PROPOSAL PENELITIAN
”PEMANFAATAN BIJI PEPAYA DAN PATI
BENGKUANG SEBAGAI LULUR TRADISIONAL
UNTUK KULIT KERING”
OLEH :
RAHMI JUITA / 20078053
TATA RIAS DAN KECANTIKAN
FAKULTAS PARIWISATA DAN
PERHOTELAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kulit adalah bagian paling luar dari tubuh. Luas permukaan pada orang dewasa
yaitu antara sekitar 1,6 – 1,8 m2. Hal ini membuat kulit menjadi organ tubuh paling
besar dan luas yang menyelimuti tubuh manusia. Fungsi kulit adalah menyelimuti
tubuh untuk melindungi tubuh dari pengaruh luar dan lingkungan. Saat ini cuaca yang
sangat panas dan sering berubah – ubah menyebabkan kulit menjadi kering dan kusam.
Kulit kering memiliki minyak dan kelembaban yang kurang serta mempunyai tekstur
yang tampak halus, terang, tidak berkilau dan rapuh. Untuk mengurangi tingkat
kekeringan kulit dapat diatasi dengan melakukan perawatan seperti luluran. Pada
dasarnya, lulur adalah produk perawatan kulit yang digunakan untuk merawat dan
membersihkan kulit badan dari kotoran serta mengangkat kulit mati yang membuat
kulit tampak tidak sehat.
Lulur tradisional dipercaya lebih aman digunakan daripada lulur kemasan yang
dijual di toko maupun minimarket. Lulur tradisional merupakan ekstrak bahan alami
dari tanaman yang dibuat dalam bentuk scrub dan digunakan untuk kecantikan dengan
cara dioleskan dan digosok perlahan-lahan keseluruh tubuh. Tanaman yang dapat
digunakan untuk membuat lulur tradisional tersebut biasanya tanaman yang mudah
ditemukan di sekitar kita, seperti buah bengkuang dan buah pepaya. Dalam biji pepaya
mengandung alkaloid, steroid, tanin, dan juga minyak atsiri. Enzim papain yang
terkandung dalam biji pepaya dapat digunakan sebagai bahan aktif dalam pembuatan
krim pembersih, terutama wajah. Ini disebabkan karena papain dapat melarutkan sel –
sel kulit mati yang melekat pada kulit. Selain kandungan dalam biji pepaya memang
cukup bagus untuk kulit, manfaat lain yang dapat diperoleh dari biji pepaya yaitu dapat
digunakan sebagai scrub dalam lulur tradisional. Tekstur biji pepaya yang kasar dapat
berfungsi sebagai scrub yang dapat mempermudah mengangkat sel kulit mati. Selain
biji dari buah pepaya, buah lain yang dapat dimanfaatkan sebagai lulur tradisional yaitu
buah bengkuang.
Buah bengkuang yang mudah didapat dengan harga terjangkau dapat
dimanfaatkan sebagai berbagai produk kecantikan kulit seperti lulur tradisional. Seperti
bahan alami lain yang bermanfaat bagi kesehatan kulit, bengkuang mengandung
antioksidan vitamin C, flavonoid, dan saponin yang merupakan tabir surya alami untuk
mencegah kerusakan kulit oleh radikal bebas dan zat fenolik dalam bengkuang cukup
efektif menghambat proses pembentukan melanin, sehingga pigmentasi akibat
hormone, sinar matahari, dan bekas jerawat dapat dicegah dan dikurangi. Selama ini
masyarakat mengetahui manfaat bengkuang hanya untuk mencerahkan kulit. Namun
sebenarnya ada manfaat lain dari buah bengkuang yaitu dapat melembabkan kulit.
bengkuang mengandung air yang cukup banyak, sehingga bengkuang dapat berfungsi
melembabkan kulit.
Produk yang berasal dari eksrak bengkuang yang dimanfaatkan untuk
kecantikan diantaranya bedak dingin, masker, hand body lotion, lulur, dan pelembab.
Dengan mengkombinasikan kedua bahan tersebut sebagai lulur tradisional untuk kulit
kering, kandungan dari masing – masing bahan akan bekerja dengan baik. Salah satu
kandungan dalam buah bengkuang yaitu memiliki kandungan air yang tinggi sehingga
dapat melembabkan kulit. Salah satu kandungan dalam biji pepaya yaitu enzim papain.
Enzim ini mempunyai manfaat untuk kulit salah satunya yaitu dapat melarutkan sel –
sel kulit mati yang melekat pada kulit dan sukar terkelupas. Selain itu butiran halus biji
pepaya setelah dibentuk serbuk juga dapat dimanfaatkan sebagai scrub dalam lulur
tradisional.
B. Identifikasi Masalah
a. Cuaca panas dan sering berubah menyebabkan kulit menjadi kering dan tampak
tidak sehat.
b. Limbah biji pepaya yang selama ini dibuang begitu saja ternyata dapat
dimanfaatkan sebagai lulur tradisional.
c. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan limbah biji pepaya dan
pati bengkuang yang dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan lulur tradisional.
C. Batasan Masalah
Peneliti membuat batasan masalah, agar pembahasan penelitian tidak terlalu
meluas. Batasan masalah dalam penelitian ini yaitu pembuatan lulur tradisional dari biji
pepaya dan pati bengkuang untuk membantu mengurangi tingkat kekeringan pada kulit.
Responden yang akan diberi perlakuan menggunakan lulur tradisional dari biji pepaya
dan pati bengkuang ini yaitu wanita yang berusia sekitar 20 - 30 tahun dengan jenis
kulit kering.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimanakah validitas dari produk lulur tradisional yang terbuat dari biji pepaya
dan pati bengkuang untuk kulit kering?
2. Bagaimanakah tingkat kelayakan lulur tradisional yang terbuat dari biji pepaya dan
pati bengkuang untuk kulit kering?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui validitas dari produk lulur tradisional yang terbuat dari biji
pepaya dan pati bengkuang (pachyrhizus erosus) untuk kulit kering.
2. Untuk mengetahui tingkat kelayakan lulur tradisional yang terbuat dari biji pepaya
dan pati bengkuang (pachyrhizus erosus) untuk kulit kering.
F. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu :
1. Manfaat bagi peneliti, penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan ilmu
pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari dalam perkuliahan Tata Rias
dan Kecantikan terutama dalam mata kuliah Tata Tulis Karya Ilmiah.
2. Memberikan wawasan dan pengetahuan dan keterampilan baru kepada mahasiswa
Jurusan Pendidikan Tata Rias dan Kecantikan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan
Universitas Negeri Padang tentang penggunaan biji pepaya dan pati bengkuang
sebagai bahan dasar pembuatan lulur tradisional.
3. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan biji pepaya dan pati
bengkuang untuk dijadikan produk baru berupa lulur.
4. Dapat mengembangkan atau membuat inovasi baru dengan menggunakan biji
pepaya dan pati bengkuang bagi peneliti selanjutnya.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
a) Kulit
Kulit adalah lapisan paling luar yang membungkus seluruh tubuh dan
melindungi alat – alat tubuh bagian dalam. Struktur kulit terdiri dari tiga
lapisan, masing – masing dari luar ke dalam. Tiga lapisan tersebut diantaranya
kulit ari (epidermis), kulit jangat (dermis), dan subkutis (Rostamailis, 2005,
101). Untuk menjaga kulit agar tetap sehat diperlukan perawatan kulit baik
secara harian maupun berkala. Perawatan kulit ini dilakukan agar kulit tetapa
bersih, halus, lembab dan terhindar dari berbagai macam penyakit kulit.
Perawatan kulit secara harian seperti mandi, membersihkan wajah, memakai
lotion setelah mandi, dan memakai pelembab pada wajah sangat membantu
untuk menjaga kulit agar kulit tetap bersih dan terhindar dari masalah-masalah
pada kulit. Sedangkan perawatan kulit secara berkala seperti facial, peeling,
massage, dan luluran.
Dalam penelitian ini peneliti hanya akan membahas tentang luluran.
Luluran sangat diperlukan untuk membantu kulit agar tetap bersih, putih, halus,
dan lembab. Radikal bebas, polusi udara, serta paparan sinar matahari dapat
berpengaruh terhadap kulit. Kulit manusia dibedakan menjadi 5 jenis yaitu kulit
normal, kering, berminyak, sensitive, dan kombinasi. Jika kulit tidak dirawat
secara rutin dan benar, maka kulit yang sebelumnya baik-baik saja akan berubah
menjadi bermasalah, contohnya yang sebelumnya normal menjadi kering atau
berminyak maupun sensitive. Namun dalam penelitian ini peneliti hanya fokus
pada kulit kering. Jadi kulit kering memiliki kadar air yang kurang sehingga
kulit akan mudah mengelupas dan menimbulkan pecah – pecah.
Kulit kering merupakan kebalikan dari kulit berminyak, kulit berminyak
cenderung mengkilap dan berkilau sedangkan untuk kulit kering tidak berkilau.
Jika dilihat dengan kasat mata kulit kering memang tidak terlihat dengan jelas,
namun jika dilihat lebih dekat kulit akan tampak pecah – pecah. Orang yang
memiliki jenis kulit ini cenderung lebih cepat timbul keriput dibandingkan
dengan jenis kulit [Link] kering diakibatkan berkurangnya produksi minyak
alami dan kelembaban kulit, sehingga kulit menjadi kasar, terkelupas, atau
pecah – pecah. Selain itu kulit kering dapat terjadi karena penggunaan kosmetik
yang tidak cocok, pengaruh lingkunga luar, seperti panas, atau akibat terlalu
lama berada dalam ruangan ber-AC.
Jadi banyak faktor yang dapat menyebabkan kulit menjadi kering.
Faktor genetik tidak dapat dihindari oleh setiap orang karena faktor genetik
merupakan bawaan dari lahir. Pola makan juga dapat menyebabkan kulit
berubah menjadi kering. Hal ini disebabkan karena berbagai macam makanan
yang masuk ke dalam perut akan berpengaruh terhadap kulit. Kurangnya nutrisi
dari makanan yang masuk ke dalam perut akan menyebabkan kulit menjadi
tidak sehat, regenerasi pada kulit akan berlangsung dengan buruk jika asupan
nutrisi serta vitamin pada tubuh kurang.
b) Buah Pepaya
Pepaya berasal dari Negara – Negara tropis Amerika. Pohon ini tumbuh
lurus ke atas setinggi 3 – 8 m dan dibawah kondisi – kondisi khusus bahkan
ketinggiannya bisa mencapai 10 m ( Nuraini 2011 : 207). Menurut Nuraini
(2011 : 207 ), nama lokal dari buah pepaya ini antara lain : pepaya (Indonesia),
gedang (Sunda) ; betik, kates telo gantung (Jawa), kates (Sasak), kampaya
(Bima).
Pohon papaya mempunyai sifat khas yaitu memiliki masa pertumbuhan
yang sangat cepat. Dalam kurun waktu 6 bulan pohon yang ditanam dengan biji
sudah tumbuh setinggi sekitar 2 m serta sudah mulai berbuah
(Hariyadi.S,2001:57).Pepaya tumbuh dengan sangat baik di daerah – daerah
tropis dengan suhu berkisar antara 24 – 25º C. Pepaya juga mentoleransi pH
sebesar 4,3 – 8 tapi tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi diatas dan dibawah
nilai ini. PH tanah yang ideal adalah 6. Tanaman ini membutuhkan tanah kering
karena akar pepaya akan membusuk jika tergenang air (Nuraini, 2011 : 208 ).
c) Kandungan dalam Buah Pepaya
Buah pepaya mengandung 3 antioksidan kuat yaitu vitamin C, vitamin
E, dan betakroten. Selain itu buah pepaya juga kaya akan protein, karbohidrat,
serat, vitamin A, vitamin K, thiamin, riboflavin, niasin, asamfolat, kalsium,
magnesium, dan potassium (Setiabudi.H, 2014: 202). Hariyadi.S (2001, 57) juga
mengemukakan bahwa buah pepaya mengandung dammar, papain, papayotin,
papayachin, karpain, kalium, mironat, mirosin, protein, vitamin A, vitamin B,
vitamin C.
d) Manfaat Buah Pepaya
Buah pepaya mempunyai manfaat yang cukup banyak baik untuk
kesehatan maupun kecantikan. Berikut ini peneliti akan menyebutkan beberapa
manfaat yang dihasilkan dari buah pepaya :
- Manfaat untuk kesehatan
Menurut Nuraini (2011, 209) buah pepaya mempunyai manfaat yang
cukup banyak untuk kesehatan antara lain untuk cacingan, susah buang air
besar, asma, kencing manis, jantung berdebar, hipertensi, kekurangan gizi,
demam, batuk – pilek, rematik, dan menyehatkan mata. Manfaat lain untuk
kesehatan dari buah pepaya yaitu untuk obat malaria, membantu
pencernaan, membantu pengentalan darah, obat luka, bisul, borok perut,
sembelit, kepala pusing, ambeien, luka bakar, merangsang nafsu makan,
sakit liver, sakit rakitis, sakit empedu, sakit persendian, penolak demam,
lemah otot, keremi, melancarkan kencing, keputihan, caplak (kutil), diare,
mulas, dan masuk angin (Hariyadi.S, 2001:57).
- Manfaat untuk kecantikan
“Buah pepaya sangat cocok untuk dijadikan masker pembersih wajah hingga
ke pori – pori dan mengangkat sel kulit mati” (Setiabudi.H, 2014: 202).
Nuraini (2011 : 211) juga mengemukakan bahwa enzim papain yang
terkandung dalam daun, biji, kulit, dan buah segar sering ditambahkan
dalam produk-produk perawatan kulit dan kosmetik lain.
e) Kandungan dalam Biji Pepaya
Biji pepaya yang digunakan dalam penelitian ini yaitu biji pepaya dari
jenis buah pepaya Jingga. Jenis buah pepaya ini dipilih karena biji dalam buah
pepaya Jingga memiliki tekstur yang lebih besar jika dibandingkan dengan jenis
buah pepaya lain. Selain memiliki biji pepaya yang lebih besar, buah pepaya ini
juga mengandung biji yang lebih [Link] pepaya mengandung protein lebih
dari 24% dan dapat dengan mudah dicerna. Biji ini mengandung 32%
karbohidrat dan 25% minyak termasuk beberapa minyak essens. Bibi pepaya
mempunyai manfaat yang cukup banyak untuk kesehatan, diantaranya cacingan,
jantung berdebar, hipertensi, demam, uban, serta rematik. Sedangkan untuk
kecantikan, biji pepaya sering digunakan sebagai bahan tambahan pada produk-
produk perawatan kulit dan produk – produk kosmetik lain.
Papain dan ekstrak daun, biji, kulit dan buah pepaya segar ditambahkan
pada perawatan kulit secara menyeluruh dan produk – produk kosmetika
lainnya Menurut Warisno dalam jurnal Martiasih. M (2003) minyak biji pepaya
yang berwarna kuning diketahui mengandung 71,60 % asam oleat, 15,13 %
asam palmitat, 7,68 % asam linoleat, 3,60 % asam stearat, dan asam – asam
lemak lain dalam jumlah yang relative sedikit atau terbatas. Biji pepayapun
diketahui mengandung senyawa kimia lain seperti golongan fenol, alkaloid, dan
saponin.
Biji pepaya juga mempunyai aktifitas farmakologi daya antiseptic
terhadap bakteri penyebab diare, yaitu Escherichia coli dan Vibrio cholera
(Martiasih. M : 2003). Kolagen adalah suatu protein yang terdiri atas berbagai
asam amino seperti glisin, prolin, hidroksiprolin, alanin, leusin, arginin, asam
aspartat, asam glutamate, dan asam – asam amino lainnya dalam jumlah kecil.
Serabut kolagen adalah unsur penting yang memberi kekuatan pada kulit jangat
dan sangat menentukan keadaan jaringan ikat. Dalam keadaan normal, kolagen
memungkinkan penyerapan danpertukaran air serta gas. Dalam jaringan ikat
muda, kolagen terdapat dalam bentuk mudah larut. Bila kulit menua, kolagen
berubah menjadi bentuk yang sukar larut dan menjadi kaku.
f) Bengkuang (Pachyrhizus Erosus)
Bengkuang merupakan liana (tumbuhan merambat) tahunan yang dapat
mencapai panjang 4 – 5 m, sedangkan akarnya dapat mencapai 2 m. Batangnya
menjalar dan membelit, dengan rambut – rambut halus yang mengarah ke
bawah. Daun majemuk menyirip beranak daun 3, bertangkai 8.5 – 16 cm, anak
daun bundar telur melebar, dengan ujung runcing dan bergigi besar, berambut di
kedua belah sisinya, anak daun ujung paling besar, bentuk belah ketupat, 7 – 21
x 6 – 20 cm. Bunga berkumpul dalam tandan di ujung atau di ketiak daun, baik
sendiri atau berkelompok 2 – 4 tandan, panjang hingga 60 cm, berambut
cokelat. Tabung kelopak berbentuk lonceng, kecokelatan, panjang sekitar 0.5
cm, bertaju hingga 0.5 cm. mahkota putih ungu kebiruan, gundul, panjang 2 cm.
Tangkai sari pipih, dengan ujung sedikit menggulung, kepala putik bentuk bola,
dibawah ujung tangkai putik, tangkai putik di bawah kepala putik berjanggut.
Buah polong bentuk garis, pipih, panjang 8 – 13 cm, berambut, dan berbiji 4 – 9
butir (Putra, 2012 : 15-16).
Bengkuang digunakan untuk membantu dalam perawatan kesehatan
kulit wajah dan tubuh. Produk yang berasal dari ekstrak bengkuang yang
dimanfaatkan untuk kecantikan diantaranya bedak dingin, masker, hand body,
lotion, lulur, dan pelembab. Menurut Putra (2015:16) bengkuang berasal dari
daerah Amerika Tengah dan Selatan, terutama di daerah Mexico. Suku Aztec
menggunakan biji tanaman ini sebagai obat – obatan. Kemudian, pada abad ke –
17, Spanyol menyebarkan tanaman ini ke daerah Filipina sampai akhirnya
menyebar ke seluruh Asia dan Pasifik. Tanaman ini masuk ke Indonesia dari
Manila melalui Ambon. Sejak itulah, bengkuang dibudidayakan di seluruh
negeri. Saat ini, bengkuang lebih banyak di budidayakan di daerah Jawa dan
Madura, atau di dataran rendah lainnya.
g) Pati Bengkuang
Menurut Deiner (2008:1) dalam jurnal Kartikasari (2015 : 212) pati
bengkuang adalah zat pati dari umbi bengkuang yang didapatkan dari proses
pengendapan air bengkuang. Pati bengkuang yang berawarna putih bersifat
dingin dan menyejukkan sehingga dapat digunakan untuk mendinginkan lapisan
kulit yang telah terkena sinar matahari (Kartikasari, 2015 : 212). Cara membuat
pati bengkuang adalah sebagai berikut :
- Kulit bengkuang dikupas dan dibersihkan dengan cara dicuci.
- Bengkuang diparut sampai halus, hasil parutan disaring.
- Air yang telah disaring disisihkan dalam wadah agar pati dari bengkuang
mengendap.
- Air yang telah mengendapkan pati dibuang.
- Pati bengkuang dijemur sampai benar – benar kering.
- Simpan dalam toples kering.
Bengkuang yang diolah menjadi pati bengkuang ini adalah jenis buah
bengkuang dengan kulit coklat. Jenis bengkuang ini dipilih karena mempunyai
umur panen yang lebih cepat dibandingkan dengan jenis bengkuang dengan
kulit berwarna putih. Bengkuang memiliki kandungan air yang banyak,
sehingga dapat diubah menjadi pati bengkuang yang nantinya dapat dijadikan
sebagai lulur tradisional karena bengkuang dapat melembabkan kulit.
h) Lulur Tradisional Biji Pepaya dan Pati Bengkuang
Lulur tradisional dari biji pepaya dan pati bengkuang merupakan produk
perawatan kulit yang terbuat dari pati bengkuang dan serbuk biji pepaya yang
berfungsi untuk merawat kulit kering sehingga dapat mengurangi tingkat
kekeringan pada kulit. Penggunaan dua bahan tersebut yaitu biji pepaya dan pati
bengkuang sebagai bahan campuran alami dalam pembuatan lulur tradisional
untuk kulit kering yang dilakukan oleh peneliti dimaksudkan, agar zat yang
terkandung dalam biji pepaya dan bengkuang yaitu enzim papain dan flavonoid
dapat bekerja secara maksimal untuk mengurangi tingkat kekeringan pada kulit.
Selain itu biji pepaya yang dicampurkan pada lulur tradisional dapat berfungsi
juga sebagai scrub untuk mengangkat sel kulit mati pada tubuh.
B. Kerangka Berfikir
Kulit merupakan bagian tubuh yang paling luar yang perlu diperhatikan dalam
tata kecantikan kulit. Melakukan perawatan kulit secara tradisional dapat melindungi
kulit dari sinar matahari agar kulit tubuh tampak cerah alami, halus, lentur, dan tampak
putih. Perawatan kulit secara tradisional dapat menggunakan lulur tradisional yang
terbuat dari biji pepaya dan pati bengkuang. Kandungan yang terdapat pada biji pepaya
dan pati bengkuang sangat bermanfaat bagi kulit. Biji pepaya mengandung enzim
papain yang sering digunakan dalam pembuatan krim pembersih. Selain itu dalam biji
pepaya juga mengandung vitamin C serta flavonoid yang mempunyai peran penting
dalam proses regenerasi kulit. Serbuk biji pepaya juga dapat dimanfaatkan sebagai
scrub dalam lulur tradisional. Scrub ini dapat membantu membersihkan kotoran serta
mengangkat sel – sel kulit mati pada kulit. Buah bengkuang juga memiliki kandungan
yang bermanfaat bagi kulit. Bengkuang memiliki kandungan air yang tinggi sehingga
dapat melembabkan kulit. Selain itu dalam buah bengkuang juga mengandung vitamin
C serta flavonoid yang merupakan tabir surya alami yang dapat mencegah kerusakan
kulit akibat radikal bebas.
C. Hipotesis
1. Terdapat manfaat Pati bengkuang untuk kesehatan kulit
2. Adanya kandungan zat dalam biji pepaya yang dapat memberikan efek terhadap
kulit kering
3. Zat yang terkandung dalam Pati bengkuang dapat melembabkan kulit yang kering.