0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan4 halaman

Asuhan Keperawatan Risiko Bunuh Diri

Dokumen tersebut membahas asuhan keperawatan pada pasien dengan resiko bunuh diri di RSJ Ratumbusyang. Secara ringkas, dokumen tersebut menjelaskan: (1) pengertian dan etiologi bunuh diri, (2) perilaku destruktif diri yang dapat terjadi, dan (3) proses terjadinya masalah bunuh diri yang disebabkan oleh koping tidak adaptif akibat gangguan konsep diri.

Diunggah oleh

Anggara Putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan4 halaman

Asuhan Keperawatan Risiko Bunuh Diri

Dokumen tersebut membahas asuhan keperawatan pada pasien dengan resiko bunuh diri di RSJ Ratumbusyang. Secara ringkas, dokumen tersebut menjelaskan: (1) pengertian dan etiologi bunuh diri, (2) perilaku destruktif diri yang dapat terjadi, dan (3) proses terjadinya masalah bunuh diri yang disebabkan oleh koping tidak adaptif akibat gangguan konsep diri.

Diunggah oleh

Anggara Putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PRATEK KLINIK KEPERAWATAN JIWA PROGRAM STUDI

NERS REGULER SEMESTER V

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN RESIKO BUNUH DIRI

DI RSJ RATUMBUSYANG

Nama : REFLI SAPUTRA A. POLAPA

Nim: 711430119029

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MANADO

JURUSAN KEPERAWATAN

TAHUN 2021
LAPORAN PENDAHULUAN RESIKO BUNUH DIRI

A. Pengertian

Bunuh diri merupakan tindakan yang secara sadar dilakukan oleh pasien untuk
mengakhiri [Link] Keliat (2009), bunuh diri memiliki 4 pengertian, antara lain:

[Link] diri adalah membunuh diri sendiri secara intensional

2. Bunuh diri dilakukan dengan intensi

3. Bunuh diri dilakukan oleh diri sendiri kepada diri sendiri

4 Bunuh diri bisa terjadi secara tidak langsung (aktif) atau tidak langsung (pasif), misalnya
dengan tidak meminum obat yang menentukan kelangsungan hidup atau secara sengaja berada di
rel kereta api.

Dengan demikian, yang dimaksud dengan percobaan bunuh diri adalah upaya untuk
membunuh diri sendiri dengan intensi mati tetapi belum berakibat pada kematian

B. Etiologi
secara universal: karena ketidakmampuan individu untuk menyelesaikan masalah Terbagi
menjadi:
a. Faktor Genetik
-1,5 –3 kali lebih banyak perilaku bunuh diri terjadi pada individu yang menjadi
kerabat tingkat pertama dari orang yang mengalami gangguan mood/depresi/ yang
pernah melakukan upaya bunuh diri
-Lebih sering terjadi pada kembar monozigot dari pada kembar dizigot.
b. Faktor Biologis lain
Biasanya karena penyakit kronis/kondisi medis tertentu, misalnya:
-Stroke
-Gangguuan kerusakan kognitif (demensia)
-Diabetes
-Penyakit arteri koronaria
-Kanker
-HIV/AIDS,dll
c. Faktor Psikososial & Lingkungan
-Teori Psikoanalitik / Psikodinamika: Teori Freud, yaitu bahwa kehilangan objek
berkaitan dengan agresi & kemarahan, perasaan negatif thd diri, dan terakhir depresi.
-Teori Perilaku Kognitif: Teori Beck, yaitu Pola kognitif negatif yang berkembang,
memandang rendah diri sendiri
-Stressor Lingkungan: kehilangan anggota keluarga, penipuan, kurangnya sistem
pendukung
Social

C. Perilaku Destruktif Diri


Dapat diklasifikasikan menjadi:
a. .Perlaku destruktif diri langsung,
-Mencakup setiap bentuk aktivitas bunuh diri.
-Niat: kematian
-Individu menyadarinya
-Lama perilaku: berjangka pendek
b. Perilaku destruktif diri tidak langsung
-Meliputi setiap aktivitas yang merusak kesejahteraan fisik individu dan dapat mengarah
padakematian.
-Individu tersebuttidak menyadari tentang potensial kematian akibat perilakunya.
-Menyangkal apabila dikonfirmasi.
-Durasi lebih lama dari perilaku bunuh diri yang secara langsung.

D. Perilaku bunuh diri dibagi menjadi 3 kategori:


1. Ancaman bunuh diri: ada peringatan verbal & non verbal, ancaman ini menunjukkan
ambivalensi seseorang terhadap kematian, jika tidak mendapat respon maka akan
ditafsirkan sebagai dukungan untuk melakukan tindakan bunuh diri.
2. Upaya bunuh diri: semua tindakan yangdilakukan individu terhadap diri sendiri yang
dapat menyebabkan kematian jika tidak dicega
3. Bunuh diri: terjadi setelah tanda peringatan terlewatkan atau diabaikan, orang yang
melakukan upaya bunuh diri walaupun tidak benarbenar ingin mati mungkin akan mati.
4. Gejala
-Keputusasaan
-Menyalahkan diri sendiri
-Perasaan gagal dan tidak berharga
-Perasaan tertekan
-Insomnia yang menetap
-Penurunan berat badan
-Berbicara lamban, keletihan
-Menarik diri dari lingkungan sosial
-Pikiran dan rencana bunuh diri
Tiga macam perilaku yang memungkinkan pasien melakukan bunuh diri yaitu :
1. Isyarat bunuh diri : ditunjukkan dengan perilaku secara tidak langsung ingin bunuh
diri, misalnya dengan mengatakan “tolong jaga anak –anak karena saya akan pergi
jauh!” atau “segala sesuatu akan lebih baik tanpa saya”. Dalam kondisi ini pasien
mungkin sudah mempunyai ide untuk mengakhiri hidupnya, tetapi tidak disertai
dengan ancaman dan percobaan bunuh diri. Pasien umumnya mengungkapkan
perasaan seperti rasa bersalah, sedih marah, atau tidak berdaya. Pasien juga
mengungkapkan hal –hal negative tentang diri sendiri yang menggambarkan harga
diri rendah.
2. Ancaman bunuh diri: umumnya diucapkan oleh pasien. Berisi keinginan untuk mati
serta disertai oleh rencana untuk mengakhiri kehidupan dan persiapan alat untuk
melaksanakan rencana tersebut, secara aktif pasien telah memikirkan rencana bunuh
diri, tapi tidak disertai dengan percobaan bunuh diri.
3. Percobaan bunuh diri: tindakan pasien menciderai atau melukai diri untuk mengakhiri
kehidupannya. pada kondisi ini, pasien aktif mencoba bunuh diri dengan cara gantung
diri, minum racun, memotong urat nadi, atau menjatuhkan diri dari tempat yang
tinggi
E. Proses terjadinya masalah
Bunuh diri adalah perilaku merusak diri yang langsung dan disengaja untuk mengakhiri
kehidupan. Individu secara sadar berkeinginan untuk mati sehingga melakukan tindakan
tindakan untuk mewujudkan keinginan tersebut. Perilaku bunuh diri disebabkan karena
individu mempunyai koping tidak adaptif akibat dari gangguan konsep diri: harga diri
rendah. Resiko yang mungkin terjadi pada klien yang mengalami krisis bunuh diri adalah
mencederai diri dengan tujuan mengakhiri [Link] yang muncul meliputi isyarat,
percobaan atau ancaman verbal untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan kematian
perlukaan atau nyeri pada diri sendirI

Anda mungkin juga menyukai