0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
182 tayangan16 halaman

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit

Proposal sistem informasi manajemen rumah sakit ini membahas tentang perancangan sistem informasi rumah sakit yang terdiri dari 17 modul untuk mendukung pengelolaan rumah sakit secara menyeluruh mulai dari pendaftaran, pelayanan rawat jalan dan inap, hingga billing dan manajemen keuangan. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas pelayanan rumah sakit.

Diunggah oleh

RISMA WULANDARI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
182 tayangan16 halaman

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit

Proposal sistem informasi manajemen rumah sakit ini membahas tentang perancangan sistem informasi rumah sakit yang terdiri dari 17 modul untuk mendukung pengelolaan rumah sakit secara menyeluruh mulai dari pendaftaran, pelayanan rawat jalan dan inap, hingga billing dan manajemen keuangan. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas pelayanan rumah sakit.

Diunggah oleh

RISMA WULANDARI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

SISTEM INFORMASI MENEJEMEN


RUMAH SAKIT

Disusun Oleh :
KELOMPOK 3
1. Risma Wulandari (30901700150)
2. Tika Fira Nita Sari (30901700180)
3. Riski Widistutik (30901700149)
4. Yulia Prastikha (30901700201)
5. Risa Adiyanti (30901700147)
6. Yeni Fitriyani (30901700200)

PRODI S1 ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2019/2020
PENGANTAR SIM-RS
Sistem informasi manajemen Rumah Sakit
Sistem informasi manajemen rumah sakit, software klinik, web database rumah sakit, lengkap
dengan fitur tagihan yang realtime, dan apapun yang diharapkan menjadi sebuah terobosan dalam
sistem informasi di bidang kesehatan, mungkin gampang-gampang susah mencarinya.
Bersama dengan rekan,di bawah bendera trasmed, mencoba memberikan sedikit gambaran dalam
pembuatan softwere tersebut.
Modul-modul SIMRS
1. Modal pendaftaran
2. Modul rawat jalan
3. Modul instalasi gawat darurat
4. Modul rawat inap
5. Modul penunjang depo farmasi/apotek
6. Modul penunjang laboratorium klinik
7. Modul penunjang radiologi
8. Modul penunjang fisioterapi
9. Modul penunjang hemodialisa
10. Modul penunjang bank darah
11. Modul unit operasi, ruang VK, ICU
12. Modul ambulance
13. Modul kasir atau billing
14. Modul manajemen
15. Modul keuangan
16. Modul rekam medis
17. Modul akuntansi
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan sistem


yang mendukung pengambilan keputusan bagi pihak manajemen dalam
menentukan strategi untuk mencapai tujuan penyelenggaraan rumah sakit
(Rahaju, dkk, 2013). Rekam medis merupakan subsistem dari sistem informasi
rumah sakit secara keseluruhan yang memiliki peran sangat penting dalam
meningkatkan mutu dan pelayanan di rumah sakit itu sendiri. Penyelenggaraan
rekam medis yang dimulai sejak pasien mendaftar, mendapatkan pelayanan
kesehatan sampai keluar rumah sakit. Penyelenggaraan rekam medis
merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan guna mencapai
pelayanan yang cepat, akurat, dan tepat sehingga informasi yang dihasilkan
lebih efektif dan efisien sehingga dibutuhkan manajemen yang baik dan
berkualitas (Silfani dan Achadi, 2014). Penyelenggaraan rekam medis mulai
dari pengisian sampai rekam medis kembali ke filing. Rekam medis
memberikan informasi yang sebenarnya dan pengisian data harus lengkap
supaya menghasilkan data yang benar sampai informasi yang akan
disampaikan dalam bentuk laporan. Data yang salah mengakibatkan
pemborosan biaya, tenaga, sarana dan waktu. Oleh karena itu, harus
diupayakan agar kesalahan data dapat dikurangi sekecil mungkin. Rumah sakit
di Indonesia wajib melakukan pencatatan dan pelaporan tentang semua
kegiatan penyelenggaraan Rumah Sakit 2 sebagaimana ketentuan dalam pasal
52 ayat (1) Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
B. Rumusan Masalah
Dalam pelaksanaan rancang bangun sistem informasi rumah sakit pada dasarnya
digunakan 4 pertanyaan sederhana sebagai berikut:

1. Apa fungsi/tugas utama dari rumah sakit ?


2. Apa objek/sasaran dari fungsi/tugas utama rumah sakit ?
3. Dukungan operasional apa saja yang diperlukan oleh rumah sakit ?
4. Sistem apa yang dibutuhkan untuk mengelola rumah sakit tersebut ?

C. Maksud dan tujuan

Maksud dan tujuan pekerjaan pembuatan sistem informasi rumah sakit di


uraikan dibawah ini:
Maksud dari pengembangan sistem informasi manajemen rumah sakit adalah untuk
dapat menghasilkan suatu sistem informasi manajemen yang dapat memberikan
inforamasi secara akurat bagi pengambilan keputusan ditingkat manajemen.
Tujuan pengembangan tak lain adalah untuk:
1. Mengembangkan dan memperbaiki sistem yang telah ada sehingga
memberikan suatu nilai tambah bagi manajemen.
2. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam rangka pengelolaan rumah sakit.
3. Memberikan dasar pengawasan bagi manajemen yang kuat dalam bentuk
suatu strukture pengendalian intern di dalam sistem yang dikembangkan.
4. Mengevaluasi pengelolaan kriteria indeks utama pasien pada SIMRS bagian
rekam medis.
5. Mengevaluasi pengelolaan kriteria sistem perjanjian pada SIMRS bagian
rekam medis.

D. MANFAAT SISTEM MANAJEMEN RUMAH SAKIT

1) Terintergrasi dengan semua bagian secara otomatis


2) Memudahkan proses pengaggaran(budgeting)
3) Memudahka penghitungan stok obat dan alat kesehatan
4) Memudahkan penyusunan laporan kinerja dan keuangan
5) Bagi Peneliti Menambah wawasan tentang penelitian bagi peneliti. Sebagai
sarana menerapkan ilmu yang diperoleh selama belajar sebagai mahasiswa
peminatan administrasi kebijakan kesehatan di program studi kesehatan
masyarakat.
6) . Bagi Institusi Pendidikan Mendapat informasi mengenai evaluasi sistem
informasi manajemen rumah sakit di bagian rekam medis
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

A. Kerangka teori

I. Sistem informasi rumah sakit


a) Sistem adalah gabungan dari elemen yang saling di hubungkan dengan
suatu proses atau struktur dan berfungsi sebagai satu kesatuan organisasi
dalam upaya menghasilkan sesuatu yang telah ditetapkan.
b) Informasi adalah data yang telah dan dianalisis secara formal,
dengan cara yang benar dan efektif, sehingga hasilnya bermanfaat
dalam operasional dan manajemen, informasi dapat pula berarti data yang
telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi
penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau
mendatang.
c) Kualitas Informasi
Kualitas suatu informasi (quality of information) tergantung pada tiga hal,
yaitu informasi harus akurat, tepat pada waktunya dan relevan. Akurat
berarti suatu informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias
atau menyesatkan, juga berarti informasi harus jelas mencerminkan
maksudnya. Informasi dari suatu sumber informasi sampai ke penerima
kemungkinan akan banyak terjadi gangguan yang dapat mengubah atau
merusak informasi tersebut.
d) Rumah sakit adalah suatu sarana kesehatan yang berfungsi untuk
melakukan upaya keseahtan dasar atau upaya kesehatan rujukan dan atau
upaya kesehatan penunjang, dengan tetap memperhatikan fungsi sosial,
serta dapat juga dipergunakan untuk kepentingan pendidikan dan pelatihan
serta penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

II. Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu kelengkapan rekam medis


Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu kelengkapan rekam medis
sangat dipengaruhi faktor-faktor sumberdayatenaga kesehatan, termasuk
antara lain tenaga, sarana, metode, teknologi yang digunakan dan
pembiayaan. Berhasil tidaknya peningkatan mutu tergantung monitoring
faktor-faktor diatas dan umpan balik dari hasil pelayanan yang dihasilkan
untuk perbaikan lebih lanjut. (Wasistho, 1993)

a. Faktor sumber daya tenaga kesehatan, terutama dokter, paramedis


perawat dan petugas lainnya dalam ketaatan pengisian rekam medis.
karakteristik tenaga pengisi tersebut antara lain pendidikan, pelatihan
tentang rekam medis, masa kerja petugas, pembagian tugas yang sesuai
dengan beban kerja.
b. Faktor Sarana dan Prasarana untuk pengisian rekam medis adalah alat
tulis, komputer, lembar status pasien dan tempat penyimpanan rekam
medis.

c. Faktor prosedur “Standard Operational Procedures” (SOP) untuk


pengisian rekam medis agar pengisian sesuai dengan standar yang ada.
Perlu adanya pemantauan yang dilakukan secara berkesinambungan dan
konsekuen terhadap prosedur kerja rekam medis.

d. Faktor pembiayaan, perlu adanya anggaran yang memadai untuk


pengisian rekam medis, baik untuk petugas, sarana/prasarana yang
dibutuhkan untuk penyelenggaraan rekam medis. Berdasarkan uraian
diatas, maka dapat dibuat kerangka teori sebagai berikut: Input Proses
Output (Sumber: Wasistho, 1993)

BAB 3
METODELOGI

i. Metode penelitian

Meskipun relatif tertinggal dibandingkan organisasi lain, perlahan tapi


pasti, semakin banyak lembaga pelayanan kesehatan (rumah sakit,
puskesmas, maupun organisasi lainnya) yang menerapkan sistem informasi
manajemen berbasis komputer. Di AS, rumah sakit swasta, berukuran besar
serta berafiliasi kepada perhimpunan tertentu cenderung lebih progresif dalam
menerapkan sistem informasi berbasis komputer. Di sisi yang lain,
pengalaman menunjukkan penerapan sistem informasi berbasis komputer
banyak berakhir dengan kegagalan. Dowling(1980) mengestimasi bahwa 45%
dari pengembangan sistem informasi berbasis komputer gagal karena
resistensi pengguna, meskipun secara teknologi cukup meyakinkan. Oleh
karena, evaluasi pengembangan sistem menjadi hal yang krusial.

PERAN FUNGSIONAL RS.

Rumah Sakit merupakan lembaga yang kompleks sehingga memerlukan


adanya internal kontrol yang baik dan secara khusus untuk masing-masing
unsur pekerjaan /peran di Rumah Sakit dilakukan dalam menunjang kinerja
Rumah Sakit secara global. Semua unsur/Peran dalam organisasi perlu
dikaji manajemen sehubungan pengembangan sebuah Sistem Informasinya
(SIM-RS).

Unsur/Peran pekerjaan tersebut sebagai berikut :

1. Medical Record (Riwayat Data Medis)


Salah satu peran RS yang terpenting adalah, memiliki dan merawat data
MR Pasien, Mengingat disiplin ilmu kesehatan tidak berdiri sendiri,
melainkan saling mendukung dan sehingga Data MR ini membantu
sharing informasi antar masing-masing spesialisasi medis maupun
penerus spesialisasi tersebut.

2. Poliklinik (Rawat Jalan)


Poliklinik RS memberikan jasa kepada masyarkat berupa praktek dokter
bersama dalam satu atap, dimana RS berperan sebagai administrator bagi
para spesialisasi medis (dokter) dimana menyediakan ruangan sekaligus
sarana penunjang, proses pendaftaran, Data Medical Record dan juga
proses pembayaran dan perhitungan Honor Dokter/Jasa Medis.

3. Instalasi Gawat Darurat (IGD)


Pada kasus dimana Pasien membutuhkan penanganan medis secara cepat
dan mendadak atau membutuhkan jasa medis darurat dimana Poliklinik
sedang tutup atau pasien dari dokter atau RS lain mendapat merujuk untuk
Rawat Inap, maka setiap IGD RS selalu menyediakan 24 Jam untuk kasus-
kasus seperti ini.

4. Pasien Rawat Inap


Setiap RS, memiliki fasilitas rawat inap bagi pasien-pasien yang
membutuhkan penanganan medis untuk rawat inap. Disesuaikan dengan
kondisi keuangan pasien, maka RS juga memberikan menyediakan beberapa
jenis kelas perawatan spt kelas III, II, I VIP maupun SVIP. Faktor kelas ini
juga selain mempengaruhi harga biaya kamar juga biaya dari perawatan
seperti visit dokter dan harga obat yang digunakan melalui RS. Aktifitas
Perawatan harus senantiasa dimonitor dan dimasukan datanya, seperti
pemakaian obat habis pakai, pembelian resep, visit dokter, tindakan-
tindkaan, penggunaan alat tambahan dsbnya. Sehingga biaya perawatan
dapat langsung terupdate dan dapat dimonitor oleh pihak-pihak yang
berkepentingan: misalnya sehubungan dengan penambahan deposit.

5. Laboratorium
Fasilitas lain penunjang RS antara lain adalah Laboratorium, dimana untuk
mengetahui persisnya kondisi pasien maka diambil sample darah, urine,
faces dsbnya untuk dianalisis dengan peralatan laboratorium sehingga dapat
diketahui kondisi pasien ybs. Biaya Lab dan hasil lab ini dapat langsung
terintegrasi dengan kasir baik dalam Rawat Jalan maupun Rawat Inap –
maupun untuk pasien-pasien Asuransi maupun Corporate.
Radiologi
Fasilitas penunjang lain adalah radiologi, dimana rontgen dengan sinar-x untuk
mendapatkan foto mengetahui kondisi pasien yang tidak diketahui hanya
dengan melihat dari luar.

6. Perhitungan Honor Dokter/Jasa Medis


Administrasi RS dituntut untuk memproses data dan membuat hasil perhitungan
Honor Dokter maupun Honor Jasa Medis lainnya.
Baik dokter sebagai praktek Rawat Jalan (Poliklinik), Visit Rawat Inap, Tindakan
Operasi, Jaga di IGD maupun berupa jasa atas rujukan rawat inap atau konsul
lainnya harus dapat memberikan hasil perhitungan honor yang tepat, cepat dan
memuaskan semua pihak.

7. Kegiatan Kasir & Billing


Untuk semua aktifitas pembayaran dan penerimaan uang maupun setara uang
maka Kasir RS memiliki aplikasi sehubungan dengan semua transaksi-
transaksi keuangan di RS.

8. Kegiatan Menagih Kepada Pihak Penjamin (Asuransi & Corporate)


RS dapat bekerja sama dengan lembaga pihak lain seperti Asuransi
maupun Corporate/Perusahaan, dimana para pasien Asuransi maupun
Corporate tidak membayar langsung melainkan ditagih melalui klaim
kepada pihak Asuransi maupun Corporate.

9. Apotek
Apotik yang di RS dapat menyediakan jasa untuk rawat jalan, igd, maupun jasa
rawat inap. Termasuk dalam hal pasien asuransi dan corporate.

10. Hutang Dagang Obat


Setiap pembelian obat, umumnya dilakukan secara kredit sehingga
menimbulkan adanya Hutang dagang. Tagihan-tagihan supplier obat yang
masuk ke RS

11. Absensi Karyawan dan Data Personalia


RS tidak pernah tidur, sehingga para karyawannya terbagi atas 3 shift – dan
untuk perhitungan penggajian maka dibutuhkan adanya system absensi multi
shift. Karena setiap karyawan sewaktu-waktu dapat saja bekerja bukan hanya 1
shift, misal 2 shift atau mungkin 3 shift sekaligus, dalam hari yang sama.
13, Inventory Obat, Standarisasi pemakaian dan Analisis konsumsi Obat.
Informasi mengenai posisi stok Obat di RS sangat penting, dan sewaktu-waktu
harus tersedia, Juga analisa mengenai pemakaian obat juga sangat berguna
untuk mengetahui kecenderungan obat yang dipilih oleh dokter.

14. Medical Check Up (MCU)

Sebagai pengembangan RS dapat mengeluarkan paket-paket Medical


Checkup, dimana dapat menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga
pemerintahaan/swasta/militer untuk posisi dan jabatan tertentu wajib dilakukan
MCU secara berkala..
ii. Pengumpulan Data
Sistem Informasi RS ( SIRS )
 RL 1 Data Dasar RS
 RL 2 Data Ketenagaan
 RL 3 Data Kegiatan Pelayanan RS
 RL 4 Data Morbiditas Dan Mortalitas Pasien
 RL 5 Data Bulanan

Kendala-kendala yang sering terjadi dilapangan saat implementasi adalah

1. ketidak siapan rumah sakit dalam menerapkan system informasi yang


terintergrasi dan berbasi kmputer.
2. penyajian data yang belum semua menjadi data electronic yang akan
memudahkan pada proses migrasi data.
3. Komitment yang dilaksanakan secara bersamaan dan menyelur sehingga
menimbulkan kekacaun pada data transakit.
4. koordinasi antar unit bagian yang terkesan mementingkan unit masing-masing
5. berubah-ubahnya kebijakan
6. Mengubah pola kerja yang sudah terbiasa dengan manual ke komputerisasi
7. pemahaman yang belum merata antara SDM terkait
A. Tampilan interfence dan billing system
B. Tampilan input instalasi admisi dan keperawatan di instalasi
ranap .
C. Tampilan Input stok obat / farmasi dan contoh tampilan
rincian biaya .
HARGA SYSTEM SIM-RS Richard Software

Total Biaya Pengembangan Software/System...................................Rp 127.000.000,-


(belum termasuk biaya transport & akomodasi)

Meliputi :
Preparation (Pengaturan schedule pengembangan software & implementasi)
Mapping (Pengumpulan informasi dokumen transaksi , prosedur & validasi)
Analyst & Design Software (Merancang software sebagai solusi/informasi)
Prototyping & Programming (Pengembangan software & coding stage) Testing
& Debuging (uji coba dan penyesuaian)
Training (Training user untuk penggunaan software)
Implementation (penerapan/ praktek lapangan)

Payment : 25 % DP/Kontrak
25 % Selesai Instalasi dan Training 25
% Sudah beroperasi dapat semua.
25 % Selesai Implementasi semua modul 1 Bulan.

Jangka waktu penyelesaian : 4-8 (delapan) Bulan

Demikian penawaran kami, dan terima kasih atas perhatian serta kerja samanya.

Jakarta, 3 Juni 2011

HendraNet
DAFTAR PUSTAKA

[Link]
[Link]

[Link]

[Link]
kit

[Link]
kit

Anda mungkin juga menyukai