100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
343 tayangan3 halaman

Proses dan Model Rekayasa Perangkat Lunak

Dokumen tersebut membahas beberapa model proses perangkat lunak yaitu model waterfall, spiral, incremental, evolusi, prototype, V-model, dan rapid application development (RAD). Model-model tersebut dijelaskan kekuatan dan mekanisme kerjanya, serta kemungkinan menggabungkan beberapa model dalam pengembangan perangkat lunak.

Diunggah oleh

ganteng sejagat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
343 tayangan3 halaman

Proses dan Model Rekayasa Perangkat Lunak

Dokumen tersebut membahas beberapa model proses perangkat lunak yaitu model waterfall, spiral, incremental, evolusi, prototype, V-model, dan rapid application development (RAD). Model-model tersebut dijelaskan kekuatan dan mekanisme kerjanya, serta kemungkinan menggabungkan beberapa model dalam pengembangan perangkat lunak.

Diunggah oleh

ganteng sejagat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

REKAYASA PERANGKAT LUNAK

NAMA SANDI LEASA

SI3D

1. Uraikan dan jelaskan masing-masing model-model proses perangkat


lunak.
2. Jelas hal-hal apa saja yang menjadi kekuatan dari masing-masing
model yang digunakan dalam mengembangkan perangkat lunak.
3. Jelaskan secara ringkas mekanisme kerja dari model waterfall.
4. Jelaskan secara ringkas mekanisme kerja dari model prototype.
5. Jelaskan secara ringkas mekanisme kerja dari model spiral.
6. Menurut kalian, apakah mungkin untuk menggabungkan proses
model RPL? Jika mungkin, berikan penjelasan dan contohnya.

Jawab
[Link] 7 model pereangkat lunak yaitu

 Model Waterfall
 Model Spiral
 Model Incremental
 Model Evolusi
 Model Prototype
 Model PrototypeModel V / V-Model
 Model Rapid Application Development (RAD) 

Model Waterfall
Model Waterfall adalah salah satu model klasik yang bersifat sistematis.

Mengapa model ini bersifat sistematis?

Karena model ini harus dikerjakan secara berurutan

Model Spiral
adalah model pengembangan software dimana proses digambarkan sebagai spiral

karena Setiap loop akan mewakili satu fase dari proses pembuatan/perancangan software. Loop paling dalam berfokus pada kelayakan dari
sistem,

Model Incremental
Dalam model Incremental ini proses pengerjaan perangkat lunak akan dilakukan perbagian sehingga bagian selanjutnya akan dikerjakan
setelah bagian awal telah selesai dan selanjutnya sampai menghasilkan perangkat lunak yang lengkap dengan semua fungsi yang diperlukan
dan pengerjaan perangkat lunak berakhir

Model Evolusi
Model evolusi adalah sebuah model yang berulang-ulang. Model ini memiliki karakteristik yang memungkinkan para programmer
mengembangkan perangkat lunaknya menjadi semakin lengkap di tiap versinya. Model ini diterapkan karena persyaratan (requierement) sering
berubah sehingga hasil akhir dari sebuah produk tidak akan realistis
Model Prototype
Prototype merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang
dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan sistem. Prototyping, dimulai dengan pengumpulan kebutuhan, mendefinisikan
objektif keseluruhan dari software

Model PrototypeModel V / V-Model


Bisa dikatakan model ini merupakan perluasan dari model waterfall. Disebut sebagai perluasan karena tahap-tahapnya mirip dengan yang
terdapat dalam model waterfall. Jika dalam model waterfall proses dijalankan secara linear, maka dalam model V proses dilakukan bercabang

Model Rapid Application Development (RAD) 


Rapid Aplication Development (RAD) adalah sebuah model proses perkembanganperangkat lunak sekuensial linier yang menekankan siklus
perkembangan yang sangat pendek (kira-kira 60 sampai 90 hari). Model RAD ini merupakan sebuah adaptasi “kecepatan tinggi” dari model
sekuensial linier dimana perkembangan cepat dicapai dengan menggunakan pendekatan konstruksi berbasis komponen.

2, model waterfall
 Merupakan model pengembangan paling handal dan paling lama digunakan.
 Cocok untuk sistem software yang bersifat generik.
 Pengerjaan projek sistem akan terjadwal dengan baik dan mudah dikontro

Model spriral

 Setiap tahap pengerjaan dibuat prototyping sehingga kekurangan dan apa yang diharapkan oleh client dapat
diperjelas dan juga dapat menjadi acuan untuk client dalam mencari kekurangan kebutuhan.
 Lebih cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar.
 Dapat disesuaikan agar perangkat lunak bisa dipakai selama hidup perangkat lunak komputer. 
 Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi terhadap resiko setiap tingkat evolusi
karena perangkat lunak terus bekerja selama proses.

Model Incrementa
 Resiko yang rendah pada pengembangan sistem.
 Mengutamakan fungsi-fungsi pada sistem perangkat lunak sehingga kemudahan pemakaian sistem yang paling di utamakan. 
 Tahap awal adalan dasar dari pembuatan tahap berikutnya (dikerjakan secara terurut).
 Cocok digunakan bila pembuat software tidak banyak/kekurangan pembuat
 Mampu mengakomodasi perubahan kebutuhan customer .

Model Evolusi 
 Meningkatkan kemampuan memimpin dan mengatur sesuatu dengan pengembangan diri.
 Menciptakan suasana yang sadar akan kualitas suatu produk.
 Fungsi inti dari quality control dalam perusahaan besar pada tingkat lokakarya.
 Meningkatkan kebersamaan untuk mencapai suatu hasil dan semangat kerja karyawan.
 Meningkatkan kualitas dengan biaya efektif.
 Membebaskan manajemen.

Model Prototype
 Prototype melibatkan user dalam analisa dan desain.
 Punya kemampuan menangkap requirement secara konkret daripada secara abstrak.
 Untuk digunakan secara standalone.
 Digunakan untuk memperluas SDLC

Model V / V-Model

 V Model sangat fleksibel. V Model mendukung project tailoring dan penambahan dan pengurangan method dantool secara dinamik.
Akibatnya sangat mudah untuk melakukan tailoring pada V Model agar sesuai dengan suatu proyek tertentu dan sangat mudah
untuk menambahkan method dan tool baru atau menghilangkan method dan tool yang dianggap sudah obsolete.
 V Model dikembangkan dan di-maintain oleh publik. Userdari V Model berpartisipasi dalam change control boardyang memproses
semua change request terhadap V Model.

Model Rapid Application Development (RAD) 

 Lebih efektif dari Pengembangan Model waterfall/sequential linear dalam menghasilkan sistem yang memenuhi kebutuhan langsung
dari pelanggan.
 Cocok untuk proyek yang memerlukan waktu yang singkat.
 Model RAD mengikuti tahap pengembangan sistem seperti pada umumnya, tetapi mempunyai kemampuan untuk menggunakan
kembali komponen yang ada sehingga pengembang tidak perlu membuatnya dari awal lagi sehingga waktu pengembangan menjadi
lebih singkat dan efisien.

3. seperti yg sdh saya jelaskan di atas model waterfall di kerjakan secara berurutan

Jadi ketika langkah pertama tdk di kerjakan maka otomatis langkah ke dua pun tdk akn bisa

[Link] metode ini pengembang dan pelanggan akan saling bekerja sama karena mereka harus mendefinisikan objektif keseluruhan dari
softwar,emengidentifikasikan segala kebutuhan, kemudian dilakukan “perangcangan kilat” yang difokuskan pada penyajian aspek yang
diperlukan.

5 Loop paling dalam berfokus pada kelayakan dari sistem, loop selanjutnya tentang definisi dari kebutuhan, loop berikutnya berkaitan dengan
desain sistem dan seterusnya, seperti gambar berikut: 

Common questions

Didukung oleh AI

Model Incremental mengurangi risiko pengembangan dengan membagi proses menjadi bagian-bagian kecil yang diselesaikan satu per satu. Tiap tahap didasarkan pada tahap sebelumnya dan dapat mengalami perubahan sesuai kebutuhan pelanggan . Pendekatan bertahap ini memungkinkan pengembang secara bertahap menerapkan perubahan yang diminta pelanggan, menjaga fleksibilitas dan mengutamakan fungsi perangkat lunak .

Model Prototyping melibatkan pengguna dalam proses analisis dan desain, memberikan representasi konkret atas kebutuhan mereka. Dengan memperlihatkan prototipe awal kepada pengguna, pengembang dapat memastikan bahwa kebutuhan ditangkap dengan jelas dan memungkinkan perubahan sebelum produk akhir dibuat . Hal ini menjadikan model ini efektif dalam artikulasi kebutuhan yang mungkin abstrak jika tidak dilakukan secara kolaboratif .

Model Spiral menggambarkan proses sebagai spiral dengan setiap loop mewakili satu fase pengembangan, seperti kelayakan sistem, definisi kebutuhan, dan desain. Model ini memberikan tampilan awal kepada klien melalui prototipe di setiap tahap, sehingga memperjelas kekurangan dan kebutuhan klien . Kelebihannya terletak pada kemampuan untuk menyesuaikan sistem dengan perubahan kebutuhan seiring waktu, sehingga cocok untuk proyek skala besar yang memerlukan pengelolaan risiko selama evolusi perangkat lunak .

Model V/V-Model disebut perluasan dari Waterfall karena tahapannya mirip tetapi bercabang untuk melibatkan pengujian paralel di setiap tahap. Fleksibilitasnya terlihat dalam kemampuan mengubah metode dan alat sesuai proyek, mendukung penyesuaian berdasarkan kebutuhan proyek tertentu . Pengguna terlibat aktif dalam papan kontrol perubahan yang memungkinkan adaptasi dinamis .

Mekanisme kerja model Waterfall memastikan pengerjaan proyek yang terjadwal dan terkontrol dengan menjalankan setiap fase secara berurutan tanpa memulai tahap berikutnya sebelum tahap sebelumnya selesai. Tahapan kerja yang jelas dan berurutan memungkinkan perencanaan waktu dan sumber daya yang lebih terprediksi .

Model RAD mencapai efisiensi dengan memanfaatkan kembali komponen yang ada, mengurangi waktu yang diperlukan untuk pembuatan dari awal. Pendekatan ini mengikuti tahap pengembangan standar tetapi memperpendek waktu melalui siklus pengembangan yang cepat dan fokus pada pemenuhan kebutuhan langsung pelanggan, lebih efektif daripada model linier seperti Waterfall .

Kelebihan model Waterfall termasuk jadwal proyek yang teratur dan mudah dikontrol, membuatnya cocok untuk sistem perangkat lunak generik. Namun, karena model ini bersifat sistematis dan linear, langkah berikutnya tidak dapat dimulai sebelum langkah sebelumnya selesai, yang dapat menjadi kekurangan saat perubahan diperlukan setelah fase dimulai .

Ya, kombinasi model perangkat lunak memungkinkan adaptasi terhadap kebutuhan proyek spesifik. Misalnya, model Spiral dapat dikombinasikan dengan model RAD, menggunakan pendekatan bertahap dari Spiral untuk mengelola risiko dan menyesuaikan berdasarkan umpan balik pelanggan sambil menggunakan kembali komponen dari RAD guna mempercepat pengembangan .

Tahapan awal dalam model Incremental berfungsi sebagai dasar untuk tahap berikutnya dengan menyempurnakan bagian sistem secara bertahap. Dengan menyelesaikan dan menguji fitur di setiap tahap, memastikan bahwa tambahan fitur di masa depan dapat diintegrasikan dengan lancar, mengurangi risiko kesalahan dan memastikan kesinambungan fungsi keseluruhan .

Model Evolusi mendukung iterasi berulang dalam pengembangan perangkat lunak, memungkinkan penambahan fitur pada tiap versi baru sesuai persyaratan yang mungkin berubah. Ini membuat model ini ideal untuk situasi di mana kebutuhan sering berubah dan hasil akhir yang realistis sulit dicapai sejak awal .

Anda mungkin juga menyukai