MAKALAH OPERASIONAL RISET
DOSEN PEMBIMBING :
TEZAR ARIANTO, [Link]
DISUSU OLEH :
NAMA : SATRIA INDRA PERMANA
NPM : 1961201070
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU (UMB)
TAHUN AKADEMIK 2020/2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat, karunia, serta
taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini. Saya sangat berharap
makalah ini dapat berguna dalam menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai
operasional riset. Saya juga menyadari bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan
jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan makalah yang telah saya buat dimasa yang akan datang, mengingat tidak ada
sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang
yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan, dan memohon kritik dan saran yang membangun.
Bengkulu, 1 Juni 2021
Penyusun
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................i
DAFTAR ISI..............................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................1
1.1 Latar Belakang.................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah............................................................................2
1.3 Tujuan..............................................................................................2
BAB II ISI...................................................................................................3
2.1 Pengertian Program Linier........................................................................4
2.2 Formulasi Permasalan...............................................................................5
BAB III PENUTUP .....................................................................................
3.1 Kesimpulan......................................................................................6
3.2 Saran................................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................7
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Operasi riset (operation research) merupakan penerapan beberapa metode
ilmiah yang membantu memecahkan persoalan rumit yang muncul dalam kehidupan
sehari-hari kemudian di inteprestasikan dalam permodelan matematika guna
mendapatkan informasi solusi yang optimal. Operational research juga banyak
digunakan untuk mengambil keputusan yang logis serta dapat dijelaskan secara
kuantitatif. Pendekatan khusus ini bertujuan membentuk suatu metode ilmiah dari sistem
menggabungkan ukuran-ukuran faktor-faktor seperti kesempatan dan risiko, untuk
meramalkan dan membandingkan hasil-hasil dari beberapa keputusan, strategi atau
pengawasan. Karena keputusan dalam riset operasi dapat berkaitan dengan biaya
relevan, dimana semua biaya yang terkaitan dengan keputusan itu harus dimasukkan,
kualitas baik dipengaruhi oleh desain produk atau cara produk dibuat, kehandalan dalam
suplai barang dan jasa, kemampuan operasi untuk membuat perubahan dalam desain
produk atau kapasitas produksi untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan yang
terjadi.
Progam linier secara umum adalah program linier merupakan salah satu teknik
menyelesaikan riset operasi, dalam hal ini adalah khusus menyelesaikan masalah-masalah
optimasi (memaksimalkan atau memininumkan) tetapi hanya terbatas pada masalah-
masalah yang dapat diubah menjadi fungsi linear. Secara khusus, persoalan program
linear merupakan suatu persoalan untuk menentukan besarnya masing-masing nilai
variabel sehingga nilai fungsi tujuan atau objektif yang linear menjadi optimum
(memaksimalkan atau meminimumkan) dengan memperhatikan adanya kendala yang ada,
yaitu kendala yang harus dinyatakan dalam bentuk ketidaksamaan yang linear. Banyak
sekali keputusan utama dihadapi oleh seorang manajer perusahaan untuk mencapai tujuan
perusahaan dengan batasan situasi lingkungan operasi. Pembatasan tersebut meliputi
sumberdaya misalnya waktu, tenaga kerja, energi, bahan baku, atau uang. Secara umum,
tujuan umum perusahaan yang paling sering terjadi adalah sedapat mungkin
memaksimalkan laba. Tujuan dari unit organisasi lain yang merupakan bagian dari suatu
1
organisasi biasanya meminimalkan biaya. Saat manajer berusaha untuk menyelesaikan
masalah dengan mencari tujuan yang dibatasi oleh batasan tertentu, teknik sains
manajemen berupa program linear sering digunakan untuk permasalahan ini.
1.2 Rumusan Masalah
1.3.1 Apa yang dimaksud dengan Program Linier (Linear Programing)?
1.3.2 Bagaimana Formulasi Program Linier?
1.3 Tujuan
1.3.1 Dapat memahami tentang Program Linier.
1.3.2 Mengerti formulasi permasalahan Program Linier.
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Program Linier
Setiap perusahaan atau organisasi memiliki keterbatasan atas sumber dayanya, baik
keterbatasan dalam jumlah bahan baku, mesin dan peralatan, ruang tenaga kerja, jam
kerja, maupun modal. Dengan keterbatasan ini, perusahaan perlu merencanakan strategi
yang dapat mengoptimalkan hasil yang ingin dicapai, baik itu berupa keuntungan
maksimal atau biaya minimal. Berbagai cara lain telah ditemukan untuk tujuan itu, salah
satu diantaranya pemrograman linear (Eddy, 2008).
Pemrograman Linear merupakan metode matematik dalam mengalokasikan sumber
daya yang terbatas untuk mencapai suatu tujuan seperti memaksimumkan keuntungan dan
meminimumkan biaya. Pemrograman Linear banyak diterapkan dalam masalah ekonomi,
industri, militer, sosial dan lain-lain. Pemrograman Linear berkaitan dengan penjelasan
suatu kasus dalam dunia nyata sebagai suatu model matematik yang terdiri dari sebuah
fungsi tujuan linear dengan beberapa kendala linear (Siringoringo, 2005).
Program linear adalah suatu cara matematis yang digunakan untuk menyelesaikan
masalah yang berkaitan dengan pengalokasian sumberdaya yang terbatas untuk mencapai
optimasi, yaitu memaksimumkan atau meminimumkan fungsi tujuan yang bergabung
pada sejumlah variabel input. Penerapan program linear banyak diterapkan dalam
masalah ekonomi, industri, sosial dan lain-lainnya, misalnya periklanan, industri
manufaktur (penggunaan tenagakerja kapasitas produksi dan mesin), distribusi dan
pengangkutan, dan perbankan (portofolio investasi). Program linear berkaitan dengan
penjelasan suatu kasus dalam dunia nyata sebagai model matematik yang terdiri dari
sebuah fungsi tujuan linear dengan beberapa kendala linear. Pemrograman linear
merupakan metode matematik dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk
mencapai suatu tujuan seperti memaksimumkan keuntungan dan meminimumkan biaya.
Pemrograman linear banyak diterapkan dalam masalah ekonomi, industri, militer, sosial
dan lain-lain. Pemrograman linear berkaitan dengan penjelasan suatu kasus dalam dunia
nyata sebagai suatu model matematik yang terdiri dari sebuah fungsi tujuan linear dengan
beberapa kendala linear. Pemrograman linear meliputi perencanaan aktivitas untuk
mendapatkan hasil optimal, yaitu sebuah hasil yang mencapai tujuan terbaik (menurut
model matematika) diantara semua kemungkinan alternatif yang ada.
3
2.2 Formulasi Permasalahan
Masalah keputusan yang sering dihadapi analisis adalah alokasi optimum sumber
daya. Sumber daya dapat berupa uang, tenaga kerja, bahan mentah, kapasitas mesin,
waktu, ruangan atau teknologi. Tugas analisis adalah mencapai hasil terbaik dengan
keterbatasan sumber daya itu. Setelah masalah diidentifikasikan, tujuan ditetapkam,
langkah selanjutnya adalah formulasi model matematika. Formulasi model matematika
ada 3 tahap :
1. Tentukan variabel yang tidak diketahui dan dinyatakan dalam simbol.
2. Membentuk fungsi tujuan yang ditunjukkan sebagai suatu hubungan linier dari
variabel keputusan.
3. Menentukan semua kendala masalah tersebut dan mengekspresikannya dalam
persamaan atau pertidaksamaan.
Contoh Kasus:
Seorang pengrajin menghasilkan satu tipe meja dan satu tipe kursi. Proses yang
dikerjakan hanya merakit meja dan kursi. Dibutuhkan waktu 2 jam untuk merakit 1 unit
meja dan 30 menit untuk merakit 1 unit kursi. Perakitan dilakukan oleh 4 orang karyawan
dengan waktu kerja 8 jam perhari. Pelanggan pada umumnya membeli paling banyak 4
kursi untuk 1 meja. Oleh karena itu pengrajin harus memproduksi kursi paling banyak
empat kali jumlah meja. Harga jual per unit meja adalah Rp 1,2 juta dan per unit kursi
adalah Rp 500 ribu. Formulasikan kasus tersebut ke dalam model matematiknya !
Penyelesaian
Langkah Pertama
Mengidentifikasi tujuan, alternatif keputusan dan sumber daya yang
membatasi. Berdasarkan informasi yang diberikan pada soal, tujuan yang ingin
dicapai adalah memaksimumkan pendapatan. Alternatif keputusan adalah jumlah
meja dan kursi yang akan diproduksi. Sumber daya yang membatasi adalah waktu
kerja karyawan dan perbandingan jumlah kursi dan meja yang harus diproduksi
(pangsa pasar).
4
Langkah Kedua
Memeriksa sifat proporsionalitas, additivitas, divisibilitas dan kepastian.
Informasi di atas tidak menunjukkan adanya pemberian diskon, sehingga harga
jual per meja maupun kursi akan sama meskipun jumlah yang dibeli semakin
banyak. Hal ini mengisyaratkan bahwa total pendapatan yang diperoleh pengrajin
proposional terhadap jumlah produk yang terjual. Penggunaan sumber daya yang
membatasi , dalam hal ini waktu kerja karyawan dan pangsa pasar juga
proporsional terhadap jumlah meja dan kursi yang diproduksi. Dengan demikian
dapat dinyatakan sifat proporsionalitas dipenuhi. Total pendapatan pengrajin
merupakan jumlah pendapatan dari keseluruhan meja dan kursi yang terjual.
Penggunaan sumber daya ( waktu kerja karyawan dan pangsa pasar) merupakan
penjumlahan waktu yang digunakan untuk memproduksi meja dan kursi. Maka
dapat dinyatakan juga sifat additivitas dipenuhi. Sifat divisibilitas dan kepastian
juga dipenuhi.
5
3.2 Saran
Penulis menyadari bahwasannya makalah ini masih terdapat banyak
kekurangannya. Oleh karena itu, kritik dan saan yang membangun sangat diperlukan
untuk menyempurnakan makalah ini agar lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat
memberikan pengetahuan dan wawasan mendalam bagi penulis khususnya dan bagi
pembaca umumnya
6
DAFTAR PUSTAKA
Hartas, Siffa. “Program Linier Metode Grafik”.5 Oktober 2012.
[Link]
NN. “Program linier”. 11 Maret 2011.
[Link]
Riandini, Sarah B. “Program Linier”. 14 Januari 2014.
[Link]
Mulyono, Adi H. “Operation research”.
[Link]
q=cache:Xq7vQjySDxUJ:[Link]
[Link]+&cd=4&hl=id&ct=clnk&gl=id
[Link]