0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan67 halaman

Pengenalan Dasar Pemrograman PHP

Dokumen tersebut memberikan pengenalan dasar tentang PHP, meliputi pengenalan Hello World pada PHP, konstanta, variabel, operator, struktur kendali, dan pengulangan. Dokumen tersebut menjelaskan konsep-konsep dasar PHP beserta contoh kode untuk masing-masing konsep.

Diunggah oleh

Sabni Wlt Jbr
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan67 halaman

Pengenalan Dasar Pemrograman PHP

Dokumen tersebut memberikan pengenalan dasar tentang PHP, meliputi pengenalan Hello World pada PHP, konstanta, variabel, operator, struktur kendali, dan pengulangan. Dokumen tersebut menjelaskan konsep-konsep dasar PHP beserta contoh kode untuk masing-masing konsep.

Diunggah oleh

Sabni Wlt Jbr
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGENALAN DENGAN PHP

1. Hello Word pada PHP


Sepertinya ini sudah menjadi tradisi para programmer pada awal belajar bahasa pemrograman, yaitu
menuliskan kalimat “Hello Word”.
Struktur dari bahasa pemrograman PHP, yaitu
a. Syntax awal untuk membuat program PHP adalah di awali dengan <?php dan diakhiri dengan syntax
?>
b. Untuk menampilkan tulisan dalam browser, maka kita menggunakan syntax echo “…..”;
c. Untuk memberikan keterangan atau komentar pada PHP (komentar tidak akan muncul dalam
browser) kita menggunakan tanda berikut
// Komentar
# Komentar
/* Komentar */

Komentar ini berfungsi untuk memberikan keterangan pada syntax program kita, apabila kita sudah
mengetikkan kode dengan alur logika yang banyak.

Untuk memulai aplikasi :


a. Buat folder baru bernama “belajarphp” (tanpa tanda petik ganda) pada folder C:\xampp\htdocs
sehingga susunan foldernya menjadi C:\xampp\htdocs\belajarphp.
b. Buka text editor, kemudian ketikkan source code seperti di bawah ini, lalu simpan dengan file
tersebut dengan nama [Link] pada folder belajarphp yang telah kita buat pada langkah
sebelumnya.

Gambar 1. Source code [Link]


Penjelasan baris kode :
- Baris 1, merupakan syntax awal untuk mengawali kita membuat program PHP.
- Baris 2 – 4, adalah sebuah komentar.
- Baris 6 – 7, merupakan tulisan yang akan kita tampilkan pada browser, pada baris 6 terdapat
syntax <br>, syntax tersebut berfungsi untuk ganti baris, kegunaannya seperti tombol enter.
- Baris 9, merupakan syntax akhir untuk mengakhiri program PHP.

c. Dipastikan bahwa xampp kita telah aktif.

Gambar 2. Mengaktifkan xampp

d. Buka browser kemudian ketikkan pada menu bar alamat berikut


[Link]

Gambar 3. Hasil pada browserdari script [Link]


2. Konstanta
Seperti matematika saja ya, ada istilah “konstanta”, tetapi memang itulah basic dan konsep dari
programming. Pada rumus matematika terdapat rumus ax² + bx + c, nah konsep matematika inilah yang
akan kita pakai untuk dasar programming PHP.

Pada rumus di atas huruf a, b, dan c itulah dimaksud dengan konstanta. Pengertiannya sama seperti
matematika, konstanta pada pemrograman PHP adalah varibel tetap atau variabel yang nilainya tidak
berubah – ubah.

Pada PHP, konstanta didefinisikan dengan fungsi define(). Ayo kita langsung praktekkan.

Nama File : [Link]


Lokasi : ../htdocs/belajarphp/[Link]
Gambar 4. source code [Link]

Penjelasan kode
- Baris 1 - 6, script awal pemrograman PHP
- Baris 7 – 9, membuat definisi konstanta dengan nama Kampus, Jurusan dan Alamat yang masing –
masing mempunyai value / nilai
- Baris 11 – 13, menampilkan konstanta tersebut ke browser.
- Baris 14, script akhir pemrograman PHP.

Gambar 5. Hasil pada browser script [Link]

3. Variabel
Variabel pada pemrograman PHP digunakan untuk menyimpan data sementara, dimana nilai dari data
tersebut bisa berubah – ubah setiap kali program dijalankan. masih pada rumus matematika ax² + bx + c
Nilai x pada rumus tersebut itulah yang dinamakan dengan variabel.

Ketentuan dalam pembuatan variabel :


Variabel diawali dengan tanda dolar ($).
Setelah tanda $ diawali oleh huruf (contoh : $kota, $nama, $alamat).
Variabel bersifat case sensitive (jadi antara $kota, berbeda dengan $Kota).
Variabel tidak boleh mengandung spasi, apabila ada 2 (dua) kata pada variabel dapat disambung
dengan tanda underscore (contoh : $nama_lengkap, $tempat_lahir).

Nama File : [Link]


Lokasi : ../htdocs/belajarphp/[Link]

Penjelasan Kode :
- Baris 3 – 4, membuat variabel dengan nama buku dan penulis, yang mana variabel tersebut masing –
masing mempunyai nilai Programming PHP dan Joko Suntoro.
- Baris 6 – 7, menampilkan value dari variabel buku dan penulis pada browser.

Hasil pada browser :

4. Operator
Operator dalam PHP merupakan symbol yang digunakan dalam program untuk melakukan suatu
operasi.

A. Operator Aritmatika
Dari namanya saja kita pasti bisa menganalisa jenis operator apakah ini, jadi operator aritmatika
adalah suatu operator yang dikenai untuk melakukan perhitungan matematika.
Sama halnya pada matematika operator ini, memperhatikan urutan prioritasnya, contohnya
operator pangkat/akar lebih dulu dikerjakan daripada operator perkalian/pembagian, operator
perkalian/pembagian lebih dulu dikerjakan daripada operator penjumlahan/pengurangan.

Pada tutorial kali ini, penulis akan menggunakan variabel untuk melakukan perhitungan operator
aritmatikanya.

Nama File : [Link]


Lokasi : ../htdocs/belajarphp/[Link]

Penjelasan kode :
- Baris 2 – 3, membuat variabel angka1 dengan memberikan nilai 100 dan membuat variabel
angka2 dengan memberikan nilai 50
- Baris 6, membuat operator aritmatika penjumlahan, dengan membuat variabel jumlah, dimana
nilai untuk variabel jumlah di dapat dari nilai pada variabel angka1 dijumlahkan dengan nilai pada
variabel angka2.
- Baris 9, membuat operator aritmatika pengurangan, dengan membuat variabel kurang, dimana
nilai untuk variabel kurang di dapat dari nilai pada variabel angka1 dikurangi dengan nilai pada
variabel angka2.
- Baris 12, membuat operator aritmatika perkalian, dengan membuat variabel kali, dimana nilai
untuk variabel kali di dapat dari nilai pada variabel angka1 dikalikan dengan nilai pada variabel
angka2.
- Baris 15, membuat operator aritmatika pembagian, dengan membuat variabel bagi, dimana nilai
untuk variabel bagi di dapat dari nilai pada variabel angka1 dibagi dengan nilai pada variabel
angka2
- Baris 18, membuat operator aritmatika modulus, dengan membuat variabel mod, dimana nilai
untuk variabel mod di dapat dari sisa hasil bagi antara nilai pada variabel angka1 dengan nilai pada
variabel angka2.

Hasil pada browser untuk script [Link] :

B. Operator Perbandingan
Operator perbandingan biasanya dipakai untuk membandingkan nilai pada beberapa variabel.
Biasanya antar variabel tersebut dibandingkan apakah data tersebut lebih besar, lebih kecil, sama
dengan, atau definisi lainnya.

Pada bagian ini, penulis akan membuatkan tutorial perbandingan, dengan menyatukan dengan
struktur kondisional if..elseif..
Nama File : [Link]
Lokasi : ../htdocs/belajarphp/[Link]

Hasil pada browser script [Link]


STRUKTUR KENDALI DAN PENGULANGAN
1. Struktur Kendali
Pada tutorial tentang operator perbandingan, kita telah menerapkan dari konsep struktur kendali yaitu
if..elseif.
Struktur kendali adalah elemen penting dalam semua bahasa pemrograman, karena pada struktur kendali
inilah kita dapat mengontrol jalannya eksekusi program. Atau dapat dijelaskan dengan pernyataan
bersyarat untuk mengendalikan urutan pernyataan agar kita mendapatkan nilai.
A. Struktur Kendali if
Struktur kendali if ini sangat jarang digunakan oleh para programmer, karena if hanya berisi 1 (satu)
statement - kondisional saja.

Secara umum, struktur kendali if mempunyai bentuk seperti di bawah ini


if(kondisi){
statement
}

B. Struktur Kendali if…else…


Struktur kendali inilah yang paling sering dipakai oleh para programmer, struktur kendali ini
memiliki kondisi dan 2 statement saja. Penulis menggunakan konsep struktur kendali ini untuk validasi
user dan password pada form login.
Nama file : [Link]
Lokasi : ../htdocs/belajarphp/[Link]
Kemudian buka browser

C. Struktur Kendali if…elseif..


Struktur kendali ini telah kita buat pada bab operator perbandingan pada tutorial sebelumnya.
Silakan teman – teman pahami ya struktur syntax pada bab sebelumnya.

Intinya struktur kendali ini digunakan apabila nantinya untuk hasilnya mempunyai kondisional
statement yang banyak.

D. Struktur Kendali switch..case..


Switch..case.. merupakan salah satu alernatif untuk melakukan pemilihan statement.
Nama file : [Link]
Lokasi : ../htdocs/belajarphp/[Link]
Hasil pada browser untuk script [Link]

2. Pengulangan
Sistem pengulangan atau bahasa kerennya adalah looping yaitu suatu proses perputaran nilai dimana nilai
tersebut telah di setting dengan aturan – aturan tertentu.
Pengulangan biasanya dipakai oleh programmer untuk membuat paging, looping untuk query array, dan
sebagainya. Pengulangan tidak hanya dimiliki oleh PHP saja, tetapi dimiliki oleh semua bahasa
pemrograman, secara konsep adalah sama, yang membedakan hanya syntaxnya saja.

A. Pengulangan For
Pengulangan for biasanya digunakan untuk melakukan looping yang banyaknya data sudah
diketahui.
Nama File : [Link]
Lokasi : ../htdocs/belajarphp/[Link]

Hasil pada browser untuk script [Link]

B. Pengulangan While
Pengulangan while adalah pengulangan yang mendefinisikan kondisi di awal perintah. Jadi apabila
kondisi pada awal tidak terpenuhi maka proses pengulangan tidak akan pernah dilakukan.

Nama file : [Link]


Lokasi : ../htdocs/belajarphp/[Link]

Penjelasan kode :
- Baris 2, kita mendefinisikan nilai awal yaitu dengan nilai 5.
- Baris 3, pemeriksaan perulangan terjadi pada bagian ini, apabila nilai kurang dari angka 1, maka
proses perulangan akan dihentikan.
- Baris 4, kita akan mencetak huruf pada browser, sesuai ukuran yang di definisikan pada <font
size=$w).
- Baris 5, baris perintah decrement, disini nilai awal yang kita definisikan di awal yaitu angka 5,
akan dikurangi 1 setiap prosesnya, dan akan berhenti pada angka 1. Jadi kalo ditulis dalam garis
bilangan, bilangan yang didapat adalah $w = 5, 4, 3, 2, 1. Urutan angka tersebut akan mengisi pada
<font size=$w>.

Hasil pada browser untuk script [Link]

C. Pengulangan Do – While
Pengulangan do-while hampir sama dengan pengulangan while. Perbedaannya hanya terletak pada
penempatan kondisi saja, jika pada while kondisi di awal perintah, maka jika do while kondisi
berada di akhir perintah. Sehingga pada perulangan ini akan tetap melakukan looping minimal
sebanyak satu kali, meskipun kondisi tidak terpenuhi.

Nama file : [Link]


Lokasi : ../htdocs/belajarphp/[Link]

Hasil pada browser untuk script [Link]


BEKERJA DENGAN FORM

Form adalah sebuah tag HTML yang di fungsikan untuk melakukan pengiriman data dari client side menuju
server side untuk di olah dan akan di kembalikan ke sisi client side jika di perlukan, tergantung dari fungsi
website tersebut.
Pada form biasanya kita mengenal attribute dengan nama method. Terdapat dua jenis method pada PHP yaitu
method GET dan method POST. Kedua method tersebut sebenarnya memiliki fungsi yang sama yaitu
mengirimkan nilai pada variabel dan mengambil nilai pada variabel.

Berikut penulis beri contoh untuk penggunaan GET dan POST.


- Menggunakan method GET
Nama File : method_get.php
Lokasi : ../htdocs/belajarphp/method_get.php

Penjelasan kode :
- Baris 4, membuat form dengan method GET, dimana form tersebut akan meload ke halaman
method_get.php (atau halaman itu sendiri).
- Baris 5, membuat inputan berupa text, dengan nama inputan tersebut adalah nama.
- Baris 6, membuat inputan berupa textarea dengan nama pesan.
- Baris 7, membuat inputan berupa button, dengan nama simpan.
- Baris 13, jika tombol button dengan nama simpan itu klik, maka akan melanjutkan ke proses
selanjutnya, karena kita menggunakan method GET, maka penulisannya adalah $_GET.
- Baris 14 – 15, kita membuat variabel $nama dan $pesan, yang mana kedua variabel tersebut masing
– masing mengambil data dari inputan pada text yang bernama nama, dan mengambil data pada
textarea yang bernama pesan. karena form tersebut menggunakan method GET, maka penulisan
parameternya juga menggunakan $_GET.
- Baris 17 – 18, menampilkan data pada browser data yang telah diambil oleh baris 14 dan baris 15.

Hasil pada browser untuk script method_get.php :

kemudian apabila tombol Save diklik, akan muncul

Perhatikan url yang penulis lingkari merah ya, nanti akan kita bandingkan dengan method POST.

- Menggunakan method POST


Nama file = method_post.php
Lokasi = ../htdocs/belajarphp/method_post.php
Penjelasan kode :
- Baris 4, membuat form dengan method POST, dimana form tersebut akan meload ke halaman
method_post.php (atau halaman itu sendiri).
- Baris 5, membuat inputan berupa text, dengan nama inputan tersebut adalah nama.
- Baris 6, membuat inputan berupa textarea dengan nama pesan.
- Baris 7, membuat inputan berupa button, dengan nama simpan.
- Baris 13, jika tombol button dengan nama simpan itu klik, maka akan melanjutkan ke proses
selanjutnya, karena kita menggunakan method POST, maka penulisannya adalah $_POST.
- Baris 14 – 15, kita membuat variabel $nama dan $pesan, yang mana kedua variabel tersebut masing
– masing mengambil data dari inputan pada text yang bernama nama, dan mengambil data pada
textarea yang bernama pesan. karena form tersebut menggunakan method POST, maka penulisan
parameternya juga menggunakan $_POST.
- Baris 17 – 18, menampilkan data pada browser data yang telah diambil oleh baris 14 dan baris 15.

Nah kita telah berhasil membuat form dengan method GET dan POST, setelah kita lihat ternyata pada kedua
method tersebut ada sedikit perbedaan, perbedaan itu antara lain :
Method POST tidak menampilkan nilai variabel pada URL dan Method GET menampilkan nilai variabel
yang dikirimkan.
Method POST lebih aman dan Method GET kurang aman (pada contoh diatas berati isi variebel
ditampilkan pada URL).
Jika Method GET dibatasi panjang string hingga 2047 karakter, Method POST tidak.
Perbedaan pengambilan data jika Method POST menggunakan $_POST sedangkan Method GET
menggunakan $_GET.
Method POST biasanya digunakan untuk input dari FORM, Method GET menggunakan input dari LINK
atau akses menggunakan link.
Method POST digunakan untuk mengirimkan data rahasia seperti password, Method GET digunakan
untuk mengirimkan/mengambil data publik seperti id_user atau id_halaman.

Jika kita bekerja dengan form, maka kita akan menggunakan banyak jenis inputan, misalnya input text, input
textarea, input button, input menggunakan select, radio button, checkbox, dan sebagainya. kita akan
mengupas jenis inputan tersebut
A. Form Input Text dan Password
Pada contoh pembuatan form kita telah membuat input berupa text, pada contoh form, data yang
diambil oleh method, hanya diload pada halaman itu juga. Tutorial kali ini, kita akan meload data
tersebut pada halaman yang berbeda ditambah kita menambahkan inputan berupa password, ayo kita
praktekkan

Nama File = input_text.php


Lokasi = ../htodcs/belajarphp/input_text.php

Penjelasan kode :
- Baris 4, membuat form dengan method POST, kemudian data akan load ke file proses_text.php.
- Baris 5, membuat input type text, dengan nama user.
- Baris 6, membuat input type password, dengan nama pass.
Nama File = proses_text.php
Lokasi = ../htodcs/belajarphp/proses_text.php

Penjelasan kode :
- Baris 2 – 3, membuat varibel dengan nama $user dan $pass, yang mana nilai pada variabel tersebut di
didapat dari data user dan pass pada inputan file input_text.php.
- Baris 5 – 6, menampilkan nilai pada variabel tersebut ke browser.

B. Form Input Combobox


Pada tutorial kali ini, saya akan mencoba memadukan antara form input combobox, text, serta operator
matematika, dengan membuat aplikasi perhitungan kalkulator sederhana.

Nama file : [Link]


Lokasi : ../htdocs/belajarphp/[Link]
Hasil pada browser untuk script [Link]

Ketika tombol HITUNG diklik, maka akan menghitung kedua value pada variabel $a dan $b
C. Form Input Checkbox
Form input checkbox adalah suatu inputan yang memperbolehkan user untuk memilik lebih dari satu
pilihan.

Nama file : [Link]


Lokasi : ../htdocs/belajarphp/[Link]

Nama file : hasil_checkbox.php


Lokasi : ../htdocs/belajarphp/hasil_checkbox.php
D. Form Input Radiobutton
Jika pada input checkbox kita bisa menginputkan data lebih dari satu, maka pada input radio button
adalah kebalikkannya. Radio button hanya mengizinkan user untuk memeilih hanya satu pilihan.

Nama file : [Link]


Lokasi : ../htdocs/belajarphp/[Link]

Nama file : proses_radiobutton.php


Lokasi : ../htdocs/belajarphp/proses_radiobutton.php
E. Form Input Textarea
Textarea digunakan untuk membuat input text yang lebar, bisa menampung lebih banyak karakter
dibanding input field bertype TEXT

Nama file : [Link]


Lokasi : ../htodcs/belajarphp/[Link]
MENGENAL ARRAY DAN FUNGSI

1. ARRAY
Array adalah suatu wadah yang digunakan untuk mengidentifikasi variabel yang memiliki sejumlah nilai
yang berbeda, namun memiliki nama variabel yang sama.

Untuk menciptakan array, kita menggunakan konstruksi array. Data yang disimpan di dalam array
menggunakan indeks yang berfungsi untuk memudahkan pencarian kembali data tersebut.

Berikut adalah gambaran tentang array dari nilai variabel $frmwkPHP[]

A. Mendefinisikan Array
Setelah kita mengenal gambaran array, kita praktekan saja contoh scriptnya untuk menciptakan array
seperti gambar di atas.

Nama file : array_framework.php


Lokasi : ../htdocs/belajarphp/array_framework.php
Hasil pada browser untuk script array_framework.php

B. Array berindeks acak


Indeks pada array pun tidak selamanya selalu berurutan dari angka 0,1,2,….
Kita bisa mendefinisikan indeks pada array sendiri. sebagai contoh

Nama file : array_acak.php


Lokasi : ../htdocs/belajarphp/array_acak.php
Hasil pada browser untuk script array_acak.php

C. Array berindeks string


Pada contoh sebelumnya kita mendefinisikan indeks pada array dengan tipe integer (angka), selain
menggunakan integer, kita pun bisa mendefinisikan indeks menggunakan string.
Hasil pada browser untuk script array_string.php

D. Array multidimensi
Pada PHP dimungkinkan adanya elemen yang mengandung array, bahkan elemen yang dikandung
oleh sebuah elemen array yang bisa berbeda.

Hasil pada browser untuk script array_multidimensi.php


2. FUNGSI
Ketika kita koding dengan script yang kompleks, biasanya kita melakukan sesuatu yang berulang – ulang,
oleh karena itu kita membutuhkan suatu fungsi untuk membantu para programmer, agar penulisan
kode programnya lebih efisien. Fungsi sendiri adalah konstruksi pemrograman untuk melakukan suatu
proses.

Fungsi secara umum memiliki bentuk sebagai berikut


function nama_fungsi(argumen){
kode program
}

Untuk memperdalam pengetahuan kita tentang fungsi, langsung saja kita praktekan

Nama file : fungsi_awal.php


Lokasi : ../htdocs/belajarphp/fungsi_awal.php

Penjelasan kode :
- Baris 2 – 12, membuat function dengan nama teksTebal, teksMiring, dan teksWarna, yang mana
function tersebut mempunyai parameter $kalimat
- Baris 14 – 16, menampikan teks pada browser, dengan memanggil nama fungsinya
Hasil pada browser untuk script fungsi_awal.php

A. Fungsi tanpa perintah return


Nama file : fungsi_tanpareturn.php
Lokasi : ../htdocs/belajarphp/fungsi_tanpareturn.php

Hasil pada browser :


B. Fungsi dengan perintah return
Nama file : fungsi_return.php
Lokasi : ../htdocs/belajarphp/fungsi_return.php

Hasil pada browser

Untuk penggunaan fungsi lebih rinci lagi, akan kita bahas pada pembahasan selanjutnya yaitu tentang
Pengenalan Dasar PHP OOP.
PENGENALAN DASAR PHP OOP

OOP adalah singkatan dari Object Oriented Programming adalah suatu metode pemrograman yang
berbasiskan pada objek, secara singkat pengertian dari OOP adalah koleksi objek yang saling berinteraksi dan
saling memberikan informasi satu dengan yang lainnya.

Di dalam mempelajari OOP, kita tidak akan lepas dengan Class, Objek, Properti, dan Function (Method).
1. Class dan Objek
Class adalah struktur dasar atau sebuah kerangka yang digunakan untuk membentuk sebuah object.
Sedangakan Object adalah instance dari class-nya, dengan demikian object itu bisa dikatakan data yang
telah terstruktur sesuai dengan yang didefinisikan dalam sebuah class.

Untuk membuat class kita cukup menggunakan syntax Class kemudian diikuti dengan nama classnya.
Class Kampus {
}

Sedangkan untuk membuat objek yaitu dengan cara membuat variabel kemudian diikuti kata new
kemudian baru diikuti oleh nama classnya.
$usm = new Kampus;

2. Properti
Properti dalam sebuat class didefinisikan dengan variabel.
Class Kampus{
var $nama;
}

$usm = new Kampus();


$usm->nama;
3. Function
Function digunakan untuk mendeklarasikan kode yang terdapat dalam sebuah class.
Cara Mengimplementasikan function, sama dengan Anda mengimplementasikan property/variable, hanya
saja perbedaannya, jika pada function wajib Anda tambahkan tanda kurung dua (), jika tidak maka PHP
akan mengaggap itu adalah property/variable.

Class Kampus{
var $nama; //mendefinisikan property
function nama(){ //membuat function nama
}
}

$usm = new Kampus();


$usm->nama; //ini adalah property
$usm->nama(); //ini adalah function, harus menambahkan tanda ()

Setelah kita mengetahui dasar dari kerangka pemrograman OOP, maka penulis akan mencoba membuat
script program OOP sederhana menggunakan PHP

Nama file : oop_mahasiswa.php


Lokasi : ../htdocs/belajarphp/oop_mahasiswa.php
Penjelasan kode :
- Baris 2, membuat class dengan nama Mahasiswa.
- Baris 3 – 4, mendefinisikan property nama dan jurusan.
- Baris 6, membuat function constructor dengan parameter nama dan jurusan.
- Baris 7 – 8, digunakan untuk mengatur nilai member data melalui parameter yang dimasukkan.
- Baris 11, membuat function dengan nama tampilNama().
- Baris 12, mengisi data $nama dengan parameter yang dilewatkan.
- Baris 15, membuat function dengan nama tampilJurusan().
- Baris 16, mengisi data $jurusan dengan parameter yang dilewatkan.
- Baris 20, membuat objek bernama $mhs1, dimana value dari argument tersebut adalah “Joko Suntoro”
dan “Teknik Informatika”.
- Baris 23 – 27, menampilkan data pada browser.

Hasil pada browser :

4. Visibilitas Member
Visibilitas member digunakan untuk mengatur aksesibilitas suatu member (Properti dan Function) agar
bisa diakses secara global, diakses oleh classnya sendiri, atau diakses oleh classnya sendiri dan
turunannya.

Ada tiga jenis visibilitas member yang kita pelajari yaitu


A. Public
Visibilitas public dapat diakses dimanapun, walaupun di luar class

Nama file = visibilitas_public.php


Lokasi = /htdocs/belajarphp/visibilitas_public.php

B. Private
Visibilitas private hanya dapat diakses di dalam pendeklarasian classnya saja, member ini tidak dapat
dikenal di class turunannya.
Untuk pengaksesan visibilitas private kita pasti harus menggunakan fungsi setter dan getter.
fungsi setter digunakan untuk memberikan nilai untuk suatu property, sedangkan fungsi getter adalah
menghasilkan (get) suatu nilai balik dari member public, private, protected atau pun dari hasil
perhitungan.

Nama file : visibilitas_private.php


Lokasi : /htdocs/belajarphp/visibilitas_private.php
Hasil pada browser :
C. Protected
Visibilitas protected mengizinkan data dan funcgsi diakses oleh class itu sendiri atau oleh class
turunannya.

Nama file : visibilitas_protected.php


Lokasi : /htdocs/belajarphp/visibilitas_protected.php

Hasil pada browser


5. Constructor dan Destructor
Constructor adalah suatu method khusus yang dibuat ketika sebuah objek dibuat (instance class). Secara
default constructor akan dipanggil terlebih dahulu sebelum member fungsi dan data dijalankan.
Sedangkan destructor berfungsi untuk menghilangkan seluruh objek dari memory ketika objek tersebut
dihilangkan.

Nama file : [Link]


Lokasi : htdocs/belajarphp/[Link]
PENGENALAN DATABASE MYSQL

MySQL adalah salah satu jenis database server yang sangat terkenal. MySQL menggunakan konsep SQL
(Structure Query Language) sebagai bahasa dasar untuk mengakses database. MySQL termasuk dalam jenis
RDBMS (Relation Database Management System), sehingga pada MySQL kita bisa menggunakan tabel, baris,
dan kolom. Pada MySQL, sebuah database, bisa mengandung satu atau lebih tabel.

Pada pembahasan ini, penulis akan membahas tentang konsep dasar dalam pembuatan database, yaitu DDL
(Data Definition Language), DML (Data Manipulation Language), dan Relasi antar tabel. Karena memang
konsep inilah yang akan kita gunakan untuk membangun aplikasi.

Untuk menggunakan MySQL, pada awal tutorial ini, penulis telah menginstall xampp (X, Apache, MySQL,
PHP, dan Perl). jadi kita perlu menjalanlan dan mengaktifkan xampp kita

Penulis menginstall xampp pada direktori C:\

Sebenarnya untuk membuat database, kita bisa menggunakan PHPMyAdmin pada localhost kita, tetapi pada
bagian ini penulis akan mengajarkan basic membuat database menggunakan console atau command
prompt, agar teman – teman terbiasa menuliskan syntax ini pada query yang akan dibangun untuk
menghubungkan dengan PHP. Untuk PHPMyAdmin, akan penulis ajarkan pada bab selanjutnya pada saat
membuat koneksi PHP dan MySQL.
Cara masuk ke MySQL menggunakan command prompt
a. Ketikkan kombinasi windows + R pada keyboard atau pada windows 7, sorot icon windows pada bagian
kiri bawah, kemudian search “Run” kemudian ketikkan “cmd”, lalu tekan enter

maka akan mucul halaman command prompt seperti gambar di bawah, pindah ke direktori C:\ (karena
penulis menginstall xampp pada direktori C:\)
b. kemudian ketikkan cd xampp\mysql\bin

c. Setelah muncul tampilan seperti di atas, kita ketikkan mysql –u root –p, lalu akan ada tulisan enter
password, langsung kita tekan enter saja (secara default install xampp, memang passwordnya adalah
kosong/tidak ada, maksud dari –u adalah user yang mana usernya adalah root, sedangkan –p adalah
password)

Jika tampilan seperti gambar di atas maka teman – teman sudah berhasil masuk ke halaman MySQL.

DDL (Data Definition Language)


DDL adalah bagian dari seorang DBA untuk merancang dan membangun suatu database dan table

1. Database
Database atau basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan
dapat dimanipulasi (diolah) menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan
informasi.

A. Membuat Database
untuk membuat database pada MySQL adalah menggunakan syntax
create database nama_database;
Sebagai contoh kita akan membuat database kampus dan fakultas

B. Menampilkan database
Untuk menampilkan database yang sudah kita buat, maka kita menggunakan syntax
show databases;
C. Menghapus Database
Syntax yang digunakan untuk menghapus database adalah
drop database nama_database;

Sebagai contoh kita akan menghapus database kampus

Kita sudah berhasil membangun suatu database, yaitu membuat database, menampilkan database dan
menghapus database, kita akan menggunakan database kota untuk contoh kasus selanjutnya.

2. Tabel
Tabel adalah daftar yang berisi ikhtisar sejumlah data-data informasi yang biasanya berupa kata-kata
maupun bilangan yang tersusun dengan garis pembatas.

Sebelum kita belajar untuk membuat sebuah tabel, kita perlu mengetahui tipe data apa saja yang
diperbolehkan dalam MySQL.
- TINYINT[(M)] [UNSIGNED] [ZEROFILL]
Integer yang sangat kecil jangkauan nilainya, yaitu -128 hingga 127. Jangkauan unsigned adalah 0
hingga 255.

- SMALLINT[(M)] [UNSIGNED] [ZEROFILL]


Integer yang kecil jangkauan nilainya, yaitu -32768 hingga 32767. Jangkauan unsigned adalah 0 hinga
65535.

- MEDIUMINT[(M)] [UNSIGNED] [ZEROFILL]


Integer tingkat menengah. Jangkauan nilainya adalah -8388608 hingga 8388607. Jangkauan unsigned
adalah 0 hingga 16777215.
- INT[(M)] [UNSIGNED] [ZEROFILL]
Integer yang berukuran normal. Jangkauan nilainya adalah -2147483648 hingga 2147483647.
Jangkauan unsigned adalah 0 hingga 4294967295.

- BIGINT[(M)] [UNSIGNED] [ZEROFILL]


Integer berukuran besar. Jangkauan nilainya adalah -9223372036854775808 hingga
9223372036854775807. Jangkauan unsigned adalah 0 hingga 18446744073709551615.

- FLOAT(precision) [ZEROFILL]
Bilangan floating-point. Tidak dapat bersifat unsigned. Nilai atribut precision adalah <=24 untuk
bilangan floating-point presisi tunggal dan di antara 25 dan 53 untuk bilangan floating-point presisi
ganda.

- FLOAT[(M,D)] [ZEROFILL]
Bilangan floating-point presisi tunggal. Tidak dapat bersifat unsigned. Nilai yang diijinkan adalah -
3.402823466E+38 hingga -1.175494351E-38 untuk nilai negatif, 0, and 1.175494351E-38 hingga
3.402823466E+38 untuk nilai positif.

- DOUBLE[(M,D)] [ZEROFILL]
Bilangan floating-point presisi ganda. Tidak dapat bersifat unsigned. Nilai yang diijinkan adalah -
1.7976931348623157E+308 hingga -2.2250738585072014E-308 untuk nilai negatif, 0, dan
2.2250738585072014E-308 hingga 1.7976931348623157E+308 untuk nilai positif.
DOUBLE PRECISION[(M,D)] [ZEROFILL] dan REAL[(M,D)] [ZEROFILL]
Keduanya sama dengan DOUBLE.

- DECIMAL[(M[,D])] [ZEROFILL]
Bilangan floating-point yang “unpacked”. Tidak dapat bersifat unsigned. Memiliki sifat mirit dengan
CHAR. Kata “unpacked'' berarti bilangan disimpan sebagai string, menggunakan satu karakter untuk
setiap digitnya. Jangkauan nilai dari DECIMAL sama dengan DOUBLE, tetapi juga tergantung dai nilai
atribut M dan D yang disertakan. Jika D tidak diisi akan dianggap 0. Jika M tidak diisi maka akan dianggap
10. Sejak MySQL 3.22 nilai M harus termasuk ruang yang ditempati oleh angka di belakang koma dan
tanda + atau -.
- NUMERIC(M,D) [ZEROFILL]
Sama dengan DECIMAL.

- DATE
Sebuah tanggal. MySQL menampilkan tanggal dalam format 'YYYY-MM-DD'. Jangkauan nilainya
adalah '1000-01-01' hingga '9999-12-31'.
- DATETIME
Sebuah kombinasi dari waktu (jam) dan tanggal. MySQL menampilkan waktu dan tanggal dalam format
'YYYY-MM-DD HH:MM:SS'. Jangkauan nilainya adalah '1000-01-01 00:00:00' hingga '9999-12-
31 23:59:59'.

- TIMESTAMP[(M)]
Sebuah timestamp. Jangkauannya adalah dari '1970-01-01 00:00:00' hingga suatu waktu di tahun
2037. MySQL menampilkan tipe data TIMESTAMP dalam format YYYYMMDDHHMMSS,
YYMMDDHHMMSS, YYYYMMDD, atau YYMMDD, tergantung dari nilai M, apakah 14 (atau tidak ditulis),
12, 8, atau 6.
TIME
Tipe data waktu. Jangkauannya adalah '-838:59:59' hingga '838:59:59'. MySQL menampilkan TIME
dalam format 'HH:MM:SS'.

- YEAR[(2|4)]
Angka tahun, dalam format 2- atau 4-digit (default adalah 4-digit). Nilai yang mungkin adalah 1901
hingga 2155, 0000 pada format 4-digit, dan 1970-2069 pada format 2-digit (70-69).
CHAR(M) [BINARY]
String yang memiliki lebar tetap. Nilai M adalah dari 1 hingga 255 karakter. Jika ada sisa, maka sisa
tersebut diisi dengan spasi (misalnya nilai M adalah 10, tapi data yang disimpan hanya memiliki 7
karakter, maka 3 karakter sisanya diisi dengan spasi). Spasi ini akan dihilangkan apabila data
dipanggil. Nilai dari CHAR akan disortir dan diperbandingkan secara case-insensitive menurut default
character set yang tersedia, kecuali bila atribut BINARY disertakan.

- VARCHAR(M) [BINARY]
String dengan lebar bervariasi. Nilai M adalah dari 1 hingga 255 karakter. Jika nilai M adalah 10
sedangkan data yang disimpan hanya terdiri dari 5 karakter, maka lebar data tersebut hanya 5
karakter saja, tidak ada tambahan spasi.
- TINYBLOB dan TINYTEXT
Sebuah BLOB (semacam catatan) atau TEXT dengan lebar maksimum 255 (2^8 - 1) karakter.
- BLOB dan TEXT
Sebuah BLOB atau TEXT dengan lebar maksimum 65535 (2^16 - 1) karakter.

- ENUM('value1','value2',...)
Sebuah enumerasi, yaitu objek string yang hanya dapat memiliki sebuah nilai, dipilih dari daftar nilai
'value1', 'value2', ..., NULL atau nilai special "" error. Sebuah ENUM maksimum dapat memiliki 65535
jenis nilai.

Setelah kita mengetahui tipe data pada tabel MySQL, sekarang saatnya kita bahasa tentang tabel pada
MySQL.

Seperti yang pernah penulis bahas di awal bahwa dalam satu database bisa terdiri dari satu atau lebih
tabel. Maka pada bahasan kali ini, kita akan membuat dua tabel, yaitu tabel penduduk dan tabel
terminal, yang mana kedua tabel tersebut berada dalam database kota yang telah kita buat sebelumnya.

Struktur dari tabel penduduk dan tabel terminal adalah sebagai berikut
Penduduk
Field Tipe Length Keterangan
id_penduduk int 8 Primary Key, Auto Increment
nama_penduduk varchar 25
no_identitas varchar 25
Kota varchar 25

Terminal
Field Tipe Length Keterangan
id_terminal int 8 Primary Key, Auto Increment
nama_terminal varchar 25
Kota varchar 25

A. Membuat Tabel
a. Masuk ke halaman MySQL
b. Sebelum membuat tabel, maka kita harus menggunakan database terlebih dahulu.
Syntax yang digunakan untuk menggunakan database adalah use nama_database;

c. membuat tabel
syntax umum yang digunakan untuk membuat tabel adala
create table nama_tabel(field1 tipe(length) keteragan, ….);

- Tabel Penduduk

- Tabel Terminal

B. Melihat Tabel Pada Database


Dalam 1 database biasanya terdiri dari satu atau lebih tabel, misalkan kita akan melihat tabel apa
saja yang berada pada database tertentu, maka syntax yang kita ketikkan adalah
show tables;

C. Melihat Struktur Tabel


Jika sebelumnya kita melihat tabel yang berada pada database tertentu, maka pada bahasan kali ini,
kita akan melihat field – field apa saja sih yang berada pada tabel – tabel tersebut (struktur tabel).
Syntax yang digunakan untuk melihat struktur tabel adalah
desc nama_tabel;

Kita sudah berhasil membuat tabel, melihat tabel, dan melihat field – field dalam tabel. Mungkin
teman – teman akan bertanya, bagaimana kalau ada tambahan field pada tabel tertentu, mengubah
field tertentu atau bahasa umumnya adalah modifikasi struktur tabel?

Jawaban tersebut akan penulis jawab pada tutorial di bawah ini

D. Modifikasi Tabel
Macam – macam dari modifikasi tabel adalah menambahkan field, mengganti nama / tipedata /
length suatu field, dan menghapus nama field, mengganti nama tabel, dan menghapus nama tabel.
a. Menambahkan field
contoh kasus pada tabel terminal yang telah kita buat, kita ingin menambahkan field baru
dengan nama propinsi, maka kita dapat melakukan modifikasi pada field tersebut.
syntax yang digunakan untuk menambahkan field pada tabel adalah
alter table nama_tabel add column nama_field tipe(length);

b. Mengubah nama, tipe dan length field


Contoh kasus, kita telah menambahkan field propinsi pada tabel terminal, apakah kita bisa
mengubah field propinsi tersebut dengan nama prop, tipe data char, length 30?
Jawabannya adalah bisa, dengan menggunakan syntax berikut
alter table nama_tabel change nama_field _lama nama_field_baru tipe(length)
c. Menghapus nama field
Kita telah belajar tentang menambahkan, mengedit nama field, apakah kita bisa menghapus
nama field tersebut?

Lagi – lagi jawabannya adalah bisa, dengan menggunakan syntax berikut


alter table nama_tabel drop nama_field;

contoh kasus kita ingin menghapus field prop pada tabel terminal yang telah kita buat

d. Mengubah nama tabel


Untuk mengubah nama tabek kita bisa menggunakan syntax
alter table nama_tabel_lama rename nama_tabel_baru;

Contoh kasus kita kan mengganti tabel terminal menjadi tabel terminal_mangkang
e. Menghapus tabel
Untuk menghapus tabel kita menggunakan syntax berikut
drop table nama_tabel;

Contoh kasus kita akan menghapus tabel terminal_mangkang


DML (Data Manipulation Language)
Mungkin melihat tulisannya aja udah menyeramkan, “Maniputaion”, ini bukanlah manipulasi – manipulasi
data pada umumnya dilakukan untuk mendapatkan keuntungan tertentu lho ya. Saya akan memperhalus
kata “Manipulation”, disini arti manipulasi adalah melakukan CRUD Data (Create – Read – Update – Delete).

A. Create
Create digunakan untuk menambahkan data pada record sebuah tabel. pada MySQL untuk
menambahkan data kita menggunakan perintah insert.

Penulisan syntax tambah data pada tabel di MySQL


insert into nama_tabel(field1, field2,…) values (nilai1, nilai2, …);

Contoh kasus menambahkan data pada tabel penduduk

kenapa pada id_penduduk tidak diisi nilainya? karena pada pembuatan tabel, id_penduduk disetting
auto_increment, maksud auto_increment adalah, nilai pada field tersebut akan otomatis terisi.

Lalu apakah kita bisa menginputkan multiple data pada tabel? bisa menggunakan script berikut
B. Read
Read berguna untuk menampilkan data pada tabel. perintah yang digunakan untuk menampilkan data
adalah select.

- Penulisan syntax menampilkan seluru data adalah


select * from nama_tabel;
- Menampilkan field tertentu pada tabel adalah
select field1, field2 from nama_tabel;
- Menampilkan field tertentu pada tabel dengan kondisi nilai tertentu adalah
select field1, field2 from nama_tabel from field_n = ‘nilai’;

Contoh kasus
- Menampilkan semua data pada tabel penduduk

- Menampilkan hanya nama penduduk dan kota saja pada tabel penduduk
- Menampilkan data nama penduduk dan kota yang mana penduduk tersebut tinggal di Semarang

- Menampilkan nama penduduk yang namanya mengandung huruf “I”

C. Update
Update digunakan untuk mengubah data tertentu pada tabel. perintah yang digunakan untuk mengubah
data pada tabel adalah update.

Penulisan syntax update data


update nama_tabel set field=’nilai_setelah_diedit’ where kondisi;

Contoh kasus kita ingin mengubah nama penduduk Aprilis K.D. menjadi Aprilia Kristina Dewi, dengan
paramaeternya adalah no identitas
D. Delete
Delete digunakan untuk menghapus data pada tabel.
Sytanx yang digunakan adalah
delete from nama_tabel where kondisi;

Contoh kasus kita akan menghapus data erna wahyuningsih, yang mana erna wahyuningsih mempunyai
id_penduduk 4

Relasi Antar Tabel


Relasi adalah hubungan antara tabel yang mempresentasikan hubungan antar objek di dunia nyata. Relasi
merupakan hubungan yang terjadi pada suatu tabel dengan lainnya yang mempresentasikan hubungan antar
objek di dunia nyata dan berfungsi untuk mengatur mengatur operasi suatu database.

Kita buat dua tabel baru yaitu tabel pengiriman dan tabel kabupaten. Kedua tabel tersebut saya buat masih
di dalam database kota.

Berikut adalah struktur dari kedua tabel tersebut (semoga teman – teman belum lupa ya, tentang tata cara
menambahkan tabel baru, dan melakukan pengisian data di dalamnya, jika sudah lupa, silakan baca
pembahasan penulis sebelumnya ya…)
- Tabel Pengiriman

- Tabel Kabupaten

Apabila kita akan memunculkan data tentang nama penerima, nama barang, dan nama kabupaten,
bagaimana cara menampilan data pada MySQL?
Sebagai contoh kita menggunakan syntax berikut
select * from pengiriman

Akan muncul data yang dibutuhkan, tetapi kenapa pada kabupaten tidak muncul nama kota/kabupaten,
melainkan hanya angka saja?
Memang benar hasilnya seperti itu, karena struktur field id_kabupaten pada tabel pengiriman adalah
integer. Agar muncul nama kota/kabupaten, maka kita harus merelasikan tabel tersebut dengan tabel
kabupaten.

Maka untuk menyelesaikan case tersebut, kita perlu memodifikasi syntax kita menjadi berikut

Sekarang kita telah berhasil merelasikan kedua tabel tersebut.


APLIKASI CRUD SEDERHANA MENGGUNAKAN PHP – MYSQL(i)

Tujuan dari tutorial dibuatnya ini adalah kita mampu membuat sistem web menggunakan PHP, serta
mengkoneksikan dengan database, database yang kita pakai adalah MySQL. Pada pembahasan sebelumnya
kita telah belajar tentang dasar dari PHP, dan MySQL. Sehingga kita akan mengkolaborasikan keduanya pada
bahasan kita kali ini.
Dengan menggunakan MySQLi, maka kita mampu melakukan peningkatan pengaksesan terhadap database
MySQL, yang mana MySQLi merupakan perkembangan teknik pada PHP 5.5.x atau yang terbaru.

Langsung saja kita praktekkan bersaman ya, kita akan membuat aplikasi biodata sederhana berbasis web
menggunakan PHP-MySQLi

1. Membuat Database dan Tabel


Sebelumnya kita menggunakan command prompt untuk membuat database dan table, untuk
mempersingkat waktu dan sedikit tambahan pengalaman, kita akan menggunakan phpMyAdmin untuk
membuat database dan tabelnya.

Nama Database : db_biodata


Nama Tabel : biodata.

a. Yang pertama kita lakukan adalah mengaktifkan xampp kita, kemudian buka browser teman – teman,
lalu ketikkan [Link] pada url kita, sehingga penampakkannya adalah sebagai berikut
b. Pada kolom create new database kita isi dengan nama db_biodata, kemudian klik tombol create

c. Kemudian kita isikan nama tabel pada Create new table on database db_biodata, kita isikan dengan
- Name : biodata
- Number of fields :4

Kenapa number fields diisi dengan angka 4 ?


Karena kita akan membuat fields pada tabel tersebut sebanyak 4 (empat) yaitu id_biodata, nama,
alamat, dan hobi.

kemudian kita klik tombol Go.

d. Kita isikan data berikut


Field Type Length Index A_I
id_biodata int 6 PRIMARY √ (centang)
nama varchar 25
alamat text
text varchar 25
kemudian klik tombol Save

e. hasilnya adalah sebagai berikut

Selamat Anda telah berhasil membuat database dan tabel menggunakan phpMyAdmin.

2. Membuat Koneksi antara PHP dengan MySQL(i)


a. Buat folder baru dengan nama biodataku pada folder htdocs teman – teman (ditempat penulis
terletak pada direktori C:\xampp\htdocs\biodataku).

b. Setelah kita membuat folder biodataku, kita buat file baru bernama [Link], file [Link]
iniliah yang akan menghubungkan antara PHP dengan Database MySQL, kemudian kita ketikkan source
code berikut ini.
Untuk melakukan pengujian, silakan buka browser, kemudian ketikkan url berikut
[Link] jika muncul tulisan seperti di bawah, maka teman – teman sudah
berhasil meng-koneksikan PHP dengan MySQL

3. Operasi Create (Menambahkan Data)


Buat file dengan nama [Link], kemudian simpan pada folder ..htdocs/biodataku/[Link]
Buka browser teman – teman, kemudian ketikkan url berikut [Link]

Isi data pada form tersebut, kemudian klik tombol Save, maka akan muncul tulisan Data berhasil ditambah.
Karena kita belum membuat file [Link] (digunakan untuk melihat data, akan kita bahas pada
pembahasan berikutnya), sehingga untuk mengetahui data tersebut, kita harus melihat melalui
phpMyAdmin.
Berikut adalah hasil penambahan data, saat dilihat menggunakan phpMyAdmin
4. Operasi Read (Menampilkan Data)
Pada tutorial Operasi Create, kita berhasil menambahkan data pada database, yang mana kita melihat
hasil dari penambahan tersebut menggunakan phpMyAdmin, pada bahasan ini, penulis akan membuatkan
code agar kita langsung melihat data melalui browser, tanpa melihat database pada phpMyAdmin.

Kita buat file baru bernama [Link], kemudian simpan pada folder ..htdocs/biodataku/[Link], lalu
kita ketikkan source code berikut
Buka browser teman – teman, kemudian ketikkan url berikut [Link] maka akan tampil
data yang telah kita buka, sehingga kita tidak perlu akses langsung ke dalam phpMyAdmin

5. Operasi Update (Mengedit Data)


Jika telah berhasil menambah data dan menampilkan data, sebagai contoh data yang kita tambahkan
terdapat sedikit kesalahan, maka kita harus melakukan perubahan data pada data yang telah kita inputkan
tersebut.

Pada tutorial ini, kita akan membahas cara melakukan perubahan data. Silakan teman – teman tambahkan
file baru bernama [Link], kemudian simpan pada folder ..htdocs/biodataku/[Link], lalu kita ketikkan
source code berikut
Sebagai contoh kita akan mengubah data hobi dengan nama Aprilia Kristina Dewi, hobi sebelumnya
adalah bisnis online, kemudian kita akan mengubah hobi tersebut menjadi bisnis.

Buka browser teman – teman kemudian ketikkan url, [Link]

setelah itu klik link Edit pada kolom aksi


Maka akan muncul sebuah form, yang mana form tersebut akan mengambil data pada database

Kita ubah hobi pada Aprilia Kristina Dewi, sebelumnya adalah Bisnis Online, kita ubah menjadi Bisnis,
Jika sudah, kita klik link Edit

Maka akan terdapat message “Data berhasil ditambah”, apabila kita ingin melihat data, kita klik link
Back to index

Sudah kita lihat, bahwa kita berhasil melakukan pengeditan pada hobi dengan nama Aprilia Kristina
Dewi.

6. Operasi Delete (Menghapus Data)


Pada sebuah data, apabila data tersebut sudah tidak terpakai lagi, maka kita bisa melakukan
penghapusan data pada database tersebut.
Untuk melakukan hapus data, kita hanya perlu memodifikasi file [Link], yang telah kita buat pada
pembahasan Operasi Read (Menampilkan Data), menjadi berikut
Nah, setelah kita memodifikasi file pada [Link] menjadi seperti source code di atas, teman – teman
buka browser, kemudian ketikkan url berikut [Link] sebagai contoh penulis
mempunyai data sebagai berikut

Penulis akan menghapus data dengan nama Imron A.H. maka kita tinggal mengeklik link Hapus pada kolom
aksi
Akan tampil message box seperti gambar di atas, kemudian kita klik OK, maka data Imron A.H. akan
berhasil dihapus

*** selamat mencoba ***

Anda mungkin juga menyukai