0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
87 tayangan2 halaman

SOP Resusitasi Jantung Paru Anak

Dokumen tersebut merupakan prosedur Standar Operasional Prosedur Manajemen Insiden Kritis (SPMI) yang mencakup tahapan-tahapan resusitasi jantung paru (RJP) mulai dari persiapan, pelaksanaan kompresi jantung dan ventilasi, evaluasi, hingga terminasi dengan tujuan menyelamatkan fungsi serebral, kardiovaskular, dan respirasi pasien yang mengalami henti jantung.

Diunggah oleh

Salsa Khoirunnisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
87 tayangan2 halaman

SOP Resusitasi Jantung Paru Anak

Dokumen tersebut merupakan prosedur Standar Operasional Prosedur Manajemen Insiden Kritis (SPMI) yang mencakup tahapan-tahapan resusitasi jantung paru (RJP) mulai dari persiapan, pelaksanaan kompresi jantung dan ventilasi, evaluasi, hingga terminasi dengan tujuan menyelamatkan fungsi serebral, kardiovaskular, dan respirasi pasien yang mengalami henti jantung.

Diunggah oleh

Salsa Khoirunnisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

STIKES ABDI NUSANTARA JAKARTA

Unit Penjaminan Mutu


Jalan Swadaya Kubah Putih Rt 01/014 No. 07, Jati Bening
Pondok Gede Bekasi.
Telp:+6221-86901352 Kode : PSDR/SPMI/
Fax : :+6221-86905637
Website : [Link]
Email : stikes_abdinusantara@[Link]
Revisi : 0
PROSEDUR SPMI
Tanggal

CPR
PENGERTIAN Resusitasi merupakan segala bentuk usaha yang dilakukan terhadap
mereka yang berada dalam keadaan gawat atau kritis, untuk mencegah
kematian.
Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah suatu episode henti
jantung berlanjut menjadi kematian biologis.
TUJUAN
1. Menyelamatkan fungsi serebral secepat mungkin (restorasi serebri)
2. Mengembalikan fungsi jantung (restorasi kardivaskular)
3. Mengembalikan fungsi pernafasan (restorasi respirasi)
4. Mengatasi faktor penyebab henti jantung-paru
No A. Fase Pre Interaksi
1 Cek rencana tindakan
2 Cek peralatan :
▪ Phantom CPR
▪ APD
a. Penutup kepala
b. Googles
c. Masker Bedah
d. Handschoon
e. Apron/gown
f. Alas Kaki

B. Fase Kerja
3 Memastikan Lingkungan sekitar pasien aman
4 Memastikan respon pasien ( cek kesadaran)
5 Memanggil - manggil nama pasien
6 Menepuk bahu pasien
7 Mengkaji respon Nyeri (cubit didaerah mid axila/tekan mid sternum ),
Pastikan bahwa pasien tidak sadar
8 Jika pasien tidak sadar, tidak bereaksi, tidak bernapas dan gasping aktifkan
sistem tanggap darurat atau berteriaklah minta pertolongan sejawat terdekat
9 Mengecek nadi carotis < 10 detik
10 Jika tidak ada denyut nadi, lakukan RJP sebanyak 5 siklus selama 2 menit (1
siklus = 30x kompresi 2x ventilasi)
11 Melakukan kompresi jantung dengan benar
12 Meletakan tangan tepat di ½ bawah sternum atau 2 jari di atas procesus
xipoideus
13 Melakukan kompresi jantung dengan kedalaman kompresi 5-6 cm, rekoil
penuh, minimalkan interupsi.
14 Posisi penolong sejajar bahu pasien
15 Melakukan kompresi jantung dengan kecepatan 100 – 120 x / mnt
16 Melakukan evaluasi nadi setelah 5 siklus
17 Jika nadi dan nafas tidak ada, ulangi lakukan RJP 5 siklus kembali
18 Jika nadi ada nafas tidak ada berikan ventilasi setiap 6 detik selama 1 menit
19 Jika nadi ada nafas ada posisikan pasien posisi recovery
C. Fase Terminasi
20 Melakukan secara sistematik
21 Menerapkan tehnik pasien safety
22 Mendokumentasikan hasil tindakan dengan baik (frekuensi napas, nadi, siklus RJP )

Anda mungkin juga menyukai