Arsitektur Perilaku untuk Pusat Autisme
Arsitektur Perilaku untuk Pusat Autisme
ARSITEKTUR PERILAKU
Bab III
ELABORASI TEMA
Pendekatan arsitektur perilaku ini bertujuan untuk membantu proses terapi, dimana
anak-anak menjadi lebih cepat berkembang. Dengan pendekatan ini juga, anak-anak sebagai
pengguna utama, tidak akan merasa canggung. Kebanyakan nilai-nilai kemanusiaan tidak
diindahkan hanya untuk mencapai dan memaksimalkan efisiensi operasi. Hal ini
menyebabkan nilai estetika yang rendah dan mengganggu lingkungan sekitarnya.
Arsitek sebagai koordinator dari banyak disiplin yang terlibat dalam proses konstruksi
saat sekarang ini adalah kunci dari keberhasilan dalam penerapan arsitektur perilaku.
Perancangan yang baik akan dapat member keuntungan dalam jangka panjang bagi pengguna
dan lingkungan sekitarnya.
Arsitektur berasal dari bahasa yunani, yaitu “arche” artinya bangunan dan “tecton”
artinya orang yang membangun. Pengertian Arsitektur adalah :
1. Seni dan ilmu merancang serta membuat konstruksi bangunan, metode, dan gaya
rancangan suatu konstruksi1.
2. Utilitas, Vermitas, dan Venusitas2.
1
Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1990
66 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
3. Seni bangunan, gaya bangunan lingkungan binaan, atau suatu lingkungan binaan yang
dibuat oleh manusia, dan menjadi tempat manusia melakukan kegiatannya3.
4. Lingkungan (enclosure) dimana orang-orang hidup dan tinggal4.
5. Hubungan perilaku dengan lingkungan, proses perancangan, dan hubungan kebudayaan
dengan bentuk5.
6. Merupakan suatu disiplin ilmu yang berasal dari penggabungan teknik (engineering), ilmu
social, dan seni. Ada tanggapan bahwa tujuan utama arsitektur bersifat kemasyaraktan. Ini
merupakan latar belakang dan system penunjang untuk meningkatkan harkat kehidupan
yang sedang berlangsung.
7. Menurut Amos Rapoport, arsitektur sebagai lingkungan buatan (built environment) yang
mempunyai bermacam-macam kegunaan yaitu melindungi manusia, kegiatan-kegiatannya
serta hak miliknya dari elemen-elemen alam (iklim, cuaca), dari musuh (manusia, hewan,
kekuatan supra naturaral) dengan membuat tempat, menciptakan suatu kawasan aman
yang berpenduduk dalam dunia fana dan menekankan sosial serta menunjukkan status.
8. Ilmu dan seni merancang bangunan, kumpulan bangunan, struktur-struktur lain yang
fungsional, terkonstruksi dengan baik, memiliki nilai ekonomis serta nilai estetika.
9. Hasil upaya manusia menciptakan lingkungan yang utuh untuk menampung kebutuhan
tempat tinggal, berusaha atau bersosial budaya.
2
Vitruvius
3
Pengantar Arsitektur, James [Link], Anthony [Link]
4
[Link], James and Anthony, [Link], Pengantar Arsitektur, 1978
5
Clovis Heisath, Arsitektur dari Segi Perilaku, AIA, Intermatra, 1995
6
Makalah Seminar Arsitektur Perilaku sebagai Pendekatan Solusi Desain Arsitektur dalam Pemecahan Masalah
Pemukiman Kumuh Perkotaan
7
Makalah Seminar Arsitektur Perilaku sebagai Pendekatan Solusi Desain Arsitektur dalam Pemecahan Masalah
Pemukiman Kumuh Perkotaan
8
WJS Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, 1985, halaman 214
67 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
5. Keadaan jiwa (pendapat, pikiran, sikap, dsb) untuk memberikan reaksi terhadap situasi
yang ada di luar subjek.
6. Mekanisme yang menghubungkan karakteristik dari individu/kelompok manusia dengan
situasi/kondisi settingnya.
68 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
Adapun 4 hal yang saling berhubungan dengan Arsitektur Perilaku, antara lain :
a. Perilaku Sebagai Suatu Pendekatan
Pendekatan perilaku dalam perancangan menekankan keterkaitan antara ruang yang
disediakan bagi manusia yang memanfaatkannya. Pendekatan ini menunjukkan bahwa perlu
adanya pemahaman mengenai perilaku manusia atau masyarakat yang berbeda-beda dari segi
norma, adat, budaya, serta psikologi masyarakat.
b. Psikologi Lingkungan
Psikologi Lingkungan adalah bidang psikologi yang meneliti khusus hubungan antara
lingkungan fisik dan tingkah laku serta pengalaman manusia. Faktor yang sangat kuat
mempengaruhi manusia adalah lingkungan. Menurut UU No.4 Tahun1982, lingkungan hidup
adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk
manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan
manusia serta makhluk hidup lainnya.
69 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
Selain itu, masalah yang juga mendapat perhatian dalam psikologi lingkungan adalah
bagaimana orang menilai keindahan lingkungan (estetika lingkungan).
c. Psikologi Manusia
Sebagai ilmu yang mempelajari hal yang mengenai tingkah laku dan proses-proses
yang terjadi tentang tingkah laku tersebut, maka psikologi selalu berbicara tentang
kepribadian.
Sasaran,
Keputusan, Kognisi Kognisi dan
Manusia
Maksud dan Emosi Emosi
70 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
MEMANFAATKAN LINGKUNGAN
Skema
Motivasi
Gambar 2.18 Hubungan antara budaya, perilaku, sistem aktivitas, dan sistem setting
Sumber : Setiawan, Haryadi B.; Arsitektur Lingkungan dan Perilaku, PPLH UGM, Jogjakarta, 1996
71 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
Arsitektur untuk manusia atau arsitektur yang manusiawi membahas bangunan yang
berguna untuk manusia dan dirancang untuk manusia. Hal ini berhubungan dengan :
1. Kebutuhan akan ruang
Ruang yang digunakan untuk berbagai kegiatan dan dikelompokkan dengan ruang-
ruang lain dan disesuaikan dengan aturan-aturan yang memenuhi kebutuhan, nilai, dan
keinginan suatu kelompok.
2. Waktu
Pada raung yang sama secara temporal terjadi beberapa kegiatan yang berbeda sesuai
dengan kebutuhan karena manusia pengguna ruang memiliki ritme kegiatan yang berbeda.
Hal ini sangat penting karena menyangkut optimalisasi penggunaan ruang serta berkaitan
dengan kepadatan yang akan terjadi pada space/ruang tempat kegiatan.
3. Arti
Makna biasanya diwujudkan dalam bentuk warna, detail, tanda-tanda, dekoratif, dan
bentuk yang disebut sebagai aspek eikonic dari lingkungan binaan. Unsur-unsur ini bisa saja
menjadi satu dengan organisasi ruang atau terpisah.
4. Komunikasi
Mempunyai makna-makna tertentu yang dimaksudkan sebagai media komunikasi
antar penghuni ruang ataupun yang bukan penghuni ruang tersebut.
72 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
4. Warna
Penerapan warna dalam kasus desain adalah untuk memberikan pengaruh psikologis
terhadap manusia. Pada ruang, pengaruh warna tidak hanya menimbulkan suasana panas
dan dingin tetapi juga mempengaruhi kualitas ruang tersebut, seperti warna terang akan
menjadikan ruang seolah-olah lebih luas dan sebaliknya.9
Fungsi dasar dari warna adalah untuk menarik perhatian, warna yang terang dapat
menarik perhatian. Tetapi kekuatan warna sendiri yang dominan adalah dapat
mempengaruhi emosi, persepsi, mood dan tindakan dari seseorang. Dalam sebuah
presentasi warna mempunyai 3 fungsi yaitu untuk identifikasi, kontras dan highlighting.
Asosiasi Emosional
Warna memiliki pengaruh tertentu terhadap individu secara positif dan negatif. Secara
umum pengaruh dari warna-warna ini akan disajikan didalam tabel berikut.
9
Setiawan, Haryadi B; Arsitektur dan Perilaku Manusia, PPLH UGM, Jogjakarta, 1996
73 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
74 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
5. Skala
a. Dalam arsitektur menunjukkan perbandingan antara elemen bangunan atau ruang
dengan suatu elemen tertentu.
b. Untuk menciptakan suasana yang akrab maka skala yang digunakan adalah skala
intim dan skala perkotaan.
c. Skala intim dapat memberikan suasana akrab dan dekat dengan sesame manusia
maupun lingkungannya. Sedangkan skala perkotaan membuat manusia merasa
memiliki atau kerasan pada lingkungan tersebut.
d. Jika D = jarak, dan H = tinggi, maka :
- Skala intim : 1 < D/H < 2
- Skala perkotaan : D/H = 1-2
Desain sebuah ruangan yang menerapkan skala intim akan memberi kesan nyaman
terhadap pengguna, dapat menguasai ruang atau merasa menjadi sesuatu yang penting
dalam ruangan tersebut.
6. Tekstur
a. Tekstur adalah titik kasar atau halus, titik-titik halus atau kasar yang tidak teratur pada
suatu permukaan. Titik-titik ini dapat berbeda dalam ukuran, warna, bentuk, atau sifat
dan karakternya.
b. Fungsi tekstur dapat memberi kesan pada persepsi manusia melalui penglihatan visual
dapat menghilangkan kesan monoton.
75 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
7. Bentuk
Bentuk adalah jalan untuk mengatur dan mengartikulasikan material di dalam
ruangan, sama halnya dengan tata bahasa menyusun kata-kata ke dalam suatu bahasa.
Bentuk juga adalah konsep disain, sedangkan material membentuk ekspresi dari
bentukan tersebut. Pemikiran bentuk di balik disain adalah pemodelan mental yang
menjelaskan pemikiran-pemikiran lain untuk memahami penyusunannya. Dari
penampilannya bentuk dapat dibagi dalam :
a. Bentuk yang teratur yaitu bentuk geometris, kotak, kubus, kerucut, piramida dsb.
b. Bentuk yang lengkung, umumnya bentuk-bentuk alam.
c. Bentuk yang tidak teratur.
76 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
e. Tata Ruang
Ruang sebagai salah satu komponen arsitektur merupakan elemen yang penting dalam
pembahasan arsitektur perilaku. Dalam hal ini perilaku dioperasionalisasikan sebagai
kegiatan manusia yang membutuhkan setting atau wadah kegiatan berupa ruang.
Ruang dirancang untuk memenuhi suatu fungsi dan tujuan tertentu. Selain itu, ruang
juga dirancang untuk memenuhi fungsi yang lebih fleksibel. Masing-masing perancangan
fisik ruang tersebut mempunyai variable independen yang berpengaruh terhadap perilaku
pemakainya11. Ruang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia baik secara psikologis
maupun emosional, dan menyangkut dimensi yang berhubungan dengan tubuh manusia,
secara dimensional menyangkut kebutuhan ruang untuk kegiatan manusia.
Menurut Immanuel Kant, ruang bukanlah sesuatu yang obyektif sebagai hasil pikiran
dan perasaan manusia12. Sedangkan menurut lato, ruang adalah suatu kerangka atau wadah
dimana obyek dan kejadian tertentu berada.
77 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
78 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
b. Persepsi pendengaran
Anak akan membuat persepsi dari apa yang didengarnya, misalnya suatu yang
jatuh, sehingga anak akan terkejut dan takut. Suara air akan memberi efek sejuk.
c. Persepsi perasaan
Persepsi ini didapat melalui indra peraba anak, misalnya dengan meraba muka
orangtuanya, anak akan tahu yang mana orang tuanya dan yang bukan (untuk anak
yang belum sempurna penglihatannya).
79 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
Dari pola pikir dan perilaku para penyandang autisme ini, berikut interpretasi tema
terhadap proyek antara lain :
Tabel 3.4 Interpretasi Tema
80 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
Total area pada Fawood Children’s Centre ini 1.220m2. Eksterior bangunan ini
menggunakan warna-warna yang berani dan terang yang mencerminkan semangat anak-anak.
Fasilitas yang diberikan adalah kamar untuk anak-anak berkebutuhan khusus dan autis yang
berumur 3 – 5 tahun. Struktur primer bangunan ini adalah atap trapesium segi empat yang
menggunakan struktur baja.
Toyama Children Center ini dikhususkan untuk anak-anak berumur 5-12 tahun.
Bentuk massa berupa gabungan dari dua buah lingkaran yang menampilkan keceriaan,
imajinatif dan kreativitas. Ruang yang berada di bagian lengkung digabung dengan elemen
lurus sehingga menciptakan ruang yang lebih dinamis. Pencahayaan alami dan penghawaan
alami diterapkan pada bangunan ini. Interiornya didominasi oleh bentuk segienam dan
lingkaran, sedangkan untuk warna yang digunakan merupakan perpaduan antara warna alami
dan menyolok. Sistem sirkulasi yang linear bercabang dan berkelok-kelok memberi kesan
mengalir dan tidak monoton. Hal-hal yang dapat dipelajari dari kasus ini adalah:
81 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
a. Bentuk massa bangunan dengan penggabungan bidang lengkung dengan bidang lurus
untuk menimbulkan kesan dinamis.
b. Penampilan bangunan yang kreatif dan imajinatif, dengan warna-warna
kontras/menyolok, bertujuan untuk merangsang daya tarik anak-anak.
c. Pemanfaatan pencahayaan dan penghawaan alami.
Site dari TK ini berbentuk trapesium. Dilihat dari perletakannya pada site, maka
bentuk bundar adalah bentuk netral yang mempunyai orientasi ke luar (ke segala arah) dan
orientasi ke dalam (ke pusat). Sang perancang bangunan memiliki gagasan untuk membuat
sekolah yang memberikan rasa aman dan akrab bagi anak-anak; antara lain melalui
pemberian orientasi yang jelas.
Dari segi arsitektural, bentuk komidi putar baik bagi anak untuk belajar berorientasi,
bentuk selasar yang melingkar dibedakan dengan bentuk kelas yang kotak-kotak. Disini,
anak-anak juga bisa belajar berbagai bentuk; mulai dari lingkaran, kotak, sampai garis lurus.
Penggunaan warna jendela yang beraneka ragam juga dimaksudkan untuk belajar
berorientasi. Sebagai benang merah, digunakan warna-warna senada pada selasar dan dinding
luar bangunan. Pola lantai dibuat bergaris-garis agar anak-anak bisa belajar berbaris dengan
mudah. Ruang terbuka di tengah bangunan (inner court) dibuat multi-fungsi; selain sebagai
tempat bermain, diharapkan juga bisa menjadi tempat mendongeng para guru kepada murid-
muridnya.
Dari segi fungsional, bentuk komidi putar ini sangat baik dalam hal pengawasan.
Disini cukup dibuat satu pintu utama sehingga para guru dapat mengawasi anak didiknya
dengan mudah. Hal ini berbeda dengan sekolah-sekolah yang memiliki bentuk cenderung
persegi, sehingga memerlukan titik pengawasan. Denah yang berbentuk lingkaran,
dikombinasikan dengan ruang-ruang yang berbentuk segi empat, merupakan perpaduan
antara lingkaran yang sempurna dengan fungsi. Bentuk atap yang utuh dan melingkar, terbagi
82 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
atas 8 segmen merupakan statement yang jelas dan sederhana dari arsitektur TK yang
berdenah lingkaran ini. Hal-hal yang dapat dipelajari :
a. Bentuk massa bangunan yang akrab bagi anak merangsang imajinasi/daya kreativitas
anak-anak.
b. Bentuk bangunan yang bundar memberikan orientasi yang jelas, baik ke dalam maupun
ke luar.
c. Penggunaan warna yang beraneka ragam sehingga anak dapat belajar mengenal warna.
d. Penggunaan bentuk kotak, lingkaran, dan garis lurus membuat anak dapat belajar
mengenal bentuk.
Pada setiap contoh kasus tema sejenis menggunakan tema arsitektur perilaku dalam
percangan bangunannya. Perilaku dari pengguna ditinjau, dianalisa, dan berdasarkan dari
pola pikir serta perilaku mereka, diterapkan dalam perancangan.
Tabel 3.5 Kesimpulan Studi Banding Tema Sejenis
No. Proyek Analisa Perilaku Penerapan Dalam Perancangan
1. 4. Fawood anak-anak Bentuk Menerapkan bentuk geometri yaitu
Children’s berkebutuhan massa persegi.
Centre khusus dan autis Fasade Penampilan bangunan dengan
London, UK penggunaan semacam lempengan
untuk meransang daya tarik anak-
anak.
Warna Penggunaan warna-warna yang
kontras dan menyolok pada
eksterior ruang, karena perilaku
anak-anak yang senang dengan
warna, sehingga bisa meningkatkan
daya rangsangan terhadap otak.
Struktur atap trapesium segi empat yang
menggunakan struktur baja.
Cahaya Pemanfaatan pencahayaan berupa
pencahayaan pada bagian fasade dan
penghawaan alami.
83 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
84 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
85 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
Bab IV
ANALISIS PERANCANGAN
Dalam merancang, bangunan yang akan dirancang haruslah memperhatikan tapak, lingkungan, dan juga manusia. Dalam hal tapak
khususnya, analisis yang baik akan memberikan konsep dasar sebuah perancangan arsitektur.
86 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
87 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
Kondisi
Pemukiman penduduk yang
mendominasi pada tata
guna lahan.
Juga adanya tanah kosong
yang cukup luas.
88 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
Kondisi
Lokasi tapak memiliki view yang
tidak teratur karena semak
belukar yang tumbuh
sembarangan.
Usulan
View lokasi tapak diolah dengan
baik agar memiliki citra sebuah
pusat rehabilitasi autism.
Potensi
Lokasi tapak dengan skala besar
dapat menjadi view yang baik jika
diolah dengan menarik (dari arah
Gbr 4.5 View ke dalam Tapak [Link] Hamzah
Sumber : Peta Medan 2010
G
H
A B
F C
E C D
D B A
90 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
Usulan
Kondisi
View terbaik akan
Bagian view terbaik dimanfaatkan sebaik
memiliki posisi ke arah Jl. mungkin.
TA Hamzah, sedangkan
view yang kurang tertata
Potensi
memiliki posisi ke arah
Penempatan view terbaik
utara,timur, dan barat
akan ditempatkan ruang
tapak.
publik dan semi publik .
Kondisi
Usulan
Angin pada bulan April-September
Membiarkan angin masuk
bergerak dari arah Barat Laut ke
ke dalam bangunan dan
Tenggara.
terjadi pertukaran udara di
Angin pada bulan Oktober-Maret
dalam bangunan.
bergerak dari arah Tenggara ke Barat
Laut.
93 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
Kondisi
Sumber kebisingan
berasal dari [Link] Usulan
Hamzah, Menggunakan vegetasi,
[Link]. dan pertamanan sebagai
Namun tingkat penyangga atau buffer.
kebisingan tidak terlalu
tinggi.
Kondisi
Terdapat instalasi utilitas air
bersih, listrik, dan telepon.
Untuk limbah seluruhnya
bermuara ke saluran
drainase kota.
KETERANGAN :
S=Sewer ; W=Water
P=Power ; T=Telephone
Gbr 4.16 Analisa Utilitas
Sumber : Peta Medan 2010
94 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
Kesimpulan:
terdapat delapan rumah sakit di dekat site.
96 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
97 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
- Wanita
Kloset 1.2 110 3 2.4
Wastafel 0.4 110 3 0.8
98 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
99 JESSICA 070406034
Universitas Sumatera Utara
AUTISM CARE CENTER
ARSITEKTUR PERILAKU
A : Asumsi
3. View ke luar Lokasi tapak memiliki view Bagian massa bangunan yang Fasad bangunan akan berorientasi kearah
keluar ke arah Selatan cukup berhadapan dengan view yang utara-selatan. Pada batas site sebelah utara,
rapi, sedangkan ke arah Utara, baik akan melayani
timur dan barat akan diberi pembatas
Timur, Barat tidak beraturan. pengembangan fungsi publik dan
semi publik pandangan berupa vegetasi.
4. Skyline Ketinggian bangunan rata-rata Menciptakan bentukan massa Ketinggian maksimal bangunan adalah tiga
satu dan dua lantai. yang kontras untuk memberikan lantai, dengan bentukan atap melengkung
landmark lingkungan atau
sehingga memberi kesan yang kontras dari
kawasan.
perumahan sekitar.
5. Sirkulasi Jalan utama dilewati oleh mobil, Lebar jalan utama cukup lebar, Entrance utama direncanakan sedemikian rupa
kendaraan sepeda motor, becak dan dengan intensitas kepadatan agar tidak menimbulkan kemcetan dan alur
angkutan umum kendaraan yang cukup rendah,
dari in-drop off-parkir-jemput diatur
sehingga hampir tidsk pernah
7. Matahari Pembayangan yang terjadi Refleksi radiasi matahari dari Orientasi bangunan yang memanjang
cukup teduh, akibat banyaknya ground cover dan permukaan diorientasikan pada arah utara-selatan.
vegetasi pada area Jl. bangunan dapat dikurangi. Untuk bagian yang menerima radiasi
Pembangunan. matahari, ditempatkan sebagai ruang
servis.
Pemanfaatan vegetasi sebagai elemen
pembayangan terhadap panas matahari.
Bab V
KONSEP PERANCANGAN
N
Konsep Penerapan
o.
2. Organisasi
ruang
dimana :
Bangunan utama : hall, pengelola, perpustakaan, ruang seminar
dan kantin.
Bangunan kesehatan : ruang dokter, ruang psikiater, ruang
observasi, klinik,dan ruang perawat.
Bangunan terapi : ruang terapis ([Link]), terapi individual, terapi air
dan terapi bermain.
N
Konsep Penerapan
o.
Bangunan hunian : asrama putra, asrama putri, ruang makan dan
ruang kumpul.
Bangunan servis : gudang, ruang genset, ruang tangki air.
3. Pencapaian
, Entrance
dan
Sirkulasi
4. Vegetasi
dan
Lansekap
N
Konsep Penerapan
o.
N
Konsep Penerapan
o.
N
Konsep Penerapan
o.
5. Bentukan
massa
N
Konsep Penerapan
o.
6. Konsep Menurut penelitian F.S. Breeds dan SE, Kats, kombinasi warna yang
Warna cenderung disukai ada tiga, yaitu 1. Warna kontras
2. Warna analog
3. Warna monokrom
Namun berdasarkan perilaku anak-anak, warna yang dapat menarik
perhatian anak-anak adalah jenis warna-warna kontras. Dimana warna
kontras terdapat tiga macam warna, yaitu :
warna merah, menurut buku Marian [Link] (1987:135),
artinya cinta, kekuatan, berani, primitive,menarik.
Warna biru, menurut buku Marian [Link] (1987:135),
artinya damai, lembut, setia, konservatif.
Warna kuning, menurut buku Marian [Link] (1987:135),
artinya cerah, bijaksana, terang , bahagia, hangat.
Bangunan utama
Bangunan Kelas
Terapi
Bangunan Terapi
Air dan Bermain
N
Konsep Penerapan
o.
7. Konsep Pada fasade bangunan A, C, D, E digunakan material aluminium
Material composite panel. Adapun lapisan-lapisan dari ACP tersebut dapat dilihat
Façade pada gambar berikut.
N
Konsep Penerapan
o.
Berikut data teknis dari ACP
N
Konsep Penerapan
o.
N
Konsep Penerapan
o.
8. Konsep Berdasarkan sifat anak-anak yang cenderung dinamis, maka sifat dinamis
Skyline ini diterapkan pada bentukan skyline dalam site.
Air Limbah
Air kotor
Air kolam
Air hujan
Bab VI
GAMBAR PERANCANGAN