0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
105 tayangan32 halaman

Irama Idioventrikuler dan Aritmia Jantung

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Dokumen tersebut memberikan kriteria-kriteria pada interpretasi ECG untuk berbagai jenis aritmia jantung, seperti bradikardia, takikardia, blok, dan fibrilasi; (2) Termasuk di dalamnya adalah definisi, kriteria frekuensi jantung, gelombang P, interval PR, dan gelombang QRS untuk setiap jenis aritmia; (3) Tujuan akhir dari interpret

Diunggah oleh

Ferdiansyah Putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
105 tayangan32 halaman

Irama Idioventrikuler dan Aritmia Jantung

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Dokumen tersebut memberikan kriteria-kriteria pada interpretasi ECG untuk berbagai jenis aritmia jantung, seperti bradikardia, takikardia, blok, dan fibrilasi; (2) Termasuk di dalamnya adalah definisi, kriteria frekuensi jantung, gelombang P, interval PR, dan gelombang QRS untuk setiap jenis aritmia; (3) Tujuan akhir dari interpret

Diunggah oleh

Ferdiansyah Putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TEAM CVCU IPJT RSSA

MALANG 2021
Interpretasi ECG Interpretasi ECG
Strip/Monitor Lengkap 12
adalah suatu Lead adalah
cara untuk suatu cara untuk
menyimpulkan menyimpulkan
macam- kelainan
macam aritmia pada lokasi
jantung jantung
Kriteria:
- Irama : Teratur
- Frekuensi : > 100 – 150 x/menit
- Gelombang P : Normal, setiap gel.P selalu diikuti gel
QRS, T = 1 : 1
- Interval PR : Normal (0,12 – 0,20 detik)
- Gelombang QRS : Normal (0,06 – 0,12 detik)
BRADIKARDIA SINUS ( SB )

Kriteria :
- Irama : teratur
- Frekuensi : < 60 x/menit
- Gelombang P : Normal, setiap gel.P selalu
diikuti gel. QRS,T
- Interval PR : Normal (0,12 – 0,20 detik)
- Gelombang QRS : Normal (0,06 – 0,12 detik)
Kriteria :
- Irama : Tidak teratur
- Frekuensi (HR) : Biasanya antara 60 – 100 x/mnt
- Gelombang P : Normal, setiap gel.P selalu
diikuti gel. QRS, T
- Interval PR : Normal (0,12 – 0,20 detik)
- Gelombang QRS : Normal (0,06 – 0,12 detik)
Kriteria :
- Irama : Teratur, kecuali pd yg hilang
- Frekuensi ( HR ) : Biasanya < 60 x/menit
- Gelombang P : Normal, setiap gel.P selalu diikuti [Link]
- Interval PR : Normal (0,12 – 0,20 detik)
- Gelombang QRS : Normal (0,06 – 0,12 detik)

- Terdapat episode hilangnya 1/lebih gel. P, QRS dan T


- Hilangnya gel.P, QRS, T tdk menyebabkan kelipatan
jarak R-R
(AES/PAB/PAC)
Kriteria :
- Irama : Tdk teratur, krn ada gel. yg timbul lebih
dini
- Frekuensi ( HR ) : Tergantung irama dasarnya
- Gelombang P : Bentuknya berbeda dari gel. irama
dasarnya
- Interval PR : Biasanya normal, bisa juga memendek
- Gelombang QRS : Normal
- Ekstrasistol selalu mengikuti irama dasar
TAKHIKARDIA SUPRAVENTRIKEL (SVT)
Kriteria :
- Irama : Teratur
- Frekuensi ( HR ) : 150 – 250 X/menit
- Gelombang P : Sukar dilihat karena bersatu dengan gel T.
Kadang gel. P terlihat kecil
- Interval PR : Tidak dapat dihitung atau memendek
- Gelombang QRS : Normal ( 0,06 – 0,12 detik )
FLUTTER ATRIAL ( AFL )
Kriteria :
- Irama : Biasanya teratur, bisa juga tidak
- Frekuensi ( HR ): Bervariasi
- Gelombang : Bentuknya seperti gigi gergaji, dimana
gel. P timbulnya teratur dan dpt
dihitung, P : QRS = 2:1, 3:1 atau 4:1
- Interval PR : Tidak dapat dihitung
- Gelombang QRS : Normal
FIBRILASI ATRIAL ( AF )
Kriteria :
- Irama : Tidak teratur
- Frekuensi ( HR ): Bervariasi
- Gelombang P : Tidak dapat diidentifikasikan
- Interval PR : Tidak dapat dihitung
- Gelombang QRS : Normal
IRAMA JUNCTIONAL ( JR )
Kriteria :
- Irama : Teratur
- Frekuensi ( HR ) : 40 – 60 X/menit
- Gel. P : Terbalik di depan, dibelakang/menghilang
- Interval PR : Kurang dari 0,12 detik atau tidak ada
- Gelombang QRS : Normal
EKSTRASISTOL JUNCTIONAL ( JES )
Kriteria :
- Irama : Tdk teratur, krn ada gel. yg timbul lebih
dini
- Frekuensi ( HR ) : Tergantung irama dasarnya
- Gelombang P : Tdk normal, sesuai dgn letak asal impuls
- Interval PR : Memendek atau tidak ada
- Gelombang QRS : Normal
TAKHIKARDI JUNCTIONAL ( JT )
Kriteria :
- Irama : Teratur
- Frekuensi ( HR ): > 60 X/menit
- Gelombang P : Terbalik didepan, belakang atau
menghilang
- Interval PR : < 0,12 detik atau tidak ada
- Gelombang QRS : Normal
IRAMA IDIOVENTRIKULER ( IVR )
Kriteria :
- Irama : Teratur
- Frekuensi ( HR ) : 20 – 40 X/menit
- Gelombang P : Tidak terlihat
- Interval PR : Tidak ada
- Gelombang QRS : > 0,12 detik
EKTRASISTOL VENTRIKEL ( VES/PVB/PVC )
Kriteria :
- Irama : Tdk teratur, krn ada gel. yg timbul dini
- Frekuensi ( HR ): Tergantung irama dasarnya
- Gelombang P : Tidak ada
- Interval PR : Tidak ada
- Gelombang QRS : > 0,12 detik
Lima ( 5 ) bentuk Ekstrasistol Ventrikel yang berbahaya :

1. Ekstrasistol Ventrikel > 6 X/menit

2. Ekstrasistol Ventrikel Bigemini


3. EKTRASISTOL VENTRIKEL “ MULTIFOCAL”

4. Ekstrasistol Ventrikel “ Consecutif ”

5. Ektrasistol Ventrikel R on T
TAKHIKARDI VENTRIKEL ( VT )
Kriteria :
- Irama : Teratur
- Frekuensi ( HR ): > 100 X/menit
- Gelombang P : Tidak terlihat
- Interval PR : Tidak ada
- Gelombang QRS : > 0,12 detik
FIBRILASI VENTRIKEL ( VF )

Kriteria :
- Irama : Tidak teratur
- Frekuensi ( HR ): Tidak dapat dihitung
- Gelombang P : Tidak ada
- Interval PR : Tidak ada
- Gelombang QRS : Tidak dapat dihitung, bergelombang &
tidak teratur
FIBRILASI VENTRIKEL KASAR (“COARSE”)

Fibrilasi Ventrikel halus (“Fine”)


Beberapa contoh gambaran aritmia yang disebabkan oleh
terganggunya penghantaran impuls.

BLOK SINOTRIAL (SA BLOK)

Kriteria :
Terdpt episode hilangnya 1 atau lebih gel. P, QRS, T
Irama : Teratur, kecuali pada yang hilang
Frekuensi : Biasanya < 60 X/menit
Gelombang P: Normal, setiap gel P selalu diikuti gel QRS
Interval PR : Normal (0,12 – 0,20 detik )
Gelombang QRS : Normal
BLOK ATRIOVENTRIKULER DERAJAT 1

Kriteria :
- Irama : Teratur
- Frekuensi ( HR ): Biasanya antara 60 – 100 X/menit
- Gelombang P : Normal, setiap gel P selalu diikuti gel
QRS
- Interval PR : Memanjang > 0,20 detik
- Gelombang QRS : Normal
BLOK ATRIOVENTRIKULER DERAJAT 2
TIPE MOBITZ 1 (WENCHEBACH)
Kriteria :
- Irama : Tidak teratur
- Frekuensi ( HR ): Biasanya < 60 X/menit
- Gelombang P : Normal, ada 1 gel. P yg tdk diikuti
QRS
- Interval PR : Terdpt episode makin lama makin
panjang, kemudian blok, selanjutnya
siklus berulang
- Gelombang QRS : Normal
BLOK ATRIOVENTRIKULER DERAJAT 2
TIPE MOBITZ II
Kriteria :
- Irama : Tidak teratur
- Frekuensi ( HR ): Biasanya < 60 X/menit
- Gelombang P : Normal, ada 1 gel. P atau lebih yg tdk
diikuti QRS
- Interval PR : PR interval konstan memanjaang yang
diikuti blok, selanjutnya siklus
berulang
- Gelombang QRS : Normal
BLOK ATRIOVENTRIKULER DERAJAT 3 ( TAVB )

Kriteria :
- Irama : Teratur
- Frekuensi ( HR ): < 60 X/menit
- Gelombang P : Normal, akan tetapi gel P & gel QRS
berdiri sendiri, shg gel P kadang diikuti
gel. QRS, kadang tdk
- Interval PR : Berubah ubah/tidak ada
- Gelombang QRS : Normal/>0,12 detik
LATIHAN

Anda mungkin juga menyukai