SOSIALISASI
NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB)
PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO
GAMBARAN UMUM OSS BERBASIS RISIKO
PELAYANAN INFORMASI
BERBASIS RISIKO
Tujuan
Sub Sistem Pelayanan Informasi
Menyediakan layanan informasi
perizinan berusaha end to end yang
lengkap, akurat dan mudah dipahami
Memberikan berbagai pilihan channel
dan platform
Dapat diakses dimanapun dan kapanpun
Meminimalisir konsultasi secara
langsung
Rancangan Desain Sistem Pelayanan Informasi OSS Berbasis Risiko
Layer 1 Layer 2 Layer 3
KNOWLEDGE BASE KONSULTASI LANJUTAN KONSULTASI LANGSUNG
PELAKU USAHA
Informasi KBLI
Sistem Antrian
Panduan Online
[Link]
Tahapan Proses Email
Helpdesk
Informasi Pengawasan
BUPM
SISTEM
Tata Ruang
PELAYANAN
INFORMASI BERBASIS
Frequent Ask Questions Call Center
RISIKO
(FAQ)
Konsultasi FO
K/L/D
Virtual
Infografis ChatBot & Consultation
Videografis MessageBot (live chat / video)
Menu Utama SubSistem Pelayanan Informasi
[Link] (saat ini)
Menu KBLI OSS Berbasis Risiko
Menu KBLI OSS Berbasis Risiko
KBLI Versi2020 BPS PP 5/2021
1. Uraian
Kelompok (01111-99000)
2. Ruang Lingkup
Jumlah 1.789
Cakupan Kegiatan Usaha
Skala usaha
Subgolongan ( 0111-9990)
Luas Lahan
Tingkat Risiko
Golongan (011-999) Produk Perizinan
Jangka Waktu
Masa berlaku
Golongan
Pokok (01-99) Parameter
Kewenangan
Kategori (A-U) Persyaratan
Kewajiban
Menu KBLI OSS Berbasis Risiko
Menu KBLI OSS Berbasis Risiko
Menu KBLI OSS Berbasis Risiko -Ruang Lingkup
PROSES PERIZINAN BERUSAHA
BERBASIS RISIKO
Kategori Pelaku Usaha
Orang - Persyarikatan atau Persekutuan
- Yayasan
Perseorangan - Perseroan Terbatas (PT)
UMK
- Persekutuan Komanditer
Badan - Badan Hukum Lainnya
- Persekutuan Firma
Usaha - Persekutuan Perdata
Orang - Koperasi
OSS Perseorangan - Perusahaan Umum
Badan
Usaha - KPPA
Non- Kantor - KPPA (Jasa Penunjang Tenaga Listrik Asing)
Non Perwakila - KP3A
UMK
UMK Perwakilan - KP3A - PMSE
n - BUJKA
Badan Usaha
Luar Negeri - Pemberi Waralaba dari Luar Negeri
- Pedagang Berjangka Asing
Online Single Submission (OSS) - PSE Asing
berbasis risiko memberikan layanan bagi pelaku usaha yang - Bentuk Usaha Tetap
terbagi ke dalam kedua kelompok besar, yaitu Usaha Mikro
Kecil (UMK) dan Non Usaha Mikro Kecil (Non UMK)
Skala Pelaku Usaha – UMK
Usaha Mikro dan Kecil (UMK) adalah usaha milik Warga Negara Indonesia (WNI), baik orang
perseorangan maupun badan usaha, dengan modal usaha maksimal Rp 5 miliar, tidak
termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11
Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, terdapat perubahan kriteria modal usaha UMK sebagai
berikut:
< Rp 1 Miliar Rp 1 Miliar s/d Rp 5 Miliar
MIKRO KECIL
Sebelum UU CK: Sebelum UU CK:
< Rp 50 juta > Rp 50 juta < 500 juta
Skala Pelaku Usaha – Non UMK
Usaha milik Warga Badan usaha milik Orang perseorangan Badan usaha asing
Negara Indonesia, Penanaman Modal warga negara yang didirikan di luar
baik orang Asing (PMA) atau Indonesia atau asing, wilayah Indonesia
perseorangan Penanaman Modal atau badan usaha dan melakukan
maupun badan Dalam Negeri yang merupakan usaha dan/atau
usaha, dengan (PMDN) dengan perwakilan pelaku kegiatan pada
modal usaha lebih modal usaha lebih usaha dari luar bidang tertentu.
dari Rp5 miliar dari Rp10 miliar negeri dengan
sampai dengan tidak termasuk persetujuan
paling banyak Rp10 tanah dan bangunan pendirian kantor di
miliar tidak tempat usaha. wilayah Indonesia.
termasuk tanah dan
bangunan tempat
usaha.
KANTOR
MENENGAH BESAR BULN
PERWAKILAN
Skala Risiko
Perizinan Berusaha Berbasis Risiko adalah perizinan berusaha berdasarkan tingkat risiko kegiatan
usaha dan tingkat risiko tersebut menentukan jenis perizinan berusaha. Pemerintah telah
memetakan tingkat risiko sesuai dengan bidang usaha atau KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan
Usaha Indonesia) yang dapat dicek di tautan ini. KBLI yang berlaku saat ini adalah KBLI tahun
2020 dengan angka 5 digit sebagai kode bidang usaha. Berikut adalah pembagian tingkat
risiko usaha dan jenis perizinan berusahanya:
TINGKAT Risiko Risiko
Risiko Rendah
RISIKO Menengah Menengah Risiko Tinggi (T)
(R)
Rendah (MR) Tinggi (MT)
PERIZINA Nomor Induk Berusaha
(NIB)
Nomor Induk
Berusaha (NIB) dan
Nomor Induk
Berusaha (NIB)
Nomor Induk
Berusaha (NIB),
N Sertifikat Standar dan Izin yang harus
BERUSAH (SS) berupa
Pernyataan Mandiri
Sertifikat Standar
(SS) yang harus
disetujui oleh
Kementerian/Lemba
A diverifikasi oleh ga/ Pemerintah
Kementerian/ Daerah, dan/atau
Lembaga/ Sertifikat Standar
Pemerintah Daerah (SS) jika dibutuhkan
Gambaran Umum Proses OSS Berbasis Risiko
Pendaftaran Penapisan
BPJS dan 1 Bidang Usaha Pertukaran data terkait
NPWP sertifikasi halal dan SNI
Skala Usaha*,
Lokasi*, KBLI,
Input data pada OSS BUPM, dsb
digunakan untuk Validasi data
pendaftaran pelaku perseorangan Sistem Perizinan UMK Produk
usaha belum memiliki Risiko Rendah Cetak
NPWP/BPJS
Perseorangan • Kewenangan Pusat
(Sistem OSS) 4 Produk OSS UUCK
Registrasi dan Sistem Perizinan UMK Produk
Smart Engine Smart Engine
Hak Akses Risiko Menengah
Risiko Perizinan Cetak
Pelaku Usaha Rendah/Tinggi, Tinggi
2 Validasi Sistem Perizinan Non-
Badan UMK Risiko Rendah,
Menengah, Tinggi
Database KBLI
berikut Sub-Proses Sub-Sistem
Validasi data
Ketentuannya Perizinan:
badan usaha
Pengajuan Pengawasan
Fasilitas
Persyaratan, Kewenangan
Memproses dan Validasi
Hak Akses (K/L/D), dan Integrasi dengan
Parameter Persyaratan
K/L/D Berizinan Berusaha
(K/L) terkait sesuai pengampu
bidang usaha
Aliran Permohonan Sesuai
Sektor, Lokasi, dan Bidang
Usaha (terkait Izin Lingkungan)
Pemrosesan Perizinan
3 di K/L/D terkait
K/L/D (Kementerian, Lembaga, dan Daerah)
Gambaran Umum Pemrosesan oleh K/L/D
Risiko Rendah (R) NIB
Pelaku
Usaha
Risiko Menengah Pernyataan NIB + SS
Rendah (MR) Mandiri
Pemilihan
Pengisian
Bidang
Data Usaha
Usaha Pemenuhan Pemenuhan
Risiko Menengah NIB + Izin
Validasi Tingkat Persyaratan Persyaratan
Sesuai KBLI Tinggi (MT)
2020 Risiko Dasar Sektoral
Izin Lokasi
Darat, Laut, Risiko Tinggi (T)
Hutan
Aliran data dan pertukaran data otomatis sesuai
bidang usaha, lokasi, skala, dan tingkat risiko
K/L/D
Verifikasi Verifikasi
Verifikasi
Persyaratan Persyaratan
Lokasi
Dasar Izin / SS
Persyaratan Dasar Perizinan Berusaha
Persetujuan
Kesesuaian Bangunan
Kegiatan Persetujuan Gedung (PBG)
Pemanfaatan 4 UU 2 UU dan Sertifikat 2 UU
Lingkungan 36 Pasal
Ruang (KKPR) 51 Pasal Laik Fungsi (SLF) 48 Pasal
(PL)
• Pemanfaatan ruang wajib mendapatkan • Setiap rencana usaha dan/atau kegiatan • PBG untuk membangun baru,
Konfirmasi/ Persetujuan/ Rekomendasi yang berdampak (penting/tidak penting) mengubah, memperluas, mengurangi,
KKPR, berbasis RDTR (atau RTR, RZ KSNT dan terhadap lingkungan hidup wajib dan/atau merawat BG sesuai standar
RZ KAW). memiliki: Amdal, UKL-UPL atau SPPL. teknis BG.
• Berlokasi di Perairan Pesisir, wilayah perairan • PL merupakan persetujuan terhadap: • Bangunan tak berisiko tinggi boleh
dan wilayah yurisdiksi, wajib mendapatkan KKLH (Keputusan Kelayakan Lingkungan mengacu prototipe/purwarupa.
Persetujuan KKPR Laut (KKPRL). Hidup)-Amdal, atau PKPLH (Pernyataan • Bangunan berisiko tinggi wajib
• Berlokasi di Kawasan Hutan, wajib Kesanggupan Pengelolaan Lingkungan disetujui pemerintah.
mendapatkan Persetujuan Penggunaan Hidup)-UKL-UPL. • SLF diterbitkan manajemen pengawas
Kawasan Hutan (P2KH). • Detail mengacu pada PP No. 22 Tahun konstruksi.
• Detail mengacu pada PP No. 21 Tahun 2021 2021 tentang Penyelenggaraan • Detail mengacu pada PP No. 16 Tahun
tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, Perlindungan dan Pengelolaan 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan
dan PP No. 23 Tahun 2021 tentang Lingkungan Hidup. UU No. 28 Tahun 2002 tentang
Penyelenggaraan Kehutanan. Bangunan Gedung.
Pertukaran Data dalam OSS Berbasis Risiko
Terdapat tiga metodologi yang digunakan di dalam OSS untuk terintegrasi dengan K/L/D
11 Kementerian Dalam Negeri Kementerian Tenaga Kerja
1 Kemenkumham BPJS Kesehatan
Pertukaran Data Terkait Kementerian Keuangan BPJS Ketenagkerjaan
Kementerian ATR/BPN Badan Standarisasi Nasional
Perizinan Berusaha
Kementerian Kelautan dan Badan Penyelenggaran Jaminan
Perikanan Produk Halal
Pemroresan, Pemenuhan Kementerian Lingkungan Hidup
Persyaratan, Validasi, dsb dan Kehutanan / PTSP
22 Kementerian PUPR Kepolisian Republik Indonesia
2 Kementerian Pertanian Kementerian Koperasi dan Usaha
Pemrosesan Perizinan Kementerian Perindustrian Kecil Menengah
Dengan Hak Akses K/L Kementerian ESDM Otoritas Jasa Keuangan
Kementerian Perhubungan PPATK
Otoritas Jasa Keuangan BPOM
Kementerian Kesehatan BAPETEN
Kementerian Ristek Dikti Kementerian Perdagangan
Kementerian Kominfo BP Batam
Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama
548 DPMPTSP Kebudayaan Direktorat Jenderal Anggaran
3 Kementerian Pariwisata
Pemrosesan Perizinan
Dengan Hak Akses Daerah
DPMPTSP [514 Kabupaten/Kota + 34 Provinsi]
Abu Dhabi Sydney
Level 4 Building B- Al Mamoura Mohammed BinKhalifa Street (15th Gold Field House. 1 Alfred Street. Suite 903 Sydney.
St) Muroor District. Abu Dhabi. UEA NSW 2000. AUSTRALIA
P : +971 26594275 / 26594274 P : +612 9252 0091
F : +971 26594150 F : +612 9252 0092
London Taipei
St. Martins House. 16 St. Martins le Grand. 3rd Floor London. EC1A Indonesian Economic and Trade Office to Taipei Director of
4EN. UNITED KINGDOM Investment Department
P : +44 (0) 207 397 8564 6F. No. 550. Rui Guang Road. Neihu District Taipei 114
F : +44 (0) 207 397 8565 P : +886 2 8752 6170 ext. 31. +886 2 8752 6084 (direct)
F : +886 2 8752 3706
New York
370 Lexington Ave. Suite 1903 New York. NY 10017. UNITED STATES Tokyo
OF AMERICA Fukoku Seimei Building 23F 2-2-2 Uchisaiwai-cho. Chiyoda-ku
P : +1 646 885 6600 Tokyo 100-0011 JAPAN
F : +1 646 885 6601 P : +81 3 3500 3878
F : +81 3 3500 3879
Singapore
8 Temasek Boulevard. Suntec Tower 3. #33-03 SINGAPORE 038988 Seoul
P : +65 6334 4410 International Financial Centre Seoul. 15 FL Two IFC. 10.
F : +65 6334 4891 Gukjegeumyung-ro. Youngdeungpo-gu. Seoul. 150945 Korea