Nama: Joshua Rafhael Marcelino Sembiring
Kelas: D, Administrasi Bisnis (205030201111047)
Tugas Resume Integral (Matematika Bisnis)
[Link] Integral
Integral sendiri terbagi atas 2 jenis integral, yaitu:
1. Integral tak tentu (indefinite integral) adalah kebalikan dari diferensial, yakni suatu
konsep yang berhubungan dengan proses penemuan suatu fungsi asal apabila turunan
atau derivatif dari fungsinya diketahui.
2. Integral tertentu (definite integral) adalah suatu konsep yang berhubungan dengan
proses pencarian luas suatu area yang batas-batas atau limit dari area tersebut sudah
tertentu
Integral tertentu (definite integral)
adalah suatu konsep yang
berhubungan dengan proses
pencarian luas suatu area yang
batas-batas atau limit dari area
tersebut sudah tertentu.
Integral tertentu (definite integral)
adalah suatu konsep yang
berhubungan dengan proses
pencarian luas suatu area yang
batas-batas atau limit dari area
tersebut sudah tertentu.
Integral tak tentu
Integral tak tentu dalam matematika merupakan invers atau kebalikan dari turunan.
Turunan dari fungsi apabila kita integralkan akan menghasilkan fungsi itu [Link]
secara matematis dituliskan sebagai berikut ini:
∫ f(x) dx = F(x)+K
Keteragan: ∫ = tanda integral
f (x) = integran
k = konstanta
f (x) + k =integral tak tentu, dikarenakan x tidak ditentukan secara spesifik.
Ada beberapa cara teknik pengintegralan, yaitu:
∫ K dx = Kx + K
Integral dari suatu konstanta
∫ dx = x + K
Integral daru 1 yang dituliskan dx bukan 1 dx
Integral dari fungsi pangkat xn , dimana n tidak sama dengan -1
∫ X-1dx = ln.X + k
integral dari x-1 atau 1/X ln = anti log
integral dari fungsi eksponesial
integral dari suatu fungsi eksponesial natural (ℓn e = 1)
integral fungsi sama dengan konstanta dikalikan integral fungsi itu sendiri.
integral jumlah atau selisih dari dua atau fungsi sama dengan jumlah atau selisih dari
integral-integralnya.
integral negatif suatu fungsi sama dengan negatif dari integral fungsi tersebut.
Integral dengan subtitusi
Yaitu pengintegralan suatu hasil kali atau hasil bagi dari dua fungsi x yang dapat
dideferensialkan tidak dapat dilakukan memakai kaidah-kaidah teknik pengintegralan diatas
secara langsung. Oleh karenanya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dapat diperluas
dengan melakukan subtitusi dan akan menghasilkan rumus:
∫ f(x) dx = ∫ f(u) du
= F (u) + K
∫ f(x) dx = ∫ f(u) du
= F (u) + K
∫ f(x) dx = ∫ f(u) du
= F (u) + K
Integral parsial
Yaitu jika integral merupakan hasil bagi atau kali dari fungsi-fungsi x yang dapat
dideferensialkan dan tidak dapat dinyatakan sebagai suatu kelipatan konstanta dari u, maka
pengintegralan tiap bagian seringkali berguna.
Misalnya: f (x) = u dan g (x) = v
= uv’ + vu’
= ∫ u dv + ∫ v du
∫ u dv = uv - ∫ v du
Integral pecahan parsial
Dimana suatu integral bisa diuraikan menjadi beberapa bagian dan biasanya
berbentuk:
F (x) = f(x) dibagi g(x)
Untuk mengintegralkan dibedakan terlebih dahulu fungsi integral nya:
[Link] fungsi rasional patut(sejati/proper) yaitu hasil polinom yang pembilangnya f(x) lebih
rendah dari penyebutnya g(x).
[Link] fungsi rasional tak patut, yaitu pembilangnya f(x) berderajad lebih tinggi atau sama
dari penyebutnya g(x). Dalam penyelesaiannya pembilang dibagi lebih dahulu dengan
penyebutnya sehingga sisanya menjadi fungsi rasional.
Integral tertentu
Dimana hasil dari integral ini adalah sudah tidak memiliki nilai konstanta lagi,
sehingga integral tertentu adalah integral dari suatu fungsi yang nilai-nilai variable bebasnya
memiliki batas-batas tertentu. Rumusnya dapat dinyatakan sebagai berikut:
= (lambang ini sebagai penunjuk bahwasanya b dan a subtitusi x)
= F (b) – F (a)
Adapun sifat sifat dari integral tertentu , yaitu:
Pembalikan susunan limit akan merubah tanda dari integral tertentu.
=-
Jika limitnya sama dengan limit bahwanya, maka nilai dari integral tertentu adalah
nol.
= F(a) – F (a) = 0
Integral tertentu dapat kita buat sebagai jumlah dari beberapa sub integral komponen.
= +
Dimana : a < b < c
∫ f(x) dx = ∫ f(u) du
= F (u) + K