0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
141 tayangan19 halaman

Ciri dan Perkembangan Seni Rupa Modern

Teks tersebut merangkum tentang seni rupa modern, meliputi: 1. Keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa modern yang dilatarbelakangi oleh perkembangan kebebasan pribadi dan ilmu pengetahuan. 2. Fungsi dan tujuan seni modern yaitu memberi warna baru dan meningkatkan popularitas seniman. 3. Sejarah seni rupa modern di Barat dan Indonesia dimulai dari abad ke-19 hingga perkembangan saat ini.

Diunggah oleh

rizal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
141 tayangan19 halaman

Ciri dan Perkembangan Seni Rupa Modern

Teks tersebut merangkum tentang seni rupa modern, meliputi: 1. Keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa modern yang dilatarbelakangi oleh perkembangan kebebasan pribadi dan ilmu pengetahuan. 2. Fungsi dan tujuan seni modern yaitu memberi warna baru dan meningkatkan popularitas seniman. 3. Sejarah seni rupa modern di Barat dan Indonesia dimulai dari abad ke-19 hingga perkembangan saat ini.

Diunggah oleh

rizal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS SBK

KLIPING SENI LUKIS

DISUSUN OLEH
ALDY RANDY SEPTIAN YOSAFAT

SMK N 2 KOTABUMI
TP. 2020
SENI RUPA MODERN

Seni rupa modern atau kontemporer lahir karena adanya perkembangan kebebasan pribadi,
setiap individu lahir karena adanya perkembangan kebebasan pribadi, setia individu bebas untuk
berkarya, disamping itu juga berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, apresiasi,
pekembangan industri dan teknologi, serta reaksi terhadap kemapanan.

[Link] MATERI 1
1.      Keunikan gagasan dan Teknik dalam Karya Seni Rupa modern atau Kontemporer

a. keunikan Gagasan

Gagasan atau ide merupakan kegiatan awal seseorang untuk menciptakan satu karya. Dengan
ide atau gagasan yang cemerlang akan menghasilkan karya seni yang berkualitas terutama gagasan
seni rupa modern atau kontemporer. Dalam seni rupa modern atau kontemporer lahir,
dilatarbelakangi oleh:
@Perkembangan kebebasan pribadi, yang dimaksud adalah semua orang bebes untuk berkreasi
@ Perkembangan ilmu pengetahuan maksudnya adalah perkembangan ilmu yang pesat muncul
penemuan- penemuan baru yang sebelumnya belum pernah ada.
@ Perkembangan apresiasi, apresiasi merupakan kemampuan untuk menilai, menghargai,
menikmati, dan menghayati karya seni.
@ perkembangan industri dan teknologi yang berpengaruh terhadap karya – karya hasil seniman
yakni memprbanyak karyanya.
Seni rupa modern merupakan wujud dari pembaruan. Ciri umum dari seni rupa modern adalah
semangat untuk terus menerus memperbaharui seni yang sudah ada. Dengan ide atau gagasan, kita
kerahkan kemampuan, kamauan, kemampuan berfikir.
Kriteria yang harus dipenuhi oleh suatu gagasan yang baik yaitu:

1. Survival: awet, tahan lama.


2. Unik: ciptaan belum pernah ada, beda dengan yang lain.
3. Ekspresif: ungkapan imajinasi, perasaan, curahan batin, ide yang dituangkan dalam karya.
4. Universal: yakni ciptaan yang dapat dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat.
5. pribadi(individual): yaitu memiliki cirri khusus.

a. Keunikan Teknik

Teknik merupakan cara yang digunakan dalam pembuatan karya. Teknik pembuatan karya
modern lebih maju dibanding dengan tradisional.
     
Perhatikan perbandingan tersebut

Teknik pembuatan karya modern Teknik pembuatan karya tradisi

       muncul alairan – aliran.        Fungsi umumnya untuk acara


       Menawarkan alternatif. ritual/agama/upacara corak setiap daerah
       Kreativitas. berbeda
       Berfungsi hiburan        hasil karya berupa candi, tempat ibadah,
       Corak kreasi baru. pemujaan makam, keratin.
       Dekorasi beraneka ragam.
       Fungsi umumnya untuk cara
ritual/agama/upacara.
2. Fungsi dan Tujuan Seni Modern
 1)      Memberi warna baru terhadap kebutuhan manusia baik secara fisik maupun psikis
o Fisik :
Munculnya bentuk-bentuk desain arsitektur yang baru dan desain-desain lainnya seperti  alat-alat
transportasi, fashion dll
o Psikis :

Mengurangi kejenuhan penikmat karya seni, karena muncul berbagai aliran baru  seperti pada seni
lukis dan cabang seni lainnya.
2)      Meningkatkan popularitas para seniman, karena seni modern  selalu menyertakan nama
senimannya pada setiap karya yang diciptakan.
3)      Memberikan kemudahan masyarakat, karena banyak penemuan-penemuan baru dari  hasil
eksperimen para seniman modern.
4.      Sejarah Seni Rupa Modern
Pada perkembangan seni lukis modern dengan pengekspresian karya seni lukis secara estetis inilah
karya seni menjadi sangat produktif dan kreatif, sedangkan tokoh-tokohnya sangat banyak baik di
Indonesia maupun dimanapun tempat di dunia ini. Abad ke 19 merupakan periode pertama yang
penuh arti dalam sejarah seni lukis modern. Pada masa itu bermunculan berbagai macam corak dan
gaya seni lukis yang secara tidak langsung membedakan dengan sebelumnya. Yang menjadi
pusatnya mula-mula adalah Perancis dengan kota Parisnya. Kemudian Amerika Serikat dengan
New York-nya juga memegang peranan [Link] dipakai periodisasi sejarah seni rupa modern
barat menurut Canaday, mulai dari David dengan aliran neoklasikisme, romantisisme kelompok
Barbinson, realisme, impresionisme. Kemudian disusul dengan munculnya aneka ragam gaya
lukisan abad ke 20 seperti fauvisme, Die Bruke, Der Balu Reiter, kubisme, suprematisme,
obyektivitas baru, optical art, neo-dadaisme, dan sebagainya.
Kemudian di Inggris dan Amerika Serikat lahir pop-Art, yakni untuk menyebut kecendrungan
internasional diantara pelukis dan pematung yang mengembalikan ide-ide mereka ke dunia obyek
yang bisa diraba, sebagai reaksi terhadap semua jenis yang [Link] juga pop-art disebut
realisme [Link] ini menggambarkan kecendrungan menggunakan benda-benda seperti boneka,
mesin-mesin, botol dan kaleng minuman serta barang rongsokan.
Ditinjau dari penggunaan material atau media pengungkapan nilai-nilai ide ekspresi estetis, sesuai
denga tuntutan [Link]-seniman kreatif telah memanfaatkan dan mengeksploitasi bahan
dan teknik-teknik baru hasil kemajuan ilmu dan teknologi abad ke 20. Seni lukis modern
merupakan ekspresi estetis dari segala macam ide yang bisa diwujudkan oleh pelukis dalam bentuk-
bentuk yang kongkrit dimana kebebasan serta sikap bathin pelukis sangat menentukan proses
pembuatan lukisan.
Sesudah pop-art, berkembang pula aliran baru yang dikenal dengan nama environtment-art dan
happening-art, sebagai penemuan dan pembaharuan akibat perkembangan teknologi yang mau
tidak mau membawa pengaruh besar di bidang seni rupa.
 Di Indonesia
Pada waktu Eropa dilanda pergolakan melawan tradisi, Indonesia masih dalam suasana perjuangan
melawan penjajah, sehingga sulit mencari tanda kelahiran seni lukis modern, ada yang menganggap
bahwa seni lukis modern Indonesia dimulai dari Raden Saleh, karena ia merupakan pelukis yang
mendapat pendidikan di barat dan dipengaruhi pelukis romantik Perancis Delacroix. Jadi sesudah
zamannya David yang merupakan permulaan seni lukis modern.
Lukisan bertema keindahan Indonesia (Mooi Indie) berlangsung sekitar 1920-1938 bisa dianggap
sebagai seni lukis modern dalam sejarah senirupa Indonesia. Lukisan-lukisan bertema pemandangan
dengan teknik dan perspektif yang berkesan tiga dimensi tidak dikenal dalam senilukis yang ada
sebelumnya.
Periode berikutnya, lukisan karya pelukis yang terhimpun dalam Persatuan Ahli Gambar Indonesia
atau disingkat Persagi (1932-1947). Lukisan mereka dianggap sebagai senilukis modern. Tokoh yag
sangat dikenal dalam perhimpunan ini adalah pelukis Sudjojono, yang dijuluki sebagai bapak
senilukis modern Indonesia. Karya mereka merupakan ekspresi pribadi, mengungkapkan kreativitas
dan kebaruan.
Pelukis zaman Jepang (1942-1945) pelukis zaman Jepang juga dianggap sebagai karya senilukis
modern. Karya para pelukis zaman ini banyak digunakan untuk propaganda perang, namun corak
dan temanya merupakan ekspresi pribadi yang memuat nilai kebaruan dan kreativitas pelukisnya.
Pelukis era Sanggar (1945-1950) yang banyak muncul setelah Indonesia merdeka juga
mengekspresikan ide-ide pribadi pelukisnya. Mereka adalah pelukis otodidak yang belajar di
sanggar-sanggar, pada zaman itu belum didirikan sekolah tinggi seni. Lukisan-lukisan mereka
memuat kebaruan dan kreativitas sehingga bisa dikategorikan sebagai lukisan modern.
Pelukis Akademis (1950) adalah pelukis yang telah belajar di perguruan tinggi seni. Setelah tahun
1950an berdiri Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) di Yogyakarta dan Departemen Seni Rupa di
ITB Bandung. Para pelukis lulusan sekolah seni mengekspresikan gagasan-gagasan individu
pelukisnya. Mereka mengekspresikan kebaruan dan kreativitas. Kecenderungan waktu itu, para
pelukis Yogyakarta cenderung menciptakan lukisan realis. Adapun pelukis Bandung cenderung
melukis abstrak atau bertema keagamaan (kaligrafi).
Daya dorong kearah perkembangan ekspresi estetis yang kreatif dan orisinal dimulai sejak tahun
[Link] perintisnya adalah Sudjojono, Basuki Reksobowo, Rusli, Abas Alibasyah. Corak
lukisannya bermacam-macam sesuai dengan dinamika kreatifitasnya. Dimasa kini, bila seorang
pelukis melihat suatu obyek, maka lukisan yang dihasilkan tidak mesti obyek yang menimbulkan
[Link] bebas mengolah menurut kreatifitasnya, menurut ekspresi estetisnya.
Pada masa kini seni lukis modern Indonesia bercorak abstrak. Namun perlu dijelaskan bahwa untuk
disebut modern sebuah lukisan tidak harus abstrak. Berbagai gejala yang timbul di Indonesia
sebetulnya bagaikan refleksi yang telah terjadi di barat, walaupun dari segi isi atau temanya
berbeda. Perkembangan seni lukis Indonesia ditandai dengan beberapa periodisasi, dimana
sebetulnya pada masa pertentangan ideologi sudah banyak pelukis yang melukis dengan objek-
objek lukisan abstrak.
Seni lukis modern di Indonesia kini berkembang pesat. Sejumlah lukisan berhasil memenangkan
kompetensi senilukis tingkat internasional. Patron seni lukis modern adalah para kolektor lukisan,
pedagang lukisan atau pecinta lukisan dari masyarkakat [Link] seni lukis modern memberi
kemungkinan yang tak terbatas, demikian pula material hasil industri teknologi yang banyak
mempengaruhi ekspresi estetis seniman dalam perkembangan seni lukis modern.
) Aliran Neo-Klasik
Pecahnya revolusi Perancis pada tahun 1789, merupakan titik akhir dari kekuasaan feodalisme di
Perancis yang pengaruhnya terasa juga ke bagian-bagian dunia lainnya. Revolusi ini tidak hanya
perubahan tata politik dan tata social, tetapi juga menyangkut kehidupan seni. Para seniman
menjadi bebas dalam memperturutkan panggilan hati masing-masing, dimana mereka berkarya
bukan karena adanya pesanan, melainkan semata-mata ingin melukis saja.

Maka dengan demikian mulailah riwayat seni lukis modern dalam sejarah yang ditandai dengan
individualisasi dan isolasi diri. Jacques Louis David adalah pelukis pertama dalam babakan modern.
Pada tahun 1784, David melukiskan “SUMPAH HORATII”. Lukisan ini menggambarkan
Horatius , bapak yang berdiri di tengah ruangan sedang mengangkat sumpah tiga anak laki-lakinya
yang bergerombol di kiri, sementara anak perempuannya menangis di sebelah kanan.

Lukisan ini tidak digunakan untuk kenikmatan, melainkan untuk mendidik, menanamkan kesadaran
anggota masyarakat atas tanggung jawabnya terhadap Negara. J.L. David merupakan pelopor aliran
Neo-Klasik, dimana lukisan Neo-Klasik bersifat Rasional, objektif, penuh dengan disiplin dan
beraturan serta bersifat klasik.

 Ciri-ciri Lukisan Neo-Klasik :

[Link] terikat pada norma-norma intelektual akademis.

[Link] selalu seimbang dan harmonis.

[Link]-batasan warna bersifat bersih dan statis.

[Link] muka tenang dan berkesan agung.

[Link] cerita lingkungan istana.

[Link] dilebih-lebihkan.

Tokoh penerus J.L. David dalam Neo-Klasik adalah JEAN AUGUAST DOMINIQUE INGRES
(1780-1867)

2) Aliran Romantik

Aliran Romantik merupakan pemberontakan terhadap aliran Neo-Klasik, dimana Jean Jacques
Rousseau mengajak kembali pada alam, sebagai manusia yang tidak hanya memiliki pikiran tetapi
juga memiliki perasaan dan emosi.

 Lukisan-lukisan romantik cenderung menampilkan :

Hal yang berurusan dengan perasaan seseorang (sangat ditentang dalam aliran Neo- Klasik)

Eksotik, kerinduan pada masa lalu

Digunakan untuk perasaan dari penontonnya

Kecantikan dan ketampanan selalu dilukiskan


 Ciri-ciri aliran Romantis :

[Link] mengandung cerita yang dahsyat dan emosional.

[Link] gerak dan dinamis.

[Link] bersifat kontras dan meriah.

[Link] komposisi dinamis.

[Link] kegetiran dan menyentuh perasaan.

[Link] melebihi kenyataan.

Tokoh-tokohnya antara lain :Eugene Delacroix, Theodore Gericault, Jean Baptiste, Jean Francois


Millet

Tokoh yang betul-betul pemberontak dan pertama kali menancapkan panji-panji romantisme adalah
Teodore Gericault (1791-1824) dengan karyanya yang berjudul “RAKIT MENDUSA”.
Romantisme berasal dari bahasa Perancis “Roman” (cerita), sehingga aliran ini selalu melukiskan
sebuah cerita tentang perbuatan besar atau tragedy yang dahsyat.

3. Aliran Realisme

Realisme merupakan aliran yang memandang dunia tanpa ilusi, mereka menggunakan penghayatan
untuk menemukan dunia. Salah seorang tokoh Realisme yang bernama “Courbet” dari Perancis
mengatakan :

“TUNJUKANLAH KEPADAKU MALAIKAT, MAKA AKU AKAN MELUKISNYA, artinya ia


tidak akan melukis sesuatu yang tidak ditunjukkan kepadanya (sesuatu yang tidak real/nyata).
Aliran Realisme selalu melukiskan apa saja yang dijumpainya tanpa pandang bulu dan tanpa ada
idealisasi, distorsi atau pengolahan-pengolahan lainnya. Gustave Courbet (1819-1877) memandang
bahwa lukisan itu pada dasarnya seni yang kongkrit. Lukisan-lukisan Courbet selalu menampilkan
kenyataan hidup yang pahit seperti “Lukisan Pemecah Batu” dll.

Tokoh : Jean Francois, Millet dan Honore Daumier.

4. Aliran Naturalisme

Aliran Naturalisme adalah aliran yang mencintai dan memuja alam dengan segenap isinya.
Penganut aliran ini berusaha untuk melukiskan keadaan alam, khususnya dari aspek yang menarik,
sehingga lukisan Naturalisme selalu bertemakan keindahan alam dan isinya. Monet merupakan
salah satu tokoh pelukis Naturalisme, tetapi terkadang lukisannya mendekati Realisme. Meskipun
lukisan Naturalistiknya Monet yang mendekati Realisme, tetapi sangat berbeda dengan lukisan
Gustave Courbert sebagai tokoh realisme.

Realismenya Courbert bersifat sosialistik yang moralitasnya cukup tinggi, sedangkan realismenya
Monet cenderung melukiskan yang indah-indah dan amoral, karena prinsip Monet adalah “seni
untuk kepentingan seni, bukan untuk apapun. Para pelukis Naturalisme sering dijuluki sebagai
pelukis pemandangan. Tokoh Naturalisme yang berasal dari Inggris adalah Thomas Gainsbrough
(1727-1788).
Tokohnya antara lain John Constable, William Hogart, Frans Hall.

5. Aliran Impresionis

Apabila ada orang mendengar istilah Impresionisme, maka asosiasi mereka biasanya tertuju pada
lukisan-lukisan yang impresif, yaitu lukisan yang agak kabur dan tidak mendetail. Claud Monet
bukan tokoh impresionisme, tetapi aliran impresionisme banyak diilhami oleh penemuan-penemuan
Claud Monet dalam setiap lukisannya. Seorang tokoh impresionisme dari Prancis bernama Piere
Auguste Renoir (1841-1919).

Pelukis ini sangat gemar melukis wanita, baik dalam kondisi berpakaian maupun tanpa busana.
Lukisan impresionis sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca, karena melukis dilakukan di luar
studio. Lukisan impresionis biasanya tidak mempunyai kontur yang jelas dan nampak hanya efek-
efek warna yang membentuk wujud tertentu.

Tokohnya : Eduard Manet, Claude Monet,Auguste Renoir, Edward Degas dan Mary Cassat.

6. Aliran Ekspresionisme

Pada tahun 1990-an, para pelukis mulai tidak puas dengan karya yang hanya menonjolkan bentuk-
bentuk objek. Mereka mulai menggali hal-hal yang berhubungan dengan batin, sehingga muncullah
aliran ekspresionisme. Vincent Van Gogh (1850) adalah tokoh yang menjadi tonggak kemunculan
aliran ekspresionisme dan tokoh lain yang mengikuti adalah Paul Cezanne, Paul Gauguin, Emil
Nolde dan di Indonesia yaitu Affandi. Ekspresionisme merupakan aliran yang melukiskan aktualitas
yang sudah didistorsikan ke arah suasana kesedihan, kekerasan ataupun tekanan batin.

Pelopornya adalah Vincent Van Gogh, Paul Klee, Emile Nolde, W . Kandinsky, dan Edvard Munch.

7. Aliran Fauvisme

Nama fauvisme berasal dari bahas Prancis “Les Fauves”, yang artinya binatang liar. Aliran
fauvisme sangat mengagungkan kebebasan berekspresi, sehingga banyak objek lukisan yang dibuat
kontras dengan aslinya seperti pohon berwana 0ranye/jingga atau lainnya. Lukisan-lukisan fauvis
betul-betul membebaskan diri dari batasan-batasan aliran sebelumnya.

Pelukis fauvisme cenderung melukis apa yang mereka sukai tanpa memikirkan isi dan arti dari
sebuah lukisan yang dibuat. Maurice De Vlaminck, merupakan tokoh fauvisme yang banyak
terinspirasi oleh goresan warna Vincent Van Gogh, sampai-sampai ia berkata,” Saya lebih
mencintai Van Gogh dari pada Ayah saya.”

Tokoh-tokohnya antara lain Henry Matisse, Andre Derain, Maurice de Vlaminc.

8. Aliran Kubisme

Aliran kubisme dilatar belakangi oleh konsep Paul Cezanne yang mengatakanbahwa bentuk dasar
dari segala bentuk adalah silinder , bola, balok dan semua bentuk yang ada di dalam di pengaruhi
oleh perspektif, sehingga bidang tertuju pada satu titik tengah. Karya Picasso menjadi insfirasi
kemunculan karya- karya kubisme, karena motif geometris digunakan oleh Picasso.

Lukisan kubisme mengedepankan bentuk-bentuk germetris. Tokoh kubisme yang sangat terkenal
adalah Picasso dan Paul Cezanne, tetapi di samping kedua tokoh ini masih banyak tokoh lain yg
menganut Kubisme seperti Juan Gris dll.
9. Aliran Abstraksionisme

Aliran Abstraksionime adalah aliran yg berusaha melepaskan diri dari sensasi-sensasi atau asosiasis
figuratif suatu obyek. Aliran Abstraksionis di bedakan menjadi dua yaitu.

1) Abstrak kubistis, yaitu abstrak dalam bentuk geometrik murni seperti lingkaran kubus dan segi
tigaTokoh aliraran ini berasal dari Rusia yaitu Malivich [1913]

2) Abstrak Nonfiguratif, yaitu abstrak dalam arti seni lukis haruslah murni sebagai ugkapan
perasaan, di mana garis mewakili garis ,warna mewakili warna dan sebagainya. Bentuk alami
ditinggalkan sama sekali. Tokohnya adalah Wassily kadinsky, Naum Goba.

10. Aliran Futuris

Aliran Futuris muncul di Itali pada tahun 1909, sebagai reaksi terhadap aliran kubisme yang
dianggap dinamis penuh gerak, karena itu temanya cenderung menggambarkan kesibukan-
kesibukan seperti,pesta arak-arakan, perang dll.
Tokoh aliran ini antara lain Carlo Carra, Buido Severini, Umbirto Boccioni, F.T Marineti

11. Aliran dadaisme


Aliran dadaisme merupakan pemberontak konsep dari konsep aliran sebelumnya. Aliran ini
mepunyai sikap memerdekakan diri dari hukum-hukum seni yg telah berlaku. Ciri aliran ini sinis,
nihil dan berusaha meleyapkan ilusi. Aliran ini dilatar belakangi oleh perang dunia pertama yg tak
kunjung berhenti.

Perang yg tak kunjung padam memberi kesan hilangnya nilai sosial dari nilai estetika di muka
bumi, sehinga pandangan dadaisme tidak ada estetika dalam karya seni. Tokoh Dadisme adalah
Paul klee, Scwitters Tritan Tzara, Maron Janco dll.

12. Aliran Surealisme 

Aliran surealis banyak di pengaruhi oleh teori analisis psikologis. Sigmund Freud mengenai ketidak
sadaran dalam anatomisme dan impian. Surealisme sering tampil tidak logis dan penuh fantasi,
seakan-akan melukis dalam mimpi.

Tokoh surealis yaitu Salvador Dali, Maxt Ernest, Jona Mirod

1. Seni Lukis

Seni lukis merupakan kegiatan pengolahan unsur-unsur seni rupa seperti garis, bidang, warna dan
tekstur pada bidang dua dimensi. Kegiatan yang menyerupai seni lukis sudah lama dikenal di
Indonesia, tetapi penamaan atau istilah seni lukis merupakan istilah yang datang dari Barat.
Kegiatan yang menyerupai seni lukis itu dapat juga disebut seni lukis tradisonal. Beberapa contoh
dari karya seni lukis tradisional dapat kita lihat di berbagai daerah di Indonesia seperti seni lukis
kaca di Cirebon, seni lukis Kamasan di Bali, lukisan pada kulit kayu yang dibuat masyarakat di
Irian Jaya dsb. Adapun seni lukis yang kita kenal saat ini dibuat pada kanvas, dapat disebut seni
lukis modern. Beberapa seniman seni lukis modern Indonesia yang namanya sudah dikenal di
mancanegara diantaranya Affandi, Popo Iskandar, Fajar Sidik, Nanna Banna dsb.
2. Seni Patung

Karya seni patung diwujudkan melalui pengolahan unsur-unsur seni rupa pada bidang tiga dimensi.
Bahan dan teknik perwujudan pada karya seni patung beraneka ragam. Bahan yang digunakan dapat
berupa bahan alami seperti kayu dan batu, bahan logam seperti besi dan perunggu atau bahan
sintetis seperti plastik resin dan fibre glass (serat kaca). Sedangkan teknik yang digunakan
disesuaikan dengan bahan yang dipakai seperti teknik pahat, ukir, cor dsb.

Seperti halnya seni lukis, seni patung juga sudah dikenal di Indonesia sejak zaman prasejarah.
Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi pembuatan karya seni patung. Pada masyarakat
tradisional, pembuatan karya patung seringkali dihubungkan dengan kegiatan religi seperti
pemujaan kepada 5

dewa atau arwah nenek moyang. Pada karya-karya seni patung modern, pembuatan karya seni
patung merupakan ekspresi individu seorang seniman. Beberapa seniman patung modern Indonesia
diantaranya: Sunaryo, Sidharta, dan Nyoman Nuarta.

3. Seni Grafis (Cetak)

Seni grafis adalah cabang seni rupa yang tergolong ke dalam bentuk dua dimensi. Berbeda dengan
seni lukis yang umumnya merupakan karya-karya tunggal, kekhasan dari karya grafis adalah
sifatnya yang bisa direproduksi atau diperbanyak. Pada awalnya Seni grafis merupakan
keterampilan untuk mencetak atau memperbanyak tulisan. Sesuai dengan proses pencetakannya
karya seni grafis terbagi menjadi empat jenis:

a. Cetak tinggi

Prinsip cetak ini adalah bagian yang bertinta adalah bagian yang paling tinggi. Bagian ini bila
diterakan atau dicetakkan, tinta atau gambar akan berpindah ke atas permukaan kertas. Berdasarkan
bahan dan alat yang dipergunakan dalam cetak tinggi dikenal beberapa jenis cetakan seperti cukil
kayu (wood cut), cukilan lino (lino cut), tera kayu (wood engraving) serta cukilan bahan lain seperti
karet atau plastik.

b. Cetak dalam

Prinsip cetak dalam adalah hasil cetakan yang diperoleh dari celah garis bagian dalam dari plat
klisenya bukan bagian tingginya seperti stempel atau cap. Teknik cetak ini merupakan kebalikan
dari teknik cetak tinggi. Acuan cetak yang dipergunakan adalah lempengan tembaga atau seng yang
ditoreh atau diberi kedalaman untuk tempat tinta. Kedalaman dibuat menggunakan alat penoreh
yang tajam dan kuat dan atau menggunakan zat kimiawi. Beberapa jenis cetak yang termasuk cetak
dalam: goresan langsung (drypoint), akuatin (aquatint), dan mezzotin (mezzotint engraving).
Seorang penggrafis kadang-kadang memadukan berbagai teknik sekaligus dalam proses
pembuatannya untuk memperoleh efek khusus yang diinginkannya.

c. Cetak saring

Cetak saring disebut juga serigrafi atau sablon. Sesuai dengan namanya prinsip cetak ini adalah
mencetak gambar melalui saringan yang diberi batasan-batasan tertentu. Cetak saring dikenal luas
di masyarakat melalui benda-benda yang sering dijumpai sehari hari seperti aplikasinya pada
pembuatan kaos, spanduk, bendera, dsb.
d. Cetak datar

Proses cetak datar atau planografi adalah memanfaatkan perbedaan sifat minyak dan air serta acuan
cetakan yang terbuat dari batu (litografi) atau seng. Tinta hanya terkumpul pada bagian cetakan
yang sudah digambari dengan pinsil berlemak dan pemindahan gambar dilakukan dengan alat
khusus. Teknik litografi inilah yang mengilhami prinsip dasar mesin cetak modern.

4. Seni Kria

a. Pengertian Seni Kria Seni kria adalah hasil kebudayaan fisik yang lahir karena adanya tantangan
dari lingkungan dan diri kriawan. Seni kria diartikan sebagai hasil daya cipta manusia melalui
keterampilan tangan untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya, serta umumnya dibuat dari
bahan-bahan alam. Penciptaan karya kria yang baik didasarkan pada syarat kegunaan (utility) dan
keindahan (estetika). Syarat keindahan terdiri atas aspek kenyamanan, keluwesan dan kenyamanan.
Hubungan antara bentuk, fungsi dan keindahan juga merupakan asas penciptaan yang harus dimiliki
seorang kriawan. Karya seni kria memiliki karakteristik tersendiri yang dipengaruhi oleh
keterampilan dan kreativitas kriawan, materi, alat, fungsi dan teknik penciptaanya. Aspek-aspek
tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya.

Kria tumbuh dan berkembang dipengaruhi pula oleh faktor kekayaan flora dan fauna serta bahan-
bahan alam lainnya. Hasil-hasil utama seni kria Indonesia terdiri atas kria tekstil dan serat meliputi
batik dan tenun, anyaman serta tumbuhan, kria bambu, kria gerabah dan tembikar (keramik) kria
kayu, logam, kulit, kaca dll. 8

b. Perkembangan Seni Kria Perkembangan seni kria sejalan dengan pertumbuhan seni rupa pada
umumnya. Seni kria dimulai sejak zaman Batu dan Logam, kemudian disambung dengan
berkembangnya kebudayaan Hindu di Indonesia, munculnya kekuasaan kerajaan Islam, masuknya
zaman kolonialisme bangsa-bangsa Eropa hingga abad modern saat ini. Pada setiap zaman
umumnya memunculkan bentuk ungkapan, teknik dan gaya yang berlainan. Walaupun demikian,
pertumbuhan seni kria pada suatu masa merupakan kelanjutan masa sebelumnya dengan perubahan
dan perkembangan yang disebabkan pengaruh budaya dari luar dan kreatifitas kriawanya . Bentuk-
bentuk seni kria yang hadir saat ini merupakan perpaduan bentuk kria yang pernah ada pada masa
sebelumnya. Beberapa jenis kria tersebut memiliki bentuk dan material yang sama dengan bentuk
kria pada masa sebelumnya tetapi memiliki fungsi yang berbeda. Beberapa bentuk kria tradisional
yang dijumpai saat ini ada yang dibuat dengan menggunakan material sintetis dan dimassalkan
menggunakan teknologi modern. Perkembangan terakhir seni kria di Indonesia menunjukkan
perkembangan jenis karya kria yang dibuat semata-mata untuk memenuhi kebutuhan ekspresi atau
biasa disebut kria seni. Bentuk-bentuk karya kria seni ini seringkali sulit dibedakan dengan karya-
karya seni rupa murni. Jenis-jenis seni kria sering pula dinamai berdasarkan bahan pembentukan
atau mediumnya seperti kria kayu, kria logam, kria serat, kria kulit, kria tekstil, kria kaca, kria batu
dsb. Selain berdasarkan bahannya beberapa kenis kria dinamai atau dikategorikan berdasarkan
teknik pembuatannya seperti kria batik, kria anyam, kria sungging, kria ukir dsb.

5. Seni Bangunan (Arsitektur)

Pada dasarnya seni bangunan merupakan bagian dari seni rupa, tetapi karena kekhususan yang
dimilikinya seringkali seni bangunan dikelompokan tersendiri dalam seni arsitektur. Berdasarkan
bentuk dan fungsinya seni bangunan seni bangunan dapat dikategorikan sebagai seni pakai.
Indonesia memiliki warisan peninggalan karya seni bangunan yang sangat banyak jumlah dan
macamnya dan tersebar dari Sabang sampai Merauke. Setiap suku bangsa yang ada di Indonesia
mengenal dan memiliki bangunan khas daerahnya masing-masing. Bentuk-bentuk bangunan
tersebut dibuat berdasarkan ide atau gagasan yang bersumber dari kebudayaannya masing-masing.
Struktur, denah, bahan dan teknik pada rumah-rumah-rumah adat tradisional dibangun berdasarkan
aturan-aturan baku yang dipatuhi dan diwariskan secara turun temurun. Dalam perkembangannya,
pengaruh kebudayaan yang datang dari Barat memperkenalkan bentuk-bentuk baru pada bangunan-
bangunan yang sudah ada. Bentuk-bentuk baru tersebut dengan imajinasi dan kreativitas seniman
(arsitektur) diolah dan digabungkan dengan bentuk-bentuk tradisional yang sudah ada sebelumnya
menghasilkan bentuk-bentuk bangunan kontemporer. 10

Perkembangan seni atau desain bangunan ini selanjutnya melahirkan jenis-jenis seni rupa terapan
lainnya seperti desain interior (seni penataan ruang) dan desain meubel.

6. Desain

Desain merupakan kegiatan reka letak atau perancangan. Hampir semua karya seni rupa melalui
proses perancangan sebelum diproduksi atau diwujudkan dalam bentuk jadi yang sesungguhnya.
Tetapi, pengertian desain saat ini lebih sering digunakan untuk menunjukkan proses perancangan
karya-karya seni rupa terapan (useful art). Beberapa jenis desain yang dikenal di Indonesia antara
lain:

a. Desain Komunikasi Visual

Desain ini awalnya lebih dikenal dengan istilah desain grafis, yaitu kegiatan seni rupa yang
menyusun unsur-unsur grafis pada sebuah benda pakai. Karena lingkupnya yang dirasakan terbatas,
pada perkembangan selanjutnya seni grafis menjadi bagian dari kegiatan desain komunikasi visual,
yaitu kegiatan perancangan pada media komunikasi baik media cetak sederhana seperti buku, poster
atau majalah maupun media elektronik seperti televisi, neon sign dan sebagainya. Unsur-unsur
grafis yang menjadi perhatian dalam desain komunikasi visual diantaranya tipografi (huruf), garis,
logo, warna, ilustrasi dan foto.

b. Desain Interior

Desain interior adalah kegiatan merancang tata letak sebuah ruangan atau eksterior bangunan.
Kegiatan perancangan ini dimaksudkan agar sebuah ruangan selain sesuai dengan fungsinya juga
menjadi indah dan nyaman. Benda-benda yang ada dalam ruangan tersebut dipilih dan ditata
sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan, serasi dan harmonis. Yang menjadi perhatian
dalam perancangan interior berdasarkan fungsinya, termasuk juga pemilihan warna dinding, hiasan-
hiasan yang menempel di dinding, mebelair (kursi, meja, tempat tidur dsb.), lampu (pencahayaan),
akustik (suara), lantai, langit-langit dan lain sebagainya.

Sejalan dengan perkembangan desain interior berkembang juga jenis desain yang lain seperti desain
produk untuk merancang bentuk meubel, lampu, alat-alat rumah tangga, alat-alat elektronik dsb.;
desain tekstil untuk merancang jenis kain tirai yang digunakan dalam ruangan, sarung bantal, karpet
dan sebagainya. Dalam perkembangannya, saat ini desain interior tidak hanya menata ruangan
sebuah bangunan, tetapi ruang-ruang lainnya yang digunakan untuk kegiatan manusia seperti:
eksterior mobil, pesawat udara, kapal laut bahkan kapal ruang angkasa. Selain jenis-jenis disain
yang sudah disebutkan di atas masih ada jenis-jenis desain lainnya seperti desain mode (fashion)
yang merancang corak dan bentuk pakaian. Dengan adanya kegiatan perancangan ini kita mengenal
berbagai bentuk dan corak pakaian seperti yang kita lihat dan kita kenakan sehari-hari atau yang
digunakan dalam acara-acara dan kegiatan khusus seperti: pakaian untuk resepsi, pakaian olah raga,
pakaian untuk bekerja, dan sebagainya.
Rangkuman Berdasarkan dimensinya, karya seni rupa terbagi dua yaitu, karya dua dimensi dan
karya tiga dimensi. Karya seni rupa dua dimensi adalah Karya seni rupa yang mempunyai dua
ukuran (panjang dan lebar) sedangkan karya seni rupa tiga dimensi mempunyai tiga ukuran
(panjang, lebar dan tebal) atau memiliki ruang. Berdasarkan kegunaan atau fungsinya, karya seni
rupa digolongkan ke dalam karya seni murni (pure art, fine art) dan seni pakai (useful art/applied
art). Seni Murni (pure art/fine art) adalah karya seni yang diciptakan semata-mata untuk dinikmati
keindahan atau keunikannya saja, tanpa atau hampir tidak memiliki fungsi praktis. Adapun Seni
Pakai (useful art/applied art) adalah karya seni rupa yang prinsip pembentukannya mengikuti
fungsi tertentu dalam kehidupan sehari-hari

1. THE DREAM

Judul Karya : The Dream -


Jenis Karya : Lukisan (Kubisme) -
Pencipta : Pablo Picasso
 Sumber Karya:-
Gagasan Perupa : Menggambarkan sosok wanita yang mencari jati diri dan
diciptakan sebagai pajangan atau hiasan
Teknik Berkarya : Melukis
Bahan dan Alat Berkarya : Kanvas, Cat Minyak, Kuas dan Palet
2. CAFE TERRACE AT NIGHT

Judul Karya : Café Terrace at Night -


 
Jenis Karya : Lukisan (Ekspresionisme)
Pencipta : Vincent Van Gogh
Sumber Karya : Museum Kroller-Muller di otterlo, Belanda
Gagasan Perupa : Memamerkan kehangatan warna dan kedalaman perspektif dari
kafe Aries yang terletak di Prancis dan Sebagai hiasan
Teknik Berkarya : Melukis
Bahan dan Alat Berkarya : Kanvas, Cat Minyak, Palet dan Kuas
3. SUNRISE

Judul Karya : Sunrise


Jenis Karya : Lukisan (Impresionisme)
Pencipta : Claude Monet  
Sumber Karya : Musée Marmottan Monet, Paris
Gagasan Perupa : Mengutarakan penampakan sebuah objek akan berubah seiring
berubahnya posisi matahari dan sebagai pajangan
Teknik Berkarya : Melukis
Bahan dan Alat Berkarya : Kanvas, Cat Minyak, Kuas dan Palet
4. CORNER OF THE GARDEN AT MONTGERON

Judul Karya : Corner Of The Garden At Montgeron


Jenis Karya : Lukisan (Impresionisme
Pencipta : Claude Monet
Sumber Karya : Musée Marmottan-Monet, Paris
Gagasan Perupa : Menampilkan keindahan sudut taman di Montgeron dan sebagai
hiasan
Teknik Berkarya : Melu
Bahan dan Alat Berkarya : Kanvas, Cat Minyak, Kuas dan Palet
5. Composition in White,Red,Yellow nd Blue

Judul Karya : Composition in White,Red,Yellow and Blue


Jenis Karya : Lukisan (Abstrak)
Pencipta : Piet Mondarian
Sumber Karya :Museum Seni Philadelphia
Gagasan Perupa : Menyajikan perpaduan warna yang menarik yang tak realitas dan
sebagai hiasan
Teknik Berkarya : Melukis
 
Bahan dan Alat Berkarya : Kanvas, Cat Minyak, Penggaris, Kuas dan Palet
ICE OF TELEPHONE

Judul Karya : Ice of Telephone


Jenis Karya : Seni Patung
Pencipta : Mark Jenkis
Sumber Karya : Street Renegades
Gagasan Perupa : Telepon umum
Teknik Berkarya : Membentuk
Bahan dan Alat Berkarya : Es beku dan Alat pembentuk es
PATUNG LIBERTY

Judul Karya : Patung Liberty


Jenis Karya : Seni Patung
Pencipta : Frederic Aguste Bartholdi dan Gustave Eiffel
Sumber Karya :
Bedloe’s Island di mulut pelabuhan Kota New York 
 
Gagasan Perupa : Simbol kebebasan dan kebanggaan dan merupakan hadiah ulang
tahun kemerdekaan Amerika ke- 100
Teknik Berkarya : Membangun dan Membentuk
Bahan dan Alat Berkarya : Pasir,Batu bata, Seme, Baja, Logam, Alat pertukangan
(kayu,batu,baja) dll

Anda mungkin juga menyukai