0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan9 halaman

Analisis Interaksi Klien Perawat

Dokumen ini berisi analisis interaksi antara seorang perawat dengan pasien yang memiliki risiko perilaku kekerasan. Perawat melakukan orientasi dengan memperkenalkan diri dan menanyakan kondisi pasien. Pasien menjelaskan penyebab dirinya dibawa ke rumah sakit yaitu karena memukul tetangga saat sedang emosi karena ditagih hutang. Perawat membantu pasien mengidentifikasi penyebab, tanda, akibat perilaku kekerasannya, serta member

Diunggah oleh

Anonim Annon
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan9 halaman

Analisis Interaksi Klien Perawat

Dokumen ini berisi analisis interaksi antara seorang perawat dengan pasien yang memiliki risiko perilaku kekerasan. Perawat melakukan orientasi dengan memperkenalkan diri dan menanyakan kondisi pasien. Pasien menjelaskan penyebab dirinya dibawa ke rumah sakit yaitu karena memukul tetangga saat sedang emosi karena ditagih hutang. Perawat membantu pasien mengidentifikasi penyebab, tanda, akibat perilaku kekerasannya, serta member

Diunggah oleh

Anonim Annon
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS PROSES INTERAKSI

MINGGU 2

Oleh
Fitria Ramadhanti
1706978042

PROGRAM STUDI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
2021

i
ANALISIS PROSES INTERAKSI
Nama Klien : Bapak D
Status Interaksi P-K : Pertemuan ke-1
Lingkungan Klien dan perawat duduk berhadapan di meja makan ruangan Yudistira

Deskripsi Klien : Pasien tampak tenang, kooperatif, kontak mata kurang.

Diagnosis : Risiko Perilaku Kekerasan


Tujuan (orientasi pada klien) : Klien mampu mengidentifikasi penyebab, tanda, akibat, serta dapat mengendalikan perilaku
kekerasan

VERBAL DAN NONVERBAL VERBAL DAN ANALISIS PERAWAT KOMENTAR


PERAWAT NONVERBAL PASIEN (Justifikasi dan Rasional) SUPERVISOR

Fase Orientasi
Selamat Pagi Bapak, Perkenalkan saya Selamat Pagi, nama saya Perawat membuka dengan salam
Fitria, biasa dipanggil Fitri, nama bapak DA biasa dipanggil D pembuka yang merupakan teknik
siapa? komunikasi terapeutik yang dapat
(Membalas uluran
mencairkan suasana serta menjalin
(Tersenyum dan mengulurkan tangan ke tangan, tersenyum)
rasa saling percaya (Stuart, 2013).
klien)
Bagaimana perasaannya pagi ini Baik alhamdulillah Evaluasi dan validasi dilakukan
untuk mendorong klien untuk
pak? (tersenyum) (menatap sebentar ke
mendeskripsikan perasaan klien
perawat)
(Videbeck, 2016).
Baik, kalau boleh tau apa yang menyebabkan Waktu itu saya memukul Evaluasi dan validasi dilakukan
bapak diantar ke sini? tetangga saya yang menagih untuk mendorong klien untuk
hutang ke saya, saya belum
ada duit waktu itu.

i
(klien menatap perawat) mendeskripsikan perasaan klien
(Videbeck, 2016).
(Sikap terbuka, perawat memandang klien)
Apa yang menyebabkan Bapak memukul Saya kesal sus sama tetangga Menggali informasi mengenai
tetangga bapak? saya, saya sudah bilang keadaan klien dan mendorong klien
belum ada duit tapi masih untuk mengungkapkan perasaannya
(perawat memandang klien) saja ditagih. (Yusuf, Fitryasari, & Nihayati,
(klien menatap perawat 2015)
dengan mata melotot
mengungkapkan
perasaan kesalnya)
Perawat mendorong klien
Kesal karena apa pak..? Habisnya saya di tagih terus
mengungkapkan perasaannya
menerus sus (klien menatap
(sikap terbuka) (Yusuf et al., 2015)
perawat)

Oh begitu, bagaimana jika kita membicarakan Iya sus boleh Kontrak topik untuk menciptakan
terkait hal yang terjadi tadi pak? kondisi profesional yang dapat
(klien menatap perawat)
meningkatkan kepercayaan klien
(menunjukkan sikap meyakinkan)
terhadap perawat sehingga klien
lebih terbuka untuk menceritakan
yang dialaminya (DeLaune &
Ladner, 2011)
Mau diskusi dimana Di luar saja Perawat melakukan kontrak tempat
agar diskusi terarah (Videbeck,
pak? (Menunjuk ke meja 2016)
makan)
(tersenyum)
Baik Bapak, kita diskusi sekitar 15-20 menit Iya sus bersedia Perawat melakukan kontrak waktu
ya pak, apakah Bapak bersedia? agar diskusi terarah (Videbeck,
(Klien membenarkan posisi
2016)
i
(Perawat duduk) duduknya)
Baiklah, kita akan berdiskusi selama 15 menit Iya sus (mengangguk) Menerapkan teknik klarifikasi
di sini ya pak untuk membahas terkait hal dalam komunikasi terapeutik
yang bapak lakukan kepada tetangga bapak (Videbeck, 2016)
dan cara untuk mengontrolnya agar Bapak
bisa mengendalikan perilaku saat merasa
sedang emosi/marah.
(tersenyum)
Fase Kerja
Boleh Bapak ceritakan apa yang membuat Untuk membantu klien
Iya saya baru pulang
Bapak kesal dengan tetangga bapak? mengidentifikasi penyebab perilaku
dari tempat kerja saya
kekerasan
(suara merendah dan melakukan kontak mata) menjadi tukang las.
Setiap hari tetangga saya
menagih hutang ke saya,
padahal saya sudah
meminta keringanan,
tapi dia tidak mau
mengerti keadaan saya.
(klien menunduk)
Oalah seperti itu, biasanya selain memukul Perawat membantu klien untuk
Gaada, hanya itu saja kalau
apa yang Bapak lakukan untuk mengenal tanda dan gejala perilaku
sudah sangat kesal
menyalurkan emosi? kekerasan
(klien menatap perawat)
(sikap terbuka)

Bapak menyadari tidak kalau cara yang Bapak Iya sus kadang kalau abis Perawat membantu klien mengetahui
mukul, saya sadar dan akibat dari perilaku kekerasan yang

i
lakukan tersebut dapat merugikan orang lain? merasa menyesal dilakukannya
melakukannya.
(sikap terbuka)
(klien menatap perawat)
Nah iya pak, dari cerita Bapak ini saya Iya sus Mengklarifikasi apa yang terjadi
menangkap bahwa pada saat merasa dan apa dirasakan pasien serta
(mengangguk dan sedikit
marah/emosi Bapak cenderung meluapkan memberi tahu bahwa yang
menunduk)
dengan memukul orang? Hal tersebut adalah dilakukan pasien adalah perilaku
perilaku kekerasan pak. kekerasan
(sikap terbuka)

Untuk mengatasi amarah Bapak, ada Bagaimana sus caranya? Untuk membantu klien mengetahui
beberapa cara nih pak, yang bisa kita cara mengontrol emosinya
(penasaran)
lakukan.
(tersenyum semangat)
Yaitu dengan mengendalikan secara fisik, Boleh sus Untuk membantu klien mengetahui
verbal, spiritual, dan minum obat. Nah hari ini cara mengontrol emosinya
(menggangguk)
kita belajar mengendalikan secara fisik dulu
ya pak, bagaimana?
(sikap terbuka)
Jadi mengendalikan perilaku kekerasan secara (mengangguk) Untuk membantu klien mengetahui
fisik itu terdiri dari 2 cara, yaitu tarik napas cara mengontrol emosinya
iya sus
dalam dan pukul bantal. Hari ini kita latihan
tarik napas dalam dulu ya?
(menatap klien dan menjelaskan
dengan serius)

i
Iya pak, setiap kali muncul rasa marah atau oke Untuk membantu klien mengetahui
emosi meluap-luap Bapak bisa melakukan cara mengontrol emosinya
(mengangguk)
tarik napas dalam melalui hidung, tahan
selama 3 detik lalu hembuskan perlahan
melalui mulut. Lakukan sebanyak [Link]
contohkan dulu ya pak
(menjelaskan perlahan dan
mencontohkan tarik napas dalam)
Sekarang coba bapak lakukan sendiri (meniru yang dicontohkan Untuk membantu klien mengetahui
oleh perawat) cara mengontrol emosinya
(sikap terbuka, menatap pasien)

Fase Terminasi
Setelah kita diskusi dan latihan, bagaimana Senang sus, jadi lebih lega, Mengevaluasi perasaan klien
perasaan Bapak? saya tahu cara setelah dilakukan intervensi
mengendalikan emosi (DeLaune & Ladner, 2011)
(menatap klien dan tersenyum)
(mengelus dada)
Alhamdulillah. Bapak masih ingat ada apa Mengevaluasi kognitif klien untuk
Latihan tarik napas dalam
saja cara untuk mengontrol emosi yang sudah memastikan klien dapat mengikuti
kita latih tadi? (menatap perawat) penjelasan dengan baik (Videbeck,
2011)
(sikap terbuka, memandang klien)
Hebat, Bapak bisa mengingatnya. Sekarang, Tarik napas dalam, tahan Mengevaluasi kemampuan
Bapak bisa contohkan bagaimana caranya? 3 detik, lalu hembuskan psikomotor klien dalam menerima
melalui mulut

i
(memperagakan tarik informasi (Stuart, 2013)
napas dalam)
Bagus sekali. Selanjutnya, bagaimana jika Boleh sus Mempakat rencana tindak lanjut
kita mempakat jadwal untuk Bapak klien agar klien dapat secara rutin
(melihat ke arah kertas)
latihan? dan terjadwal untuk latihan
(mengeluarkan kertas jadwal kegiatan)
Bapak mau mengisi sendiri atau saya Suster saja Mempakat rencana tindak lanjut
klien agar klien dapat secara rutin
tuliskan? (memberikan pulpen di dekat (melihat ke arah kertas)
dan terjadwal untuk latihan
kertas)

Baiklah mau berapa kali sehari dan jam 2x saja setelah selesai Mempakat rencana tindak lanjut
berapa saja? makan pagi sekitar pukul 7 klien agar klien dapat secara rutin
dan 12 siang sus dan terjadwal untuk latihan
(siap untuk menulis di kertas)
(melihat ke arah jam)
Baiklah sudah sepakat ya pak, mulai besok Baik sus Mempakat rencana tindak lanjut
bapak dapat latihan yaa. klien agar klien dapat secara rutin
(menatap kertas)
dan terjadwal untuk latihan
(menunjuk kertas)

Kertasnya saya simpan ya pak, besok setelah Memastikan klien melaksanakan


Iya sus
latihan sesuai jadwal
kegiatan kita isi ya pak
(menatap perawat)

i
Untuk diskusi hari ini telah selesai, besok kita Iya sus Kontrak pertemuan yang akan
bertemu lagi ya pak untuk mengevaluasi datang (Yusuf et al., 2015)
(mengangguk)
latihan Bapak dan belajar cara baru untuk
mengontrol emosi, yaitu dengan cara
memukul bantal (sikap terbuka)
Besok kita bertemu lagi ya pak, besok Disini aja, abis senam suster Kontrak pertemuan yang akan
diskusinya mau jam berapa dan dimana? datang (Yusuf et al., 2015)
(menunjuk meja)
(sikap terbuka)

Baiklah, besok kita bertemu lagi disini ya Baik, terima kasih suster Pamit kepada klien sebagai penutup
pak setelah senam, kita akan berdiskusi cara
(Berdiri dan kembali ke
baru mengontrol emosi, kalau begitu saya
kamar)
pamit dulu. Selamat beristirahat
(berdiri)

Kesan Perawat:
Klien mengetahui dan juga mampu mempraktikan cara mengontrol emosi dengan mengendalikan secara fisik, yaitu tarik napas dalam.
Namun, tetap harus dievaluasi kembali cara untuk mengontrol emosinya dan penerapannya saat emosinya sedang tidak stabil/saat marah
meluap-luap.

i
Daftar Pustaka:
DeLaune, S. C., & Ladner, P. L. (2011). Fundamentals of Nursing: Standards and Practice (4th edition). New York: Delmar Cengage
Learning.
Keliat, B. A., Akemat, Helena, N., & Nurhaeni, H. (2011). Keperawatan Kesehatan Jiwa Psikiatri: CMHN (Basic Course). Jakarta:
Penerbit Pakku Kedokteran EGC.
Stuart, G. W. (2013). Principles and Pratice of Psychiatric Nursing (10th edition). Missouri: Elsevier Mosby.
Videbeck, S. L. (2016). Psychiatric Mental Health Nursing. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
Yusuf, A., Fitryasari, R., & Nihayati. (2015). Keperawatan Kesehatan Jiwa Komunitas: CMHN (Basic Course). Jakarta: EGC.

Anda mungkin juga menyukai