0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
562 tayangan4 halaman

Proses dan Komponen Computed Radiography

CR adalah sistem digitalisasi gambar radiografi menggunakan imaging plate untuk menangkap sinar-X dan menyimpan data gambar secara digital. CR memiliki kelebihan seperti kualitas gambar yang lebih baik dan fleksibilitas penyimpanan, meskipun biayanya lebih tinggi dibanding radiografi konvensional.

Diunggah oleh

Charil Utami
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
562 tayangan4 halaman

Proses dan Komponen Computed Radiography

CR adalah sistem digitalisasi gambar radiografi menggunakan imaging plate untuk menangkap sinar-X dan menyimpan data gambar secara digital. CR memiliki kelebihan seperti kualitas gambar yang lebih baik dan fleksibilitas penyimpanan, meskipun biayanya lebih tinggi dibanding radiografi konvensional.

Diunggah oleh

Charil Utami
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Processing Computed Radiography (CR)


a. Definisi Computed Radiography (CR)

Computed Radiography (CR) merupakan suatu sistem atau proses


untuk mengubah sistem analog pada konvensional radiografi menjadi digital
radiografi. Computed Radiography adalah proses digitalisasi gambar yang
menggunakan imaging plate untuk akusisi data gambar X-Ray. CR merupakan
teknologi digital yang mendukung pengembangan komputer berbasis sistem
informasi dan prosessing. Radiograf yang dihasilkan CR akan terformat dalam
bentuk digital sehingga dapat dimanipulasi untuk mendapatkan hasil yang
maksimal (Ballinger, 2018).

Pada penggunaan radiografi konvensional digunakan penggabung antara


film radiografi dan screen, tetapi pada komputer radiografi menggunakan
imaging plate. Walaupun imaging plate secara fisik terlihat sama dengan screen
konvensional tetapi memiliki fungsi yang sangat jauh berbeda, karena pada
imaging plate berfungsi untuk menyimpan energi sinar-X ke dalam photo
stimulable phospor (PSP) dan menyampaikan informasi gambar ke dalam
bentuk data digital.

Komponen-Komponen Computed Radiography (CR)

1) Kaset
Kaset pada Computed Radiography terbuat dari carbon fiber
dan bagian belakang terbuat dari almunium. Kaset ini berfungsi
sebagai pelindung dari Imaging Plate (IP).
a) Imaging Plate
Imaging Plate (IP) merupakan lembaran yang dapat menangkap dan
menyimpan sinar-X yang terdiri dari lapisan fosfor dan lapisan pendukung.
IP digunakan dengan cara recording dibaca oleh sinar laser dan dihapus
untuk dipakai kembali. Dalam penggunaanya IP berada di dalam kaset datar
dengan berbagai ukuran.
b) Imaging Reader
Image reader berfungsi sebagai pembaca dan mengolah gambar yang
diperoleh dari Image plate. Semakin besar kapasitas memorinya maka
semakin cepat waktu yang diperlukan untuk proses pembacaan Image plate,
dan mempunyai daya simpan yang besar.
c) Image Console
Console pada CR adalah perangkat keras dan lunak seperti halnya
perangkat komputer di rumah atau yang biasa kita sebut sebagai Personal
Computer (PC) yang terdiri dari Monitor, CPU, Cassette ID Scanner-
Barcode reader, dan DICOM store/server.
d) Image Recorder
Image recorder mempunyai fungsi sebagai proses akhir dari suatu
pemeriksaan yaitu media pencetakan hasil gambaran yang sudah diproses
dari awal penangkapan sinar-X oleh image plate kemudian di baca oleh
image reader dan diolah oleh image console terus dikirim ke image recorder
untuk dilakukan proses output dapat berupa media compact disc sebagai
media [Link] dengan printer laser yang berupa laser imaging
film.
1. Prinsip Kerja Computed Radiografi (CR)
a) Pembacaan Bayangan Pada Imaging Plate
IP dieksposi dengan sinar-X, maka akan menghasilkan gambar laten
pada IP. IP yang telah dieksposi ini dimasukkan dalam slot pada IP
reader device yang akan memindahkan IP kemudian discan dengan laser
(emisi cahaya merah) sehingga kristal pada IP menghasilkan cahaya
biru-violet (panjang gelombang 390-400 nm), kemudian dideteksi oleh
photosensor dan dikirim melalui analog digital converter (ADC) ke
komputer untuk diproses. Setelah itu dari IP reader device menghapus
sisa-sisa gambar agar IP dapat digunakan kembali.
b) Tampilan Gambar pada CR
Tampilan citra merupakan hasil respon frekuensi spasial dan
proses gradasi. Respon frekuensi spasial mengontrol kontras antara dua
struktur pada densitas yang berbeda. Proses gradasi mengontrol range
densitas yang digunakan untuk menampilkan struktur pada gambar, ini
sama dengan windows setting yang digunakan pada tampilan
Computed Tomography (CT Scan). Dua karakteristik yang berbeda,
kontras dan densitas dioptimalkan dengan digital image processor
untuk bagian anatomi spesifik yang dipelajari (Ballinger, 2018).
Jika gambar ditampilkan dalam monitor, maka karakteristik
gambar dapat diatur (dimagnifikasi, dirotasi, dibalik) oleh pengguna
untuk mendapat hasil yang terbaik (Ballinger, 2018). Fungsi ini
dilakukan oleh komponen yang disebut Workstation yang terdiri dari
konsul komputer dimana gambar dapat dimanipulasi setelah data
dimasukkan dalam memori komputer.
Karena gambar CR dalam bentuk digital, maka gambar primer
yang dihasilkan dapat dimanipulasi untuk menekan fitur-fitur yang
bervariasi untuk menampakkan struktur yang lebih spesifik. Gambar
yang ditampilkan atau dicetak sedapat mungkin sesuai dengan ukuran
yang sebenarnya.
2. Kelebihan dan Kekurangan Computed Radiografi (CR)
a) Kelebihan CR
Computed Radiography mempunyai beberapa kelebihan
dibandingkan dengan radiografi konvensial, antara lain :
1) Angka pengulangan yang lebih rendah karena kesalahan-
kesalahan faktor teknis.
2) Resolusi kontras yang lebih tinggi dan latitude eksposi yang
lebih luas dibandingkan emulsi film radiografi.
3) Tidak memerlukan kamar gelap atau biaya untuk film ( jika
gambar tidak ditampilkan dalam hard copy).
4) Kualitas gambar dapat ditingkatkan.
5) Penyimpanan gambar lebih mudah baik dengan hard copy
maupun penyimpanan elektronik. ( Papp, 2006).
b) Kekurangan CR
Kekurangan dari Computed Radiography antara lain :
1) Biaya yang cukup tinggi untuk IP, unit CR reader, hardware dan
software untuk workstation.
2) Resolusi spatial rendah.
3) Pasien potensial untuk menerima radiasi yang overexposed.
Computed Radiography (CR) dapat mengkompensasi
overeksposure, sehingga radiografer terkadang member eksposi
yang berlebih pada pasien.
4) Adanya artefak pada gambar akibat proses penghapusan IP
yang kurang baik.

Common questions

Didukung oleh AI

The digitalization process in Computed Radiography enhances clinical operations by allowing for dynamic image manipulation, storage, and transmission. Digital formats enable clinicians to adjust images for better diagnostic clarity, rapidly share images across networks for consultation, and maintain comprehensive digital records. This results in streamlined workflows, faster diagnosis, and enhanced collaboration among medical teams, increasing overall operational efficiency compared to analog systems .

The imaging plate in Computed Radiography serves to capture and store X-ray energy during exposure. Made up of a photo stimulable phosphor layer, it enables the capturing of a latent image. Its ability to be erased and reused after each capture by the IP reader contributes to efficiencies by reducing the need for constant replenishment of consumables, unlike traditional film-based systems .

An advantage of Computed Radiography (CR) over conventional radiography is its higher contrast resolution and wider exposure latitude, allowing for improved image quality and reduced repeated scans due to technical errors . However, a disadvantage is the high cost associated with purchasing and maintaining imaging plates, CR readers, and necessary software and hardware for workstations .

Both Computed Radiography (CR) and Computed Tomography (CT) scan imaging utilize digital image processors to optimize image contrast and density. In CR, the spatial frequency response controls the contrast between structures of different densities, and the gradation process adjusts the density range used to display the image. This is similar to the window setting adjustment in CT scans, where different window levels optimize the visibility of various tissue densities to enhance diagnostic utility .

Patients may be at risk of higher radiation exposure in Computed Radiography (CR) because the system can compensate for overexposure through digital adjustments. This capability might lead radiographers to use higher radiation doses to ensure image clarity, under the assumption that it does not impact the patient thanks to the adjustment capabilities .

The high cost associated with Computed Radiography (CR) systems, including imaging plates, readers, and workstation software, can be a significant barrier to adoption, especially in smaller medical facilities with limited budgets. While CR offers technological and operational advantages, the initial capital investment and ongoing maintenance costs might limit its accessibility, compelling facilities to weigh this against potential improvements in diagnostic capabilities and patient throughput .

Image manipulation in Computed Radiography (CR) is possible because images are captured and stored in digital formats. This allows users to adjust characteristics such as magnification, rotation, and inversion to enhance visual clarity and focus on specific anatomical features. These adjustments enable clinicians to highlight structures of interest and improve diagnostic accuracy by tailoring the visual presentation to specific medical needs .

Computed Radiography (CR) differs from conventional radiography in that it replaces the traditional film and screen system with an imaging plate. The imaging plate (IP) contains a photo stimulable phosphor (PSP) that stores X-ray energy, and this information is subsequently converted into digital data. In CR, the IP is scanned with a laser to release stored energy as blue-violet light, which is then converted into a digital image by a photosensor and an analog digital converter (ADC). This process allows for digital manipulation and optimization of images, unlike the fixed analog nature of conventional radiography .

In the Computed Radiography (CR) workflow, the imaging reader is responsible for extracting and processing the latent image on the imaging plate by using a laser scan to release the stored energy as light. The memory capacity of the imaging reader impacts the speed of image processing; larger memory allows for faster processing times and greater storage capability, enhancing efficiency during high-volume operations .

Potential artifacts in Computed Radiography (CR) imaging include those caused by improper erasure of previous images on the imaging plate, leading to ghosting effects. Such artifacts occur when residual charge or information from a prior exposure is not entirely removed, potentially interfering with new image quality. Thorough erasure of the imaging plate before reuse is crucial to prevent these artifacts and ensure accurate diagnostic outputs .

Anda mungkin juga menyukai