100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
391 tayangan18 halaman

Panduan Dokumen Transfer Pricing

Dokumen menjelaskan tentang kewajiban penyusunan dokumen transfer pricing (TP Doc) yang terdiri dari master file, local file, dan laporan per negara (CbCR). Wajib pajak diwajibkan menyusun TP Doc jika memenuhi kriteria peredaran bruto tertentu atau melakukan transaksi afiliasi dengan nilai tertentu. Contoh kasus mendemonstrasikan penerapan aturan tersebut terkait kewajiban penyusunan TP Doc.

Diunggah oleh

Dwi Putro Pangestu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
391 tayangan18 halaman

Panduan Dokumen Transfer Pricing

Dokumen menjelaskan tentang kewajiban penyusunan dokumen transfer pricing (TP Doc) yang terdiri dari master file, local file, dan laporan per negara (CbCR). Wajib pajak diwajibkan menyusun TP Doc jika memenuhi kriteria peredaran bruto tertentu atau melakukan transaksi afiliasi dengan nilai tertentu. Contoh kasus mendemonstrasikan penerapan aturan tersebut terkait kewajiban penyusunan TP Doc.

Diunggah oleh

Dwi Putro Pangestu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TRANSFER PRICING

DOCUMENTATION (TP DOC)

[Link]
DEFINISI 2

➢sekumpulan subjek pajak yang menjalankan kegiatan usaha yang


Grup Usaha terdiri dari pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa

➢salah satu anggota dari Grup Usaha yang memenuhi kriteria:


a. menguasai secara langsung atau tidak langsung satu atau lebih
anggota lain dalam Grup Usaha; dan
Entitas Induk [Link] kewajiban untuk menyelenggarakan laporan
keuangan konsolidasi berdasarkan standar akuntansi keuangan
yang berlaku di Indonesia dan/atau berdasarkan ketentuan yang
mengikat emiten bursa efek di Indonesia.

[Link]
JENIS TP DOC 3

Master File Local File CbCR


(Dokumen Induk) (Dokumen Lokal) (Laporan per Negara)

[Link]
1. WP WAJIB MASTERFILE DAN LOCAL FILE 4
No

berjalan
Wajib Pajak melakukan Tidak membuat

Tahun
transaksi afiliasi TP Doc
Yes
Peredaran bruto Yes
Peredaran Bruto: > 50M
Wajib TP Doc

Mengacu Tahun Pajak


No (MF & LF)

sebelumnya
jumlah bruto dari penghasilan yang Trx Afiliasi barang Yes yang
diterima atau diperoleh sehubungan
dengan pekerjaan, usaha atau
berwujud > 20M mencakup
kegiatan utama Wajib Pajak sebelum No semua
dikurangi diskon, rabat, dan pengurang
Trx Afiliasi jasa, bunga, Yes Transaksi
lainnya
brng tdk berwujud, atau Afiliasi
lainnya > 5M MF
dihitung dengan cara disetahunkan No LF
dalam hal Tahun Pajak diperolehnya berjalan
Pihak afiliasi berada di Yes
peredaran bruto dan/atau dilakukannya
Tahun

Transaksi Afiliasi <12 bulan negara dgn tarif pajak


< tarif Ps 17
No
Tidak wajib TP Doc
[Link]
2. WP WAJIB CbCR 5

Primary Filling Mechanism


Entitas Induk
dari Grup Usaha di Indonesia

Peredaran bruto konsolidasi thn pajak No Tidak membuat


bersangkutan ≥ 11 T? CbCR
Yes

Wajib No Memiliki transaksi


CbCR afiliasi?

Yes

Wajib
MF, LF, CbCR

[Link]
2. WP WAJIB CbCR 6

Secondary Filling Mechanism


WPDN Indonesia Entitas Induk
yg merupakan anggota dari Grup Usahadari
yg Grup Usaha di Indonesia
Induknya
berada di luar Indonesia

Negara Entitas Induk No


mewajibkan CbCR?
Wajib
No CbCR
Negara Entitas Induk memiliki perjanjian
pertukaran CbC dgn Indonesia?
Yes
Negara Entitas Induk memiliki perjanjian No
pertukaran CbC dgn Indonesia, dan CbC dapat
diperoleh?
Yes
Tidak membuat CbCR
[Link]
KEWAJIBAN MENERAPKAN ARM’S LENGTH PRINCIPLE 7

Diwajibkan membuat TP
Doc berdasarkan
PMK 213/PMK.03/2016

Wajib Pajak
Wajib menerapkan
melakukan
Arm’s Length Principle
transaksi afiliasi

Tidak Diwajibkan
membuat TP Doc
berdasarkan
PMK 213/PMK.03/2016

[Link]
CONTOH KASUS 1 (TERKAIT MF DAN LF) 8

PT ABC adalah perusahaan Indonesia bagian dari grup usaha ABC Ltd. yang melakukan Transaksi Afiliasi
dengan tahun buku dimulai dari 1 Januari sampai dengan
Entitas 31 Desember.
Induk
dari Grup Usaha di Indonesia
2016 2017 2018
P e r e d a r a n b r uto ( t r a n s a k s i b a r a n g
b e r w ujud ):
Af ilia s i [Link] [Link] [Link]
Non afiliasi [Link] [Link] [Link]
To t a l peredaran b r uto [Link] [Link] [Link]
B i a y a royalti (afiliasi) 0 0 [Link]

2017 harus tersedia paling lambat tanggal


MF LF
peredaran bruto 2016 30 April 2018
> 50M
2018
peredaran bruto 2017 < 50M, MF LF
trx brng berwujud
<20M
2019
MF LF harus tersedia paling lambat tanggal
peredaran bruto 2018 <
50M, namun royalti > 5M
30 April 2020
[Link]
CONTOH KASUS 2 (TERKAIT MF DAN LF) 9

PT DEF merupakan perusahaan multinasional yang Melakukan Transaksi Afiliasi dan didirikan di Indonesia
Entitas Induk
pada tanggal 1 Oktober 2016, dengan tahun buku dimulai dari 1 Januari sampai dengan 31 Desember.
dari Grup Usaha di Indonesia
Untuk bagian tahun pajak Oktober s.d. Desember 2016, PT DEF melaporkan jumlah peredaran bruto
sebesar Rp20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah).
Penghitungan peredaran bruto untuk menentukan kewajiban menyelenggarakan dan menyimpan dokumen
Penentuan Harga Transfer:

Peredaran bruto 3 bulan = Rp20.000.000.000,00 Peredaran bruto


disetahunkan adalah :
12/3 x Rp20.000.000.000,00=Rp80.000.000.000,00

peredaran bruto MF LF
harus tersedia paling lambat tanggal
disetahunkan 2016 > 50M 30 April 2018

[Link]
CONTOH KASUS 3 (TERKAIT CbCR) 10

PT GHI adalah perusahaan Indonesia yang memenuhi persyaratan sebagai Entitas Induk.
Entitas Induk
Sebagai Entitas Induk, PT GHI melaporkan peredaran bruto konsolidasi untuk Grup Usahanya sebagai
berikut: dari Grup Usaha di Indonesia
Tahun Pajak 2016 sebesar Rp12.[Link],00.
Tahun Pajak 2017 sebesar Rp10.[Link],00.
Tahun Pajak 2018 sebesar Rp13.[Link],00.
Tahun buku PT GHI dimulai dari 1 Januari sampai dengan 31 Desember

2016 harus tersedia paling lambat tanggal 31 Des


CbCR
peredaran bruto> 11 T 2017

2017
peredaran bruto< 11 T CbCR

2018 harus tersedia paling lambat tanggal 31 Des


CbCR
peredaran bruto> 11 T 2019
[Link]
RINCIAN DOKUMEN TP 11

a. struktur dan bagan kepemilikan serta negara atau yurisdiksi masing-masing anggota;
b. kegiatan usaha yang dilakukan;
c. harta tidak berwujud yang dimiliki;
d. aktivitas keuangan dan pembiayaan; dan
Dokumen e. Laporan Keuangan Konsolidasi Entitas Induk dan informasi perpajakan terkait
Induk
Transaksi Afiliasi.
Pasal 8 Ayat (1)
& Lampiran C

a. identitas dan kegiatan usaha yang dilakukan;


b. informasi Transaksi Afiliasi dan transaksi independen yang dilakukan;
c. penerapan Prinsip Kewajaran dan Kelaziman Usaha;
Dokumen Dokumen
Penentuan
d. informasi keuangan; dan
Lokal
Harga e. peristiwa-peristiwa/ kejadian-kejadian/ fakta-fakta non-keuangan yang
Pasal 9 Ayat(1)
Transfer & Lampiran D memengaruhi pembentukan harga atau tingkat laba.
Pasal 2 Ayat
(1)

a. alokasi penghasilan, pajak yang dibayar, dan aktivitas usaha per negara atau
Laporan Per yurisdiksi dari seluruh anggota Grup Usaha baik di dalam negeri maupun luar
Negara.
negeri, yang meliputi nama negara atau yurisdiksi, peredaran bruto, laba (rugi)
Pasal 10 Ayat (1)
sebelum pajak, Pajak Penghasilan yang telah dipotong/ dipungut/ dibayar sendiri,
Pajak Penghasilan terutang, modal, akumulasi laba ditahan, jumlah pegawai tetap,
dan harta berwujud selain kas dan setara kas; dan
b. daftar anggota Grup Usaha dan kegiatan usaha utama per negara atau yurisdiksi.

[Link]
KEWAJIBAN MENYELENGGARAKAN DAN MENYIMPAN TP DOC 12

Master File

Local File

CbCR
Entitas Induk
dari Grup Usaha di Indonesia

Ex-Ante Ex-Ante

Berdasarkan data dan informasi Berdasarkan data dan informasi Berdasarkan data dan informasi
yang tersedia saat dilakukan yang tersedia saat dilakukan yang tersedia s.d. akhir Tahun
transaksi transaksi Pajak
Jika tidak memenuhi, maka dianggap tidak menerapkan prinsip kewajaran & kelaziman usaha
Contemporaneus Contemporaneus
Harus tersedia paling lama 4 bulan Harus tersedia paling lama 4 bulan Harus tersedia paling lama 12
setelah akhir Tahun Pajak setelah akhir Tahun Pajak bulan setelah akhir Tahun Pajak

Harus dilampiri surat pernyataan mengenai saat tersedianya


dokumen & di ttd pihak yg menyediakan dokumen

[Link]
PELAPORAN TP DOC 13

Master File

Local File
Entitas Induk Sebagai
dari Grup Usaha di Indonesia Lampiran SPT
Tahunan PPh
Badan Tahun
Pajak yang
bersangkutan
pernyataan saat pernyataan saat

Ikhtisar
tersedianya tersedianya
dokumen dokumen

Lampiran huruf B
PMK 213/PMK.03/2016
Disimpan WP dan wajib disampaikan
saat diminta oleh DJP

Lampiran huruf E Sebagai


lampiran SPT
CbCR

Lampiran huruf F Tahunan PPh


Badan Tahun
Lampiran huruf G Pajak
berikutnya
PMK 213/PMK.03/2016
[Link]
PERMINTAAN TP DOC OLEH DJP 14

Pengawasan
pengawasan Pemeriksaan
kepatuhan
kepatuhan DJP berwenang Pemeriksaan
Bukper
Entitas Induk
Bukper
SE-39/PJ/2015
melakukan permintaan PMK-
14 hari dari surat
dariTP
Grup Usaha
Docs (MFdidan
Indonesia
LF)
239/PMK.03/2014
14 hari dari tanggal kirim
permintaan surat peminjaman
WP harus memenuhi sesuai
jangka waktu sesuai ketentuan
Pemeriksaan peraturan perundang2an Penyidikan
KUHAP
PMK-17/PMK.03/2013 sttd.
PMK-184/PMK.03/2015
1 bulan dari permintaan

TP Doc disampaikan
TP Doc tidak
namun melebihi
disampaikan
jangka waktu

WP dianggap tidak
Tidak
memenuhi kewajiban
dipertimbangkan
menyelenggarakan &
sebagai TP Docs
menyimpan TP Docs
[Link]
PERMINTAAN TP DOC OLEH DJP 15

Pengurangan
Penelitian
Entitas Induk /pembatalan
keberatan
dari Grup Usaha di Indonesia SKP
Pembetulan
Pengurangan
Pengurangan
/pembatalan
/pembatalan STP
sanksi adm

DJP berwenang melakukan


permintaan TP Docs (MF dan LF)

WP harus memenuhi sesuai jangka waktu sesuai


ketentuan peraturan perundang2an

[Link]
BAHASA DALAM TP DOC 16

Entitas Induk
dari Grup Usaha di Indonesia
TP Docs harus WP memiliki izin TP Docs dapat
dibuat oleh menyelenggarakan dibuat sesuai bahasa
Wajib Pajak pembukuan asing, dan disertai
dalam bahasa dalam bahasa asing terjemahannya
Indonesia dan mata uang selain dalam Bahasa
rupiah Indonesia

[Link]
[Link]
[Link]

Anda mungkin juga menyukai