MSDS (Material Safety Data Sheet) adalah dokumen yang berisi informasi penting
tentang produk bahan kimia. MSDS dalam istilah bahasa Indonesia dikenal dengan
sebutan Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB). MSDS berisikan data tentang Identitas
bahan, produsen, bahaya yang ditimbulkan, komposisinya, cara penanganannya, cara
pengangkutan, dan juga cara pembuangan limbahnya.
1. KSCN (Kalium Tiosianat)
Massa molekul : 97.181 g/mol
Bentuk dan warna : kristal tak berwarna
Bau : tak berbau
Density(massa jenis) : 1.886 g/cm3
titik leleh : 173.2 °C
titik didih : 500 °C
kelarutan dalam air : 208 g/l pada 20°C
Penyimpanan dan Penanganan
Penanganan : bekerja di ruang asam. jangan menghirup bahan
Penyimpanan : tertutup rapat dan kering.
Pertolongan Pertama
Setelah terhirup :hirup udara segar. Jika nafas terhenti: berikan nafas buatan. Berikan masker
oksigen jika mungkin. Segera menghubungi dokter.
Setelah kontak pada kulit :cuci dengan air banyak. Lepaskan pakaian yang terkontaminasi. Periksakan ke
dokter.
Setelah kontak pada mata : bilaslah dengan air yang banyak
Setelah tertelan : segera beri korban air putih (2 gelas oaling banyak). Periksakan ke dokter
Sesudah itu berikan arang aktif (20-40 g dalam 10% slurry)
2. HCl (Asam Khlorida)
Massa molekul : 36.46 g/mol
Bentuk dan warna : gas tak berwarna
Bau : berbau tajam
Density(massa jenis) : 1.477 g/l
titik leleh : −114.2 °C
titik didih : −85.1 °C
kelarutan dalam air : 72 g/100 ml pada 20°C
Pertolongan Pertama
Mata :
bilas mata dengan air mengalir krang lebih selama 15 menit, dan segera mencari pertolongan medis,
jangan mengedipkan mata atau membiarkannya tertutup.
Kulit :
segera mencari pertolongan medis, bilas daerah yang terkena dengan air yang banyak selama kurang lebih
15 menit, tanggalkan pakaian atau sepatu yang terkena oleh bahan atau terkontaminasi
Saluran pencernaan :
jangan dimuntahkan, apabila korban dalam keadaan yang membahayakan/kritis, berikan 2-4 cangkir
penuh susu atau air, dan segera mencari pertolongan medis.
Pernafasan :
segera cari udara segar dan jauhkan dari sumber bahaya. jika tidak bernafas, berikan bantuan nafas (nafas
buatan). Jika sesak nafas , berikan oksigen. Segera cari pertolongan medis.
Cara Memadamkan Kebakaran
Informasi umum
Gunakan pakaian pelindung, dan peralatan pernafasan, MSHA/NIOSH, dan perlengkapan lainnya yang
dapat melindungi. Bahan tidak mudah terbakar akan tetapi bereaksi dengan sebagian besar logam,
menjadi gas hydrogen yang mudah terbakar. Semprotkan air untuk mencegah api meluas
Penanganan Dan Penyimpanan
Penanganan :
Cuci tangan setelah menangani bahan. Tanggalkan pakaian yang diduga terkontaminasi dan cuci sebelum
digunakan kembali. Cari tempat yang mempunyai sirkulasi udara yang memadai. Jangan sampai terkena
kulit atau mata, jangan terhirup atau tertelan.
Penyimpanan :
Jauhkan dari udara panas dan api. Jangan disimpan ditempat yang terkena sinar matahari langsung.
Simpan di tempat yang sejuk, kering, dengan sirkulasi udara yang baik.
3. Fe(NO3)3 / Besi (III) Nitrat
Massa molekul : 241,88 g/mol
wujud zat : Padat, kristal, dan violet
Bau : berbau tajam
Density(massa jenis) : 1,7 g/l
titik leleh : 47,2°C
titik didih : 125°C
kelarutan dalam air : Larut dalam air dan bersifat asam.
Pertolongan Pertama
Kontak Mata:
Periksa dan lepaskan jika ada lensa kontak. Segera basuh mata dengan air selama minimal 15
menit, dengan kelopak mata tetap terbuka. Air dingin dapat digunakan. Dapatkan perawatan
medis dengan segera. Selesai dengan membilasnya sampai bersih dengan air mengalir untuk
menghindari kemungkinan infeksi.
Inhalasi:
Jika terhirup, pindahkan ke udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan
buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Dapatkan perhatian medis segera.
4. Na2HPO4 (Sodium hydrogen phosphate)
Massa molekul : 141,96 g/mol
Bentuk dan warna : Kristal berwarna putih
Bau : tak berbau
Density(massa jenis) : 1,7 g/cm3
titik leleh : 250 °C
Kelarutan dalam air : 7.7 g/100 ml pada 20 °C
Pertolongan pertama
Penghirupan : Bawa korban ketempat udara segar
Terkena kuli : Lepaskan pakaian yang [Link] dengan air sabun.
Terkena mata : Segera cuci dengan air,alirkan air selaa 15 menit.
Sifat – sifat bahaya
Kesehatan :Tertelan mengakibatkan gangguan perut, muntah-muntah, diare, asidosis,
gangguan hati dan bahkan kematian akan shock.
Kebakaran : Tidak terbakar,tetapi dapat membakar bahan organik.
Reaktivitas : Stabil pada suhu kamar dalam wadah yang tertutup rapat.
5. K2CrO4 (Potassium Chromate)
Massa molekul : 194.19 g/mol
Density(massa jenis) : 2.73 g/cm3
titik leleh : 985 °C
titik didih : 1000 °C
kelarutan dalam air : 637 g/l pada 20°C
Petolongan pertama
Inhalasi:
Jika terhirup, pindahkan ke udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan
buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Dapatkan perhatian medis segera.
Tertelan:
Jika tertelan, jangan dimuntahkan kecuali diarahkan untuk melakukannya oleh tenaga
medis. Longgarkan pakaian yang ketat seperti kerah, dasi, atau
ikat pinggang. Dapatkan perawatan medis dengan segera.
6. Pb(CH3COO)2 (Pb Asetat)
bentuk kristal, granul atau serbuk, berwarna putih, abu-abu atau coklat, sedikit berbau asam
asetat, titik leleh 327.4°C; titik didih 1740; kelarutan: dalam air 1600 ml, dalam air panas 0,5 ml,
dalam alkohol 30 ml, cepat larut dalam gliserol, pH dalam larutan aqua 5% pada 25°C = 5,5–6,5;
rumus molekul Pb(C2H3O2)2, tekanan uap 7.22E-04 mm Hg 25°C; kerapatan spesifik 2,55.
Penyimpanan
Simpan dalam wadah tertutup rapat
Simpan di tempat yang sejuk dan kering dengan ventilasi yang baik
Jauhkan dari bahan-bahan yang muda terbakar.
Jauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar
Simpan dengan kondisi atmosfer yang netral (inert)
Petolongan pertama
Terhirup:
Segera pindahkan ke area yang aman dan berudara segar. Jika napas berhenti lakukan bantuan
penapasan buatan, tetapi jangan berikan pernafasan buatan dari mulut ke mulut dengan korban yang
tertelat dan atau terhirup. Jika sulit bernafas berikan oksigen. Segera larikan ke instansi kesehatan
terdekat.
Tertelan:
Jangan sekali-kali merangsang muntah tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Jangan berikan sesuatu
apapun ke dalam mulut korban yang tidak sadar/pingsan. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas
kesehatan terdekat.
Reaktivitas: Stabil pada temperatur dan tekanan normal, segera menyerap CO dari udara
Kondisi yang harus dihindari: Suhu tinggi/panas, nyala api, sumber api/panas dan bahan-bahan
yang tidak tercampurkan
7. H2SO4 (Asam Sulfat)
Massa molekul : 98,08 g/mol
Bentuk dan warna : cairan bening
Bau : tak berbau
Density(massa jenis) : 1,84 g/cm3
titik leleh : 10°C
titik didih : 290 °C
Tekanan uap : 1 mmHg (146)
Sifat bahan : berbahaya bila kontak dengan kulit dan mata
Pertolongan Pertama
Terhirup : Bawa korban ketempat segar,cari pengobatan.
Terkena Mata : Cuci dengan air bersih dan hangat selama 20 menit dan segera bawa kedokter.
Terkena Kulit : Cuci dengan air bersih 20 menit, cari pengobatan.
Tertelan : Bila sadar beri minum 1 -2 gelas air, bawa kedokter.
Sifat – sifat bahaya
Kesehatan :Cairan asam dapat merusak kulit dan menimbulkan luka yang amat sakit,dapat
menimbulkan kebutaan bila kena mata.
Kebakaran :Tidak terbakar,tetapi asam pekat bersifat oksidator yang dapat menibulkan
kebakaran bila kontak dengan zat organik.
Reaktifitas :Mengalami penguraian bila kena panas, mengeluarkan gas SO2 dan bereaksi
hebat dengan air.
8. C2H6O (Etanol)
Massa molekul : 46.07 g/mol
Bentuk dan warna : cairan tak berwarna
Bau : ringan, menyenangkan
Density (massa jenis) : 0.789 g/cm3
titik leleh : −114.3 °C
titik didih : 78.4 °C
Penanganan dan Penyimpanan
Penanganan: Cuci sampai bersih setelah memegang. Gunakan hanya di daerah berventilasi
baik. Tanah dan wadah ikatan ketika mentransfer material. Gunakan percikan-bukti peralatan
dan perlengkapan ledakan bukti. Hindari kontak dengan mata, kulit pakaian, dan. Kontainer
kosong mempertahankan residu produk (cair dan / atau uap) dan dapat berbahaya. Simpan wadah
tertutup rapat. Hindari kontak dengan panas, percikan dan nyala api. Hindari konsumsi dan
inhalasi. Jangan menekan, potong, las, melas, solder, bor, menggiling, atau mengekspos
kontainer kosong untuk panas, percikan atau api terbuka.
Penyimpanan: Jauhkan dari panas, percikan, dan api. Jauhkan dari sumber api. Simpan dalam
wadah tertutup. Jauhkan dari kontak dengan oksidasi bahan. Simpan di, daerah sejuk dan kering,
berventilasi baik jauh dari zat-zat yang tidak kompatibel. Flammables-daerah. Jangan simpan
dekat perchlorates, peroksida, asam kromat atau asam nitrat.
Pertolongan Pertama
Kontak Mata: Dapatkan bantuan medis. Lembut mengangkat kelopak mata dan terus menyiram
dengan air.
Kontak Kulit: Dapatkan bantuan medis. Cuci pakaian sebelum digunakan kembali. Siram kulit
dengan banyak sabun dan air.
Tertelan: Jangan dimuntahkan. Jika korban sadar dan waspada, beri 2-4 susu atau air. Jangan
pernah memberikan apapun melalui mulut kepada orang yang pingsan. Dapatkan bantuan medis.
Inhalasi: Hindari dari paparan dan pindah ke udara segar segera. Jika tidak bernapas, berikan
pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Dapatkan bantuan medis. JANGAN
menggunakan mulut ke mulut.
9. NiCl2 (Nikel Khlorida)
Massa molekul : 237.71 g/mol
Bentuk dan warna : Kristal berwarna hijau
Bau : tak berbau
Density (massa jenis) : 3.55 g/cm3
titik leleh : 1783 °C
titik didih :-
kelarutan dalam air : 67.5 g/100 mL (25 °C)
Pertolongan Pertama
Kontak mata:
Periksa dan lepaskan lensa kontak. Dalam kasus ini, segera basuh mata dengan banyak air selama
minimal 15 menit. Air dingin dapat digunakan. Dapatkan perhatian medis.
Kontak Kulit:
Dapatkan bantuan medis. Cuci pakaian sebelum digunakan kembali. Siram kulit dengan banyak
sabun dan air.
10.NH4OH (Amonium Hidroksida)
Massa molekul : 35,06 g/mol
Bentuk dan warna : Cairan tak berwarna
Bau : bau menyengat
Density (massa jenis) : 3.55 g/cm3
titik leleh : - 77 °C
titik didih : 24,7 °C
kelarutan : larut dalam air
Sifat / karakteristik : Bersifat iritan dan korosif
Sifat – sifat bahaya
Kesehatan : Efek kronis penghirupan yaitu batuk, napas pendek dan kerusakan paru-paru.
Kebakaran : Tidak terbakar, tetapi uapnya dapat terbakar
Reaktivitas : Stabil pada suhu kamar dalam wadah gelas dengan tutup plastik atau karet.
Pertolongan pertama
Penghirupan : Segera bawa ketempat udara segar, beri bantuan pernapasan bila perlu.
Terkena kulit : Cuci segera dengan air, cuci dengan air sabun dan bilas dengan air.
Terkena mati : Jangan menggosok mata.
Tertelan : Bila sadar beri minum 1 – 2 gelas dan jangan dirangsang untuk muntah.
11. K3Fe(CN)6 (potassium ferricyanide)
Massa molekul : 329.25 g/mol
Bentuk dan warna : Kristal berwarna merah
Bau : tak berbau
Density (massa jenis) : 1.89 g/cm3
titik leleh : 300 °C
titik didih : menjadi busuk
kelarutan dalam air : 330 g/L (air dingin)
464 g/L (20 °C)
775 g/L (air panas)
Pertolongan Pertama
Kontak mata:
Periksa dan lepaskan lensa kontak. Dalam kasus ini, segera basuh mata dengan banyak air selama
minimal 15 menit. Air dingin dapat digunakan. Dapatkan perhatian medis.
Kontak Kulit:
Dapatkan bantuan medis. Cuci pakaian sebelum digunakan kembali. Siram kulit dengan banyak
sabun dan air.
12. Dimetil Glioksim (C4H8N2O2)
Massa molekul : 116.12 g/mol
Bentuk dan warna : Zat padat berwarna putih
Bau : tak berbau
Density (massa jenis) : 1.37 g/cm3
titik leleh : 240-241 °C
titik didih : menjadi busuk
kelarutan : tidak larut dalam air, larut dalam alcohol
Penanganan dan Penyimpanan
kewaspadaan: Jauhkan dari panas. Jauhkan dari sumber api. Jangan ditelan. Tidak menghirup secara
langsung. Kenakan pakaian pelindung. Jika tertelan, segera dapatkan perawatan medis.
Penyimpanan: Simpan wadah tertutup rapat. Simpan wadah di tempat yang sejuk, berventilasi baik.
13.NH4CH3CO2 (Amonium Asetat)
Massa molekul : 77.08 g/mol
Bentuk dan warna : Kristal berwarna putih
Bau : seperti asetat
Density (massa jenis) : 1.17 g/cm3 (20 °C)
titik leleh : 113 °C °C
titik didih :-
kelarutan dalam air : 143 g/100 mL pada 20 °C
14.MgCl2 (Magnesium Khlorida)
Massa molekul : 95.211 g/mol
Bentuk dan warna : kristal tak berwarna
Bau : tak berbau
Density(massa jenis) : 2.32 g/cm3
titik leleh : 714 °C
titik didih : 1,412 °C
kelarutan dalam air : 54.3 g/100 mL pada 20°C
Pemadam Kebakaran Tindakan
Api :Tidak dianggap sebagai bahaya kebakaran.
Ledakan :Tidak dianggap sebagai bahaya ledakan. Pada suhu kamar
penambahan magnesium klorida menjadi asam furan-2-
peroxycarboxylic, akan menyebabkan asam meledak.
Media pemadaman api :Gunakan cara apapun yang cocok untuk memadamkan kebakaran
sekitarnya.
Penanganan dan Penyimpanan
Simpan dalam wadah tertutup rapat, disimpan di tempat yang sejuk, kering, berventilasi.
Lindungi dari kerusakan fisik. Wadah bahan ini mungkin berbahaya ketika kosong karena
mereka mempertahankan residu produk (debu, padat); amati semua peringatan dan tindakan
pencegahan yang terdaftar untuk produk.
15.NH4Cl (Amonium Khlorida)
Massa molekul : 53.49 g/mol
Bentuk dan warna : padatan berwarna putih
Bau : tak berbau
Density(massa jenis) : 1.5274 g/cm3
titik leleh : 338 °C
titik didih : 520 °C
kelarutan dalam air : 283,0 g/L pada 25°C
Identifikasi Bahaya
Potensi Efek Kesehatan Akut:
Berbahaya dalam kasus kontak mata (iritan). Sedikit berbahaya dalam kasus kontak kulit
(iritan,sensitizer), menelan, dan inhalasi.
Potensi Efek Kesehatan kronis:
Efek karsinogenik: Tidak tersedia. Efek mutagenik: Tidak tersedia. Efek teratogenik: Tidak
tersedia. Pembangunan toksisitas: Tidak tersedia. Berulang atau kontak yang terlalu lama tidak diketahui
memperburuk kondisi medis.
16.FeSO4 / Besi (II) Sulfat
Massa molekul : 151.908 g/mol
Bentuk dan warna : Zat Kristal berwarna biru/hijau atau putih
Bau : tak berbau
Density(massa jenis) : 2.84 g/cm3
titik leleh : 70 °C
titik didih : 400 °C
kelarutan dalam air : 25.6 g/100mL pada 20°C
Potensi efek pada kesehatan
Mata : menyebabkan iritas pada mata
Kulit: menyebabkan iritasi pada kulit
Tertelan (pencernaan): konsumsi dalam jumlah besar dapat menyebabkan iritasi pencernaan. Konsumsi
dapat mengakibatkan iritasi kerongkongan, pendarahan pada perut dan ulkus. Gangguan ( misalnya
tekanan lambung, sakit perut, sembelit, diare) dapat terjadi jika tertelan . Pada anak-anak konsumsi ferro
sulfat dalam jumlah besar dapat menyebabkan muntah, muntah darah, kerusakan hati, detak jantung
cepat, runtuh vaskuler perifer .
Pernafasan (terhirup): jika terhirup menyebabakan iritasi trakea
Penanganan dan penyimpanan
Penanganan : segera cuci tangan setelah melakukan penanganan. cuci baju dan sepatu yang
terkontaminasi sebelum digunakan kembali. lakukan di tempat yang berventilasi cukup. hindari kontak
dengan mata, kulit, terhirup, dan tertelan.
Penyimpanan : jangan simpan di tempat yang terkena sinar matahari langsung. simpan di tempat yang
dingin, kering dan jauhkan dari bahan yang tidak sesuai.