0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
117 tayangan3 halaman

Dampak Cassava Mosaic Virus pada Tanaman

Dokumen tersebut membahas beberapa penyakit tanaman seperti virus mosaik pada singkong yang disebabkan oleh Cassava mosaic virus dan ditularkan oleh serangga kutu kebul, penyakit layu bakteri pada ubi kayu disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum, penyakit bulai pada jagung disebabkan oleh jamur Peronosclerospora maydis, dan penyakit hawar pada kentang disebabkan oleh jamur Phytophthora infestans.

Diunggah oleh

Icha Kartika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
117 tayangan3 halaman

Dampak Cassava Mosaic Virus pada Tanaman

Dokumen tersebut membahas beberapa penyakit tanaman seperti virus mosaik pada singkong yang disebabkan oleh Cassava mosaic virus dan ditularkan oleh serangga kutu kebul, penyakit layu bakteri pada ubi kayu disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum, penyakit bulai pada jagung disebabkan oleh jamur Peronosclerospora maydis, dan penyakit hawar pada kentang disebabkan oleh jamur Phytophthora infestans.

Diunggah oleh

Icha Kartika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mosaik pada singkong ini umumnya disebabkan oleh Cassava mosaic virus (CMV) dimana virus

ini ditularkan secara efisien oleh serangga kutu kebul, Bemisia tabaci. Perkembangan penyakit di
lapangan banyak ditentukan oleh ke limpahandan aktivitas serangga penular B. tabaci. Oleh
karena itu ledakan (outbreak) penyakit virus mosaik umumnya terjadi pada musim kemarau
mengikuti populasi B. tabaci yang meningkat pada musim kemarau. Kutu kebul muda dan
dewasa akan menghisap cairan daun. Adanya serangan kutu kebul tidak akan menimbulkan
kerusakan yang berarti pada tanaman ubi kayu, namun apabila serangan mengandung virus
(viruliverus) maka sambil menghisap cairan tanaman, serangga menularkan Cassava mosaic
virus (CMV). Pada umumnya serangan dan kerusakan akibat hama dimusim kemarau akan lebih
tinggi dibandikan pada musim penghujan. Hal tersebut disebabkan siklus hidup hama pada
musim kemarau lebih pendek sehingga populasinya berkembang lebih cepat. Kerusakan tanaman
ubi kayu akibat serangan hama dipengaruhi oleh jenis hama yang menyerang, tingkat ketahanan
tanaman terhadap hama, umur tanaman, umur tanaman waktu terjadi serangan dan periode
lamanya serangan hama (Saleh, 2016)

Penyakit layu bakteri Ralstonia disebakan oleh Ralstonia solanacearum, yang merupakan bakteri
tular tanah, sehingga dapat bertahan di tanah selama bertahun-tahun dalam keadaan tidak aktif.
Pada tanaman tua, layu pertama biasanya terjadi pada daun yang terletak pada bagian bawah
tanaman. Pada tanaman muda, gejala layu mulai tampak pada daun bagian atas tanaman. Setelah
beberapa hari gejala layu diikuti oleh layu yang tiba-tiba dan seluruh daun tanaman menjadi layu
permanen, sedangkan warna daun tetap hijau, kadang-kadang sedikit kekuningan. Jaringan
vaskuler dari batang bagian bawah dan akar menjadi kecoklatan. Bila batang atau akar dipotong
melintang dan dicelupkan ke dalam air yang jernih, maka akan keluar cairan keruh koloni bakteri
yang melayang dalam air menyerupai kepulan asap. Serangan pada buah menyebabkan warna
buah menjadi kekuningan dan busuk. Infeksi terjadi melalui lentisel dan akan lebih cepat
berkembang bila ada luka mekanis. Penyakit berkembang dengan cepat pada musim hujan
(Meilin, 2014).

Serangan penyakit bulai yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora maydis. Penyakit bulai
memiliki gejala berupa adanya garis-garis sejajar tulang daun berwarna putih sampai kuning
diikuti dengan garis-garis khlorotik sampai coklat bila infeksi makin lanjut. Tanaman terlihat
kerdil dan tidak berproduksi, tetapi bila masih sempat berproduksi, ini merupakan hasil infeksi
yang terlambat dan biji jagung yang dihasilkan sudah terinfeksi patogen. Jamur berkembang
secara sistemik sehingga bila patogen mencapai titik tumbuh, maka seluruh daun muda yang
muncul kemudian mengalami khlorotik; sedang daun pertama sampai ke empat masih terlihat
sebagian hijau. Di permukaan bawah daun yang terinfeksi, dapat dilihat banyak terbentuk tepung
putih yang merupakan spora patogen tersebut. Patogen membentuk dua tipe hifa di dalam
jaringan daun yaitu yang menjalar panjang, kurang bercabang dan yang banyak bercabang,
berkelompok. Patogen membentuk haustoria dalam sel-sel inang untuk menyerap makanan.
Patogen ini dapat bertahan hidup sebagai miselium dalam embrio biji yang terinfeksi. Infeksi
biasanya terjadi pada tanaman jagung muda melalui stomata dan berkembang secara sistemik
(Sudjono, 2018)

Antraknosa pada cabai disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. jamur ini memiliki
karekteristik berupa miselium yang berwarna gelap dengan hifa tidak bersekat, konidiofor tidak
bercabang dan konidia berbentuk bulan sabit tidak bersekat serta hialin. Gejala awal dari
tanaman yang terserang antraknosa adalah mula-mula berupa bercak kecil yang selanjutnya
dapat berkembang menjadi lebih besar. Gejala tunggal cenderung berbentuk bulat, tetapi karena
banyaknya titik awal gejala maka gejala yang satu dengan yang lain sering bersatu hingga
membentuk bercak yang besar dengan bentuk tidak bulat. Pada gejala yang sudah cukup besar,
sering di bagian tepinya coklat dan di bagian tengahnya putih. Bercak yang terbentuk umumnya
agak cekung atau berlekuk dan dimulai dari bagian tengahnya mulai terbentuk aservulus jamur
yang berwarna hitam, yang biasanya membentuk lingkaran yang berlapis (Sulastri, 2014).

Penyakit hawar dapat menyerang daun, batang dan umbi tanaman kentang. Penyakit ini
disebabkan oleh jamur Phytophthora infestans Gejala awal penyakit ini adalah adanya bercak
nekrotik kecil yang berminyak pada permukaan jaringan tanaman yang kemudian melebar
sehingga membentuk daerah berwarna coklat tua. Bercak aktif diliputi oleh massa sporangium
seperti tepung putih dengan latar belakang hijau kelabu kemudian yang mudah menyebar ke
bagian lain tanaman. Batang dan tangkai daun yang terinfeksi menjadi jaringan lunak dan
menyisakan bagian struktural dari batang saja sehingga pada kondisi intensitas serangan tinggi
terjadi kerontokan daun. Pinggiran daun yang sakit akan menggulung keatas, layu, berwarna
coklat tua dan membusuk (Brugman, 2017)
Soetarman. 2017. Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Tanaman. UMSIDA Press. Sidoarjo

Sopialena. 2017. Segitiga Penyakit Tanaman. Mulawarman University Press. Samarinda

Brugman, E. 2017. Pengendalian Penyakit Hawar (Lateblight) pada Kentang (Solanum


Tuberosum  L.) Melalui Penerapan Solarisasi Tanah dan Aplikasi Agen Hayati Trichoderma
Harzianum. Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang.

Sulastri, S., dkk. 2014. Identifikasi Penyakit yang Disebabkan oleh Jamur dan Intensitas
Serangannya pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian
Universitas Riau. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau. Vol. 1 (1) :1-14

Sudjono, M.S. 2018. Penyakit Jagung dan Pengendaliannya. Balai Penelitian Tanaman Pangan
Bogor. Bogor.

Meilin, A. 2014. Hama dan Penyakit pada Tanaman Cabai serta Pengendaliannya. Balai
Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi. Jambi.

Saleh, N., dkk. 2016. Penyakit-Penyakit Penting pada Ubi Kayu. Balitkabi. Malang.

Pada buah terdapat bercak berwarna kecoklatan sedikit berlekuk. Pada gejala lanjut
buahmengerut, kering seperti mummi. Pada buah yangtelah mengerut terdapat bintik-bintik kecil
yangberwana kehitam-hitaman. Serangan yang berat dapat menyebabkan seluruh buah
mengering dan mengerut.

Anda mungkin juga menyukai