LAPORAN PRAKTIKUM
PERCOBAAN MOTOR ASINKRON
diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah ......... dengan dosen pengampu:
.............................
Disusun Oleh:
Julia Disti Wardani (1904202)
5D PGSD
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
DEPARTEMEN PEDAGOGIK
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2021
Kata Pengantar
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas yang berjudul
“ Laporan Praktikum Percobaan Motor Asinkron ” ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi
tugas pada mata kuliah ...... . Saya mengucapkan terima kasih kepada
Bapak .......... selaku Dosen .......... yang telah memberikan tugas ini sehingga
dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang
saya tekuni ini.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tidak
dapat saya sebutkan semua, terimakasih atas bantuannya sehingga sehingga saya
dapat menyelesaikan tugas ini.
Saya menyadari, tugas yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun kami butuhkan demi
kesempurnaan Laporan Praktikum ini.
Bandung, 11 Novemember 2021
Penyusun
1
DAFTAR ISI
Kata Pengantar....................................................................................................................................1
DAFTAR ISI........................................................................................................................................2
BAB I....................................................................................................................................................3
PENDAHULUAN................................................................................................................................3
A. Latar Belakang........................................................................................................................3
B. Rumusan Masalah...................................................................................................................4
C. Manfaat....................................................................................................................................4
BAB II..................................................................................................................................................6
DASAR TEORI...................................................................................................................................6
2.1. Motor Asinkron 3 Fase.............................................................................................................6
2.2. Prinsip Kerja.............................................................................................................................9
2.3 Pengaturan Putaran Motor.....................................................................................................10
2.4 Mengatur kecepatan putar......................................................................................................11
2.5 Applikasi di Dunia Marine dan Cara Kerja....................................................................11
BAB III...............................................................................................................................................14
DATA PRAKTIKUM........................................................................................................................14
BAB IV...............................................................................................................................................15
ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN........................................................................................15
BAB V.................................................................................................................................................16
KESIMPULAN..................................................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................................17
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Motor adalah mesin listrik yang mengubah tenaga listrik menjadi tenaga
mekanik dan banyak digunakan di industri untuk mesin gergaji, bor listrik dan
lainnya. Jenis motor yang digunakan sebagai penggerak tenaga kecil adalah motor
asinkron (motor tak serempak) sedang untuk penggerak tenaga besar digunakan
motor sinkron (motor serempak). Motor sinkron banyak digunakan untuk beban-
beban berat sedangkan motor asinkron digunakan untuk beban-beban ringan
sampai sedang.
Motor asinkron ada dua macam yaitu motor 3 fasa dan 1 fasa, sedang
macam motor asinkron 1 fasa ada enam yaitu motor capasitor tetap, motor
capasitor start, motor universal, motor repulsi, motor kutub bayangan, motor fase
belah. Motor asinkron sering mengalami drop tegangan yang disebabkan arus
starting yang tinggi.
Saat motor asinkron yang sering disebut motor induksi distart maka motor
akan memerlukan arus yang sangat tinggi, sistem starting motor secara langsung
memerlukan arus 6 kali dari arus beban penuh dan hanya menghasilkan daya 1,5
sampai 2,5 kali daya beban penuh.
Pada starting motor yang tinggi akan berdampak pada belitan stator motor,
yaitu meregangnya kumparan stator sehingga motor menjadi panas dan berakibat
mengurangi lifetime motor itu sendiri. Hal ini dapat diatasi menggunakan starter
yang sesuai agar tidak merusak belitan motor dan mengganggu sistem
startingnya.
Beberapa metode starting tradisional motor induksi diantaranya adalah
DOL (Direct On Line), Y-∆, auto-trafo, dan primary resistor, ternyata dalam
operasionalnya masih memiliki arus start yang besar, terlebih pada starting DOL.
Sistem starting Wye-Delta yaitu perpindahan dari wye ke delta ternyata
menyebabkan hentakan yang cukup keras pada waktu motor induksi
dioperasikan. Jika ini terus dilakukan, maka motor induksi pada kumparan
statornya mengalami perubahan tegangan yang berdampak pada lifetime motor
induksi itu sendiri. Sedang sistem starting primary resistor adalah alat starting
terbuat dari bahan arang, sistem starting ini dengan cara menghubungkan seri
hambatan dengan sumber tegangan, maksud cara menghubungkan ini untuk
menahan atau mengurangi arus start yang masuk kedalam motor, tetapi jika
ternyata terjadi lonjakan tegangan yang berlebih maka tahanan tidak cukup untuk
membendung arus lebih yang lewat, karena hambatan yang terbuat dari bahan
arang tidak secara otomatis bertambah nilai hambatannya seiring dengan naiknya
tegangan.
3
Metode starting motor induksi pada penelitian sebelumnya yang sudah
pernah ada masih mengalami banyak kendala dalam penggunaannya, karena pada
alat startingnya kurang mampu, untuk mengatasi hal ini maka alat starting sistem
induktor dapat menjawab permasalahannya.
Sistem starting induktor terbuat dari kawat nikelin merupakan alat bantu
starting yang secara tidak langsung dapat mengatasi lonjakan arus. Pada saat
motor induksi pertama kali diaktifkan arus yang masuk ke motor mengalir secara
pelan karena dipengarui oleh fluksi medan magnet induktor. Medan magnet ini
ditimbulkan oleh arus yang melewati induktor itu sendiri (Self inductance), hal ini
dapat mengatasi kegagalan starting. Induktor menyerap energi dengan
mendayagunakan arus yang mengaliri kawat kumparannya, sehingga dari
induktor tersebut dapat mengasut arus start dan akan berpengaruh pada belitan
stator motor, yaitu kumparan stator tidak menjadi regang sehingga mengurangi
panas serta memperpanjang umur motor itu sendiri. Penelitian ini digunakan
motor induksi 1 fasa jenis motor kapasitor tetap dengan daya 125 Watt sampai
300 Watt sebagai beban, karena disesuaikan dengan kemampuan induktor.
Penelitian alat induktor ini dapat sebagai alternatif alat starting yang
masih banyak mengalami kendala, yaitu pada arus starting yang tinggi, maka
pada penelitian ini diharapkan dapat mengatasi arus start pada sistem starting
motor induksi daya kecil.
Secara umum alat induktor ini dapat dimanfaatkan untuk konsumen pada
pabrik/perusahaan dan bengkel. Ditinjau dari operasionalnya motor induksi yang
dilengkapi dengan sistem starting induktor dapat digunakan secara efisien yaitu
memperkecil biaya operasional dan biaya perawatan serta dapat digunakan secara
efektif yaitu mengatasi kendala sistem starting.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang didapatkan dari praktikum motor asinkron 3 phase ini
adalah:
1. Berapakah besarnya arus dan putaran rpm pada tegangan nominal?
2. Berapakah besarnya daya motor pada motor beban nol dan berbeban?
3. Berapakah besar nilai slip pada motor beban nol dan berbeban pada
putaran terbalik?
4. Berapakah besar daya serta nilai slip pada motor beban nol dan berbeban
pada putaran terbalik (ke kanan)?
5. Berapakah besarnya efisiensi motor pada keadaan berbeban atau pada saat
beban nol?
C. Manfaat
Tujuan dari praktikum motor asinkron 3 phase adalah :
4
1. Menentukan besarnya arus pada tegangan nominal
2. Menentukan besarnya putaran (Rpm) pada tegangan nominal
3. Menentukan besarnya daya motor baik untuk motor beban nol ataupun
pada saat motor berbeban
4. Menentukan besarnya slip yang terjadi baik untuk motor beban nol
ataupun pada saat motor berbeban
5. Menentukan besarnya daya motor, slip pada motor berbeban nol pada
putaran terbalik (ke kanan)
6. Menentukan besarnya efisiensi (η) motor pada keadaan berbeban atau
pada saat beban nol
5
BAB II
DASAR TEORI
2.1. Motor Asinkron 3 Fase
Motor asinkron adalah suatu mesin listrik yang merubah energi listrik menjadi
energi gerak dengan menggunakan gandengan medan listrik dan mempunyai slip
antara medan stator dan medan rotor sehingga menimbulkan medan magnet. Medan
magnet yang berputar dihasilkan oleh pasokan tiga fase yang seimbang. Motor
asinkron 3 fase ini memiliki kemampuan daya yang tinggi, serta memiliki gulungan
rotor dan penyalaan sendiri. Sekitar 70% motor di industri menggunakan jenis ini,
sebagai contoh, pompa, kompresor, belt conveyor, jaringan listrik , dan grinder.
Semua jenis motor listrik yang ada memiliki 2 bagian utama yaitu stator dan
rotor, stator adalah bagian motor listrik yang diam dan rotor adalah bagian motor
listrik yang bergerak (berputar). Pada dasarnya motor listrik dibedakan dari jenis
sumber tegangan kerja yang digunakan. Berdasarkan sumber tegangan kerjanya motor
listrik dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu motor listrik AC dan DC.
Motor AC dan DC memiliki beberapa perbedaan. Berikut adalah beberapa
perbedaan kedua motor ini :
No. Motor DC Motor AC
1. Memerlukan komponen komutator Tidak memerlukan komutator
2. Rangkaian dan perawatannya lebih Rangkaian dan perawatannya lebih
susah mudah
3. Memiliki satu pasang kutub Memiliki lebih dari satu pasang kutub
4. Daya yang dihasilkan lebih besar Daya yang dihasilkan lebih kecil
Tabel 1 . Perbedaan motor DC dan motor AC
Dari 2 jenis motor listrik diatas terdapat varian atau jenis-jenis motor listrik
berdasarkan prinsip kerja, konstruksi, operasinya dan karakternya. Dari berbagai jenis
motor listrik yang ada dapat dibuat suatu gambar klasifikasi motor listrik sebagai berikut:
6
Gambar 1. Klasifikasi jenis motor
Motor Sinkron dan Asinkron memiliki beberapa perbedaan antara lain :
No. Motor Sinkron Motor Asinkron
1. Kecepatan putar medan magnet Kecepatan putar medan magnet stator
stator sama dengan kecepatan putar dan dan rotor tidaklah sama
medan magnet rotor
2. Memerlukan eksitasi DC Tidak punya eksitasi
3. Dapat bekerja pada power factor Bekerja selalu pada power factor
yang berbeda, lagging atau leading lagging
4. Kopel startnya kecil Kopel startnya lebih besar
5. Putarannya konstan meskipun beban Putarannya bila dibebani sejumlah n
motor berubah-ubah (putaran) akan turun.
6. Komponen lebih komplek dan Komponen lebih simple dan lebih murah
Mahal dari motor asinkron dari motor sinkron
Tabel 2. Perbedaan Motor Sinkron dan Motor Asinkron
Kelebihan dan Kekurangan Motor Asinkron 3 Phase
Kelebihan:
Konstruksinya lebih sederhana
Harga relatif lebih murah
Menghasilkan putaran yang konstan
Mudah perawatannya
Kekurangan:
Putarannya sulit diatur
Membutuhkan arus untuk start yang tinggi, yaitu sebesar 5-6 kali
arus nominal
Motor asinkron sendiri dibedakan menjadi 2 jenis yaitu motor asinkron 1 fase dan
3 fase. Adapun perbedaan antara kedua motor ini adalah sebagai berikut :
No. Motor 1 Fase Motor 3 Fase
1. Sistem dengan 1 kabel Fase dan 1 Terdiri dari 3 arus positif dan satu netral
kabel netral. dengan simbol (R,S,T,N).
2. Diperlukan penambahan komponen Tidak diperlukan penambahan
Kapasitor. komponen Kapasitor.
3. Tegangan 1 phase 220 Volt (L-N) Tegangan 3 phase 380 Volt (L-L)
4. Digunakan untuk perangkat listrik Selain digunakan untuk perangkat listrik
satu fasa, tiga fasa, bisa digunakan untuk
perangkat listrik satu fasa
5. Tidak bisa digunakan untuk Bisa digunakan untuk menggerakan
menggerakan motor tiga fasa motor satu fasa
6. Memiliki 1 lilitan Memiliki 3 lilitan
Tabel 3. Perbedaan antara motor asinkron 1 fase dan 3 fase
7
Motor induksi tiga fasa memiliki dua komponen dasar yaitu stator dan rotor, bagian
rotor dipisahkan dengan bagian stator oleh celah udara yang sempit (air gap) dengan
jarak antara 0,4 mm sampai 4 mm. Berikut adalah gambar dari stator dan rotor pada
motor asinkron 3 fase :
Gambar 2. Konstruksi motor 3 fasa
Sumber : [Link]
Stator adalah bagian dari mesin yang tidak berputar dan terletak pada bagian
luar. Dibuat dari besi bundar berlaminasi dan mempunyai alur – alur sebagai
tempat meletakkan kumparan. Secara detail ditunjukkan pada gambar berikut:
Gambar 3. Konstruksi Stator Dengan Alur-alurnya
Sumber : [Link]
fasa_30.html
Rotor adalah bagian dari mesin yang berputar bebas dan letaknya bagian dalam.
Terbuat dari besi laminasi yang mempunayi slot dengan batang alumunium /
tembaga yang dihubungkan singkat pada ujungnya. Menurut jenis rotor pada
motor induksi dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu:
a. Rotor Sangkar
Rotor yang terdiri dari sejumlah lilitan yang berbentuk ”Batang tembaga”
yang dihubungkan singkat pada setiap ujungnya kemudian disatukan (di cor)
menjadi satu kesatuan.
Gambar 4. Rotor Sangkar
Sumber : [Link]
b. Rotor Belitan
Rotor yang terbuat dari laminasi-laminasi besi dengan Alur-alur sebagai
tempat meletakkan belitan (kumparan) dengan ujung-ujung belitan yang juga
terhubung.
8
Gambar 5. Rotor Belitan
Sumber : [Link]
fasa_30.html
2.2. Prinsip Kerja
Prinsip kerja dari motor asinkron 3 fase ini dapat dijelaskan melalui gambar
berikut. Dimana tampak stator dengan dua kutub, dapat diterangkan dengan empat
kondisi.
Gambar 6. Timbulnya medan putar pada stator motor induksi
Sumber : [Link]
1. Saat sudut 0˚, arus I1 bernilai positif sedangkan arus I2 dan arus I3 bernilai
negatif, dalam hal ini belitan V2, U1 dan W2 bertanda silang (arus masuk), dan
belitan V1, U2 dan W1 bertanda titik (arus keluar). Terbentuk fluks magnet pada
garis horizontal sudut 0 ˚ kutub S (South = selatan) dan kutub N (North = utara).
2. Saat sudut 120 ˚, arus I2 bernilai positif, sedangkan arus I1 dan arus I3 bernilai
negatif, dalam hal ini belitan W2, V1, dan U2 bertanda silang (arus masuk), dan
belitan W1, V2, dan U1 bertanda titik (arus keluar). Garis fluks magnet kutub S
dan N bergeser 120˚ dari posisi awal.
3. Saat sudut 240˚, arus I3 bernilai positif, sedangkan arus I1 dan arus I2 bernilai
negatif, dalam hal ini belitan U2, W1 dan V2 bertanda silang (arus masuk), dan
belitan U1, W2 dan V1 bertanda titik (arus keluar). Garis fluks magnet kutub S
dan N bergeser 120˚ dari posisi kedua.
4. Saat sudut 360°. posisi ini sama dengan saat sudut 0°, di mana kutub S dan N
kembali keposisi awal sekali.
Dari keempat kondisi di atas saat sudut 0°, 120°, 240°, dan 360°, dapat dijelaskan
terbentuknya medan putar pada stator, medan magnet putar stator akan memotong belitan
rotor. Kecepatan medan putar stator ini sering disebut kecepatan sinkron, tidak dapat
diamati dengan alat ukur tetapi dapat dihitung secara teoritis besarnya,
9
120×f
N s=
p
Ns : kecepatan putaran sinkron
f : frekuensi tegangan stator
p : jumlah kutub motor
Medan putar stator tersebut akan memotong batang konduktor pada rotor.
Akibatnya pada batang konduktor dari rotor akan timbul GGL induksi. Karena batang
konduktor merupakan rangkaian yang tertutup maka GGL akan menghasilkan arus (I).
Adanya arus (I) di d alam medan magnet akan menimbulkan gaya (F) pada rotor. Bila
kopel mula yan g dihasilkan oleh gaya (F) pada rotor cukup besar untuk memikul kopel
beban, rotor akan berputar searah dengan medan putar stator. GGL induksi timbul karena
terpoton gn ya batang konduktor (rotor) oleh medan putar stator. Artinya agar GGL
induksi tersebut timbul, diperlukan adanya perbedaan relatif antara kecepatan medan
putar stator (ns) dengan kecepatan berputar rotor (nr). Perbedaan kecepatan antara nr dan
ns disebut slip (s), dinyatakan dengan
S akan selalu ada pada operasi motor asinkron.
Bila nr = ns, GGL induksi tidak akan timbul dan arus tidak mengalir pada batang
konduktor (rotor), dengan demikian tidak dihasilkan kopel. Dilihat dari cara kerjanya,
motor induksi disebut juga sebagai motor tak serempak atau asinkron.
2.3 Pengaturan Putaran Motor
Pengaturan arah putaran pada motor AC 3 Phase dilakukan dengan menukar
urutan dua dari tiga phase yang masuk ke motor. Maksudnya adalah, misalnya urutan
phase yang masuk adalah R-S-T, untuk merubah arah putarannya phase masukan diubah
menjadi T-S-R atau S-R-T atau R-T-S.
Gambar 7 : Pengaturan arah putar motor AC 3 phase
Sumber : [Link]
10
Pada gambar di atas, jika MC1 yang bekerja maka phase yang masuk ke motor
adalah R-S-T maka motor akan berputar searah jarum jam (Clockwise) akan tetapi jika
MC2 yang bekerja maka urutan phase yang masuk ke motor adalah R-T-S perubahan
urutan phase ini akan menyebabkan perubahan arah putaran motor dari Clockwise
menjadi Counter Clockwise (Berlawanan arah jarum jam). Jadi dengan merubah urutan
phase yang masuk ke motor maka arah putaran motor dapat diubah.
2.4 Mengatur kecepatan putar
Kecepatan putar motor AC dapat dihitung dengan rumus :
120 f
Ns=
P
dimana:
Ns = Kecepatan Putar
f = Frekuensi Sumber
P = Kutub motor
Dari persamaan di atas maka untuk mengubah-ubah nilai Ns dapat dilakukan
dengan mengubah nilai frekuensi (f) atau mengubah jumlah kutub motor (p), selain itu
juga dapat dengan cara mengatur tegangan yang masuk ke motor akan tetapi cara ini
jarang dilakukan karena jika tegangan berkurang maka torsinya juga berkurang jika
dalam kondisi berbeban. Cara yang paling banyak digunakan adalah dengan
mengubah-ubah nilai frekuensi arus AC yang masuk, hal ini semakin mudah
dilakukan dengan bantuan alat inferter yang mampu memanipulasi frekuensi dan
tersedia untuk beragam daya motor.
2.5 Applikasi di Dunia Marine dan Cara Kerja
Motor asinkron 3 fase sering digunakan pada dunia marine engineering misalnya :
Digunakan pada kompresor.
Kompresor berfungsi untuk menaikkan tekanan suatu gas dengan cara
mengurangi volumenya. Kompresor sendiri digerakan dengan motor induksi tiga
fasa karena dengan digunakan motor induksi 3 fase daya yang dihasilkan menjadi
besar sehingga mampu menjalankan sistem-sistem pneumatic pada kapal.
Gambar 8. Kompresor
11
Sumber : [Link]
Digunakan pada pompa pendingin pada kapal.
Pompa air berfungsi untuk menyerap sekaligus mendorong air yang terdapat pada
system pendinginan sehingga dapat bersirkulasi pada mesin. Pompa air ini juga
digerakan dengan motor induksi tiga fasa karena dengan digunakan motor induksi
3 fase daya yang dihasilkan menjadi besar sehingga mampu memompa air untuk
proses pendinginan pada mesin kapal.
Gambar 9. Pompa pendingin pada kapal
Sumber : [Link]
Digunakan pada bow thruster.
Bow Thruster merupakan salah satu komponen pada kapal yang berfungsi untuk
meningkatkan maneuver pada kapal. Bow trhuster digerakan dengan motor
induksi tiga fasa karena dengan digunakan motor induksi 3 fase daya yang
dihasilkan menjadi besar sehingga mampu membuat maneuver kapal menjadi
lebih besar.
Gambar 10. Bow thruster
Sumber : [Link]
Digunakan pada crane.
Crane merupakan alat yang berfungsi untuk mengangkut bahan -bahan
industri yang berbentuk padat yang sifatnya berat. Crane digerakan dengan motor
induksi tiga fasa karena dengan digunakan motor induksi 3 fase daya yang
dihasilkan menjadi besar sehingga mampu mengangkat barang-barang yang berat.
12
Gambar 11. Crane pada kapal
Sumber : [Link]
Digunakan pada conveyor.
Salah satu jenis alat pengangkut yang sering digunakan adalah Conveyor yang
berfungsi untuk mengangkut bahan -bahan industri yang berbentuk padat.
Konveyor itu sendiri digerakan dengan motor induksi tiga fasa karena dengan
digunakan motor induksi 3 fase daya yang dihasilkan menjadi besar sehingga
mampu mengangkat barang-barang berat.
Gambar 12. Conveyor
Sumber : [Link]
13
BAB III
DATA PRAKTIKUM
14
BAB IV
ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
15
BAB V
KESIMPULAN
1. Besarnya arus yang mengalir dipengaruhi oleh tegangan
2. Besarnya putaran diprngruhi oleh arus yang mengalir
3. Menentukan besarnya daya yang dihasilkan dipengaruhi oleh tegangan jala dan
arus
4. Besarnya slip ditentukan oleh besarnya arus dan tegangan
5. Efisiensi motor berbanding lurus dengan daya yang dihasilkan
16
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
17