0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan6 halaman

Unsur Kimia Titanium: Karakteristik dan Kegunaan

Titanium adalah logam transisi ringan yang kuat dan tahan korosi. Unsur ini ditemukan di berbagai mineral dan batuan serta memiliki berbagai kegunaan seperti bahan campuran logam untuk pesawat terbang dan pigmen cat karena sifatnya yang tahan lama. Rutherfordium adalah unsur radioaktif sintetik dengan sifat yang mirip hafnium yang ditemukan pada tahun 1964 tetapi kegunaannya belum diketahui.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan6 halaman

Unsur Kimia Titanium: Karakteristik dan Kegunaan

Titanium adalah logam transisi ringan yang kuat dan tahan korosi. Unsur ini ditemukan di berbagai mineral dan batuan serta memiliki berbagai kegunaan seperti bahan campuran logam untuk pesawat terbang dan pigmen cat karena sifatnya yang tahan lama. Rutherfordium adalah unsur radioaktif sintetik dengan sifat yang mirip hafnium yang ditemukan pada tahun 1964 tetapi kegunaannya belum diketahui.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Titanium

Titanium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol
Ti dan nomor atom 22. Unsur ini merupakan logam transisi yang ringan, kuat,
berkilau, tahan korosi (termasuk tahan terhadap air laut, aqua regia, dan klorin)
dengan warna putih-metalik-keperakan.

1. Sejarah

Titanium adalah logam ringan yang kuat dengan symbol atom Ti. Titanium
berasal dari bahasa latin titans yang memiliki arti anak pertama bumi dalam
mitologi romawi. Titanium ditemukan di Cornwall,Britania Raya pada tahun 1791
oleh William Gregor dan dinamai oleh Martin Heinrich Klaproth. Pada tahun
1887,mempersiapkan Titanium yang tidak murni, tetapi unsur yang murni baru
dibuat pada tahun 1910 oleh Hunter menggnunakan cara memanaskan
TiCl4 dengan natrium dalam bim baja.

2. Sumber Titanium

Di kerak bumi, unsur titanium ditemukan cukup melimah sekitar ± 0.6%.


titanium merupakan unsur kesembilan terbanyak pada kerak bumi. Titanium
selalu ada dalam igneous rocks (bebatuan) dan di dalam sedimen yang diambil
dari bebatuan [Link] juga terdapat dalam mineral rutile,
ilmenite, dan sphene dan terdapat dalam titanate dan bijih besi. Titanium juga
terdapat di debu batubara, dalam tumbuh-tumbuhan, dan dalam tubuh manusia.
Selain di Bumi, Titanium juga dapat ditemukan di meteor dan di dalam matahari.
KeberadaanTiO2 sebanyak 12.1% ditemukan pada bebrapa bebatuan yang diambil
oleh misi Apollo 17. Sangat jelas terlihat garis-garis titanium oksida di spektrum
bintang-bintang tipe M atau bintang berwarna merah.
3. Sifat-Sifat Titanium
Titanium memiliki sifat fisik yang diinginkan. Logam murni relatif lunak dan
lemah, tetapi titanium menjadi lebih kuat ketika dicampur dengan logam lain dari
paduan.. Dalam bentuk bubuk atau serutan logam titanium
dapat menimbulkan kebakaran dan jika dipanaskan di udara berpotensi
menimbulkan ledakan. Titanium merupakan satu-satunya logam yang terbakar
dalam nitrogen dan udara. Titanium juga memiliki resistansi terhadap asam sulfur
dan Titanium murni dapat larut dalam larutan asam pekat, misalnya pada larutan
asam sulfat, tetapi tidak larut dalam air.
Berikut beberpa sifat dari titanium
Simbol                          : Ti
Massa atom                  : 47.88
Titik didih                    : 3560 K
Massa jenis                   : 4.54 g/cm3
Konduktivitas listrik    : 2.6x106 ohm-1cm-1
Elektronegativitas        : 1.54
Konfigurasi elektron    : [Ar]3d2 4s2
Potensial ionisasi          : 6.82 V
Titik Lebur                   : 1935 K
Bilangan Oksidasi        : 4.3
Sifat magnet : Paramagnetik
Sifat penghantar : Konduktor
Valensi :4
Radioaktif : Tidak

4. Kegunaan Titanium
Titanium sangat berguna sebagai bahan campuran logam dengan
alumunium, molibdenum, mangan, besi, dan beberapa logam lainnya. Karena
campuran logamnya memiliki sifat ringan, kuat, dan tahan suhu tinggi, maka
banyak yang menggunakannya sebagai bahan pesawat terbang dan misil.
Titanium sekuat baja, tetapi 45% lebih ringan. Ia 60% lebih berat daripada
alumunium, tetapi dua kali lebih kuat. Titanium memiliki kegunaan potensial
pada pabrik desalinasi untuk mengkonversi air laut menjadi air tawar. Logam ini
memiliki resistansi yang baik terhadap air laut karena itu logam ini bagus
digunakan untuk baling-baling kapal dan bagian kapal lainnya yang terekspos
pada air asin. Anoda titanium yang dilapisi platinum telah digunakan untuk
memberikan perlindungan dari korosi air garam. Titanium diproduksi secara
buatan untuk permata. Safir dan rubi menunjukkan asterism sebagai hasil
keberadaan TiO2. Titanium dioksida sangat banyak digunakan untuk cat rumah
dan cat lukisan karena permanen dan memiliki sifat penutup yang baik. Pigmen
titanium oksida merupakan aplikasi yang terbanyak untuk unsur ini.
1. Rutherforium
Rutherforium merupakan unsur sintetik/buatan yang merupakan isotop
yang mengalami peluruhan melalui reaksi fisi yang berjalan spontan.
Kelimpahannya masih belum diketahui secara pasti prosentasenya di alam.
Rutherfordium adalah unsur kimia dalam tabel periodik berlambang Rf dengan
nomor atom [Link] unsur sintetik yang amat radioaktif. Unsur ini
adalah unsur transaktinida pertama dan diperkirakan mempunyai sifat yang
mirip dengan Hafnium.
2. Sejarah
Pada tahun 1964, para pekerja di Joint Nuclear Research Institute di Dubna,
Uni Soviet membombardir plutonium dengan ion-ion neon yang memiliki
energi 113 – 115 MeV. Mereka mendeteksi satu isotop yang merupakan hasil
fisi spontan dengan menggunakan mikroskop pada gelas khusus tempat jejak-
jejak fisi ini terekam. Mereka memperkirakan isotop ini dengan paruh waktu
0.3 ± 0.1 detik merupakan 260-104, diproduksi melalui reaksi berikut:

242Pu + 22Ne -> 104 + 4n.

Pada awalnya ilmuwan-ilmuwan Dubna menyarankan pemberian nama


kurchatovium dan simbol Ku untuk unsur 104 untuk menghormati Igor
Vasilevich Kurchatov (1903-1960), mantan ketua Riset Nuklir Uni Soviet.
Grup Berkeley percaya bahwa 258-104 yang mereka identifikasikan adalah
benar, tetapi tidak seyakin atas eksperimen mereka terhadap 257-104 dan 259-
104.
Klaim untuk penemuan dan pemberian nama unsur 104 masih dalam tanda
tanya. Grup Berkeley mengajukan nama rutherfordium (Rf) untuk
menghormati Ernest Rutherford, yang merupakan fisikawan Selandia Baru.
Sifat Fisik dan Kimia Senyawa Rutherfordium
Simbol : Rf
Radius Atom : Å
Volume Atom : cm3/mol
Massa Atom : -261
Titik Didih : K
Radius Kovalensi : Å
Struktur Kristal : n/a
Massa Jenis : g/cm3
Konduktivitas Listrik : x 106 ohm-1cm-1
Elektronegativitas : n/a
Konfigurasi Elektron : [Rn]5f14 6d2 7s2
Formasi Entalpi : kJ/mol
Konduktivitas Panas : Wm-1K-1
Potensial Ionisasi : V
Titik Lebur : K
Bilangan Oksidasi : n/a
Kapasitas Panas : Jg-1K-1
Entalpi Penguapan : kJ/mol
Kegunaan Rutherfordium

Adapun kegunaan dari unsur Rutherfordium sampai saat ini belum


diketahui karena unsur Rutherfordium ini merupakan unsur transuranium
yang termasuk transaktinida, yang berarti bahwa memiliki nomor atom lebih
besar dari nomor atom Uranium (92), dan semua unsur yang memiliki nomor
atom lebih dari 92 tidak ditemukan di alam. Kesemua unsur tersebut termasuk
Rutherfordium merupakan unsur radioaktif dengan waktu paruh lebih pendek
dari bumi, sehingga atom-atom ini jika pernah ada di bumi telah lama
meluruh.

Woodford, C. 2003. The Element [Link] York: Marshall Cavendish


Corporation.
Roza, G. Tita

Anda mungkin juga menyukai