0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
154 tayangan4 halaman

Praktikum Rangkaian RLC Seri dan Impedansi

Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari hubungan arus, tegangan, dan impedansi pada rangkaian RLC seri secara virtual. Komponen yang digunakan adalah sumber tegangan AC, resistor, induktor, kapasitor yang disusun secara seri. Hasil pengukuran berbeda dengan perhitungan karena ketidakakuratan perhitungan dan pengukuran. Rangkaian RLC seri memiliki arus yang sama tetapi tegangan yang berbeda pada seti

Diunggah oleh

Razkya Zahira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
154 tayangan4 halaman

Praktikum Rangkaian RLC Seri dan Impedansi

Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari hubungan arus, tegangan, dan impedansi pada rangkaian RLC seri secara virtual. Komponen yang digunakan adalah sumber tegangan AC, resistor, induktor, kapasitor yang disusun secara seri. Hasil pengukuran berbeda dengan perhitungan karena ketidakakuratan perhitungan dan pengukuran. Rangkaian RLC seri memiliki arus yang sama tetapi tegangan yang berbeda pada seti

Diunggah oleh

Razkya Zahira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PRAKTIKUM RANGKAIAN RLC SERI

(RAZKYA ZAHIRA - 12 IPA 5)

Tujuan:
Mengetahui hubungan Arus, Tegangan dan Impedansi pada rangkaian RLC seri

Alat dan Bahan:


Virtual LAB PHET
1. Sumber tegangan AC
2. Resistor
3. Induktor
4. Kapasitor
5. Kabel
6. Voltmeter
7. Ampermeter
8. Grafik tegangan
9. Current chart
10. Stopwatch

Langkah Kerja:
1. Buka Virtual LAB Phet : [Link]
construction-kit-ac_en.html

2. Susunlah rangkaian RLC seri pada board yang ada, dengan cara memindahkan setiap komponen R, L,
C dan sumber tegangan AC serta kabel.
3. Settings:
Tegangan AC = 20 volt
Resistor pada 20 Ohm
Induktor pada 40 H
Kapasitor 0.15 F

4. Posisikan Voltage chart pada sumber tegangan AC

V = Vmax sin wt

Perhatikan waktu saat mencapai 1 gelombang penuh


Banyaknya gelombang (N) = 1 Gelombang
Waktu 1 gelombang penuh (t) = 2 detik
1
Frekuensi (N/t) = 2 atau 0,5 Hz
1
Frekuensi sudut = 2𝜋 × 2
𝜋 (rad/s)

Reaktansi Induktif (XL) = = 𝜋 × 40 40𝜋 (ohm)

1
Reaktansi Kapasitif (Xc) = = 𝜋 × 0,15 6,6𝜋 (Ohm)
Resistor = 20 (Ohm)

Perhitungan impedansi total dengan rumus


Impedansi Total

Z = √202 + (40 − 6,6)2


Z = √400 + 1.515,56
Z = 43,76 (Ohm)

5. Pengukuran langsung arus dan tegangan rangkian seri


Ukur rangkaian dengan voltmeter saat amplitudo catat sebagai Veff = 0,36 Volt
Ukur arus dengan Ampermeter saat amplitudo catat sebagai arus efektif (Ieff) = 0,017 A
Tentukan impedansi dari data diatas (Hukum Ohm) = V = I. R

R (Z) = Veff / I eff = 21,176 Ohm


6. Apakah Impedansi dari perhitungan dan pengukuran hasil yang diperoleh sama?
Jika tidak sama berapa selisihnya.
Berikan penjelasannya

Hasilnya dinyatakan tidak sama, terdapat selisih antara kedua perhitungan yaitu:
Selisih = Z – R (Z)
= 43,76 – 21,176
= 22,584

Impedansi Listrik atau secara singkat sering disebut dengan Impedansi adalah ukuran
hambatan listrik pada sumber arus bolak-balik (AC atau Alternating Current). Impedansi
listrik juga sering disebutkan sebagai jumlah hambatan listrik sebuah komponen elektronik
terhadap aliran arus dalam rangkaian pada frekuensi tertentu.

Diperolehnya hasil yang tidak sama bisa terjadi karena ketidakakuratan dari perhitungan
mandiri maupun dari eksperimen pengukurannya.

7. Kesimpulan:
Pada percobaan ini diketahui bahwa rangkaian listrik bolak-balik (AC) dapat dipasang seri
yang terdiri sumber tegangan Resistor, Induktor, Kapasitor (R-L-C), dan Tegangan (V).

Besarnya arus yang melalui tiap tahanan akan berbeda sesuai dengan nilai tahanannya.
Sedangkan beda potensialnya atau tegangan pada tiap masing-masing tahanan adalah sama
dengan tegangan sumber.

Untuk tegangannya dapat dianalisis sesuai dengan cara sambungannya. Sambungan secara
seri memiliki jumlah seluruh tegangan tiap tahanannya sama dengan tegangan sumber.

Hasil pengukuran berbeda dengan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus, ini bisa
terjadi dikarenakan adanya kesalahan dalam pembacaan skala serta kesalahan pada alat
ukurnya sendiri.
8. GAMBAR LAMPIRAN HASIL PRAKTIKUM

Anda mungkin juga menyukai