0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
161 tayangan2 halaman

Tugas K3 Kimia dan Penanganan Bahan Beracun

Dokumen tersebut membahas tentang tugas dan kewenangan petugas K3 kimia, penanganan dan penyimpanan bahan kimia beracun dan oksidator, serta klasifikasi dan pelabelan bahan kimia antarnegara. Dokumen ini juga menjelaskan kondisi penyimpanan amonia di suatu perusahaan beserta kuantitas dan kategori potensi bahayanya.

Diunggah oleh

Luki Swandiri Putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
161 tayangan2 halaman

Tugas K3 Kimia dan Penanganan Bahan Beracun

Dokumen tersebut membahas tentang tugas dan kewenangan petugas K3 kimia, penanganan dan penyimpanan bahan kimia beracun dan oksidator, serta klasifikasi dan pelabelan bahan kimia antarnegara. Dokumen ini juga menjelaskan kondisi penyimpanan amonia di suatu perusahaan beserta kuantitas dan kategori potensi bahayanya.

Diunggah oleh

Luki Swandiri Putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Luki Swandiri Putra

Perusahaan : PT Indonesia Power

1. Sebutkan Tugas dan Kewenangan Petugas K3 Kimia sesuai dengan


Kepmenaker 187 Tahun 1999!
Jawaban :
 Melakukan Identifikasi Bahaya
 Melaksanakan Prosedur Kerja Aman
 Melaksanakan Prosedur Penanggulangan Keadaan Darurat
 Mengembangkan K3 Bidang Kimia

2. Bagaimana penanganan dan penyimpanan bahan kimia yang bersifat


beracun ? Jelaskan dan berikan contoh bahan kimia nya !

Jawaban :
Hal yang harus diperhatikan dalam penanganan dan penyimpanan
bahan kimia bersifat beracun yaitu
1. Keadaan ruangan penyimpanan yang harus memiliki ventilasi,
bersih, disimpan secara terorganisir dan tidak berdekatan dengan
bahan lain yang mudah bereaksi serta memberi secondary
containment agar ketika terjadi kebocoran tidak menyebar.
Menyimpan bahan kimia tersebut di lemari asam jika penyimpanan
di dalam laboratorium
2. Memberikan label dan simbol pada bahan kimia tersebut supaya
dapat diketahui jenis bahan kimia tersebut bagi pekerja dan
pengawas k3 kimia.
3. Meletakan SDS berdekatan dengan bahan kimia tersebut
4. memastikan terdapat safety shower di area penyimpanan

Beberapa contoh bahan kimia bersifat beracun di perusahaan saya :


Amoniak, Asam Sulfat, HCL
3. Sebutkan dan jelaskan syarat penanganan dan penyimpanan bahan kimia
yang bersifat oksidator !

Jawaban

1. Tempat penyimpanan bahan kimia oksidator harus diusahakan


suhunya tetap dingin, dan harus dijauhkan dari bahan bakar, bahan
kimia yang mudah terbakar dan bahan yang memiliki titik api
rendah, karena bahan kimia oksidator dapat menghasilkan oksigen
yang dapat menyebabkan kebakaran bahan-bahan lainnya
2. Dapat disimpan dalam lemari flammable
3. Terdapat APAR di area penyimpanan
4. Terdapat Label dan SDS di Area Penyimpanan
5. Terdapat Safety Shower di area penyimpanan

4. Apa yang akan terjadi jika sistem klasifikasi dan pelabelan berbeda-beda
disetiap negara ? Jelaskan !

Jawaban :

Jika klasifikasi dan pelabelan di masing masing negara berbeda akan


berdampak kesulitan dalam eksport produk bahan kimia ke suatu
negara, karena harus menyesuaikan dengan syarat dari negara
tersebut sehingga dapat berdampak pada penolakan saat penjualan
bahan kimia tersebut ke luar karena tidak sesuai aturan negara
tersebut

5. Jika terdapat bahan kimia Amonia diperusahaan saudara disimpan pada


storage tank dengan kapasitas maksimum 300 ton dan terdapat 2 storage
tank dengan kapasitas maksimum yang sama. Saat ini di dalam gudang
amoniak juga terdapat 30 drum dengan masing masing kapasitas nya
adalah 100 kg.

Pertanyaan nya adalah :

a. berapa ton kah kuantitas amonia yang di laporkan ? 930 ton

b. kategori potensi bahaya apakah perusahaan saudara ? Potensi


Bahaya Besar

c. apakah kewajiban perusahaan selanjutnya setelah diketahui potensi


bahayanya ? Wajib menerapkan SMK3

Anda mungkin juga menyukai