Mindset (Pola pikir) adalah cara menilai
dan memberikan kesimpulan terhadap
sesuatu berdasarkan sudut pandang
tertentu. Perbedaan pola pikir seseorang
disebabkan oleh bedanya jumlah sudut
pandang yang dijadikan dasar, landasan
atau [Link] sudut pandang
seseorang untuk berpikir dipengaruhi
oleh emosi (mentality).
“Mind ” berarti seat of thought and memory; the center of consciousness that
generates thoughts, feelings, ideas, and perceptions, and stores knowledge and
memories (sumber pikiran dan memori; pusat kesadaran yang menghasilkan pikiran,
perasaan, ide, dan persepsi, dan menyimpan pengetahuan dan memori). “
Set ” berarti a preference for or increased ability in a particular
activity (mendahulukan peningkatan kemampuan dalam suatu kegiatan).
beliefs that affect somebody’s attitude; a set of beliefs orang a way of thinking that
determine somebody’s behavior and outlook (kepercayaan-kepercayaan yang
mempengaruhi sikap seseorang; sekumpulan kepercayaan atau suatu
cara berpikir yang menentukan perilaku dan pandangan, sikap, dan masa depan
seseorang).
Menurut Sigit B. Darmawan, mindset adalah inti dari self learning atau pembelajaran diri.
Inilah yang menentukan bagaimana memandang sebuah potensi, kecerdasan,
tantangan dan peluang sebagai sebuah proses yang harus diupayakan dengan
ketekunan, kerja keras, dan usaha untuk tercapainya tujuan.
Dengan demikian, untuk mengubah mindset, langkah pertama yang diperlukan adalah
mengubah belief atau sekumpulan belief dahulu. Piaget, bapak psikologi
perkembangan kognisi, menjelang akhir hayatnya menyadari bahwa hanya berfokus
pada kemampuan berpikir logis saja tidak cukup. Piaget sampai pada suatu kesimpulan
bahwa sistem kepercayaan ( belief system ) memainkan peranan yang sama penting
atau bahkan bisa lebih penting daripada
kemampuan berpikir logis membentuk mindset seseorang.
Jenis-jenis mindset
Growth mindset ( mindset berkembang)
Fixed mindset ( mindset tetap)
Pola adalah sesuatu yang tidak teratur, tidak acak, dan memiliki ciri-
ciri tertentu.
Prestatif berasal dari kata “prestasi” yang mendapat imbuhan “if” yang
artinya sifat/ciri.
Jadi pola prestatif adalah suatu hasil yang mempunyai ciri-ciri unggul
dan pantas dihargai serta dicapai lewat usaha.
Berfikir positif
Ciri – ciri berfikir positif , antara lain :
Terarah pada tujuan
Memiliki kemungkinan hambatan
Memiliki alternatif tindakan (seandainya menemui hambatan)
Memikirkan kemungkinan bantuan yang mungkin diperoleh
Pendukung prestatif, antara lain :
a. AKU ( Ambisi, Kenyataan, Usaha )
– Ambisi adalah keinginan yang besar.
Hal-hal yang menjadi dasar dari ambisi :
Kenikmatan
Ketentraman
Kehangatan
Kekuasaan
Ketenaran/citra
Keberhasilan
Efek dari ambisi yaitu apabila tercapai ambisinya maka akan senang tetapi
apabila tidak tercapai ambisinya maka akan sedih.
– Kenyataan adalah hal-hal yang mendukung atau menghambat ambisi. Yang
mempengaruhi kenyataan adalah faktor eksternal (lingkungan) dan faktor
internal (keyakinan, kesanggupan).
– Usaha adalah tindakan nyata seseorang untuk mencapai ambisinya.
Terdapat dua macam usaha, yaitu :
Usaha proaktif : usaha yang muncul tidak dipengaruhi rangsangan.
Usaha reaktif : usaha yang diberi rangsangan terlebih dahulu.
b. SRK ( Sasaran, Resiko, Konsekuensi )
Sasaran adalah sesuatu yang ingin dicapai. Macam-macam sasaran ada
dua yaitu individu dan kelompok. Penentuan sasaran yaitu spesific,
measurable, achievable, result-oriented, dan time range.
Resiko adalah kemungkinan bertemu dengan bahaya.
Konsekuensi adalah hasil yang terjadi terhadap apa yang diterapkan.