0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
247 tayangan8 halaman

Prinsip dan Teknik Radiologi Dasar

Dokumen tersebut membahas tentang makul Teknik Radiologi yang diambil oleh mahasiswa bernama M Nur Ilham Catur Junoris dengan NIM 2101051. Dokumen ini menjelaskan tentang prosedur, indikasi, dan proteksi radiasi dalam pemeriksaan radiologi serta alat fiksasi dan penggunaan marker dalam proses radiografi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
247 tayangan8 halaman

Prinsip dan Teknik Radiologi Dasar

Dokumen tersebut membahas tentang makul Teknik Radiologi yang diambil oleh mahasiswa bernama M Nur Ilham Catur Junoris dengan NIM 2101051. Dokumen ini menjelaskan tentang prosedur, indikasi, dan proteksi radiasi dalam pemeriksaan radiologi serta alat fiksasi dan penggunaan marker dalam proses radiografi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : M Nur Ilham Catur Junoris

Nim : 2101051

Makul : Teknik Radiologi

1. Terminologi dan prinsip prinsip dasar teknik .


A . Alat dan bahan pemeriksaan

Prosedur Pemeriksaan Radiologi

Sebagaimana yang telah disebutkan di awal, ada berbagai macam pemeriksaan radiologi. Berikut ini
akan dijelaskan secara singkat mengenai masing-masing jenis pemeriksaan radiologi:

1. Pemeriksaan foto Rontgen
Pemeriksaan foto Rontgen menggunakan mesin yang mengeluarkan radiasi sinar-X untuk
menampilkan bagian dalam tubuh pasien dalam gambar 2 dimensi. Pemeriksaan ini umumnya
hanya berlangsung selama beberapa menit.
Tergantung pada bagian tubuh yang diperiksa, dokter mungkin mengambil gambar pasien
dalam sejumlah posisi. Pada beberapa kondisi, dokter akan menggunakan cairan kontras agar
gambar yang dihasilkan menjadi lebih jelas.

2. Pemeriksaan fluoroskopi
Fluoroskopi menggunakan sinar-X untuk menampilkan gambar organ tubuh pasien dalam
format video. Umumnya, dokter menjalankan pemeriksaan fluoroskopi dengan terlebih dulu
memberikan zat pewarna kontras.
Sama seperti pemeriksaan foto Rontgen, dokter dapat meminta pasien mengubah posisi agar
mendapatkan gambar yang lebih jelas. Lama pemeriksaan fluoroskopi tergantung pada bagian
tubuh yang diperiksa.

3. Pemeriksaan ultrasound (USG)


Pemeriksaan USG dilakukan dengan mengarahkan gelombang suara berfrekuensi tinggi ke
bagian tubuh pasien yang akan diperiksa. Gelombang suara tersebut akan memantul saat
mengenai objek padat, seperti organ dalam tubuh atau tulang.
Pantulan dari gelombang suara akan ditangkap oleh alat (probe) yang ditempelkan ke
permukaan tubuh pasien dan diolah oleh komputer menjadi gambar 2 dimensi atau 3 dimensi.
Pemeriksaan ultrasound umumnya berlangsung selama 20–40 menit.
4. Pemeriksaan CT scan
Pemeriksaan CT scan bertujuan untuk menampilkan gambar organ dalam tubuh pasien dengan
lebih jelas dari berbagai sudut. CT scan menggunakan mesin pemancar sinar-X yang didukung
sistem komputer khusus.
CT scan dapat menampilkan gambar organ tubuh secara detail yang bisa digabungkan menjadi
gambar 3 dimensi. Seluruh tahap pemeriksaan CT scan biasanya berlangsung selama 20 menit
sampai 1 jam.

5. Pemeriksaan MRI
Magnetic resonance imaging (MRI) bertujuan untuk menghasilkan gambar organ di dalam
tubuh pasien secara detail. Pemeriksaan MRI dapat berlangsung selama 15 menit sampai lebih
dari 1 jam.
MRI menggunakan teknologi medan magnet dan gelombang radio, sehingga aman dari radiasi.
Gambar yang dihasilkan dari MRI juga lebih detail dan jelas jika dibandingkan dengan jenis
pemeriksaan radiologi lain.

6. Pemeriksaan kedokteran nuklir
Pemeriksaan kedokteran nuklir dilakukan menggunakan mesin yang dilengkapi kamera gamma.
Kamera gamma tersebut berfungsi mendeteksi sinar gamma di dalam tubuh pasien.
Sinar gamma di dalam tubuh pasien berasal dari cairan radioaktif yang disuntikkan ke pasien
sebelum pemeriksaan. Sinar tersebut kemudian diolah oleh komputer menjadi gambar 3
dimensi untuk selanjutnya dianalisis oleh dokter.

B. Proyeksi dan posisi pemeriksaan

Indikasi Pemeriksaan Radiologi


Pemeriksaan radiologi dibagi menjadi dua, yaitu radiologi diagnostik dan radiologi intervensi.
Berikut ini adalah penjelasannya:

Radiologi diagnostik
Radiologi diagnostik bertujuan untuk mengetahui kondisi organ dalam pasien, sehingga
penyakit yang diderita oleh pasien dapat diketahui. Berikut ini adalah beberapa penyakit dan
kondisi yang dapat terdeteksi dengan pemeriksaan radiologi diagnostik:
 Tumor dan kanker
 Epilepsi
 Infeksi
 Abses atau kumpulan nanah
 Gangguan sendi dan tulang
 Gangguan pencernaan
 Gangguan pernapasan, salah satunya COVID-19
 Gangguan pembuluh darah
 Gangguan kelenjar tiroid
 Gangguan kelenjar getah bening
 Gangguan saluran kemih
 Gangguan sistem saraf
 Penyakit ginjal
 Penyakit Alzheimer
 Penyakit paru-paru
 Penyakit jantung
 Stroke

Radiologi intervensi
Radiologi intervensi dilakukan untuk membantu dokter dalam menjalankan prosedur medis,
seperti memasang kateter atau memasukkan alat bedah yang berukuran kecil ke dalam tubuh
pasien.
Beberapa prosedur yang dapat memanfaatkan bantuan radiologi intervensi adalah:

 Pemasangan ring, angiografi, dan angioplasti


 Pemasangan feeding tube atau selang nasogastrik
 Pengambilan sampel jaringan (biopsi) pada payudara, paru-paru, atau kelenjar tiroid
 Pemasangan Central Venous Catheters (CVC)
 Pengobatan tulang belakang, seperti vertebroplasti dan kifoplasti
 Penyumbatan pembuluh darah atau embolisasi untuk menghentikan perdarahan
 Ablasi tumor untuk membunuh sel-sel kanker

Selain untuk mendeteksi penyakit dan membantu prosedur medis, dokter juga bisa
memanfaatkan pemeriksaan radiologi untuk mengetahui bagaimana respons tubuh pasien
terhadap pengobatan.

c. Proteksi Radiasi
Prinsip Proteksi Radiasi:

1. Menggunakan Pelindung (Shielding)


Penggunaan perisai/pelindung berupa apron berlapis Pb, glove Pb, kaca mata Pb dsb yang
merupakan sarana proteksi radiasi individu. Tidak menghandle hewan secara langsung, hewan
dapat disedasi atau bila perlu dianestesi.

Proteksi terhadap lingkungan terhadap radiasi dapat dilakukan dengan melapisi ruang
radiografi menggunakan Pb untuk menyerap radiasi yang terjadi saat proses radiografi.

2. Menjaga Jarak

Radiasi dipancarkan dari sumber radiasi ke segala arah. Semakin dekat tubuh kita dengan
sumer radiasi maka paparan radiasi yang kita terima akan semakin besar. Pancaran radiasi
sebagian akan menjadi pancaran hamburan saat mengenahi materi. Radiasi hamburan ini akan
menambah jumlah dosis radiasi yang diterima. Untuk mencegah paparan radiasi tersebut kita
dapat menjaga jarak pada tingkat yang aman dari sumber radiasi.

3. Mempersingkat Waktu Paparan

Sedapat mungkin diupayakan untuk tidak terlalu lama berada di dekat sumber radiasi saat
proses radiografi. Hal ini untuk mencegah terjadinya paparan radiasi yang [Link]
mAs yang tepat, dengan waktu paparan 0,0.. detik lebih baik dari pada 1 [Link] kVp yang
digunakan cukup tinggi sehingga daya tembus dalam radiografi cukup baik. dengan demikian
maka pengulangan radiografi dapat dicegah.

D. kualitas Radiografi

Sebuah radiograf diharuskan bisa memberikan informasi yang jelas dalam upaya menegakan diagnosa.
Ketika radiograf yang dihasilkan mempunyai semua informasi yang dibutuhan dalam memastikan
sebuah diagnosa maka radiograf dikatakan memiliki kualitas gambar yang tinggi. Kualitas sama artinya
dengan mutu. Untuk memenuhi kualitas gambar radiografi yang tinggi, maka sebuah radiograf harus
memenuhi beberapa aspek yang akan dinilai pada sebuah radiograf yaitu densitas, kontras,
ketajaman,dan detail. Semua aspek ini harus bernilai baik agar radiograf bisa dikatakan mempunyai
kualitas gambaran yang baik.

2. Asesoris radiografi dan penggunaanya

A. Alat fiksasi

Pigg-o-stat

Pigg-o-stat merupakan alat bantu radiografi yang secara umum digunakan untuk
pemeriksaan thorax dan abdomen dalam posisi tegak untuk anak usia di atas 2 tahun. Anak
tersebut didudukkan pada sejenis tempat duduk sepeda kecil dengan kaki diletakan ke bawah
pada bukaan tempat duduk tersebut. Ketinggian dapat disesuaikan. Lengan diangkat ke atas
kepala dan dua buah penghimpit berupa plastik bening dapat diatur untuk mejaga agar tubuh
tidak bergerak. Terdapat dua jenis penghimpit yang dengan mudah dapat disesuaikan dengan
ukuran tubuh anak (Bontrager, 2010)

Tempat duduk dan penghimpit tersebut berda pada swivel base yang dapat diputar bebasdari
penyangga film sehingga anak dapat diposisikan AP, PA, lateral maupun oblique. Pada alat
bantu ini terdapat tabir pelindung dan film marker, serta memiliki roda dan kunci sehingga alat
ini dapat dipindahkan sesuai dengan kebutuhan (Bontrager, 2010) Alat fiksasi

Tam-em Board and Plexyglass Hold-down Paddle

Tam-em Board adalah alat bantu pemeriksaan thorax maupun abdomen, dengan
beberapa sabuk pengikat Velcro yang digunakan untuk menjaga pergerakan dari tungkai atas
sampai tungkai bawah. Plexyglass Hold-down Paddle adalah bagian berupa alas yang terdapat
dibagian depan dari tam-em board dibuat dari selmbar plexyglass bening dengan ketabalan
yang cukup sehingga tidak dapt dibengkokkan. Bagian ini dapat digunakan untuk menahn
tungkai atas dan tungkai bawah tanpa menutupi bagian anatomi yang penting (Bontrager,
c. Octagonal

Octagonal merupakan alat bantu imobilisasi pada anak yang efektif, namun kurang
nyaman dan memberi rasa sakit dalam penggunaannya. Seperti pada Pigg-o-stat, untuk
melakukan pemosisian anak dengan alat ini membutuhkan dua orang. Satu orang radiografer
dan satu orang bukan radiografer untuk membantu memberikan instruksi (Frank, 2012)

B. Marker

Marker sesuatu yang kecil tapi sangatlah penting. Penggunaan marker inilah yang biasa
membuat teman-teman saya gagal dalam ujian praktek (malah curhat). Karena hal itulah saya
merasa perlu mencantumkan penggunaan marker dalam blog saya ini. Semoga dapat memberi
pengetahuan yang lebih.

Dalam roses pemeriksaan setiap radiografer harus menyertakan sebuah marker yang
sesuai dan secara jelas mengidentifikasikan bagian tubuh pasien, sisi kanan (R) atau kiri (L)
tubuh pasien tersebut. Dalam radiogaraf wajib menyertakan marker secara benar sebagai
penanda bagian tubuh pasien. Seorang ahli radiografi dan dokter harus melihat marker-marker
tersebut untuk menentukan ekstremitas ataupun bagian tubuh yang benar. Marker sendiri
biasanya terbuat dari timah dan ditempatkan langsung pada IR. Marker terlihat opak (putih)
pada gambaran radiograf bersama dengan bagian tubuh yang diperiksa. Pemberian marker
tidak boleh tulis tangan “R” atau “L” di radiograf setelah pengolahan. Akan tetapi ada
pengecualian penggunaan marker untuk proyeksi tertentu yang dilakukan selama prosedur
pembedahan. Sering kali, suatu radiograf yang tidak mengandung marker yang mengarah
akurat atau identifikasi pasien harus diulang. Hal ini akan merugikan pasien karena akan
menambah dosis radiasi yang akan diserap tubuh. Oleh karena itu seorang radiografer harus
benar-benar menghindari kesalahan pembuatan radiograf, salah satunya penggunaan marker.
C. Film dan kaset

Film merupakan salah satu peralatan radiologi yang sangat vital dan sangat sensitif
terhadap cahaya maupun sinar-x. Film ini, berdasarkan kesensitifan dan emulsinya dapat
dibedakan menjadi dua macam yaitu blue sensitive dan green sensitive atau sering di sebut juga
dengan istilah film yang memiliki karakteristik low speed dan high speed.

Blue sensitif sering dikenal juga dengan monocromatic emultion, yaitu jenis emulsi film yang
hanya peka sampai dengan panjang gelombang warna biru. Seangkan green sensitive sering
disebut juga dengan policromatic emultion, yaitu jenis emulsi film yang hanya peka sampai
dengan panjang gelombangnya warna hijau.

Kaset Untuk melindungi film x-ray yang telah maupun belum di ekspose diperlukan
suatu alat yang disebut kaset. Kaset, dalam panggunaannya selalu bersama dengan intensyfing
screen yang terletak di depan dan dibelakang film. Kaset memili berbagai fungsi, diantaranya
adalah: melindungi intensyfing screen dari kerusakan akibat tekanan mekanik, menjaga
intensyfing screen dari kotoran dan debu. Selain itu kaset juga berfungsi menjaga agar film
dapat dengan rapat menempel pada kedua intensyfing screen yang terletak di depan dan
belakang kaset tersebut secara sempurna serta membatasi radiasi hambur balik dari belakang
kaset
D. Grid

Grid adalah suatu alat bantu pemeriksaan radiologi yang terdiri dari lempengan garis garis
logam yang bernomor atom tinggi ( Biasanya Timbal ) yang disusun berjajar satu sama lain dab
di pisahkan oleh bahan penyekat atau interspace material yang dapat di tembus oleh sinar x.

E. Labelling dan identitas pasien

Gelang identitas pasien dibutuhkan untuk membantu mengidentifikasi pasien. Setiap pasien
rumah sakit berhak diidentifikasi secara benar. Dengan demikian, pasien akan mendapat
tindakan tepat selama menjalani masa perawatan. Risiko salah pasien, salah tindakan, atau
salah prosedur pun dapat [Link] yang dirawat inap di rumah sakit kini harus
menggunakan gelang identitas. Adapun gelang identitas memuat 3 data penting seperti nama
pasien, tanggal lahir, dan medical record atau nomor rekam medis. Gelang yang digunakan
pasien berfungsi dalam memberi peringatan dini kepada petugas kesehatan.

Anda mungkin juga menyukai