0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
716 tayangan1 halaman

Tingkatan APD untuk Tenaga Kesehatan

1. Ada 3 tingkatan APD untuk tenaga kesehatan berdasarkan risiko paparan virus, yaitu: tingkat pertama untuk risiko rendah tanpa aerosol (masker, gaun, sarung tangan), tingkat kedua untuk ruang perawatan dan laboratorium (tambah penutup kepala, google), dan tingkat ketiga untuk kontak langsung pasien Covid-19 dan tindakan yang menimbulkan aerosol (APD lengkap termasuk masker N95).

Diunggah oleh

aria susanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
716 tayangan1 halaman

Tingkatan APD untuk Tenaga Kesehatan

1. Ada 3 tingkatan APD untuk tenaga kesehatan berdasarkan risiko paparan virus, yaitu: tingkat pertama untuk risiko rendah tanpa aerosol (masker, gaun, sarung tangan), tingkat kedua untuk ruang perawatan dan laboratorium (tambah penutup kepala, google), dan tingkat ketiga untuk kontak langsung pasien Covid-19 dan tindakan yang menimbulkan aerosol (APD lengkap termasuk masker N95).

Diunggah oleh

aria susanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

APD tingkat pertama


APD yang digunakan pada lokasi atau kondisi yang relatif kurang berisiko. Jenis APD yang termasuk kategori
ini yaitu berbagai jenis masker, sarung tangan kerja maupun berbahan karet sekali pakai serta hazmat.

Baca artikel detikHealth, "Ada 3 Tingkatan APD Bagi Tenaga Kesehatan, Begini Aturannya"
selengkapnya [Link]
kesehatan-begini-aturannya.

2. APD tingkat kedua


APD tingkat dua ini digunakan oleh dokter, perawat, petugas laboratorium, radiografer, farmasi, dan petugas
kebersihan ruang pasien COVID- 9.

APD pada tingkatan ini digunakan saat tenaga medis, dokter dan perawat, di ruang poliklinik saat melakukan
pemeriksaan pasien dengan gejala infeksi pernafasan. APD tersebut berupa masker bedah 3 lapis, hazmat,
sarung tangan karet sekali pakai, dan pelindung mata.

Baca artikel detikHealth, "Ada 3 Tingkatan APD Bagi Tenaga Kesehatan, Begini Aturannya"
selengkapnya [Link]
kesehatan-begini-aturannya.

3. APD tingkat ketiga


Pada APD tingkat ketiga ini, diperuntukkan untuk ruang prosedur dan tindakan operasi pada pasien dengan
kecurigaan atau sudah terkonfirmasi COVID-19. Bagi dokter dan perawat, mereka diharuskan untuk
menggunakan masker N95 atau ekuivalen, hazmat khusus, sepatu bot, pelindung mata atau face shield, sarung
tangan bedah karet steril sekali pakai, penutup kepala, dan apron.

Selain dokter dan petugas medis di rumah sakit, petugas yang diwajibkan memakai APD lain yaitu sopir
ambulans. Mereka diwajibkan menggunakan masker bedah 3 lapis, sarung tangan karet sekali pakai dan
hazmat saat menaikkan dan menurunkan pasien suspect COVID-19.

Dalam pemakaiannya berjenjang, antara lain :


1. Tingkat pertama untuk tenaga kesehatan yang bekerja di tempat praktik umum dimana
kegiatannya tidak menimbulkan risiko tinggi, tidak menimbulkan aerosol. APD yang dipakai terdiri
dari masker bedah, gaun, dan sarung tangan pemeriksaan.

2. Tingkat kedua dimana tenaga kesehatan, dokter, perawat, dan petugas laboratorium yang bekerja
di ruang perawatan pasien, di ruang itu juga dilakukan pengambilan sampel non pernapasan atau di
laboratorium, maka APD yang dibutuhkan adalah penutup kepala, google, masker bedah, gaun, dan
sarung tangan sekali pakai.

3. Tingkat ketiga bagi tenaga kesehatan yang bekerja kontak langsung dengan pasien yang
dicurigai atau sudah konfirmasi Covid-19 dan melakukan tindakan bedah yang menimbulkan
aerosol, maka APD yang dipakai harus lebih lengkap yaitu penutup kepala, pengaman muka,
pengaman mata atau google, masker N95, cover all, sarung tangan bedah dan sepatu boots anti air.

Anda mungkin juga menyukai