0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan2 halaman

Keandalan Jaringan Distribusi Listrik

Tinjauan pustaka ini membahas tentang keandalan sistem distribusi tenaga listrik dan gangguan-gangguannya. Sistem distribusi merupakan bagian penting dalam menyalurkan listrik dari pembangkit ke konsumen dengan keandalan tinggi. Gangguan umum pada sistem distribusi adalah hubung singkat, beban lebih, dan tegangan lebih yang disebabkan faktor internal, eksternal, dan manusia. Teknologi SCADA digunakan untuk mengawasi dan mengendal

Diunggah oleh

ponisri 14
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan2 halaman

Keandalan Jaringan Distribusi Listrik

Tinjauan pustaka ini membahas tentang keandalan sistem distribusi tenaga listrik dan gangguan-gangguannya. Sistem distribusi merupakan bagian penting dalam menyalurkan listrik dari pembangkit ke konsumen dengan keandalan tinggi. Gangguan umum pada sistem distribusi adalah hubung singkat, beban lebih, dan tegangan lebih yang disebabkan faktor internal, eksternal, dan manusia. Teknologi SCADA digunakan untuk mengawasi dan mengendal

Diunggah oleh

ponisri 14
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Keandalan

Keandalan tenaga listrik didefinisikan sebagai peluang dari suatu peralatan untuk beroperasi sesuai
dengan fungsinya dalam suatu selang waktu tertentu dan dalam suatu kondisi operasi tertentu,
sehingga dapat memenuhi kebutuhan listrik konsumen. Keandalan ketersediaan daya suatu sistem
pembangkit dapat diketahui berdasarkan indeks keandalan yaitu LOLP (Loss of Load Probability) dan
UE (Unserved Energy). 

Pengamatan terhadap kondisi operasi suatu komponen sistem tenaga listrik yang dilakukan dalam
selang waktu tertentu, pada umumnya dalam kurun waktu satu tahun. Konsep keandalan terdapat
istilah ketersediaan (availablility) dan ketidak-tersediaan (unavailability) yang merupakan hasil dari
pengamatan dalam selang waktu tertentu terhadap suatu kondisi operasi dalam sistem tenaga

Jaringan Distribusi

Sistem distribusi merupakan salah satu bagian dalam sistem tenaga listrik, yaitu dimulai dari
sumber daya atau pembangkit tenaga listrik sampai kepada para konsumen. Pada masa sekarang ini
dimana kebutuhan akan tenaga listrik meningkat, maka diperlukan suatu sistem pendistribusian
tenaga listrik dari pembangkit sampai kepada para konsumen yang memiliki keandalan yang tinggi.
Tenaga listrik yang didistribusikan tersebut tidak hanya tegangan menengah dan rendah saja, namun
juga tegangan tinggi dan ekstra tinggi. Namun yang umum disebut sistem distribusi adalah sistem
tegangan menengah (primer) dan tegangan rendah (sekunder).

Energi listrik dibangkitkan oleh beberapa pusat-pusat pembangkit dengan tegangan keluaran
yang bervariasi. Umumnya pusat pembangkit tenaga listrik berada jauh dari pusat pengguna listrik
(pusat beban) oleh karena itu diperlukan sebuah sistem transmisi tenaga listrik dengan tegangan
tinggi, mulai dari 70 KV – 500 KV tergantung besar daya dan jarak antara pusat pembangkit dengan
gardu induknya (Marsudi, D. 2006). Tujuan menaikan tegangan generator dari pusat pembangkit
melalui trafo step up menjadi tegangan tinggi dan disalurkan pada sistem transmisi adalah untuk
efisiensi penyaluran tenaga listrik, efisiensi yang dimaksud antara lain pengunaan penampang
penghantar, karena arus yang mengalir akan menjadi lebih kecil apabila tegangan transmisi dinaikan.
Setelah sampai pada gardu induk (GI) tegangan transmisi kemudian diturukan kembali melalui trafo
step down. Sebuah gardu induk (GI) pada dasarnya adalah pusat beban suatu pembangkit tenaga
listrik, dimana energi listrik yang ada pada gardu induk (GI) akan disuplai ke pengguna beban melalui
jaringan distribusi tegangan menengah 20 KV untuk industri-industri besar dan diturunkan kembali
menjadi tegangan rendah 220/380 V untuk pengguna beban sedang dan kecil.

Gangguan Jaringan Distribusi

Ditinjau dari volume fisiknya, jaringan distribusi pada umumnya lebih panjang dibandingkan
dengan jaringan transmisi dan jumlah gangguannya. Jaringan distribusi seperti diketahui terdiri dari
jaringan distribusi tegangan menengah (JTM) dan jaringan distribusi tegangan rendah (JTR). Pada
saat ini gangguan pada saluran udara tegangan menengah ada yang mencapai angka 100 kali per
100 km per tahun. Sebagian besar gangguan pada saluran udara tegangan menengah tidak
disebabkan oleh petir melainkan oleh sentuhan pohon, apalagi saluran udara tegangan menengah
banyak berada di dalam kota yang memiliki bangunan-bangunan tinggi dan pohon - pohon yang
lebih tinggi dari tiang saluran udara tegangan menengah. Hal ini menyebabkan saluran udara
tegangan menengah yang ada di dalam kota banyak terlindung terhadap sambaran petir tetapi
banyak diganggu oleh sentuhan pohon. Hanya untuk daerah di luar kota selain gangguan sentuhan
pohon juga sering terjadi gangguan karena petir. Jenis – jenis gangguan pada sistem distribusi :

1. Gangguan hubung singkat


2. Gangguan beban lebih
3. Gangguan tegangan lebih

Penyebab gangguan – gangguan tersebut terjadi, di antara lain :

1. Gangguan internal
2. Gangguan eksternal
3. Gangguan karena faktor manusia

SCADA (Supervisory Control and Data Aqcuisition)

SCADA merupakan singkatan dari Supervisory Control and Data Aqcuisition, merupakan
teknologi yang menggabungkan fungsi pengawasan, pengendalian dan pengambilan data jarak jauh
(remote area) yang terpusat pada suatu tempat yang disebut Control Center. Pada Control Center
terdapat sebuah atau beberapa Human Machine Interface (HMI) atau Man Machine Interface (MMI)
berupa monitor maupun layar besar yang terdapat diagram-diagram jaringan yang memperlihatkan
kondisi proses di lapangan ataupun keadaan peralatan yang terintegrasi sistem SCADA. Seperti
pengertian di atas, seorang dispatcher secara jarak jauh mampu melakukan perintah (Remote
Control/Manuver) terhadap peralatan yang diawasi maupun mengambil data yang diperlukan dari
peralatan tersebut. Seperti contohnya dalam jaringan listrik tegangan tinggi, dispatcher jika
diperlukan dapat melakukan manuver menutup/membuka PMT (CB) pada suatu switchyard atau
juga mengambil data besaran Voltage, Ampere maupun beban listrik di suatu jaringan secara real
time.

Daftar Pustaka :

Anang, Hardoyo (2021, 25 Agustus). Optimalisasi SCADA dan Adaptive Defense Scheme di Saluran
Transmisi PLN. Webinar. Departemen Teknik Elektro dan Informatika, Sekolah Vokasi UGM.
[Link]

Paillin, D. B. dan Galang Pradipta. 2018. Pengaruh Penggunaan Sistem SCADA Pada Keandalan
Jaringan Distribusi PT. PLN Area Masohi. Universitas Pattimura, Ambon. Vol. 12, No. 1

Anda mungkin juga menyukai