0 penilaian0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara) 71 tayangan30 halamanUts
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda,
ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
KELOMPOK 1
‘SOAL DESAIN STUDIDESKRIPTIF
1. Riset epidemiologi yang bertujuan menggambarkan pola distribusi penyakit dan
detenninan penyakit meaurut populasi, letak geografis, dan waktu adalah
‘A. Studi Analitik
B. Studi eksperimental
C. Studi deskriptif
D. Studi observasional
E, Studi retrospektif
Jawaban :C
2. Yang tidak termasuk dalam rancangan studi deskriptif yang mengamati individu sebagai
objek penelitian adalah :
A. Studi Korelasi populasi
B. Case Report
C. Case Series
D. Studi Potong lintang
E. Studi Cross Sectional
Jawaban : A
SOAL DESAIN ANALITIK 1
3. Subjek dibagi atas dasar ada atau tidaknya pemajan (exposure) fuktor tertentu kemmudian
diikuti dalam periode waktu tertentu untuk menentukan munculnya penyakit pada tiap
kelompok adalah pengertian dari :
A. Studi korelasi
B. Studi cross sectional
C. Studi kasus kontrol
D. Studi kohort
E. Studi ekologi
Jawaban : D
4, Di bawah ini termasuk salah satu kekuatan dari studi kasus kontrol, kecuali :
A. Relatif cepat dan murah
B. Optimal untuk penyakit yang jarang
CC. Mempetajari multipel pemajan
D. MenghasilkanNilai Odds atio
E. Mendapat incidence rate
Jawaban : E
5. HIV terus menjadi major global public health issue. hubungan kausal HIV untuk menjadi
AIDS termasuk kedalam bubungan kausal tipe :
A. Necessary aiid sufficient
B. Necessary but not sufficient
C. Sufficient but not necessary
D. Neither sufficient nor necessary
E. Tidak ada jawaban yg benar
Jawaban : ANarasi:
Suatu penelitian ingin mengetahui pengaruh paparan benzene dengan terjadinya Leukemia,
didapatkan hasil sebagai berikut.
Leukemia _| Total
Ya_| Tidak
Trepajan 80 [60 | 140
Tidakterpajan [20 [30 [50
Total 100 [90 [190
6. Jika penelitian di atas dilakukan dengan metode penelitian case control, seberapa
besarkah pengaruh benzene untuk terjadinya Leukemia?
‘A. Orang yg terpapar benzena tidak mempunyai risiko untuk menderita leukemia
B. Orang yg terpapar benzena mempunyai risiko 1,42 x untuk menderita leukemia
C. Orang yg terpapar benzena mempunyai risiko 2 x lipat untuk menderita leukemia
D. Orang yg terpapar benzene mempunyai risiko 14 : 5 untuk menderita leukernia
E, Tidak ada jawaban yg henar
Jawaban : C
60,
‘fe _90/20_ 4
OR= b/d 60/30 2
SOAL EPIDEMJOLOGI INTERMEDIET BAB INVESTIGASI WABAH DAN KLB
7. Suatu daerah dapat ditetapkan dalam keadaan KLB apabila memenuhi salah sam
Icriteria sebagai berikut, kecuali :
A. Tingginya prevalensi penyakit di suatu daerah
B. Timbul suatu penyakit menular tertentu yang sebelumnya tidak ada atau tidakdikenal
pada suatu daerah
C. Peningkatan kejadian kesakitan dua kali atau lebih dibandingkan dengan
periodesebelumnya dalam kurun waktu jam, hari, minggu menurut jenis penyakitaya
D. CFR silat penyakie datain 1 kuru Waktutertentu menuijukkad KenaiKari 50% ataii
lebih dihandingkan dengan CFR suame penyakit periode sebelumnya dalam kurun
waktu yangsama
E. Proporsional rate penderita baru pada sat periodemenunjukkan kenaikan dua kali
atau lebih dibandingkan satu periodesebelumnya dalam kurun waktu yang sama.
Jawaban : A
8. Untuk menggambarkan suatu wabah berdasarkan perjalanannya (waktw/time)
digunakan Kurva Epidemi, apa interpretasi yang dapat diambil melalui kurva epidemic :
A. cara penularan
B. perjalanan wabah
C. petiode petiaparai penyakie
D. Semua benar
E
9. Dalam kurva epidemic, bilapenularan dari orang keorang, berpuncak banyak,dan berjarak
masa linkubasi, maka disebut‘A. Point source epidemic
B. Continuous Common source epidemic
C. Intermittent Common source epidemic
D. Propagated epidemic
E. Pseudo epidemic
Jawaban : D
SOAL SKRINING
10. Penggunaan Mammografi untuk mendeteksi kanker payudara termasuk dalam tipe
skrining:
‘A. Massal screening
B. Multipel screening
C. Multifasik screening
D. Preskziptif screening
E, Single desease screening
Jawaban : D
11. Kemampuan suatu test memberikan hasil yang sama dan konsisten bila test diterapkan
pada lebih dari satu kali pada sasaran yang sama dan kondisi yang sama adalah pengertian
dari:
A. Validitas
12. Kriteria jenis penyakit yang tepat untuk dilakukan screening adalah seperti yang tersebut
di bawab ini, kecuali
A. Penyakit serius
B. Prevalensi tinggi
C. Cost-effective
D. Menyelamatkan hidup
E. Deieksi dini tidak berpengaruh pada kesembuhan penyakit
Jawaban : E
SOAL SURVEILENS
13. Surveilens adaich kegiatan pengumpwan data yang sistematik dan menghasilkan
informasi epidemiologic untuk perencanaan, implementasi dan penilaian pemberantasan
penyakit adalah pengertian surveilens menurut :
A, Langmuir (1963)
B. Mc Mahon, Pugh, Ipsen (1970)
C. Lilienfeld (1957)
D. WHO (1968)
E, Henderson (1976)
Jawaban : D
14, Berikut ini adalah criteria peristiwa kesehatan untuk pelaksanaan surveilens dari segi
frekwensi kejadian yang identifikasi prioritas tertinggi, kecuali :
A. Insiden tinggiB. Cost of activities tinggi
C. Prevalensi tinggi
D. Mortalitas tinggi
E. Years of potensial life lost (YPLL) tinggi
Jawaban: B
SOAL EPID ANALITIK 2
15, Salah satu tipe dari studi Eksperimen secara random adalah
A. RCTs dan Quasi Eksperimen
B. Clinical Trial dan Field Trial
C. Community Trial dan Quasi Eksperimen
D. Quasi Eksperimen
E. Randomized Control Trials
Jawaban : B
16, Kelemaan dari studi eksperimen adatat, kecuali :
‘A. Mahal, lame dan terbatas
B. Lama, sampelnya acak
C. Terbatas, pertenyaan susah dijawab
D. Murah, muda, cepat
E. Mudeh, mahal dan terbatas
Jawaban : Deee 2
~ Dalam desain penelitian epidemiologimanakeh pemyataan yang benar tentang studi
ekologi:
A. Epidemioiogi analitik dengan mempergunakan data agregat
B. Epidemiologi deskritif untuk membuat korelasi dengan mempergunakan data agregat
C. Sama dengan penelitian case control
D. Sama dengan penelitian kohort
E, Sama dengan penelitian eksperimental
Answer: B
2. Yang bukan Karakteristik studi kohort adalah sebagai berikut
‘A. Penelitian dimulai dari pengukuran status keterpaparan terhadap faktor risiko
(exposure) pada subjek-subjek yang diteliti
B, Meneliti hubungaan faktor risiko dengan kejadian peayakit
C. Penelitian hanya dilakukan pada pada subyek yang terpapar penyakit
D. Bersifa observasional
E, Membandingkan outcome (disease) pada masing-masing kelompok terpapar dan tidak
Answer: C
3. Penelitian di bawah ini yang termasuk desain penelitian deskriptif adalah:
A. Kohort, case series, case control
B. Studi ekologi, case control, experimental
C. Case series, retrospektif, cross sectional
D. Laporan kasus, case series, cross sectional
E. Studi ekologi, case control, uji klinis
Answer : D
4. Disain studi dimana sampel yang dibutubkan tidak begitu besar dan durasi penelitian
relatif singkat dan bersifat observasional dan peneliti hanya mengobservasi subjek-subjek
yatig difelif tanpa melakukan intervetisi adalah :
‘A. Ujiklinis
B. Kohort
C. Studi ekologi
D. Case series
E. Case contro!
Answer : E
5, Dalam suatu penelitian yang meneliti korelasi congenital (cacat bayi) dengan infeksi
selama kehamilan ditemukan kondisi dimana subyek seorang Ibu yang anaknya tidak
mengalami cacat bayi kesulitan mengingat perilaku-perilaku dan kejadian pada masa
Keliainilaniiya, kotdist ini disiaiiakait
A. Matching
B. Blinding
C. Selection bias
D. Limitation of recall
E. Confounding
Answer: D6. Kondisi dimana tercampumya efek dari faktor resiko yang diteliti terhadap kejadian
penyakit oleh Faktor Ketiea dan mengakibatkan over-estimate ataupun under-estimate
dari pengukuran asosiasi yang sesungguhnya dinamakan
A. Error type!
B. Power
C. Error Type Il
D. Bias
E. Confounding
Answer : E
7. Kondisi dimana peneliti dan subyek yang diteliti sama-sama tidak mengetabui kelompok
subyek yang diteliti apakah berstatus treatment dinamakan...
. Information bias
Double blinding
Randomized ciinical trial :
Power ‘test
room>
8. a mengukur risiko pada studi case control digunakan....
A. Odds ratio
B. Attributable risk
C. Relative risk
D. Risk factors
E. Population attributable risk
Answer : A
9. Dalam sebuah penelitian terdapat 170 kasus Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan 7828
Kontrol selama 5 tahun dan diantara factor resiko tersebut adalah merokok, diperoleh hasil
stndi sebagat berikert
‘Group PK Total
Ya Tidak
Merokok 84 2916 3000
Tidak merokok_|__ 88 4912; 5000
Total 172 7828 | $000
Jka peneliti ingin mengetahui kuamya hubungan antara merokok dengan penyakit
jantung koroner, maka peneliti akan menggunakan
A. Relative risk
B. Odds ratio
C. Attributable risk
D. Risk ratio
E. Risk difference
Answer : C
10. Jika pada suatu hasil studi menghasilkan Relative risk sebesar 5, maka perayataan yang
paling tepat di bawah ini adalah :
‘A. Subyek yang terekspos memiliki risiko 50% dibanding subyek yang tidak terekspose
B. Subyek yang sakit memiliki tiugkat risiko 50% untuk sembuh
CC. Subyek yang tidak terekspos memiliki risiko lebih rendah 5% untuk terkena peryakit
D. Subyek yang terekspos memiliki risiko 5x lebih besar untuk menderita penyakitE, Subyek yang tidak terekspos dapat mengurangi risiko sampai dengan 50%
Answer: D
11. Penyebaran berasal dari satu sumber yang sama dan terjadi bila agen kausa
ditransmisikan ke orang-orang melalui suatu lingkungan/Kondisi yang sama dinamakan :
‘A. Common source
B. Attack rate
C. Causation
D. Penyebaran epidemi
E. Outbreak
Answer: A
12. Di kota A dengan populasi 1500 orang, terdapat 30 orang penderita stroke dan 10 orang
diantaranya meninggal,ukuran yang paling mungkin dipakai untuk mengkalkulasi data
tersebut adalah
‘Age Spesific Death Rate
Case Fatality Rate
Infant Mortality Rate
Adjusted Death Rete
Maternat Mortality Rate
aswer : B
Papns>Kelompok 3
Desain Epid Analitik (Eksperimental)
1. Pada disain ‘epidemiologi analitik terdapat dua tipe Studi Epidemiologi yaitu
Ekperimental dan Observational. Dalam studi Ekperimental yang termasuk dalam
Beshitungan eksperimental?
case report
by casecoutol
©. case series
. cohort
e. RCT
ANSWER : E
2, Suatu eksperimen yang dalam mengontrol situasi penelitian tidak terlalu ketat atau
‘menggunakan rancangan tertentu dan atau penunjukkan subjek penelitian secara tidak
acak untuk mendapatkan salah satu dari berbagai tingkat faktor penelitian. Dari
penjelasan diatas maka termasuk kedalam ekperimen?
a. Eksperimen Murni
b. Eksperimen Alami
cc. Eksperimen Semu
dd. Ekspérimen Buatén
e. Semua Salah
ANSWER: C
Desain pid Deshsiptt
Jenis penelitiar: apa yang unit pengamatannys mengguiakan analisis agregat/popuiasi?
‘case report
case series
studi ekologi
‘cross-sectional
e. cohort
ANSWER: C
aege
Investigai Wabah Dan KLB
Dalam peraturan Menteri Kesehatan terdapat langkah-langkah untuk investigasi wabah.
Dari pilihan yang tersedia yang BUKAN merupakan langkab-langkah Investigasi Wabah
adalah?
Persiapan investigasi
Memastikan adanya wabah
Memastikan diagnosis
Membuat eksperimen
‘Membuat hipotesis/dugaan sementara
ANSWER : D
paoge
5. Di Indonesia, jika disuatu daerah terjadi Kejadian Luar Biasa yang disebabkan oleh
penyakit dan terdapat kosekuensi yang mengakibatkan kerugian maka penyakit tersebut
dapat dinyatakan suatu “Wabah” maka pemyataan tersebut hanya boleh ditetapkan oleh?
a. Kementrian Kesehatan
b. Suku Dinas
¢. Pemerintah Daerahd. Kepala Puskesmas
e. KetuaRT
ANSWER: A
Desain Epid Analitik (Kasus Kontrol)
6. Dilihat berdasarkan waktu pengamatannya, case control termasuk ke dalam pengamatan?
a. Perspektif
b. Rettospektit
c. Korektif
@. Kumulati¢
€. Prospektif
ANSWER : B
Skrining
7. Skirining merupakan suatu penerapan tes tethadap orang yang tidak menunjukkan gejala
dengan tujuan mengelompokkan mereka kedalam keiompok yang mungkin menderita
penyakit tertentu. Dalam skrining terdapat validasi, dimana validasi memiliki komponen
yang terdiri dari?
4. Sportivitas Dan Sensitivitas
b. Kualitas Dan Spesifitas
c. Mortalitas Dan Mordibitas
4. Mortalitas Dan Sensitivitas
e._ Sensitivitas Dan Spesifitas
ANSWER : E
8. Apa yang dimaksud dengan True Positive?
a. Proporsi dari orang yang sakit dan luasil tesaya positif
b. Orang yang sakit dan hasil tesnya dinyatakan positif oleh tes diagnostic
c. Orang yang sehat tapi hasil tesnya dinyatakan negative oleh tes diagnostic
d. Orang yang tidak sakit dan basil tesnya diayatakan negative oleh tes diagnostic
e. Proporsi dari orang yang sehat dan hasil tesnya negative
ANSWER : B
‘Ukuran asosiasi, Kausa dan Efek
9. Dalam stastistik vital, erdapat statistik kematian dan secara garis besar ukuran kejadian
penyakit dapat berupa?
a. Morbiditas dan Mortalitas
b. Natalitas dan Neonatal
c. Kualitas dan Kuantitas
4. Maternity dan Neonatus
¢. Spesifikasi dan Prospektif
ANSWER: A
10. Insidens suatu penyakit menggambarkan banyaknya kasus baru yang terjadi pada suatu
populasi. Insidens dapat diukur dengan 2 cara, yaitu?
Prevalensi dan Period Prevalensi
Time Series dan Proporsi
‘Cumulative Insidence dan Insidence Density
Rate dan Statistik
Chi Square dan Rasio
pap spANSWER: C
Surveilens
11, Survailens merupakan kegiatan pengumpulan data yang sistematik dan menggunakan
informasi epidemiologi untuk perencanaan, implementasi dan penilaian pemberantasan
penyakit. Dimana terdapat jenis-jenis surveilans maka yang BUKAN jenis surveilans adalah..
a. Community based surveillance
b. Sarveritance aici
©. Surveilance pasif’
4. Surveilans sentinel
€. Surveilans extemal
ANSWER : E
Desain Epid Analitik (Kohort)
12. Studi kohort merupakan studi dimana subjek dibagi atas dasar ada atau tidaknya pemajan
faktor tertentu dan kemudian diikuti dalam periode waktu tertentu untuk menentokan
muncu'nya penyakit pada tiap grup. Berdasarkan dinamika keikutsertaan subjek yang,
diteliti selama penelitian berlangsung, desain studi kohort dibagi menjadi
4. Closed cotiort dan open cotirt
b. Prospektif dan retrospektif
c. Deskriptif dan analitik
4. Kohort ktinik dan lapangan
. Intemal san external cohort
ANSWER: AKELOMPOK 4
T. Pada tahun 2009, dilaporkan adanya 9 kasus pada anak-anak yang terserang penyakit
pada tangan, kaki , dan mulut. Kemudian peneliti mengikuti perjalanan penyakit pada
anak-anak tersebut dan diambil kesimpulan bahwa mereka terkena penyakit flu
Singapura. Dari contoh di atas, metode epidemiologi deskiptif yang tepat adalah :
A. Case series
B. Case report
C. Ekology
D. Cross sectional
E. Aggregate
Jawaban : A
2. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan mengenai
fenomena yang ditemukan, baik berupa faktor resiko (paparan) maupun efek
(penyakivmasalah kesehatan).Dibawah ini yang bukan termasuk penelitian deskriptif
adalah :
A. Case report
B. Case series
C. Correlation study
D. Cross séctidnal
E, Case Control
Jawaban : E
3. Berikut ini merupakan tabel hasil dari studi kohort yang meneliti hubungan antara
merokok dan kemungkinan menderita penyakit kanker paru di Rumah Sakit “Semoga
Sehat” Kabupaten ABC Tahun 2016 _
‘Kanker Panu [___Jumiah
—— Ya Tidak i
Ya 300 10 310 i
Tidak 20 600 T 620 |
Total [ 320 620 i 930 :
Berdasarkan tabel tersebut, berapakah nilai perbandingan antara insidensi penyakit yang
muncul dalam kelompok terpapar dan insidensi penyakit yang muncul dalam kelompok
tidak terpapar/Relative Risk (RR) dari hasil penelitian i atas
A. 30
B. 25
c. 20
D.15
E.
4, Kasus Kontroi/case control adaiah studi analitik yang menganalisis hubungan kausal
dengan menggunakan logika terbalik, yaitu menentukan penyakit (outcome) terlebih
dahulu emudian mengidentifikasi penyebab (faktor risiko). Kelemahan studi case control
adalah :
A. Adanya bias Informasi dan bias reca!l
B, Dapat dilakukan pada sampel yg terbates
C. Hasil dapat diperoleh dengan cepat dan metode retrospektif’D. Disain ini sangat tepat untuk kasus [Link] terjadi di masyarakat
. Prinsip-prinsip dari randomisasi dalam penelitian studi eksperimental adalah sebagai
berikut, kecuali :
‘A. Individu di sampel dikelompokkan menjadi yang mendapat eksposure (E+) atau tidak
miendapat eksposure (E-)
Semva individu di sampel mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapat
ceksposure (E+) atau tidak mendapat exposure (E-)
Variabel/ karakteristik sampel sedapat mungkin didistribusi secara equal pada
kelompok mendapat eksposure (E+) dan tidak mendapat eksposure (E-)
Randomisasi ditakukan agar peneliti bisa memprediksi outcome dari kelompok yang
‘mendapat eksposure (E+) dan yaog tidak mendapat eksposure (E-)
Menseleksi individu yang akan menjadi sampel untuk meningkatkan validitas
penelitian.
Jawaban : D
5. Dalarn desain studi eksperimental ade yang dinamkaan true eksperimental (eksperimen
yang sebenarnya/betul-betul), Dikatakan true eksperimental karena dalam desain ini
penelit dapat mengontul semua variable uar yang mempengaruhijalannya eksperimen,
dengan demikian validitas internal (kualitas pelaksanaan rancangan penelitian) dapat
menjadi tinggi. Ciri utama true eksperimental design ini adalah :
‘A. Kelompok kontrol dan sampel dipilih secara random
B. Kelompok kontrol dan sampel tidak dipilih secara random
CC. Sampel dipilih secara random
D. Semua Populasi adaiah sampel
E. Jumlah sampel sedikit
Jawaban : A
mo OP
Beberapa penelitian menemukan bahwa sekitar 70% kasus kanker pankreas disebabkan
oleh merokok. Ukuran ini adalah contoh dari
A. Prevalence risk
B. Relative risk
C. Attributable risk
D. Incidence rate
E. Attack Risk
Jawaban : A
Risiko Relatif (RR) adalah perbandinganantara insidensi penyakit yang muncul dalam
kelompok terpapaer dan insidensipenyakt yang muncul dalam kelompok tidak terpapar.
Dalam Interpretasi nilai RR = 1 bermakra :
‘A. Variabel yang diduga sebagai faktor resiko tidak ada pengaruh dalam terjadinya efek
B. Variabel yang diduga sebagai faktor resiko berpengaruh dalam terjadinya efek
C. Faktor yang kita teliti merupakan faktor protektif untuk terjadinya efek
D. Efek menyebabkan faktor resiko
E. Insiden penyakit yang diderita kelompok terpapar tinggi
Jawaban : A9. Nilai suatu tes diagnostik dalam skrining tidak hanya bergantung pada sensitivitas dan
spesifitas, tetapi juga bergantung pada prevalensi penyakit di populasi. Jika prevalensi
penyakit menurun maka *
A. Kemungkinan untuk terjadinya positif palsu meningkat
B. Semakin sering frekuensi penyakit maka tes diagnostik yg digunakan scbaiknya
‘mempunyai sensivitas rendah
C. Semakin jarang frekuensi penyakit maka tes diagnostik yg digumakan sebaiknya
miempunyai spesifitas reudatt
D. Kemungkinan untuk terjadinya positif palsu menurun
E. Sensiftas tdk dipertukan
Jawaban: A
10. Suatu peta sederhana yang disajikan dalam bentuk titik-titik, yang berguna untuk
‘menggambarkan tempat para penderita tinggal, bekerja, atau kemungkinan terpapar suatu
‘wabah, disebut : : :
‘A. Risk Map
B. Incidence Distribution Map
C. Spot Map
D. Cummulative Insidence Map
E. Area Map
Jawaban : C
i. Keputusan untuk peru atau tidaknya melakukan investigasi_ wabah_—perlu
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut, kecuali :
‘A. Jumlah kasus yang terkena KLB
B. Adanya gejala-gejala klinis yang berat dan tidak biasa
C. Waktu kejadian
D. Pola kejadian penyakit belum diketabui
E. Dapat memberikan kontribusi kepada ilmu pengetahuan di bidang medis
Jawaban : C
12, Surveilans epidemiologi adaiah kegiatan pengamatan secara sistematis dan terus menerus
tethadap penyakit atau masalah-masalah Kesehatan serta kondisi yang mempengaruhi
resiko terjadinya penyakit agar dapat melakukan tindakan penanggulangan secara efelcif
dan efisien melalui proses pengumpulan, pengolahan data dan penyebaran informasi
epidemiologi kepada penyelenggara program Kesehatan. Dalam surveilans dapat dibagi
menjadi dua jenis yaitu surveilans pasif dan aktif. Surveilans peif yang memantau
penyakit secara pasif dengan menggunakan data penyakit yang harus dilaporkan yang
sudah tersedia di fasiitas pelayanan keschatan, sedangkan surveilans aktif menggunakan
petugas Khusus surveilans untuk kunjungan ‘berkala ke lapangan, desa-desa, tempat
praktik dokter dan tenaga medis Iainnya, RS, puskesmas, Klinik dengan tujua
mengidentifikasi kasus baru penyakit atau kematian, Kelebihan surveilans aktif adalah :
A. Lebih murab dan inudah dilakukan
B. Data yang dihasilkan cenderung under-reported
C. Mahal dan sulitdilalcukan
D. Tingkat pelaporan dan kelengkapan laopran biasanya rendah
E. Lebih akurat dan dapat mengidentifikasi outbreak lokal
Jawaban : EEelome 5
~ Studi epidemiologi deskriptif yang unit pengamatannya populasi adalah...
A. Krosseksional
B. Studi korelasi (Studi Ekologi)
C. Laporan kasus
D. Serial Kasus
E. Studi Kohort dan Kasus Kontrol
Jawaban : B
2. Dibawah ini merupakan kelebihan dari studi korelasi (Studi Ekologi) pada epidemiologi
deskriptif, kecuali..
‘A. Tidak dapat melihat hubungan sebab akibat (kausalita) dari eksposure dan outcome.
B. Jika data telah tersedia relatif murah.
C. Dapat melihat distribusi frekuensi kejadian penyakit/ masalah kesehatan dalam satuan
agregat di populasi.
D. Dapat melihat hubungan antara variabel yang diteliti dalam satuan agregat
E. Dapat untuk membangun/ memformulasikan hipotesis baru
Jawaban: A
3. Aniiisis yang digunakcin dalam studi kobort ada.
‘A. Analisis univariat
B. Analisis univariat dan bivariat
C. Analisis multivariat
D. Analisis bivariat, analisis lingkungan dan analisis multivariat
E. Analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat
Jawaban : E
4. Prinsip penelitian kasus kontrol adalah.
A. Penelitian dimulai dari pengukuran status keterpaparan (kesakitan) pada subjek -
subjek yang diteliti, kemudian kelompokkan.
B. Subjek-subjek pada Kedua Keloitipok secara retrospeltif difeliti Ceitang status
keterpaparannya dengan variabei “exposure”
C. Bandingkan status keterpaparan dengan E pada kelompok D + and D-
D. Karena penelitian dimulai dari status D (kesakitan), tidak dapat mengukcur insidens.
E. Penelitian membandingkan status keterpaparan, maka tidak terdapat bias pada studi
case control.
Jawaban : E
Berikut ini yang termasuk dalam ketebihan dari studi eksperimental adalah...
A. Durasi penelitian relatif singkat
B. Biaya penelitian yang murah
C. Dapiat iieiiberikan bukti kuat adaiiva hubuigaa sebab-akibat
D. Dapat menjawab semua pertanyaan penelitian.
E, Tidak bertentangan dengan etika
Jawaban: C
6. Disain studi yang sesuai dipakai untuk mempelajari obat-obat baru adalah.
A. Case Control
B. Experiment DesignC. Time Series analysis,
D. Studi Kasus
E. Observasional Study
Jawaban : B
. Berikut ini merupakan basil dari studi kohort yang meneliti hubungan antara merokok
ddan peyakit jantung koroner (PJK) yang dilakukan selama 10 tahun.
Pada awal stiri “Outcortie” setetati 10 exh Tout
PIK (+) PIK
Perokok 100 1400 1500
Bukan perokok 50 2450 2500
Total 150 3850 4000
Berapa kelaiaian hubungan antara merokok dan PJK?
A2
ee
Ca
D. 338
E4
Sawaban:
Dari soal no 7 di atas dapat disimpuikan...
‘A. Responden yang merokok berisiko 2 kali lebih besar terkena PJK dari pada responden
yang tidak merokok
Responden yang merokok berisiko 2.7 kali lebih besar terkena PJK dari pada
responden yang tidak merokok
Respouden yang merokok berisiko 3 kali lebih besar terkena PJK dari pada responden
yang tidak merokok
Responden vang merokok berisiko 3.35 kali lebih besar terkena P/K dari peda
responden yang tidak merokok
E. Responderi yang merokok berisiko 4 kali tebih besar terkena PJK dari pada responden
yang tidak merokok
Jawaban: D
vo ®
Jika disuata wilayah diketabui prevalensi gizi kurang pada balita 10%. Kegiatan skrining
gizi kurang dilakukan pada 10.000 balita dengan cara menghitung nilai z skor, dinyatakan
zi kurang jika z skor -3SD sampai <-2SD. Alat skrining tersebut mempunyai
sensitivitas 80% dan spesifisitas 80%, Berapa banyak true positive (TP)?
200 orang,
B. 300 orang
C. 500 orang
D. 600 orang
E. 800 orang
Jawaban: E
>10. Tes skrining diabetes melitus dilakukan pada 5000 orang di kota X. Tabel di ‘bawah ini
adalah hasil tes skrining
Diabetes melitus Jumlah
Hasil skrining + =
+ 20 15 35
z 480 4435 4965
500 |_4500 5000
Berdasarkan tabel tersebut predictive value test positif dan predictive value test negatif
berturut turut adalah...
A. 057 dan 0.90
B. 0:90 dan 0.70
€. 6.70 dan 0.57
D. 0.70 dan0.90
E
11, Umur merupakan salah satu faktor yang menentukan penyakit kerena mempengaruhi
A. Daya tahan tubuh dan pengalaman kontak dengan penyakit
B. Daya tahan tnbuh dan golongan darab
CC. Lingkungan pergaulan penyebab kontak dengan penyakit dan golongan darah
D. Lingkungan pergaulan penyebab kontak dengan penyakit dan penggunaan obat-
obatan
E. Gofongan darah dan penggunaan obat-obatan_
Jawaban: A
12, Berikut adalah penyampaian hasil penyelidikan dalam investigasi wabah, kecuall...
A. Laporan harus jelas
B. Kesimpulan dan saran harus dapat dipertahankan secara ilmiah
CC. Merupakan dokumen dar isu legel
D. Merupakan bahan rujukan untuk kejadian di masa yang akan datang
E. Hal-hal yang disampaikan tidak perlu secara ilmiah
Jawaban : E
13, Beriicut ini merupakan contoh dari penyebab Pscudo Epidemik:
‘A. Perubahan cara pencatatan dan pelaporan penderita
B, Adanya cara diagnosis baru
C. Adanya nenyakit lain dengan gejala yang serupa
D. Semua benar
EB, Semua salah
Jawaban : D
14. Contoh jenis penyakit yang dapat menimbulkan wabah, kecuali:
A. Kolera
B. DBD
©. Difteri
D. Demam
E. Avian Influenza HSN1
Jawaban :D15, Berikut ini merupakan pemyataan yang tepat mengenai sistem surveilans, yaitu:
A. Sistem surveilans penting untuk memonitor kegiatan penanggulangan penyakit
B. Sistem surveilans penting untuk memonitor kegiatan pencegahan penyakit
C. Apabila sistem surveilans belum dibangun, iakukan surveilans aktif
D. Semua benar
E. Semua salah
Jawaban :Dceleupee 6
| Dibawab ini adalah yang termuasuk desain studi epidemiologi deskripti, kecuali
a, Desain studi case-report
Desain studi case-series
Desain studi correlation study
Desain studi cross-sectional
Desain studi cohort
Jawaban: E
geo
2. Dibawah ini adalah yang termasuk tujuan desain studi laporan kasus, kecuali
a. Diperoleh informasi tentang distribusi frekwensi penyakit atau masalah kesehatan
‘yang di teliti
b. Diperoleh informasi tentang kelompok yang beresiko tinggi terhadap penyakit
c. Dapat dipakai untuk membangun atau memformulasikan hipotesis baru
4. Benar semua
e. Salah semua
Jawaban: D
3. Dibawah ini adalab yang termasuk desain studi epidemiologi analitik, kecuali
a Studi cohort
Studi case-control
Studi intervensi
Benar semua
Salah semua
Jawaban: D
eae
4. Mendeskripsikan insiden suatu kejadian penyakit tertentu selaina periode waktu tertentu
merupakan tujuan dari salah satu desain studi anaiaitil, vaitu
a. Studi cohort
'b. Studi case-control
c. Studi iaterveiisi
4d. Desain studi correlation study
ce. Desain studi cross-sectional
Jawaban: A
5. Dibawab ini adalah yang termsuk iangkah-langka!. dalam penelitian, yaitu
Pilih sampel dari populasi
Lakukan proses randomisasi
‘Ukur variable-variabel dasar (yang diduga sebagai confounder)
‘Benar semua
Salah semua
Javabait: D
peegp
6. Bila memungkinkan peneliti mendesain sedemikian rupa, sehingga subjek yang diteliti
tidak mengetahui apakah subjek tersebut termasuk kelompok exposure atau non-exposure
(Blind). Dibawah ini adalah yang termasuk metode blind, yaitu
a. Single blind
b. Double blind
©. Triple blind
Anda mungkin juga menyukai