Modul Pembelajaran
Poltekkes Tanjungkarang
RESUSITASI
Prodi Keperawatan Kotabumi
JANTUNG
PARU
Fajar Desma Wahyudi
Sumber video: Kanal Youtube Chest Compression Austin Visuals 3D Animation
Studio
sumber gambar: [Link]
Deskripsi & Tujuan
Pembelajaran
Deskripsi
Modul ini merupakan materi pembelajaran Mata Kuliah Keperawatan Gawat
Darurat untuk mencapai kompetensi keterampilan melakukan tindakan bantuan
hidup dasar resusitasi jantung paru.
Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan modul ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan
konsep resusitasi jantung paru pada korban yang mengalami henti napas atau
jantung.
Definisi
Henti Napas
Henti napas atau respiratory arrest adalah keadaan berhentinya pernapasan
atau pernapasan tidak efektif seperti pada pernapasan agonal /agonal gasping
(Respiratory arrest, [Link]/respiratory-arrest/).
Henti Jantung
Henti jantung atau cardiac arrest adalah keadaan tidak adanya denyut jantung
akibat malfungsi kelistrikan jantung sehingga darah tidak dapat dipompakan
melalui system sirkulasi, dimanifestasikan dengan tidak adanya denyut nadi.
Resusitasi Jantung Paru
Tindakan pertolongan darurat untuk mengembalikan kesadaran, meresusitasi,
atau mempertahankan kehidupan seseorang yang mengalami henti jantung
atau henti napas (Jones, SA. 2014).
Tindakan pemijatan jantung dan paru (kompresi dada) dari luar tubuh
dilakukan pada pasien henti jantung atau tidak terabanya nadi karotis (Hidayati
R., dkk. 2014).
INDIKASI & TUJUAN RJP
Indikasi dilakukan RJP adalah korban mengalami henti napas, dan henti jantung
sedangkan tujuannya adalah mencegah berhentinya sirkuliasi dan atau pernapasan,
serta memberikan bantuan eksternal terhadap sirkulasi dan ventilasi.
MEKANISME KERJA RJP
Resusitasi jantung dilakukan dengan melakukan kompresi dada. Kompresi dada
mendorong jantung pada vertebra. Tekanan dari sternum dan vertebra mengakibatkan
jantung terkompresi yang selanjutnya akan mendorong darah keluar dari ventrikel
menuju sirkulasi sistemik dan sirkulasi pulmonal.
Selain itu, kompresi dada mempengaruhi terjadinya aliran sistemik karena adanya
perbedaan tekanan antara atrium, ventrikel, dan arteri. Ketika terjadi rekoil dada,
penurunan tekanan intratorakal berperan dalam terjadinya aliran balik vena menuju
jantung. Perubahan tekanan intratorakal juga mempengaruhi aliran udara dari dan ke
paru-paru. Perhatikanlah video dibawah ini.
Klik pada panah
Sumber video: Kanal Youtube Conventional CPR Physiology
Dapatkah Anda menyebutkan kembali bagaimana kompresi dada mempengaruhi
sirkulasi darah dan ventilasi pada korban yang tidak sadar?
LANGKAH-LANGKAH RJP
Tindakan RJP dilakukan melalui serangkaian tindakan yang berurutansebagaimana
ditunjukkan dalam skema dibawah ini.
Danger
Response
Compression
Airway
Breathing
DANGER
Pastikan bahwa penolong, korban, dan
lingkungan (termasuk orang lain) dalam
keadaan aman, tidak dalam bahaya.
Pastikan penolong telah menggunakan APD
yang diperlukan sebelum mengamankan
korban. Amankan korban di tempat yang
terhindar dari berbagai bahaya (kendaraan /
jalan raya, listrik, reruntuhan, tenggelam)
dan baringkan di tempat yang datar, keras,
tidak berbatu-batu, dan sebaiknya daerah
yang kering. Pada masa Covid19, penolong
wajib mengenakan APD level 3
SUMBER GAMBAR:
[Link] ;
[Link] ; &
[Link]
RESPONSE
Periksa kesadaran korban secara kualitatif menggunakan metode AVPU (alert, verbal,
pain, unresponsive) dengan cara menepuk bahu korban cukup kuat menggunakan
telapak tangan atau punggung tangan sambil memanggil korban “Pak/Bu, buka mata
Anda, apakah Anda baik-baik saja?”
Sumber gambar:
[Link]
Jika korban sadar, tanyakan apakah korban memerlukan bantuan. Jika korban tidak
sadar, aktifkanlah system emergency dengan cara: jika di rumah sakit laporkan adanya
code blue pada petugas. Jika ditempat umum, berteriaklah “Tolong, ada (sebutkan
jumlah korban) korban tidak sadarkan diri di (sebutkan nama tempatnya). Anda (sambil
menunjuk seseorang tertentu), tolong panggilkan ambulans sekarang). Jika di lokasi
kejadian tersedia alat Automated External Defibrilator (AED) minta seseorang
mengambilkan AED.
Periksa nadi karotis dan napas korban secara
bersamaan dalam waktu 10 detik atau kurang.
Periksa nadi karotis dengan meletakkan 2 jari
COMPRESSION
tangan 2-3 CM ke arah kanan atau kiri dari
trachea sesuai arah tangan penolong. Periksa
adanya napas dengan mendekatkan telinga
pada hidung korban sambil melihat adanya
pergerakan dinding dada, dengarkan adanya
suara napas, dan rasakan adanya hembusan
napas. Pada masa Pandemi Covid-19, cukup
dengan melihat gerak pernapasan tanpa
mendekatkan telinga penolong pada hidung
korban.
Sumber gambar:
[Link]
Jika ditemukan:
Ada nadi dan ada napas, posisikan pasien pada posisi sisi mantap dan pantau nadi
dan napas setiap 2 menit sampai bantuan tiba. Lo
Ada nadi tidak ada napas, berikan bantuan ventilasi rescue breathing yaitu ventilasi
10-12 kali/menit selama 2 menit. Setiap 2 menit lakukan cek nadi dan napas.
Tidak ada nadi dan napas, maka lakukan kompresi jantung luar sebanyak 30 kali.
Tehnik kompresi dada:
1. Perawat jongkok dengan posisi tumit sejajar kepala dan dada korban (bahu korban
ada di bagian tengah)
2. Letakkan tumit tangan dominan pada dada: garis imajiner kedua putting susu di titik
tengah sternum, atau di ½ sternum bagian bawah, atau 2 jari diatas PX pada tulang
sternum. Tangan non dominan mengunci tangan dominan. Luruskan kedua siku.
Pada anak, gunakan 1 tangan, dan bayi menggunakan tehnik 2 jari, atau ibu jari.
sumber gambar: Modul ENIL, HIPGABI
Tekan dada korban menggunakan bahu penolong dengan kedalaman 5-6 CM,
kecepatan 100-120 kali/menit. Berikan waktu bagi dada untuk recoil secara penuh
setiap kali kompresi. Pada anak tekan sedalam 5 CM, dan bayi 4 CM atau 1/3
diameter antero-posterior dada.
sumber gambar: [Link] ;
[Link]
AIRWAY
Bersihkan jalan napas jika terdapat sumbatan dengan tehnik cross finger dan finger
sweep, lanjutkan membuka jalan napas dengan melakukan head tilt dan chin lift (jika
pasien bukan pasien trauma atau tidak dicurigai terjadi fraktur tulang servikal). Jika
dicurigai korban mengalami fraktur tulang servikal, buka jalan napas dengan melakukan
jaw thrust. Tehnik jaw thrust tidak boleh menggerakkan tulang cervikal.
Head Tilt, Chin Lift Jaw Thrust
[Link] [Link]
Cross Finger Jaw ThrustFInger Sweep
[Link] [Link]
BREATHING
Berikan 2 kali ventilasi. Jarak ventilasi pertama dengan berikutnya minimal 1 detik.
Ventilasi dapat dilakukan menggunakan Bag Valve Mask (BVM) atau disebut juga
resusitator.
Ujung masker dipasang menutupi mulut dan hidung, dipegang tangan menggunakan
tehnik EC clamp dan tangan yang lain memompakan udara sejumlah volume tidal.
Sumber gambar: [Link] &
[Link]
Setelah dilakukan kompresi dada sebanyak 30 kali dan ventilasi 2 kali (disebut 1 siklus),
lanjutkan melakukan RJP selama 5 siklus. Setelah 5 siklus (2 menit) cek ulang nadi napas.
Jika tidak ada nadi dan napas, ulangi RJP 5 siklus lagi. Jika ada nadi tidak ada napas,
berikan rescue breathing. Jika ada nadi dan napas, berikan posisi sisi mantap (recovery
position). Setiap 2 menit selalu dilakukan cek nadi dan napas.
Sumber gambar: Materi ENIL, HIPGABI
Perbandingan kedalaman kompresi dan rasio kompresi terhadap ventilasi pada korban
dewasa, anak, dan bayi dengan 1 atau 2 orang penolong ditampilkan dalam gambar
3.10berikut ini:
UPDATE MASA PANDEMI COVID-19
KURANGI PAPARAN BAGI PETUGAS
KENAKAN APD SEBELUM MENDATANGI LOKASI KORBAN
BATASI PEPTUGAS
PERTIMBANGKAN PENGGUNAAN ALAT RJP MEKANIS BAGI KORBAN/PASIEN YANG
MEMNUHI KRITERIA
KOMUNIKASIKAN STATUS COVID-19 PADA SETIAP PETUGAS BARU
PRIORITASKAN STRATEGI OKSIGENASI & VENTILASI DENGAN RISIKO AEROSOL
YANG RENDAH
GUNAKAN HEPA FILTER UNTUK SELURUH TINDAKAN VENTILASI
INTUBASI DINI DENGAN TUBE BALON (JIKA MEMUNGKINKAN) DAN HUBUNGKAN KE
VENTILATOR
UPAYAKAN TINDAKAN INTUBASI SEKALI LANGSUNG BERHASIL
BERI JEDA KOMPRESI DADA SAAT INTUBASI
PERTIMBANGKAN PEMAKAIAN VIDEO LARINGOSKOPI (JIKA TERSEDIA)
SEBELUM INTUBASI, GUNAKAN ALAT BV (ATAU T-PIECE PADA NEONATUS) DENGAN
HEPA FILTER & PLESTER KENCANG
UNTUK KORBAN DEWASA, PERTIMBANGKAN PEMBERIAN OKSIGENASI PASIF
DENGAN NRM SEBAGAI ALTERNATIF GVM UNTUK DURASI PENDEK
JIKA INTUBASI TERTUNDA, PERTIMBANGKAN PEMASANGAN SUPRAGLOTIC AIRWAY
MINIMALKAN CLOSED CIRCUIT DISCONNECTION
PERTIMBANGKAN KETEPATAN PEMBERIAN TINDAKAN RJP
ADDRESS GOALS OF CARE
ADOPT POLICIES TO GUIDE DETERMINATION, TAKING INTO ACCOUNT
PATIENT RISK FACTORS FOR SURVIVAL
Simak dan perhatikanlah video tindakan Resusitasi Jantung Paru
pada korban dewasa dan kanak-kanak di bawah ini !
Silakan Scan
Sumber Video: Kanal Youtube CPR Certification Institute
Silakan Scan
Sumber Video: Kanal Youtube CPR Certification Institute
Bagaimana? Mudah bukan?
Melakukan Resusitasi Jantung Paru semudah mengingat D R C A B !
Sudah siap untuk melatih keterampilan baru?
1. Buatlah kelompok yang terdiri dari 3 orang untuk masing-masing kelompok.
2. Buatlah skenario untuk mempraktikkan tindakan RJP dalam kelompok Anda secara
bergantian
3. Videokanlah tindakan RJP yang Anda lakukan lalu kumpulkanlah kepada dosen
pembimbing
LAMPIRAN & EVALUASI
Klik untuk membuka Algoritma Bantuan Hidup Dasar Henti Jantung Dewasa Pada Pasien Suspek
ataupun Terkonfirmasi Covid-19
Klik untuk membuka SOP Prosedur Resusitasi Jantung Paru
Klik untuk membuka Soal Latihan
Sumber-sumber gambar: [Link]
DAFTAR PUSTAKA
American Heart Association. Consensus reports: Interim guidance for basic and
advanced life support in adult, children, and neonates with suspected or confirmed
Covid-19. Circulation. April 2020;141:e933–e943. DOI:
10.1161/CIRCULATIONAHA.120.047463
Hipgabi. (2016). Modul pelatihan emergency nursing intermediate level. Bapelkes
Batam.
Effective use of oropharingeal and nasopharyngeal airways. [Link] dari
[Link]/free-resources/knowledge-base/respiratory-arrest-airway-
management/nasopharyngeal-oropharingeal-airways. Pada 2 Februari 2020
The American National Red Cross. (2011). Administering emergency oxygen. Online
resource. Diakses pada 10 Februari 2020