli dalam bidang media.
1.
1.
3.3.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah aplikasi
canva dan laptop untuk membuat media.
3.3.3 Tahap Pengembangan
22
Tahap pengembangan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu : (1) Tahap
Analisis, (2) Tahap Desain, (3) Tahap Pengembangan, (4) Tahap Evaluasi.
Tahap kegiatan pengembangan sebagai berikut :
1. Tahap Analisis
a. Analisis awal
Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap pelaksanaan pembelajaran Tata
Hidang di Program Studi Pendidikan Tata Boga untuk mengetahui
hambatan-hambatan yang ada selama proses pembelajaran serta
menganalisis ketersediaan media pembelajaran pada mata kuliah Tata
Hidang. Analisis dilakukan dengan cara observasi dan wawancara.
Berdasarkan hasil observasi, masalah yang ada pada mata kuliah Tata
hidang adalah belum tersedianya media pembelajaran berbasis canva yang
menarik.
b. Analisis akhir
Analisis akhir dilakukan setelah mengetahui permasalahan yang diperoleh
dari analisa awal, yaitu pembuatan media pembelajaran berbasis canva.
c. Pengumpulan materi dan pendukung materi
Pengumpulan materi dan pendukungnya dilakukan setelah menganalisis
semua yang dibutuhkan.
2. Tahap Desain
23
Setelah pembuatan konsep, kemudian dimulailah pembuatan media
pembelajaran berbasis canva yang diawali dengan merancang tampilan media
yang akan dibuat. Rancangan desain yang dibuat sesuai dengan materi
pembelajaran
3. Tahap Pengembangan
Pada tahap ini pembuatan tampilan media pembelajaran berbasis canva
menggunakan aplikasi canva, yang kemudian memasukkan materi yang
didalamnya terdapat gambar dan video. Sebelumnya gambar dan video yang
dimasukkan ke dalam canva di edit dan di sesuaikan dengan materi.
4. Tahap Implementasi
Tahap implementasi dilakukan guna melihat kondisi media canva saat
media dijalankan. Jika media yang dibuat sudah dapat dijalankan sesuai
dengan yang direncanakan, maka kegiatan selanjutnya adalah mengevaluasi
media. Tetapi, apabila tidak sesuai maka dilakukan kembali tahap revisi
terhadap media.
5. Tahap Evaluasi
Pada tahap evaluasi dilakukan untuk menilai media pembelajaran canva.
Maka pada tahap evaluasi media di validasi oleh ahli bertujuan untuk
mengetahui kekurangan pada media dan memperoleh perbaikan/koreksi.
Media canva yang dihasilkan dari pembuatan tahap awal kemudian divalidasi
24
oleh ahli. Terdapat dua kemungkinan hasil validasi terhadap media canva
yakni : valid dan tidak valid
Berikut ini langkah-langkah tahap kegiatan pengembangan media
pembalajaran berbasis canva yang digunakan dalam penelitian ini :
Observasi
Analisis Kebutuhan
Desain
OBSERVASI
Pengembangan (Pembuatan Produk)
Implementasi
Media Canva
Evaluasi
Ahli Materi Ahli Bahasa Ahli Media
Revisi
PENELITIAN
Media canva
Gambar 2. Bagan Pelaksanaan Penelitian
3.4 Teknik Pengumpulan Data
25
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan angket. Angket merupakan atau cara pengumpulan data secara
tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya-jawab dengan responden) yang
dimana angket tersebut memiliki pertanyaan yang diikuti oleh kolom-kolom yang
menuju tingkatan-tingkatan, dari sangat bagus, bagus, cukup, kurang bagus dan
tidak bagus.
3.5 Teknik Analisis Data
Data yang terkumpul dari ahli materi, ahli media, dan pengguna media
dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif, rumus yang digunakan sebagai
berikut:
Jumlah skor yang diperoleh
Skor empiris = × 100 %
Jumlah skor ideal seluruh item
Skala dalam penelitian ini mengacu pada Skala Likert, dimana masing-
masing dibuat dengan menggunakan skala 1-5 kategori jawaban diberi skor atau
bobot yaitu banyaknya skor atau bobot antara 1 sampai 5, dengan rincian seperti
yang tertulis pada Tabel 4 berikut ini:
Tabel 4. Kriteria Penilaian (Media Pembelajaran Berbasis Canva)
Nilai Kriteria Persentase
A Sangat Baik 100-90
B Baik 89-70
C Sedang 69-50
D Kurang Baik 49-30
E Sangat Kurang Baik 29-0
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengembangan Media Pembelajaran
Hasil pengembangan produk pada media pembelajaran berbasis canva
pada mata kuliah Tata Hidang di Program Studi Pendidikan Tata Boga
Universitas Negeri Medan dapat dilihat dari kualitas materi, penggunaan bahasa
dan kualitas media.
4.1.1 Kualitas Materi
Kualitas materi terdiri dari 3 aspek yaitu (1) Kelayakan Isi; (2) Penyajian;
(3) Kebahasaan.
[Link] Kelayakan Isi
Kelayakan isi merupakan salah satu aspek yang ada pada kualitas materi.
Pada aspek kelayakan isi terdapat 2 indikator yaitu kualitas materi pembelajaran
dan sistem penyampaian informasi. Pada aspek kelayakan isi angket berisikan hal-
hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan media pembelajaran, maka media
yang disajikan harus mengacu pada sasaran yang harus dicapai mahasiswa sesuai
dengan rencana pembelajaran semester (RPS).
Berdasarkan hasil penelitian ini pada Tabel 5 dapat dilihat sebaran
responden berdasarkan aspek kelayakan isi yaitu kesesuaian dan ketepatan materi
dengan kompetensi sebanyak 66.70 persen responden menyatakan sangat setuju
dan 33.30 persen responden menyatakan setuju. Ketepatan cakupan materi dengan
kompetensi sebanyak 66.70 persen responden menyatakan sangat setuju dan
sebanyak 33.30 persen responden menyatakan setuju. Kesesuaian konsep dengan
26
27
materi sebanyak 66.70 persen responden menyatakan sangat setuju dan sebanyak
33.30 persen responden menyatakan cukup. Kedalaman materi pembelajaran
sebanyak 66.70 persen responden menyatakan setuju dan sebanyak 33.30 persen
responden menyatakan cukup. Kesesuaian dengan kurikulum sebanyak 66.70
persen responden menyatakan sangat setuju dan sebanyak 33.30 persen responden
menyatakan setuju. Ketepatan urutan penyampaian materi pembelajaran sebanyak
66.70 persen responden menyatakan sangat setuju dan sebanyak 33.30 persen
responden menyatakan cukup.
Tabel 5. Sebaran Responden Menurut Aspek Kelayakan Isi
No Pernyataan Jawaban n %
1 Kesesuaian dan ketepatan materi Sangat Setuju 2 66.70
dengan kompetensi Setuju 1 33.30
Total 3 100.00
2 Ketepatan cakupan materi Sangat Setuju 2 66.70
dengan kompetensi Setuju 1 33.30
Total 3 100.00
3 Kesesuaian konsep dengan Sangat Setuju 2 66.70
materi Cukup 1 33.30
Total 3 100.00
4 Kedalaman materi pembelajaran Setuju 2 66.70
Cukup 1 33.30
Total 3 100.00
5 Kesesuaian dengan kurikulum Sangat Setuju 2 66.70
Setuju 1 33.30
Total 3 100.00
6 Ketepatan urutan penyampaian Sangat Setuju 2 66.70
materi pembelajaran. Cukup 1 33.30
Total 3 100.00
[Link] Aspek Penyajian
Aspek penyajian merupakan salah satu aspek yang ada pada kualitas
materi. Pada aspek penyajian terdapat satu indikator yaitu kualitas penyajian
28
materi pembelajaran. Pada aspek penyajian angket berisikan hal-hal yang harus
diperhatikan dalam pembuatan media pembelajaran, maka media yang disajikan
harus menarik dan mampu mendorong terjadinya proses berpikir.
Berdasarkan hasil penelitian ini pada Tabel 6 dapat dilihat sebaran
responden berdasarkan aspek penyajian yaitu materi yang disajikan secara
sederhana dan jelas sebanyak 66.70 persen responden menyatakan sangat setuju
dan sebanyak 33.30 persen responden menyatakan setuju. Materi disajikan secara
runtut yakni dari sederhana ke kompleks sebanyak 66.70 persen responden
menyatakan sangat setuju dan sebanyak 33.30 persen responden menyatakan
setuju. Gambar dan materi sesuai sebanyak 33.30 persen responden menyatakan
sangat setuju dan sebanyak 66.70 persen responden menyatakan setuju. Alokasi
waktu sesuai dengan kebutuhan untuk belajar sebanyak 100.00 persen responden
menyatakan sangat setuju.
Tabel 6. Sebaran Responden Menurut Aspek Penyajian
No Pernyataan Jawaban n %
1 Materi yang disajikan secara Sangat Setuju 2 66.70
sederhana dan jelas Setuju 1 33.30
Total 3 100.00
2 Materi disajikan secara Sangat Setuju 2 66.70
runtut yakni dari sederhana Cukup 1 33.30
ke kompleks Total 3 100.00
3 Gambar dan materi sesuai Sangat Setuju 1 33.30
Setuju 2 66.70
Total 3 100.00
4 Alokasi waktu sesuai dengan Sangat Setuju 3 100.00
kebutuhan untuk belajar Total 3 100.00
29
[Link] Aspek Kebahasaan
Aspek kebahasaan merupakan salah satu aspek yang ada pada kualitas
materi. Aspek kebahasaan terdapat 1 indikator yaitu kualitas kebahasaan materi
pembelajaran. Pada aspek kebahasaan angket berisikan hal-hal yang harus
diperhatikan dalam pembuatan media pembelajaran, maka media harus sesuai
dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Berdasarkan hasil penelitian ini pada Tabel 7 dapat dilihat sebaran
responden berdasarkan aspek kebahasaan yaitu bahasa yang digunakan sederhana
sebanyak 66.70 persen responden menyatakan sangat setuju dan sebanyak 33.30
persen responden menyatakan setuju. Ketercernaan materi dan pemaparan logis
sebanyak 66.70 persen responden menyatakan sangat setuju dan sebanyak 33.30
persen responden menyatakan setuju. Bahasa yang digunakan mudah dipahami
sebanyak 66.70 persen responden menyatakan sangat setuju dan sebanyak 33.30
persen responden menyatakan setuju.
Tabel 7. Sebaran Responden Menurut Aspek Kebahasaan
No Pernyataan Jawaban n %
1 Bahasa yang digunakan Sangat Setuju 2 66.70
sederhana Setuju 1 33.30
Total 3 100.00
2 Ketercernaan materi dan Sangat Setuju 2 66.70
pemaparan logis Setuju 1 33.30
Total 3 100.00
3 Bahasa yang digunakan mudah Sangat Setuju 2 66.70
dipahami Setuju 1 33.30
Total 3 100.00
30
4.1.2 Penggunaan Bahasa Media Pembelajaran Berbasis Canva Oleh Ahli
Bahasa
Penggunaan bahasa media pembelajaran pada media pembelajaran harus
menggunakan aturan penulisan yang sesuai dengan EYD, sehingga materi yang
disampaikan mudah dipahami oleh mahasiswa. Kualitas bahasa terdiri dari 2
indikator yaitu (1) kualitas penggunaan bahasa; (2) Kesesuaian penempatan
kalimat. Berdasarkan hasil penelitian ini pada Tabel 8 dapat dilihat sebaran
responden berdasarkan aspek penggunaan bahasa yaitu penggunaan bahasa
mengacu pada EYD sebanyak 100.00 persen responden menyatakan sangat setuju.
Ketepatan penggunaan dan penulisan bahasa asing sebanyak 100.00 persen
responden menyatakan setuju. Kejelasan kata yang digunakan sebanyak 100.00
persen responden menyatakan sangat setuju. Penggunaan teks dalam video sudah
sesuai sebanyak 100.00 persen responden menyatakan sangat setuju. Bahasa yang
digunakan mudah dipahami sebanyak 100.00 persen responden menyatakan
sangat setuju. Pengaturan jarak yang digunakan dalam tiap kalimat sebanyak
100.00 persen responden menyatakan sangat setuju. Kesesuaian bentuk dan
ukuran huruf yang digunakan sebanyak 100.00 persen responden menyatakan
setuju.
Tabel 8. Sebaran Responden Berdasarkan Jawaban Aspek Penggunaan Bahasa
N Pernyataan Jawaban n %
o
1 Penggunaan bahasa mengacu pada EYD Sangat Setuju 1 100.00
Total 1 100.00
2 Ketepatan penggunaan dan penulisan Setuju 1 100.00
bahasa asing Total 1 100.00
31
N Pernyataan Jawaban n %
o
3 Kejelasan kata yang digunakan Sangat setuju 1 100.00
Total 1 100.00
4 Penggunaan teks dalam video sudah Sangat setuju 1 100.00
sesuai
Total 1 100.00
5 Bahasa yang digunakan mudah dipahami Sangat setuju 1 100.00
Total 1 100.00
6 Pengaturan jarak yang digunakan dalam Sangat setuju 1 100.00
tiap kalimat Total 1 100.00
7 Kesesuaian bentuk dan ukuran huruf yang Setuju 1 100.00
digunakan Total 1 100.00
4.1.3 Kualitas Media
Kualitas media terdiri dari 2 aspek yaitu (1) Penyajian, (2) Kegrafikan.
[Link] Penyajian
Aspek penyajian merupakan salah satu aspek yang ada pada kualitas
media. Pada aspek penyajian terdapat satu indikator yaitu kualitas desain
penyajian media. Pada aspek penyajian angket berisikan hal-hal yang harus
diperhatikan dalam pembuatan media pembelajaran, maka media yang disajikan
harus menarik dan mampu mendorong terjadinya proses berpikir.
Berdasarkan hasil penelitian ini pada Tabel 9 dapat dilihat sebaran
responden berdasarkan aspek penyajian yaitu pada indikator kesesuaian materi
dengan capaian pembelajaran mata kuliah sebanyak 100.00 persen responden
menyatakan sangat setuju. Kesesuaian materi dengan indikator pembelajaran
sebanyak 100.00 persen responden menyatakan sangat setuju. Kesesuaian materi
dengan tujuan pembelajaran sebanyak 100.00 persen responden menyatakan
sangat setuju. Materi menarik untuk dipelajari sebanyak 66.7 persen responden
32
menyatakan sangat setuju dan 33.30 persen responden menyatakan setuju. Materi
mudah dicerna pengguna sebanyak 66.70 persen responden menyatakan sangat
setuju dan 33.30 persen responden menyatakan setuju. Kesesuaian video dengan
materi sebanyak 100.00 persen responden menyatakan sangat setuju. Penggunaan
bahasa mengacu pada EYD sebanyak 66.70 persen responden menyatakan sangat
setuju dan 33.30 persen responden menyatakan setuju.
Tabel 9. Sebaran Responden Menurut Aspek Penyajian
No Pernyataan Jawaban N %
1 Kesesuaian materi dengan Sangat Setuju 3 100.00
capaian pembelajaran mata Total 3 100.00
kuliah
2 Kesesuaian materi dengan Sangat Setuju 3 100.00
indikator Total 3 100.00
3 Kesesuaian materi dengan Sangat Setuju 3 100.00
tujuan pembelajaran Total 3 100.00
4 Materi menarik untuk Sangat Setuju 2 66.70
dipelajari Setuju 1 33.30
Total 3 100.00
5 Materi mudah dicerna Sangat Setuju 2 66.70
pengguna Setuju 1 33.30
Total 3 100.00
6 Kesesuaian video dengan Sangat Setuju 3 100.00
materi Total 3 100.00
7 Penggunaan bahasa mengacu Sangat Setuju 2 66.70
pada EYD Setuju 1 33.30
Total 3 100.00
[Link] Kegrafikan
Aspek kegrafikan merupakan salah satu aspek yang ada pada kualitas
media. Pada aspek penyajian terdapat satu indikator yaitu kualitas desain media.
Pada aspek penyajian angket berisikan hal-hal yang harus diperhatikan dalam
pembuatan media pembelajaran, maka media yang disajikan harus memiliki
33
tampilan yang menarik mecakup penggunaan font, jukuran tulisan, serta tata letak,
dan isi media harus menggambarkan ciri khas dari materi yang ditampilkan
dengan menggunakan gambar, foto, dan video.
Berdasarkan hasil penelitian ini pada Tabel 10 dapat dilihat sebaran
responden berdasarkan aspek kegrafikan yaitu pada indikator ketepatan komposisi
warna yang digunakan sebanyak 100.00 persen responden menyatakan setuju.
Kesesuaian warna teks dengan background sebanyak 100.00 persen responden
menyatakan setuju. Gambar ilutrasi sesuai dengan materi sebanyak 66.7 persen
responden menyatakan setuju dan 33.30 persen responden menyatakan cukup.
Media mudah dipahami pengguna sebanyak 66.70 persen responden menyatakan
sangat setuju dan 33.30 persen responden menyatakan cukup. Jenis huruf yang
digunakan sudah sesuai sebanyak 66.70 persen responden menyatakan sangat
setuju dan 33.30 persen responden menyatakan cukup. Ukuran huruf yang
digunakan tepat sebanyak 100.00 persen responden menyatakan sangat setuju.
Kualitas visual (gambar) sebanyak 33.30 persen responden menyatakan sangat
setuju dan 66.70 persen responden menyatakan setuju. Kualitas video sebanyak
66.70 persen responden menyatakan sangat setuju dan 33.30 persen responden
menyatakan setuju. Suara pada video sudah jelas sebanyak 66.70 persen
responden menyatakan sangat setuju dan 33.30 persen responden menyatakan
setuju. Media mudah diakses menggunakan link sebanyak 100.00 persen
responden menyatakan setuju.
34
Tabel 10. Sebaran Responden Menurut Aspek Kegrafikan
No Pernyataan Jawaban N %
1 Ketepatan komposisi warna Setuju 3 100.00
yang digunakan Total 3 100.00
2 Kesesuaian warna teks dengan Setuju 3 100.00
background Total 3 100.00
3 Gambar ilustrasi sesuai dengan Setuju 2 66.70
materi. Cukup 1 33.30
Total 3 100.00
4 Media mudah dipahami Sangat Setuju 2 33.30
pengguna Cukup 1 33.30
Total 3 100.00
5 Jenis huruf yang digunakan Sangat Setuju 2 66.70
sudah sesuai Cukup 1 33.30
Total 3 100.00
6 Ukuran huruf yang digunakan Setuju 3 100.00
tepat Total 3 100.00
7 Kualitas visual (gambar) Sangat Setuju 1 33.30
Setuju 2 66.70
Total 3 100.00
8 Kualitas video Sangat Setuju 2 66.70
Setuju 1 33.30
Total 3 100.00
9 Suara pada video sudah jelas Sangat Setuju 2 66.70
Setuju 1 33.30
Total 3 100.00
10 Media mudah diakses Sangat Setuju 3 100.00
menggunakan link Total 3 100.00
4.2 Penilaian Keseluruhan Ahli
Berdasarkan hasil penelitian ini menurut ahli materi bahwa pengembangan
media pembelajaran berbasis canva pada mata kuliah Tata Hidang dalam kategori
sangat baik yaitu sebesar 90,30 persen. Sedangkan menurut ahli bahasa
pengembangan media pembelajaran berbasis canva pada mata kuliah Tata Hidang
termasuk kategori sangat baik yaitu sebesar 94,30 persen. Begitu juga menurut
35
ahli media bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis canva pada mata
kuliah Tata Hidang termasuk dalam kategori sangat baik yaitu sebesar 90.00
persen.
Berdasarkan hasil penelitian ini menurut ahli materi, ahli bahasa, dan ahli
media media pembelajaran berbasis canva pada mata kuliah Tata Hidang
termasuk kategori sangat baik, dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11. Hasil Penilaian Keseluruhan Ahli Media, Ahli Materi, dan Ahli Bahasa
Ahli % Keterangan
Ahli Materi 90,30 Sangat Baik
Ahli Bahasa 94,30 Sangat Baik
Ahli Media 90,00 Sangat Baik
4.3 Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian ini beberapa kegunaan dan manfaat dalam
penggunaan media pembelajaran berbasis canva pada mata kuliah Tata Hidang
adalah: 1) materi mudah dipahami karena konsep yang disajikan direncanaka
untuk mempermudah mahasiswa dan sistematis; 2) Belajar menjadi cepat dan
menarik sehingga tidak menimbulkan kebosanan karena dilengkapi dengan
gambar-gambar; 3) adanya kesempatan dalam menjawab soal pada test, jika
jawaban dianggap salah dengan tujuan agar mahasiswa dapat memahami materi
yang telah dipelajari; 4) media pembelajaran ini juga dapat digunakan sebagai
altenatif media pembelajaran secara mandiri.
Aspek yang direvisi dan disempurnakan berdasarkan analisis data dan uji
coba serta masukan dari ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa bertujuan untuk
menggali beberapa aspek yang biasanya ada dalam proses pengembangan suatu
produk.
36
Berdasarkan hasil penelitian ini menurut ahli materi media pembelajaran
berbasis canva pada mata kuliah Tata Hidang termasuk kategori sangat baik
dengan nilai sebesar sebesar 90,30. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil
penelitian Rosmala (2018) dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran
Adobe Flash Berbantuan Lembar Kerja Pesserta Didik (LKPD) Pada Mata
Pelajaran Dasar Pola Siswa Kelas X Jurusan Tata Busana SMK Negeri 3 Tebing
Tinggi. Hasil penilaian dari ahli materi diperoleh skor 97,5 persen dengan
kategori sangat baik. Selanjutnya penelitian Rida Wati Ningrum (2017) dengan
judul Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Menggunakan
Adobe Flash CS6 Mata Pelajaran Dasar Pola Siswa Kelas X Tata Busana SMK
Negeri 1 Stabat. Hasil penilaian dari ahli materi diperoleh skor rata-rata 4,8 dalam
kategori sangat baik. Selanjutnya penelitian Tri Cipto dan Faqih (2015) dengan
judul Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi Pada Mata
Pelajaran Mekanika Teknik Di SMK Negeri 1 Purworejo. Hasil penilaian dari ahli
materi diperoleh skor 74 persen dengan kategori baik. Selanjutnya penelitian
Sultia Linika Sari dkk (2017) dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran
Berbasis Video Animasi Dalam Smarthphone Pada Materi Sistem Kekebalan
Tubuh Manusia Untuk Siswa Kelas XI Di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Hasil
penilaian dari ahli materi diperoleh skor 87 persen dengan kategori sangat layak.
Selanjutnya peneltian Dina Fitriana (2014) dengan judul pengembangan Media
Pembelajaran Berbasis Animasi Interaktif Pada Materi Sistem Peredaran Darah
Manusia Di MI Raudlatul Ulum Ngijo Karangploso Malang. Hasil penilaian dari
ahli materi diperoleh skor 80 persen sangat baik.
37
Berdasarkan hasil penelitian ini menurut ahli bahasa media pembelajaran
berbasis canva pada mata kuliah Tata Hidang termasuk kategori sangat baik
dengan nilai sebesar sebesar 94,30 persen. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil
penelitian Nuha Islamia (2019) dengan judul Pengembangan Lembar Kerja Siswa
Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis Sebagai Bahan Ajar Mata Pelajaran
Biologi. Hasil penilaian dari ahli materi diperoleh skor 90 persen dengan kategori
sangat baik. Selanjutnya penelitian Hernadito Medika Putra (2020) dengan judul
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Pada Mata Pelajaran
Akutansi Dasar KD 3.10 Dan 4.10 Jurnal Penyesuaian Di SMK Negeri 1 Godean
Kelas X. Hasil penilaian dari ahli materi diperoleh skor 4,53 dengan kategori
sangat baik. Selanjutnya penelitian Nofa Putri Amanda (2019) dengan judul
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Dalam pengenalan Komunikasi
Dasar Bahasa Ingrris Berbasis Macromedia Flash Kelas V SD/MI. Hasil penilaian
dari ahli materi diperoleh skor 97,5 persen dengan kategori sangat baik.
Selanjutnya penelitian Giyanti (2018) dengan judul Pengembangan Media
Pembelajaran Pop- Up Book Untuk Peserta Didik Tunarungu SMP-LB Pada
Materi Gerak Dan Gaya. Hasil penilaian dari ahli materi diperoleh skor 89 persen
dengan kategori sangat baik. Selanjutnya penelitian Ardiansyah (2018) dengan
judul Pengembangan Media Pembelajaran Animasi Berbasis Powtoon Pada Mata
Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Teks Negosiasi Terhadap Siswa Kelas X SMA
Negeri 2 Tarakan. Hasil penilaian dari ahli materi diperoleh skor 88 persen
dengan kategori sangat baik.
38
Berdasarkan hasil penelitian ini menurut ahli media pembelajaran berbasis
canva pada mata kuliah Tata Hidang termasuk kategori sangat baik dengan nilai
sebesar sebesar 90,00 persen. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian
Syalima Gultom (2018) dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran
Berbasis Adobe Flash CS6 Pada Pembelajaran Sulaman Berwarna Kelas XI Tata
Busana SMK Negeri 1 Laguboti. Hasil penilaian dari ahli materi diperoleh skor
89,37 persen dengan kategori sangat baik. Selanjutnya penelitian Muhammad
Aziz Fauzan dan Dwi Rahdiyanta (2017) dengan judul Pengembangan Media
Pembelajaran Berbasis Video Pada Teori Pemesinan Frais. Hasil penilaian dari
ahli materi diperoleh skor 80,63 persen dengan kategori sangat baik. Selanjutnya
penelitian Ilham Musyadat (2015) dengan judul Pengembangan Media
Pembelajaran Berbasis Video Scribe Untuk Peningkatkan Hasil Belajar Pada
Mata Pelajaran Sosiologi Kelas X MAN Bangil. Hasil penilaian dari ahli materi
diperoleh skor 88 persen dengan kategori sangat baik. Selanjutnya penelitian Ima
Ayu Maesyarah (2018) dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran Fisika
Berbasis Powtoon Pada Materi Dinamika Untuk SMA Kelas X. Hasil penilaian
dari ahli materi diperoleh skor 81 persen dengan kategori sangat baik. Selanjutnya
penelitian Maya Masyitha dan Retno Mustika (2020) dengan judul Pengembangan
Media Pembelajaran Powtoon Berbasis Pendekatan Saintifik Pada Mata Pelajaran
Ekonomi. Hasil penilaian dari ahli materi diperoleh skor 81,18% dengan kategori
sangat baik.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan sebagai berikut: .
1. Media pembelajaran berbasis canva menurut ahli media termasuk kategori
sangat baik sebesar 90.00 persen.
2. Media pembelajaran berbasis canva menurut ahli materi termasuk kategori
sangat baik sebesar 90.30 persen.
3. Media pembelajaran berbasis canva menurut ahli bahasa termasuk
kategori sangat baik sebesar 94.30 persen.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini maka perlu di sarankan sebagai berikut:
1. Untuk mempermudah mahasiswa dalam menerima materi pembelajaran
sebaiknya dosen menggunakan media pembelajaran berbasis canva.
2. Sebaiknya dosen menggunakan media canva untuk mata kuliah lainnya
karena media canva dapat meningkatkan kualitas belajar mahasiswa dalam
mendukung tujuan pembelajaran yang diinginkan.
39
40
DAFTAR PUSTAKA
Amanda, Nofa Putri. (2019). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif
Dalam pengenalan Komunikasi Dasar Bahasa Ingrris Berbasis
Macromedia Flash Kelas V SD/[Link] Islam Negeri Raden Intan
[Link]://[Link]/5885/1/SKRIPSI%20dan
%[Link]. [27 April 2021].
Ardiansyah (2018). Pengembangan. Media Pembelajaran Animasi Berbasis
Powtoon Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Teks Negosiasi
Terhadap Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Tarakan. Universitas Borneo
[Link]://[Link]/[Link]?
p=show_detail&id=1498&keywords=.[27 April 2021]
Arsyad, Azhar. (2018). Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Budiningsih, Annayanti. (2017). Tata Hidang Kelas XI SMK. Bogor: Yudhistira.
Daryanto. (2016). Media Pembelajaran. Bandung: PT. Sarana Tutorial Nurani
Sejahtera.
Estelita dan Akmal. (2017). Penataan dan Penyajian Hidangan. Medan: Unimed.
Fardany, Maya Masitha dan Retno Mustika. (2020). Pengembangan Media
Pembelajaran Powtoon Berbasis Pendekatan Saintifik Pada Mata
Pelajaran Ekonomi. Universitas Negeri Surabaya.
[Link] [06
Juli 2021].
Fauzan, Muhammad Aziz dan Dwi Rahdiyanta. (2017). Pengembangan Media
Pembelajaran Berbasis Video Pada Teori Pemesinan Frais. Universitas
Negeri Yogyakarta. [Link]
ew/1599. [06 Juli 2021]
Fitriana, Dina. (2014). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Animasi
Interaktif Pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia Di MI Raudlatul
Ulum Ngijo Karang Ploso Malang. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
[Link] [06 Juli 2021].
Gafur, Abdul. (2012). Desain Pembelajaran: Konsep, Model, dan Aplikasinya
dalam Perencanaan Pembelajaran. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
41
Giyanti. (2019). Pengembangan Media Pembelajaran Pop- Up Book Untuk
Peserta Didik Tunarungu SMP-LB Pada Materi Gerak Dan Gaya.
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
[Link] April
2021].
Kaddaruddin. (2016). Buku Referensi Media dan Multimedia Pembelajaran.
Yogyakarta: Deepublish.
Maesyarah, Ima Ayu. (2018). Pengembangan Media Pembelajaran Fisika
Berbasis Powtoon Pada Materi Dinamika Untuk SMA Kelas X. UIN Intan
Lampung. [Link]
%20LENGKAP%[Link] . [06 Juli 2021].
Mahendra, Jaka. (2016). Model Pengembangan Media Pembelajaran ADDIE.
[Link]
media-pembelajaran-addie/. [09 Juni 2021]
Munaidi, Yudhi. (2018). Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta:
Referensi.
Musyadat, Ilham. (2015). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video
Scribe Untuk Peningkatan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Sosiologi
Kelas X MAN Bangil. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
[Link] [06 Juli 2021].
Nuha, Islamia. (2019). Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis
Keterampilan Berpikir Kritis Sebagai Bahan Ajar Mata Pelajaran Biologi.
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
[Link] [27 April
2021].
Putra, Herdito Medika. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis
Video Pada Mata Pelajaran Akutansi Dasar KD 3.10 Dan 4.10 Jurnal
Penyesuaian Di SMK Negeri 1 Godean Kelas [Link] Dharma
Sanata Yogyakarta.
[Link] April 2021].
Rahmaibu, F. H. (2016). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis
Multimedia Dengan Menggunakan Adobe Flash Untuk Meningkatkan
Hasil Belajar PKn Studi Kasus: SDI AL MADINA SEMARANG (Doctoral
dissertation, Universitas Negeri Semarang).
[Link] [5 Januari 2021].
42
Rida Wati Ningrum. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia
Interaktif Menggunakan Adobe Flash CS6 Mata Pelajaran Dasar Pola
Siswa Kelas X Tata Busana SMK Negeri 1 Stabat. Skripsi. Medan:
Fakultas Teknik. UNIMED.
Romadhan, A., & Rusimamto, P. W. (2015). Pengembangan Media
Pembelajaran Menggunakan Multimedia Interaktif Lectora Inspire Pada
Mata Pelajaran Teknik Elektronika Dasar Di SMK Negeri 3
Jombang. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 4(2).
[Link]
elektro/article/view/11483. [5 Januari 2021].
Rosmala. (2018). Pengembangan Media Pembelajaran Adobe Flash Berbantu
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Pada Mata Pelajaran Dasar Pola
Siswa Kelas X Jurusan Tata Busana SMK Negeri 3 Tebing Tinggi. Skripsi.
Medan: Fakultas Teknik. UNIMED.
Sari, Sulitia Linika dkk. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis
Video Animasi Dalam Smartphone Pada Materi Sistem Kekebalan Tubuh
Manusia Untuk Siswa Kelas XI Di SMA Negeri 5 Banda Aceh. UIN Ar-
Raniry Banda Aceh. [Link]
[Link]/[Link]/PBiotik/article/view/2190. [06 Juli 2021].
Sugiyono, (2017). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, N. S. (2017). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja
Resdakarya.
Sumardji, Andy. (2015). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi
Lectora Inspire untuk Mata Pelajaran Sistem AC di SMK Negeri 2 Klaten.
Universitas Negeri Yogyakarta. [Link]
%20Sudarmaji%[Link]. [5 Januari 2021]
Syalima A Gultom. (2018). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Adobe
Flash CS6 Pada Pembuatan Sulaman Berwarna Kelas XI Tata Busana
SMK Negeri 1 Laguboti. Skripsi. Medan: Fakultas Teknik. UNIMED.
Tanjung, Rahma Elvira dan Delsina Faiza. (2019). Canva Sebagai Media
Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika. Jurnal
Vokasional Elektronika dan Informatika.
[Link] . [28
September 2020].
Wahyuni, Sri. (2018). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia
Interaktif Adobe Flash CS6 Untuk Keterampilan Membaca Bahasa
43
Prancis Peserta Didik Keals X SMA Negeri 1 Depok. Universitas Negeri
Yogyakarta. [Link]
[Link] . [5 Januari 2021]
Wardoyo, Tri Cipto Tunggul dan Faqih M. (2015). Pengembangan Media
Pembelajaran Berbasis Video Animasi Pada Mata Pelajaran Mekanika
Teknik Di SMK Negeri 1 Purworejo. Universitas Negeri Yogyakarta.
[Link] [06
Juli 2021]