Panduan Alat Bantu Mekanik Pama
Panduan Alat Bantu Mekanik Pama
MECHANIC DEVELOPMENT
K A T A P E N G A N T A R
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Sehingga dapat
tersusun buku “ ALAT BANTU “ Buku ini disusun untuk melengkapi bahan
pelatihan di lingkungan PT Pamapersada Nusantara khususnya Plant
Departement.
Buku ini disajikan dalam bentuk yang sederhana, dengan harapan dalam
pemahamannya akan lebih mudah, khususnya bagi Calon Mekanik atau Junior
Mekanik dibidang Alat-alat Berat.
Dengan segala kerendahan hati penyusun menyadari bahwa buku ini masih
jauh dari sempurna, maka dengan keterbatasan yang ada penyusun sangat
mengharap kritik dan saran dari para pembaca untuk meningkatkan
kesempurnaan buku ini sehingga tidak terjadi salah persepsi untuk pemahaman
dari isi dan makna terhadap buku ini.
Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu sehingga terselesaikannya buku ini.
Jakart
Jakarta,
a, Januari
Januari 2004
2004
Penyusun
Mechanic Development
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
Mesin pada umumnya di rakit dengan bolt dan nut. Oleh karena itu untuk melepas
(disassemble ) atau merakit kembali ( reassemble ) suatu mesin, diperlukan untuk
pengetahuan bagaimana cara melepas dan mengencangkan bolt dengan benar dan cepat.
Open end wrench sering sekali dipakai untuk merakit maupun melepas bolt pada suatu
mesin. Bolt diputar setelah dipaskan bolt dengan mulut open end wrench.
Bentuk lain dari single open end, dimana kunci ini dapat disambung dengan pipa
maupun di pukul dengan hammer.
• Cara pemakaian :
Untuk memutar bolt, nut pada mesin, open end dipaskan pada kepala screw dan
putar handlenya. Pilihlah ukuran kunci yang sesuai dengan kepala bolt. Ukuran
open end di tentukan oleh besarnya bukaan atau lebar rahangnya yang di buat
sedikit besar dari kepala bolt. Sebagai contoh kepala bolt ukuran 3/8 inch artinya
memiliki clearance ( celah ) 5 sampai 8 perseribu inch.
Celah bebas yang terlalu besar akan mengakibatkan sudut kepala bolt menjadi bulat
( mematahkan sudut-sudut bolt ) atau memperlebar mulut open end ( kunci pas).
Sebaliknya memaksa mulut open end ( kunci pas ) yang terlalu kecil pada kepala
bolt, misalnya dipaksa dengan cara memukul menggunakan palu, akan memperlebar
mulut open end atau mematahkan kepalanya
COMMON TOOLS I - 3 - 40
Saat mengencangkan cocokkan open end pada kepala screw seperti diilustrasikan
pada gambar dibawah ini, ini adalah cara yang paling aman dan efisien.
Tidak ada problem keselamatan jika screwnya dapat diputar dengan mudah
walaupun demikian, jika diperlukan untuk mengencangkan ikatan screwnya sekuat
mungkin atau melonggarkan screw yang terikat dengan
tarikan yang kuat maka mulut open end ( kunci pas ) harus dicocokan secara benar-
benar dan berulang - ulang. ke kepala screw,untuk memastikan keamanan saat
menarik kunci.
Mencocokkan open end (kunci pas) ke kepala screw seperti di tunjukkan pada
gambar di bawah ini adalah berbahaya, open end ( kunci pas ) biasa slip dengan
mudah begitu open end ( kunci pas ) di putar.
Jika tidak ada jalan lain untuk mencocokkan open end dengan cara ini, doronglah
handle ( gagangnya ) kearah kepala screw sambil memutarnya. Dengan demikian
kepal teta da bag ian dal ha end rt dny tidak
COMMON TOOLS I - 4 - 40
Jika diperlukan momen puntir yang agak besar untuk memutar screwnya,
cocokkan atau pasanglah rahang kunci bagian yang dalam pada kepala screw,
untuk mencegah kemungkinan kunci dari slip atau mulut kunci melebar.
a. Socket.
Pada ujung
ujung socket
socket yang
yang pas atau
atau cocok
cocok dikepal
dikepalaa screw
screw mempuny
mempunyai ai lubang
lubang
berbentuk hexagonal, ukuran lubang ditentukan oleh o leh lebar kepala dari screw, lebar
dari
dari ujung
ujung pengge
penggerarak
k ( diman
dimanaa handl
handlee dipasa
dipasang
ng ) memp
mempunyunyai
ai ukura
ukurann bermac
bermacam
am -
maca
macam m anta
antara
ra lain
lain ¼ inch
inch , 3/8
3/8 inc
inch
h , ½ inch
inch,, ¾ inch
inch dan
dan 1 inch
inch lebar
lebar ujung
ujung
penggerak dengan ukuran ½ inch paling sering digunakan.
Pada umumnya , semakin
semakin besar
besar ukuran
ukuran lubang
lubang ujung
ujung socket,
socket, maka semakin
semakin besar
besar
ukuran dilubang
dilubang ujung penggeraknya
penggeraknya seperti
seperti ditunjukkan pada tabel di bawah
bawah ini :
Gbr.21. Socket.
b. Handle.
Handle atau
atau gagang
gagang socket mempunyai
mempunyai beberapa
beberapa bentuk
bentuk diantaranya
diantaranya :
• L - Sh
Shap
aped
ed hand
handle
le ( off
offse
sett han
handl
dlee )
penggerak pada ujung bengkoknya sesuai
sesu ai masuk kedalam socket, Poros handle
ini bengkok pada
pada ujungnya dan persegi
persegi empat.
empat.
Gbr.22.
Gbr.22. L - Handle
Handle..
COMMON TOOLS I - 14 - 40
• L - Sh
Shap
aped
ed hand
handle
le ( off
offse
sett han
handl
dlee )
penggerak pada ujung bengkoknya sesuai
sesu ai masuk kedalam socket, Poros handle
ini bengkok pada
pada ujungnya dan persegi
persegi empat.
empat.
• T - Sliding ha
handle
Handle dapat meluncur dengan bebas melalui lubang pada bagian ujung dari
handle, dengan
dengan demikian tidak perlu merubah
merubah posisi socket,
socket, handlenya
digerakkan
digerakkan pada satu
satu sisi untuk setengah
setengah putaran,
putaran, sisi
sisi yang lain untuk setengah
setengah
putaran berikut dan seterusnya.
Gbr.23. T - Sliding
Sliding handle.
handle.
• Spee
Speede
derr H
Han
andl
dle.
e.
Speeder
Speeder handle
handle dengan sebuah socket dapat memutar
memutar sejumlah
sejumlah screw dari ukuran
yang sama dengan cepat Tetapi
Tetapi walaupun
walaupun demikian
demikian handle mempercepat
mempercepat
( speeder
speeder ) ini tidak cocok
cocok untuk melonggark
melonggarkan
an atau mengikat
mengikat kuwat
kuwat screw.
COMMON TOOLS I - 15 - 40
• Flexible
Flexible Handle
Handle ( swivel handle / nut spinner
spinner handle
handle ).
Persegi
Persegi empat penggerak
penggeraknya nya ( drive square
square ) dipasang
dipasang pada handle
handle dengan
memakai
memakai sebuah pena
pena ( pin ) dengan demikian
demikian handlenya
handlenya dapat
dapat diputar dengan
dengan
sudut
sudut yang
yang di kehe
kehenda
ndaki
ki..
~ Cara pemakaian :
Sebuah
Sebuah screw
screw dapat
dapat dilong
dilonggar
garkan
kan denga
dengann cepat
cepat , dengan
dengan melet
meletakk
akkan
an
handlenya
handlenya pada posisi,
posisi, horizotal
horizotal kemudian
kemudian diputar,
diputar, dapat juga
juga dengan
memasukkan
memasukkan poros pemutar
pemutar kedalam lubang di ujung handle kemudian
kemudian
memutar
memutar handlenya
handlenya dengan poros tersebut
tersebut . Selama
Selama handle pemutar relatif
panjang maka dapat memberikan momen puntir yang besar. b esar.
COMMON TOOLS I - 16 - 40
• Ratchet Handle
Handle ini memiliki mekanisme ratchet yang memungkinkan persegi empat
pemutar ( Drive Square ) untuk memutar pada satu arah dan mencegah berputar
pada arah yang berlawanan.
~ Cara Pemakaian
a. Dengan demikian sebuah screw clapat diputar dengan gerakkan bolak -
balik dari handle , karenatidak diperlukan untuk mengepaskan kembali
socketnya, efficiensinya tinggi.
b. Arah putaran drive square dapat diubah dengan sebuah tuas diatas kepala
handle cengkeraman ( pawl ) menghubungkan gigi socket ( ratchet wheel ).
Untuk setiap 18 derajat handlenya berputar dan dapat dikembalikan
ke posisi semula, dengan demikian ratchet handle dapat dipergunakan pada
ruangan yang sempit.
c. Extention.
Extention di perlukan untuk memutar screw pada tempat yang terhalang
atau sempit .
Gbr.29. Extension.
COMMON TOOLS I - 18 - 40
d. Universal Joint.
Universal joint di hubungkan antara handle dan socket memungkinkan
untuk mempergunakan handle dari segala arah.
A. VERNIER CALIPER.
Vernier caliper adalah alat ukur yang terdiri dari caliper dan skala .
3. Mengukur kedalaman
Hal-Hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan vernier caliper baik untuk
mengukur diameter luar , diameter dalam dan kedalaman yaitu:
3. Mengukur kedalaman .
Dalam mengukur kedalaman , tidak diperbolehkan ujung dari alat ukur miring ujung
dari alat harus rata dengan benda kerja seperti gambar dibawah ini.
D. CONVEC SCALE.
Mistar type ini berbentuk gulungan sehingga apabila tidak digunakan maka mistar akan
tetap tergulung didalam tempatnya, mistar ini terbuat dari baja tipis yang mempunyai
tingkat kelenturan yang tinggi. mistar type ini biasanya digunakan untuk mengukur
ketinggian dan keliling lingkaran suatu benda.
Cara pembacaan.
a. Pembacaan dengan metric system
Contoh pembacaan yang benar adalah sebagai berikut :
1. 10 mm 3. 57 mm
2. 33 mm 4. 113 mm
A. ENGINE
1. Spring Pusher
Spring pusher berfungsi untuk memasang dan melepas valve spring. Penggunaan pada
engine komarsu 92-1, 105-1-2-3, 120-11, 130-1, 155-4
Dan pada engine cummins 743 series dan 855 series.
Cara pemakaian :
1. Rangkaikan komponen seperti gambar .
2. Masukan stud ( 6 ) kedalam silinder head.
3. Kunci handle ( 1 ) dengan bolt ( 4 ) dan nut ( 5 )
4. Pasang bracket ( 3 ) pada handle dan tekan spring seat.
SPECIAL TOOLS III - 2 - 29
2. Liner Puller.
1. Plate
2. Plate
3. Knuckle
4. Stud
5. Nut
6. Nut
7. Bolt
Cara pemakaian :
1. Pasang tiap bagian pada liner puller.
2. Masukkan puller ketempatnya melalui bagian atas cylinder liner. Pasang plate (2)
dibawah liner.
3. Kencangkan nut (5) untuk mengeluarkan liner.
SPECIAL TOOLS III - 3 - 29
3. Push Tool.
Push tool ini berfungsi untuk melepas dan memasang camshaft bushing.
1. Bar
2. Push tool
3. Push tool
4. Collar
5. Guide
6. Spacer
Cara pemakaian :
1. Gabungkan bar, push tool, collar, guide, dan spacer dengan benar.
2. Dengan memasang bushing ke lubang pada cylinder block, tekan bushing ke dalam.
• Pemasangan sesuai perintah : No. 3, No. 2, No. 1, No. 4, No. 5
~ Pasang bushing No. 2, No. 3, No. 4
Bar 1, Push tool 2, collar 4 dan guide 5 yang harus dipakai.
~ Pasang bushing No. 1
Push tool 3, collar 4 clan grip yang harus di pakai.
~ Pasang bushing No. 5
Push tool 3, spacer 6, collar 4 dan grip yang harus dipakai.
SPECIAL TOOLS III - 4 - 29
Piston ring tool di gunakan untuk melepas dan memasang piston ring pada piston.
5. Liner Driver.
Liner driver di gunakan untuk memasang cylinder liners kedalam cylinder block.
SPECIAL TOOLS III - 5 - 29
Cara pemakaian
1. Bautlah liner driver ke grip.
2. Masukkanlah cylinder liner ke tempatnya melalui cylinder block, dan set liner driver
ini pada posisinya.
6. Piston Holder.
Piston holder ini di gunakan untuk memasukkan piston ke dalam cylinder.
Cara pemakaian
1. Pegang piston dengan tool ini, clan sementara clamp pistonnya.
2. Putar piston sedikit - sedikit sambil berangsur - angsur mengencangkan nut kupu -
kupunya. Apabila piston tidak dapat berputar didalam piston holder, putar kembali
nut kupu-kupunya ¼ putaran untuk adjust clampnya.
3. Adjust pada stoper sehingga piston holder ticlak akan membesar.
4. Tekan kedalam pistonnya dengan cara itu sehingga bagian bawah pada piston holder
akan berhubungan pada cylinder liner.
Keterangan :
1. Plate.
2. Screw.
3. Washer.
4. Bolt.
5. Nut.
Cara pemakaian :
1. Pasang plate (1) pada flange atau drum dengan menggunakan bolt (4) dan washer (3).
2. Putar screw (2) pada pelepas dan tekan tranverse shaft sehingga finges dan drum akan
terlepas.
Keterangan :
1. Bolt.
2. Spacer.
3. Adapter.
Cara pemakaian :
1. Tekan flange ke steering clutch shaft atau ke pinion utama shaft pada final drive, dan
pasang adapter (3) pada shaft.
2. Set specer (2) seperti dalam gambar clan pasang puller 50 ton dengan menggunakan
bolt (1).
3. Dengan menggunakan hydraulic pressure pada puller maka flange atau drum akan
tertekan ke clutch housing.
Cara pemakaian ;
Set socket pada lifting tool pada spline ke pinion gear dan bolt pada tool ke spline pada
lifting tool agar tidak keluar.
Contoh pemakaian :
• Cara pemakaian :
Salah satu
satu penggunaan
penggunaan multi tachometer
tachometer adalah untuk
untuk mengukur
mengukur kecepatan
kecepatan putar
engine.
Adapun cara pengukurannya sebagai berikut :
1. Pastikan
Pastikan kelengkapan
kelengkapan multi tachometer
tachometer dandan penghubungnya.
penghubungnya.
2. Hubun
Hubungka
gkann sens
sensor
or ke engi
engine
ne spe
speed
ed outl
outlet
et..
3. Hubungk
Hubungkan an sensor
sensor ke service
service meter
meter engine
engine outlet,
outlet, kencangk
kencangkan
an dengan
dengan ring
ring nut.
4. Hidu
Hidupka
pkann engi
engine
ne pada
pada posis
posisii low dan
dan high
high idle
idle dan
dan baca
baca hasil
hasil penguk
pengukur
uran
an pada
pada
display tachometer.
Gbr.4. Pemakai
Pemakaian
an multi tachometer
tachometer
DIAGNOSTIC TOOLS IV - 5 - 11
B. PRESSURE GAUGE.
Pressure
Pressure gauge digunakan
digunakan untuk
untuk mengukur
mengukur oil pressure,
pressure, tire air pressure,
pressure, dan fuel
pressure.
Satuan pengukuran
pengukuran pada pressure
pressure gauge menggunakan
menggunakan PSI ( Pounds Per
Per Square
Square Inch ),
Kpa ( Kilo
Kilo pascal
pascal ) dan kg/cm2.
dan kg/cm
C. THERMOMETER
Thermometer digunakan untuk mengukur temperatur atau suhu. Temperatur asda yang
menggunakan fluida dan ada yang digital.
Temperatur
Temperatur yang digital dapat
dapat untuk mengukur suhu dari –99,5
–99,5 ºC sampai 1299 ºC
Ketera
Keterangan
ngan :
1. Meter.
1A.
1A. Dry
Dry cell
cell
2. Sensor
3. Sensor
4. Adapter
5. Adapter
6. Adapter
7. Case assembly
8. Cable
DIAGNOSTIC TOOLS IV - 6 - 11
Aplikasi
Aplikasi Digital
Digital Thermo Meter (complete
(complete set)
set)
1. Flexible Sensor.
Masukkan
Masukkan melalui
melalui lubang oil filler untuk mengukur
mengukur temperature
temperature oil.
Gbr.8. Pemakai
Pemakaian
an flexible
flexible sensor.
sensor.
DIAGNOSTIC TOOLS IV - 7 - 11
2. Bar Sensor.
Cocok untuk mengukur temperature fluida yang bertekanan ( water temperature, oil
temperature ).
Ada 2 jenis mounting adapter :
1. Untuk temperatur normal.
2. Untuk temperatur tinggi yaitu dari 200°C ke atas.
D. MULTITESTER.
Multitester adalah alat ukur -yang digunakan untuk mengukur tegangan, besarnya arus
yang mengalir dan besarnya tahanan.
Gbr.11. Multitester.
• Cara pemakaian :
Apabila pada AVO meter kedudukan pointer tidak tepat pada angka nol, maka kita
putar dengan screw driver (obeng) zero point adjusting screw sampai didapat pin ter
tepat pada angka nol.
Jika yang akan diukur adalah tegangan, tentukan dulu tegangan itu DC atau AC. Jika
tegangan yang akan diukur DC maka rotary switch diposisikan pada DC V dan jika
yang akan diukur AC maka rotary switch diposisikan pada AC V.
Pada pengukuran tegangan, sebelum diukur harus ditentukan perkiraan besarnya
tegangan yang akan diukur agar dapat ditentukan skalanya, misalnya 12 volt battery
maka rotary switch diposisikan pada skala 50 volt DC V dan jika tegangan
diperkirakan 100 AC maka rotary switch diposisikan pada skala 100 volt AC V.
Pada pengukuran tegangan AC, polaritas + ( positif ) dan - ( negatif ) pada pin tidak
berlaku.
DIAGNOSTIC TOOLS IV - 9 - 11
Untuk mengukur besarnya tahanan atau hambatan maka rotary switch diputar pada
posisi ohm pada pengukuran tahanan maka perbedaan kutub ( polaritas ) + dan - pada
pin tidak berlaku kecuali jika yang diukur adalah elemen semi conductor.
Untuk mengukur besarnya arus maka rotary switch diputar pada posisi mA ( mill
Amper ).
E. HYDROMETER.
Hydrometer digunakan untuk mengukur berat jenis elektrolit. Ada beberapa jenis
hydrometer antara lain :
• Cara pemakaian :
Gbr.16 Refractrometer.
WORKSHOP EQUIPMENT’S V - 8 - 9
Gambar dibawah ini adalah sebuah “ shackle ” yang ditarik miring ( membentuk
sudut ). Ini merupakan yang tidak balk sebab kaki - kakinya akan terbuka.
Jika eyebolt yang tak berleher clan eyebolt ditarik miring seperti dalam gambar.
Baut itu bisa bengkok atau putus.
Eyebolt berleher.
Dalam pemakaian, ulirnya harus masuk secara keseluruhan apabila tidak akan
berakibat bengkoknya eyebolt tersebut.
Beberapa contoh pemasangan sling pada eyebolt berleher,yang benar dan salah.