0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan29 halaman

Panduan Lengkap DAC dan Aplikasinya

Dokumen tersebut membahas tentang konversi sinyal digital menjadi analog menggunakan DAC (Digital to Analog Converter) dengan metode binary weighted dan R/2R ladder beserta penjelasannya."

Diunggah oleh

AF Rashad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan29 halaman

Panduan Lengkap DAC dan Aplikasinya

Dokumen tersebut membahas tentang konversi sinyal digital menjadi analog menggunakan DAC (Digital to Analog Converter) dengan metode binary weighted dan R/2R ladder beserta penjelasannya."

Diunggah oleh

AF Rashad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DAC

PENDAHULUAN

ANTARMUKA ANALOG – COMPUTER - ANALOG


DAC (Digital to Analog Converter

• Secara umum DAC merupakan suatu


penerjemah informasi berbentuk digital
kedalam bentuk informasi analog
ekuivalennya.
• Contoh : data digital dari komputer diubah
kedalam bentuk analog untuk
menggerakkan motor DC pada printer.
REPRESENTASI ANALOG

Voltage VS Time

15
14
13
Analog Voltage (V)

12
11
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Time (ms)
TABEL REPRESENTASI PADA INTERVAL 1 ms

Representation
Time (ms)
Analog Digital
1 3 0011
2 5 0101
3 9 1001
4 10 1010
5 13 1101
6 14 1110
7 13 1101
8 11 1011
9 10 1010
10 10 1010
11 8 1000
12 5 0101
Binary-weighted DAC
Binary-weighted DAC à 1

• Untuk menentukan tegangan analog, kita dapat


menggunakan teorema Milman.

V0 V1 V2 V3 Vn -1
+ + + + ... +
R R R R R n -1
VO = 2
1 1 1 1 1
+ + + + ... +
R R R R R n -1
2 4 8 2
Binary-weighted DAC à 2

n -1
V0 V .2 V .4 V .8 V .2
+ 1 + 2 + 3 + ... + n - 1
VO = R R R R R
1
R R R R
R + + + + ... +
2 4 8 2 n -1
æ 1 1 1 1 ö
R ç1 + + + + ... + n -1 ÷
V0 + V1.2 + V2 .4 + V3 .8 + ... + Vn-1.2n-1 2 4 8 2
VO = ´ è ø
R 1
1 1 1 1 1
VO = V0 .20 + V1.21 + V2 .22 + V3 .23 + ... + Vn-1. 2n-1 ´ 0 + 1 + 2 + 3 + ... + n-1
2 2 2 2 2
V0 .20 + V1.21 + V2 .22 + V3 .23 + ... + Vn-1. 2n-1
VO =
2n - 1
Binary-weighted DAC à 3
Data Digital (4-bit) Output (V)
V3 V2 V1 V0 Analog
0 0 0 0 0.00
0 0 0 1 0.33
0 0 1 0 0.67
0 0 1 1 1.00
0 1 0 0 1.33
0 1 0 1 1.67
0 1 1 0 2.00
0 1 1 1 2.33
1 0 0 0 2.67
1 0 0 1 3.00
1 0 1 0 3.33
1 0 1 1 3.67
1 1 0 0 4.00
1 1 0 1 4.33
1 1 1 0 4.67
1 1 1 1 5.00
R/2R Ladder DAC

Pada DAC jenis ini untuk menghitung tegangan pada


masing-masing titik VA s/d VD dengan prinsip Voltage
divider (pembagi tegangan) dan resistor thevenin.
R/2R Ladder DAC à 1
Tegangan pada titik VA :
R 2
VA = .V in
R1 + R 2
2 R
VA = .V in
2 R + 2 R
V in
VA =
2

Tegangan pada titik VA :


R th 1 + R 3
VB = .( V in + VA )
R 4 + R th 1 + R 3
dengan R th 1 adalah tahanan thevenin dari R1 & R 2
R 1 .R 2
R th 1 =
R1 + R 2
2 R .2 R 4 R 2
R th 1 = = = R
2 R + 2 R 4 R
R + R
VB = (V in + VA )
2 R + R + R
VB =
2 R
(V in + VA ) = V in + VA
4 R 2
R/2R Ladder DAC à 2
Tegangan pada titik VC :
R 6
VC = .VB
R 6 + R th 2 + R 5
R th 2 = (R th 1 + R 3 ) // R 4
R th 2 = (R + R ) // 2 R
R th 2 = R
sehingga VC :
2 R
VC = .VB
2 R + R + R
VB
VC =
2

Tegangan VD :
R 8
VD = V Out = VB
R 8 + R th 3 + R 2
R th 3 = (R th 2 + R 5 ) // R 6
R th 3 = (R + R ) // 2 R = R
2 R VC
VD = .VC =
2 R + R + R 2
R/2R Ladder DAC à 3
0
untuk switch 2 yang ON , lainnya OFF :
V
VA = in

2
VA
VB =
2
VB
VC =
2
VC V in V in
VD = = =
2 16 2 4
untuk switch 2 1 yang ON , lainnya OFF :
VA = 0
V
VB = in
2
VB
VC =
2
VC V in V in
VD = = =
2 8 2 3
untuk switch 2 2 yang ON , lainnya OFF :
VA = 0
VB = 0
V
VC = in
2
VC V in V in
VD = = =
2 4 2 2
untuk switch 2 3 yang ON , lainnya OFF :
VA = 0
VB = 0
VC = 0
VC V V in
VD = = in
=
2 2 2 1
R/2R Ladder DAC à 4

Vin Vin Vin Vin Vin


VOut = + + + +...+ n
2 4 8 16 2
æ1 1 1 1 1ö
VOut = Vinç 1 + 2 + 3 + 4 +...+ n ÷
è2 2 2 2 2 ø
Vin0 20 +Vin121 +Vin2 22 +Vin3 23 +...+Vinn-12n-1
VOut = n
2
R/2R Ladder DAC à 5
Penjumlahan dengan penguatan

• Untuk memperoleh gain pada pengubah


D/A perlu dihubungkan dengan penguat
operasional.
• Untuk memperoleh penguatan yang
diinginkan, kita tinggal menentukan
tahanan eksternal pada penguat
operasional .
Op-Amp
• Penguat operasional memiliki 5 terminal,
yaitu 2 terminal masukan, 1 terminal
keluaran, dan 2 terminal supply tegangan
Inverting
arus yang melalui Rin :
Vin
I=
Rin
Tegangan pada tahanan umpan balik :
Rf
VRf = - Vin
Rin
Pengua tan tegangan AV :
Vout Rf
AV = =-
Vin Rin
VOut = AV .Vin
Inverting
I f = 0 ,5 mA

Vi 5V
Ii = = = 0,5mA
Ri 10 K

Vi
VOut = - .R f
Ri
= -(0,5 mA x 1 K) = - 0,5 V
Non inverting

R f + Ri
Vout = Vin
Ri
æ Rf ö
Vout = çç1 + ÷÷Vin
è Ri ø
VOut Rf
AV = = 1+
Vin Rin
DAC Binary-Weighted dengan op-amp
inverting

Kuat arus I f , I 1 , I 2 dan I 3 memiliki hubungan


I f = I1 + I 2 + I 3

æ D 0 D1 D 2 D 3 ö
V Out = -V i ç + + + ÷. R f
è R 0 R 1 R 2 R 3 ø
DAC R/2R Ladder dengan op-amp
inverting
V inv = VD
V inv
I =
R in
R in = R th = R
Rf
VOut = - .VD
R
VOut Rf
Rf > R à Penguatan ; Rf = R à AV = =-
Pengikut tegangan ; Rf < R à VD R
pembagian tegangan
DAC R/2R Ladder dengan op-amp inverting
DAC R/2R Ladder dengan op-amp inverting

(D3) VOut = -250mA ´ 20KW = -5V (D0) VOut = -31,25mA ´ 20 KW = -0,629V

(D2) VOut = -125mA ´ 20KW = -2.5V æ


V Out = - ç V Re f ´
B in ö
÷
è 8 ø
(D1) VOut = -62.5mA ´ 20KW= -1,25V
Integrated Circuit DAC

• IC DAC MC1408 merupakan IC DAC 8-Bit


yang populer dan tidak begitu mahal dan
ekivalensi dengan DAC 0808.
Blok diagram MC1408
Pin Configuration MC1408
Aplikasi Tipikal MC1408
Akurasi dan Resolusi
• Pengubahan digital ke analog memerlukan
dua hal penting yang saling berkaitan,
yaitu akurasi atau ketelitian dan resolusi.
• Akurasi : Seberapa dekat nilai keluaran
sebenarnya dari DAC terhadap nilai
keluaran secara teoritis.
• Resulusi : adalah pertambahan terkecil
pada tegangan yang dapat diamati.

Anda mungkin juga menyukai