0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
468 tayangan16 halaman

Aromaterapi Lavender untuk Nyeri

Terapi aromaterapi lavender dapat digunakan untuk menurunkan tingkat nyeri. Aromaterapi bekerja dengan menstimulasi otak untuk merilekskan tubuh dan pikiran."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
468 tayangan16 halaman

Aromaterapi Lavender untuk Nyeri

Terapi aromaterapi lavender dapat digunakan untuk menurunkan tingkat nyeri. Aromaterapi bekerja dengan menstimulasi otak untuk merilekskan tubuh dan pikiran."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TERAPI AROMA LAVENDER TERHADAP PENURUNAN TINGKAT

NYERI

Untuk memenuhi tugas mata kuliah


Keperawatan Komplementer
yang dibina oleh Ibu Nurul Hidayah, [Link]., Ns., [Link]

Oleh
Kelompok 6

Khilda Habsyiyyah (P17220192024)


Risky Rahma Sari Putri (P17220193031)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG


JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN LAWANG
OKTOBER 2021
1

KATA PENGANTAR

Puji syukur, kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmat
dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah tugas matakuliah
Keperawatan Komplementer “TERAPI AROMA LAVENDER TERHADAP
PENURUNAN TINGKAT NYERI”. Dalam penyusunan makalah ini, kami tidak
lepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih
kepada :
1. Ibu Nuruh Hidayah, [Link]., Ns., [Link] selaku dosen pembimbing
2. Orang tua yang selalu memberikan bantuan dan dorongan baik materil
maupun spiritual.
3. Semua rekan-rekan yang terlibat.
Kami menyadari, makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu, kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari berbagai pihak
demi sempurnanya makalah. Semoga makalah ini dapat bermanfaat baik bagi
kami maupun bagi pembaca.

Lawang, 10 Oktober 2021

Penyusun

1
2

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................1
DAFTAR ISI............................................................................................................2
BAB I.......................................................................................................................3
1.1. LATAR BELAKANG.............................................................................3
1.2. RUMUSAN MASALAH.........................................................................4
1.3. TUJUAN PENULISAN...........................................................................4
BAB 2......................................................................................................................5
2.1 DEFINISI NYERI...................................................................................5
2.2 TERAPI UNTUK MENURUNKAN TINGKAT NYERI....................5
2.3 DEFINISI AROMATERAPI LAVENDER..........................................6
2.4 SISTEM KERJA AROMATERAPI......................................................6
2.5 INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI AROMATERAPI..................7
2.6 CARA PENGGUNAAN AROMATERAPI..........................................8
2.6.1. Inhalasi...............................................................................................8
2.6.2. Pijat....................................................................................................8
2.6.3. Kompress...........................................................................................9
2.6.4. Berendam.........................................................................................10
2.7. SOP AROMATERAPI LAVENDER..................................................11
BAB 3....................................................................................................................13
3.1. KESIMPULAN......................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................14

2
3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Kebutuhan rasa nyaman merupakan kebutuhan dasar setelah kebutuhan
fisiologis yang harus terpenuhi. Seorang yang mengalami nyeri akan
berdampak pada aktifitas sehari-harinya. Orang tersebut akan terganggu
pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidurnya, pemenuhan individual, juga
aspek interaksi sosialnya yang dapat berupa menghindari percakapan, menarik
diri, dan menghindari kontak. Selain itu, seorang yang mengalami nyeri hebat
akan berkelanjutan, apabila tidak ditangani (Agung, Andaryani and Sari,
2013)
Nyeri merupakan pengalaman sensoris dan emosional yang tidak
menyenangkan dan berhubungan dengan kerusakan jaringan yang sifatnya
aktual dan potensial. Nyeri memiliki dampak yang besar terhadap kualitas
hidup pasien lansia. Efek nyeri dapat menyebabkan penurunan aktivitas,
isolasi sosial, gangguan tidur, dan depresi (Sari, 2015).
Ada berbagai macam penyebab nyeri yang terjadi pada seseorang mulai
dari tindakan pembedahan, abrasi akibat kecelakaan, disminore, dan masih
banyak lagi, hal tersebut tentutnya sangat menganggu bagi seseorang untuk
melakukan aktivitas hariannya.
Usaha yang dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri bisa dilakukan dengan
terapi farmakologi ataupun non farmakologi. Untuk terapi farmakologi bisa
menggunakan obat-obat analgetic, dan untuk non farmakologi bisa
mengunakan kiompres hangat, distraksi, relaksasi, aromaterapi. Namun terapi
farmakologi dapat memberikan efek samping terutama dalam konsumsi obat
analgetic, maka dari itu pemberian terapi non farmakologi dapat menurunkan
efek samping yang timbul seperti penggunaan aromaterapi terhadap
penurunan tingkat nyeri (Ariningtyas, Uluwiyatun and Adhisty, 2019).

3
4

Menurut Purwati (2015), dalam penelitian yang dilakukan oleh


(Ariningtyas, Uluwiyatun and Adhisty, 2019), mengatakan pemberian
aromaterapi lavender diyakini dapat merangsang sel- sel otak di amigdala
yang cara kerjanya mirip obat penenang. Pemberian Aromaterapi lavender
merupakan tindakan terapeutik yang bermanfaat meningkatkan kondisi fisik
dan psikologis. Secara fisik baik digunakan untuk mengurangi rasa nyeri,
sedangkan secara psikologis dapat merilekskan pikiran, menurunkan
ketegangan dan kecemasan serta memberi ketenangan.
Aromaterapi merupakan terapi modalitas atau pengobatan alternatif
menggunakan sari tumbuhan aromatik murni dimana sistem penyembuhan
yang melibatkan pemakaian minyak atsiri murni. Minyak yang digunakan
dalam terapi komplementer meliputi minyak atsiri, bunga lavender,
chamomile, jeruk yang dapat menimbulkan aroma sedatif, minyak ylang-ylang
yang memberikan efek menenangkan, serta minyak melati yang memberikan
efek relaksasi (Sari, 2015).

1.2. RUMUSAN MASALAH


1.1.1. Definsi Nyeri
1.1.2. Terapi untuk menurunkan tingkatan nyeri
1.1.3. Definsi aromaterapi lavender
1.1.4. Sistem kerja aroma terapi lavender terhadap penurunan tingkat nyeri
1.1.5. Indikasi & Kontraindikasi pemberian aromaterapi
1.1.6. SOP pemberian aromaterapi lavender

1.3. TUJUAN PENULISAN


Mengetahui terapi menggunakan aromaterapi lavender dapat menurunkan
tingkatan nyeri

4
5

BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 DEFINISI NYERI


Menurut (Bahrudin, 2018) Nyeri adalah pengalaman sensorik dan
emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan, baik
aktual maupun potensial atau yang digambarkan dalam bentuk kerusakan
tersebut. Nyeri adalah suatu pengalaman sensorik yang multidimensional.
Fenomena ini dapat berbeda dalam intensitas (ringan,sedang, berat),
kualitas (tumpul, seperti terbakar, tajam), durasi (transien,
intermiten,persisten), dan penyebaran (superfisial atau dalam, terlokalisir
atau difus). Meskipun nyeri adalah suatu sensasi, nyeri memiliki komponen
kognitif dan emosional, yang digambarkan dalam suatu bentuk
penderitaan. Nyeri juga berkaitan dengan reflex menghindar dan perubahan
output otonom (Meliala,2004).
Nyeri merupakan pengalaman yang subjektif, sama halnya saat
seseorang mencium bau harum atau busuk, mengecap manis atau asin, yang
kesemuanya merupakan persepsi panca indera dan dirasakan manusia sejak
lahir. Walau demikian, nyeri berbeda dengan stimulus panca indera,
karena stimulus nyeri merupakan suatu hal yang berasal dari kerusakan
jaringan atau yang berpotensi menyebabkan kerusakan jaringan
(Meliala,2004).

2.2 TERAPI UNTUK MENURUNKAN TINGKAT NYERI


Usaha yang dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri bisa dilakukan
dengan terapi farmakologi ataupun non farmakologi. Untuk terapi
farmakologi bisa menggunakan obat-obat analgetic, dan untuk non
farmakologi bisa mengunakan kiompres hangat, distraksi, relaksasi,
aromaterapi. Namun terapi farmakologi dapat memberikan efek samping
terutama dalam konsumsi obat analgetic, maka dari itu pemberian terapi
non farmakologi dapat menurunkan efek samping yang timbul seperti

5
6

penggunaan aromaterapi terhadap penurunan tingkat nyeri (Ariningtyas,


Uluwiyatun and Adhisty, 2019). Pendekatan nonfarmakologis untuk
menghilangkan rasa sakit mencakup berbagai teknik untuk mengatasi tidak
hanya sensasi fisik rasa sakit tetapi juga untuk mencegah penderitaan
psikologis yang disebabkan oleh rasa sakit. Salah satu terapi terbaru
adalah aromaterapi yang merupakan seni kuno yang menggunakan esens
yang diekstrak dari berbagai herbal untuk pengobatannya (Yazdkhasti and
Pirak, 2016)

2.3 DEFINISI AROMATERAPI LAVENDER


Aromaterapi adalah terapi komplementer dalam praktek
keperawatan dan menggunakan minyak esensial dari bau harum tumbuhan
untuk mengurangi masalah kesehatan dan memperbaiki kualitas hidup.
Bau dari aroma levander berpengaruh secara langsung terhadap otak
seperti obat analgesik. Misalnya, mencium lavender maka akan
meningkatkan gelombang-gelombang alfa didalam otak dan membantu
untuk merasa rileks (Bangun and Nur’aeni, 2013).
Aromaterapi merupakan terapi modalitas atau pengobatan alternatif
menggunakan sari tumbuhan aromatik murni dimana sistem penyembuhan
yang melibatkan pemakaian minyak atsiri murni. Minyak yang digunakan
dalam terapi komplementer meliputi minyak atsiri, bunga lavender,
chamomile, jeruk yang dapat menimbulkan aroma sedatif, minyak ylang-
ylang yang memberikan efek menenangkan, serta minyak melati yang
memberikan efek relaksasi (Sari, 2015). Aromaterapi digunakan untuk
menghilangkan rasa sakit, mengobati kecemasan dan depresi, insomnia,
kelelahan dan asma. Ini juga membantu membangun konfisemangat,
kreativitas dan kesuksesan yang menginspiras (Yazdkhasti and Pirak,
2016)

2.4 SISTEM KERJA AROMATERAPI

6
7

Salah satu cara kerjanya adalah aroma minyak ini dikirim sebagai
sinyal ke olfactory bulb yang memiliki ikatan anatomis yang erat dengan
sistem limbik. Sistem limbik adalah pusat emosional otak, di mana semua
ekspresi emosional utama dihasilkan. Sistem limbik diflmempengaruhi
endokrin dan saraf otonom (Yazdkhasti and Pirak, 2016)

Menghirup minyak esensial telah memunculkan aromaterapi


penciuman, di mana penghirupan sederhana telah menghasilkan
peningkatan kesehatan emosional, ketenangan, relaksasi atau peremajaan
tubuh manusia. Pelepasan stres disambung dengan aroma menyenangkan
yang membuka kenangan bau (Yazdkhasti and Pirak, 2016)

Mekanisme aromaterapi ini dimulai dari aromaterapi bunga


lavender yang dihirup memasuki hidung dan berhubungan dengan silia,
bulubulu halus di dalam lapisan dalam hidung. Penerimapenerima di
dalam silia dihubungkan dengan alat penghirup yang berada di ujung
saluran bau. Ujung saluran ini selanjutnya dihubungkan dengan otak itu
sendiri. Bau-bauan diubah oleh silia menjadi impuls listrik yang
dipancarkan ke otak melaui sistem penghirup. Semua impulsi mencapai
sistem limbik di hipotalamus. Selanjutnya akan meningkatkan
gelombanggelombang alfa di dalam otak dan justru gelombang inilah yang
membantu kita untuk merasa rilek . Posisi rileks inilah yang menurunkan
stimulus ke Sistem aktivasi retikular (SAR), dimana (SAR) yang berlokasi
pada batang otak teratas yang dapat mempertahankan kewaspadaan dan
terjaga. Dengan demikian akan diambil alih oleh bagian otak yang lain
yang disebut BSR (bulbar synchronizing region) yang fungsinya
berkebalikan dengan SAR, sehingga bisa menyebabkan tidur yang
diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas tidur (Agung, Andaryani
and Sari, 2013).

2.5 INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI AROMATERAPI


Menurut (Ferlina, 2020) mengatakan, kontraindikasi dari memakai
aromaterapi adalah:

7
8

1. Meningkatkan resiko penyakit jantung Uap dari esensial oil memang


bias mengurangi stress namun menurut studi yang di publikasiakan
oleh the eurupan journal of preventive cardiologi, halini bias jadi
membahayakan kesehatan anda.
2. Asma Kandungan volatile organic compound (VOC), bahan organic
yang mudah menguap dalam bentuk cairan yang terkandung dalam
aromaterapi, akan berdampak terhadap peningkatan resiko inflamasi
ditubuh. Memnggagu system saraf dan dapat menimbulkan alergi
saluran pernafasan .

Indikasi aromaterapi :

1. Aromaterapi dapat digunakan untuk segala usia dan segala jenis


penyakit.
2. Klien lansia dengan artritis yang sedang mengalami nyeri atau cemas.
3. Klien yang sedang merasa gelisah. 2.
4. Klien insomnia dan depresi.

2.6 CARA PENGGUNAAN AROMATERAPI


2.6.1. Inhalasi
Menurut (SYUKRINI, 2016) merupakan salah satu cara yang
diperkenalkan dalam penggunaan metode aromaterapi yang paling
sederhana dan cepat. Inhalasi juga merupakan metode yang paling
tua. Aromaterapi masuk dari luar tubuh ke dalam tubuh dengan satu
tahap yang mudah, yaitu lewat paru – paru di alirkan ke pembuluh
darah melalui alveoli. Inhalasi sama dengan metode penciuman bau,
di mana dapat dengan mudah merangsang olfactory pada setiap kali
bernafas dan tidak akan mengganggu pernafasan normal apabila
mencium bau yang berbeda dari minyak essensial. Aroma bau wangi
yang tercium akan memberikan efek terhadap fisik dan psikologis

8
9

konsumen. Cara ini biasanya terbagi menjadi inhalasi langsung dan


inhalasi tidak langsung. Inhalasi langsung diperlakukan secara
invidual, sedangkan inhalasi tidak langsung dilakukan secara bersama
– sama dalam satu ruangan. aromaterapi inhalasi dapat dilakukan
dengan menggunakan elektrik, baterai, atau lilin diffuser, atau
meletakkan aromaterapi dalam jumlah yang sedikit pada selembar
kain atau kapas. Hal ini berguna untuk minyak esensial relaksasi dan
penenang.
2.6.2. Pijat
Menurut (SYUKRINI, 2016) Pijat merupakan tehnik yang paling
umum. Melalui pemijatan, daya penyembuhan yang terkandung
dalam minyak essensial bisa menembus melalui kulit dan dibawa ke
dalam tubuh, kemudian akan mempengaruhi jaringan internal dan
organ – organ tubuh. Minyak essesnsial berbahaya jika dipergunakan
langsung ke kulit, maka dalam penggunaanya harus dilarutkan dulu
dengan minyak dasar seperti minyak zaitun, minyak kedelai, dan
minyak tertentu lainnya. Minyak lavender, ialah salah satu minyak
yang terkenal sebagai minyak pijat yang dapat memberikan relaksasi.
Terapi aroma yang digunakan dengan cara pijat ini merupakan cara
yang sangat digemari untuk menghilangkan rasa lelah pada tubuh,
memperbaiki sirkulasi darah dan merangsang tubuh untuk
mengeluarkan racun, serta meningkatkan kesehatan pikiran. Dalam
penggunaannya dibutuhkan dua tetes minyak essensial yang
ditambahkan dengan 1 ml minyak pijat.
2.6.3. Kompress
Penggunaan melalui proses kompress membutuhkan sedikit
minyak aromaterapi. Kompress hangat dengan minyak aromaterapi
dapat digunakan untuk menurunkan nyeri punggung dan nyeri perut.
Kompress dingin yang mengandung minyak lavender digunakan pada
bagian perineum saat persalina

9
2.6.4. Berendam
Menurut (SYUKRINI, 2016), Cara ini menggunakan aromaterapi dengan cara
menambahkan tetesan minyak essensial ke dalam air hangat yang digunakan
untuk berendam. Dengan cara ini efek minyak essensial akan membuat perasaan
(secara psikologis dan fisik) menjadi lebihrileks, serta dapat menghilangkan nyeri
dan pegal, memberikan efek kesehatan

2.7. KLASIFIKASI AROMATERAPI


2.7.1. Aromaterapi Kosmetik
Terapi ini menggunakan minyak esensial tertentu untuk kulit, tubuh, wajah
dan produk kosmetik rambut. Produk-produk ini digunakan untuk berbagai
efeknya seperti pembersihan, pelembab, pengeringan dan pengencangan. Kulit
yang sehat dapat diperoleh dengan menggunakan minyak esensial dalam produk
wajah. Pada tingkat pribadi, aromaterapi kosmetik dari mandi seluruh tubuh atau
kaki akan menjadi cara yang sederhana dan efektif untuk mendapatkan
pengalaman. Demikian pula, beberapa tetes minyak yang tepat memberikan
pengalaman peremajaan dan revitalisasi
2.7.2. Pijat Aromaterapi
Penggunaan biji anggur, almond, atau minyak jojoba dalam sayuran murni
minyak selama pijat telah terbukti memiliki efek yang luar biasa. Ini juga
dikenal sebagai sentuhan penyembuhan terapi pijat
2.7.3. Medis Aromaterapi
Pendiri aromaterapi modern Rene-Maurice Gatte-fosse telah menggunakan
minyak esensial untuk memijat pasien selama operasi, sehingga memanfaatkan
pengetahuan aromaterapi medis tentang efek minyak esensial dalam
mempromosikan dan mengobati penyakit medis yang didiagnosis secara klinis
2.7.4. Psikologi Aromaterapi
Dalam psiko-aromaterapi, keadaan suasana hati dan emosi tertentution dapat
diperoleh dengan minyak ini memberikan kesenangan relaksasi, penyegaran
atau memori yang menyenangkan. Penghirupan minyak dalam terapi ini
dilakukan secara langsung melalui infus di kamar pasien. Psiko-aromaterapi dan
aromakologi, keduanya berhubungan dengan studi dan efek aroma baik itu alami

10
atau sintetis. Psiko-aromaterapi telah membatasi diri dengan mempelajari
minyak esensial alami

2.8. SOP AROMATERAPI LAVENDER


SOP Aromaterapi Lavender
1. Persiapan alat dan bahan
A. Tungku Aromaterapi
B. Lilin
C. Korek Api
D. Air
E. Essential Oil Lavender
2. Prosedur
A. Preinteraksi
 Dilakukan pengecekan terhadap catatan medis dan catatran keperawatan
klien.
 Identifikasi faktor atau kondisi yang dapat menyebabkan kontra indikasi.
 Siapkan alat dan bahan
B. Tahap Orientasi
 Memberi salam sekaligus memanggil klien dengan namanya kemudian
memperkenalkan diri (untuk pertemuan pertama)
 Menanyakan keluhan klien/perasaan klien
 Jelaskan tujuan, prosedur dan lamanya tindakan pada klien dan keluarga
 Beri kesempatan klien dan keluarga bertanya
C. Tahap Kerja
 Jaga privasi klien
 Tuangkan air ke dalammangkok secukupnya
 Hidupkan lilin dengan korek api
 Taruh lilin yang menyala di bawah mangkok, usahakan jarak antara lilin
dan mangkok sekitar 2 inchi
 Tuangkan essential oil kedalamairhangat di dalammangkok sebanyak 5-
10 tetes
 Anjurkan klien untuk menghirup uap essential oil pada mangkok selama
5-10 menit
 Setelah terapi selesai bersihkan alat dan atur posisi nyaman untuk klien

D. Terminasi
 Evaluasi hasil kegiatan
 Berikan umpan balik positif
 Kontrak pertemuan selanjutnya (bila dianjurkan untuk mengikuti terapi
lanjut)
 Akhiri kegiatan dengan cara yang baik

11
 Bereskan peralatan
 Cuci tangan
E. Dokumentasi
 Catat hasil kegiatan di dalam catatan keperawatan

12
BAB 3

PENUTUP

3.1. KESIMPULAN
Aromaterapi merupakan terapi komplementer yang bertujuan untuk penyembuhan
dengan cara menggunakan minyak esensial yang sangat aromatik hasil ekstrak dari
tumbuhan. Aromaterapi dapat digunakan dengan 4 cara yaitu dihirup, pijat, kompres, dan
berendam berendam. Salah satu aromaterapi yang sering digunakan adalah aromaterapi
lavender yang memiliki kandungan minyak esensial yang dapat meredakan kecemasan,
nyeri, dan lain lain.

13
DAFTAR PUSTAKA

Agung, S., Andaryani, A. and Sari, D. K. (2013) ‘Terdpat pengaruh pemberian teknik
relaksasi nafas dalam terhadap tingka’, jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika
Kesehatan, 3(1), pp. 52–60.

Ariningtyas, N., Uluwiyatun and Adhisty, Y. (2019) ‘Pengaruh Aromaterapi Lavender


Terhadap Penurunan TingkaT Nyeri Dysmenorrea Pada Siswi SMK Negeri 2 Sewon Bantul
Tahun 2017’, Kesehatan ‘Samodra Ilmu’, 10(2), pp. 204–215.

Bahrudin, M. (2018) ‘Patofisiologi Nyeri (Pain)’, Saintika Medika, 13(1), p. 7. doi:


10.22219/sm.v13i1.5449.

Bangun, A. and Nur’aeni, S. (2013) ‘Effect of lavender aromatherapy on pain intensity in


postoperative patients at Dustira Cimahi Hospital’, Jurnal Keperawatan Soedirman (The
Soedirman Journal of Nursing), 8(2), pp. 120–126.

Ferlina, N. (2020) ‘PEMBERIAN AROMATERAPI MINYAK LEMONTERHADAP


EMESIS GRAVIDARUM KEPADA NY. D DI PMB REDINDSE S., S. ST
MERBAUMATARAM LAMPUNG SELATAN TAHUN 2020’, Doctoral dissertation,
Poltekkes Tanjungkarang.

Sari, Y. (2015) ‘Pengaruh Kompres Hangat Aromaterapi Lavender Terhadap Penurunan


Skala Nyeri Pasien Rematik (Osteoartritis) Pada Lansia Di’, Jurnal Kesehatan STIKes Prima
…, 6(36), pp. 102–110.

SYUKRINI, R. D. (2016) ‘PENGARUH AROMATERAPI TERHADAP TINGKAT


KECEMASAN PADA IBU PERSALINAN KALA I DI KAMAR BERSALIN RSU KAB.
TANGERANG’.

Yazdkhasti, M. and Pirak, A. (2016) ‘The effect of aromatherapy with lavender essence on
severity of labor pain and duration of labor in primiparous women’, Complementary
Therapies in Clinical Practice, 25(October 2017), pp. 81–86. doi:
10.1016/[Link].2016.08.008.

Agung, S., Andaryani, A. and Sari, D. K. (2013) ‘Terdpat pengaruh pemberian teknik

14
relaksasi nafas dalam terhadap tingka’, jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika
Kesehatan, 3(1), pp. 52–60.

Ariningtyas, N., Uluwiyatun and Adhisty, Y. (2019) ‘Pengaruh Aromaterapi Lavender


Terhadap Penurunan TingkaT Nyeri Dysmenorrea Pada Siswi SMK Negeri 2 Sewon Bantul
Tahun 2017’, Kesehatan ‘Samodra Ilmu’, 10(2), pp. 204–215.

Bahrudin, M. (2018) ‘Patofisiologi Nyeri (Pain)’, Saintika Medika, 13(1), p. 7. doi:


10.22219/sm.v13i1.5449.

Bangun, A. and Nur’aeni, S. (2013) ‘Effect of lavender aromatherapy on pain intensity in


postoperative patients at Dustira Cimahi Hospital’, Jurnal Keperawatan Soedirman (The
Soedirman Journal of Nursing), 8(2), pp. 120–126.

Ferlina, N. (2020) ‘PEMBERIAN AROMATERAPI MINYAK LEMONTERHADAP


EMESIS GRAVIDARUM KEPADA NY. D DI PMB REDINDSE S., S. ST
MERBAUMATARAM LAMPUNG SELATAN TAHUN 2020’, Doctoral dissertation,
Poltekkes Tanjungkarang.

Sari, Y. (2015) ‘Pengaruh Kompres Hangat Aromaterapi Lavender Terhadap Penurunan


Skala Nyeri Pasien Rematik (Osteoartritis) Pada Lansia Di’, Jurnal Kesehatan STIKes Prima
…, 6(36), pp. 102–110.

SYUKRINI, R. D. (2016) ‘PENGARUH AROMATERAPI TERHADAP TINGKAT


KECEMASAN PADA IBU PERSALINAN KALA I DI KAMAR BERSALIN RSU KAB.
TANGERANG’.

Yazdkhasti, M. and Pirak, A. (2016) ‘The effect of aromatherapy with lavender essence on
severity of labor pain and duration of labor in primiparous women’, Complementary
Therapies in Clinical Practice, 25(October 2017), pp. 81–86. doi:
10.1016/[Link].2016.08.008.

15

Anda mungkin juga menyukai