0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan11 halaman

Representasi Konsep Uchi-Soto Dalam Bahasa Jepang

Diunggah oleh

Randy Yudhistira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan11 halaman

Representasi Konsep Uchi-Soto Dalam Bahasa Jepang

Diunggah oleh

Randy Yudhistira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kiryoku, Volume 1, No 4, 2017

e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497


Tersedia online di [Link]

REPRESENTASI KONSEP UCHI-SOTO DALAM BAHASA JEPANG


Reny Wiyatasari
[Link]@[Link]

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Abstract

Like a coin, language and culture are two things that can not be separated. Through language, we
can see the concept that is owned by a nation. In this article, the author intends to write one of
the concepts embraced by Japanese society, namely uchi-soto. The embodiment of this concept
is visible from the language they use. The structure in the demontrative pronoun (kosoado), the
give-receive verb (jujudoushi), the honorific word (keigo), the forms of personal pronoun are the
many Japanese patterns that presenting the uchi- soto. This article aims to explain the form and
expression of the basic Japanese use of the concept on the value of uchi-soto through various
examples of sentences anad speech. The data used in this article is taken from various libraries,
such as from textbooks, short stories and dialogue in Japanese movies.

Keyword : uchi-soto, kosoado, jujudoushi, keigo, expression

1. Pendahuluan dikenal memiliki karateristik sebagai bangsa


Antara bahasa dan budaya memiliki kaitan yang beroientasi pada grup (shudanshugi).
yang sangat erat seperti dua sisi dari Orientasi tersebut ditunjukkan dengan
sekeping mata uang. Karena itu, mengkaji kesadaran yang kuat bangsa Jepang terhadap
budaya suatu bangsa tidak bisa dilepaskan kelompoknya. Kesadaran tersebut
dari pembahasan mengenai bahasanya. bergantung pada situasi, seperti pada contoh
Sebagai suatu sistem tanda, makna berikut. Ketika orang Jepang berkenalan
diproduksi secara simbolik dalam bahasa. atau saat menghadapi orang luar
Salah satu fungsi bahasa adalah sebagai alat (sotonohito) untuk pertamakalinya, maka ia
komunikasi, sekaligus merupakan pondasi akan menempatkan dirinya bukan dari posisi,
kebudayaan kelompok dan masyarakat yang jabatan atau status sosialnya, namun
menggunakannya. Malalui bahasa tergambar cenderung untuk mendahulukan institusi
bagaimana nilai atau konsep yang dimiliki atau perusahaan atau organisasi, sehingga,
atau dianut oleh suatu kelompok masyarakat. dibanding menyatakan posisi atau jabatan,
Masyarakat Jepang dikenal sangat misalnya sebagai “Saya Manajer di ~”, ia
memperhatikan atau mementingkan harmoni cenderung mengenalkan dirinya dengan
atau kerukunan di antara sesamanya demi mengatakan “Saya berasal dari perusahaan
menciptakan masyarakat yang sejahtera. A”.
Dari kesadaran ini, masyarakat Jepang

Copyright @2017, KIRYOKU, e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497 37


Kiryoku, Volume 1, No 4, 2017
e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497
Tersedia online di [Link]

Salah satu budaya bangsa Jepang lainnya Secara jelas, struktur dalam kata tujuk
yang menurut kebayakan orang luar adalah (kosoado), verba memberi-menerima
unik adalah konsep uchi-soto. Bisa (jujudoushi), ragam bahasa hormat (keigo),
dinyatakan bahwa konsep ini adalah kunci partikel wa dan ga, ragam bahasa formal,
untuk memahami seperti apa masayarakat bentuk-bentuk panggilan, sapaan, dan
Jepang itu. Konsep uchi-soto ini adalah sebagainya merupakan bentuk-bentuk
salah satu konsep yang mewakili bahwa ekspresi bahasa Jepang yang
bahasa dan budaya saling berkaitan satu menggambarkan konsep uchi-soto.
dengan yang lain. Hal ini dikarenakan Pembicaraan dan penjelasan tentang bentuk-
sense/perasaan masyarakat Jepang bentuk ekspresi bahasa Jepang di atas akan
menyangkut lingkup atau wilayah uchi dan selalu dihubungkan dengan konsep uchi-soto.
soto terjadi beriringan dengan bahasa yang Sebagai contoh pronomina demonstratif atau
mereka gunakan. Uchi adalah lingkup atau kata tunjuk (shijishi). Bahasa Jepang
wilayah yang mempunyai sangkut paut menggunakan kata tunjuk : kore, sore, are
dengan pembicara, tidak putus karena saling untuk menunjuk keberadaan benda
berhubungan. Atau dengan kata lain, uchi berdasarkan domain pembicara. Kore
adalah ruang lingkup, seperti keluarga, menunjuk benda yang berada di wilayah
kelompok, perusahaan atau apapun itu di yang dekat atau melingkupi pembicara
mana diri kita/pembicara menjadi bagiannya. (uchi), sore menunjuk benda yang ada di
Sebaliknya, soto adalah wilayah atau wilayah yang dekat atau melingkupi lawan
lingkup di luar pembicara, atau dengan kata bicara (atau kalau dari posisi pembicara
lain tidak memiliki hubungan dekat atau adalah soto), dan are menunjuk benda yang
sangkut paut dengan pembicara. Dalam ada di wilayah luar pembicara dan lawan
komunikasi interpersonal, masyarakat bicara (soto). Di samping itu, bila suatu
Jepang akan menggunakan konsep ini informasi atau suatu hal sudah diketahui
sebagai standar untuk menentukan sikap saat oleh pembicara, maka termasuk uchi dan
menghadapi seseorang. Maka tidak heran, kata tunjuk yang digunakan adalah ア
bila dalam berbahasa, kita akan menjumpai (dengan berbagai derivasinya) sedangkan
berbagai bentuk ekspresi bahasa Jepang bila informasi terkait adalah sesuatu adalah
yang berbeda dengan makna yang hal yang baru bagi pembicara, maka
sebenarnya sama. Misalnya, dalam konteks termasuk soto, dan kata tunjuk yang
uchi (konteks informal) maka digunakan digunakan adalah ソ (dengan bentuk-bentuk
bentuk datai, sedangkan dalam konteks soto derivasinya). Dengan demikian bisa
(konteks yang formal), maka akan dipahami bahwa penggunaan ketiga kata
digunakan desu-masutai. Dengan demikian, tunjuk di atas didasarkan dari konsep “uchi”
saat berbicara, meskipun sama isi topik dan “soto” dari pihak pembicara atau juga
pembicaraannya, namun berdasarkan lawan bicara. Misalnya kalimat : “Are,
konteks yang dibicarakan (apakah uchi nandesuka” menunjukkan bahwa informasi
ataukah soto), orang Jepang akan terkait baik bagi pembicara maupun lawan
menggunakan bentuk atau ekspresi bahasa bicara berada di posisi soto „luar‟, atau
yang berbeda. Di samping itu, dengan berada di wilayah yang terpisah dari
adanya pembedaan uchi dan soto bisa keduanya. Sebaliknya, ketika pembicara
menggambarkan jauh atau dekatnya suatu berbicara kepada lawan bicaranya
hubungan antara partisipan yang terlibat “Annakakkoiihitoto kekkonshitaina”, maka
dalam pembicaraan. baik pembicara maupun lawan bicara

38 Copyright @2017, KIRYOKU, e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497


Kiryoku, Volume 1, No 4, 2017
e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497
Tersedia online di [Link]

mempunyai pengalaman bersama terkait bahasa/bentuk hormat, ada juga berbagai


informaasi yang sedang dibicarakan, dan macam cara untuk menunjukkan rasa hormat
bagi keduanya penggunaan kata anna ( 敬 意 ) yang salah satu pengungkapannya
(derivasi dari are) menunjukkan hal di atas juga didasarkan pada hubungan uchi-soto di
merupakan informasi uchi. atas. Sementara itu, bentuk bahasa panggilan
Berikutnya adalah verba beri-terima dan saapaan merupakan bagian dari ragam
(jujudoushi) atau ekspresi beri-terima bahasa hormat yang latar belakang
(jujunohyougen) yang penggunaannya juga penggunaannya salah satunya didasarkan
berdasarkan kesadaran terhadap hubungan pada konsep uchi-soto.
uchi-soto. Penentuan verba yang digunakan, Tujuan artikel ini adalah : menjelaskan
selain ditentukan oleh faktor-faktor lingustik, seperti bentuk-bentuk ekspresi bahasa
seperti sudut pandang pembicara, Jepang yang penggunaan berstandar pada
dipengaruhi juga oleh faktor-faktor konsep uchi-soto, atau dengan kata lain
ekstralingusitik, seperti hubungan pemberi penggunaannya mempresentasikan konsep
dengan penerima benda, hubungan antara atau budaya uchi-soto masyarakat Jepang.
pembicara dengan pemberi atau penerima Oleh karena itu, dalam artikel ini penulis
benda, hubungan antara pembicara dengan akan menyajikan berbagai bentuk pola
lawan bicara. Kata kerja ageru dan kureru gramatika bahasa Jepang yang datanya
sama-sama menggambarkan adanya diambil dari berbagai pustaka serta beberapa
perpindahan benda atau hak kepemilikan, sumber seperti drama dan cerita berbahasa
dsb. Untuk kata kerja ageru, perpindahan Jepang.
terjadi dari pembicara kepada pendengar
atau kepada orang ketiga, atau dari 2. Metodologi Penelitian
pendengar kepada orang ketiga yang apabila Dalam artikel ini penulis menggunakan
dilihat dari sudut pandang pembicara adalah metode deskriptif kualitatif. Data
adalah dari uchi ke soto. Sedangkan kata dikumpulkan dengan teknik pustaka dan
kerja kureru, perpindahan yang terjadi, teknik simak karena di samping
apabila dilihat dari sudut pandang pembicara, mengumpulkan melalui berabagi sumber
adalah dari soto ke uchi. Kata kerja morau, pustaka, data juga diambil dari percakapan
pada prinsipnya sama dengan ageru dan yang terdapat dalam cerpen dan drama
kureru, hanya saja penerima (benda atau hak berbahasa Jepang. Data yang diambil
kepemilikan) pada verba morau berposisi dibatasi hanya pada kalimat atau tutran yang
sebagai subyek. mengandung kata tujuk (kosoado), verba
Ekspresi lainnya yang pengguaannya memberi-menerima (jujudoushi), ragam
berstandar pada konsep uchi-soto adalah bahasa hormat (keigo), bentuk-bentuk
ragam bahasa hormat atau keigo. Secara panggilan atau sapaan yang diyakini
mendasar, pada saat berbicara kepada orang menurut berbagai sumber sebagai bentuk
yang memiliki hubungan kurang dekat atau dan ekspresi yang merepresentasikan konsep
orang luar, maka orang Jepang akan uchi-soto. Selanjutnya analisis data
berbicara menggunakan bahasa sopan, dilakukan dengan langkah-langkah sebagai
sedangkan saat berbicara kepada orang yang berikut :
memiliki hubungan dekat atau orang dalam a. Data yang mengandung bentuk dan
akan digunakan ragam informal. Selain ekspresi kata tujuk (kosoado), verba

Copyright @2017, KIRYOKU, e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497 39


Kiryoku, Volume 1, No 4, 2017
e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497
Tersedia online di [Link]

memberi-menerima (jujudoushi), ragam posisi pembicara adalah soto), dan are


bahasa hormat (keigo), bentuk-bentuk menunjuk benda yang ada di wilayah luar
panggilan atau sapaan dipisahkan dan pembicara dan lawan bicara (soto).
dikelompokkan sesuai variasinya. Sedangkan pada 文 脈 指 , seperti sudah
b. Masing-masing kalimat atau tuturan disinggung di atas bahwa berdasarkan
dilihat konteksnya, terutama hubungan penggunaan bahasa Jepang, orang Jepang
partisipan yang terlibat di dalamnya. membagi hal/informasi yang diketahui oleh
c. Berdasarkan konteksnya, kemudian diri sendiri sebagai uchi dan hal/informasi
dipilah hanya tuturan yang faktor yang tidak diketahui oleh diri sendiri sebagai
penggunaannya hanya dilatari oleh soto.
hubungan uchi-soto.
d. Menjelaskan penggunaan dari setiap A : これは誰の絵ですか
tuturan dengan mengakaitkannya tidak B : これですか。これは娘が書いた絵です。
hanya faktor ekstralingusitik, namun juga
intralinguistiknya. Posisi kedua pembicara saat menunjuk
lukisan adalah dekat, atau keduanya berada
3. Pembahasan di wilayah uchi, sehingga kata tunjuk yang
Pada bab ini akan diuraikan bentuk-bentuk
tepat untuk digunakan adalah これ. Contoh
bahasa Jepang yang penggunaannya hanya
lainnya yang menunjukkan fenomena
dilatarbelakangi oleh faktor hubungan uchi-
soto. Melalui data-data berupa percakapan penggunaan コ 、 ソ 、 ア yang berdasarkan
yang akan dianalisis berikut diharapkan bisa konsep uchi-soto adalah sebagai berikut.
memperjelas pengetahuan terhadap bentuk-
bentuk ekspresi bahasa Jepang yang A: もしもし伊藤さんですか。木下ですけど。
mempresentasikan konsep uchi-soto. B : あっ、木下さん、しばらくですね。皆さん
元気ですか。
3.1 Pronomina Demonstratif/Kata A : ええ、こちらは、みんな元気です。そち
Tunjuk (指示詞). らはいかがですか。
Dari beberapa contoh data yang (YWCA, 2004 :78)
mengandung 指 示 詞 diketahui bahwa
terdapat dua jenis kata tunjuk yang Percakapan di atas adalah percakapan antara
penggunaan berkonsep pada uchi-soto, yaitu A (木下) dengan B (伊藤). A menggunakan
kata tunjuk tempat (現場指示) dan referensi こちら untuk menunjuk posisi keluarganya
konteks dalam suatu dialog (対話における yang berada di wilayah atau di lingkup uchi.
文脈指示) yang selain pembicara juga ada Sebaliknya, A menggunakan そちら untuk
keberadaan lawan bicara (pembaca). Pada 現 menunjuk keluarga B yang posisinya di
場指示 terdiri atas : コ、ソ、ア, sedangkan lingkup yang dekat dengan lawan bicara,
対 話 に お け る 文 脈 指 示 terdiri atas kata namun jauh atau di luar posisi A berada
(soto). Sementara itu, contoh penggunaan
tunjuk ソ dan ア. Kalau pada 現場指示 ,
kata tunjuk are yang menandai bahwa posisi
kore menunjuk benda yang berada di
benda jauh atau di wilayah soto dari
wilayah yang dekat atau melingkupi
pembicara dan lawan bicara berada.
pembicara (uchi), sore menunjuk benda
yang ada di wilayah yang dekat atau
melingkupi lawan bicara (atau kalau dari

40 Copyright @2017, KIRYOKU, e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497


Kiryoku, Volume 1, No 4, 2017
e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497
Tersedia online di [Link]

A : すみません. そのチェックのブラウス、見 Konteks tuturan di atas adalah pertanyaan


せてください。 yang duajukan oleh seorang guru kelas
B : これですね。どうぞ。 kepada salah seorang siswanya yang
diadukan oleh teman sekelasnya karena
A : えっと、あそこにある水玉のもお願いし
ketahuan mencuri tinta warna. Kata tunjuk
ます。
そ れ menggambarkan bahwa informasi
(YWCA, 1995: 118)
terkait tindakan mencuri merupakan
informasi yang baru bagi pembicara atau
Berikut adalah beberapa contoh referensi
termasuk dalam soto. Contoh 対話における
konteks dalam suatu dialog (対話における
文脈指示 lainnya dengan pembaca sebagai
文脈指示) yang pada percakapan tersebut
lawan bicara adalah sebagai berikut
ada kehadiran lawan bicara.
それにしても僕の大好きなあの先生はどこ
A:昨日、公園で日差しぶりにばったり昔の
に行かれたでしょう。
友達の岡本に会ってね...
„Namun demikian, kemana perginya guru
B:その人、大学時代の友人? baik hati kesayanganku itu?”
A:そうだよ。 (Pujo purnomo, 2010: 324)
B:ああ、あの人なら、私もよく知っているわ。
(Mineko Masamune, 1995) Kata tunjuk あ の ~ digunakan oleh
pembicara dengan pembaca sebagai lawan
Pada contoh di atas, kata tunjuk そ の bicara. Penggunaan あ の ~ dikarenakan
digunakan oleh B karena baginya, informasi informasi terkait guru kesayangan
yang dinyatakan oleh A adalah informasi pembicara merupakan informasi yang sama-
yang baru. B tidak mengenal siapa O3 yang sama sudah diketahui baik oleh pembicara
dibicarakan oleh A, sehingga informasi maupun lawan bicara (pembaca), sehingga
tentang O3 tersebut termasuk ke dalam soto. termasuk uchi. Sama halnya dengan contoh
Namun, begitu A menjelaskan kepada B berikut, penggunaan あ そ こ dikarenakan
tentang O3 yang sebenarnya adalah teman informasi terkait tempat makan yang
semasa kuliah mereka berdua, maka barulah dikunjungi oleh A merupakan informasi
informasi terkait O3 tersebut menjadi yang diketahui juga oleh B, sehingga
informasi yang sudah diketahui oleh B atau termasuk dalam uchi.
termasuk dalam uchi. Karena itu, pada
tuturan berikutnya, B sudah menggunakan
A : 先週韓国料理を食べに行ったよ
kata tunjuk あの~ . Contoh lainnya adalah
B : どこへ行ったの
sebagai berikut.
A : セオルっていう店だよ。
僕に「それは本当ですか」と聞かれました。 B : あー、あそこなら私もよく行くわ
„Beliau bertanya kepadaku, “Apakah hal itu
benar?” (Pujo purnomo, 2010: 314)
3.2 Ragam Bahasa Hormat (敬語)
Salah satu ciri khas yang terdapat dalam
bahasa Jepang adalah digunakannya ragam

Copyright @2017, KIRYOKU, e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497 41


Kiryoku, Volume 1, No 4, 2017
e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497
Tersedia online di [Link]

bahasa hormat atau keigo. Ada beberapa Dua contoh (1) dan (2) di atas adalah
faktor yang melatarbelakangi seseorang percakapan antara A dan B yang latarai oleh
memilih untuk menggunakan atau tidak konteks, yaitu A menyapa B yang dilihatnya
menggunakan ragam bahasa jenis ini, di hendak pergi keluar. Dari percakapan
antaranya karena hubungan atas-bawah atau tersebut tergambar penggunaan ragam
senior-junior, erat-renggangnya atau akrab- bahasa sopan atau formal dan ragam bahasa
tidaknya (sudah kenal dekat atau tidak biasa atau informal. Pada (1), penggunaan
begitu kenal dengan baik), jarak yang secara bahasa formal yang tergambar dari bentuk
psikologis adalah dekat atau jauh (teman ~ ま す menunjukkan bahwa kedua
karib/rekan atau tidak begitu memiliki partisipan memiliki hubungan soto
hubungan baik), situasi informa-formal, Sementara itu, pada (2), kedua partisipan
serta hubungan uchi-soto. Yang termasuk mempunyai hubungan uchi, sehingga saat
hubungan uchi, misalnya adalah hubungan berbicara mereka menggunakan bentuk
personal dalam suatu keluarga atau biasa atau 普 通 形 . Contoh lainnya yang
antarkerabat, serta hubungan dalam suatu menggambarkan penggunaan bahasa Jepang
kelompok/genk di mana pembicara termasuk yang menggambarkan hubungan uchi-soto
di dalamnya. Dalam konteks hubungan uchi, antara pebicara dan lawan bicaranya adalah
maka pembicara tidak perlu menggunakan sebagai berikut.
keigo. Sebaliknya, yang termasuk dalam
hubungan soto, di antaranya hubungan A : ミスラ君は御出でですか。
antara dua orang orang belum saling
B : いらっしゃいます。先ほどからあな
mengenal, atau seseorang yang berasal dari
kelompok lain yang berbeda dengan た様を御待ち兼ねでございました
kelompok pembicara. Dalam konteks
hubungan soto, biasanya digunakan keigo. A: „Apakah Saudara Misla ada di rumah?‟
Pada artikel ini hanya akan ditampilkan B : „Ya ada. Dia sudah menunggu
contoh bahasa Jepang yang berdasarkan kedatangan Anda sejak beberapa saat yang l
konteksnya, faktor yang melatarbelakangi lalu‟
penggunaan ragam hormat ataupun biasa (Pujo purnomo, 2010: 244)
didasari karena hubungan uchi-soto.
Konteks percakapan di atas terjadi antara A
(1) yang seorang tamu dengan B yang
merupakan seorang pelayan. A yang untuk
A:これから出かけますか
pertama kalinya berkunjung ke rumah Misla
B:いいえ、もう少ししてからにします disambut oleh pelayan Misla. Sesuai dengan
konteksnya, yaitu mereka berdua belum
A : Apakah sekarang akan pergi keluar? saling mengenal dan untuk pertama kalinya
B : Tidak, nanti sebentar lagi. bertemu, maka kedua partisipan memiliki
hubungan soto. Perwujudan dari hubungan
(2) tersebut tergambar dari bahasa formal yang
A:これから、出かける digunakan oleh keduanya, yaitu A dan B
B:ううん、もう少ししてからにする sama-sama menggunakann ragam bahasa
hormat, yaitu 丁寧語 yang dicirikan dengan
A: Sekarang, mau pergi keluar? bentuk akhir ~です dan ~ます. Di samping
B : Ga, nanti sebentar lagi
itu, A juga menggunakan kata 御出, yaitu
(Mineko Masamune, 1995)

42 Copyright @2017, KIRYOKU, e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497


Kiryoku, Volume 1, No 4, 2017
e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497
Tersedia online di [Link]

ragam bahasa hormat 尊敬語 dari kata いる ibunya mengungkapkan keyakinannya


kepada B saat menanyakan tentang bahwa suatu saat ibunya pasti akan pulang
keberadaan Misla (O3). Hal ini dikarenakan bila ia sudah menjadi seorang pelukis
A memposisikan Misla yang baru pertama terkenal. Pada kalimat お母さん, 帰って来て
kali akan ia jumpai sebagai sotonohito. く れ る dinyatakan dalam bentuk
Contoh lainnya seperti di bawah berikut. informal/bentuk biasa karena hubungan
antara Yuuji dengan O3 ( ibunya) adalah
これ、いつも 来てくれる 御礼です。
hubungan uchi. Penggambaran hubungan
„Ini, sebagai tanda terima kasih karena selalu uchi antara partisipan melalui penggunaan
datang (membantu saya)‟
普通形 dapat dilihat pada contoh berikut :
(STKY/2007/23. 58/11.20)
安心して。フジタ総支配人 はちゃんと対応
Tuturan di atas diucapkan oleh Mizaki, してくれた から。
seorang wanita kepada Karin yang „Tenanglah. General Manajer Fujita sudah
merupakan teman Satoshi yang sengaja menangani (situasi) dengan baik‟.
diajak oleh Satoshi ke toko kue Shibata (Hoteria/Eps.1/2009/00: 18: 35)
milik Mizaki. Pada saat bertemu untuk
pertama kalinya tersebut, Mizaki Tuturan di atas diucapkan oleh seorang istri
mengatakan kepada Karin yang kaget kepada suaminya yang baru siuman setelah
bercampur heran setelah mengetahui Mizaki tiba-tiba jatuh pingsan terkena serangan
secara spesial memberikan roti untuk jantung di tengah pesta perayaan ulang
Satoshi. Mizaki mengatakan bahwa kue tahun perusahaan. Dalam konteks di atas,
tersebut diberikannya sebagai tanda terima istri menggunakan ragam bahasa biasa
kasih atas kebaikan Satoshi selama ini. karena ia dan suaminya memiliki hubungan
Dalam konteks demikian, Mizaki lebih uchi. Satu contoh lainnya yang
memilih menggunakan bahasa sopan yang menggambarkan hubungan uchi, yaitu
ditandai dengan ~です dikarenakan ia baru percakapan yang terjadi di antara dua siswa
saja bertemu dengan Karin untuk pertama A dan B yang merupakan teman dekat. Saat
kali, sehingga bagi Mizaki, hubunganny itu, A menengok B sambil membawakan jus
dengan Karin adalah hubungan soto. jeruk, tapi karena B ternyata lebih
menginginkan minum jus ponkan, maka A
Selanjutnya adalah beberapa contoh bahasa pun terpaksa pergi untuk membelikan jus
Jepang yang penggunaannya dilatari oleh ponkan kesukaan B. Keduanya sama-sama
hubungan uchi. menggunakan ragam bahasa biasa/informal,
有名な画家になったら、お母さん、帰って karena dalam hubungan demikian, keduanya
memilki hubungan uchi.
来てくれると思うんだ。
„Jika nanti (aku) menjadi pelukis terkenal,
A: もうしょうがない。買って来てあげる。
Ibu, (aku) rasa akan kembali pulang‟
(STKY/2007/00: 34: 53/11.20) B: サンキュウ。

Tuturan di atas diucapkan oleh anak A : „Apa boleh buat. (Aku) akan belikan
bernama Yuuji kepada teman-temannya, (untukmu)‟
Yuuji yang sejak bayi ditinggal pergi oleh B : „Terima kasih‟

Copyright @2017, KIRYOKU, e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497 43


Kiryoku, Volume 1, No 4, 2017
e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497
Tersedia online di [Link]

(FS/Eps.6/2009/00: 08: 10) (1)


太郎は花子に本をやった。
3.3 Verba Beri-Terima/Ekspresi Beri- „Taro memberi Hanako buku
Terima (Jujudoushi/Jujunohyougen) (2)
Konsep uch-soto nampak jelas tergambar 太郎は花子に本をくれた。
dalam verba beri-terima, khususnya pada „Taro memberi Hanako buku‟
dua verba kureru (kuremasu) dan ageru/yaru
(agemasu/yarimasu). Keduanya sama-sama Pada contoh (1), pembicara memposisikan
memiliki arti „memberi‟. Yang membedakan Taroo lebih dekat atau sebagai uchinohito
adalah arah tindakan memberi. Pada verba dibandingkan Hanako. Karena itu,
kureru, tindakan memberi adalah dari soto pembicara lebih memilih menggunakan
ke uchi (diri sendiri, keluarga, atau teman- verba yaru dibandingkan kureru. Sebaliknya,
teman dekat yang diposisikan sebagai uchi). apabila posisi penerima ( 花 子 ), bagi
Sebaliknya, pada verba ageru/yaru, arah pembicara secara psikologis adalah dekat
tindakan memberi adalah dari uchi ke soto. atau merupakan uchinohito dibandingkan
Di samping sebagai independent-verb, verba
pelaku ( 太 郎 ), maka kalimat (1) akan
beri-terima juga bisa berdiri sebagai verba
menjadi seperti pada kalimat (2) di atas.
bantu. Iori et al. (2001: 171) menyatakan
Contoh lainnya adalah sebagai berikut.
bahwa ungkapan atau ekspresi dengan verba
bantu beri-terima selalu menggambarkan
(3)
peristiwa dari sudut pandang penutur
pembicara. Maksudnya, subjek atau pelaku 私が友達にリンゴをあげました。
perbuatan pada kalimat yang menggunakan „Saya memberi teman apel‟
verba bantu kureru pasti bukan pembicara.
Karena arah perbuatan yang mengandung (4)
kebaikan adalah mendekat ke arah 友達 が(私に)リンゴをくれました。
pembicara atau bisa juga kepada kelompok „Teman memberi saya apel‟.
pembicara (uchi). Sebaliknya, pelaku
perbuatan adalah seseorang di luar atau Dengan demikian, berdasarkan konsep uchi-
selain pembicara (soto). Sementara itu, pada soto sudah bisa dipastikan bahwa bila posisi
verba bantu ageru, subjek atau pelaku diri sendiri (uchi) adalah sebagai pelaku atau
perbuatan pada kalimat yang menggunakan agentif, maka tindakan „memberi‟ yang
verba bantu ageru/yaru adalah pembicara dilakukan untuk orang lain (soto) akan
atau bisa juga kelompok pembicara (uchi), menggunakan verba ageru/yaru (seperti
sedangkan arah perbuatan adalah mendekat pada kalimat (3)), sebaliknya apabila diri
kepada orang-orang di luar pembicara (atau sendiri (uchi) berposisi sebagai penerima
ke arah soto). Sebagai pembuktian dari atau pasientif dari tindakan „memberi‟ yang
penjelasan teori di atas, maka berikut adalah dilakukan oleh orang lain (soto), maka verba
beberapa contoh kalimat atau tuturan yang yang digunakan adalah kureru (seperti pada
menngunakan verba beri-terima, baik kalimat (4)). Sedangkan sebagai verba bantu,
sebagai independent-verb maupun sebagai contoh yang ditemukan adalah sebagai
verba bantu. Melalui contoh-contoh berikut.
penggunaan bahasa Jepang berikut akan (5)
terlihat penggambaran konsep uchi-soto. 「ジム、あなたはいい子、よく私の言っ
たことがわかってくれましたね」

44 Copyright @2017, KIRYOKU, e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497


Kiryoku, Volume 1, No 4, 2017
e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497
Tersedia online di [Link]

„Jim, kamu anak yang baik. Kamu benar- うんん、そうか。カリンちゃんにも合わせてあ


benar mengerti apa yang ibu katakan‟ げたいなあ。
(Pujo Purnomo, 2010 : 322) „Hmm, begitu, ya. Ingin rasanya
(6) mempertemukannya juga dengan Karin‟
(STKY/2007/01:34: 23)
今年は恥雅さんが 特別教官としてみんな
にサポーターをしてくれます。
„Tahun ini, Ibu Hajima akan mendukung Ketiga kalimat di atas merupakan tuturan
kita semua sebagai pengajar di kelas khusus‟. yang mengandung verba bantu yaru dan
(FS/Eps.1/2009/00: 10: 40) ageru yang penggunaannya menggambarkan
konsep uchi-soto. Pada ketiga tuturan
Kedua tuturan di atas, adalah tuturan yang tersebut, peran agentif atau pelaku yang
mengandung verba bantu kureru yang bertindak melakukan suatu perbuatan untuk
penggunaan berkonsep pada uchi-soto. Hal orang lain adalah pembicara (uchi), seperti
ini jelas jelas terlihat bahwa sebagai subyek pada (7), yaitu おれ dan (8), dan pembicara
atau pelaku perbuatan adalah selain sekaligus O2 pada (9). Sedangkan sebagai
pembicara. Pada (5) pelaku perbuatan adalah penerima adalah あいつ pada (7), O2 pada
seorang anak bernama Jim (soto), sedangkan (8), dan カ リ ン ち ゃ ん /O3 pada (9). Atau
penerima perbuatan adalah pembicara (uchi), dengan kata lain, pemberian berupa suatu
yaitu Ibu Guru yang adalah wali kelas Jim. perbuatan arahnya adalah dari uchi (saya) ke
Sementara itu, pada (6), pelaku perbuatan soto (O2 atau O3)
adalah Ibu Hajima (soto), sedangkan sebagai
penerima adalah kelompok pembicara (uchi), 3.4 Panggilan atau Sapaan
yaitu みんな, dan sekaligus juga pembicara Berkaitan dengan bentuk panggilan atau
yang secara tidak langsung merupakan sapaan yang berkonsep pada uchi-soto,
penerima kebaikan atau keuntungan atas penulis tidak akan memberikan penjelasan
perbuatan yang dilakukan oleh Ibu Hajima. secara teoritis, karena sebenarnya bentuk-
bentuk panggilan atau sapaan biasanya
(7)
dikaitkan dengan ragam bahasa hormat, dan
だからさ、俺もあいつのために何かしてや penggunaannya menggambarkan konsep
れる? uchi-soto. Berdasarkan hal tersebut,
„Jadi, apakah aku juga bisa melakukan keluarga, kelompok atau organisasi di mana
sesuatu untuknya?‟ kita berada diperlakukan sebagai uchi,
(Yuuki/2006/01: 30:39) sehingga berkaitan dengan panggilan
digunakan bahasa yang berciri merendahkan
(8) diri ( 謙 譲 語 ). Dari pengumpulan data,
夢を叶える近道を教えてあげようか。 ditemukan beberapa contoh sebagai
„Mau aku beritahu jalan pintas untuk referensi untuk memahami bagaimana
mewujudkan mimpi?‟ melalui bentuk-bentuk panggilan atau
(FS/Eps.6/2009/00: 14: 50) sapaan tergambar konsep uchi-soto. Berikut
adalah contohnya.
(9)

Copyright @2017, KIRYOKU, e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497 45


Kiryoku, Volume 1, No 4, 2017
e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497
Tersedia online di [Link]

(1) ~さん dihadapan A yang merupakan orang


有難うございます。父の仕事を手伝ってい dari perusahaan lain. Hal ini dikarenakan 山
ただいて 本 merupakan bagian dari kelompok B atau
„Terima kasih banyak telah membantu termasuk uchinohito.
pekerjaan Ayah (saya)‟ Sedangkan contoh-contoh di bawah, bentuk
(FS/Eps.7/2009/00: 21: 35) panggilan yang dilatari oleh hubungan soto.

(2) (5)
息子に本を買っていただき、どうもありがとう A : サンノ先生。
ございます。 B : カモガワアスミ君だね?
(Iori, 2001, 165)
A : Bapak Sano
(3) B : Anda Kamogawa, kan?
僕はミオを幸せにしてやらなかったからぜ (FS/2009/00: 07: 29)
んぜん。
„Ya. Karena saya tidak pernah (6)
membahagiakan Mio, samasekali‟. カリンさん、よく 来てくれたね。有難う
(IAY/2004/00: 14: 13) „Karin, saya senang kamu datang. Terima
kasih‟
(4) (STKY/2007/00: 45: 50)
A : 山本社長にお会いしたいのですが。
B : 山本はただいま外出しております。(Iori, (7)
2000: 322) 息子さんがくれた本は、とても面白かったわ。
„Buku pemberian putra anda, sungguh
sangat menarik‟
Pada contoh-contoh di atas, tergambar (Iori, 2000 : 107)
penggunaan bentuk panggilan yang didasari (8)
oleh hubungan uchi. Pada (1) kata 父 夢の中であなたのお父さんに会ったの
digunakan karena hubungan uchi antara „Aku bertemu dengan ayahmu dalam mimpi‟
(STKY/2007/01: 46:33)
pembicara dengan O3 (父), atau dengan kata
lain untuk menyebut bagian dari anggota
(9)
keluarga sendiri yang merupakan uchi di
お父さん、覚えてますか?お母さんのお葬
hadapan lawan bicara pembicara
menggunakan ragam bahasa yang 式で教えてくれたスピカのこと。
merendahkan diri/merendahkan kepemilikan. „Ayah, apakah masih ingat? Tentang Spica
Pada (2) pembicara menyebut anak sendiri yang (Ayah) beritahukan (kepadaku) di
(uchi) dihadapan lawan bicara dengan upacara pemakaman Ibu‟.
sebutan 息 子 , sedangkan pada (3), (FS/Eps.1/2009/00: 38:34)
pembicara menyebut lawan bicara yang
Pada (5), A memanggil B dengan
adalah istrinya (uchi) dengan nama, yaitu ミ
menambahkan bentuk hormat ~先生, karena
オ, tanpa menggunakan tambahan akhiran ~
di samping posisi B lebih tinggi, juga
さん. Sementara itu, pada (4), B menyebut dikarenakan A memposisikan B yang
山本 tanpa menggunakan tambahan akhiran merupakan gurunya sebagai sotonohito,

46 Copyright @2017, KIRYOKU, e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497


Kiryoku, Volume 1, No 4, 2017
e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497
Tersedia online di [Link]

sehingga A memilih untuk menggunakan menggunakan sesuai dengan budaya bangsa


bentuk sapaan ~ 先 生 , sebagai bentuk pemakainya.
penghormatan. Begitu juga pada (6), kepada
lawan bicaranya yang merupakan teman dari
anak laki-lakinya, pembicara memanggil Daftar Pustaka
dengan menggunakan bentuk hormat ~さん, Edi Subroto, D. 2007. Pengantar Metode
karena dalam konteks demikian, hubungan Penelitian Linguistik [Link] :
pembicara dengan lawan bicaranya adalah Sebelas Maret University Press.
hubungan soto. Pada (7) dan (8), pembicara
menyebut anak laki-laki dari lawan bicara Iori, Isao et al. 2000. Nihon-go Bunpou
dan ayah dari temannya dengan Handobukku. Tokyo : Suriiee Nettowaaku
menggunakan bentuk sapaan hormat ~さん ........................ 2001. Nihongo Bunpou
dan お 父 さ ん . Hal ini dikarenakan O3 Handobukku. Tokyo : Suriiee Nettowaaku
adalah bagian/milik dari lawan bicara, Nakane, Chie. 1970. Japanese Society.
sehingga termasuk soto. Agak berbeda Barkeley and Los Angeles. University Of
dengan (9), meskipun hubungan antara California Press.
pembicara dengan lawan bicaranya, serta O3
adalah hubungan anak dengan orang tua, Pujo Purnomo, Antonius R. 2010. Antologi
sehingga termasuk uchi, namun pembicara Kesusastraan Anak Jepang. Surabaya.
memanggil lawan bicaranya dengan bentuk Eramedia Publiser.
hormat お父さん dan ibunya (O3) dengan お
The Nagoya YWCA School of Japanese
母 さ ん . Hal ini didasarkan pada prinsip language. 1995. Nihongo Shochuukyuu.
bahwa meskipun uchi, namun karena lawan Rikai
bicara atau O3 lebih tua dari diri Kara hatsuwa e. Tokyo. 3A
sendiri/pembicara, maka pembicara Corporation.
menggunakan bentuk sapaan yang
menunjukkan rasa hormat seperti contoh di ............................2004. Wakattetsukaeru
atas. . [Link]. 3A Corporation.
4. Penutup
Dari berbagai contoh kalimat dan tuturan Unduhan Internet :
yang sudah dijabarkan pada bagian [Link]
penjelasan bisa diketahui bahwa repersentasi pdf?id=ART0008537891
konsep uchi-soto terlihat secara jelas melalui (Diunduh pada 5 November 2017)
penggunaan berbagai bentuk dan ekspresi [Link]
bahasa Jepang, seperti kata tunjuk, ragam [Link]
bahasa hormat, verba beri-terima, dan
bentuk sapaan atau panggilan. Oleh karena, ((Diunduh pada 5 November 2017)
penting bagi pembelajar bahasa Jepang
untuk juga memahami budaya uchi-soto ini
agar bisa lebih mudah memahami dan bisa

Copyright @2017, KIRYOKU, e-ISSN: 2581-0960 p-ISSN: 2599-0497 47

Anda mungkin juga menyukai