MAKALAH
TAMBANG BAWAH TANAH & VENTILASI
“ METODE SUBLEVEL STOPING “
DISUSUN
OLEH :
KELOMPOK 1
MARSELINO A. LERONG (1806100 )
YUYUN DE ORNAY (1806100 )
BENEDIKTA IRENIA NATAZA (180610012 )
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2021
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.3 TUJUAN
*TOLONG LENKAPI INI
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN TAMBANG BAWAH TANAH DAN SUBLEVEL STOPING
A. Tambang bawah tanah merupakan kegiatan penambangan yang di lakukan tidak
terhubung secara langsung dengan udara /atmosfir.
Gambar 1. Underground Mining
B. Metode Sublevel Stoping
Metode Sublevel Stoping merupakan salah satu metode yang di gunakan padan
kegiatan penambangan bawah tanah dimana metode ini memiliki sistemnya dibuat
sublevel-sublevel dengan jarak tertentu.
Pada metode ini, blok bijih dibagi sepanjang jurus cebakan, dan diantara 2 buah
stope yang terbentuk dipisahkan oleh pillar. Ketinggian stope dibatasi oleh kekuatan
batuan dan lebar stope yang kadang-kadang mencapai 500 feet. Sub level stoping
termasuk kedalam penyanggaan yang dilakukan secara overhand. Dengan
menggunakan pillar buatan dari waste rock dan stull timber yang menyanggan dan
melintang pada Sub level stoping dipasang pada geometri yang [Link]
sebagai berpijak pekerja dan sebagai peluncur bijih, membentuk corong dan
manway lining, dan sebagai penyangga lekat.
Gambar 2. Metode Sublevel Stoping
2.2 CIRI- CIRI METODE SUBLEVEL STOPING (AUTOCAD)
Pada metode ini, blok bijih dibagi sepanjang jurus cebakan, dan diantara 2 buah
stope yang terbentuk dipisahkan oleh pillar. Ketinggian stope dibatasi oleh kekuatan
batuan dan lebar stope yang kadang-kadang mencapai 500 feet.
Sub level stoping termasuk kedalam penyanggaan yang dilakukan secara overhand.
Dengan menggunakan pillar buatan dari waste rock dan stull timber yang
menyanggan dan melintang pada Sub level stoping dipasang pada geometri yang
sistematis berfungsi sebagai berpijak pekerja dansebagai peluncur bijih,
membentuk corong dan manway lining, dan sebagai penyangga lekat. Adalah cara
penambangan bijih terletak diantara 2 level dimana penambangan ini dilakukan
membuat sub level yang berurutan. Jarak antara level 100 –200 feet sedang itu sub level
25 –40 feet dan beberapa lubang berdekatan dengan dinding kaki dan dinding gantung.
Jikaterjadi penyimpangan, maka dapat menyebabkan penurunan pemulihan bijih,
oeningkatan umalh pengenceran, dan fragmentasi kurang homogen.
Sublevel stoping membutuhkan grade bijih midrange untuk membayar
pengembangannya. Metode penambangan ini dapat digunakanpada berbagai kedalaman.
Tubuh bijih harus terbuat dari batu yang kompeten, dan dikelilingi oleh batu dinding
yang kompeten. Karena sifat dari pengeboran dan peledakan batu itu adalah yang
terbaik jika badan bijih memiliki garis luar biasa dengan tepi yang terdefinisi dengan
baik, karena ini menurunkan jumlah pengenceran. Karena metode penambangan ini
mengharuskan bijih diledakkan pada beberapa kesempatan, direkomendasikan bahwa
bijih memiliki kekuatan tekan yang tinggi dan beberapa bidang kelemahan seperti
sambungan, bidang tempat tidur atau kesalahan. Metode penambangan sublevel stoping
sangat populer di tambang logam Kanada karena memungkinkan pemulihan bijih
maksimum karena penambangan tanpa pilar. Metode penambangan sublevel stoping
umumnya digunakan untuk mengekstraksi deposit bijih mineral tabular yang dicirikan
oleh pemogokan yang relatif panjang dan memiliki berbagai ketebalan. Bijih pulih dari
masing-masing sublevel dalam urutan terencana dari lubang primer dan sekunder dengan
penimbunan yang tertunda dengan cara menciptakan bayangan stres untuk
menghindari penumpukan tegangan tinggi di pilar bijih. Bahan pengurukan direkayasa
untuk menahan ketinggian yang terkena dari tanjakan utama yang ditempatinya ketika
lajur sekunder yang berdekatan sedang ditambang, sehingga menghindari pengenceran
bijih yang berharga yang dapat diakibatkan oleh kegagalan pengurukan ke lajur sekunder.
Dengan demikian, pengurukan adalah salah satu tugas paling penting untuk
sistem penambangan sublevel stoping dengan pengurukantertunda. Pemilihan jenis
pengurukan merupakan komponen substansial dari desain backfill pada tahap awal
produksi pertambangan. Makalah ini menyajikan tinjauan praktik pengurukan dengan
penekanan pada operasi pengurukan di Amerika Utara. Operasi menggunakan
pengisi semen dan pasta disemen disajikan. Resep desain isi ulang, properti dan
metode penempatan dibahas. Kelebihan, kerugian dan kesulitan utama yang terkait
dengan dua operasi pengurukan dibahas dalam makalah ini. Operasi pengurukan di
tambang studi kasus disajikan dan rekomendasi awal dibuat berdasarkan tinjauan praktik
terbaik.
2.3 SYARAT PENERAPAN METODE SUBLEVEL STOPING
Syarat untuk melakukan Sublevel Stoping yaitu :
1. Ketebalan endapan( dinding vein /urat batuan ) kurang lebih 10-20 meter.
2. Kemiringan endapan sebaiknya 300 derajat, karena semakin miring akan semakin baik
dan memudahkan dalam penagangkutannya.
3. Endapan (country rock / batuan samping) harus keras dan kompak agar tidak mudah
terjadi pengotoran(Dilution). Country rock ( batuan samping) harus keras sehingga tidak
memerlukan penyanggaan
4. Batas antara endapan dengan country rock sebaiknya mudah dilihat dan bentuknya
teratur.
5. Penyebaran bijih sebaiknya merata karena cara ini
tidak memungkinkan tidak selektif. Contohnya adalah
endapan bijih besi.
2.4 CARA PENAMBANGAN MENGGUNAKAN
METODE SUBLEVEL STOPIING
Penambangan dengan metode sublevel stoping
dimulai dengan membuat Tempat kerja ( stope ) dengan membuat level-level
kemudian dibagi menjadi sublevel selanjutnya di lakukan drilling di dinding veiinnya
untuk mengambil mineral atau Fragmentasi bijih ( broken ore ) kemudian di lakukan
proses
blasting
dan
selanjuatnya broken ore dimasukan masuk kedalam
draw point, dan akan di muat (loading) dan di angkut (hauling) menuju ke stock pile.
pembuatan stoping pada sublevel juga dapat dengan cara melakukan peldakan.
Pembuatan stoping dengan peledakan menggunakan lubang tembak panjang antara 20-30
meter yang dibuat dari sublevel. Sistem pemboran peledakan umumnya terdiri dari
dua metode umum yaitu :
pemboran melingkar dengan diameter 50-75 mm
pemboranan parallel dengan diameter besar 200 mm
Drilling Blasting
Loading
Hauling
Gambar [Link] Produksi Penambangan Bawah Tanah
*TOLONG TAMBAHKAN PENJELASAN TENTANG DRILING,
BLASTING, LOADING, HEALING
2.5 KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PENGUNAAN METODE SUBLEVEL
STOPING
[Link] pada sublevel stoping ini yaitu:
Produktivitas tinggi
Blasting dapat dilakukan dalam skalabesar
Dapat menggunakan alat-alat besar
Tidak memerlukan penyangga
Bijih hasil ledakan turun karena gravitasi
Recovery cukup tinggi (sekitar 75%)
Dilusi rendah (sekitar 20%)
B. Kelemahan pada sublevel stoping yaitu :
Produksi awal rendah
Tidak dapat melakukan penambangan selektif
Cukup kompleks dan biaya development tinggi
Blasted ore yang besar bisa menyumbat draw point
Banyak stope yang harus dikerjakan
Proses blasting yang banyak
2.6 PERALATAN PADA PENAMBANGAN BAWAH TANAH
Dalam melalakukan kegiatan tambang bawah tanah diperlukannnya perlatan yang dapat
menunjang kegiatan tersebut,yakni :
Drilling : .........
Blasting : Bahan Peledak. Contonya ANFO
Loading : Cage Skip, Truck ,
Hualing : Belt Conveyor,
*TOLONG LAMPIRKAN GAMBAR DAN PEJELASANNYA E EEE TEMAN TEMAN
2.7 PERUSAHAAN YANG BERGERAK MENGGUNAKAN METODE SUBLEVEL
STOPING
PT. FREEPORT INDONESIA
PT.
PT.
* TOLONG TAMBAHKAN INI
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Secara umum pengertian tambang bawah tanah adalah suatu sistim penambangan mineral
atau batubara dimana seluruh aktivitas penambangan tidak berhubungan langsung dengan
udara terbuka.
Sublevel stoping adalah cara penambangan bijih terletak diantara 2 level dimana
penambangan ini dilakukan membuat sub level yang berurutan. Jarak antara level
100 –200 feet sedang itu sub level 25 –40 feet.
Sublevel stoping ini melakukan drilling dan blasting dimana seluruh pekerjaan
ini dilakukan dari setiap sublevel pada ore block.
Syarat untuk melakukan sublevel stoping yaitu :-Dip deposit terjal (>45⁰,
bagusnya 60⁰-90⁰)-Endapan bijih dan batuan induk harus kuat dan keras-
Penyebaran kadar bijih sebaiknya homogen.-Batas endapan bijih dan batuan
induk harus kuat dan tidak ada retak-retak ketika dilakukan penambangan. Hal ini
diperlukan agar tidak terjadi dilusi atau pencampuran dua material. Dalam hal ini
pencampuran endapan bijih dengan batuan induk.-Ketebalan depositnya 6-30
meter.
Tahap Development dimulai dari stope dibuka menjadi sublevel dandi drilling di
dinding veinnya untuk melakukan proses blasting. Hasil dari blasting tersebut
yaitu Blasted Ore akan terkumpul pada draw point dimana akan di muat (load)
dan diangkut (haul) menuju ke stock pile.
Tahap Operasi Produksi Terdiri dari:
- Drilling
- Blasting
- Loading
- Hauling
Keuntungan pada sublevel stoping ini yaitu:
- Produktivitas tinggi-Blasting dapat dilakukan dalam skala besar
3.2 Saran
Kami menyadari makalah ini masih banyak kekurangannya maka dari itu kami sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca sekalian demi
penyempurnaan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
+pada+tambang+bawah&tbm=isch&ved=2ahUKEwi-iuzlm6XzAhXvsksFHUSlCYIQ2-
cCegQIABAA&oq=proses+pemuatan+
+pada+tambang+bawah&gs_lcp=CgNpbWcQA1CinwVYu8wFYN7SBWgDcAB4AYA
B4gOIAbUdkgEJMy45LjMuMS4zmAEAoAEBqgELZ3dzLXdpei1pbWfAAQE&sclient
=img&ei=q-ZUYf6IEe_lrtoPxMqmkAg&bih=656&biw=1366#imgrc=1iszgtOgCsU9zM
JANGAN LUPA DAFTAR PUSTAKANYA JUGA
TERIMAKASIH