Chapter 4
Chapter 4
INFORMATION SECURITY
Ancaman Alam
Yang termasuk dalam kategori ancaman alam terdiri atas :
Ancaman air : Banjir, Tsunami, Intrusi air laut, Kelembaban tinggi, Badai,
Pencairan salju
Ancaman Tanah : Longsor, Gempa bumi, Gunung meletus
Ancaman Alam lain : Kebakaran hutan, Petir, Tornado, Angin ribut
Ancaman Manusia
Yang dapat dikategorikan sebagai ancaman manusia, diantaranya adalah :
Malicious code
Virus
Logic bombs
Trojan horse
Worm
Active contents
Countermeasures
Social engineering
Hacking
Cracking
Akses ke sistem oleh orang yang tidak berhak
DDOS
Backdoor
Kriminal
Pencurian
Penipuan
Pengkopian tanpa ijin
Perusakan
Teroris
Peledakan
Ancaman Lingkungan
Yang dapat dikategorikan sebagai ancaman lingkungan seperti :
Penurunan tegangan listrik atau kenaikan tegangan listrik secara tiba-tiba dan dalam jangka
waktu yang cukup lama. Polusi. Efek bahan kimia seperti semprotan obat pembunuh
serangga, semprotan anti api, dll. Kebocoran seperti AC, atau atap bocor saat hujan.
Besar kecilnya suatu ancaman dari sumber ancaman yang teridentifikasi atau belum
teridentifikasi dengan jelas tersebut, perlu di klasifikasikan secara matriks ancaman sehingga
kemungkinan yang timbul dari ancaman tersebut dapat di minimalisir dengan pasti. Setiap
ancaman tersebut memiliki probabilitas serangan yang beragam baik dapat terprediksi
maupun tidak dapat terprediksikan seperti terjadinya gempa bumi yang mengakibatkan sistem
informasi mengalami gangguan.
Ø Kelemahan (Vulnerability)
Adalah sebagai akibat dari kesalahan atau kecerobohan. Kelemahan dari suatu sistem
mungkin timbul pada saat mendesain/memprogram, menetapkan prosedur,
mengimplementasikan maupun kelemahan atas sistem kontrol yang ada sehingga memicu
tindakan pelanggaran oleh pelaku yang mencoba menyusup/melakukan tindakan kriminal
terhadap sistem tersebut. Cacat sistem bisa terjadi pada prosedur, peralatan, maupun
perangkat lunak yang dimiliki, contoh yang mungkin terjadi seperti : Seting firewall yang
membuka telnet sehingga dapat diakses dari luar, atau Seting VPN yang tidak di ikuti oleh
penerapan kerberos atau NAT
Lima faktor kunci yang berkontribusi terhadap meningkatnya kerentanan sumber daya
informasi organisasi, sehingga jauh lebih sulit untuk mengamankannya :
Faktor pertama
adalah evolusi dari sumber daya TI dari mainframe-hanya untuk yang sangat kompleks,
saling berhubungan, saling tergantung, lingkungan bisnis nirkabel jaringan saat ini. Internet
sekarang memungkinkan jutaan komputer dan jaringan komputer untuk berkomunikasi secara
bebas dan lancar satu sama lain. Organisasi dan individu dapat terkena dunia jaringan tidak
dipercaya dan penyerang potensial. jaringan yang terpercaya, pada umumnya, adalah setiap
jaringan dalam organisasi Anda. jaringan tidak dipercaya, secara umum, adalah setiap
jaringan eksternal untuk organisasi Anda. Di samping itu, teknologi nirkabel memungkinkan
karyawan untuk berkomunikasi, dan mengakses internet di mana saja dan kapan saja. Secara
signifikan, wireless merupakan media komunikasi broadcast tidak aman.
Faktor kedua
mencerminkan fakta bahwa komputer modern dan perangkat penyimpanan terus menjadi
lebih kecil, lebih cepat, lebih murah, dan lebih portabel, dengan kapasitas penyimpanan yang
lebih besar. Juga jauh lebih banyak orang yang mampu membeli komputer yang canggih ,
dan terhubung ke internet dengan biaya yang murah sehingga meningkatkan potensi serangan
terhadap aset informasi.
Faktor ketiga
adalah bahwa keterampilan komputer yang diperlukan untuk menjadi seorang
hacker/cracking menurun. Alasannya adalah bahwa internet berisi informasi dan program
komputer yang pengguna dengan sedikit keterampilan dapat men-download dan
menggunakannya untuk menyerang sistem informasi yang terhubung ke internet.
Faktor keempat
adalah bahwa kejahatan internasional terorganisir mengambil alih cybercrime. cybercrime
adalah kegiatan ilegal yang dilakukan melalui jaringan komputer, khususnya internet.
Contohnya penggunaan teknologi komputer untuk mencetak ulang software atau informasi
lalu mendistribusikan informasi atau software tersebut lewat teknologi komputer.
Faktor kelima
adalah kurangnya dukungan manajemen. Terkadang seorang manajer kurang mengawasi
karyawan bawahannya sehingga karyawan tersebut melakukan pelanggaran seperti mencuri ,
atau memodifikasi data informasi yang menjadi milik oleh perusahaan. Lebih baik
bila seluruh perusahaan supaya mengambil kebijakan keamanan dan prosedur serius, manajer
senior harus mengatur para manajer bawahannya agar berada dalam kontak dekat dengan
karyawan setiap hari sehingga dengan demikian manajer akan berada dalam posisi yang lebih
baik untuk mengetahui apakah karyawan mengikuti prosedur yang benar.
Kelalaian manusia atau kesalahan karyawan dapat menimbulkan masalah besar atas hasil dari
kemalasan, kecerobohan atau kurangnya kesadaran mengenai keamanan informasi.
Kurangnya kesadaran ini datang dari pendidikan dan pelatihan yang rendah dari perusahaan /
orgaanisasi.
Kelalaian tersebut walapun tidak disengaja tetap dilakukan sepenuhnya oleh karyawan.
Namun, karyawan juga dapat melakukan kesalahan yang tidak disengaja sebagai akibat
tidakan yang dilakukan oleh penyerang. Penyerang sering menggunakan rekayasa sosial
untuk mendorong individu untuk melakukan kesalahan yang tidak disengaja dan
mengungkapkan informasi sensitif.
2. Rekayasa Sosial
Adalah serangan dimana pelaku menggunakan keahlian sosial untuk mengelabui atau
memanipulasi karyawan yang sah dalam memberikan informasi rahasia perusahaan, seperti
password. Contoh yang paling sering terjadi dari rekayasa sosial terjadi ketika penyerang
menirukan orang lain di telepon, seperti manajer perusahaan atau karyawan sistem informasi.
Penyerang mengklaim bahwa ia lupa passwordnya dan meminta karyawan yang sah untuk
memberikan ia password untuk digunakan. Rekayasa lainnya termasuk menyamar sebagai
pembasmi, teknisi AC, atau pemadam kebakaran.
Dua teknik rekayasa sosial lainnya, yaitu tailgating and shoulder surfing. Tailgating
adalah teknik yang di desain untuk memungkinkan pelaku kejahatan memasuki area terlarang
yang di kontrol oleh kunci atau kartu masuk. Shoulder surfing terjadi ketika pelaku kejahatan
melihat layar komputer karyawan dari bahu karyawan tersebut. Teknik ini berhasil terutama
di area publik seperti bandara, komputer kereta, dan pesawat.
· Pengintai atau penyalahgunaan: Terjadi karena seorang individu secara tidak sah mencoba
untuk mendapatkan akses ilegal ke informasi organisasi.
· Informasi pemerasan: Terjadi ketika penyerang mengancam untuk mencuri informasi dari
perusahaan.
· Sabotase atau perusakan: Perbuatan yang disengaja yang melibatkan pencemaran suatu
website organisasi dengan merusak citra baik suatu perusahaan.
· Pencurian peralatan atau informasi: Hal ini terjadi karena seseorang kurang peduli dengan
barang elektroniknya sehingga penyerang memperoleh kesempatan untuk mencuri suatu data
dalam elektronik tersebut.
· Pencurian identitas: Seseorang dengan sengaja mencuri identitas seseorang untuk
mengakses informasi untuk berbuat kriminal. Contoh: mencuri informasi pribadi seseorang di
database komputer.
· Berkompromi untuk kekayaan intelektual: properti kekayaan di buat oleh individu atau
kelompok untuk melindungi rahasia perusahaan ( seperti rencana bisnis/ resep cocacola),
patent(dokumen resmi perusahaan), hak cipta.
· Serangan perangkat lunak: Terjadi ketika penyerang menggunakan software malicious
untuk menularkan ke banyak ke komputer dunia.
· Alien software: Software tersembunyi yang dipasang di komputer dengan metode
duplikasi, alien software bukan termasuk virus, worms dan trojan horse tetapi ini adalah suatu
sumber sistem yang berharga.
· SCADA attacks: suatu sistem untuk memonitor atau mengontrol suatu proses dalam
komputer. SCADA mempunyai sensor yang mudah terhubung ke suatu jaringan. Jika
penyerang telah mengakses ke jaringan tersebut, mereka bisa menyebabkan kerusakan yang
serius.
· Cyberterrorism dan cyberwarfare: tindakan malicious dimana penyerang menggunakan
sistem komputer sebagai target , terutama melalui internet hal ini menyebabkan gangguan
parah pada dunia nyata, biasanya untuk melaksanakan agenda politik. Biasanya mereka
cenderung mengumpulkan data lalu menyerang infrastruktur politik.
· Virus: segment kode komputer yang menampilakan tindakan malicious dengan melekatkan
program komputer yang lain.
· Worm: program komputer yang dapat menggandakan dirinya secara sendiri dalam sistem
komputer.
· Pishing attacks: pishing menggunakan penipuan untuk memperoleh informasi seseorang
dengan menyamar menjadi email asli atau pesan instant.
· Spear pishing attack: pengertiannya sama dengan pishing tetapi spear pishing biasanya
menyerang grup besar.
· Denial of service attack: penyerang mengirimkan banyak informasi ke target sistem
komputer, dimana target tersebut tidak bisa handle komputernya secara keseluruhan.
· Distributed denial of service attack: pertama penyerang mengambil alih banyak komputer,
biasanya dengan menggunakan perangkat lunak malicious.
· Trojan horse: program software yang menyembunyikan program komputer lainnya.
· Back door: password yang diketahui oleh penyerang yang memperbolehkan dia untuk
akses ke sistem komputer tanpa mengikuti proedur keamanan.
· Logic bomb: program komputer yang dirancang untuk diaktifkan lalu dihancurkan pada
waktu dan hari yang telah di tentukan.
· Adware: iklan produk/ penawaran layanan yang merupakan bagian dari sebuah situs.
· Spyware: software yang mengumpulkan informasi personal tentang pengguna tanpa izin.
· Keyloggers: merekam keystrokes individual dan riwayat web browsing internet.
· Spamware: pestware yang menggunakan komputer anda sebagai landasan peluncuran
untuk scammers.
· Cookies: situs yang menyimpan sedikit informasi di komputer anda.
· Tracking cookies: kombinasi informasi dengan nama, credit card dan data personal lainnya
yang di dapat tanpa seizin pemilik.
4.4 What Organizations Are Doing to Protect Information Resources ?
Resiko adalah kemungkinan bahwa ancaman akan berdampak pada sebuah sumber jnformasi
Tujuan manajemen resiko adalah untuk mngidentifikasi, mengontrol dan meminimalkan
dampak dari ancaman. Dengan kata lain manajemen resiko berusaha mengurangi resiko ke
tingkat yang dapat diterima
Manajemen resiko terdiri dari 3 proses : analisis resiko, mitigasi resiko dan kontrol evaluasi
Ada beberapa strategi mitigasi resiko bahwa organisasi dapat diadopsi. 3 paling umum adalah
penerimaan resiko, pembatasan resiko dan pemindahan resiko
Resiko penerimaan : menerima potensi resiko, terus beroperasi tanpa kontrol dan
menyerap kerugian yang trjadi.
Keterbatasan resiko : membatasi resiko dengan menerapkan kontrol yang
meminimalkan dampak dari ancaman.
Resiko pemindahan : mntransfer resiko dgn menggunakan cara lain utk
mngkompensasi kerugian spr membeli asuransi.
4.5 Information Security Controls
1. fisik
Mencengah seseorang menggunakan akses ke fasilitas perusahaan secara illegal.
Physical control berupa: gedung, security, dan sistem alarm.
Alat yang digunakan untuk keamanan informasi berupa sensor tekanan , sensor suhu , dan
detektor gerakan
2. akses
· Otentikasi (pengenal)
biometrics: meneliti fisik seseorang (sidik jari, retina, wajah)
Passwords: Sesuatu yang diketahui, lakukan, dan miliki Bersifat perorangan untuk menjaga
informasi.
Panduan dasar dalam membuat password:
a. Sulit untuk ditebak
b. Password yang panjang
c. Mempunyai (angka dan tanda baca)
d. Angka atau kalimat yang familiar contohnya: tanggal lahir atau nama binatang peliharaan.
· Otorikasi (hak)
hak khusus atau hak istimewa seseorang untuk mengakses operasi sistem komputer.
3. komunikasi
a. Firewall: mencegah jaringan komputer dari serangan komputer luar/ mencengah akses illegal
ke private network
b. Anti malware systems: mencengah software dari serangan malware atau virus
c. Whitelisting: daftar web, URL, dan email yang dapat diakses karena aman
d. Blacklisting: kumpulan dari web domain, URL, dan Email yang tidak aman dan dapat di
blokir secara otomatis
f. Virtual private networking:koneksi antara satu jaringan dengan jaringan lainnya secara
privat melalui jaringan publik (Internet)
g. Secure socket layer: menjaga pengiriman data web server dan pengguna situs web tersebut.